Claim Missing Document
Check
Articles

The Effect of Islamic Spiritual Mindfulness on Self-Efficacy in Anger Management among Schizophrenic Patients Dwidiyanti, Meidiana; Rahmawati, Ashri Maulida; Sawitri, Dian Ratna
Nurse Media Journal of Nursing Vol 11, No 3 (2021): (December 2021)
Publisher : Department of Nursing, Faculty of Medicine, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/nmjn.v11i3.37401

Abstract

Background: The prevalence of schizophrenia has increased in the last few years. Nevertheless, methods in assisting schizophrenic patients have not improved significantly. Islamic spiritual mindfulness is a spiritual approach that can help schizophrenic patients increase their self-efficacy in anger management. However, the application of this intervention is still not well researched.Purpose: This study aimed to determine the effect of Islamic spiritual mindfulness on self-efficacy in anger management among schizophrenic patients.Methods: This study utilized a pre-post quasi-experimental design with a control group. A total of 54 schizophrenic patients were purposively recruited and divided into two groups: the intervention group (n=27) and the control group (n=27). The intervention group received four sessions of Islamic spiritual mindfulness in two weeks, while the control group received a standard intervention from the hospital. The data were collected using the Regulatory Emotional Self-Efficacy (RESE) scale and analyzed using the t-test.Results: The results showed a significant difference in self-efficacy scores between the control and intervention groups (p=0.000) after the intervention. In the pre-test, the mean score of self-efficacy in the intervention group was lower than the control group (M=28.15 vs. M=30.26) without a significant difference. However, in the post-test, a significant difference in self-efficacy between the intervention and control groups was found (M=46.44 vs. M=46.44; p=0.000).Conclusion: Islamic spiritual mindfulness significantly affects self-efficacy among schizophrenic patients. The Islamic spiritual mindfulness can be applied as a new form of approach to increase self-efficacy in schizophrenic patients.
UJI COBA REGULATORY EMOTIONAL SELF-EFFICACY (RESE) UNTUK MENGUKUR EFIKASI DIRI DALAM MANAJEMEN MARAH PASIEN SKIZOFRENIA VERSI BAHASA INDONESIA Ashri Maulida Rahmawati; Muhamad Jauhar; Edita Pusparatri
Indonesia Jurnal Perawat Vol 7, No 1 (2022): INDONESIA JURNAL PERAWAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v7i1.1468

Abstract

AbstrakSkizofrenia menjadi masalah kesehatan jiwa tertinggi di Indonesia. Jumlah kasus skizofrenia meningkat setiap tahun. Klien skizofrenia yang mengalami delusi seringkali marah dan mungkin dapat melakukan tindak kekerasan baik pada diri sendiri maupun orang lain. Efikasi diri yang baik sangat diperlukan oleh klien skizofrenia sehingga mampu mengontrol emosional. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan uji coba kuesioner Regulatory Emotional Self-Efficacy (RESE) versih bahasa Indonesia sebagai instrumen penelitian untuk mengukur efikasi diri dalam manajemen marah pada klien skizofrenia. Kuesioner ini terdiri dari dua belas item pertanyaan dan telah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia. Uji keterbacaan telah dilakukan sebelum proses uji validitas dan reliabilitas. Kuesioner ini telah dilakukan uji coba pada 20 klien skizofrenia dengan diagnosis keperawatan risiko perilaku kekerasan. Nilai validitas sebesar 0,757-0,935 (nilai r tabel = 0,444) dan nilai reliabilitas sebesar 0,965 (nilai r kritis = 0,600). Analisis data menggunakan korelasi product pearson’s dan tabel kontingensi dengan kebermaknaan pada p < 0,05. Berdasarkan hasil analisis data didapatkan bahwa kuesioner ini valid dan reliabel sehingga dapat digunakan untuk penelitian. Kuesioner ini dapat digunakan sebagai instrumen penelitian dalam mengkaji keyakinan diri klien skizofrenia dengan diagnosis keperawatan risiko perilaku kekerasan dalam manajemen marah
INTERVENSI MINDFULNESS MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS DI KRISIS PANDEMI COVID-19 : LITERATUR REVIEW Ashri Maulida Rahmawati; Muhamad Jauhar; Edi Wibowo Suwandi
Indonesia Jurnal Perawat Vol 6, No 2 (2021): Indonesia Jurnal Perawat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v6i2.1314

