Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Aktivitas Antibakteri Akar Kayu Bangkal (Nauclea subdita) Terhadap Staphylococcuc aureus Mayasari, Vita; Mahdiyah, Dede; Melviani, Melviani; Nastiti, Kunti
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 6 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Senyawa bioaktif tanaman bangkal (Nauclea subdita) menghasilkan senyawa metabolit sekunder seperti tanin, fenolik, steroid dan senyawa alkaloid. Tetapi belum ditemukan bukti penelitian ilmiah yang menyatakan bahwa akar tanaman bangkal (Nauclea subdita) dapat digunakan sebagai antibakteri. Menguji aktivitas antibakteri ekstrak akar kayu bangkal (Nauclea subdita), konsentrasi hambat minimun (KHM) ekstrak akar kayu bangkal (Nauclea subdita) dan konsentrasi bunuh minimun (KBM) ekstrak akar kayu bangkal (Nauclea subdita) terhadap Staphylococcus aureus. Penelitian eksperimental sesungguhnya (True Eksperimental Research) untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol akar kayu bangkal (Nauclea subdita) terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Desain penelitian Posttest-Only Control Group Design. Posttest-Only Control Group Design dilakukan secara kelompok eksperimen maupun kelompok control, baik dalam kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol akan dibandingkan yang dimana kelas eksperimen akan mendapatkan perlakuan sedangkan kelas kontrol tidak mendapatkan perlakuan. Akar kayu bangkal (Nauclea subdita) terhadap Staphylococcus aureus, memiliki kemampuan sebagai antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dengan zona hambat 13,2 mm yang termasuk kedalam kategori zona hambat kuat sesuai hasil skrining aktivitas antibakteri serta memiliki kemampuan daya hambat (KHM) pada konsentrasi 100 mg/L dengan nilai sig. Kruskal-Wallis Test adalah 1.000 dan nilai signifikansi pada Mann-Whitney Test adalah 1.000. Akar kayu bangkal (Nauclea subdita) tidak memiliki kemampuan daya bunuh (KBM) terhadap Staphylococcus aureus. Penelitian ini menunjukkan bahwa akar kayu bangkal (Nauclea subdita) memiliki kemampuan sebagai antibakteri terhadap Staphylococcus aureus, tetapi tidak memiliki kemampuan daya bunuh (KBM) terhadap Staphylococcus aureus.
Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Ibu Nifas Terhadap Kepatuhan Dalam Mengkonsumsi Tablet Fe Di Wilayah Puskesmas Ketapang 1 Sampit Kalimantan Tengah Yati, Eka Veramudi; Rahmawati, Dwi; Melviani, Melviani
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 6 No. 2 (2023): September 2023
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v6i2.122

Abstract

Background: Administration of FE tablets as a supplement is an effort to increase iron (FE) levels in a short period of time, this is done to prevent FE deficiency in postpartum women caused by a lack of iron absorbed by the body through foods containing iron. Objective: To find out the factors that influence postpartum women's compliance in consuming FE tablets at the Ketapang 1 Sampit Health Center, Central Kalimantan. Methods: This study used an analytic survey method with a cross sectional approach. The number of samples in this study were 30 people. The sampling technique in this study used purposive sampling with the criteria for postpartum women who were in the Ketapang 1 Health Center area and were still in the postpartum period. The research instrument used a questionnaire. Results: In the Chi-Squere statistical test, knowledge of compliance was obtained (p equal to 0.001). Family support for compliance (p equal to 0.000). Side effects on adherence (p equal to 0.009). Motivation towards compliance (p equal to 0.015). Conclusion: Knowledge, family support, side effects and motivation affect maternal adherence in consuming FE tablets, therefore it is expected that husbands and families can provide support for postpartum mothers so that postpartum mothers can increase their compliance in consuming FE tablets regularly.
Edukasi pengolahan kunyit serbuk untuk penyakit kolesterol dan rematik pada masyarakat di Alalak Utara Banjarmasin (Education on processing turmeric powder for cholesterol and rheumatism in the community in North Alalak, Banjarmasin) Salimah, Siti; Melviani, Melviani; Rahayu, Eria Wienty; Bestra, Madeleine; Weliyanto, Yupi; Anggraini, Suntia Rasestia
Indonesia Berdaya Vol 6, No 1 (2025)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2025972

