Claim Missing Document
Check
Articles

Asuhan Keperawatan Pasien post Operasi Tiroidektomi pada Ny. K dengan Struma Nodusa Non Toxic di Ruang Kemuning 5 RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung Nadhiroh, Siti; Sukarmin, S; Rahmawati, Ashri Maulida
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 20th University Research Colloquium 2025: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tiroidektomi adalah prosedur bedah yang mereseksi kelenjar tiroid. Prosedur ini terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu tiroidektomi total, yang berarti mengeluarkan kelenjar tiroid secara penuh, dan tiroidektomi parsial, yang berarti mengeluarkan kelenjar tiroid sebagian, atau tiroiditis. Tiroidektomi diindikasikan untuk berbagai kondisi, termasuk gangguan jinak seperti gondok multinodular, adenoma toksik, dan tiroiditis, serta kondisi ganas seperti karsinoma. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan asuhan keperawatan pasien post operasi tiroidektomi pada Ny. K dengan Struma Nodusa Non Toxic di ruang Kemuning 5 RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung. Metode penelitian ini menggunakan studi kasus, Wawancara, Observasi, Pengkajian, Pemeriksaan fisik, Perencanaan, Implementasi, dan Evaluasi. Hasil menunjukkan pada tanggal 7 November 2024, pasien mengalami nyeri akut yang berhubungan dengan cedera fisik pada area luka operasi leher. Pasien melaporkan nyeri dengan skala 3 dari 0-10 di sekitar luka balutan dan tampak meringis meskipun kondisinya lebih baik dibanding sebelumnya. Berdasarkan data tersebut, nyeri akut belum teratasi karena pasien belum mencapai tujuan yang ditetapkan sesuai dengan kriteria hasil nyeri akut pada SLKI. Kesimpulan, dalam melakukan asuhan keperawatan ini kerja sama yang baik dengan pasien dan tim medis diperlukan untuk keberhasilan asuhan keperawatan.
Asuhan Keperawatan pada Pasien dengan Gastritis Erosifa Lathifah, Umi; Rahmawati, Ashri Maulida; Yulisetyaningrum, Y
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 20th University Research Colloquium 2025: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gastritis adalalah peradangan yang terjadi pada lapisan lambung yang disebabkan oleh makanan, obat-obatan, stres, atau infeksi helicobacter pylori dan dapat bersifat akut, kronis, fokal, atau difus. Masalah yang ditimbulkan adalah nyeri akut. Intervensi keperawatan untuk kasus ini adalah manajemen nyeri. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana penerapan asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan system pencernaan Gastritis Erosifa di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung. Tehnik pengambilan sampel dilakukan dengan cara convieience sampling method (non probability sampling technique) dimana subjek dipilih karena kemudahan/ keinginan peneliti. Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara dan observasi untuk memperoleh data sebanyak-banyaknya sehingga penulis mampu untuk merumuskan diagnosa, menentukan intervensi, melaksanakan implementasi dan evaluasi kepada pasien sebagai penerima asuhan keperawatan. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa manajemen nyeri farmakologis (analgesik) dan implementasi non-farmakologis (kompresi hangat) dapat mengurangi rasa sakit pada pasien dengan gastritis dari skala nyeri sedang hingga skala nyeri ringan. Hasil pengakajian pasien setelah dilakukan perawatan secara farmakologis dan non farmakologis pasien merasa keluhan nyeri perutnya berkurang dan lebih nyaman.
Pengaruh Tes Kesegaran Jasmani terhadap Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi di Klinik Kesehatan Pusdikter Kartikasari, Gerhani; Indanah, I; Rahmawati, Ashri Maulida
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 20th University Research Colloquium 2025: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi pada anggota militer dapat memiliki konsekuensi serius, termasuk peningkatan risiko penyakit jantung, stroke, dan masalah kesehatan lainnya, selain itu hipertensi juga mempengaruhi kinerja fisik dan mental, serta membahayakan keselamatan anggota militer dalam tugas. penelitian ini untuk mengetahui perbedaan tekanan darah (hipertensi) sebelum dan sesudah menjalani tes kesegaran jasmani pada anggota militer Pusdikter. Metode Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh militer dan PNS yang diagnosis hipertensi di Klinik Kesehatan Pusdikter yang mengikuti tes kesegaran jasmani. Jumlah militer dan PNS yang di diagnosa hipertensi ada 39 orang dari jumlah seluruhnya 170 orang menggunakan teknik sampling accidental sampling. Cara yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah dengan pengukuran tekanan darah dan tes kesegaran jasmani dengan melakukan observasi langsung. Analisa data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis univariat dan bivariat penelitian ini menggunakan Wilcoxon test. Hasil penelitian menunjukkan Sebelum diberikan tes kesegaran jasmani, tekanan darah pada pasien hipertensi adalah 150/ 90 mmHg. Sesudah diberikan tes kesgaran jasmani, tekanan darah pada pasien hipertensi adalah 140/ 90 mmHg Ada pengaruh tes kesegaran jasmani terhadap tekanan darah sistolik pada pasien hipertensi (p-value 0,000 < 0,05) dan ada pengaruh tes kesegaran jasmani terhadap tekanan darah diastolik pada pasien hipertensi (p-value 0,000 < 0,05). Kesimpulan penelitian yaitu ada pengaruh tes kesegaran jasmani terhadap tekanan darah pada pasien hipertensi di Klinik Kesehatan Pusdikter. Disarankan tes kesegaran jasmani dilakukan secara komprehensif yang terdiri dari latihan fisik berupa latihan aerobic. Kekuatan, fleksibilitas, lari kecil, jalan kaki dan push up.
PENGARUH LATIHAN FISIK DAN VIRTUAL REALITY BERBASIS GAMES TERHADAP EFIKASI DIRI PASIEN STROKE DI RSUD BLORA Ika Puji Eviyanti; Diana Tri Lestari; Ashri Maulida Rahmawati
Nusantara Hasana Journal Vol. 5 No. 3 (2025): Nusantara Hasana Journal, August 2025
Publisher : Yayasan Nusantara Hasana Berdikari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59003/nhj.v5i3.1643

