Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PETERNAK LEMBU DESA BANYUMAS KECAMATAN STABAT KABUPATEN LANGKAT DALAM MENGOLAH PAKAN TERNAK DARI LIMBAH PANEN PERKEBUNAN TEBU PTPN II SUMATERA UTARA Sari, Sri Adelila; Junaidi, Agus; Rahmah, Siti; Miswanda, Dikki; Saputra, Muhammad Fadhlan; Khairahmi, Khairahmi
Jurnal Graha Pengabdian Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um078v5i12023p19-26

Abstract

Abstrak: Masyarakat Desa Banyumas Kec. Stabat Kab. Langkat Sumatera Utara mayoritas berprofesi sebagai peternak lembu dan biasanya mengandalkan rumput sebagai sumber utama pakan ternak lembunya. Namun, ketersediaan rumput pakan semakin sedikit dengan bertambahnya areal pemukiman. Desa Banyumas berbatasan langsung dengan areal perkebunan tebu milik PTPN II Sumatera Utara. Setiap musim panen, dihasilkan limbah pucuk tebu sebanyak 560 ton perharinya. Limbah pucuk tebu ini berpotensi sebagai sumber pakan hijauan pengganti rumput. Namun, masyarakat peternak Desa Banyumas belum memiliki pengetahuan tentang pemanfaatan limbah pucuk tebu sebagai pakan ternak, selain itu masyarakat belum memiliki teknologi tepat guna (TTG) alat pencacah limbah pucuk tebu. Tahapan pelaksanaan kegiatan ini yaitu (1) Pendidikan: sosialisasi pemanfaatan limbah pucuk tebu sebagai pakan ternak, (2) Penyediaan alat TTG pencacah pucuk tebu, dan (3) Pelatihan pembuatan pakan ternak dari limbah pucuk tebu. Limbah pucuk tebu diolah menjadi produk silase melalui proses fermentasi. Sebelum dilakukan fermentasi, pucuk tebu terlebih dahulu dicacah menggunakan TTG alat pencacah pucuk tebu. Pada setiap tahap kegiatan ini, masyarakat peternak sangat antusias dan turut aktif. Pengetahuan masyarakat peternak juga telah meningkat yang semula belum mengenal produk pakan dalam bentuk silase kini mampu membuat silase secara mandiri. Abstract: Banyumas Village society, Stabat Districts, Langkat Regency, North Sumatra Province majority work as cattle breeders and usually rely on grass as the main source of their cattle feed. However, the availability of forage grass decreases with increasing residential area. Banyumas village is directly adjacent to the sugar cane plantation area belonging to PTPN II North Sumatra. Every harvest season, 560 tons of sugarcane shoots are produced per day. This sugarcane shoot waste has the potential as a source of forage substitute for grass. However, the farming community of Banyumas Village does not yet have knowledge about the use of sugarcane shoots waste as animal feed, besides that the community does not yet have appropriate technology for chopping sugarcane shoots waste. The implementation stages of this activity are (1) Education: socialization of the utilization of sugarcane shoots waste as animal feed, (2) Provision of sugarcane shoots chopper TTG equipment, and (3) Training on making animal feed from sugarcane shoots waste. Sugarcane shoot waste is processed into silage products through a fermentation process. Prior to fermentation, the shoots of sugar cane were first chopped using a TTG tool for chopping sugar cane shoots. At each stage of this activity, the farming community is very enthusiastic and actively participates. The knowledge of the farming community has also increased, those who were previously unfamiliar with feed products in the form of silage are now able to make silage independently.
PENENTUAN KADAR DAN VALIDASI METODE SPEKTROFOTOMETRI ULTRAVIOLET PADA SEDIAAN TABLET BROMHEKSIN DARI BEBERAPA INDUSTRI FARMASI Miswanda, Dikki; Ridwanto, Ridwanto; Mulyani, Riski
Jurnal Farmanesia Vol 8 No 1 (2021): Jurnal Farmanesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jf.v8i1.2781

