Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

KONTRIBUSI KOMODITAS HASIL HUTAN BUKAN KAYU PADA HUTAN KEMASYARAKATAN RENCONG DI KECAMATAN PAYA BAKONG KABUPATEN ACEH UTARA Tuti Arlita; Ira Asmawar Butar-Butar; Fikrinda Fikrinda; Ali Muhammad Muslih
Jurnal Hutan Tropis Vol 11, No 2 (2023): Jurnal Hutan Tropis Volume 11 Nomer 2 Edisi Juni 2023
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v11i2.16772

Abstract

Hutan Kemasyarakatan (HKm) merupakan suatu bentuk pengelolaan hutan yang melibatkan masyarakat dalam mengelola dan memanfaatkan komoditas hasil hutan bukan kayu (HHBK) yang terdapat di sekitar hutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis komoditas HHBK yang dimanfaatkan masyarakat HKm Rencong di Kecamatan Paya Bakong Kabupaten Aceh Utara. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling. Lokasi penelitian terletak di Desa Blang Mane dan Desa Peureupok Kecamatan Paya Bakong Kabupaten Aceh Utara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat HKm Rencong memanfaatkan tujuh jenis komoditas HHBK yaitu pinang (Areca catechu), jernang (Daemonorop draco), ubi hutan (Dioscorea hispida), lebah madu (Apis dorsata), rusa sambar (Cervus unicolor), landak (Hystrix sumatrae) dan kijang (Muntiacus munjtak). Kontribusi komoditas HHBK terhadap pendapatan masyarakat HKm Rencong sebesar 65,87%. Pendapatan total masyarakat yang berasal dari komoditas pertanian Rp. 290.365.000,00 dengan rata-rata Rp. 3.977.602,74. Kesimpulannya adalah HKm Rencong yang dilakukan di Desa Blang Mane dan Desa Peureupok memberikan kontribusi bagi responden untuk memanfaatkan komoditas hasil hutan bukan kayu sebagai sumber pendapatan.
PRAKTIK AGROFORESTRI TRADISIONAL (LAMPOH) DI ACEH BESAR: MENILAI POTENSI DAN PEMANFAATAN OLEH MASYARAKAT DI KECAMATAN SIMPANG TIGA Durrah Hayati; Fahmy Armanda; Maryam Jamilah; Ida Rosita; Ali Muhammad Muslih
JURNAL AGRIMENT Vol. 8 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/jurnalagriment.v8i1.2486

Abstract

Traditional agroforestry systems (TAFS) are longstanding practices characterized by the absence of intentional agricultural intensification. In Aceh, Indonesia, a specific type of TAFS known as "lampoh" is practiced, representing a multispecies agroforestry system deeply rooted in Acehnese culture. This study aimed to identify the plant species found in traditional agroforestry gardens in Aceh Besar and explore their utilization by the local community. The study was conducted in three villages within the Simpang Tiga District of Aceh Besar, utilizing primary and secondary data collection methods. Direct observations and interviews with community members were employed to identify plant species and gather insights into Historis and present practices. The study revealed a traditional multistory agroforestry system, Lampoh, consisting of diverse tree species and perennial plants. Interviews identified 24 Historisly and currently cultivated and utilized plant species, with some species no longer present in the agroforestry gardens of the studied villages. The decrease in agroforestry garden utilization was attributed to shifts in primary income sources, modernization, and urbanization, which provided alternative livelihoods and preferences. To ensure the sustainability of agroforestry practices, efforts should integrate agroforestry into evolving livelihood systems, raise awareness about its importance, and improve market access, taking into account the changing economic landscape and community preferences. This will help preserve the contributions of agroforestry to food security, ecological diversity, and economic well-being.
Pemetaan Profil Desa Dengan Pendekatan Partisipatif Masyarakat di Kabupaten Aceh Barat Ali Muhammad Muslih; Ashabul Anhar; Akhmad Baihaqi; Anna Farida; Ulfa Hansri Ar Rasyid; lola adres yanti; Astri Winda Siregar; Maryam Jamilah; Durrah Hayati; Ida Rosita
Repong Damar: Jurnal Pengabdian Kehutanan dan Lingkungan Vol 3, No 1 (2024): June
Publisher : Magister of Forestry,Department of Forestry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/rdj.v3i1.9040