Abstract

Stroke is a leading cause of disability and death worldwide, including in Indonesia, impacting motor function decline and low patient self-efficacy. Conventional physical exercise is physically beneficial but is often considered monotonous, while game-based Virtual Reality (VR) offers interactive, fun, and motivating exercises. This study aims to determine the effect of a combination of physical exercise and VR on the self-efficacy of stroke patients. Self-efficacy, according to Bandura, is the belief in one's ability to complete a task. The combination of physical exercise and game-based VR is expected to provide a synergistic effect, increasing patient motivation and engagement. The research method used a quantitative quasi-experimental design with two groups: intervention (physical exercise + VR) and control (physical exercise only). The sample consisted of 35 stroke patients at Blora Regional Hospital, drawn by total sampling. The intervention was carried out for 7 days, 6 times a day, for 10 minutes per session. Self-efficacy was measured before and after the intervention using a questionnaire. Data analysis used the Wilcoxon and Mann-Whitney tests because the data were not normally distributed. The results showed that the intervention group experienced a significant increase in self-efficacy from moderate to high (p=0.001), while the control group showed no significant increase (p=0.076). Comparison between groups showed a significant difference (p=0.001), with higher scores in the intervention group. Game-based VR effectively increased self-efficacy through gradual success experiences, intrinsic motivation, and immediate feedback. Conventional physical exercise helped maintain motor function but had less impact on psychological aspects without the support of motivational stimulation. These results support the integration of VR in stroke rehabilitation programs. The combination of physical exercise and game-based VR effectively increased self-efficacy in stroke patients significantly compared to physical exercise alone. Recommendations provided include the implementation of game-based VR in nursing practice, further research with a larger sample size and intervention duration, and family support in implementing exercises to accelerate patient recovery.
Family Support and Self-Efficacy in The Management of Diabetes Mellitus Among The Elderly Faressya, Dessinnta; Hartinah, Dewi; Rahmawati, Ashri Maulida
Journal of Bionursing Vol 7 No 3 (2025): Journal of Bionursing
Publisher : Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.job.2025.7.3.16355