Abstract

Bromhexine works by increasing the amount of mucus and reducing its viscosity. In Pharmacopoeia Edition V (2014) there is no monograph of bromhexine either in syrup form or in tablet preparation. Bromhexine has chromophore and auxochrome groups in its structure so that this compound can absorb radiation in the ultraviolet (UV) region. The purpose of this study is to find an alternative method that is simple and inexpensive but provides good accuracy and precision. This method was validated and then the validated method was applied to the assay of bromhexine tablets on the market. The method used was ultraviolet spectrophotometry with 0.1 N HCl as a solvent. The sample used was 5 bromhexine tablets with trade names. The validation test parameters carried out are accuracy, precision, detection limits and quantitation limits. The results of the specified validation test provide an accuracy test with a percent recovery of 101.14% and a Relative Standard Deviation (RSD) of 1.6964%. This shows that this method provides good accuracy and precision, with a limit of detection (LOD) of 0.6315 and a limit of quantitation (LOQ) of 1.1983. The assay results of the tablet sample of the trade name Bisolvon (PT. Boehringer Ingelheim) 100.70% -+ 0.56%; Bromifar (PT. Ifars) 101.09% -+ 0.44%; Bronchitis (PT. Graha Farma) 100.65% -+ 0.67%; Mucohexin (PT. Sanbe) 100.92% -+1.25% and Omesolvon (PT. Mutifa) 100.34% -+ 0.37%. All tablets determined to meet the requirements of the general content of a tablet that is not less than 90% and not more than 110% of the amount stated on the label.
Isolation and Characterization of Hemicellulose from Empty Oil Palm Fruit Bunches Miswanda, Dikki; Savika, Anggraini; Syafirna, Nada; Sitompul, Maysaro; Selly, r; Zubir, Moondra
Indonesian Journal of Chemical Science and Technology (IJCST) Vol 7, No 2 (2024): JULY 2024
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ijcst.v7i2.63247

Abstract

Isolation and characterization of hemicellulose from empty oil palm bunches have been carried out. The method used in the isolation is alkali extraction with NaOH solvent. Hemicellulose isolated from empty oil palm bunches was analyzed by organoleptic and solubility tests. Functional group analysis was carried out using FTIR, and morphology was performed using SEM. The highest yield of 12.84% was obtained from the variation of 0.5 N NaOH solvent. Organoleptic and solubility tests showed that the characteristics of hemicellulose isolated from empty oil palm bunches were by the characteristics of hemicellulose in general. The FTIR results of hemicellulose showed the specific absorption peaks of OH stretching, C-H stretching, C=O bending, C-OH bending, and C-C stretching. SEM photos show the rough and fibrous shape of the hemicellulose powder surface.
Edukasi Bahaya Konsumsi Makanan dan Minuman Berpengawet di SD 101812 Namo Tualang Deli Serdang Pulungan, Ainil Fithri; Dalimunthe, Gabena Indrayani; Rani, Zulmai; Hermanto, Bambang; Miswanda, Dikki
Jurnal Bakti Nusantara Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Bakti Nusantara
Publisher : Pustaka Media Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63763/jbn.v2i1.58

Abstract

Perkembangan industri makanan dan minuman yang meningkat dalam beberapa dekade terakhir memunculkan problematika baru dalam kesehatan. Penambahan zat aditif pada makanan kemasan seperti pengawet makanan dan minuman yang tidak sesuai aturan, diduga menjadi penyebab berbagai penyakit degeneratif pada anak-anak. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan edukasi kepada murid-murid SD 101812 Namo Tualang Kecamatan Biru-biru Kabupaten Deli Serdang yang pada umumnya mengkonsumsi makanan dan minuma kemasan yang tersedia di kantin sekolah. Edukasi dilakukan dengan metode ceramah, diskusi dan tanya jawab. Penilaian tingkat pengetahuan peserta dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Hasil kuisioner menunjukkan ketertarikan peserta akan kegiatan sebesar 80,6%, pengetahuan peserta terhadap makanan berpengawet sebesar 70,3%, dan kewaspadaan terhadap pengawet makanan sintesis sebesar 89,7%. Kegiatan eduksai ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman murid mengenai bahaya konsumsi makanan dan minuman kemasan berpengawet.
Pembuatan Permen Sehat Ginger Candy dengan Penambahan Pewarna Alami untuk Meningkatkan Imunitas Tubuh Rani, Zulmai; Dalimunthe, Gabena Indrayani; Nasution, Haris Munandar; Yuniarti, Rafita; Lubis, Minda Sari; Utami, Dinda Sari; Fitri, Raissa; Fitri, Aulia; Miswanda, Dikki; Sani, Sulwiyatul Kamariyah
Jurnal Bakti Nusantara Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Bakti Nusantara
Publisher : Pustaka Media Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63763/jbn.v2i2.77

