Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETERAMPILAN KADER KESEHATAN DALAM DETEKSI DINI SUNTING BERBASIS MASYARAKAT PADA KADER KESEHATAN Anggara Dwi Sulistiyanto; Muhamad Jauhar; Diana Tri Lestari; Ashri Maulida Rahmawati; Edi Wibowo Suwandi; Fitriana Kartikasari; Edita Pusparatri
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 14, No 2 (2023): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v14i2.1827

Abstract

Stunting merupakan salah satu masalah gizi yang dialami oleh balita di dunia. Data menyebutkan prevalensi stunting meningkat setiap tahunnya. Stunting disebabkan oleh gizi buruk pada ibu hamil dan balita, kurangnya pengetahuan ibu tentang kesehatan dan gizi, akses layanan  kesehatan terbatas, dan ketersediaan makanan bergizi. Dampak stunting yaitu terganggunya perkembangan otak, kecerdasan, pertumbuhan fisik, dan gangguan metabolisme tubuh pada balita. Berdasarkan hal tersebut keteramplan deteksi dini stunting menjadi kebutuhan sehingga cakupan penemuan kasus stunting meningkat. Penanganan lebih dini dapat mencegah terjadinya berbagai komplikasi sehingga dapat menyelematkan masa depan anak bangsa. Beberapa factor yang mempengaruhi keterampilan antara lain usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, pendapatan, pengalaman kerja, pengetahuan, dan sikap. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis factor-faktor yang berhubungan dengan keterampilan deteksi dini stunting. Desain penelitian menggunakan deskiptif kuantitatif pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan pada bulan Juli-September 2022. Sampel penelitian sebanyak 85 kader kesehatan di wilayah kerja UPT Puskesmas Undaan sebagai lokus stunting di Kabupaten Kudus. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner karakteristik responden, pengetahuan, sikap, dan keterampilan deteksi dini stunting. Analisis data bivariate menggunakan uji t-test. Terdapat hubungan yang signifikan antara umur, jenis kelamin, status pernikahan, tingkat pendidikan, pekerjaan, pendapatan, lama menjadi kader kesehatan, pengalaman pelatihan, pengetahuan, dan sikap terhadap keterampilan deteksi dini stunting berbasis masyarakat pada kader kesehatan di wilayah kerja UPTD Puskesmas Undaan Kabupaten Kudus. Hasil penelitian menjadi dasar dasar dalam mengembangkan intervensi untuk meningkatkan kapasitas kader kesehatan dalam deteksi dini stunting. Penelitian selanjutnya dapat mengidentifikasi faktor paling dominan sebagai pertimbangan dalam pengembangan intervensi dan program kesehatan di masyarakat.
HUBUNGAN POLA MAKAN, OBESITAS, DAN KECEMASAN DENGAN PENURUNAN KADAR GULA DARAH PASIEN DIABETES MELLITUS DI PUSKESMAS KALIWUNGU Syahid Fatah Cokropranoto; Sukesih Sukesih; Rusnoto Rusnoto; Indanah Indanah; Ashri Maulida Rahmawati
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 16, No 2 (2025): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v16i2.3030

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) adalah penyakit kronis yang menjadi penyebab kematian ke-6 di dunia, dengan prevalensi yang terus meningkat dan kondisi yang sangat bergantung pada kadar gula darah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan simultan antara pola makan, obesitas, dan kecemasan dengan penurunan kadar gula darah pada pasien DM di Puskesmas Kaliwungu tahun 2024, sebagai kebaruan dari penelitian sebelumnya yang sering berfokus pada satu faktor saja. Metode observasi dengan desain cross-sectional digunakan untuk mengidentifikasi korelasi antara variabel bebas dan terikat. Populasi penelitian adalah 80 pasien DM di Puskesmas Kaliwungu, dengan sampel sebanyak 67 orang yang dipilih melalui purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Instrumen penelitian meliputi kuesioner Food Frequency Questionnaire (FFQ) untuk pola makan, pengukuran Indeks Massa Tubuh (IMT) untuk obesitas, kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) untuk kecemasan, dan alat glukometer untuk kadar gula darah sewaktu. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pola makan, obesitas, dan kecemasan dengan kadar gula darah pasien DM, yang mengindikasikan bahwa pengelolaan ketiga faktor ini secara bersamaan penting untuk mengoptimalkan penurunan kadar gula darah. Peran perawat sangat penting dalam edukasi pola makan, manajemen berat badan, dan teknik relaksasi untuk meningkatkan kontrol gula darah pasien.
MENTAL STATUS , ABILITIES MOBILIZATION AND THE RISK OF FALLS IN THE ELDERLY WITH HYPERTENSION; A CORRELATIVE STUDY Fina Oktafiani; Dewi Hartinah; Ashri Maulida Rahmawati
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 10, No 1 (2025): INDONESIA JURNAL PERAWAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v10i1.2807

