Claim Missing Document
Check
Articles

Peran Guru Agama Hindu Dalam Menanamkan Nilai Satya dan Ahimsa Pada Siswa di Sekolah Dasar Gugus VI Kecamatan Buleleng Mangku, Ketut; Hadriani, Ni Luh Gede; Raka, I Nyoman
Kamaya: Jurnal Ilmu Agama Vol 8 No 4 (2025)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37329/kamaya.v8i4.4876

Abstract

The cultivation of character values based on Hindu teachings has a high urgency in addressing the phenomenon of moral crisis among the younger generation, including students. This study aims to analyze the role of Hindu religion teachers in instilling the values of satya (honesty) and ahimsa (non-violence) in elementary school students at Cluster VI, Buleleng District. This research employed a qualitative approach with a case study method. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation. The data were analyzed interactively through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings show that: (1) satya and ahimsa are understood as ethical foundations within the Tri Kaya Parisudha teachings, which are relevant in shaping students’ noble character and empathy; (2) the role of Hindu religion teachers includes being role models and motivators, facilitators and mentors, as well as innovators who integrate these values into various school activities; (3) the implications observed are the improvement of honesty, discipline, and social awareness, along with the decrease of deviant behaviors such as bullying and disorderliness among students. This study affirms the importance of Hindu religion teachers as facilitators of values and agents of character formation. The success of instilling satya and ahimsa requires systemic, collaborative, and contextual support among schools, families, and communities.
KAJIAN NILAI KARAKTER PENDIDIKAN PADA TRADISI BUDAYA TUMPEK KRULUT SISWA Heny Juniati, Ketut; Raka, I Nyoman; Suwindia, I Gede
JS (JURNAL SEKOLAH) Vol. 9 No. 4 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/js.v9i4.65987

Abstract

Abstract: This study examines the educational character values embedded in the Tumpek Krulut cultural tradition at SMPN Satu Atap 1 Kubutambahan. Tumpek Krulut, known as a day of affection in Balinese culture, expresses love not only toward partners but also toward all living beings. Using a descriptive qualitative approach and case study method, the research finds that this tradition instills ethical, religious, caring, communal, mutual respect, hard work, creativity, communication, environmental concern, social responsibility, and accountability values. Implementing this tradition in schools has the potential to strengthen social bonds and foster peace through the practice of universal values. Keyword: Educational Character Values, Cultural Tradition, Tumpek Krulut.   Abstrak: Penelitian ini mengkaji nilai-nilai karakter pendidikan dalam tradisi budaya Tumpek Krulut di SMPN Satu Atap 1 Kubutambahan. Tumpek Krulut, sebagai hari kasih sayang dalam budaya Bali, tidak hanya mengungkapkan kasih sayang kepada pasangan tetapi juga kepada seluruh makhluk. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif dan metode studi kasus, penelitian ini menemukan bahwa tradisi ini menanamkan nilai etika, religius, kepedulian, kebersamaan, saling menghormati, kerja keras, kreativitas, komunikasi, peduli lingkungan, peduli sosial, dan tanggung jawab. Implementasi tradisi ini di sekolah berpotensi mempererat hubungan sosial dan menciptakan kedamaian melalui praktik nilai-nilai universal. Kata Kunci: Nilai Karakter Pendidikan, Tradisi Budaya, Tumpek Krulut.
PENGARUH MODEL SAINS TEKNOLOGI MASYARAKAT TERHADAP HASIL BELAJAR IPAS PADA SISWA KELAS IV SD Santi Wardani , Putu Eka; Lisna Handayani , Ni Nyoman; Raka, I Nyoman
JS (JURNAL SEKOLAH) Vol. 9 No. 4 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/js.v9i4.69395

Abstract

Abstract: This quasi-experimental study aimed to analyze the effect of the Science Technology Society (STM) Model on IPAS among fourth-grade students at Elementary School Cluster II, Ranomeeto. A random sampling technique selected the sample, comprising 27 students from SDN 5 Ranomeeto (experimental group) instructed using the STM Model and 26 students from SDN 6 Ranomeeto (control group) taught conventionally. Data analysis employed ANOVA. Results demonstrated a statistically significant difference in learning outcomes between the experimental and control groups (F(1,51) = 371.72, p < 0.05). The STM Model exerts a significant effect on enhancing students' IPAS learning outcomes.  Keyword: Science Technology Society Model, Learning Outcomes, Science and Science. Abstrak: Penelitian eksperimen semu ini bertujuan menganalisis pengaruh Model Sains Teknologi Masyarakat (STM) terhadap Hasil Belajar IPAS siswa kelas IV SD Gugus II Ranomeeto. Sampel diambil secara random sampling, terdiri dari 27 siswa SDN 5 (kelompok eksperimen) yang diajar dengan model STM dan 26 siswa SDN 6 (kelompok kontrol) yang diajar secara konvensional. Analisis data menggunakan uji ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan signifikan hasil belajar antara kelompok eksperimen dan kontrol (F = 371,72; p < 0,05). Model Sains Teknologi Masyarakat berpengaruh signifikan terhadap peningkatan Hasil Belajar IPAS siswa. Kata Kunci: Model Sains Teknologi Masyarakat, Hasil Belajar, IPAS.
Pendidikan Agama Hindu di SD Negeri 2 Kaliasem Kecamatan Banjar Kabupaten Buleleng Padma, I Made; Atmaja, Nengah Bawa; Raka, I Nyoman
Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Al-Madrasah Vol. 9, No. 4 (Oktober 2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (SIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v9i4.5538