Abstract

Telah dilaksanakan pengadian kepada masyarakat Desa Kolam, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deli Serdang Sumatera Utara berupa pelatihan pembuatan permen sehat ginger candy dengan penambahan pewarna alami untuk meningkatkan imunitas tubuh. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penerapan teknologi tepat guna dalam membuat permen sehat. Evaluasi kegiatan pengabdian yang dilakukan dengan memberikan tes awal dan tes akhir menunjukkan kegiatan pembuatan permen sehat ginger candy dengan penambahan pewarna alami pandan di Desa Kolam telah berhasil dilakukan yang dibuktikan dengan terjadinya peningkatan pemahaman peserta kegiatan. Peningkatan pemahaman peserta dapat dilihat dari nilai tes kuisioner. Rata-rata terjadi peningkatan sebesar 75% dari rata-rata nilai tes awal sebesar 4,60 menjadi 7,96 pada tes akhir. Dari Tabel 1 diketahui beberapa peserta kegiatan meningkat hingga 100% pemahamannya setelah diberikan pelatihan. Dengan demikian kegiatan pengabdian telah efektif meningkatkan pemahaman masyarakat mitra dalam memanfaatkan jahe dan pandan menjadi permen sehat yang dapat meningkatkan imunitas tubuh.
PENETAPAN KADAR β-KAROTEN PADA BUAH RIMBANG (Solanum torvum Sw.) SEGAR DAN HASIL PEREBUSAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE SPEKTROFOTOMETRI VISIBLE Tuzzahra, Safira; Daulay, Anny Sartika; Ridwanto; Dikki Miswanda
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 4 No. 2 (2025): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/farmasainkes.v4i2.3317

Abstract

Rimbang (Solanum torvum Sw.) potensi tumbuh subur pada iklim sub tropis dan tropis tersebar seluruh wilayah Indonesia. Tanaman rimbang ini juga biasa dikonsumsi oleh sebagian masyarakat dalam masakan kuliner seperti botok, tumis, balado, aneka sambal seperti sambal teri, sambal tomat, dan lainya. Buah dari tanaman rimbang ini dapat dikonsumsi mentah. Rimbang telah dibudidayakan karena memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan merupakan sumber sayuran sehari-hari. Rimbang telah dimanfaatkan sebagai obat tradisional oleh masyarakat terutama karena digunakan sebagai obat mata. Didalam tubuh, β-karoten diubah menjadi vitamin A yang keduanya dapat bertindak sebagai antioksidan untuk melawan radikal bebas. Dimana senyawa antioksidan ini mampu menetralisir zat – zat radikal bebas didalam tubuh yang merupakan sumber pemicu berbagai penyakit terutama penyakit degeneratif seperti penyakit jantung dan kanker. Vitamin A sangat mudah teroksidasi oleh udara dan rusak jika dipanaskan pada suhu yang tinggi. Akan tetapi studi mengenai proses pemasakan terhadap kandungan vitamin A masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kadar β – Karoten yang terkandung dalam ekstrak buah rimbang segar dan hasil perebusan. Tahapan penelitian ini meliputi pengolahan sampel, pemeriksaan analisis kualitatif dengan Kromatografi Lapis Tipis dan penetapan kadar β – Karoten pada buah rimbang segar dan hasil berbagai pengolahan menggunakan metode spektrofotometri visible. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak buah rimbang segar dan hasil berbagai pengolahan mengandung senyawa β – Karoten. Penentuan kadar β – Karoten dengan menentukan panjang gelombang maksimum β – Karoten dan perhitungan kadar β – Karoten menggunakan spektrofotometri visible. Hasil penentuan kadar β – Karoten ekstrak buah rimbang segar 1,3690 ± 0,0052 mg/g, dengan pengolahan rebus 1,0917 ± 0,0036 mg/g maka yang paling besar menghasilkan kadar β – Karoten terdapat pada ekstrak buah rimbang (Solanum torvum Sw.) yang segar.
Konsentrasi Hambat Minimum dan Konsentrasi Bunuh Minimum Ekstrak dan Nanopartikel Ekstrak Etanol Daun Kubis (Brassica oleracea L.) Terhadap Malassezia furfur Rafika, Intan Maya; Rahayu , Yayuk Putri; Nasution , Haris Munandar; Miswanda, Dikki
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 8 Nomor 2 (2025)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v8i2.874