Abstract

Hypertension, or high blood pressure, is a vascular disorder that hampers oxygen and nutrient supply to body tissues. Elderly individuals are prone to hypertension due to physical and psychological changes, increasing their risk of falls. Falls can significantly impact cognitive function and mobility. This study analyzes the correlation between mental status, mobility, and fall risk among elderly hypertensive individuals in Tanjungrejo Village. This cross-sectional correlation study involved 64 randomly selected participants from Tanjungrejo Village in November 2024. Mini Mental State Exam (MMSE), Elderly Mobility Scale (EMS), and Berg Balance Scale (BBS) assessed mental status, mobility, and fall risk, respectively. Spearman Rank test analyzed the data.Results showed: most elderly hypertensive individuals (45.3%) had probable cognitive impairment. Majority (57.8%) demonstrated independent mobility. Most participants (57.8%) had moderate fall riskA significant correlation exists between mental status, mobility, and fall risk among elderly hypertensive individuals in Tanjungrejo Village, Jekulo Subdistrict, Kudus Regency (p-value  0.05).
UJI COBA REGULATORY EMOTIONAL SELF-EFFICACY (RESE) UNTUK MENGUKUR EFIKASI DIRI DALAM MANAJEMEN MARAH PASIEN SKIZOFRENIA VERSI BAHASA INDONESIA Ashri Maulida Rahmawati; Muhamad Jauhar; Edita Pusparatri
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 7, No 1 (2022): INDONESIA JURNAL PERAWAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v7i1.1468

Abstract

AbstrakSkizofrenia menjadi masalah kesehatan jiwa tertinggi di Indonesia. Jumlah kasus skizofrenia meningkat setiap tahun. Klien skizofrenia yang mengalami delusi seringkali marah dan mungkin dapat melakukan tindak kekerasan baik pada diri sendiri maupun orang lain. Efikasi diri yang baik sangat diperlukan oleh klien skizofrenia sehingga mampu mengontrol emosional. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan uji coba kuesioner Regulatory Emotional Self-Efficacy (RESE) versih bahasa Indonesia sebagai instrumen penelitian untuk mengukur efikasi diri dalam manajemen marah pada klien skizofrenia. Kuesioner ini terdiri dari dua belas item pertanyaan dan telah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia. Uji keterbacaan telah dilakukan sebelum proses uji validitas dan reliabilitas. Kuesioner ini telah dilakukan uji coba pada 20 klien skizofrenia dengan diagnosis keperawatan risiko perilaku kekerasan. Nilai validitas sebesar 0,757-0,935 (nilai r tabel = 0,444) dan nilai reliabilitas sebesar 0,965 (nilai r kritis = 0,600). Analisis data menggunakan korelasi product pearson’s dan tabel kontingensi dengan kebermaknaan pada p 0,05. Berdasarkan hasil analisis data didapatkan bahwa kuesioner ini valid dan reliabel sehingga dapat digunakan untuk penelitian. Kuesioner ini dapat digunakan sebagai instrumen penelitian dalam mengkaji keyakinan diri klien skizofrenia dengan diagnosis keperawatan risiko perilaku kekerasan dalam manajemen marah
COGNITIVE IMPAIRMENT AND ACTIVITY DAILY LIVING IN THE ELDERLY Mohammad Andhika Setyawan; Dewi Hartinah; Ashri Maulida Rahmawati
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 10, No 1 (2025): INDONESIA JURNAL PERAWAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v10i1.2651