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peeristiwa pembelajaran pendidikan agama Hindu secara komprehensif mulai dari proses pembelajaran sampai dengan mendeskripsikan kendala pembelajaran agama Hindu di SD Negeri 2 Kaliasem. Deskripsi pembelajaran seperti ini penting guna dapat dijadikan dasar merumuskan saran tindak lanjut Pendidikan Agama di Sekolah Dasar, guna meningkatkan kualitas pendidikan agama Hindu di tingkat Sekolah Dasar. Dengan pendekatan deskriptif, penelitian ini dirancang memakai pendekatan kualitatif. Data digali melalui eksplorasi tiga teori yakni: Teori Kendala, Teori Pendidikan Sebagai Sebuah Sistem dan Teori Persepsi. Kemudian data dianalisis secara kualitatif dengan empat langkah yakni: deskripsi data, abstraksi data, interpretasi data dan diakhiri dengan penarikan simpulan. Melalui proses ini didapatkan simpulan bahwa: pembelajaran agama Hindu di SD Negeri 2 Kaliasem belum bisa dikatakan sempurna, ada beberapa kendala yang mesti diatasi untuk bisa menjadikan pembelajaran agama di SD Negeri 2 Kaliasem. Kendala terbesar ditamukan pada metode pembelajaran yang masih lemah di bidan penerapan teknologi, variasi bahan ajar maupun kendala fasilitas pembelajaran. Persepsi guru sudah menempatkan pentingnya ajaran agama ditanamkan pada anak sekolah dasar, namun kehadiran media sosial masih menjadi daya taarik tersendiri bagi siswa sehingga membuat pembelajaran agama Hindu belum mendapat perhatian lebih di kalangan peserta didik. Oleh karena itu saran tindak lanjut yang bisa diberikan antara lain: guru perlu diberikan pemahaman lebih dibidang metode pembelajaran, baik melalui work shop maupun melalui kegiatan MGMP, materi ajar perlu bervariasi, selain itu fasilitas praktik pembelajaran agama Hindu juga perlu ditingkatkan.
NILAI PENDIDIKAN PADA PUJA TRI SANDYA DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER PADA SISWA Adi Lestari, Ni Luh; Suwindia, I Gede; Raka, I Nyoman
JS (JURNAL SEKOLAH) Vol. 10 No. 1 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/js.v10i1.66535

Abstract

Abstract: This qualitative study examines the implementation of the Puja Tri Sandya ritual as a local wisdom-based character education strategy at SMAN 11 Konawe Selatan, Southeast Sulawesi. Through participant observation and in-depth interviews with Hindu religion teachers and students (189), findings demonstrate: (1) Integration of morning-evening rituals into the school curriculum effectively internalizes values of discipline, integrity, and self-reflection through mental preparation, mantra recitation, and philosophical reflection; (2) Significant impacts include enhanced student discipline, honesty, and emotional regulation; (3) Key success factors are institutional commitment and teacher facilitation, while primary constraints are scheduling limitations and varying student comprehension levels. Keyword: educational values, character formation, Puja Tri Sandya   Abstrak: Penelitian kualitatif ini mengkaji implementasi ritual Puja Tri Sandya sebagai strategi pendidikan karakter berbasis kearifan lokal di SMAN 11 Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. Melalui observasi partisipan dan wawancara mendalam dengan guru agama Hindu serta siswa 189 orang, hasil menunjukkan: (1) Integrasi ritual pagi-sore dalam kurikulum sekolah berhasil menginternalisasi nilai disiplin, integritas, dan refleksi diri melalui tahapan persiapan mental, pembacaan mantra, dan refleksi filosofis; (2) Dampak signifikan terlihat pada peningkatan kedisiplinan, kejujuran, dan pengendalian emosi siswa; (3) Faktor pendukung utama adalah komitmen sekolah dan peran guru, sedangkan kendala utama adalah keterbatasan waktu dan variasi pemahaman siswa. Kata Kunci: nilai pendidikan, pembentukan karakter, Puja Tri Sandya .
PEMBELAJARAN TRI KAYA PARISUDHA SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KARAKTER DISIPLIN SISWA KELAS VII SMP LABORATORIUM UNDIKSHA Windu Darmawan, I Wayan; Suwindia , I Gede; Raka, I Nyoman
JS (JURNAL SEKOLAH) Vol. 10 No. 1 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/js.v10i1.66536

