Claim Missing Document
Check
Articles

Gambaran Kepuasan Ibu Hamil terhadap Layanan Kesehatan Ibu dan Anak di Puskesmas Golowelu, Kabupaten Manggarai Barat Violia N. K Putri; Dominirsep O. Dodo; Masrida Sinaga
SEHATMAS: Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/sehatmas.v4i2.4987

Abstract

Satisfaction of pregnant women towards maternal and child health services is one of the important indicators in evaluating the quality of health services. The satisfaction of pregnant women has a close relationship with the quality of service provided and is measured from five dimensions of service quality, namely tangibels, responsiveness, reliability, empathy, and assurance The purpose of this study was to determine the level of satisfaction of pregnant women towards maternal and child health services based on five dimensions of satisfaction. The research method used was descriptive quantitative, with a sample size of 49 pregnant women in the working area of Golowelu Community Health Center. Data analysis used univariate analysis. Based on the research results, it was found that the satisfaction of pregnant women towards maternal and child health services at Golowelu Community Health Center based on the tangibles dimension, most pregnant women stated that they were quite satisfied (75.5%). The reliability dimension, most stated that they were very satisfied (93.9%). The empathy dimension, most stated that they were quite satisfied (91.8%). The assurance dimension, most stated that they were very satisfied (98%), and the responsiveness dimension, most stated that they were very satisfied (91.8%). Maternal and child health services at Golowelu Community Health Center have met the standards of satisfaction among pregnant women, particularly in the dimensions of reliability, assurance, and responsiveness. However, improvements are still needed in the dimensions of tangibles and empathy.
Implementasi Kebijakan Program Posbindu PTM di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Oesapa 2024 Eufransiani R. Tema; Dominirsep O. Dodo; Masrida Sinaga
SEHATMAS: Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2025): Juli 2025
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/sehatmas.v4i3.5240

Abstract

Non-Communicable Diseases (NCDs) are the leading cause of death worldwide, including in the Province of East Nusa Tenggara (NTT) where in 2022 there were 130,084 cases of death due to NCDs. Kupang City reported 10,943 cases. In the Oesapa Health Center area, the most common NCDs found were hypertension and diabetes mellitus. This study examines the implementation of the POSBINDU NCD program using the RE-AIM (Reach, Effectiveness, Adoption, Implementation, Maintenance) framework. The phenomenological qualitative approach involved seven informants, namely one program manager and six supporting participants. Data collection was carried out through in-depth interviews and observations. This program has succeeded in reaching individuals aged 15–59 years, both healthy and at risk, through activities in the workplace, schools, places of worship, and the community, with the support of local community leaders. POSBINDU was adopted as a tool for early detection, education, and control of NCDs. This program is planned to be continued through Integrated Primary Services (PPT). However, implementation and effectiveness are still limited due to low community participation, few trained health cadres, and inadequate infrastructure (e.g., equipment, health records, documentation). These challenges reduce the quality and impact of services.
ANALISIS PELAKSANAAN PROGRAM PENGENDALIAN TB PARU DENGAN STRATEGI DIRECTLY OBSERVED TREATMENT SHORTCOURSE (DOTS) DI PUSKESMAS SIKUMANA TAHUN 2024 Faot, Marcellya; Sirait, Rina Waty; Liufeto, Mega Oktoviana Luisa; Dodo, Dominirsep O.
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.44898