Abstract

Background: Dandruff is a condition characterized by excessive shedding of dead skin cells on the scalp, often accompanied by itching and inflammation. The causes of dandruff can be related to excessive secretion of sweat glands or the presence of microorganisms on the scalp that produce specific metabolites that trigger dandruff formation. The organism believed to be the leading cause of dandruff is Malassezia furfur. Treatment for dandruff can be done through various methods, one of which is using natural extracts, such as ethanol cabbage extract, known for its antifungal properties. In this study, the ethanol cabbage extract will be synthesized into nanoparticle form to enhance its effectiveness. Objective: The objective of this study is to create nanoparticles from ethanol cabbage extract and to compare the antifungal activity of the cabbage extract and the nanoparticle extract of cabbage against Malassezia furfur, focusing on the minimum inhibitory concentration (MIC) and minimum fungicidal concentration (MFC). Method: This study was conducted experimentally, and two variables were tested. The independent variables included the concentration of cabbage extract (6.25%, 12.5%, 25%, and 50%) and nanoparticle cabbage extract (0.625%, 1.25%, 2.5%, and 5%). The dependent variables were the antifungal activity measured by MIC and MFC tests against Malassezia furfur. Nanoparticles were synthesized using the top-down method with high-speed homogenization (HSH) technique. The particle size characterization was performed using a Particle Size Analyzer (PSA). Results: Particle size characterization showed that the particle size of cabbage extract was 2203.45 nm, while the nanoparticle size after synthesis was 408.33 nm. Based on the MIC and MFC tests, it was found that the nanoparticle ethanol cabbage extract at a concentration of 1.25% was more effective than the ethanol cabbage extract at 12.5%. Additionally, the MFC value of the nanoparticle ethanol cabbage extract at a concentration of 5% was more effective than that of the ethanol cabbage extract at 50%. Both preparations demonstrated good sensitivity against Malassezia furfur. Conclusion: Nanoparticle ethanol cabbage extract showed better antifungal activity than the ethanol cabbage extract at higher concentrations. These results indicate that using nanoparticles can reduce the required dosage to achieve optimal effectiveness, thus improving the efficiency of the drug in dandruff treatment.
Antibacterial Activity of Reduced Silver Leaf Extract of Ketumpang Air (Peperomia pellucida (L.) Kunth) Against Staphylococcus aureus Efendi, Tania Tiara; Miswanda, Dikki; Nasution, M Pandapotan; Lubis, Minda Sari; Hermanto, Bambang
Indonesian Journal of Science and Pharmacy Vol. 1 No. 2 (2023): Indonesian Journal of Science and Pharmacy
Publisher : Pustaka Media Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63763/ijsp.v1i2.24