Abstract

Cognitive decline is common in the elderly, caused by natural brain aging and other factors such as lack of mental and social stimulation, and chronic diseases such as hypertension and diabetes. As a result, elderly people with cognitive impairment often experience decreased independence in daily living activities , quality of life, thus increasing the need for care and support from family and health workers . This research aims analyze the relationship cognitive impairment with activitiy daily living for the elderly in village A. The study used a cross-sectional method. The research sample of 62 respondents was selected through the Random Sampling technique. The activity daily living questionnaire used the Barthel Index and the cognitive impairment questionnaire used the Mini Mental State Exam (MMSE) which was valid and reliable. Data analysis used the Spearman Rank test. The results of the study showed Cognitive disorders in the elderly in Village A were mostly probable cognitive disorders, amounting to 28 respondents (45.2%). Daily living activities in the elderly are mostly dependent on 34 respondents (54.8%). There is a relationship between cognitive disorders and daily living activities in Village A because the p-value is 0.001 (a = 0.05) with a correlation coefficient value (0.443), meaning that the better the cognitive disorder, the lower the dependency on daily living activities. 
THE ROLE OF PREGNANCY COMPLICATIONS IN CHILDHOOD COMPLICATIONS Noor Hidayah; Aurora Sinta Sabila; Ashri Maulida Rahmawati; Rusnoto Rusnoto
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 9, No 2 (2024): INDONESIA JURNAL PERAWAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v9i2.2533

Abstract

Pregnant women at risk If the pregnancy is not treated, the risk of maternal and fetal morbidity and mortality during delivery is 2.8 times. This study analyzes data from the Local Area Monitoring of high-risk pregnancies at the Kaliwungu Public Health Center, Kudus Regency, and emergency delivery by approach observational cohort retrospective among 149 respondents who experienced difficult childbirth (January to March 2023) later observed at the time of delivery until the end of 2023. Statistical test results with Chi-Square showed a result of 0.436a and a p-value of 0.509, which means there is no correlation between pregnancy complications and childbirth complications. The results of this research will make it possible to take data as a whole for one or several years to analyze it statistically based on conditions in the field.
THE ROLE OF SPIRITUAL MINDFULNESS THERAPY IN INCREASING SELF-ACCEPTANCE AMONG ADOLESCENT Muhamad Jauhar; Ashri Maulida Rahmawati; Anny Rosiana Masithoh; Edita Pusparatri
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 10, No 1 (2025): INDONESIA JURNAL PERAWAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v10i1.3063

Abstract

Evaluation of the benefits of spiritual therapies, such as mindfulness, for adolescent mental health is needed. Adolescence is a difficult period for self-adjustment and is particularly vulnerable to decreased self-acceptance. In today's educational environment, adolescents often experience various crises that are largely due to low self-acceptance. Spiritual mindfulness is a strategy that is easy to implement and can help adolescents recognize problems without judgment, thus reducing the cost and time required in the therapeutic process. This study aims to determine the effect of spiritual mindfulness on increasing self-acceptance in adolescents. The research design used was a pre-experiment with pre-test and post-test methods and involved a control group. Through purposive sampling, twenty-six high school students in Kudus were selected as respondents and divided into intervention and control groups. The study used the Unconditional Self-Acceptance Questionnaire (USAQ). The researcher conducted six sessions of mindfulness therapy, each lasting 30 minutes for two days. The results showed a statistically significant difference in self-acceptance in the intervention group before and after the intervention, with a value of p=0.04 (p0.05). In contrast, in the control group, no significant difference was found with a value of p=0.477 (p0.05). The intervention group showed an increase in self-acceptance of 1.46 higher than the control group. However, the overall effect of mindfulness therapy was less significant in improving self-acceptance in adolescents p=0.332 (p0.05). Changes need to be made in the way spiritual mindfulness therapy is delivered to adolescents to see a more noticeable improvement in self-acceptance.
MOTHER’S SUPPORT AND FEMALE ADOLESCENT’S READINESS FOR MENARCHE : A CORRELATIVE STUDY Evita Dian Lestari; Dewi Hartinah; Ashri Maulida Rahmawati; Edita Pusparatri; Zunia Khairunnisa
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 9, No 2 (2024): INDONESIA JURNAL PERAWAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v9i2.2548