Abstract

Elderly individuals with diabetes mellitus often face challenges in managing their disease, which requires a high level of self-efficacy to consistently maintain a healthy lifestyle. Self-efficacy is crucial in managing diabetes treatment among elderly patients. Family support plays a significant role in helping elderly individuals with diabetes improve their self-efficacy or confidence in performing self-care activities. The aim of this study was to determine the relationship between family support and self-efficacy in managing diabetes mellitus among the elderly at Health Center A. This research used a correlational analytic design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 114 respondents selected through purposive sampling. The instruments used were validated and reliable questionnaires, namely the Family Support Questionnaire and the Diabetes Management Self-Efficacy Scale. Data were analyzed using the Spearman rank correlation test. The cross-tabulation results between family support and self-efficacy showed that among those who received good family support, the majority—45 respondents (69.23%)—had good self-efficacy, and half—24 respondents (50%)—had moderate self-efficacy.Meanwhile, among those who received poor family support, nearly half—20 respondents (30.77%)—had good self-efficacy, half—24 respondents (50%)—had moderate self-efficacy, and one respondent (100%) had low self-efficacy.Based on the Spearman’s rho test, a p-value of 0.024 (< 0.05) was obtained, indicating a significant relationship between family support and self-efficacy in elderly individuals managing diabetes mellitus at Health Center A in 2025.It is expected that families will continue to provide support to patients, thereby improving their self-efficacy.
Father Presence and Adolescent Attitudes toward Sexual Behavior Pusparatri, Edita; Rahmawati, Ashri Maulida; Jauhar, Muhamad; Khoirunnisa, Fania Nurul
Journal of Bionursing Vol 7 No 2 (2025): Journal of Bionursing
Publisher : Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.job.2025.7.2.16358

Abstract

The presence of fathers in children's lives, especially during adolescence, is one of the protective factors that can prevent children from risky behavior, including negative adolescent attitudes towards sexual behavior. This study aims to measure the relationship between father's presence and adolescents' attitudes towards sexual behavior. The research design used descriptive correlation with a cross sectional approach. The study was conducted at a high school in Kudus Regency in 2024. The research sample was 96 students through purposive sampling technique. The research instrument used the Father Presence Questionnaire (FPQ) and the adolescent attitude towards sexual behavior questionnaire which had been valid and reliable. Data analysis using chi square test. The results showed that the majority of adolescents had a positive attitude towards sexual behavior (56.3%). In addition, the majority of adolescents who had high father presence also showed positive attitudes towards sexual behavior (61.1%). However, there was no significant relationship between father's presence and adolescents' attitude towards sexual behavior (p = 0.276). Father's presence in childcare needs to be increased to achieve a good mental health condition in adolescents. Future research is expected to evaluate interventions that can improve the role of fathers in parenting adolescents.
Peduli Demensia Komunitas Terpadu (PEDEKATE) sebagai Upaya Deteksi Dini dan Pencegahan Demensia Berbasis Aplikasi Telepon Pintar Jauhar, Muhamad; Suwandi, Edi Wibowo; Pratama, Taftazani Ghazi; Rahmawati, Ashri Maulida
Jurnal Inovasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Indonesia Emerging Literacy Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53621/jippmas.v4i2.394

