Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

KARAKTERISTIK PENDERITA SYOK KARDIOGENIK DI RUMAH SAKIT IBNU SINA MAKASSAR DAN RSUD HAJI MAKASSAR TAHUN 2019-2023 Eli, Andi Paraqleta Nur; Nurhikmawati, Nurhikmawati; Salahuddin, Andi
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.43753

Abstract

Syok kardiogenik merupakan kondisi kegawatdaruratan medis dengan terjadinya hipoperfusi jaringan akibat penurunan curah jantung yang berat dan hipotensi (tekanan darah sistolik <90 mmHg) dengan gangguan perfusi jaringan perifer yang tidak adekuat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik penderita syok kardiogenik di Rumah Sakit Ibnu Sina dan RSUD Haji. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif observasional dengan metode total sampling, Populasi seluruh penderita syok kardiogenik yang dirawat inap di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar dan RSUD Haji Makassar tahun 2019-2023 berjumlah 48 kasus, variabel dependen dalam penelitian ini adalah jenis kelamin, usia, indeks massa tubuh, riwayat penyakit jantung, riwayat hipertensi, riwayat diabetes melitus, riwayat dislipidemia. Semua pasien terdiagnosa syok kardiogenik yang dirawat inap di Rumah Sakit Ibnu Sina Kota Makassar dan RSUD Haji Makassar pada tahun 2019-2023 yaitu sebanyak 48 pasien. Karakteristik pasien terdiagnosa syok kardiogenik yang dirawat inap di Rumah Sakit Ibnu Sina Kota Makassar dan RSUD Haji Makassar pada tahun 2019-2023, kasus terbanyak pada penderita dengan jenis kelamin laki laki, didominasi oleh usia >65 tahun, berdasarkan Indeks Massa Tubuh terbanyak pada kasus obesitas I. Berdasarkan Riwayat penyakit komorbid terbanyak yaitu Congestive heart failure. Kasus penyebab syok kardiogenik didominasi oleh penderita dengan Riwayat hipertensi terkontrol, kasus penyebab syok kardiogenik terbanyak pada penderita dengan yang tidak memiliki Riwayat diabetes melitus, dan tidak menderita dislipidemia
Overview Of Blood Pressure and Pulse Rate in Workers Expose to Noise at PT. Bosowa Berlian Motor Kima Branch, Makassar Z., Nurul Islah; Wahyu, Sri; Sodiqah, Yani; Nurhikmawati, Nurhikmawati; Ardhani, Ahmad
Syifa'Medika Vol 16, No 1 (2025): Syifa Medika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v16i1.9619

Abstract

Noise in the work environment is a significant health risk factor, especially in affecting workers blood pressure and pulse rate. According to the WHO, noise is defined as unwanted or excessive sound that can damage human health. At PT. Bosowa Berlian Motor Kima Branch, Makassar, high noise exposure has the potential to cause health problems such as hypertension and pulse rate disorders. This study aims to describe blood pressure and pulse rate in workers exposed to noise in this work environment. The research method uses a descriptive cross-sectional approach with secondary data collected in December 2024. The results showed that 51.6% of workers were exposed to noise above 85 dB, with 51.6% of respondents having above-normal blood pressure and 32.3% experiencing tachycardia. Factors such as length of service, length of employment, and smoking history also contribute to health risks. The conclusion of this study is that noise exposure has a significant impact on workers blood pressure and pulse rate, so interventions such as noise control, the use of personal protective equipment, and health programs are needed to reduce health risks and improve workers welfare.
Rainfall Forecasting Using the Singular Spectrum Analysis (SSA) Method Nurhikmawati, Nurhikmawati; Aswi, Aswi; Ahmar, Ansari Saleh
Jurnal Varian Vol. 8 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/varian.v8i2.4571

