Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

TRENDS IN FOREST CONSERVATION RESEARCH IN ACEH PROVINCE, INDONESIA THROUGH 2023: A BIBLIOMETRIC ANALYSIS Hayati, Durrah; Samsudin, Yusuf Bahtimi; Armanda, Fahmy; Zikria, Virda; Muslih, Ali M; Andini, Sarah; Rahman, Syed Ajijur
Indonesian Journal of Forestry Research Vol. 12 No. 1 (2025): Indonesian Journal of Forestry Research
Publisher : Association of Indonesian Forestry and Environment Researchers and Technicians

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59465/ijfr.2025.12.1.83-98

Abstract

Forestry research is crucial for forest conservation, sustainable resource utilization, informing policy, promoting development, and enhancing ecosystem understanding. This research is vital for creating policies that ensure forest conservation and support local livelihoods, especially as forests face depletion and degradation threats. Aceh, which contains the largest remaining forests in Sumatra, plays a crucial role in both local and global conservation. Therefore, understanding Aceh’s forest conservation research is the first step to improve conservation practices. This study employs a bibliometric analysis of forest conservation research in Aceh, using Bibliometrix and Biblioshiny to analyze trends. A total of 354 relevant articles were identified using the Scopus database. The analysis shows publication patterns, including document types, article sources, and research affiliations with Syiah Kuala University being the primary contributor. The study also examined the knowledge structure through keyword frequency, trends, and keyword co-occurrences. Results show peer-reviewed journal articles and conference papers as the main publication types, with an increase in publications after 2005, coinciding with Aceh’s post-war political stabilization. Keywords, i.e. ‘forestry’, ‘conservation’, ‘fisheries’, and ‘ecosystem’ were found important. Topic trends revealed interest in forest management, ecosystem services, and disaster-related terms at post-2004 tsunami. Co-occurrence network analysis identified six main keyword clusters, i.e. biodiversity, conservation, land use and land cover change, and sustainable development.
Penerapan Model Agroforestri Kopi dalam Mendukung Perhutanan Sosial di Desa Bah, Aceh Tengah Muzaifa, Murna; Anhar, Ashabul; Baihaqi, Akhmad; Abubakar, Yusya; Hayati, Durrah; Siregar, Astri Winda; Ar Rasyid, Ulfa Hansri; Jasman, Gita Phonnasari; Farida, Anna; Hanafi, Ilham; Prasetyo, Farhan Akmal; Ramadhan, Ariz Umar; Wagianto, Wagianto; Fardinatri, Intan Diani; Pohan, Andi Fauzan Rakhmadsyah; Karmel, Moehammad Ediyan Raza; Asra, Syafina; Muslih, Ali M.
Repong Damar: Jurnal Pengabdian Kehutanan dan Lingkungan Vol 4, No 1 (2025): June
Publisher : Magister of Forestry,Department of Forestry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/rdj.v4i1.11079

Abstract

Pengelolaan hutan yang melibatkan masyarakat menjadi langkah strategis untuk menyelaraskan perlindungan lingkungan dan kesejahteraan ekonomi. Kegiatan ini mengkaji implementasi agroforestri kopi sebagai pendekatan dalam mendukung program perhutanan sosial di Desa Bah, Aceh Tengah, Provinsi Aceh. Pendekatan partisipatif digunakan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi di lapangan. Hasil menunjukkan bahwa integrasi tanaman kopi dalam sistem agroforestri berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan petani serta menjaga keberlanjutan fungsi hutan. Model ini mendorong kolaborasi antara petani, pemerintah, dan pendamping lapangan dalam pengelolaan kawasan hutan. Hambatan yang muncul mencakup keterbatasan pengetahuan teknis dan akses pasar, namun dapat diatasi melalui pelatihan dan dukungan kelembagaan. Simpulan dari kegiatan ini menunjukkan bahwa penerapan agroforestri kopi dapat menjadi alternatif solusi dalam penguatan ekonomi masyarakat sekaligus konservasi hutan secara berkelanjutan.
Peran Satwa Peraga dalam Meningkatkan Pemahaman Masyarakat Terhadap Kegiatan Konservasi Satwa Liar Ar Rasyid, Ulfa Hansri; Masy’ud, Burhanuddin; Sunkar, Arzyana; Umam, Arif Habibal; Muslih, Ali M.; Yanti, Lola Adres
Poltanesa Vol 23 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : P3KM Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/tanesa.v23i2.1923

