Claim Missing Document
Check
Articles

Refleksi Ketidakadilan Gender dalam Novel Perempuan Berkalung Sorban: Perspektif Gender dan Feminisme Botifar, Maria; Friantary, Heny
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 3, No 1 (2021): JANUARI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v3i1.3141

Abstract

Ketidakadilan gender dalam novel Perempuan Berkalung Sorban tergambar jelas dalam setiap tahapan peristiwa fisik dan batin, komunikasi verbal dan nonverbal antar pelaku, hubungan sebab-akibat yang mengharuskan tokoh mengalami perubahan nasib serta gerakan perubahan yang dilakukan tokoh dalam mengubah nasib hidupnya. Tujuan artikel ini adalah memaparkan ketidakadilan gender dalam novel melalui perspektif gender dan feminisme. Analisis novel ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskripsi analisis. Hasil penelitian menunjukkan ketidakadilan gender berada dalam tiga lingkaran, yaitu (1) lingkaran kekuasaan dari garis patriarki yang mengatur perempuan dari berbagai sisi, (2) lingkaran anggapan yang memandang perempuan kaum yang lemah sehingga berbagai akses untuk memperoleh kesetaraan tidak berfungsi, dan (3) lingkaran patriarki yang menjadi dasar untuk mengontrol, menindas dan mengeksploitasi perempuan di ranah publik dan privat. Untuk itu, sikap feminisme dalam novel ini tergambar dalam perilaku tokoh berupa: a) pembentukkan konsep diri perempuan, b) kemandirian perempuan, c) perjuangan kebebasan atas penentuan tubuh sendiri.
IMPLEMENTING ISLAMIC RELIGIOUS EDUCATION IN VOCATIONAL SCHOOLS' CURRICULA Destriani; Botifar, Maria; Wanto, Deri
Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Vol. 10 No. 2 (2023)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jipcb.v10i2.1167

Abstract

The curriculum has an important role in achieving learning goals. If in a drama then, the curriculum is used as a scenario. The curriculum has 4 basic components namely, objectives, materials, process and evaluation. These four components cycle with each other and synergize with each other to achieve learning objectives. Islamic religious education is one of the scientific clusters aimed at character development. This study uses a qualitative research methodology with the type of field research. The ideal curriculum is a curriculum that is clearly visible, such as lesson plans and syllabus, the implementation of the curriculum for Islamic religion education is intended to make the curriculum an important part of student development.
Analisis Nilai Pendidikan Islam Pada Tradisi Hukum Cambuk Di Desa Batu Panco Kecamatan Curup Utara Aniska Septi Sabena; Maria Botifar
EDUSIANA Jurnal Manajemen dan Pendidikan Islam Vol. 13 No. 1 (2026): in progress
Publisher : EDUSIANA: Jurnal Manajemen dan Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47077/edusiana.v11i2.613

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai pendidikan Islam yang terkandung dalam tradisi hukum cambuk di Desa Batu Panco, Kecamatan Curup Utara. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, penelitian ini menemukan bahwa pelaksanaan hukum cambuk tidak hanya berfungsi sebagai bentuk sanksi adat, tetapi juga sebagai sarana pendidikan moral dan spiritual. Tiga nilai utama pendidikan Islam yang teridentifikasi adalah: (1) nilai akidah, yang memperkuat keimanan dan ketaatan terhadap syariat Allah SWT; (2) nilai akhlak, yang menumbuhkan kesadaran moral, rasa tanggung jawab, dan kontrol diri; serta (3) nilai sosial (muamalah), yang menegaskan fungsi hukum cambuk sebagai kontrol sosial dan perwujudan prinsip amar ma’ruf nahi munkar. Tradisi ini juga mencerminkan prinsip rahmatan lil ‘alamin karena menegakkan hukum dengan tetap menjaga martabat dan kemanusiaan pelaku. Temuan ini menegaskan bahwa kearifan lokal dapat menjadi media efektif dalam menginternalisasikan nilai-nilai pendidikan Islam serta menjawab isu pelanggaran HAM melalui pendekatan yang mendidik, manusiawi, dan berkeadilan.   Kata Kunci: Hukum cambuk, pendidikan Islam, nilai akidah, nilai akhlak, nilai sosial
IMPLEMENTASI METODE KISAH DALAM MENANAMKAN AKHLAK ISLAMI PADA ANAK TUNAGRAHITA DI SLB IT NUR KHOIRUL ASHAB Marhamah, Revan; Botifar, Maria
Jurnal Literasiologi Vol 14 No 2 (2025): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v14i2.1025