Abstract

This study aims to evaluate the accuracy and performance of rainfall data forecasting in the city of Parepare using the Singular Spectrum Analysis (SSA) method. Situated in South Sulawesi Province, Parepare City is characterized by high rainfall intensity, which increases the likelihood of natural hazards such as flooding and landslides. These disasters have the potential to negatively impact key sectors, including economic activity, tourism, and transportation. Therefore, reliable rainfall prediction plays a crucial role in establishing a robust disaster early warning system. Monthly rainfall measurements from two stations, Bukit Harapan and Bulu Dua, are analyzed. The results reveal a Root Mean Square Error (RMSE) of 191.0566 for Bukit Harapan station and 346.023 for Bulu Dua station, underscoring the method's forecasting accuracy. A 12-month forecast predicts consistently high monthly rainfall in Parepare City, with the highest rainfall expected in December 2024 at Bukit Harapan station and in January 2024 at Bulu Dua station. Conversely, the lowest rainfall at both stations is anticipated in July 2024. Forecasts predicting increased rainfall during certain periods, especially in December and January, provide critical insights for strengthening disaster preparedness and informing mitigation strategies. This information also plays a key role in minimizing adverse effects on the economic, transportation, and tourism sectors, while promoting more efficient and sustainable management of water resources.  
Hubungan penyakit kecacingan dengan prestasi belajar pada anak sekolah dasar Magfirah, Innaia; Hadi, Santriani; Nurhikmawati, Nurhikmawati; Rasfayanah, Rasfayanah; Samosir, Abdi Dwiyanto Putra
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 6 (2025): Volume 19 Nomor 6
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i6.746

Abstract

Background: Intestinal parasitic infections caused by intestinal worms remain a significant health issue in Indonesia, particularly among elementary school-aged children. These infections can lead to anemia, malnutrition, and reduced concentration, which can negatively impact academic performance. South Sulawesi, especially the city of Makassar, has a relatively high incidence of intestinal parasitic infections. Children infected with worms often experience fatigue, difficulty concentrating, and a lack of enthusiasm for learning, which can lower their academic performance. Purpose: To determine the relationship between intestinal worms and academic achievement in elementary school children. Method: A quantitative cross-sectional study was conducted at Mallengkeri 2 public elementary school, South Sulawesi, from October to November 2024. The independent variable was worm infestation, while the dependent variable was academic achievement. Purposive sampling was used to select 50 participants who met the predetermined inclusion criteria. Subsequently, data were analyzed using univariate frequency distribution and bivariate chi-square tests. Results: The analysis yielded a p-value of 0.003 (<0.05), indicating a significant association between worm infestation and academic achievement. The odds ratio (OR) of 0.829 indicates that participants with worm infestation were less likely to achieve good academic achievement compared to those without. Conclusion: Children infected with intestinal worms tending to have poorer academic performance than children who are not infected. Prevention and treatment of intestinal worms need to be carried out to improve children's health and academic performance.   Keywords: Academic Achievement; Elementary Children; Intestinal Worms.   Pendahuluan: Kecacingan merupakan penyakit infeksi akibat cacing parasit usus yang masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia, terutama pada anak-anak usia sekolah dasar. Infeksi ini dapat menyebabkan anemia, malnutrisi, serta penurunan daya konsentrasi yang berdampak pada prestasi belajar. Sulawesi Selatan, khususnya Kota Makassar, memiliki angka kejadian kecacingan yang cukup tinggi. Anak-anak yang terinfeksi cacing sering mengalami kelelahan, sulit berkonsentrasi, dan kurang bersemangat dalam belajar, sehingga dapat menurunkan hasil akademik mereka. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan penyakit kecacingan dengan prestasi belajar pada anak sekolah dasar. Metode: Penelitian kuantitatif dengan metode cross sectional, dilaksanakan di Sekolah Dasar Inpres Mallengkeri 2, Sulawesi Selatan pada bulan Oktober–November 2024. Variabel independen dalam penelitian ini adalah kecacingan, sedangkan variabel dependen adalah prestasi belajar. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling didapatkan jumlah sampel sebanyak 50 partisipan sesuai dengan kriteria inklusi yang telah ditentukan. Selain itu, analisis data yang digunakan univariate dalam bentuk distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan chi square. Hasil: Berdasarkan analisis, diperoleh p-value sebesar 0.003 (<0.05), menunjukkan bahwa kecacingan memiliki hubungan signifikan dengan prestasi belajar. Odds Ratio (OR) sebesar 0.829 mengindikasikan bahwa partisipan yang mengalami kecacingan memiliki kemungkinan lebih kecil untuk meraih prestasi baik dibandingkan dengan mereka yang tidak terinfeksi. Simpulan: Anak yang terinfeksi kecacingan cenderung memiliki prestasi belajar yang lebih rendah dibandingkan dengan anak yang tidak terinfeksi. Pencegahan dan pengobatan kecacingan perlu dilakukan untuk meningkatkan kesehatan dan prestasi belajar anak.   Kata Kunci: Anak Sekolah Dasar; Kecacingan; Prestasi Belajar.
Faktor Risiko Kejadian Infark Miokard Akut dengan Elevasi Segmen ST di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar Tahun 2022 Suhestin, Cristy Wanti; Mappahya, Ali Aspar; Nurhikmawati, Nurhikmawati; Wisudawan, Wisudawan; Safitri, Asrini
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i2.14830