Abstract

Jamu merupakan minuman tradisional Indonesia yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Kunir asem merupakan salah satu ramuan jamu tradisional yang masih bertahan di masyarakat Jawa dan menjadi bahan kajian etnomedisin. Jamu kunir asem merupakan ramuan tradisional yang berfungsi untuk melancarkan menstruasi, melancarkan pencernaan, mengurangi asam lambung, sebagai antibiotik, memberi energi pada tubuh, dan menghilangkan jerawat. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah metode studi kasus dengan melakukan survei terlebih dahulu di lingkungan masyarakat Alalak Utara untuk mengetahui pola penyakit di Alalak Utara dengan menggunakan kuesioner. Populasi dan sampel yang digunakan adalah masyarakat di Alalak Utara. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Alalak Utara pada hari Jumat, 26 Juli 2024, pukul 16.00 WIB. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk memberikan pengetahuan tentang jamu, cara pengolahan jamu, dan cara pemanfaatannya. Manfaat dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang manfaat tanaman herbal yang ada di sekitar. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa masyarakat dapat memahami cara pengolahan dan manfaatnya.Abstract. Jamu is a traditional Indonesian drink that has many health benefits. Kunir asem is one of the traditional jamu formulations that has survived in Javanese society and is a subject of ethnomedicine study. Jamu kunir asem is a traditional formulation that functions to smooth menstruation, improve digestion, reduce stomach acid, act as an antibiotic, energize the body, and eliminate acne. The method used in this community service involves a case study method by conducting a survey first within the Alalak Utara community to understand disease patterns in Alalak Utara using a questionnaire. The population and sample used are the community in Alalak Utara. This community service was conducted in Alalak Utara on Friday, July 26, 2024, at 4:00 PM. The aim of this service is to provide knowledge about herbal medicine, the processing of herbal medicine, and how to use it. The benefit of this community service is to enhance the community's understanding of the benefits of herbal plants available in the vicinity. The results obtained indicate that the community can understand the processing methods and their benefits.
S Studi Farmakovigilans Vaksinasi Booster Covid-19 Pada Masyarakat Di Desa Pujon Kalimantan Tengah: Studi Farmakovigilans Vaksinasi Booster Covid-19 Pada Masyarakat Di Desa Pujon Kalimantan Tengah Norlita, Devi; Yuwindry, Iwan; Aryzki, Saftia; Melviani, Melviani
Jurnal Pelayanan Kefarmasian dan Sains Vol 5 No 1 (2024): Journal of Pharmaceutical Care and Sciences (JPCS)
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/jpcs.v5i1.648

Abstract

Background: Covid-19 booster vaccination is expected to achieve herd immunity (group immunity) forming antibodies or strong immunity so that people can survive the Covid-19 virus and hopefully the Covid-19 pandemic will turn into a Covid-19 epidemic. Adverse Drug Reactions (ROM) are unwanted side effects of a drug that arise when administering the drug at a dose used for prophylaxis, diagnosis, and therapy that is actual or potential.Objective: To determine the Pharmacovigilance Study of Covid-19 booster vaccination in the Pujon Village community, Central Kalimantan.Method: This study is Observational in nature, Quantitative. with a descriptive research method, the approach used in this study is cross-sectional. The study was conducted in July in the Pujon Village environment, Central Kalimantan.Results: From the side effects of the Covid-19 booster vaccination, namely the results of the Naranjo Algorithm measurement, it is known that out of 98 respondents, the Pujon village community received the most results in the Naranjo Probable category, which is a side effect of the Covid-19 vaccination, with 20 respondents (20.41%). It is known that there were 55 respondents who experienced possible side effects. Among them, 25 had fever and 30 had pain after receiving the Covid-19 vaccination.Conclusion: From the side effects of the Covid-19 booster vaccination, namely the results of the Naranjo Algorithm measurement, it is known that out of 98 respondents, the Pujon village community received the most results in the Naranjo Possible category, which is a possible side effect of the Covid-19 vaccination, with 55 respondents (56.12%). It is known that there were 55 respondents who experienced possible definite side effects. Among them, 25 had fever and 30 had pain after receiving the Covid-19 vaccination
P Penetapan Kadar Alkaloid Tanaman Kaluan (Vitex Pinnata L) dengan Tingkatan Fraksi Ismiadi, Rahmad; Rohama, Rohama; Melviani, Melviani; Mahdiyah, Dede
Jurnal Pelayanan Kefarmasian dan Sains Vol 5 No 1 (2024): Journal of Pharmaceutical Care and Sciences (JPCS)
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/jpcs.v5i1.657