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penanaman akhlak Islami pada anak tunagrahita yang memiliki keterbatasan dalam aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik, sehingga memerlukan pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristiknya. Salah satu metode yang efektif dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) bagi anak berkebutuhan khusus adalah metode kisah, karena melalui kisah siswa dapat belajar nilai moral dan keteladanan secara konkret dan menarik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi metode kisah dalam menanamkan akhlak Islami pada anak tunagrahita di SLB IT Nur Khoirul Ashab, serta mengetahui faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode kisah diterapkan melalui penyampaian cerita-cerita Islami sederhana seperti kisah Nabi dan sahabat yang disesuaikan dengan tingkat pemahaman siswa. Pendidik menggunakan media visual dan ekspresi dramatik agar pesan moral lebih mudah dipahami. Implementasi metode kisah terbukti efektif menumbuhkan nilai akhlak seperti kejujuran, tanggung jawab, dan kasih sayang. Adapun faktor pendukungnya meliputi kreativitas guru dan dukungan lingkungan sekolah, sementara hambatannya adalah keterbatasan konsentrasi siswa dan sarana pembelajaran yang belum memadai. Secara keseluruhan, metode kisah merupakan strategi yang relevan dan aplikatif dalam pendidikan karakter Islami bagi anak tunagrahita.
PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MEMBINA NILAI-NILAI RELIGIUS PADA SISWA SMP NEGERI 7 REJANG LEBONG Ilyas, M.Azimmullah; Botifar, Maria
Jurnal Literasiologi Vol 14 No 3 (2025): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v14i3.1052

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membina nilai-nilai religius siswa di sekolah. Latar belakang penelitian ini berangkat dari pentingnya internalisasi nilai keagamaan sebagai dasar pembentukan karakter dan perilaku peserta didik di tengah tantangan moral zaman modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk menggambarkan fenomena secara mendalam dan faktual sebagaimana adanya tanpa memanipulasi variabel. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan guru PAI serta siswa sebagai sumber informasi utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI memiliki peran penting sebagai pendidik, pembimbing, teladan, dan motivator dalam membina nilai religius siswa. Upaya tersebut dilakukan melalui pembiasaan ibadah, penguatan akhlak, keteladanan sikap, integrasi nilai agama dalam pembelajaran, serta pengawasan perilaku sehari-hari. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembinaan nilai religius tidak hanya bergantung pada materi pelajaran, tetapi juga pada keteladanan dan konsistensi guru dalam menciptakan lingkungan belajar yang religius. Temuan ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pendidik dalam meningkatkan kualitas pembinaan karakter religius di sekolah.
Pengembangan Kurikulum PAI di RA Tunas Literasi Qur’ani Desa Tasik Malaya Kecamatan Curup Utara Untuk Membentuk Generasi Qurani Hana Hhoiriah, Beta; Botifar, Maria; Deriwanto, Deriwanto
Jurnal Pendidikan Guru Vol 4 No 1 (2023): Jurnal Pendidikan Guru
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/jurpendigu.v4i1.434

