Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Hubungan karakteristik sosiodemografi masyarakat dan pengetahuan terhadap sikap menggunakan antibiotik di apotik di kecamatan beo, kabupaten talaud Given Awulle Mamusung; Weny Wiyono; Deby Mpila; Julianri Lebang; Welong Surya
PHARMACON Vol. 12 No. 1 (2023): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.12.2023.41942

Abstract

Penggunaan antibiotik dalam pelayanan kesehatan seringkali tidak tepat sehingga dapat menimbulkan pengobatan kurang efektif, peningkatan risiko terhadap keamanan pasien, meluasnya resistensi dan tingginya biaya pengobatan. Berbagai faktor memengaruhi penggunaan antibiotika di kalangan masyarakat seperti faktor pengetahuan dan karakteristik sosiodemografi. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan metode deskriptif analitik melalui pendekatan cross sectional. Pengambilan data menggunakan metode purposive sampling dengan jumlah respoden sebanyak 96 orang. Pengujian dan analisis data menggunakan program perangkat lunak IBM Statistics 25 SPSS dan analisis dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil penelitian yang di peroleh dari analisis univariat menunjukan kelompok umur paling banyak (18-30 tahun ( 54,2%), jenis kelamin (laki-laki ( 63,5%), pendidikan (kelompok yang tidak sekolah atau tidak tamat sekolah ( 74,0%), pekerjaan (pegawai/nelayan/buruh/pedagang ( 52,1%), pendapatan (> 2,000,000.- ( 84,4%), pengetahuan (baik ( 64,6%) dan sikap (kurang baik ( 60,4%), antibiotik yang paling banyak dibeli adalah amoksisillin (74%). Dari hasil analisis bivariat berdasarkan uji chi square menunjukan tidak terdapat hubungan antara umur dan pendapatan dengan sikap dalam menggunakan antibiotik oral. Tetapi, terdapat hubungan antara pengetahuan, jenis kelamin, pendidikan dan pekerjaan dengan sikap dalam menggunakan antibiotik oral pada masyarakat.
Hubungan Stres Kerja, Hubungan Interpersonal dan Tugas Tambahan dengan Beban Kerja Perawat di Ruangan Palma RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou, Manado Iramaya R. Sumayku; Alexander S. L. Bolang; Diana V. D. Doda; Welong S. Surya
e-CliniC Vol. 11 No. 2 (2023): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v11i2.44904