Abstract

Tuberkulosis adalah penyakit yang dapat ditularkan akibat bakteri mycobacterium tuberculosis. Penularan bakteri ini terjadi melalui percikan air liur (droplet) saat berbicara, batuk, bersin atau meludah disembarang tempat. Menurut data BPS Provinsi NTT, kasus penyakit Tuberkulosis meningkat dari tahun 2017 sebanyak 3.670 kasus Tuberkulosis menjadi 6.583 kasus pada tahun 2018. Puskesmas Sikumana menjadi puskesmas dengan kasus TB Paru terkonfirmasi bakteriologis tertinggi di Kota Kupang, sebanyak 56 kasus ditahun 2022. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan program pengendalian TB Paru dengan strategi Directly Observed Treatment Shortcourse (DOTS) di Puskesmas Sikumana. Jenis penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dengan pendekatan deskriptif (wawancara mendalam). Sampel dalam penelitian ini, yaitu penanggungjawab TB Paru, 3 kader Pengawas Minum Obat, 3 Pengawas Minum Obat, 3 pasien positif TB Paru, dan 3 pasien TB Paru yang telah pulih, dengan jumlah 13 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengawasan terhadap pasien TB Paru pada masa pengobatan memiliki peran penting. Dibutuhkan peran tenaga kesehatan, kader PMO dan PMO dalam memberi dorongan dan dukungan kepada pasien yang menjalani pengobatan selama 6 bulan. Diharapkan masyarakat memiliki kesadaran dalam memeriksakan diri dan menjalani pengobatan hingga selesai dengan pengawasan PMO.
GAMBARAN IMPLEMENTASI KEBIJAKAN INTEGRASI LAYANAN PRIMER DI PUSKESMAS WAE NAKENG KABUPATEN MANGGARAI BARAT Eda, Maria Gunasti; Dodo, Dominirsep O.; Rahayu, Tanti; Mado, Fransiskus G.
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.47600

Abstract

Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia yang masih tinggi menjadi indikator bahwa pelayanan kesehatan primer masih menghadapi tantangan dalam mencapai Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang diharapkan. Sebagai respons, Puskesmas Wae Nakeng ditunjuk sebagai pelaksana kebijakan Integrasi Layanan Primer (ILP) yang bertujuan untuk mentransformasi layanan kesehatan yang terfragmentasi menjadi sistem yang terintegrasi berdasarkan pendekatan siklus hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi kebijakan ILP dari perspektif tenaga kesehatan sebagai pelaksana di lini terdepan, dengan menggunakan kerangka Consolidated Framework for Implementation Research (CFIR), serta mengevaluasi capaian implementasinya berdasarkan indikator implementation outcome yang mencakup adopsi, implementasi, dan keberlanjutan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur, observasi partisipatif, studi dokumentasi, dan diskusi kelompok terarah (FGD) terhadap informan yang dipilih secara purposif, yaitu kepala puskesmas, koordinator klaster, dan tenaga pelaksana layanan. Analisis data dilakukan secara tematik berdasarkan domain CFIR dan indikator hasil implementasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan ILP di Puskesmas Wae Nakeng berjalan dengan baik. Keberhasilan didukung oleh keunggulan relatif dari intervensi, kolaborasi lintas sektor yang kuat, kesiapan organisasi, serta kemampuan adaptif dan sikap proaktif tenaga kesehatan. Proses implementasi berlangsung secara partisipatif dan terstruktur. Tingkat adopsi dan penerimaan terhadap program tinggi, pelaksanaan berlangsung secara konsisten, serta terdapat potensi keberlanjutan yang kuat. Namun, tantangan tetap ada pada keterbatasan sarana prasarana dan rendahnya partisipasi masyarakat. Implementasi kebijakan ILP di Puskesmas Wae Nakeng menunjukkan keberhasilan baik dari sisi struktur maupun operasional. Dukungan lintas sektor, kesiapan organisasi, dan kapasitas tenaga kesehatan menjadi kunci utama. Meski demikian, diperlukan penguatan fasilitas dan strategi pemberdayaan masyarakat untuk menjamin keberlanjutan jangka panjang. Kata kunci : CFIR, Implementasi Kebijakan ILP, Implementation Outcome Daftar Pustaka : 60 (2021-2025)
EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM IMUNISASI DASAR LENGKAP DI PUSKESMAS OEBOBO KOTA KUPANG TAHUN 2024 GAA, KALISTA; Sirait, Rina Waty; Rahayu, Tanti; Dodo, Dominirsep O.
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.48467

