Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Ebers Papyrus

KORELASI FAKTOR DEMOGRAFI, NUTRISI DAN ANTROPOMETRI TERHADAP KEJADIAN HIPERTENSI PADA PETUGAS KEAMANAN DI UNIVERSITAS TARUMANAGARA JAKARTA Santoso, Alexander Halim; Lontoh, Susy Olivia; Gunaidi, Farell Christian; Istikanto, Ferdian Harum; Destra, Edwin; Kurniawan, Junius; Anggraeni, Natasha; Cahyadi, Stanley Surya; Mayvians, Tizander
Ebers Papyrus Vol. 27 No. 1 (2021): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v27i1.12157

Abstract

Introduction Hypertension is a silent killer and causes various complications and even death. According to World Health Organization (WHO), hypertension causes 9.4 million deaths per year worldwide. Hypertension is more common in countries with low to middle economic status than in high-income countries. Based on the results of the Riskesdas 2018, there was an increase in the prevalence of hypertension in people aged ?18 years, from 23.8% to 34.1%. DKI Jakarta Province is one of the provinces with a high prevalence of hypertension (34%). University security officers are a group of workers who are at risk of hypertension. This may be due to the work style of the University security officers who are mostly standing and sitting. Studies of security personnel are still rare. Methodology This study is an analytical study with a cross-sectional design to see the correlation of demographic, nutritional and anthropometric factors on hypertension. Results In this study, a total of 90 male  subjects were recruited, with an average age of 30.09 years, 84.4% were educated to high school level, 80% smoked, 88.9% consumed coffee, 92,2% exercised regularly. In this study, it was found that the subject's average body weight was 70.56 kg, the average body mass index of the subject was 24.79 kg/m2, 32.2% of the subjects had an waist circumference of more than 90 cm and the average hip circumference was 97.24 cm. In this study, it was found that 48.9% had high blood pressure, where 8.9% of subjects had systolic blood pressure of 140 mmHg and 47.8% of subjects had diastolic blood pressure of ³90 mmHg. There was a positive and significant correlation between age, body weight, BMI, waist circumference and hip circumference with hypertension (p<0.05). Conclusion Increasing age, weight, body mass index, abdominal circumference and pelvic circumference were correlated with hypertension in security officers
PENDAHULUAN TINGKAT KEBUGARAN FISIK DENGAN SIX MINUTE WALK TEST PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TARUMANAGARA Gunalam, Irene Fransisca; Lontoh, Susy Olivia
Ebers Papyrus Vol. 27 No. 1 (2021): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v27i1.12160

Abstract

out a person's work capacity, we must determine the maximum oxygen (O2) consumption or VO2 max. Physical fitness is the ability and physical endurance of a person in carrying out various daily activities, without experiencing fatigue. Research related to the level of physical fitness is a preliminary study because this study aims to determine the level of physical fitness of students of the Tarumanagara University Faculty of Medicine using a six minute walk test. This research can be developed and can predict the level of physical fitness in young adults. The research conducted was an experimental analytical research. The research subjects were active medical students aged 18-22 years, willing to sign an informed consent and were physically and mentally healthy. The study was conducted on 44 subjects and subject was taking by judgmental sampling. Subject data consisted of age, gender, measurement results of body weight, height, blood pressure, pulse and VO2 Max before and after doing the six minute walk test and the distance after doing the six minute walk test. The level of physical fitness with a six minute walk test among students of the Faculty of Medicine at Tarumanagara University varied the results, most of them showed poor results and women were more dominant with poor fitness levels. The decrease in VO2 max before and after doing the six minute walk test and this result is in accordance with the results of the poor physical fitness level of the Tarumanagara University medical faculty students.
GAMBARAN KUALITAS TIDUR DAN TEKANAN DARAH MAHASISWA KEDOKTERAN UNIVERSITAS TARUMANAGARA Lontoh, Susy Olivia; Gunawan, Marco
Ebers Papyrus Vol. 28 No. 1 (2022): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v28i1.19424

