Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Jurnal Keperawatan

KUALITAS HIDUP PEKERJA SEKSUAL PASCA PENUTUPAN LOKALISASI BALONGCANGKRING KOTA MOJOKERTO : STUDI KUALITATIF Eko Agus Cahyono; Oedojo Soedirham; Ira Nurmala
Jurnal Keperawatan Vol. 13 No. 1 (2020): Jurnal Keperawatan, Volume XIII, Nomor 1, Januari 2020
Publisher : LPPM Akper Dian Husada Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.809 KB)

Abstract

Prostitusi merupakan masalah klasik di berbagai negara termasuk dalam hal ini adalah Indonesia. Berdasarkan kajian ilmiah yang banyak dilakukan oleh peneliti, praktik prostitusi memiliki pengaruh terhadap setiap kehidupan masyarakat dan para pekerja seksual di dalamnya. Untuk mengatasi dampak dari terjadinya prostitusi, Kementerian Sosial Republik Indonesia menargetkan Indonesia bebas prostitusi pada tahun 2019. Praktik prostitusi pada dasarnya terjadi karena rendahnya kualitas hidup yang dimiliki oleh masyarakat. Kualitas hidup itu sendiri memiliki tiga domain utama yang terdiri dari kesejahteraan, kebebasan dan partisipasi sosial. Ketidakmampuan individu untuk memenuhi salah satu komponen akan beresiko memicu munculnya perilaku negatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas hidup yang dimiliki pekerja seksual setelah lokalisasi dilakukan penutupan. Penelitian ini merupakan studi kualitatif dengan pendekatan deskriptif fenomenology. Partisipan penelitian dipilih dari pekerja seksual yang pernah berada di lokalisasi balongcangkring kota Mojokerto yang memenuhi kriteria penelitian. Dari hasil pemilihan partisipan didapatkan 16 partisipan yang bersedia untuk dilakukan interview. Instrumen penelitian disusun peneliti mengacu kepada dimensi kualitas hidup manusia. Hasil analisa data didapatkan tiga dimensi yang berkaitan dengan kualitas hidup manusia yang dianggap bermakna oleh informan dalam penelitian ini yaitu : 1) Kesejahteraan, 2) Kebebasan, dan 3) Partisipasi sosial. Informan dalam penelitian ini cenderung memiliki tingkat kesejahteraan yang negatif namun pada dimensi kesejahteraan fisik, penutupan lokalisasi memunculkan dampak yang positif pada diri informan. Informan mengaku memiliki banyak waktu yang dapat digunakan untuk melakukan aktivitas fisik, dan kegiatan rutin. Hal ini menjadikan kondisi kesehatan informan mengalami peningkatan dibandingkan dengan kondisi kesehatan sebelum lokalisasi dilakukan penutupan. Penutupan lokalisasi sama artinya dengan menghilangkan peluang bagi pekerja seksual untuk bisa bekerja dan mampu mendapatkan uang dengan cepat. Hal ini juga berarti menghilangkan sesuatu hal yang menyenangkan bagi beberapa orang terutama pelanggan jasa pekerja seksual. Untuk memastikan penutupan lokalisasi sesuai dengan harapan, maka pemangku kebijakan harus menggantikan hal yang serupa untuk menggantikan praktik prostitusi dimana setiap person yang terlibat didalamnya masih tetap dapat bekerja dan menghasilkan uang
Co-Authors Afina Puspita Zari Ahsanu Bil Husna Al, Rajab Aldri Frinaldi Alfi Makrifatul Azizah Alfilnah Alfilnah Alfilnah Alfiyan Dharma Yuda Alma Feriyanti Aprillia Nurhayati Arwan Asma Nadia Aulia Dikmah Kiswahono Caitlin McClure-Thomas Carmen Lim Cholid, Idham Citra Ahiyanasari Ervina Ahiyanasari Daniar Dwi Ayu Pamela Dayinta Annisa Syaiful Deden Dwiprasetya Devy Mulia Sari Devy, Shrimarti R Dewi, Desak Made Sintha Kurnia Dian Arie Sushanty Diansanto Prayoga Dominikus Raditya Atmaka Edi Dwi Riyanto Efa Kelya Nasrun Eko Agus Cahyono Elisa Dwi P Erdi Istiaji Erwin Nur Rif'ah Eva Ardiana Evana Nisa'ul Ammar Fajar Kurniawan Fajar Kurniawan Fatah, Mohammad Zainal Fercindilia Fercindilia Ferina Agustia Yuarta Firman Suryadi Rahman Fitri Fausiah Fitri Kurniawati Ghea Farassania Hargono, Rahmat Hasmita Hasmita Hasmita Hidayat, Sho’im Hilma Ulya Husna, Ahsanu Bil Imas Elva Khoiriyah Intan Arimurti Irman Idrus Isma Faridatus Sholihah Janni Leung Jayanti Dian Eka Sari, Jayanti Dian Kaima Ishmata Rianti Kholifatul Mardiah Kiki Mellisa Andria Kurnia Dwi Artanti Lisnawati Lisnawati Lisnawati Mandagi, Ayik Mirayanti Marheni Fadilah Harun Moch Yusron Mochammad Bagus Qomarrudin Mochammad Bagus Qomaruddin Muhamad Ramadhan Salam Muhammad Al Rajab Muhammad Luthfi Abdul Ghaffar Muji sulistyowati Muthmainnah Muthmainnah Nabila Khusna Amalia Nabila Zahrotul Maliha Nadhiroh, Siti R Nadiya Istighfaara Nafiatus Sintya Deviatin Natasya Dyah Ayu Rahmadani Nendy Putra Salsabila Noviani Munsir Noviyanti, Tausyiah Rohmah Nur Alam Fajar Nur Alifia Hera Nurfitriyana Rahmat Nurhayati, Aprillia Nurina Dewi Ayu Dewi Nurul lailatul badriyah Oedojo Soedirham Pambudi, Tesalonika Arina Pratama, Erfandi Puspikawati, Septa Indra Rachmat Hargono Rahayu Aprianti Rahmayanti, Riris Rania Fatrizza Pritami Reza Fajrinmuha Riris Diana R Risah Bellah Susanto Riska Oktaviana Santi Martini Sarmawan Muin Sebayang, Susy Katikana Shirmarti Rukmini Devy Shofwanto Adhi Isnanda Shrimarti Rukmini Devy Siti Rahayu Nadhiroh Sofa Nutrima Rismawati Sri Ayu Sri Widati Sri Widati Sudarmaji, Sudarmaji Sultan Andilah Syaiful Katadi Syifa’ul Lailiyah Tawakal Tawakkal Tawakkal Teti Susliyanti Hasiu Tri Martiana Widowati, Syafira Wahyu Wisny Madaniansyah Yuli Puspita Devi Zulfa Kevaladandra Zulfikar