Abstract

Background: One of the plants that is often used by people in the interior of Central Kalimantan is the kaluan or halaban plant, where the kaluan or halaban plant is a typical Kalimantan plant that Dayak people usually know as laban. The Kaluan plant is often used by the community as a natural treatment. Kaluan leaves are generally used to treat wounds, scabies, and relieve fever. Kaluan plants have chemical content, the leaves and stem bark contain relatively large amounts of alkaloids, flavonoids, saponins, sterolterpenoids and tannins, which are active compounds that can ward off free radicals.Objective: This research aimed to determine the alkaloid levels in calluan plants (Vitex pinnata L) using fraction levels, distilled water, chloroform, n-hexane.Methods: This research uses an experimental method using the True Experimental type of research which aims to see the comparison of alkaloid levels from kaluan leaf extract (Vitex pinnata Linn) when using N-hexane, chloroform and methanol fractions. The research design used in this study was Randomized block design (random sampling) and compared samples with the 3 fractions used (N-hexane, chloroform, and distilled water).Results: Based on the research that has been carried out, it can be concluded that the total alkaloid content in each, namely, for the n-hexane fraction is 8.03%, for the chloroform fraction it is 7.1%, and for the distilled water fraction it is 2.41%.Conclusion: Based on research, the highest alkaloid content was in the n-hexane fraction, namely 8.03%
C Cost Minimization Analysis (CMA) Penggunaan Obat Amlodipine Dan Captopril Pada Pasien Hipertensi di RSUD Sultan Suriansyah Banjarmasin Azizah, Siti; Yuwindry, Iwan; Ikeh, Tri Sulapmi D.; Melviani, Melviani
Jurnal Pelayanan Kefarmasian dan Sains Vol 5 No 1 (2024): Journal of Pharmaceutical Care and Sciences (JPCS)
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/jpcs.v5i1.660

Abstract

Background: Hypertension is one of the serious problems currently known as the silent killer, and the prevalence throughout the world of hypertension is very high, which has the potential to increase the medical costs that must be borne by patients, therefore minimal treatment of hypertension can reduce the high incidence of hypertension.Objective: The aim of this study was to determine the most cost-minimum costs of using the drugs amlodipine and captopril in hypertensive patients in the outpatient installation of Sultan Suriansyah Hospital, Banjarmasin.Methods: This research was conducted using an observational analytical method with a cross sectional design. Data collection was carried out using medical records and details of drug costs in the pharmacy department, and receipts in the finance department for hypertensive patients in outpatient installations who received amlodipine and captopril treatment at Sultan Suriansyah Hospital, Banjarmasin. The sample used was 38 patients. The cost components collected are direct medical costs including the total costs for antihypertensive treatment, costs for treating comorbidities, administration costs and consultation costs.Results: The results of this research showed that the average total direct medical costs for the amlodipine group were Rp.98.491 and the captopril group was Rp.109.613.Conclusion: Based on cost minimization analysis calculations, the 2 antihypertensive drug therapies that are cost minimized are amlodipine 10 mg tablets compared to captopril 25 mg tablets.  
Edukasi Dan Praktek Pembuatan Herbal Daun Salam Dan Daun Jambu Biji Untuk Penyakit Diabetes Melitus Di Komplek Palapan Permai Rt.15 (Education and Practice of Making Herbal Salam Leaves and Guava Leaves for Diabetes Mellitus in Palapan Permai Settlement Rt.15) Melviani, Melviani; Rohama, Rohama; Safitri, Ayu; Pawestri, Hasna; Kristiana, Isha Desty; Latifah, Noor; Fawwaz, Muhammad Taufiq
Indonesia Berdaya Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20251109