Abstract

Abstract: Covid-19 pandemic has had an impact on all aspects, especially on health care workers resulting in an increase in the physical workload of nurses. This study aimed to determine the relationship between work stress, interpersonal relationships, and additional tasks with the workload of nurses in Palma room of Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital. This was a quantitative study. Samples were the total population of 48 nurses. Data were analyzed using the chi-square and the logistic regression tests. The results obtained sufficient and high workload (39.6% and 60.4%); sufficient and high work stress (31.3% and 68.8%); good and poor interpersonal relationship (47.9% and 52.1%); sufficient and high additional tasks (60.4% and 39.9%). The chi-square test showed the p-values, as follows: 0.001 for the relationship between work stress and workload; 0.000 for the relationship between interpersonal relationships and workload; and 0.034 for the relationship between additional tasks and workload. The logistic regression test found that the interpersonal relationship variable had the strongest relationship with workload compared to the other variables (Exp (B) interpersonal relationships, namely 11.441). In conclusion, there are relationships between work stress, interpersonal relationships, and additional tasks with the workload of nurses in Palma Room, Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital, Manado. The most related variable with workload is interpersonal relationships. Keywords: workload; work stress; interpersonal relations; additional tasks   Abstrak: Pandemi Covid-19 membawa dampak pada semua aspek, terutama pada tenaga kesehatan perawat yang mengakibatkan meningkatnya beban kerja fisik perawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara stres kerja, hubungan interpersonal, dan tugas tambahan dengan beban kerja perawat di ruangan Palma RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou. Jenis penelitian kuantitatif. Sampel ialah total populasi sebanyak 48 perawat. Analisis statistik menggunakan uji chi-square, dan regresi logistik. Hasil penelitian mendapatkan variabel beban kerja cukup dan tinggi (39,6% dan 60,4%); stres kerja cukup dan tinggi (31,3% dan 68,8%); hubungan interpersonal baik dan kurang baik (47,9% dan 52,1%); serta tugas tambahan cukup dan tinggi (60,4% dan 39,9%). Hasil uji chi square mendapatkan nilai p=0,001 untuk hubungan stres kerja dengan beban kerja; p=0,000 untuk hubungan interpersonal dengan beban kerja; p=0,034 untuk hubungan tugas tambahan dengan beban kerja. Hasil uji regresi logistik menunjukkan hubungan interpersonal memiliki hubungan paling kuat dengan beban kerja (Exp (B) hubungan interpersonal yaitu 11,441). Simpulan penelitian ini terdapat hubungan antara stres kerja, hubungan interpersonal, dan tugas tambahan dengan beban kerja perawat di Ruangan Palma RSUP Prof. Dr. R. D Kandou Manado dan variabel yang paling berhubungan dengan beban kerja ialah hubungan interpersonal. Kata kunci: beban kerja; stres kerja; hubungan interpersonal; tugas tambahan
Aplikasi Mobile JKN Edukasi Tentang Penggunaan Aplikasi Mobile JKN Pada Pasien Rawat Jalan RSUD Anugerah Tomohon Welmin M. E. Lumi; Rivolta A Musak; Finni Tumiwa; Marieska Y. Waworuntu; Welong S. Surya
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 4 No. 3 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Cv. Utility Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengetahuan masyarakat tentang penggunaan sistem jaminan kesehatan di masyarakat belum tersebar luas, bahkan di kalangan mereka yang berprofesi sebagai PNS, banyak yang masih bingung apakah kartu jaminan kesehatan lama mereka seperti Askes, Jamkesmas dan Jamkesda masih bisa digunakan. Hal lain yang membuat semakin rendahnya pelayanan JKN ini adalah kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai penggunaan aplikasi Mobile JKN. Untuk mengatasi berbagai permasalahan implementasi JKN, perlu adanya peningkatan pengetahuan dan partisipasi masyarakat, khususnya dalam program JKN dan penggunaan aplikasi Mobile JKN untuk mewujudkan UHC. Metode yang digunakan ialah ceramah dan diskusi dari kegiatan pengabdian masyarakat untuk edukasi tentang penggunaan aplikasi Mobile JKN pada pasien rawat jalan RSUD Anugerah Tomohon. Materi yang diberikan memuat berbagai keuntungan menggunakan aplikasi Mobile JKN, berbagai fitur yang dapat digunakan dalam aplikasi Mobile JKN, dan tutorial singkat penggunaan aplikasi Mobile JKN. Hasil ceramah diperoleh meningkatnya penggunaan aplikasi Mobile JKN lebih khusus bagi pasien yang akan melakukan perawatan kesehatan di RSUD Anugerah Tomohon. Melalui peningkatan penggunaan aplikasi ini bagi pasien yang datang ke RSUD Anugerah Tomohon dapat mempermudah dan mempercepat proses administrasi yang diperlukan. Diharapkan secara berkelanjutan dapat meningkatkan kepuasan pasien yang datang ke RSUD Anugerah Tomohon.
EVALUASI IMPLEMENTASI SISTEM MANAJAMEN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA DI RUMAH SAKIT UMUM PANCARAN KASIH MANADO Militia C. Dolontelide; Starry H. Rampengan; Greta J. P. Wahongan; Welong S. Surya
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i4.17755