Abstract

Abstract: This study examines the implementation of Tri Kaya Parisudha (purifying thought, speech, action)-based learning, its impact on student character formation, and its relevance for character education. Using qualitative-descriptive methods (participatory observation, interviews, documentation), supported by constructivist, social cognitive, and positive reinforcement theories, findings reveal that systematic habituation, teacher exemplification, and curricular integration of spiritual-moral values enhanced students' ethical awareness, fostering disciplined conduct, orderliness, politeness, time management, and environmental care. Tri Kaya Parisudha is established as an effective, context-sensitive character education methodology, particularly relevant in Hindu-based schools, offering a sustainable pedagogical framework.  Keyword: Learning, Tri Kaya Parisudha, Discipline Character.   Abstrak: Penelitian ini bertujuan memahami penerapan pembelajaran berbasis Tri Kaya Parisudha, dampaknya pada pembentukan karakter siswa, dan relevansinya sebagai dasar pendidikan karakter. Menggunakan metode kualitatif-deskriptif dengan observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, penelitian didukung teori konstruktivisme, sosial kognitif, dan penguatan positif. Hasil menunjukkan penerapan Tri Kaya Parisudha melalui pembiasaan konsisten, keteladanan guru, dan integrasi nilai spiritual-moral dalam pembelajaran berhasil meningkatkan kesadaran siswa serta perilaku disiplin, ketertiban, sikap sopan, penghargaan waktu, dan kepedulian lingkungan. Disimpulkan bahwa Tri Kaya Parisudha merupakan metode pendidikan karakter yang efektif, kontekstual, dan relevan, khususnya di sekolah berbasis budaya Hindu, serta dapat menjadi landasan pedagogis berkelanjutan. Kata Kunci: Pembelajaran, Tri Kaya Parisudha, Karakter Disiplin,
Co-Authors Adi Lestari, Ni Luh Ariawan, I Kadek Wira Artini, Ni Wayan Juli Aryani, Ni Luh Kade Dwi Budiarsa, Bagus Bayu Cahyanthi, Made Ria Dewi, Desak Kade Puspita Dewi, Ni Luh Putu Karina Dewi, Ni Nyoman Dian Trisna Dipayana, I Ketut Dwijayanti, Ni Made Gunawijaya, I Wayan Titra Hadriani, Ni Luh Gede Heny Juniati, Ketut Hernawati, Ni Komang I Gde Andika Yudha Pradana I Gede Suwindia I Wayan Eka Mahardika, I Wayan Eka Indrawan, I Gede Bayu Karmini, Ni Komang Suryaningsih Kusumajaya, I Wayan Wira kusumawati, Yeni Angumasanita Kusumayanti, Desak Putu Yulia Lisna Handayani , Ni Nyoman Mahardika, I Gede Agus Mangku, Ketut Muliasa, I Wayan Nengah Bawa Atmaja, Nengah Bawa Ni Nyoman Karmini Ni Putu Gina Widaswara Ni Putu Meldania Bestari Ni Putu Ratnawati Ni Putu Sri Utami Novitayanti, Ni Wayan Nurtini, Ni Luh Putu Padma, I Made Paramitha, I Dewa Ayu Agung Pertiwi, Uina Polih, Ni Komang Sri Pradnyana, I Gede Bagus Angga Purnomo, I Made Bagus Andi Purwati, Ni Made Ari Putera, Made Devia Paramitha Putra, I Gede Adi Suwarma Putra, I Nyoman Miarta Putrayasa, I Made Ratnadi, Ni Wayan Samvara, Nana Santi Wardani , Putu Eka Sawitri Sudarmi, Made Yanthi Sugiani, Ni Kadek Ari Sukanti, Ni Wayan Erni Sukawana, I Wayan Suryadnyani, Ni Nyoman Sri Suryatini, Ni Luh Gede Susanthi, Ni Luh Gede Sri Sutawan, Made Sutiawan, I Gede Nyoman Sutrisna, I Kadek Suwiadnyana, I Wayan Suwindia , I Gede Tampayana, I Putu Terianita, Made Sutrisna Maha Tistari, Ni Komang Sri Wahyu Utami, Luh Ketut Ari Vivien Pitriani, Ni Rai Wibawa, I Dewa Gede Eka Aditya Widyantari, Luh Desy Winaastari, Ni Putu Ayu Windu Darmawan, I Wayan Wistari, Gusti Ayu Putu Alit Yuliartini, Ni Made Yustisio, Kadek Panji