Abstract

Abstrak. Diabetes mellitus (DM) adalah kondisi penyakit jangka panjang yang ditandai dengan kadar glukosa darah yang meningkat. Prevalensi diabetes melitus meningkat sebesar 8,5%, yang menyebabkan estimasi jumlah penderita di Indonesia melebihi 16 juta orang. Setiap daerah tentunya memiliki cara unik dalam memanfaatkan tumbuhan, yang berbeda dengan daerah lain, seperti daun salam dan daun jambu biji. Masyarakat di Komplek Palapan Permai memiliki latar belakang pendidikan formal yang relatif tinggi dan beragam mata pencaharian. Masyarakat komplek Palapan Permai belum memahami dengan benar terkait penggunaan dan pengolahan obat herbal yang benar. Oleh sebab itu, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi terkait pengolahan daun salam dan daun jambu biji yang tepat. Desain kegiatan edukasi yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pelaksanaan menggunakan survei dan pembagian leaflet. Hasil kegiatan edukasi memiliki jumlah jawaban benar pretest sebesar 60,50% dan posttest sebesar 98,80% yang menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan dan pemahaman responden dengan rata-rata benar sebesar 38,32 (38,30%). Oleh karena itu, kegiatan edukasi yang dilakukan di Palapan Permai meningkatkan pengetahuan responden mengenai daun salam dan daun jambu biji. Dengan adanya peningkatan pengetahuan, diharapkan masyarakat komplek Palapan Permai mampu mengolah daun salam dan daun jambu biji dengan tepat. Abstract. Diabetes mellitus (DM) is a long-term disease condition characterized by elevated blood glucose levels. The prevalence of diabetes mellitus increased by 8.5%, which led to an estimated number of sufferers in Indonesia exceeding 16 million people. Each region certainly has a unique way of utilizing plants, which is different from other regions, such as bay leaves and guava leaves. The community in Palapan Permai Complex has a relatively high formal education background and a variety of livelihoods. The people of the Palapan Permai complex do not yet understand the correct use and processing of herbal medicines. Therefore, this activity aimed to provide education related to the proper processing of bay leaves and guava leaves. The design of educational activities used was descriptive quantitative with implementation using surveys and leaflet distribution. The results of educational activities have a total number of correct answers pretest of 60.50% and posttest of 98.80% which shows there is an increase in knowledge and understanding of respondents with an average correctness of 38.32 (38.30%). Therefore, educational activities carried out in Palapan Permai increased respondents' knowledge about bay leaves and guava leaves. With an increase in knowledge, it is hoped that the Palapan Permai complex community will be able to process bay leaves and guava leaves appropriately. 
PEMBUATAN LILIN AROMATERAPI UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS KOMUNITAS PECINTA ALAM DI KABUPATEN BATOLA Melviani, Melviani; Nastiti, Kunti; Noval, Noval
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v2i2.1112