Abstract

Pemetaan desa merupakan langkah sistematis dan terstruktur dalam mengumpulkan, mengolah, dan menyajikan informasi suatu wilayah desa. Pendekatan pemetaan desa yang melibatkan partisipasi masyarakat setempat merupakan sebuah metode pengumpulan data dan informasi. Keterlibatan aktif dari warga desa dalam proses pemetaan maka data dan informasi yang diperoleh menjadi lebih akurat dan sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan. Pelaksanaan kegiatan pemetaan desa dilakukan di Desa Keub, Kecamatan Arongan Lambalek, Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh dengan melibatkan aparat dan perwakilan masyarakat desa. Peta yang dihasilkan berupa peta desa yang memiliki batas acuan yang valid bersumber dari Lembaga Badan Informasi Geospasial (BIG). Status Desa Keub dikategorikan menjadi desa definitif dengan luas area desa adalah 654,11 Ha. Adapun sarana prasarana yang digambarkan antara lain adalah gapura desa, kantor balai desa, koperasi, lapangan bola, masjid, musholla, pasar, pemakaman, puskesmas, sekolah dasar, sekolah menengah pertama, taman kanak-kanak dan tower signal. Peta profil desa diserahkan kepada pihak desa untuk diletakkan di kantor balai desa sebagai salah satu unsur pendukung desa dalam perencanaan pembangunan desa.
Upaya Konservasi Gajah Bersama Masyarakat Sekitar Kawasan Hutan di Kabupaten Bener Meriah Ali Muhammad Muslih; Muhammad Alsy Perdana; Ulfa Hansri Ar Rasydi; Ashabul Anhar; Anna Farida; Ida Rosita; Maryam Jamilah; Durrah Hayati; Tuti Arlita; Lola Adres Yanti; Ayub Sugara
Repong Damar: Jurnal Pengabdian Kehutanan dan Lingkungan Vol 2, No 2 (2023): November
Publisher : Magister of Forestry,Department of Forestry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/rdj.v2i2.8297

Abstract

Hutan memiliki peran yang sangat penting bagi kehidupan flora fauna endemik, hutan dapat menjadi habitat bagi banyak kehidupan liar. Salah satunya ialah Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) yang merupakan salah satu spesies dari ordo proboscidea yang masih ditemukan. Gajah Sumatera tergolong satwa dalam status kritis (critically endangered) dalam daftar Red List yang dikeluarkan oleh IUCN (International Union for Conservation of Nature and Natural Resources). Kegitan upaya konservasi gajah Bersama masyarakat dilakukan di Kabupaten Bener Meriah mulai bulan Februari 2023, dengan tujuan dapat dijadikan acuan dalam pengambilan keputusan dan solusi terkait penanganan terhadap gajah dan mengurangi terjadinya konflik antara masyarakat dengan gajah. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan  diperkuat dengan studi pustaka. Hasil dari kegiatan menunjukkan bahwa ada beberapa upaya yang dapat dilakukan seperti mengetahui ancaman bagi spesies gajah, melakukan upaya konservasi gajah, upaya pelestarian gajah (membangun kawasan lindung, sosialisasi kepada masyarkat, melakukan penangkaran gajah) dan upaya perlindungan gajah (Penggiringan gajah, pembuatan parit dan kawat kejut, pemasangan GPS Collar).
Pengembangan Wisata Alam Berbasis Konservasi di Hutan Kemasyarakatan Alue Simantok, Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh Ali Muhammad Muslih; Ammar Habibi; Ashabul Anhar; Ayub Sugara; Tuti Arlita; Anna Farida; Ulfa Hansri Ar Rasyid; Durrah Hayati; Maryam Jamilah; Ida Rosita; Lola Adres Yanti
Repong Damar: Jurnal Pengabdian Kehutanan dan Lingkungan Vol 2, No 1 (2023): June
Publisher : Magister of Forestry,Department of Forestry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/rdj.v2i1.7429