Abstract

Strategy is interpreted as a guideline for action in which it can be interpreted as a learning plan between teachers and students in realizing two-way communication in achieving predetermined goals. by enrolling their children in Islamic educational institutions such as RA Tunas Literasi Qur'ani. Raudhatul Athfal is a formal institution that carries out basic teaching of general knowledge and religion, especially the teaching of the main Qur'an and provides basic religious education to children of basic education age between 5-6 years old. The Qur'anic Generation is a generation that is always in touch with the Al-Qur'an and prioritizes it as a way of life every day. The Qur'anic Generation is the best Generation among the other Generations because it is always guided by the Al-Qur'an in thinking, speaking, behaving and acting
ANALISIS WACANA KRITIS NOVEL PEREMPUAN BERKALUNG SORBAN: KAJIAN FEMINISME Maria Botifar
Lateralisasi Vol. 13 No. 2 (2025): DESEMBER (2025)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas Muhammmadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/lateralisasi.v13i2.8824

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk memaparkan lebih detil tentang profil gender dan identitas gender, peran gender dan relasi gender, dan jenis ideologi gender dan ketidakadilan gender. Penelitian kualitatif ini menggunakan jenis penelitian sastra dengan menggunakan metode analisis isi. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kualitatif. Data kualitatif diperoleh dari konsep atau data yang digambarkan dan dikumpulkan dalam kata dengan mengangkat atau menguraikan seluruh masalah yang berkaitan dengan analisis isi novel Perempuan Berkalung Sorban. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kata-kata dan tindakan yang tertulis dalam sumber tertulis berupa novel Perempuan Berkalung Sorban karya Adibah El Khalieqy. Novel Perempuan Berkalung Sorban menjadi sumber data tertulis yang dianalisis dengan menggunakan analisis wacana kritis. Sumber data dianalisis oleh peneliti yang berkedudukan sebagai instrumen penelitian. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi. Teknik dokumentasi dilakukan dengan menggunakan analisis konten. Profil yang direpresentasikan adalah tokoh aku yaitu Annisa yang berperan sebagai pencerita dan pelaku utama. Tokoh Annisa menggambarkan sosok seorang perempuan yang hdup ditengah sistem patriarki yang kental dengan pemahaman agama dan budaya yang mendiskriminasi perempuan sebagai orang kedua (inferior). Peran gender dan relasi gender tergambar dari novel ini ingin mengukuhkan ideologi patriarki dalam keluarga. Peran gender yang sejak kecil ditanamkan kepada Annisa oleh keluarga terrefleksi dalam pilihan lingkup permainan Annisa. Representasi ideologi patriarki dalam novel ini menampilkan Annisa sebagai objek penceritaan dan Samsudin sebagai subjek penceritaan. Abidah El Khalieqy sebagai pengarang melibatkan diri juga sebagai pelaku utama. Sebagai pelaku utama yang menjadi sosok Annisa, Adibah El Khalieqy mampu mengungkapkan jenis-jenis ideologi gender dan katidakadilan gender yang terkuak dalam jalan kisah novel ini. Jenis-jenis ideologi tersebut adalah ideologi patriarki, ideologi familialissme, ideologi ibuisme dan ideologi umum.
PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENINGKATKAN MINAT BACA AL-QUR’AN DI SD NEGERI 168 REJANG LEBONG Sundari, Jerri; Botifar, Maria
Kreatif: Jurnal Pemikiran Pendidikan Agama Islam Vol 24 No 1 (2026): Januari
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Tarbiyah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/kreatif.v24i1.5888