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis manajemen kebijakan K3, pelaksanaan K3 dan menganalisis pencapaian melalui pemantauan dan evaluasi K3 di Rumah Sakit Pancaran Kasih Manado. Metode penelitian ini ialah kualitatif. Informan dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling dengan jumlah partisipan sebanyak 5 orang yang terdiri dari Wakil Direktur, Ketua MFK, Anggota MFK, Kepala Ruangan (Perawat), dan Pelaksana Sanitasi. Pengumpulan data diperoleh dengan observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menemukan bahwa kebijakan terkait K3 sudah dibuat, namun implementasi kebijakan K3 di rumah sakit ini belum optimal. Hambatan dalam pelaksanaan kebijakan K3 ialah sumber dana yang tidak mencukupi, kurangnya sumber daya manusia, keterbatasan APD, kelalaian pekerja atau kurangnya perilaku keselamatan. Adapun faktor pendukung dalam implementasi kebijakan K3 ialah Sudah berjalan sosialisasi kebijakan K3 di rumah sakit, melibatkan staf untuk pelatihan K3. Pencapaian kebijakan K3 rumah sakit yaitu penetapan sistem manajemen K3 dan perencanaan program K3. Pencapaian yang belum optimal adalah penetapan standar pelaksanaan manajemen K3 rumah sakit, dan belum dilakukan monitoring dan evaluasi serta review. Kesimpulan penelitian ini ialah implementasi kebijakan K3RS di Rumah Sakit Pancaran Kasih Manado sudah tersusun, manajamen pelaksanaan K3RS belum dilaksanakan secara keseluruhan dan pemantauan evaluasi pencapaian sudah dilaksanakan dengan beberapa program lainnya yang direncanakan seperti budaya perilaku K3RS, peningkatan mutu pelayanan dan mitigasi dan manajemen risiko.
PEMAHAMAN PASIEN MENGENAI PENGGUNAAN PENDAFTARAN ONLINE DI RAWAT JALAN RSU GMIM BETHESDA TOMOHON Youhland Waworuntu, Marieska; M. E. Lumi, Welmin; S. Surya, Welong
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 7 No. 3 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v7i3.21858

Abstract

RSU GMIM Bethesda Tomohon dalam pelayanan rawat jalan sudah menerapkan sistem pendaftaran online. Namun, masih banyak pasien yang belum memahami cara menggunakan sistem ini dengan baik.. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi pemahaman pasien tentang penggunaan pendaftaran online dan faktor-faktor yang memengaruhi pemahaman pasien. Jenis penelitian ialah kualitatif dengan metode wawancara mendalam, dilaksanakan pada Juli-Desember 2023. Sampel  sebanyak  2  orang  pasien  rawat  jalan  dari  masing-masing poliklinik dengan menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen berupa daftar pertanyaan, alat perekam, dan alat tulis menulis serta pemantauan data observasi. Hasil analisis untuk faktor pertama menunjukkan bahwa sebagian pasien perlu diberikan informasi lebih lanjut mengenai kemudahan pendaftaran online ini. Mayoritas pasien dapat melakukan proses pendaftaran online dengan cukup lancar namun ada juga pasien yang mengalami kesulitan disebabkan koneksi internet, dan kurangnya pengetahuan teknologi. Hasil analisis faktor lainnya menunjukkan bahwa pasien mampu memberikan umpan balik berdasarkan pengalaman mereka, dan berdasarkan hasil informasi diperoleh bahwa sosialisasi pendaftaran online sudah dilakukan, baik pasien umum maupun pasien BPJS dengan menggunakan aplikasi WhatsApp kemudian dilanjutkan ke poliklinik perawatan yang dituju, hal ini terbukti sebagai perubahan besar dalam pelayanan kesehatan menjadi lebih cepat dan nyaman serta meningkatkan efisiensi layanan kesehatan. Kesimpulan penelitian ini, pasien dengan niat kuat untuk menggunakan sistem cenderung lebih memahami dan menggunakan pendaftaran online, yang mengurangi waktu tunggu dan memberikan kontrol lebih besar. Kemudahan penggunaan sistem dan aksesibilitas yang baik juga memengaruhi pemahaman pasien. Ketersediaan informasi tentang pendaftaran online dan sosialisasi penting dalam meningkatkan kesadaran pasien. Kepercayaan dan kepuasan pasien berperan penting, dan dukungan berkelanjutan, evaluasi umpan balik pengguna, serta perbaikan terus-menerus dibutuhkan. Sosialisasi dan edukasi teknologi membantu mengatasi kendala yang mungkin dihadapi pasien, menjadikan penggunaan pendaftaran online lebih efisien, dan meningkatkan partisipasi pasien dalam proses pendaftaran.
ANALISIS IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN RUMAH SAKIT DI RSUD ANUGERAH TOMOHON Surya, Welong S.; Waworuntu, Marieska Y.; Lumi, Welmin M. E.; Tulung, Audy A.; Taher, Marsel R.
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.22001