Abstract

Berang-berang cakar kecil merupakan salah satu satwa yang dilindungi di Asia. Berang-berang cakar kecil termasuk satwa yang sudah lama dijadikan sebagai satwa peraga di kebun binatang dan akuarium dunia, termasuk di Indonesia. Pengetahuan mengenai berang-berang cakar kecil penting untuk meningkatkan kepedulian dan menghilangkan persepsi negatif terhadap satwaliar ini.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji persepsi masyarakat terhadap berang-berang cakar kecil sebagai satwa peraga di Lembaga Konservasi Indonesia. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2016 hingga Februari 2017 di Kebun Binatang Bandung, Taman Margasatwa Ragunan, dan Gelanggang Samudra Ancol. Metode penelitian yang digunakan adalah wawancara. Kuesioner digunakan untuk menilai 90 data persepsi pengunjung dan dianalisis secara deskriptif. Chi-Square digunakan untuk menganalisis pengetahuan pengunjung tentang keberadaan berang-berang cakar kecil di ketiga lokasi. Tingkat pengetahuan pengunjung tertinggi tentang berang-berang cakar kecil berada di Taman Margasatwa Ragunan (7,83%), selain dipengaruhi oleh pengetahuan dasar, pemahaman pengunjung juga dipengaruhi oleh ketersediaan media interpretasi. Minat pengunjung terhadap peragaan berang-berang cakar kecil masih rendah karena ukuran tubuh satwa yang kecil dan kondisi kandang peraga yang kotor serta jauh dari kesan alami.
Konservasi Mangrove Sebagai Upaya Menjaga Pesisir Melalui Program Tanggung Jawab Sosial Dan Lingkungan (TJSL) PLN UPT Banda Aceh Di Desa Baet, Kecamatan Baitussalam, Kabupaten Aceh Besar Muslih, Ali Muhammad; Apriansya, Gumayo; Apriadi; Ningsih, Surya; Rahmayani, Aulia; Hanafi, Ilham; Anhar, Ashabul; Yanti, Lola Adres; Ar Rasyid, Ulfa Hansri; Siregar, Astri Winda; Hayati, Durrah; Prasetyo, Farhan Akmal; Ramadhan, Ariz Umar; Fajri, Nurul; Raza Karmel, Moehammad Ediyan
Repong Damar: Jurnal Pengabdian Kehutanan dan Lingkungan Vol. 4 No. 2 (2025): November
Publisher : Magister of Forestry, Department of Forestry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/rdj.v4i2.11979

Abstract

Mangrove merupakan tipe ekosistem yang tumbuh pada daerah peralihan air asin dan air tawar. Ekosistem mangrove memiliki berbagai manfaat dalam kehidupuan, baik manfaat yang dapat dirasakan secara langsung maupun tidak langsung. Manfaat besar ekosistem mangrove pada daerah pesisir seperti mencegah terjadinya abrasi dan erosi, memecah angin laut, memecah ombak dan juga sebagai habitat bagi biota laut dan darat. Ekosistem mangrove yang memiliki manfaat juga mendapati tantangan dalam eksistensinya. Saat ini, tantangan teresar yang dialami hutan mangrove adalah aluh fungsi lahan baik untuk pemukiman maupun dijadikan tambak. PLN (Perusahaan Listrik Negara) merupakan salah satu perusahaan yang berkewajiban untuk melaksanakan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Dalam hal ini PLN UPT Banda Aceh melaksanakan kewajiban tersebut melalui program Konservasi Mangrove. Tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah melakukan penanaman 10.000 Mangrove di Desa Baet, Kecamatan Baitussalam, Kabupaten Aceh Besar sebagai aksi nyata untuk menjaga kelestarian wilayah pesisir. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Baet, Kecamatan Baitussalam, Kabupaten Aceh Besar. Jenis-jenis mangrove yang ditanam berupa Rhizophora apiculata, Rhizophora mucronatea dan Ceripos tagal. Jarak tanam yang digunakan adalah 1m x 1m dengan total luas areal + 1 hektar. Ceremony kegiatan ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah Aceh, Asisten II Sekda Aceh, Bupati Aceh Besar, Kepala DLHK Aceh, Kepala DKP Aceh, Kepala BPDAS Krueng Aceh, Kepala BAPPEDA Aceh Besar, Kepala UPTD KPH Wilayah I Aceh, PT PLN (Persero) ULP Banda Aceh, Human Initiative Aceh, Camat Baitussalam, Kapolsek aitussalam, Danramil Baitussalam, Mukim Silang Cadek, Kaprodi Teknik Lingkungan UIN Ar Raniry, Dosen Departemen Kehutanan USK, Ketua STIK Pante Kulu, Ketua YEL, Ketua YAGASU, Ketua Yayasan Mangrove Lestari dan unsur Forum KKMA, relawan dan mahasiswa yang tergabung.
Analysis of Spatial Distribution of Peatland Depth in Sumber Bakti Village Anna Farida; Ashabul Anhar; Ali M Muslih; Hairul Basri; Teti Arabia; Ulfa Hansri Ar-Rasyid; Gita Phonnasari Jasman; Norwahyudi
JURNAL AGRIMENT Vol. 10 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/jurnalagriment.v10i2.3419