Abstract

Silver particles are widely applied in various medical fields, one of which is as an antibacterial. The advantage of silver particles is their small particle size, which increases their antibacterial effect. One of the environmentally friendly methods that can be used to synthesize silver particles is by utilizing extract of daun ketumpang air (Peperomia pellucida (L.) Kunth) through a reduction reaction. The aim of this research was to determine the antibacterial activity of silver particles made using water ketumpang leaf extract against Staphylococcus aureus bacteria. Silver particles were synthesized using the green synthesis method from extract of daun ketumpang air (Peperomia pellucida (L.) Kunth) which acts as a bioreductant. Silver reduction using water ketumpang leaf extract was carried out with varying concentrations of AgNO3 solution of 1 mM, 2 mM, 5 mM, and 10 mM with a ratio between the extract and AgNO3 solution of 1:40. The resulting silver particles were characterized using a Uv-Vis spectrophotometer and particle size analysis using PSA. The antibacterial activity test of the reduced silver particles was carried out against Staphylococcus aureus bacteria using the Kirby-Bauer method. The results of the research showed the formation of silver particles in the form of a change in the color of the solution from yellow to brownish. Analysis using a UV-Vis spectrophotometer showed a maximum wavelength of 423 nm, which indicated that silver particles were formed. The results of PSA analysis show the size of silver particles, where the smallest size of silver is 0.41 μm for a concentration variation of 10 mM. The antibacterial activity test showed strong antibacterial activity against Staphylococcus aureus bacteria with an average diameter of the inhibition zone of 11.48 mm. This shows that ketumpang water leaf extract can be used as a bioreductant in reducing silver particles and the silver particles produced have the potential to be antibacterial.
Pembuatan Puding Daun Kelor Sebagai Upaya Pencegahan Stunting Di Desa Kuta Baru Awanis, Safirah; Natasya, Siti Adinda; Sari, Aulia; Lubis, Seri Lestari; Ramadhan, Zulkifli; Siregar, Mutia Nabila; Sari, Tiara Puspita; Nasution, Paujia; SP, Ananda Azzahra; Surya, Innaya Tantry; Ali, Rahmadi; Miswanda, Dikki
Jurnal Bakti Nusantara Vol. 1 No. 1 (2023): Jurnal Bakti Nusantara
Publisher : Pustaka Media Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63763/jbn.v1i1.18

Abstract

Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berlang, yang ditandai dengan panjang atau tinggi badan anak berada di bawah standar. Kelor mengandung sangat banyak khasiat karena kandungan dan manfaatnya ada disetiap bagian tanamannya baik untuk kesehatan. Nilai gizi dari daun kelor yang tinggi dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan gizi ibu menyuzui dan balita dalam masa pertumbuhan. Ada beberapa produk olahan daun kelor sangat banyak, diantaranya sayur kelor, bubuk kering daun kelor, dan puding daun kelor. Puding adalah contoh makanan pengganti yang baik dimana dapat menarik minat anak-anak untuk dimakan. Pengabdian ini adalah pengabdian literasi gizi. Penyuluhan literasi gizi merupakan cara yang dinilai sangat efektif dalam meningkatkan pengetahuan para ibu untuk mencegah stunting di Desa Kuta Baru Kecamatan Tebing Tinggi. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan setelah dilaksanakan penyuluhan gizi tentang kudapan berbahan daun kelor untuk mencegah anak stunting. Daun kelor yang merupakan makanan bergizi sekaligus makanan yang dapat mencegah dan menurunkan kejadian stunting. Dalam pengabdian ini menghasilkan kemampuan ibu meningkat dalam hal pemilihan bahan, teknik pembuatan, dan hasil produk karena melalui literasi gizi baik penyuluhan manfaat kelor dan mengetahui cara pembuatan puding daun kelor.
Penyuluhan Pemakaian Plastik Kemasan Makanan Pada Kelompok Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga Di Desa Sigara Gara, Sumatera Utara Miswanda, Dikki; Ali, Rahmadi; Hermanto, Bambang; Supiyani, Supiyani; Siregar, Mutia Nabila; Sari, Tiara Puspita; Nasution, Paujia; SP, Ananda Azzahra; Surya, Innaya Tantry
Jurnal Bakti Nusantara Vol. 1 No. 2 (2023): Jurnal Bakti Nusantara
Publisher : Pustaka Media Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63763/jbn.v1i2.36

Abstract

Telah dilaksanakan penyuluhan pemakaian plastik kemasan makanan pada kelompok pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga (PKK) di Desa Sigara Gara, Sumatera Utara. Metode yang digunakan dalam kegiatan penyuluhan ini adalah ceramah dan diskusi berbentuk klasikal. Materi yang disampaikan adalah tentang plastik kemasan makanan yang aman untuk kesehatan. Jenis-jenis plastik kemasan, contohnya, dan cara mengenali plastik kemasan yang aman.  Evaluasi dari kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan memberikan pretes dan postes kepada peserta sebelum dan setelah kegiatan dilakukan. Hasil evaluasi diperoleh rata-rata persentasi peningkatan hasil tes yang terjadi adalah 74,77%, dimana rata-rata pretes 4,50 dan postes 7,77, yang menunjukkan kegiatan penyuluhan yang telah dilakukan terbukti efektif.