Abstract

Abstrak Pandemi COVID-19 menyebabkan berbagai krisis pada kehidupan sosial, ekonomi dan kesehatan mental masyarakat..  Kesejahteraan psikologis yang baik pada situasi pandemi sangat diperlukan karena keadaan emosi yang positif dapat meningkatkan imunitas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pengaruh intervensi mindfulness terhadap kesejahteraan psikologis dalam situasi krisi pandemi COVID-19.Penelitian ini merupakan semi systematic literature review. Pencarian literatur dilakukan melalui database online seperti Science Direct, PubMed, dan Google Schoolar dengan kata kunci“mindfulness”, “psychological well being”, “Mental health” dan “Covid-19”. Artikel diseleksi menggunakan kerangka PRISMA. Hasil didapatkan 8 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Berdasarkan hasil analisis dari 8 artikel Intervensi mindfulness dapat meningkatkan fleksibilitas emosional dapat meminimalkan kemungkinan terhadap stress, kecemasan, dan kesejahteraan psikologis. Dapat disimpulkan bahwa intervensi mindfulness memiliki pengaruh yang positif terhadap peningkatan kesejahteraan psikologis pada krisis pandemi COVID-19. Abstract The COVID-19 pandemic has caused various crises in people's social, economic and mental health. High psychological well-being in a pandemic situation is very necessary because a positive emotional state can increase immunity. The purpose of this study was to identify the effect of mindfulness interventions on psychological well-being in the crisis situation of  COVID-19 pandemic. This study is a semi-systematic literature review. Literature searches were conducted through online databases such as Science Direct, PubMed, and Google Schoolar with the keywords “mindfulness”, “psychological well being”, “Mental health” and “Covid-19”. Articles were selected using the PRISMA framework. The results obtained 8 articles that meet the inclusion criteria. Based on the results analysis of the 8 articles, mindfulness interventions can increase emotional flexibility and minimize the possibility of stress, anxiety, and increase psychological well-being. It can be concluded that mindfulness interventions have a positive effect on improving psychological well-being during the COVID-19 pandemic crisis.
Peningkatan Kualitas Hidup Lansia Melalui Intervensi Terapi Aktivitas Kelompok Psikodrama di Panti Wredha Ashri Maulida Rahmawati; Edi Wibowo Suwandi; Edita Pusparatri
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menjadi tua merupakan proses alami yang diikuti perubahan fisik, kognitif maupun psikososial. Kemunduran yang dialami lansia berpengaruh terhadap kualitas hidupnya. Hal ini perlu diperhatikan agar lansia dapat menjalani hidupnya dengan nyaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kualitas hidup lansia sebelum dan sesudah diberikan TAK model psikodrama. Rancangan penelitian menggunkan preexperimental one group pre-post test design. Populasi adalah seluruh lansia di Panti Wredha Sultan Fatah. Jumlah sampel 12 orang diambil dengan metode purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan instrumen WHO-QoL BREEF. Data dianalisis menggunakan uji statistic wilcoxon dengan tingkat kemaknaan p<0,05. Pengukuran kualitas hidup sebelum diberikan TAK psikodrama, sebagian besar lansia berada pada tingkat sedang, dengan hasil domain satu sampai empat sebanyak: 10 orang (83,3%), 7 orang (58,3%), 11 orang (91,7%) dan 7 orang (58,3%). Sesudah diberikan TAK Psikodrama sebagian besar lansia berada pada tingkat kualitas hidup baik, dengan hasil domain satu, dua, dan empat sebanyak 12 orang (100%), 7 orang (58,3%), 11 orang (91,7%), sedangkan pada domain tiga sebagian besar berada pada tingkat sangat baik yaitu 7 orang (58,3%). Ada perbedaan kualitas hidup lansia sebelum dan sesudah diberikan TAK psikodrama (p value domain satu 0,003, dan domain dua sampai empat 0,002). Terdapat perbedaan dan peningkatan kualitas hidup yang signifikan pada lansia sebelum dan sesudah diberikan intervensi psikodrama. Panti Wredha perlu diberikan TAK model psikodrama rutin untuk meningkatkan kualitas hidup pada lansia.
PENDIDIKAN DAN PENGETAHUAN IBU BEKERJA TENTANG ASI PERAH Noor Azizah; Ana Zumrotun Nisak; Ashri Maulida Rahmawati
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 14, No 1 (2023): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v14i1.1690