Abstract

Permenkes Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2013 Pasal 3 menyebutkan bahwa setiap rumah sakit diwajibkan menyelenggarakan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS). SIMRS merupakan serangkaian proses yang diterapkan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas organisasi kesehatan dalam menjalankan fungsi serta mencapai tujuan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan menggunakan metode Focus Group Discussion (FGD). Lokasi penelitian di RSUD Anugerah Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara, yang berlangsung dari bulan Agustus sampai November 2024. Sampel terdiri atas 5 informan yang meliputi direktur rumah sakit, kepala bidang pelayanan medis, kepala instalasi SIMRS, operator, serta penerima pelayanan kesehatan. Analisis data menggunakan teknik content analysis dari Miles dan Huberman, sedangkan validasi data dilakukan dengan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian ditemukan bahwa implementasi SIMRS di RSUD Anugerah Tomohon dari komponen infrastruktur sudah cukup memadai, ditandai dengan tersedianya perangkat keras seperti komputer di berbagai instalasi termasuk IGD, ruang rawat jalan, dan poliklinik. Server utama dan server mandiri di setiap departemen juga sudah ada, didukung dengan jaringan LAN yang terpasang sejak 2020. Namun, beberapa standar internasional untuk server belum terpenuhi, dan beberapa unit operasional belum sepenuhnya dilengkapi dengan perangkat pendukung. Implementasi SIMRS dari komponen jaringan berjalan baik setelah peningkatan server, memungkinkan konektivitas yang stabil untuk aplikasi SIMRS di beberapa bagian, meskipun belum terkoneksi sepenuhnya di area farmasi dan laboratorium. Sistem aplikasi telah didesain user-friendly dan sesuai dengan standar pemerintah, namun masih dalam tahap uji coba untuk beberapa fitur, seperti Rekam Medis Elektronik (RME), yang diharapkan terintegrasi sepenuhnya pada akhir 2024. Komponen sumber daya manusia sudah memenuhi kebutuhan operasional, dengan dukungan pelatihan dasar yang diberikan oleh teknisi Kominfo. Namun, kompetensi dalam pengembangan aplikasi masih terbatas, terutama dalam integrasi pelayanan telemedicine, e-rekam medis, dan koneksi dengan pihak eksternal seperti BPJS dan dinas kependudukan. Prosedur telah diterapkan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi, namun peningkatan kompetensi di bidang teknik informatika diperlukan untuk mendukung implementasi SIMRS secara optimal. Kesimpulan penelitian ini ialah penerapan SIMRS di RSUD Anugerah Kota Tomohon dari komponen infrastruktur, komponen jaringan, dan komponen SDM meskipun masih ada beberapa bagian yang dalam tahap pengembangan, RSUD Anugerah Tomohon sudah memiliki infrastruktur yang siap untuk mendukung penerapan SIMRS yang diharapkan berjalan penuh pada akhir 2024. Saran ialah tetap mengembangkan sesuai kualifikasi dan kompetensi perlu agar pelaksanaan SIMRS di RSUD Anugerah Tomohon berjalan secara optimal.
KELEBIHAN DAN KEKURANGAN PELAKSANAAN HOSPITAL WITHOUT WALLS RSUD ANUGERAH TOMOHON Waworuntu, Marieska Youhland; Surya, Welong Seftian.; Lumi, Welmin Margotje Elizabeth; Musak, Rivolta Alfiko; Lontaan, Ever Mario; Pandey, Apricillia Agrita Anastasia
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.23117