Abstract

Insiden demensia meningkat secara signifikan dengan bertambahnya usia. Satu kasus baru terjadi setiap tiga detik. Saat ini penanganan demensia hanya berfokus pada tenaga kesehatan tanpa adanya optimalisasi dalam pemberdayaan masyarakat. Organisasi Aisyiyah merupakan salah satu organisasi otonomi khusus perempuan Muhammadiyah yang berperan aktif dan peduli dengan kesejahteraan sosial dan kesehatan masyarakat. Tujuan kegiatan ini yaitu memberikan pemahaman dan kepercayaan diri kader peduli demensia dalam melakukan promosi dan deteksi dini demensia pada anggota Aisyiyah di Kabupaten Kudus. Kegiatan ini berbentuk pelatihan dan pembentukan kader peduli demensia serta prodi dan deteksi dini demensia pada anggota Aisyiyah. Kegiatan ini dilakukan pada bulan Agustus-Oktober 2024 di Seluruh PCA Kabupaten Kudus. Rangkaian Kegiatan mulai dari pelatihan dan pelantikan kader yang dilakukan selama 2 hari, kemudian promosi dan deteksi dini demensia dengan kunjungan pada 12 PCA di Kabupaten Kudus. Media yang digunakan materi power point, video edukasi dan aplikasi PEDEKATE. Variabel yang dinilai yaitu pengetahuan dan kepercayaan diri kader peduli demensia. Instrumen penelitian menggunakan Alzheimer’s Disease Knowledge Scale dan Self-Confidence about Dementia Care Skills. Analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa pengetahuan kader pada kategori baik dan kurang baik sejumlah 13 kader yaitu sebanyak 50%. Pada aspek kepercayaan diri mayoritas kader percaya diri sejumlah 15 kader (57,7%). Hal ini menjadi peluang untuk dapat melakukan upaya pencegahan demensia berbasis masyarakat dengan pemanfaatan aplikasi telepon pintar. Model intervensi ini dapat diintegrasikan dalam kegiatan Majelis Kesehatan Organisasi Aisyiyah Kabupaten Kudus, khususnya dalam upaya promosi kesehatan lansia.
Edukasi Peningkatan Pengetahuan Pencegahan Demensia Pada Anggota Aisyiyah Melalui Media Audiovisual Demensia Peduli (DELI) Rahmawati, Ashri Maulida; Tiara, Novi; Himawan, Rizka; Indanah, Indanah
Jurnal Inovasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Indonesia Emerging Literacy Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53621/jippmas.v4i2.396

Abstract

Demensia merupakan penyakit gangguan fungsi kognitif yang paling umum. Demensia pada lanjut usia memiliki tingkat insiden yang tinggi dan berkembang dengan cepat dan berat. Data Internasional, diperkirakan Indonesia memiliki jumlah penderita demensia sebesar 1,2 juta jiwa dan masuk dalam sepuluh negara dengan demensia tertinggi di dunia dan di Asia Tenggara. Tujuan dari dilaksanakannya Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah memberikan edukasi kesehatan terstruktur tentang pengetahuan terkait pencegahan demensia melalui video audio visual dengan harapan dapat membantu anggota aisyiyah untuk mengetahui resiko terjadinya demensia baik pada diri sendiri maupun orang terdekat di sekitarnya serta melakukan upaya pencegahannya dengan optimal. Metode pelaksanaan kegiatan PKM ini menggunakan pendekatan ABCD yang memanfaatkan sumber daya yang ada pada anggota PRA Jetak Kembang melalui 3 tahapan yaitu tahapan persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat DELI telah terlaksana pada tanggal 29 September 2024 di PRA Jetak Kembang Kabupaten Kudus berjalan dengan lancar dengan total 5o peserta. Variabel yang dinilai yaitu pengetahuan anggota aisyiyah terkait pencegahan demensia. Analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif. Dari hasil PKM didapatkan sebelum diberikan edukasi mayoritas anggota Aisyiyah di PRA Jetak Kembang berada pada kategori cukup sebanyak 33 anggota (66%). Media audio visual seperti video telah diakui sebagai alat yang efektif dalam menyampaikan informasi kesehatan. Model intervensi ini dapat diintegrasikan dalam kegiatan pengajian rutin Aisyiyah Kabupaten Kudus, khususnya dalam upaya promosi pencegahan terjadinya demensia.
Kombinasi Mindfulness Spiritual Islam dan Relaksasi Spiritual Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Psikologis Lansia Suwandi, Edi Wibowo; Rahmawati, Ashri Maulida; Himawan, Rizka; Jauhar, Muhamad
Jurnal Inovasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Indonesia Emerging Literacy Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53621/jippmas.v4i2.397