Abstract

Wisata alam berbasis masyarakat menyuguhkan segala sumber daya wilayah berbasis konservasi dan juga memberikan keuntungan bagi masyarakat sekitar. Dilema antara kesejahteraan masyarakat dengan kerusakan hutan membuahkan sebuah solusi yaitu program pembangunan hutan kemasyarakatan berbasis wisata. Pendekatan pengelolaan Hutan Kemasyarakatan adalah menggali, mengembangkan, membangun, dan memperkuat kemampuan individu maupun kelompok masyarakat dalam menganalisis keadaannya sendiri, serta memikirkan dan merencanakan apa yang dapat dilakukan untuk memperbaiki kualitas hidupnya. Kelompok Tani Hutan Alue Simantok memperoleh izin Hutan Kemasyarakatan (HKm) berdasarkan Keputusan Menteri LHK No. SK. 4241/MENLHK-PSKL/PKPS/PSL.0/7/2020, dengan luas 766 hektar pada Kawasan Hutan dengan fungsi sebagai Hutan Produksi (HP) sejak Tahun 2015. Metode yang digunakan dalam pengambilan data adalah observasi langsung dan metode wawancara terhadap anggota HKm. Berdasarkan hasil kegiatan pendampingan masyarakat terkait pengembangan wisata alam pada HKm Alue Simantok bahwa program pengembangan sedang dalam proses penyusunan Rencana Kerja secara paralel aktifitas pengelolaan kawasan dan pemetaan potensi wisata dan potensi hasil hutan bukan kayu. HKm Alue Simantok memiiki 3 destinasi wisata yaitu air terjun putro dusun, air terjun kulam putro, dan agrowisata serta memiliki rencana akan dibangun taman burung. Program perencanaan pengembangan wisata alam berbasis konservasi sebaiknya melibatkan bantuan dari program pemerintah.
Pengaruh Hasil Deres Getah Pinus (Pinus merkusii Jung. et de Vriese) Terhadap Tingkat Pendapatan Petani Di Kabupaten Gayo Lues Pohan, Andi Fauzan R; Jamilah, Maryam; Nurhasanah; Muslih, Ali M.; Siregar, Astri Winda; Misdi; Handayati, Triaty; Hanafi, Ilham
Jurnal Hutan dan Masyarakat VOLUME 16 NO 1, JULI 2024
Publisher : Fakultas Kehutanan, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24259/jhm.v16i1.32308

Abstract

There are two types of forest products used by the community, namely wood forest products (HHK) and non-timber forest products (HHBK). Most people use wood forest products because they have a very good selling price. In general, there are three uses for wood, namely: as a basic material for making pulp, building materials and craft materials. Various non-timber forest products also make a big contribution to human life, including: rattan, bamboo, sago, agarwood, pine resin, resin, eucalyptus oil, honey and so on. Pine is one of the Non-Timber Forest Products (NTFPs) which produces wood and sap. The sap from pine trees is in the form of a resinous acid liquid which can be further processed into gondorukem and turpentine which are useful in supporting the cosmetics, medicine and food industries. Pine resin is the result of tapping pine trees. Currently, many people are interested in pine sap tapping activities, including in Tetingi Village. Indirectly, this can be used as a source of income for communities around the forest area. This research aims to find out the level of income of the people in Tetingi Village, Pantan Weather District, Gayo Lues Regency and to find out how much Pine Sap contributes to the income of the people of Tetingi Village, Pantan Weather District, Gayo Lues Regency. The population in the research data collection was 25 pine sap tappers as respondents who carried out observations and direct interviews using a questionnaire which was taken in its entirety. The data analysis used in this research is qualitative and quantitative analysis. The results of this research are that the income of pine sap tappers in Tetingi Village is IDR 85,416,200/year with the cost of pine sap tapping being IDR 6,240,110/year, resulting in a profit of IDR 81,153,450/year which is able to increase the income of the community in Tetingi Village. The average income of pine sap tappers in Tetingi Village is IDR 77,734,580/year, income from other sectors is IDR 60,721,632/year and the average total income of tappers is IDR 139,512,314/year, so that pine sap tapping contributes 61,25
Mapping The Potential of Mangrove Planting in The Rehabilitation of Coastal Ecosystems Using Drone Technology Ayub, Ayub Sugara; Ari Anggoro; Agung Hasan Lukman; Ana Ariasari; An Nisa Nurul Suci; Nella Tri Agustini; Feri Nugroho; Ali Muhammad Muslih; Cindy Claudea Hanami; Rifi Zulhendri
Journal of Sylva Indonesiana Vol. 6 No. 02 (2023): Journal of Sylva Indonesiana
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/jsi.v6i02.10515