Abstract

This study aims to describe the role of Islamic Religious Education teachers in increasing students' interest in reading the Qur'an at SD Negeri 168 Rejang Lebong. The problem of low reading interest was found at various grade levels, characterized by the inability to recognize the hijaiyah letters and limited mastery of tajwid. This study used a descriptive qualitative approach through observation, interviews, and documentation. The results showed that Islamic Religious Education teachers implemented learning strategies in the form of an individual approach, habituating reading before the lesson began, using appropriate learning methods, providing religious motivation, and collaboration with parents. These strategies were proven to improve reading skills while building student interest despite still facing obstacles such as lack of home support and limited study time. This study concluded that the role of Islamic Religious Education teachers is crucial in fostering students' love of the Qur'an through a planned, directed, and sustainable strategy.
Program Pengembangan Literasi Prabaca Berbasis Literasi Komprehensif untuk Sekolah PAUD di Kabupaten Rejang Lebong Botifar, Maria; Ningtyas, Amanah Rahma; Iskandar, Zelfi
Jurnal Caksana : Pendidikan Anak Usia Dini Vol 8, No 2 (2025): Jurnal Caksana: Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Prodi PG-PAUD, FKIP, Universitas Trilogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31326/jcpaud.v8i2.2574

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan program literasi prabaca berbasis literasi komprehensif untuk anak usia dini di PAUD. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dan pengembangan, dengan pengumpulan data melalui angket, wawancara, dan analisis dokumen. Hasil analisis kebutuhan menunjukkan perlunya pengembangan kompetensi komunikasi verbal, membaca, dan menulis, sedangkan analisis dokumen silabus dan RPP mengindikasikan perlu perbaikan pada tujuan, materi, metode, dan evaluasi. Produk pengembangan mencakup prinsip, landasan teori, capaian dan tujuan pembelajaran, alur tujuan, serta modul ajar. Uji kelayakan program melalui asesmen pakar literasi, pakar program, dan pakar PAUD menunjukkan program ini layak diterapkan dengan skor rata-rata 2,91–3,06. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi pedoman bagi guru PAUD dalam meningkatkan kemampuan literasi dini secara komprehensif.
PENGEMBANGAN SILABUS DAN MATERI AJAR MATA KULIAH BAHASA INDONESIA BERBASIS LITERASI KOMPREHENSIF Maria Botifar; Ifnaldi; Ummul Khair
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 20 No 1 (2024)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/9xjhe966

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk silabus dan materi ajar mata kuliah Bahasa Indonesia berbasis literasi komprehensif. Mahasiswa membutuhkan pembelajaran bahasa Indonesia dalam tataran aplikasi yang tinggi untuk pengembangan kompetensi kebahasaan, sementara silabus dan materi ajar terdahulu lebih memfokuskan pada pengembangan aspek kognitif saja. Untuk itu penelitian silabus dan materi ajar ini menjadi penting dilaksanakan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode pengembangan yang mengadopsi pengembangan Borg dan Gall dengan implementasinya pada tiga tahap pengembangan yaitu tahap analisis kebutuhan, tahap analisis dokumen yang ada, dan tahap pengembangan produk. Setiap tahap pengembangan menggunakan teknik pengumpulan data berupa teknik observasi, wawancara, dan angket. Analisis data menggunakan analisis data kualitatif, yaitu reduksi data, penyajian data dan verifikasi serta analisis data deskriptif kuantitatif berupa rerata skor dan persentase. Hasil penelitian yang diperoleh adalah 1) kebutuhan dosen yaitu a)kebutuhan yang berkaitan dengan tujuan pembelajaran yang menjadikan Bahasa Indonesia sebagai alat pemersatu dan penghela ilmu pengetahuan, b)materi yang berkaitan dengan pengembangan teks, eksplorasi dunia pustaka, desain proposal dan hasil serta artikel jurnal dan aplikasi mendeley, OJS dan google scholar, c)metode dan pembelajaran berbasis literasi dan kecakapan abad 21, dan d) evaluasi yang berbasis kelas. 2)kebutuhan mahasiswa pada pengembangan pembelajaran yang meningkatkan aspek kompetensi kognitif, psikomotorik dan afektif. 3) Pengembangan produk berupa silabus dan materi ajar yang diimplementasikan dalam tujuan yang memuat aspek kognitif, psikomotorik dan afektif, materi yang berbasis pada pengembangan kompetensi menulis akademik, metode dan pendekatan yang berbasis pada teks, dan evaluasi yang berbasis kelas.