Abstract

Infark miokard akut yang dikenal sebagai serangan jantung merupakan salah satu manifestasi klinis dari penyakit jantung koroner. Infark miokard akut adalah kerusakan jaringan miokard akibat iskemia yang hebat yang terjadi secara tiba-tiba. Infark Miokardium dengan Elevasi Segmen ST (IMA-EST) merupakan kejadian oklusi total pada pembuluh darah arteri koroner yang dapat menyebabkan infark luas pada miokardium dan ditandai dengan peningkatan segmen ST persisten minimal 2 sadapan yang bersebelahan pada elektrokardiogram. Infark miokard akut diderita oleh lebih dari 1 juta orang di Amerika Serikat dan menyebabkan lebih dari 7 juta kematian global (12,7% dari seluruh kematian) pada tahun 2008, serta sekitar 300.000 orang diperkirakan meninggal karena IMA sebelum sampai ke rumah sakit. Berdasarkan latar belakang tersebut diatas penulis tertarik untuk melakukan penelitian mengenai faktor risiko infark miokard akut dengan elevasi segmen ST di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar tahun 2022. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apa saja yang menjadi faktor risiko infark miokard akut dengan elevasi segmen ST di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar tahun 2022. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross-sectional dan teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode total sampling. Penelitian dilaksanakan di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa didapatkan 48 sampel yang memenuhi kriteria dan didapatkan hasil dengan usia terbanyak yaitu pada kelompok usia 56-65 tahun yaitu sebanyak 24 orang (50%), laki-laki adalah populasi terbanyak yaitu 36 orang (75%), seluruh pasien memiliki riwayat keluarga yaitu 48 orang (100%), seluruh penderita memiliki riwayat kebiasaan merokok 36 orang (100%), dan pasien dengan riwayat penyakit komorbid terbanyak yaitu Diabetes Melitus 32 orang (36 %). Kesimpulannya penderita infark miokard akut elevasi segmen ST yang berobat di Rumah Sakit Ibnu Sina Tahun 2022 terbanyak terjadi pada usia lansia, laki-laki, memiliki riwayat keluarga, memiliki kebiasaan merokok, dan memiliki penyakit komorbid.
HUBUNGAN ISKEMIK MIOKARD AKIBAT STRESS MENTAL : LITERATURE REVIEW Salamah, Ummu; Nurhikmawati, Nurhikmawati; Deus, Theo
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.26140

Abstract

Penyakit jantung iskemik mewakili sekelompok penyakit yang secara patofisiologis berhubungan dengan iskemia miokard, ketidakseimbangan antara perfusi (suplai oksigen miokard) dan kebutuhan jantung akan darah beroksigen. Biasanya penyakit jantung iskemik diikuti dengan reaksi psikologis seperti kecemasan dan stres. Stres terjadi secara emosional atau fisik dan berasal dari pikiran atau peristiwa yang membuat seseorang merasa marah, frustrasi, atau gugup. Stresor psikososial berkontribusi terhadap faktor risiko kardiovaskular yang mempengaruhi perilaku kesehatan. Iskemia miokard akibat stres mental (MSIMI) didefinisikan sebagai ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan oksigen miokard selama stres mental. MSIMI sering terjadi pada pasien CAD dan juga merupakan faktor prognostik kejadian buruk kardiovaskular. Tujuan dari tinjauan literatur ini adalah untuk mengetahui hubungan iskemia miokard akibat stres mental. Menggunakan metode tinjauan pustaka dengan prinsip Flow Diagram PRISMA. Artikel atau jurnal ilmiah diunduh dari PubMed, Portal Garuda, dan Google Scholar dengan standar SINTA IV dan V. Kata kunci dalam mencari artikel ini adalah iskemia miokard, stres mental. Hasil pencarian ditemukan 118 artikel. Seluruh artikel dipilih berdasarkan kriteria inklusi, kemudian diperoleh 10 artikel penelitian yang akan direview. Hasil penelitian menunjukkan bahwa salah satu faktor yang mempengaruhi terjadinya infark miokard adalah stres mental. Stres mental yang berkepanjangan menyebabkan respon imun tubuh menurun sehingga tubuh sangat rentan terhadap penyakit, terutama infark miokard
KARAKTERISTIK INFARK MIOKARD AKUT PADA USIA MUDA Astri Amriani, Eka; Nurhikmawati, Nurhikmawati; Maricar, Fadillah
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.30186