Abstract

Abstrak Kesetaaraan gender bagi perempuan salah satunya adalah bekerja, namun terdapat dampak negative yaitu tidak optimalnya pemberian ASI eksklusif pada bayinya sehingga meningkatkan pemberian susu formula. Rendahnya cakupan pemberian ASI eksklusif disebabkan tingginya perempuan yang bekerja. Pengetahuan sebagai salah satu faktor keberhasilan dalam pemberian ASI eksklusif. Tujuan penelitian untuk mengetahui Pendidikan dan pengetahuan ibu bekerja tentang ASI Perah. Metode penelitian ini adalah deskriptif dengan sampel 109 ibu bekerja. Kriteria inklusi adalah ibu bekerja yang memiliki bayi usia > 6 bulan sampai 12 bulan.Hasil penelitian riwayat Pendidikan tamat SMP sebesar 37,6 %, tamat SMA 33,9% dan tamat SD 28,4%. pengetahuan tentang Teknik memerah ASI dengan kategori kurang 77,1%, pengetahuan cukup 17,4% dan pengetahuan baik 5,5%. Semakin tinggi Pendidikan ibu maka akan meningkatkan pengetahuan tentang Teknik memerah ASI. Pengetahuan ibu tentang Teknik memerah ASI sebagai salah satu factor keberhasilan ASI sehingga perlu dilakukan edukasi bagi ibu, perusahaan, keluarga dan pemangku kebijakan dalam meningkatkan cakupan ASI Eksklusif.
PENGARUH PEMBERIAN TABLET FE TERHADAP KADAR HB PADA REMAJA DENGAN ANEMIA Yulisetyaningrum Yulisetyaningrum; Tri Suwarto; Ashri Maulida Rahmawati; Asih Maryati
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 14, No 1 (2023): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v14i1.1696

Abstract

Masa  remaja  adalah  masa  perubahan  atau  peralihan  dari  masa  kanak kanak  ke  masa  dewasa  yang  meliputi  perubahan  biologik,  perubahan  psikologik, serta perubahan social. Pertumbuhan remaja yang  cepat  terkait  dengan  pemenuhan  gizi  atau  konsumsi  remaja  dalam mengkonsumsi zat –zat makanan salah satuya adalah konsumsi zat besi. Konsumsi yang zat besi yang kurang akan  menimbulkan  anemia  pada  remaja. Strategi untuk mengatasi masalah anemia pada remaja putri adalah dengan memperbaiki asupan makanan dan pemberian suplementasi tablet Fe. Mengubah pola makan merupakan strategi jangka panjang yang penting namun tidak dapat diharapkan dapat berhasil dengan cepat. Tujuan untuk mengetahui hubungan pengaruh pemberian tablet fe terhadap kadar hb pada remaja dengan anemia. Metode eksperimen semu (Quasi Eksperimental Design) dengan jumlah responden sebanyak 32 responden. Hasil penelitian : Pada kelompok intervensi, sebelum diberikan tablet Fe responden yang anemia sedang sebanyak 14 responden (87.5%) dan anemia ringan sebanyak 2 responden (12.5%). Setelah diberikan tablet Fe yang anemia  sedang 15 responden (93.8%) dan anemia ringan sebanyak 1 responden (6.3%). Pada kelompok control, sebelum perlakuan yang tidak anemia sebanyak 2 responden (12.5%) dan anemia ringan sebanyak 14 responden (87.5%). Setelah perlakuan yang tidak anemia 1 responden (6.3%) dan anemia ringan sebanyak 15 responden (93.8%). Kesimpulan : Ada pengaruh tablet Fe terhadap kadar Hb di Ponpes At Tanwir pada kelompok intervensi dengan nilai Asymp. Sig (signifikansi) sebesar 0.000. Tidak ada pengaruh perlakuan kelompok kontrol terhadap perubahan kadar Hb di Ponpes At Tanwir kelompok control dengan nilai Asymp. Sig (signifikansi) sebesar 0.232
PENDIDIKAN KESEHATAN MAKANAN SEHAT DAN GIZI SEIMBANG UNTUK PENCEGAHAN STUNTING DI DESA PIJI KABUPATEN KUDUS PROVINSI JAWA TENGAH Dewi Hartinah; Suarmin Sukarmin; Ashri Maulida Rahmawati
Jurnal ABDIMAS Indonesia Vol 4, No 1 (2022): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : STIKES Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting menjadi salah satu manifestasi malnutrisi yang paling umum pada anak-anak, terutama di negara miskin dan berkembang. Indonesia menempati peringkat ketiga dengan kasus stunting tertinggi mencapai 36,4% di Asia Tenggara. Di Kudus sebanyak 2.871 balita ditemukan menderita stunting dimana salah satu desa yang mengalami kejadian stunting tertinggi adalah desa Piji di kecamatan Ndawe. Salah satu faktor yang paling menyebabkan terjadinya stunting adalah rendahnya pengetahuan ibu terkait gizi anak. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan ibu terkait pemberian makanan sehat dan gizi seimbang untuk mencegah terjadinya stunting pada 1000 hari kehidupan pertama anak. Melalui pemberian edukasi makanan sehat dan gizi seimbang pada Ibu dapat memberikan pemahaman, peningkatan motivasi dan mengubah pola pikir tentang makanan sehat dan gizi seimbang pada 1000 hari pertama kehidupan anak. Berdasarkan hasil evaluasi banyak peserta yang antusias untuk bertanya dan mengalami peningkatan pengetahuan terkait makanan sehat dan gizi seimbang.
Concept analysis of self-efficacy among schizophrenia Rahmawati, Ashri Maulida; Sawitri, Dian Ratna; Dwidiyanti, Meidiana; Rahman, Ainun Najib Febrya
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5, No 2: December 2020
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.319 KB) | DOI: 10.30604/jika.v5i2.298