Abstract

                                                      AbstrakMenarche, permulaan menstruasi, menandai tonggak penting dalam kehidupan seorang anak perempuan, yang sering kali disertai dengan berbagai perubahan fisik dan psikologis. Dukungan ibu selama periode ini memainkan peran penting dalam membentuk persepsi dan pengalaman anak perempuan tentang menarche. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan ibu dengan kesiapan remaja putri dalam menghadapi menarche. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan studi korelasi dan desain cross-sectional. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara dukungan ibu dengan kesiapan remaja putri menghadapi menarche. Hasil uji chi-square diperoleh nilai 0,044 (0,05). Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan dan positif antara dukungan ibu dengan kesiapan remaja putri dalam menghadapi menarche. AbstractMenarche, the onset of menstruation, marks a significant milestone in a girl's life, often accompanied by a range of physical and psychological change. Mother’s support during this period play a crucial role in shaping girls' perceptions and experiences of menarche. This study aimed to determine the correlation between mother’s support and the readiness of female adolescents for menarche. The research used a quantitative approach with a correlation study and cross-sectional design. Result show there is a correlation between mother’s support and the readiness of female adolescents for menarche. The chi-square test results obtained a value of 0.044(0,05). It can be concluded that there is a significant and positive relationship between mother’s support and the readiness of female adolescents for menarche.
SELF DISCLOSURE AND ACADEMIC STRESS LEVELS IN UNDERGRADUATE NURSING STUDENTS; CORRELATIVE STUDIES Tamaya Hanisa; Anny Rosiana Masithoh; Ashri Maulida Rahmawati
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 9, No 1 (2024): INDONESIA JURNAL PERAWAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v9i1.2410

Abstract

Final year students often experience stress in planning, compiling and making final assignments. One way to understand stress is to know the conditions and situations that are being experienced, including self-disclosure. This study aimed to determine the relationship between self-disclosure and the level of academic stress in nursing students. The research method used quantitative with a cross sectional approach. The sampling technique used in this research was simple random sampling with a total of 41 respondents. Data were analyzed using the Spearman rho test. The research results showed a significant correlation between self-disclosure and academic stress in final year Bachelor of Nursing students with a p value (0.000) 0.05. There is a relationship between self-disclosure and the level of academic stress in final year Bachelor of Nursing students
INTERVENSI MINDFULNESS MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS DI KRISIS PANDEMI COVID-19 : LITERATUR REVIEW Ashri Maulida Rahmawati; Muhamad Jauhar; Edi Wibowo Suwandi
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 6, No 2 (2021): Indonesia Jurnal Perawat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v6i2.1314

Abstract

Abstrak Pandemi COVID-19 menyebabkan berbagai krisis pada kehidupan sosial, ekonomi dan kesehatan mental masyarakat..  Kesejahteraan psikologis yang baik pada situasi pandemi sangat diperlukan karena keadaan emosi yang positif dapat meningkatkan imunitas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pengaruh intervensi mindfulness terhadap kesejahteraan psikologis dalam situasi krisi pandemi COVID-19.Penelitian ini merupakan semi systematic literature review. Pencarian literatur dilakukan melalui database online seperti Science Direct, PubMed, dan Google Schoolar dengan kata kunci“mindfulness”, “psychological well being”, “Mental health” dan “Covid-19”. Artikel diseleksi menggunakan kerangka PRISMA. Hasil didapatkan 8 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Berdasarkan hasil analisis dari 8 artikel Intervensi mindfulness dapat meningkatkan fleksibilitas emosional dapat meminimalkan kemungkinan terhadap stress, kecemasan, dan kesejahteraan psikologis. Dapat disimpulkan bahwa intervensi mindfulness memiliki pengaruh yang positif terhadap peningkatan kesejahteraan psikologis pada krisis pandemi COVID-19. Abstract The COVID-19 pandemic has caused various crises in people's social, economic and mental health. High psychological well-being in a pandemic situation is very necessary because a positive emotional state can increase immunity. The purpose of this study was to identify the effect of mindfulness interventions on psychological well-being in the crisis situation of  COVID-19 pandemic. This study is a semi-systematic literature review. Literature searches were conducted through online databases such as Science Direct, PubMed, and Google Schoolar with the keywords “mindfulness”, “psychological well being”, “Mental health” and “Covid-19”. Articles were selected using the PRISMA framework. The results obtained 8 articles that meet the inclusion criteria. Based on the results analysis of the 8 articles, mindfulness interventions can increase emotional flexibility and minimize the possibility of stress, anxiety, and increase psychological well-being. It can be concluded that mindfulness interventions have a positive effect on improving psychological well-being during the COVID-19 pandemic crisis.