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi konsep "Rumah Sakit Tanpa Dinding" (HWW) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Anugerah Tomohon, dengan fokus pada identifikasi Kelebihan dan kekurangan dalam pelaksanaannya serta implikasinya terhadap pengembangan sistem kesehatan digital. Pendekatan kualitatif digunakan, dengan melakukan Diskusi Kelompok Terarah (FGD) bersama pemangku kepentingan utama, termasuk staf medis, manajemen rumah sakit, dan perwakilan pasien, untuk mengumpulkan data secara mendalam. Temuan penelitian mengungkapkan beberapa Kelebihan utama implementasi HWW, seperti peningkatan aksesibilitas, waktu respons yang lebih cepat, kenaikan jumlah kunjungan pasien, dan peningkatan efisiensi biaya. Namun, penelitian juga mengidentifikasi kekurangan, termasuk keterbatasan sumber daya manusia, kesadaran dan pemahaman pasien, kesulitan koordinasi, serta penerimaan masyarakat yang bervariasi. Penelitian ini lebih lanjut mengeksplorasi dampak HWW terhadap pengembangan sistem kesehatan digital, penguatan kelembagaan, perumusan kebijakan, dan pemberdayaan masyarakat. Berdasarkan analisis, penelitian ini memberikan rekomendasi untuk kebijakan dan praktik guna memperkuat implementasi HWW, termasuk investasi pada infrastruktur dan sumber daya manusia, integrasi rekam medis elektronik dan telemedicine, serta peningkatan kolaborasi pemangku kepentingan dan keterlibatan masyarakat. Temuan ini berkontribusi pada penelitian terbatas tentang HWW di Indonesia dan menawarkan wawasan berharga untuk adopsi dan optimalisasi pendekatan ini secara lebih luas untuk meningkatkan aksesibilitas, kualitas, dan efisiensi layanan kesehatan.
Analysis of Health Tourism Potential in The Minanga Community Health Center Working Area, Manado City Welong S. Surya; Marieska Y. Waworuntu; Augustinus R. Butarbutar
International Journal of Health and Social Behavior Vol. 1 No. 3 (2024): August : International Journal of Health and Social Behavior
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/ijhsb.v1i3.47

Abstract

Health tourism is a tourist travel activity to a tourist destination with the aim of receiving treatment or improving health and fitness. This research is a descriptive qualitative analysis by looking at case studies about the potential of health tourism. The research informants are doctors, dentists, nurses and pharmacists, and 5 pharmacists. The data was analyzed using the content analysis method on interview documents. The results of the research show that the importance of understanding and knowledge of health workers is to be able to improve the quality of service when facing tourist visits. When they have a health problem or want to improve their health condition while traveling, the attitude of health workers needs to be improved in terms of their competence which must be developed, services must comply with standards. operational procedures and being friendly and polite to tourists during health services. The conclusion of this research is that the understanding of each health worker is good regarding health tourism.
Collaborative governance in prevention of the spread of pulmonary tuberculosis in Serdang Bedagai district in 2024 Surya, Welong S.; Damanik, Balqis Nurmauli
Science Midwifery Vol 12 No 5 (2024): December: Health Sciences and related fields
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/midwifery.v12i5.1777

Abstract

Preventing the spread of pulmonary tuberculosis (TB) in Serdang Bedagai Regency in 2024 requires a collaborative governance approach involving various stakeholders. Based on the Global TB Report 2023, Indonesia ranks second in the world in the number of TB cases, with an estimated 1,060,000 new cases and 134,000 deaths per year (Kork et al., 2021). TB prevention efforts must involve the health and non-health sectors simultaneously, with the aim of finding and treating all TB cases until cured. This study uses a qualitative descriptive method with data collection techniques through interviews and literature studies, involving informants from various government agencies and community organizations. The results of the study show that there are three main elements in collaborative governance: principled engagement, shared motivation, and capacity for joint action. Principled engagement includes open and inclusive communication between stakeholders, while shared motivation is characterized by mutual trust and understanding between actors. The capacity for joint action involves procedures, leadership, knowledge, and resources coordinated by the local government. This study emphasizes the importance of cross-sector collaboration to achieve TB elimination in Indonesia by 2030.
Hubungan Antara Motivasi Kerja, Kepemimpinan Dan Budaya Organisasi Dengan Kinerja Pegawai Administrasi Rsud Maria Walanda Maramis Awondatu, Gisela; Bolang, Alexander S. L.; Sinolungan, Jehosua S. V.; Mandey, Slyvia; Wahongan, Greta J. P.; Surya, Welong S.
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K) Vol 5, No 3 (2024): J-P3K DESEMBER
Publisher : Yayasan Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-p3k.v5i3.655