Abstract

The concept of self-efficacy is a core development concept of social cognitive theory. Self-efficacy is needed by schizophrenia patients to overcome problems. The initiation aims are to analyze concepts and clarify the conceptual meaning of self-concepts for schizophrenic patients. Walker and Avant's concept analysis procedure was used in this administration. A Literature review was carried out using online databases such as Science Direct, PubMed, EBSCO, and Proquest with the keywords "Schizophrenia" and "Self Efficacy". The concept of self-efficacy is important for schizophrenic patients to be confident in their ability to solve problems and achieve goals. This is preceded by the concept of self-efficacy in schizophrenia: outcome expectations, efficacy expectations, and outcome values. Concept attribute: efficacy in negative symptoms, social interactions, and efficacy in positive symptoms. The consequences of the concept: changes in behavior and performance. Patients with a high level of efficacy can produce good behavior and performance to overcome both positive and negative symptoms. Abstrak: Konsep efikasi diri merupakan pengembangan konsep inti dari teori social cognitive. Efikasi diri dibutuhkan oleh pasien skizofrenia untuk mengatasi masalah. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk menganalisis konsep dan mengklarifikasi makna dari konsep efikasi diri bagi pasien skizofrenia. Prosedur analisis konsep dari Walker dan Avant digunakan dalam penulisan ini. Literature review dilakukan menggunakan database online seperti Science Direct, PubMed, EBSCHO dan Proquest dengan kata kunci “Schizophrenia” dan “Self Efficacy”. Konsep efikasi diri penting untuk pasien skizofrenia agar dapat yakin akan  kemampuan nya untuk mengatasi masalah dan mencapai tujuan. Antecedent dari konsep efikasi diri pada skizofrenia: Outcome expectancy, Efficacy expectancy,  dan outcome value. Atribut konsep: efikasi dalam gejala negatif, efikasi dalam  interaksi sosial dan efikasi dalam gejala positif. Konsekuensi dari konsep: perubahan perilaku dan kinerja. Pasien dengan tingkat efikasi yang tinggi dapat menghasilkan perilaku dan kinerja yang baik untuk mengatasi baik gejala positif dan negative.
Concept analysis of emotion control among schizophrenia Rahman, Ainun Najib Febrya; Dwidiyanti, Meidiana; Wijayanti, Diyan Yuli; Rahmawati, Ashri Maulida
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5, No 2: December 2020
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.04 KB) | DOI: 10.30604/jika.v5i2.299