Abstract

Deprivasi tidur sebagai faktor risiko peningkatan tekanan darah  dan perkembangan hipertensi. Mahasiswa kedokteran termasuk kelompok yang rentan terhadap kurang tidur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pola tidur serta hubungan pola tidur dengan tekanan darah. Desain penelitian adalah analitik cross sectional.  Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah non-random sampling. Jumlah responden penelitian adalah 72 mahasiswa. Kriteria inklusi penelitian adalah mahasiswa fakultas kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2013 dan angkatan 2014. Penelitian dilakukan di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara pada bulan Juni sampai Juli 2016 bertempat di kampus I Universitas Tarumanagara Jakarta yang mencakup wawancara menggunakan kuesioner dan pemeriksaan meliputi pengukuran tekanan darah sistolik dan diastolik. Hasil penelitian rentang usia responden penelitian  antara 19-28 tahun, distribusi jenis kelamin, laki-laki sebanyak 34 orang (42,5%) dan perempuan sebanyak 46 orang (57,5). Hasil tekanan darah di dapatkan yang mengalami hipotensi sebanyak 16 orang (20%), normal sebanyak 60 orang (75%) dan prehipertensi sebanyak 4 orang (5%). Distribusi kualitas tidur yang baik didapatkan sebanyak 7 orang (8,8%) dan kualitas tidur yang buruk didapatkan 73 orang (91,3%). Berdasarkan hasil analisis uji statistik, diperoleh p=0,731 atau p >0,05 yang berarti bahwa tidak ada hubungan antara kualitas tidur dengan tekanan darah. Kesimpulan penelitian sebagian besar kualitas tidur mahasiswa kedokteran Angkatan 2013 dan 2014 buruk dan tidak terdapat adanya hubungan antara kualitas tidur dengan tekanan darah pada mahasiswa universitas tarumanagara angkatan 2013 dan angkatan 2014.
TINGKAT AKTIVITAS FISIK DAN STATUS GIZI PADA MAHASISWA KEDOKTERAN UNIVERSITAS TARUMANAGARA Setiawan, Yohan; Lontoh, Susy Olivia
Ebers Papyrus Vol. 29 No. 1 (2023): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v29i1.23749

Abstract

Gaya hidup sedentary dan obesitas dapat menjadi masalah serius yang terjadi di kalangan mahasiswa kedokteran dan memiliki konsekuensi negatif terhadap kesehatan mahasiswa. Jadwal kuliah yang padat membuat penurunan aktivitas fisik dikalangan mahasiswa kedokteran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola aktivitas fisik dan status gizi pada mahasiswa kedokteran Universitas Tarumanagara. Metode penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif observational dengan disain potong lintang. Responden penelitian adalah responden yang memenuhi kriteria inklusi meliputi mahasiswa/i Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara berumur 18-22 tahun dan bersedia menandatangani informed consent. Pemilihan responden penelitian dilakukan secara consecutive sampling dengan jumlah responden sebanyak 93 mahasiswa/i. Pengambilan data menggunakan kuisioner yang terdiri dari kuisioner dengan karakteristik subjek yaitu usia, jenis kelamin, berat badan, tinggi badan dan kuesioner mengukur tingkat aktifitas fisik yang digunakan adalah The Godin Shepard Leisure Time Physical Activity Questionnaire. Indeks massa tubuh mahasiswa/i didapatkan berdasarkan rasio antara berat badan (BB) dalam satuan kg dan kuadrat dari tinggi badan (TB) dalam satuan meter. Klasifikasi indeks massa tubuh berdasarkan kriteria dari WHO Asia Pasifik. Hasil penelitian rata-rata usia responden 20,42 ± 1,45 dengan rentang antara 18 -28 tahun. Berdasarkan jenis kelamin perempuan sebanyak 62 orang (66,7%) dan laki-laki sebanyak 31 orang (33,3%). Hasil rata-rata berat badan di dapatkan 62,82±16,64 kg, rata-rata tinggi badan yaitu 162,76± 7,78 cm. Rata-rata indeks massa tubuh adalah 23,58 ±5,31 dengan IMT terendah 16,02 dan tertinggi 41,77. Distribusi mahasiswa dengan status gizi normal adalah sebanyak 57 orang (61,3%) mahasiswa, mahasiswa dengan status gizi overweight adalah sebanyak 10 orang (10,8%) dan mahasiswa dengan status gizi obesitas sebanyak 23 orang (24,7%). Distribusi mahasiswa dengan tingkat aktivitas fisik rendah sebanyak 62 orang (66,7%), mahasiswa dengan tingkat aktivitas fisik sedang sebanyak 22 orang (23,7%) dan mahasiswa dengan tingkat aktivitas fisik tinggi sebanyak 9 mahasiswa (9,7%). Kesimpulan penelitian sebagian besar tingkat aktivitas fisik mahasiswa kedokteran Angkatan 2020 dan 2021 rendah dan status gizi normal. Kata Kunci : aktivitas fisik, status gizi, gaya hidup sedentari
Karakteristik Pola Aktivitas Fisik Dan Indeks Massa Tubuh Pada Masyarakat Dewasa Muda Tomang Jakarta Barat Lontoh, Susy Olivia; Alexander Halim
Ebers Papyrus Vol. 29 No. 2 (2023): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v29i2.28058