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan program Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) di Puskesmas Oebobo, Kota Kupang, tahun 2024 dengan menganalisis komponen input (sumber daya, pendanaan, dan sarana), proses (perencanaan, pelaksanaan, pencatatan, supervisi), serta output berupa cakupan imunisasi.Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi dari informan kunci dan pendukung. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman dengan teknik triangulasi untuk validasi informasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan imunisasi di Puskesmas Oebobo telah terstruktur dengan baik dari sisi organisasi dan logistik. Namun masih ditemukan berbagai hambatan, seperti keterbatasan dana, ketidaksesuaian data sasaran, penolakan imunisasi oleh masyarakat, dan mobilitas penduduk yang tinggi. Pencatatan menggunakan aplikasi ASIK dan pengelolaan vaksin dilakukan secara ketat. Supervisi internal berjalan baik, namun supervisi eksternal masih minim. Meskipun pelaksanaan telah sesuai pedoman, cakupan IDL tahun 2024 hanya mencapai 45,7%, mengalami penurunan dari tahun sebelumnya. Diperlukan peningkatan kualitas perencanaan, edukasi masyarakat, penguatan koordinasi lintas sektor, serta pemutakhiran data sasaran untuk mendukung keberhasilan program imunisasi.
DETERMINAN KELENGKAPAN IMUNISASI DASAR PADA BAYI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MAUBESI Tas'au, Andreas Haki; Dodo, Dominirsep O.; Sinaga, Masrida; Syamruth, Yendris K.
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.48283

Abstract

Imunisasi merupakan upaya untuk meningkatkan kekebalan terhadap suatu penyakit. Pemberian imunisasi dasar secara lengkap penting dalam menjaga generasi penerus bangsa yang sehat sebagai perlindungan alami terhadap penyakit. Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki angka kematian bayi tertinggi di Asia Tenggara. Puskesmas Maubesi di Kabupaten Timor Tengah Utara belum mencapai target cakupan imunisasi yang maksimal, dari total 182 bayi, tercatat sebanyak 161 bayi telah menerima imunisasi dasar lengkap. Rendahnya cakupan imunisasi dasar lengkap disebabkan oleh beberapa faktor yaitu jarak kelahiran anak, jumlah anak, motivasi ibu dan peran petugas kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan kelengkapan imunisasi dasar pada bayi di wilayah kerja Puskesmas Maubesi, Kabupaten Timor Tengah Utara tahun 2024. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian adalah case control. Analisis data menggunakan uji regresi logistik dengan nilai signifikansi p<0,05. Hasil penelitian membuktikan bahwa faktor jarak kelahiran anak (p=0,049), faktor jumlah anak (p=0,027), faktor motivasi ibu (p=0,003), secara signifikan berpengaruh terhadap kelengkapan imunisasi dasar di Puskesmas Maubesi. Faktor peran petugas kesehatan (p=0,081) menjadi faktor yang tidak berpengaruh terhadap kelengkapan imunisasi dasar di Puskesmas Maubesi. Petugas kesehatan diharapkan untuk dapat lebih aktif dalam memberikan informasi terkait imunisasi melalui penyuluhan kepada masyarakat, khususnya keluarga yang mempunyai bayi tentang pentingnya menjaga jarak kelahiran yang ideal, jumlah anak dan memotivasi ibu dalam mengimunisasikan anak.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PARTISIPASI PASANGAN USIA SUBUR DALAM PROGRAM KELUARGA BERENCANA DI DESA OEBELO KECAMATAN KUPANG TENGAH TAHUN 2024 Tupa, Yerikho; Dodo, Dominirsep O.; Sirait, Rina Waty; Littik, Serlie K. A.
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.48557

Abstract

Laju pertumbuhan penduduk yang tinggi menjadi tantangan serius dalam pembangunan nasional, terutama di wilayah seperti Nusa Tenggara Timur yang memiliki angka kelahiran relatif tinggi. Program Keluarga Berencana (KB) merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mengendalikan pertumbuhan penduduk dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Namun, di Desa Oebelo, tingkat partisipasi pasangan usia subur (PUS) dalam program KB masih tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi partisipasi PUS dalam program KB, meliputi pengetahuan, jumlah anak, budaya, kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), dukungan suami, dan peran tenaga kesehatan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain survei analitik dan pendekatan cross-sectional. Sampel diambil secara multistage sampling dari 812 PUS di Desa Oebelo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan, budaya, dukungan suami dan peran tenaga kesehatan dengan partisipasi PUS dalam program KB sedangkan tidak ada hubungan antara kepesertaan JKN dan jumlah anak dengan partisipasi PUS dalam Program KB. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan edukatif, dukungan keluarga, serta peran aktif tenaga kesehatan dalam meningkatkan partisipasi KB. Diperlukan intervensi terintegrasi antara pemerintah, petugas kesehatan, dan tokoh masyarakat guna mengatasi hambatan dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang manfaat program KB dalam menciptakan keluarga yang sehat dan sejahtera.
EVALUASI IMPLEMENTASI PROGRAM ORANG TUA ASUH ANAK STUNTING DI PUSKESMAS NGADU NGALA KECAMATAN NGADU NGALA KABUPATEN SUMBA TIMUR Mali, Clemensia Landerthy Leogore; Limbu, Ribka; Benu, Juliana Marlin Y.; Dodo, Dominirsep O.
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.46375