Abstract

Infark miokardium akut (IMA) adalah penyakit akibat berkurangnya pasokan darah karena arteri koroner mengalami penyempitan karena adanya aterosklerosis atau sumbatan arteri oleh emboli atau thrombus secara total membuat suplai dan kebutuhan oksigen jantung tidak sesuai. Infark miokard tidak hanya terjadi pada orang tua atau lansia, bahkan 1 dari 5 orang (20%) yang mengalami serangan jantung berusia muda, yaitu di bawah 40 tahun, 40% berusia antara 40-45 tahun, dan 40% > 50 tahun. Penelitian yang dilakukan adalah Literature Review dengan desain Narrative Review yang terakreditasi/terindeks sinta seperti Biomed Central, Portal Garuda, Google Scholar, elsevier / clinical key, pubmed. Dalam literatur review ini membandingkan 8 kajian jurnal yang berhubungan dengan karakteristik infark miokard pada usia muda. Kesimpulan dari penelitian ini terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi infark miokard pada dewasa muda, yaitu faktor komorbid, faktor gaya hidup, faktor jenis kelamin, dan faktor genetik. Faktor komorbid yang sering terjadi adalah hipertensi, diabetes, dislipidemia, dan obesitas. Sedangkan faktor genetik meliputi riwayat keluarga dengan infark miokard. Faktor gaya hidup terdiri dari kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, pola makan yang buruk, dan aktivitas yang rendah. Adapun faktor jenis kelamin yang menjelaskan bahwa pria lebih rentan terkena infark miokard di usia muda dibandingkan dengan wanita, hal ini dipengaruhi oleh hormon pelindung yang dimiliki oleh wanita sehingga sistem kerja jantung lebih terjaga. Meskipun IMA terutama menyerang individu yang berusia di atas 45 tahun, IMA juga dapat terjadi pada pria atau wanita muda. Ketika terjadi pada usia yang lebih muda, penyakit ini memiliki morbiditas yang parah, dampak psikologis, dan beban keuangan bagi pasien dan keluarganya.
Literature review: risk factors for neurogenic shock Nadya Nur Aqilah; St Haeriyah Bohari; Sumarni, Sumarni; Moch Erwin Rachman; Nurhikmawati, Nurhikmawati
Jurnal EduHealth Vol. 15 No. 01 (2024): Jurnal eduHealt, Edition January - March, 2024
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Spinal cord injury is most often associated as a contributing factor in causing neurogenic shock. Mostly associated with cervical and thoracic spine injuries. However, there are many factors that can cause neurogenic shock. This study explains the risk factors for trauma and non-trauma that can cause neurogenic shock. This type of study is a literature review using a narrative review design by collecting information through various sources related to risk factors for neurogenic shock. The results of article scoping found 15 study articles that could be used to provide answers to the problem formulation for this study. 6 study articles state that accidents are the biggest risk factor for neurogenic shock, spinal cord injuries tend to be influenced by accidents while driving which cause a loss of sensory and motor abilities. Apart from that, several other articles also state that violence, anesthesia, brain damage, tumors, infections, fractures and developmental abnormalities can be risk factors for neurogenic shock. Based on the findings of a review from various sources, it can be concluded that incidents of neurogenic shock are most often caused by risk factors for trauma due to traumatic injury to the spine.
KARAKTERISTIK KEJADIAN MATI MENDADAK PADA USIA MUDA : LITERATURE REVIEW Damayanti, Andi Azizah; Nurhikmawati, Nurhikmawati; Nur, Muh Jabal
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.26891