Abstract

Aromaterapi merupakan metode pengobatan melalui media bau-bauan yang berasal dari bahan tanaman tertentu. Aromaterapi sering digabungkan dengan praktek pengobatan alternatif dan kepercayaan orang yang sudah ada sejak beberapa tahun yang lalu. Lilin aromaterapi adalah alternatif aplikasi aromaterapi secara inhalasi (penghirupan) dan akan menghasilkan aroma yang memberikan efek terapi bila dibakar seperti anti serangga, pengobatan alternatif, penghias, dan pengharum ruangan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan transfer ilmu pengetahuan, keterampilan, kreatifitas, serta meningkatkan jiwa kewirausahaan remaja komunitas pecinta alam di Batola. Kegiatan telah dilaksanakan pada tanggal 1 Desember 2019 dengan jumlah peserta sebanyak 15 orang bertempat di Marabahan Kabupaten Barito Kuala Kalimantan Selatan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah ceramah, diskusi, dan demonstrasi tentang cara pembuatan lilin aromaterapi, manfaat pengolahan kulit jeruk menjadi minyak atsiri sebagai bahan baku pembuatan lilin aroma terapi, serta kiat dalam melakukan wirausaha. Pelatihan dilaksanakan sesuai rencana dengan kegiatan berupa penyampaian materi terkait lilin aroma, manfaat, pembuatan, rencana keuangan serta pemasaran dan dilakukan praktek bersama tentang cara pembuatan lilin aroma terapi untuk meningkatkan kerjasama tim dan dapat membuat lilin aroma terapi sendiri. Peserta pelatihan sangat antusias dalam melakukan kegiatan pengabdian ini, terbukti dengan peran serta aktifnya selama kegiatan berlangsung. Selama ini, masyarakat belum mengetahui tentang lilin aromaterapi yang juga bisa menambah nilai ekonomi para peserta, Peserta juga berharap bahwa pembinaan yang dilakukan oleh Tim Pengabdian dari UNIVERSITAS SARI MULIA, dapat dilakukan secara terus-menerus.
Pelatihan Pembuatan Serbuk Instan Serai untuk Pemberdayaan Masyarakat Kampung Melayu, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan [Training on Making Instant Lemongrass Powder for Community Empowerment in Kampung Melayu, Banjarmasin City, South Kalimantan] Melviani, Melviani; Irawan, Angga; Rohama, Rohama; Noval, Noval
Indonesia Berdaya Vol 6, No 3 (2025)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20251215

Abstract

Abstract. Tanaman obat tradisional telah lama dimanfaatkan Masyarakat Indonesia untuk pemelihaaraan Kesehatan, salah satunya adalah serai (Cymbopogon citratus) yang kaya akan alkaloid, flavonoid, dan monoterpene dengan berbagai manfaat farmakologis. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengetahuan dan nilai guna sebuah produk warga Desa Kampung Melayu RT.06 Kota Banjarmasin dalam mengolah serai menjadi serbuk instan yang lebih awet dan praktis saat digunakan. Metode yang digunakan adalah sosialisasi pemaparan materi, pelatihan dan praktek secara langsung, dan evaluasi pretest-posttest pada 25 orang masyarakat yang berpartisifasi. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta sebesar 62% dalam pembuatan serbuk instan serai. Kegiatan ini juga membekali peserta dengan edukasi pemasaran produk herbal. Pelatihan ini terbukti efektif meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pengolahan produk herbal berbasis potensi lokal dimana masyarakat sangat antusias saat pelaksanaan.  Abstrak. Traditional medicinal plants have long been used by Indonesian people for health maintenance, one of which is lemongrass (Cymbopogon citratus) which is rich in alkaloids, flavonoids, and monoterpenes with various pharmacological benefits. This community service activity aims to increase the capacity of knowledge and the utility value of a product of the residents of Kampung Melayu Village RT.06 Banjarmasin City in processing lemongrass into instant powder that is more durable and practical when used. The methods used are socialization of material presentation, direct training and practice, and pretest-posttest evaluation on 25 participating people. The results of the training showed an increase in participants' knowledge and skills by 62% in making instant lemongrass powder. This activity also provides participants with education on marketing herbal products. This training has proven effective in increasing community capacity in processing herbal products based on local potential where the community is very enthusias during the implementation.
Analisis Faktor Risiko Kejadian Penyakit Diare di Wilayah Sungai Lulut Banjarmasin: Risk Factor Analysis of Diarrhea Disease Incidance in Sungai Lulut Banjarmasin Area Jannah, Miftahul; Melviani, Melviani; Mukti, Yusuf Anggoro
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i2.10528