Abstract

Stunting merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat kronis yang berdampak pada tumbuh kembang anak dalam jangka panjang. Pemerintah Kabupaten Sumba Timur telah menginisiasi Program Orang Tua Asuh Anak Stunting melalui Instruksi Bupati Nomor: Kesra.463.4/983/VI/2021 sebagai bentuk intervensi dalam penurunan angka stunting, khususnya di wilayah kerja Puskesmas Ngadu Ngala. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi program tersebut dengan pendekatan sistem yang mencakup aspek input, proses, dan output. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Informan terdiri dari Kepala Puskesmas, Pengelola Program, Bendahara Puskesmas, orang tua asuh, dan orang tua kandung anak stunting. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan dokumentasi, yang kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara input, pelaksanaan program masih bergantung pada tenaga kesehatan dari Nusantara Sehat, kader posyandu, serta dukungan sukarela dari pejabat sebagai orang tua asuh, tanpa dukungan anggaran khusus dari Puskesmas. Proses pelaksanaan mengalami perkembangan, khususnya dalam hal identifikasi dan pemantauan gizi anak melalui posyandu serta kunjungan rumah oleh orang tua asuh. Kendala utama yang dihadapi meliputi rendahnya kesadaran masyarakat, keterbatasan akses, dan minimnya pengawasan distribusi bantuan. Output program menunjukkan adanya perbaikan status gizi anak yang semula dalam kategori gizi buruk menjadi gizi kurang bahkan gizi baik. Namun, keberlanjutan program sangat tergantung pada konsistensi dukungan orang tua asuh dan sistem pengawasan yang memadai. Disimpulkan bahwa implementasi program telah memberikan dampak positif terhadap peningkatan status gizi anak, namun diperlukan penguatan sistem pendanaan, pelibatan masyarakat umum sebagai orang tua asuh, serta koordinasi lintas sektor dalam rangka keberlanjutan program. Kata Kunci: Evaluasi Program, Stunting, Orang Tua Asuh, Puskesmas Ngadu Ngala
Faktor Determinan Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Baun Namah, Nikita Martha Dewi; Fransiskus G. Made; Deviarbi Sakke Tira; Dominirsep O. Dodo
Jurnal Kesehatan Vol 14 No 1 (2025): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Yatsi Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37048/kesehatan.v14i1.591

Abstract

Stunting merupakan masalah kurang gizi kronis dan masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang ada di wilayah kerja Puskesmas Baun. Kejadian Stunting dipengaruhi oleh berbagai faktor langsung dan tidak langsung. Berdasarkan data rekapitulasi penderita stunting di Puskesmas Baun untuk 3 tahun terakhir dari bulan Agustus 2022 sebanyak 456 kasus, Februari 2023 sebanyak 395 kasus dan Agustus 2024 sebanyak 338 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor determinan yaitu Riwayat penyakit infeksi, sanitasi lingkungan, pemberian asi ekslusif, pengetahuan ibu dan pendapatan keluarga dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Baun. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif yang bersifat observasional analitik. Penelitian ini menggunakan rancangan case control atau kasus kontrol. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 68 responden, terdiri dari 34 sampel kasus dan 34 sampel kontrol. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah probability sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi square dengan tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05). Hasil penelitian ini menunjukan terdapat hubungan Riwayat penyakit infeksi p = 0,000 (OR = 10,633), ASI eksklusif p = 0,040 (OR = 3,492), Pengetahuan ibu p =0,001 (OR = 6,795) dan Pendapatan keluarga p = 0,008 (OR = 4,400) dengan kejadian stunting.
Pelatihan Peregangan dan Penerapan Teknologi Alat Pemintal Ergonomis pada Penenun Tradisional di Desa Boti: Stretching Training and Application of Ergonomic Spinner Technology in Traditional Weavers in Boti Village Ndun, Helga Jillvera Nathalia; Berek, Noorce Christiani; Littik, Serli K. A.; Dodo, Dominirsep Ovidius; Tarigan, Ben Vasco
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 6 (2024): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v9i6.6729