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara motivasi kerja, kepemimpinan, dan budaya organisasi dengan kinerja pegawai administrasi di RSUD Maria Walanda Maramis, Minahasa Utara. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan potong lintang. Sampel yang digunakan adalah seluruh populasi, yaitu 57 pegawai administrasi. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner yang disusun berdasarkan penelitian sebelumnya, dan analisis data mencakup tahapan editing, coding, tabulasi, serta scoring. Analisis statistik yang digunakan adalah univariat dan bivariat chi-square dengan bantuan SPSS Versi 24. Hasil analisis menunjukkan bahwa mayoritas pegawai administrasi memiliki kinerja baik (59,6%), namun sebagian besar memiliki motivasi kerja yang kurang baik (56,1%) dan kepemimpinan yang juga kurang baik (50,9%). Sebaliknya, mayoritas pegawai melaporkan budaya organisasi yang baik (52,6%). Uji chi-square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara motivasi kerja, kepemimpinan, dan budaya organisasi dengan kinerja pegawai. Kesimpulannya, motivasi kerja, kepemimpinan, dan budaya organisasi berhubungan erat dengan kinerja pegawai. Penguatan motivasi melalui penghargaan dan pelatihan, peningkatan kualitas kepemimpinan, serta penguatan budaya organisasi dapat meningkatkan produktivitas pegawai.
Co-Authors Aaltje E. Manampiring Aaltje E. Manampiring Adrian Umboh Albert S. T. Teo Albertus Nugraha Alexander S. L. Bolang Augustinus Robin Butarbutar Awondatu, Gisela B H. R. Kairupan Balqis Nurmauli Damanik Billy J. Kepel Blacius Dedi Damaris, Damaris DEBY AFRIANI MPILA Diana V. D. Doda Dina Rombot Doda, Diana V.D. E. Lumi, Welmin M. Edmont Hododjojo Edmont Hododjojo, Edmont Emmanuela R. Molenaar Enggune, Meilita Erling D. Kaunang Eva M. Mantjoro Ever Mario Lontaan Fatimawali . Finni Fitria Tumiwa Freddy Wagey Given Awulle Mamusung Greta J. P. Wahongan Greta J. P. Wahongan Gustaaf A. E Ratag Harmen Fernando Sembel Hasanuddin, Israyati R. Herman Karamoy Innocentius Bernarto, Innocentius Iramaya R. Sumayku Irma F. Tulungen Jehosua S. V. Sinolungan Jimmy Posangi Jimmy Posangi Josef S. B. Tuda Joy A. M. Rattu Julianri Lebang Junita M. Pertiwi K. Ering, Anugracia Karel Pandelaki Lariwu, Cicilia Linnie Pondaag Lolowang, Nolla L. Lontaan, Ever M. Lontaan, Ever Mario Lumadja, Christian E. A. Lumi, Welmin M. E. Lumi, Welmin Margotje Elizabeth M Fadhel Nurmidin M. E. Lumi, Welmin Maissy C. Kenang Manampiring, Aaltje Ellen Mandey, Slyvia Mantjoro, Eva M. Marieska Y. Waworuntu Marieska Y. Waworuntu Marieska Y. Waworuntu Markus T. Lasut Marlin N. Tanauma Martha M. Kaseke Melita A. Lolowang Merentek, Grace A. Miftahul Huda Militia C. Dolontelide Musak, Rivolta A. Naray, Gueen L. G. Natalia Gabriel Rantung Nilawati Nilawati P. S. Kalele, Veti P. Sarayar, Christiane Pandey, Apricillia Agrita Anastasia Pondaa, Angelia Regar, Maria J. Rivolta A Musak Rivolta Alfiko Musak Rumengan, Reivina M. T. Runtu, Andro R. S. V. Sinolungan, Jehosua Starry H. Rampengan Steefra D Mangkay Sumarauw, Jeane L. I. Susi Nurhayati Syifa Katili T. Lasut, Markus Taher, Marsel R. Theodorus Hendrik Willem Lumunon Timbuleng, Pingkan C. Tulung, Audy A. Venesia Pengan Waworuntu, Marieska Y. Waworuntu, Marieska Youhland Welmin M. E. Lumi Weny Wiyono Y. Waworuntu, Marieska Yongker Baali Youhland Waworuntu, Marieska