Abstract

Emotional control in schizophrenia patients is closely related to the patient's ability to control his negative emotions. Negative emotions in question are feelings of anger, fear and sadness. In the United States about 1.5 million crime cases occur each year. These events are mostly carried out by schizophrenic patients due to their inability to control negative emotions. The purpose of this article is to describe the methodological analysis used to clarify the concept of emotional control in schizophrenia patients. The concept analysis procedure from Walker and Avant is used in this paper. Literature review is carried out using online databases such as Google Scholar, Science Direct, and EBSCHO with keywords of concept analysis, emotional control, and schizophrenia. Antecedents of the concept of emotional control in schizophrenia: self control, mental boundaries, and self determination. Concept attributes: situation selection, situation modification, attentional deployment, cognitive change, and response modulation. The consequences of the concept: success in controlling emotions, happiness, positive results, and leadership effectiveness. Abstrak: Kontrol emosi pada pasien skizofrenia sangat berkaitan dengan kemampuan pasien dalam mengontrol emosi negatifnya. Emosi negatif yang dimaksud adalah perasaan marah, takut dan sedih. Di Amerika Serikat sekitar 1,5 juta kasus kejahatan terjadi setiap tahunnya. Kejadian tersebut banyak dilakukan oleh pasien skizofrenia akibat dari ketidakmampuan dalam mengontrol emosi negatifnya. Tujuan dari artikel ini adalah untuk menggambarkan analisis metodologi yang digunakan untuk memperjelas konsep kontrol emosi pada pasien skizofrenia. Prosedur analisis konsep Walker dan Avant digunakan dalam penulisan ini. Literature review dilakukan menggunakan database online seperti Google Scholar, Science Direct, dan EBSCHO dengan kata kunci analisis konsep, kontrol emosi, dan skizofrenia. Antecedent dari konsep kontrol emosi pada skizofrenia: pengendalian diri, batas mental, dan self determination. Atribut konsep: situation selection, situation modification, attentional deployment, cognitive change, dan response modulation. Konsekuensi dari konsep: keberhasilan mengontrol emosi, kebahagiaan, hasil positif, dan efektifitas kepemimpinan.
Dementia Care Class Increases Confidence of Informal Caregivers in Community-Based Dementia Care Ashri Maulida Rahmawati; Muhamad Jauhar; Diana Tri Lestari
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 8, No 2: June 2023
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (674.702 KB) | DOI: 10.30604/jika.v8i2.1977

Abstract

Dementia develops rapidly each year in line with the increasing number of the world's elderly population. Dementia causes dependence, reduced quality of life, and even disability. Currently, the focus of treatment is carried out by health workers. There is a need for an informal caregiver capacity-building program in community-based dementia care. This study aimed to identify the effect of community based dementia care class on self-confidence among informal caregiver. This study used a pre-experimental pre and post-test with control group design. Sample choosen with purposive sampling consisted of 24 informal caregivers for each intervention and control group. The research instrument used Self-Confidence Questionnaire about Dementia Care Skills with a reliability value of 0.947. The intervention given 4 sessions in 2 days with 45-60 minutes per session.  Data analysis used paired t-test and independent t-test. The results showed that there was an effect of dementia care class on the confidence of informal caregivers in community-based dementia care with a value of p=0.000 (p less than 0.05). These learning models and media can be integrated into elderly posyandu and elderly health programs in healthcare facilities in community-based dementia management. Abstrak: Demensia berkembang pesat setiap tahunnya seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk lanjut usia di dunia.Demensia menyebabkan ketergantungan, penurunan kualitas hidup, bahkan kecacatan. Saat ini, fokus pengo batan dilakukan oleh tenaga kesehatan. Ada kebutuhan untuk program peningkatan kapasitas caregiver informal dalam perawatan demensia berbasis masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh kelas perawatan demensia terhadap kepercayaan diri pada caregiver informal dalam perawatan demensia berbasis komunitas. Penelitian ini menggunakan pre-experimental pre and post-test with control group design. Sampel dipilih dengan purposive sampling terdiri dari 24 caregiver informal untuk masing-masing kelompok intervensi dan kontrol. Instrumen penelitian menggunakan Self-Confidence Questionnaire tentang Dementia Care Skills dengan nilai reliabilitas 0,947. Intervensi diberikan 4 sesi dalam 2 hari dengan durasi 45-60 menit per sesi. Analisis data menggunakan uji t berpasangan dan uji t independen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh kelas perawatan demensia terhadap kepercayaan diri caregiver informal dalam perawatan demensia berbasis komunitas dengan nilai p=0,000 (p kurang dari 0,05). Model dan media pembelajaran ini dapat diintegrasikan ke dalam posyandu lansia dan program kesehatan lansia di fasilitas kesehatan dalam penanganan demensia berbasis komunitas.