Abstract

Mangroves, as one of the vegetation types that is a natural stronghold from coastal disasters, also function as a shelter and find food for various biota in coastal ecosystems. Therefore, protecting the mangrove ecosystem from degradation is very important. One effort that needs is ecosystem rehabilitation through mangrove planting in coastal environments. To support it, a design was devised using drones and remote-sensing vehicles to assist in making mangrove planting designs. This research was conducted in Jenggalu Estuary, Gading Cempaka District, Bengkulu City. This research aims to study the use of drones in mapping potential mangrove planting areas and designing a mangrove planting plan to rehabilitate coastal ecosystems. In mapping using drones, the height used was 80 meters with 80% overlap, and 2.87 hectares of potential mangrove planting area was obtained. Based on the research results, drones in mapping are very useful in calculating the area of potential mangrove planting areas and designing effective planting plans. There are four scenarios for planting mangroves with a spacing of 0.5 m, 1 m, 2 m, and 3 m, respectively. For a planting area of 2.87 ha, the number of seeds needed is 114,800 planting points for a distance of 0.5 m, 28,700 planting points for a distance of 1 m, 7,175 planting points for a distance of 2 m, and 3,189 planting points for a distance of 3 m
Penanaman Mangrove Sebagai Upaya Penyelamatan Lingkungan di Kawasan Mangrove Park Lampulo, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh Anhar, Ashabul; Saputra, Danang Agung; Apriadi, Apriadi; Insyafrizal, Insyafrizal; Hanafi, Ilham; Jamilah, Maryam; Yanti, Lola Adres; Ar Rasyid, Ulfa Hansri; Hayati, Durrah; Siregar, Astri Winda; Zuhriansah, Alfi Laila; Rahmah, Hanifa; Prasetyo, Farhan Akmal; Butar-Butar, Ira Asmawar; Muslih, Ali M.
Repong Damar: Jurnal Pengabdian Kehutanan dan Lingkungan Vol 3, No 2 (2024): November
Publisher : Magister of Forestry,Department of Forestry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/rdj.v3i2.9903

Abstract

Pemanasan global memberikan banyak dampak negatif bagi kehidupan, gagal panen dalam pertanian merupakan salah satu dampak akibat pemanasan global yang terjadi. Hutan mangrove merupakan salah satu vegetasi khas daerah pesisir pantai yang tumbuh di daerah pasang surut air laut. Mangrove memiliki banyak manfaat bagi kehidupan, baik langsung maupun tidak langsung. Saat ini hutan mangrove terancam keberadaanya akibat aktivitas manusia seperti alih fungsi hutan mangrove menjadi pemukiman dan pertambakan. peristiwa perubahan iklim yang terjadi menarik perhatian dari semua kalangan lapisan masyarakat mulai dari akademisi, aktivis lingkungan hingga perusahaan-perusahaan besar. Program penanaman mangrove merupakan upaya yang dapat dilakukan dalam aksi menyelamatkan bumi. Perusahaan besar memiliki tanggung jawaban sosial dan lingkungan sekitar. Melalui program CSR penanaman 1000 batang mangrove merupakan salah upaya PT. Pertamina Patra Niaga dalam upaya menjaga lingkungan. Kegiatan penanaman mangrove ini dilaksanakan pada tanggal 31 Juli 2024 di kawasan Mangrove Park Lampulo, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh yang dihadiri oleh pihak PT. Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Krueng Raya, Human Initiative Cabang Aceh, Dinas Kelautan dan Perikanan provinsi Aceh, pemerintahan kecamatan Kuta Alam, Polsek Kuta Alam, Koramil Kuta Alam, Pemuda Peduli Mangrove Kuta Alam (Pemangku), Program Studi Kehutanan USK, BEM FKP USK, HIMASYLVA USK dan Pesantren Baitul Qur’an.  
Utilization of Sentinel-2 Imagery in Mapping the Distribution and Estimation of Mangroves' Carbon Stocks in Bengkulu City Ayub Sugara; Agung H. Lukman; Aninda W. Rudiastuti; Ari Anggoro; Muhammad F. Hidayat; Feri Nugroho; Ali M. Muslih; An Nisa N. Suci; Rifi Zulhendri; Marissa Rahmania
Geosfera Indonesia Vol. 7 No. 3 (2022): GEOSFERA INDONESIA
Publisher : Department of Geography Education, University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/geosi.v7i3.30294