Abstract

Traditional weavers are prone to musculoskeletal complaints. Yarn spinning, one of the weaving stages, can increase the risk of these complaints due to the bent sitting position, long periods with the hands raised, and repetitive work. Lack of stretching and limited technology for yarn spinning are issues found among weavers at Boti Village. This community service aims to increase knowledge and ability to stretch and apply alternative spinning tools to help weavers in spinning. Activities included stretching-related education and demonstration and assistance in using the tool. The activity results showed an increase in the ability of all weavers to practice stretching (40% in the moderate category and 60% in the good category). A poster containing 14 movements was given to weavers as a reminder to stretch. Weavers have tested the spinning tool but still need further assistance and regular use to improve the spinning efficiency.
Co-Authors A. Hati, Balbina Adu, Apris A. Afrona E. L. Takaeb Aloysius S. S. Djuwa Amtiran, Ruben Jermizon Anivista, Sisilia Anna Henny Talahatu Arche E.E Taneo Ariand Miranda Lulu Ase, Maria Veronika Yulianti Go’o Baitanu, Jon Kristyson Ben Vasco Tarigan Benu, Juliana Marlin Y. Berthinus Vichtorus Dhenga Teti Christina Rony Nayoan Delima Nala Ngoma Desnel Natalia Lende Deviarbi Sakke Tira Djula, Fitri E. Eda, Maria Gunasti Engelina Nabuasa Erny Erawati Pua Upa Eufransiani R. Tema Eviyanti Luruk F.E Manurung, Imelda Faot, Marcellya Fransiska Pande Taipa Fransiskus G. Made Fransiskus G. Mado GAA, KALISTA Gabriela Deviana Mamo Haman, Generosus Magnum Marianus Helga Jilvera Nathalia Ndun Heronimus Geli Imel Lodo Jegalus, Desiderata Jery Y. Buitlena Junias, Marylin Susanti Kendjam, Yoseph Koy, Triyanto Yohanis Kristina Melania Bey Lake, Maria Vianney Lesiangi, Melliyanti Omi Ribka Limbu, Ribka Liufeto, Mega Oktoviana Luisa Lusia D. I. Fernandez Mado, Fransiskus G. Mali, Clemensia Landerthy Leogore Maria Indrawati Dairo Lede Maria Yosefa Ivony Jepapu Markurius Imanuel Polin Masrida Sinaga Masrida Sinaga Mega O.L Liufeto Mustakim Sahdan Namah, Nikita Martha Dewi Noorce Christiani Berek Nur, Marselinus Laga Oma Yuvita Lay Lado Radja, Angeline Miha Rahayu, Tanti Regaletha, Tadeus A. L. Regaletha, Tadeus A.L Rina Waty Sirait Rina Waty Sirait Riwu, Rut Rosina S. P. Manongga Salmun, Johny A. R Serlie K.A. Littik Sinaga, Masrida Sirait, Rina Waty Sirik, Maria Prisila Syamruth, Yendris K. Tadeus A. L. Regaletha Tadeus A.L. Regaletha Tas'au, Andreas Haki Tasalina Y.P. Gustam Tedjuhinga, Indriati Theresia S. Dali Three Hamdani Triyanti Seran Tuan, Yuni Yarti Tupa, Yerikho Umbu Sasa, Endang Violia N. K Putri Wihelmus Kopong Doren YENDRIS K SYAMRUTH Yohana Bhoki Yoseph Kenjam