Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Perlindungan Hukum terhadap Hak Pasien pada Pelayanan Kesehatan di Puskesmas Baqa Muhamad Agus Sariyansah; Sunariyo; Surahman
Journal Scientific of Mandalika (JSM) e-ISSN 2745-5955 | p-ISSN 2809-0543 Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/10.36312/vol7iss2pp408-419

Abstract

Health services are a basic need guaranteed by the state, including legal protection for patients as part of human rights. Law No. 17 of 2023 on Health affirms patients’ rights to safe, high-quality, and non-discriminatory services, while requiring health facilities to conduct regular accreditation and provide effective complaint mechanisms. However, in practice, many patient rights violations still occur, especially in community health centers (puskesmas), due to limited resources, inadequate infrastructure, and low awareness among both patients and health workers. This study employs a normative-empirical legal method through interviews, observations, and literature review at Puskesmas Baqa, Samarinda. Findings show that Standard Operating Procedures (SOPs) serve as guidelines for health workers and reflect preventive legal protection, though challenges remain such as heavy workloads, insufficient training, and limited facilities. Repressive protection is implemented through complaint mechanisms and accountability of health workers. The integration of Islamic values such as hifz al-nafs (protection of life), justice, trustworthiness, honesty, and compassion strengthens substantive legal protection, ensuring that it is not only based on compliance with regulations but also reflects ethics and humanity in health services. The study concludes that patient protection at Puskesmas Baqa aligns with Law No. 17 of 2023, but requires reinforcement through improved SOPs, facilities, training, and legal literacy
ANALISI BEBAN KERJA MENGGUNAKAN METODE DRAWS DAN CVL di PT TJB POWER SERVICES Surahman; Dwi Retna Sulistyawati; Muhammad Choiru Zulfa
INDUSTRIKRISNA Vol 15 No 1 (2026): INDUSTRIKRISNA
Publisher : Universitas Krisnadwipayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61488/industrikrisna.v15i1.787

Abstract

Perkembangan industri ketenagalistrikan menuntut perusahaan untuk menjaga kinerja operasional yang optimal, salah satunya melalui pengelolaan beban kerja sumber daya manusia. Helper teknisi sebagai garda terdepan dalam kegiatan perawatan peralatan pembangkit memiliki risiko beban kerja fisik dan mental yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat beban kerja fisik dan mental pada helper teknisi mekanik dan kontrol instrumen di PT TJB Power Services PLTU Tanjung Jati B Unit 1–2 Jepara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Cardiovascular Load (CVL) untuk mengukur beban kerja fisik dan Defence Research Agency Workload Scale (DRAWS) untuk mengukur beban kerja mental. Data diperoleh melalui pengukuran denyut jantung, observasi lapangan, wawancara, serta pengisian kuesioner DRAWS oleh responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar helper memiliki beban kerja fisik pada kategori ringan hingga sedang, dengan nilai CVL rata-rata di bawah 30%. Namun demikian, hasil pengukuran beban kerja mental menunjukkan bahwa mayoritas helper mengalami beban kerja mental tinggi (overload) dengan nilai DRAWS di atas 70%. Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun tuntutan fisik relatif rendah, tekanan mental tetap tinggi akibat kompleksitas pekerjaan dan tanggung jawab yang besar. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi perusahaan dalam merancang pengelolaan beban kerja yang lebih seimbang guna meningkatkan kinerja, keselamatan, dan kesejahteraan pekerja.