Abstract

The mangroves' aboveground biomass significantly contributes to the global carbon cycle or economic and ecological values. This makes knowledge about the spatial extent of the mangroves indispensable for policymakers. The sequence of mangroves’ condition range also requires remote sensing data to update the geographical information and synthesize carbon stock in Bengkulu. Therefore, this study aims to create a spatial distrribution of mangroves and evaluate their carbon stock in Bengkulu City using Sentinel-2 imagery. The semi-empirical method uses Sentinel-2 imagery through NDVI to appraise and picture the mangroves' aboveground carbon stock. An allometric equation was used to compute the mangroves' aboveground carbon stock from field measurements. Non-linear regression was used to establish a connection between the NDVI calculated from the Sentinel-2 imagery and the mangroves' aboveground biomass measured in the field, which was subsequently used for aboveground carbon estimation. The results showed that mangroves mapping could derive overall accuracy of 89.09%, where the high-density class existed in 135.12 Ha of total area. It was also discovered that Sentinel-2 imagery could estimate mangroves carbon stock up to 61%. The carbon stock estimation based on the imagery has a value of 16.3992 – 115.134 t C/ha, while that of field survey data ranges from 19.69 to 326.06 t C/ha. These results showed that Sentinel-2B spectral data is functional and has a good chance of being able to predict carbon stock. Keywords : Carbon; mangroves; NDVI; remote sensing; sentinel-2B Copyright (c) 2022 Geosfera Indonesia and Department of Geography Education, University of Jember This work is licensed under a Creative Commons Attribution-Share A like 4.0 International License
Analisis Spasial Bahaya Gelombang Ekstrem dan Abrasi di Kota Sabang Menggunakan Metode Weighted Overlay QGIS Raza Karmel, Moehammad Ediyan; Fadhli, Zul; Muhni, Akmal; M Muslih, Ali
Jurnal Kelautan, Lingkungan, dan Perikanan Vol 6 No 1 (2025): MANFISH JOURNAL
Publisher : Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan Politeknik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31573/manfish.v6i1.1055