Abstract

Penurunan kondisi fisik dan psikis akibat proses menua menimbulkan berbagai masalah pada lansia sehingga mempengaruhi kesejahteraan psikologis. Kondisi rendahnya kesejahteraan psikologis tidak hanya berdampak pada kualitas hidup lansia, tetapi juga dapat memperburuk kondisi kesehatan fisik secara keseluruhan. Organisasi Aisyiyah dalam gerakan Desa Qoryah Toyyibah memiliki misi mewujudkan suasana keluarga yang tenang, tentram, dan sejahtera. Meskipun Organisasi Aisyiyah memiliki potensi yang besar untuk dapat berperan aktif dalam meningkatkan Kesehatan Psikologis pada lansia di Kabupaten Kudus, permasalahan utama yang dialami oleh organisasi Aisyiyah adalah masih minimnya pengetahuan anggota terkait penanganan masalah psikologis. Tujuan dari diadakannya pengabdian masyarakat pada organisasi Aisyiyah dengan terapi relaksasi spiritual dan mindfulness diharapkan dapat membantu lansia anggota Aisyiyah untuk memberikan dampak positif yang signifikan terhadap kesejahteraan psikologis dan kualitas hidup lansia. Metode pelaksanaan PKM terdiri dari beberapa tahapan yaitu tahap persiapan, pelaksanaan edukasi dan terapi diikuti pembentukan kader, serta tahap pendampingan kader dalam pelaksanaan terapi. Pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat kombinasi Mindfulness Spiritual Islam dengan Relaksasi spiritual telah terlaksana pada tanggal 30 September 2024 bekerjasama dengan PDA Aisyiyah Kabupaten Kudus berjalan dengan lancar dengan total 35 peserta. Variabel yang dinilai yaitu karakteristik lansia dan kesejahteraan psikologis. Analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif. Dari hasil identifikasi awal didapatkan mayoritas lansia memiliki tingkat kesejahteraan psikologis pada kategori buruk sebanyak 19 anggota (54,3%). Evaluasi hasil peningkatan kesejahteraan psikologis akan diprogramkan rutin satu bulan sekali pada saat pertemuan rutin bulanan. Mindfulness spiritual Islam mengajarkan individu untuk meyakini bahwa doa, usaha, dan pasrah kepada Tuhan adalah salah satu bentuk healing process.
The Role of Spiritual Mindfulness Therapy in Increasing Self-Confidence Among Adolescent Rahmawati, Ashri Maulida; Jauhar, Muhamad; Masithoh, Anny Rosiana; Pusparatri, Edita
Indonesian Journal of Health Research and Development Vol. 2 No. 3 (2024): Indonesian Journal of Health Research and Development (November)
Publisher : CV Media Inti Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58723/ijhrd.v2i3.253

Abstract

This study aimed to determine the influence of spiritual Mindfulness on increasing adolescent self-confidence. Evaluating the benefits of spiritual therapies such as mindfulness for the mental health of adolescents is highly needed. Adolescence is difficult to adjust to and is especially susceptible to declining self-confidence. Low self-confidence causes most adolescent crises in the current school system. Spiritual Mindfulness is an easy-to-use strategy that can help adolescents become aware of their problems without passing judgment, which reduces costs and saves time. The study design was a pre-experiment with a pre and post-test with the control group. In purposive sampling, the intervention and control students chose twenty-six respondents from senior high school students in Kudus. The research instrument used in this study was the Student Self-Confidence Questionnaire. The researcher conducted six 30-minute sessions of spiritual mindfulness therapy over two days. Research results showed the difference in self-confidence scores before and after the intervention in the intervention group was found statistically significant with a p-value of 0.013 (p < 0.05) and in the control group with a p-value of 0.000 (p < 0.05). The effect of spiritual mindfulness therapy on self-confidence was not statistically significant, with a p-value of 0.110 (p> 0.05). So, it can be concluded that Spiritual mindfulness therapy has no significant influence on self-confidence. The way spiritual mindfulness therapy is given to teenagers needs to be altered to see more noticeable improvements in self-confidence.