Abstract

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kematian mendadak mengacu pada kematian yang terjadi dalam waktu 24 jam setelah timbulnya gejala, namun dalam beberapa kasus forensik, sebagian besar kematian mendadak terjadi dalam beberapa menit atau bahkan detik setelah gejala pertama muncul. Kematian jantung mendadak dapat terjadi pada  semua kelompok umur, termasuk orang muda. Kematian mendadak pada usia muda selalu merupakan salah satu  peristiwa tragis dan menyedihkan bagi keluarga dan masyarakat pada umumnya, sebab biasanya terjadi pada orang yang tampaknya sehat. Tujuan dari tinjauan literatur ini adalah untuk mengetahui karakteristi kejadian mati mendadak pada usia muda. Menggunakan Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah Literature Review atau tinjauan pustaka. Kata kunci yang digunakan adalah “mati mendadak, “usia muda”. Telusuri Internet untuk artikel penelitian ini dilakukan melalui dengan mengakses seperti Google Scholar, Pubmed, dan ScienceDirect. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 10 jurnal meunjukkan bahwa kematian mendadak dapat terjadi pada segala usia. Namun pada usia muda kejadian paling banyak ditemukan yaitu pada kategori umur produktif yakni 25-35 tahun. Dimana laki-laki memiliki tingkat kejadian mati mendadak yang lebih tinggi dibandingkan dengan populasi perempuan yang sesuai usia. Dan sebagian besar penelitian menunjukkan bahwa penyebab utama kematian mendadak adalah akibat kardiovaskular.
Karakterisktik Faktor Risiko Hipertensi di Makassar Tahun 2017 Nurhikmawati, Nurhikmawati; Ananda, Syatirah Rizky; Idrus, Hasta Handayani; Wisudawan, Wisudawan; Fattah, Nurfachanti
Wal'afiat Hospital Journal Vol 2 No 1 (2021): Wal'afiat Hospital Journal
Publisher : Rumah Sakit Ibnu Sina, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (674.13 KB) | DOI: 10.33096/whj.v2i1.57

Abstract

Menurut American Heart Association (AHA) 2017, Hipertensi merupakan silent killer dimana gejala dapat bervariasi pada masing-masing individu dan hampir sama dengan gejala penyakit lainnya. Penelitian ini bertujuan mengetahui karakteristik faktor risiko hipertensi di Makassar tahun 2017. Penelitian ini menggunakan studi deskriptif. Sampel adalah semua pasien hipertensi yang masuk di Puskesmas Tabaringan, Jumpandang Baru, Layang, Andalas, Makkasau, Maccini Sawah, Mamajang, Pertiwi, Jongaya, Kassi-kassi, Batua, Tamangapa, Sudiang, Tamalanrea, Makassar mulai tanggal 1 Januari 2017 sampai 31 Desember 2017 sebanyak 1.528 yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Teknik sampling yang digunakan adalah accidental sampling. Dari 1.528 subjek penelitian didapatkan paling banyak usia lebih dari 50 tahun sebanyak 872 orang (57.05), dengan jenis kelamin paling banyak adalah perempuan sebanyak 956 orang (62.57%). Subjek yang memiliki riwayat keluarga hipertensi sebanyak 756 orang (49.47%). Pekerjaan paling banyak dengan kategori sangat berat sebanyak 656 orang (42.94%). Selain itu ditemukan sampel dengan jarang konsumsi garam sebanyak 875 orang (57.27%). Pada sampel ini juga ditemukan penderita hipertensi yang terbanyak termasuk kategori perokok pasif sebanyak 1.002 orang (65.58%). Dari gaya hidup yang mengalami hipertensi lebih banyak yang tidak pernah konsumsi alkohol sebanyak 1.478 orang (96.72%). Subjek yang mengalami hipertensi dan mengalami obesitas sebanyak 861 orang (56.35%), dan lebih banyak pada sampel yang jarang olahraga sebanyak 1.104 orang (72.25%). Selain itu, ditemukan juga subjek yang mengalami hipertensi lebih banyak pada sampel yang tidak pernah mengalami mendengkur sebanyak 877 orang (57.4%). Penderita hipertensi di Makassar paling banyak pada usia lebih dari 50 tahun, perempuan, tidak memiliki riwayat keluarga hipertensi, pekerjaan tergolong kategori sangat berat, jarang konsumsi garam, sering konsumsi lemak, perokok pasif, tidak pernah konsumsi alkohol, obesitas, jarang olahraga, dan tidak pernah mengalami mendengkur.