Abstract

Daerah pesisir di seluruh dunia, termasuk Kota Sabang di Pulau Weh, Provinsi Aceh semakin rentan terhadap berbagai bahaya alam akibat perubahan iklim, seperti banjir, gelombang badai, dan erosi. Gelombang ekstrim, terutama saat badai berlangsung, dapat mempercepat laju erosi pesisir secara signifikan, mengancam infrastruktur, pemukiman, serta sektor pariwisata dan maritim yang menjadi tulang punggung ekonomi lokal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat penilaian bahaya di kawasan pesisir Kota Sabang terhadap gelombang ekstrim dan abrasi, serta menganalisis faktor-faktor yang memodulasi tingkat risiko. Analisis dilakukan berdasarkan data gelombang historis dari NOAA guna memperkirakan frekuensi dan magnitudo kejadian gelombang ekstrim. Identifikasi area rentan terhadap erosi, banjir, dan abrasi dilakukan dengan software QGIS dengan metode pembobotan (weighted overlay). Faktor-faktor seperti elevasi, geologi, dan kedekatan dengan garis pantai diberikan bobot sesuai panduan dalam Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (Perka BNPB) tahun 2012. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pantai utara, pantai timur dan timur laut Pulau Weh, serta sebagian kecil pantai barat laut berada dalam risiko tinggi terhadap gelombang ekstrem dan abrasi. Dari total area garis pantai sekitar 95 km, enam segmen paparan tinggi dapat diidentifikasi di Kota Sabang. Jumlah panjang garis pantai dari segmen-segmen tersebut adalah 13.979 m atau hampir 14,73% dari keseluruhan area pesisir. Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa geomorfologi pesisir dan lingkungan sekitarnya merupakan faktor dengan kontribusi dominan, dibandingkan dengan kenaikan permukaan laut dan tinggi gelombang signifikan.
Co-Authors Adelin Putri Shabila Agung H. Lukman Agung Hasan Lukman Agung Hasan Lukman Akhmad Baihaqi Akmal Muhni Ammar Habibi An Nisa N. Suci An Nisa Nurul Suci Ana Ariasari Andini, Sarah Aninda W. Rudiastuti Anna Farida Anna Farida Anna Farida Anna Farida Anna Farida Apriadi, Apriadi Apriadi, Apriadi Apriansya, Gumayo Ar Rasyid, Ulfa Hansri Ari Anggoro Ari Anggoro Arif Habibal Umam Arif Habibal Umam Armanda, Fahmy Arzyana Sunkar Ashabul Anhar Ashabul Anhar Ashabul Anhar Ashabul Anhar Ashabul Anhar Ashabul Anhar Ashabul Anhar Ashabul Anhar Asra, Syafina Astri Winda Siregar Astri Winda Siregar Asyrafun Nisa Asyrafun Nisa Ayub Sugara Bagio Bagio Burhanuddin Masy’ud Butar-Butar, Ira Asmawar Cindy Claudea Hanami Dino Syaputra Durrah Hayati Durrah Hayati Durrah Hayati Durrah Hayati Durrah Hayati Durrah Hayati Fadhli, zul Fahmy Armanda Fardinatri, Intan Diani Feri Nugroho Feri Nugroho Fikrinda Fikrinda Ghina Erida Gita Phonnasari Jasman Hairul Basri Hairul Basri Hanafi, Ilham Handayani, Triaty Hanifa Rahmah Hayati, Durrah Heru P. Widayat Ida Rosita Ilham Hanafi Insyafrizal, Insyafrizal Ira Asmawar Butar-Butar Jasman, Gita Phonnasari Karmel, Moehammad Ediyan Raza Lisa Mutia Lola Adres Yanti Marissa Rahmania Maryam Jamilah Maryam Jamilah Maryam Jamilah Maryam Jamilah Maryam Jamilah Masy’ud, Burhanuddin Misdi Muhammad Alsy Perdana Muhammad F. Hidayat Mulya Masthurri Murna Muzaifa Nella Tri Agustini, Nella Tri Nil Fazly Nik Roseli Norwahyudi Nurhasanah Nurjannah Nurjannah Nurul Fajri Pohan, Andi Fauzan R Pohan, Andi Fauzan Rakhmadsyah Prasetyo, Farhan Akmal Putri Maizenia Putri Rosalinda Rahman, Syed Ajijur Rahmayani, Aulia Ramadhan, Ariz Umar Raza Karmel, Moehammad Ediyan Rifi Zulhendri Rifi Zulhendri Romano Romano Saida Rasnovi Samsudin, Yusuf Bahtimi Saputra, Danang Agung Siti Maimunah Subhan Subhan Subhan Subhan Subhan Subhan Subhan Subhan Sugianto Surya Ningsih T. Saiful Bahri Teti Arabia Tuti Arlita Tuti Arlita Tuti Arlita Tuti Arlita Tuti Arlita Ulfa Hansri Ar Rasydi Ulfa Hansri Ar Rasyid Ulfa Hansri Ar Rasyid Ulfa Hansri Ar Rasyid Ulfa Hansri Ar Rasyid Ulfa Hansri Ar-Rasyid Umam, Arif Habibal Wagianto Wagianto Yuniar Hasanah B Manalu Yusmaizal Yusmaizal Yusya Abubakar Zuhriansah, Alfi Laila Zulkarnain Zulkarnain