Abstract

Diare merupakan keadaan buang air besar dalam keadaan abnormal dan lebih cair dari biasanya dan dalam jumlah tiga kali atau lebih dalam periode 24 jam. Prevalensi diare di wilayah sungai lulut pada tahun 2022 sebanyak 93 kasus dan pada januari hingga oktober 2023 ada 92 kasus diare. Adapun beberapa faktor risiko kejadian diare adalah faktor sosiodemografi, faktor perilaku, dan faktor lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk membantu masyarakat Wilayah Sungai Lulut dalam mengetahui faktor risiko yang dapat menyebabkan penyakit diare. Penelitian ini dilakukan menggunakan desain observasional analitik dengan rancangan Cross Sectional dan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen pengambilan data menggunakan kuesioner. Adapun hasil penelitian yang didapatkan dari 75 responden di Wilayah Sungai Lulut Banjarmasin memiliki hubungan antara faktor risiko terhadap kejadian penyakit diare yaitu pendidikan dengan nilai p-value 0.034, kebiasaan cuci tangan dengan nilai p-value 0.022, dan kebiasaan jajan dengan nilai p-value 0.047. Sedangkan faktor risiko yang tidak memiliki hubungan yaitu jenis kelamin dengan nilai p-value 0.296, usia dengan nilai p-value 0.526, pekerjaan dengan nilai p-value 0.125, pembuangan tinja dengan nilai p-value 0,200, penyediaan air bersih dengan nilai p-value 0.085, dan pembuangan sampah dengan nilai p-value 0.269. Berdasarkan hasil penelitian faktor risiko yang berpengaruh terhadap kejadian penyakit diare adalah pendidikan, kebiasaan cuci tangan, dan kebiasaan jajan. Sedangkan yang tidak berpengaruh adalah jenis kelamin, usia, pekerjaan, pembuangan tinja, penyediaan air bersih, pembuangan sampah dalam kejadian penyakit diare di wilayah Sungai Lulut Banjarmasin.
Co-Authors Abdi, Muhammad Mahendra Aisya, Rihaddatul Akmila, Rusna Ali Rakhman Hakim Amelia, Norrahmi Andini, Maulida Putri Andriani, Ine Angelica, Viona Febriola Anggraini, Livani Anggraini, Suntia Rasestia Anita Herawati, Anita Aryzki, Saftia Arzyki, Saftia Bestra, Madeleine Caroline, Putricia Dari, Kristina Wulan Dede Mahdiyah, Dede DWI RAHMAWATI Estyqomah, Estyqomah Fawwaz, Muhammad Taufiq Filemon, Dian DReki Fileni Filemon, Dian Reki Fileni Gresia, Sola Gumarus, Ellora Griselda Habibah, Nor Husna, Hafizatul Ida Ayu Putu Sri Widnyani Ikeh, Tri Sulapmi D. Ikeh, Tri Sulapmi Dolina Irawan, Angga Ismiadi, Rahmad Jannah, Ghina Raudhatul Khairunnisa Khairunnisa Khuluqia, Munirah Komalia, Risyda Komaliya, Risyda Kristiana, Isha Desty Kurniawati, Darini Lubis, Lidya Ivana Larissa Malahayati, Siti Maolinda , Winda Mayasari, Vita Mia Audina, Mia Miftahul Jannah Mukti, Yusuf Anggoro Munawarah Munawarah, Munawarah Mustaqimah Mustaqimah Mutia, Desy Nabila, Yasmin Nastiti, Kunti Ningtias, Radita Dia Ayu Noor Latifah Nor Erpiana, Indah Noraisyah, Dila Norliani, Rahma Norlita, Devi Noval Noval Noval Nurhikmah Nurhikmah Oktavia, Regina Pawestri, Hasna Pratiwi, Wanda Nisa Putri Vidiasari Darsono, Putri Vidiasari Putri, Trias Sofia Rahayu, Eria Wienty Rahmadani Rahmadani Rinjani, Lalu Elwin Tri Surya Rinjani, Lalu LElwin Tri Surya Rohama, Rohama Safina, Mahda Safitri, Bella Sagita, Ririn Salsabila, Shofa Tsuraya Salwati, Salwati Sarah, Devi Shinta, Laili Shinta Ayu Sismeri Dona, Sismeri Siti Azizah Siti Salimah, Siti Surya Nata, Angelyna Syahran, Dayna Maharani Syamsu, Erlina Tangkas, Hansel Hens TM, M.Fajriannor Tumanggor, Agustina Hotma Uli Tuti Alawiyah Vidiasari Darsono, Putri Weliyanto, Yupi Witin, Rafelita Septania Barek Yani, Desna Dewi Yati, Eka Veramudi Yuwindry, Iwan