Abstract

Peatland is an ecosystem formed by the accumulation of biomass that takes place faster than the rate of decomposition. In Aceh Province, the area of peatland is recorded at 338,164 hectares. Utilization of peatland that is not in accordance with the principles of sustainability can cause ecosystem degradation characterized by a decrease in the thickness and depth of the peat layer. This study aims to identify changes in the distribution of peat depth classes and analyze changes in the classification of peat ecosystems in Sumber Bakti Village. The analysis was conducted by comparing the peat depth map published by the Ministry of Environment and Forestry in 2019 with the results of spatial interpolation using the Inverse Distance Weighting (IDW) method. The research found changes in the peat depth class and variations in the extent of its distribution between the peat depth map issued by the Ministry of Environment and Forestry (KLHK) and the interpolated map in Sumber Bakti Village. In addition, a comparison of the two maps also revealed a decrease in the area of protected function areas, indicating a change in the ecological function of peatlands in the area.
Carbon Reserve Potential of Coffee Agroforestry Standing in Protected Forest Area, Paya Tungel Village, Central Aceh Regency Subhan Subhan; Ashabul Anhar; Anna Farida; Ali M Muslih; Putri Maizenia; Ghina Erida; Nil Fazly Nik Roseli; Siti Maimunah
JURNAL AGRIMENT Vol. 10 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/jurnalagriment.v10i2.3422

Abstract

Forests are able to absorb large amounts of carbon. There are various kinds of forests in Indonesia, one of which is protected forest. Protected forest is a forest area that has a main function as a protection of life support systems and must be protected and has been determined by the government or community groups. The purpose of this study was to determine the potential of carbon stocks in agroforestry stands in Protected Forests in Paya Tungel Village, Central Aceh Regency. The results showed that the most dominant vegetation species composition at the seedling, sapling and pole level was coffee (Coffea arabica) while the tree level was Lamtoro (Leucaena leucocephala). The amount of carbon stock in the agroforestry forest is 612.08 tons Ha-1
Co-Authors Adelin Putri Shabila Agung H. Lukman Agung Hasan Lukman Agung Hasan Lukman Akhmad Baihaqi Akmal Muhni Ammar Habibi An Nisa N. Suci An Nisa Nurul Suci Ana Ariasari Andini, Sarah Aninda W. Rudiastuti Anna Farida Anna Farida Anna Farida Anna Farida Anna Farida Apriadi, Apriadi Apriadi, Apriadi Apriansya, Gumayo Ar Rasyid, Ulfa Hansri Ari Anggoro Ari Anggoro Arif Habibal Umam Arif Habibal Umam Armanda, Fahmy Arzyana Sunkar Ashabul Anhar Ashabul Anhar Ashabul Anhar Ashabul Anhar Ashabul Anhar Ashabul Anhar Ashabul Anhar Ashabul Anhar Asra, Syafina Astri Winda Siregar Astri Winda Siregar Asyrafun Nisa Asyrafun Nisa Ayub Sugara Bagio Bagio Burhanuddin Masy’ud Butar-Butar, Ira Asmawar Cindy Claudea Hanami Dino Syaputra Durrah Hayati Durrah Hayati Durrah Hayati Durrah Hayati Durrah Hayati Durrah Hayati Fadhli, zul Fahmy Armanda Fardinatri, Intan Diani Feri Nugroho Feri Nugroho Fikrinda Fikrinda Ghina Erida Gita Phonnasari Jasman Hairul Basri Hairul Basri Hanafi, Ilham Handayani, Triaty Hanifa Rahmah Hayati, Durrah Heru P. Widayat Ida Rosita Ilham Hanafi Insyafrizal, Insyafrizal Ira Asmawar Butar-Butar Jasman, Gita Phonnasari Karmel, Moehammad Ediyan Raza Lisa Mutia Lola Adres Yanti Marissa Rahmania Maryam Jamilah Maryam Jamilah Maryam Jamilah Maryam Jamilah Maryam Jamilah Masy’ud, Burhanuddin Misdi Muhammad Alsy Perdana Muhammad F. Hidayat Mulya Masthurri Murna Muzaifa Nella Tri Agustini, Nella Tri Nil Fazly Nik Roseli Norwahyudi Nurhasanah Nurjannah Nurjannah Nurul Fajri Pohan, Andi Fauzan R Pohan, Andi Fauzan Rakhmadsyah Prasetyo, Farhan Akmal Putri Maizenia Putri Rosalinda Rahman, Syed Ajijur Rahmayani, Aulia Ramadhan, Ariz Umar Raza Karmel, Moehammad Ediyan Rifi Zulhendri Rifi Zulhendri Romano Romano Saida Rasnovi Samsudin, Yusuf Bahtimi Saputra, Danang Agung Siti Maimunah Subhan Subhan Subhan Subhan Subhan Subhan Subhan Subhan Sugianto Surya Ningsih T. Saiful Bahri Teti Arabia Tuti Arlita Tuti Arlita Tuti Arlita Tuti Arlita Tuti Arlita Ulfa Hansri Ar Rasydi Ulfa Hansri Ar Rasyid Ulfa Hansri Ar Rasyid Ulfa Hansri Ar Rasyid Ulfa Hansri Ar Rasyid Ulfa Hansri Ar-Rasyid Umam, Arif Habibal Wagianto Wagianto Yuniar Hasanah B Manalu Yusmaizal Yusmaizal Yusya Abubakar Zuhriansah, Alfi Laila Zulkarnain Zulkarnain