Abstract

CHARACTERISTICS OF PHYSICAL ACTIVITY PATTERNS AND BODY MASS INDEX IN YOUNG ADULTS OF TOMANG, WEST JAKARTA The sedentary lifestyle becomes dominant among urban communities causing reduced patterns of physical activity. The impact of physical inactivity affects the nutritional status of the community. The research objective was to determine the characteristics of the level of physical activity and body mass index of the people of Tomang, West Jakarta. This study used a cross-sectional descriptive research design to determine the pattern of physical activity, body mass index in young adults, especially the urban area of ​​Tomang, West Jakarta. Data collection on weight, height, level of physical activity was carried out in the Tomang Village, West Jakarta by taking direct measurements of subjects who met the inclusion criteria from February to August 2023. Sampling was carried out using non-random sampling, consecutive sampling. The population in this study were young adults who met the inclusion criteria, namely willing to participate as research subjects, willing to follow research procedures, filling out questionnaires and measuring weight, height, in good health and adults aged 20-65 years. The questionnaire to measure the level of physical activity is the physical activity level (PAL). Respondents who took part in this study consisted of 90 people and aged from 21 years to 48 years with an average age of 35.59 ± 6.01 years. The majority of male research respondents as much as 70%. 64.4% of the research respondents were married. The results of the body mass index are in the range of 18.26kg/m2-28.45kg/m2 with an average of 22.57 ± 2.9. Based on nutritional status, it was found that 58.9% of respondents had normal nutritional status, 21.1% of respondents were overweight and 20% of respondents were obese. In conclusion, the level of physical activity and nutritional status found that 60% of respondents had light activity and 58.9% had normal nutritional status. Occupation, sport and gender play a role in the lack of physical activity and nutritional status. Keywords: physical activity, nutritional status, body mass index, urban areas ABSTRAK KARAKTERISTIK POLA AKTIVITAS FISIK DAN INDEKS MASSA TUBUH PADA MASYARAKAT DEWASA MUDA TOMANG JAKARTA BARAT Gaya hidup sedentari menjadi dominan dikalangan masyarakat perkotaan menyebabkan pola aktifitas fisik menjadi berkurang. Dampak inaktivitas fisik berpengaruh pada status gizi masyarakat. Tujuan penelitian adalah mengetahui karakteristik tingkat aktivitas fisik dan indeks massa tubuh masyarakat Tomang Jakarta Barat. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif potong lintang (cross sectional) untuk menentukan gambaran pola aktivitas fisik, indeks massa tubuh pada dewasa muda khususnya daerah urban Tomang Jakarta Barat. Pengumpulan data berat badan, tinggi badan, tingkat aktivitas fisik dilakukan di Kelurahan Tomang Jakarta Barat dengan melakukan pengukuran langsung kepada subyek yang telah memenuhi kriteria inklusi dari periode Februari- Agustus 2023. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara non random sampling jenis consecutive sampling Populasi dalam penelitian ini adalah dewasa muda yang memenuhi kriteria inklusi yaitu bersedia berpartisipasi menjadi subjek penelitian, bersedia mengikuti prosedur penelitian mengisi kuisioner dan melakukan pengukuran berat badan, tinggi badan, dalam kondisi sehat dan dewasa berusia 20-65 tahun. Kuesioner untuk mengukur tingkat aktifitas fisik adalah physical activity level (PAL). Responden yang mengikuti penelitian ini terdiri dari 90 orang dan berusia mulai dari 21 tahun sampai 48 tahun dengan usia rata-rata adalah 35.59 ± 6,01 tahun. Mayoritas responden penelitian laki-laki sebanyak 70 %. Responden penelitian sebanyak 64,4% sudah menikah. Hasil indeks massa tubuh berada pada rentang 18,26kg/m2-28,45kg/m2 dengan rata-rata 22,57± 2,9. Berdasarkan status gizi didapatkan 58,9 % responden dengan status gizi normal, 21,1% responden status gizi berlebih dan 20 % responden dengan status gizi obesitas. Kesimpulan tingkat aktivitas fisik dan status gizi ditemukan 60 % responden memiliki aktifitas ringan dan 58,9% status gizinya normal. Pekerjaan, olahraga dan jenis kelamin berperan terhadap kurangnya aktivitas fisik dan status gizi. Kata Kunci : aktivitas fisik, status gizi, indeks massa tubuh, perkotaan