Claim Missing Document
Check
Articles

Fine Motor Occupational Therapy and Cognitive Outcomes in Children With Intellectual Disability: Terapi Okupasi Motorik Halus dan Hasil Kognitif pada Anak Tunagrahita Nafaza, Firna Malinda Putri; Masithoh, Anny Rosiana; Rahmawati, Ashri Maulida
Indonesian Journal of Innovation Studies Vol. 27 No. 1 (2026): January
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/ijins.v27i1.1826

Abstract

General Background: Children with intellectual disability experience persistent limitations in cognitive development that affect learning, attention, and daily functioning, necessitating structured therapeutic approaches within special education settings. Specific Background: Fine motor occupational therapy activities, particularly cutting and pasting, are assumed to engage hand–eye coordination, concentration, and visual–motor integration relevant to cognitive processes in children with intellectual disability. Knowledge Gap: Empirical studies examining cutting and pasting as a fine motor occupational therapy intervention for cognitive outcomes in children with intellectual disability remain limited. Aims: This study aimed to examine cognitive changes following fine motor occupational therapy using cutting and pasting activities among children with intellectual disability in a special school context. Results: A quasi-experimental design with pre-test and post-test control groups involved 67 participants assessed using the Bender–Gestalt test. Significant cognitive improvement was observed in the intervention group (p = 0.000), while the control group showed no significant change (p = 0.083). Post-intervention comparison demonstrated a significant difference between groups (p = 0.002). Novelty: This study provides empirical evidence on the application of cutting and pasting as a fine motor occupational therapy approach specifically targeting cognitive functions in children with intellectual disability. Implications: The findings support the integration of cutting and pasting activities as structured occupational therapy and nursing interventions in special schools to support cognitive development and functional independence among children with special needs. Highlights • Fine motor occupational therapy activities showed measurable cognitive changes in children with intellectual disability• Cutting and pasting tasks differentiated cognitive outcomes between intervention and control groups• Structured occupational therapy supported learning processes in special school settings Keywords Fine Motor Occupational Therapy; Cognitive Function; Cutting And Pasting; Intellectual Disability; Special Education
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Avil-Dismenorhea Terhadap Pengetahuan Remaja Putri Dalam Mengatasi Dismenorhea Nila Friscandani; Diana Tri Lestari; Ashri Maulida
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2913

Abstract

Dismenore terjadi akibat ketidakseimbangan hormon progesteron dalam darah, prostaglandin, dan faktor stress/psikologi. Dismenore dipengaruhi oleh faktor primer dan sekunder Usia, riwayat keluarga, indeks masa tubuh, status sosial ekonomi, pendidikan, merokok, dan penggunaan alkohol dapat mempengaruhi keparahan dismenore primer. Dismenore primer merupakan salah satu gangguan kesehatan reproduksi yang umum dialami oleh perempuan usia subur, terutama remaja dan dewasa muda. Jika tidak ditangani secara tepat, dismenore dapat menurunkan kualitas hidup, mengganggu aktivitas harian, menurunkan produktivitas akademik atau kerja, serta meningkatkan risiko gangguan psikologis seperti stres dan kecemasan. Selain itu, kurangnya pemahaman mengenai faktor-faktor yang memengaruhi keparahan dismenore, seperti usia, riwayat keluarga, indeks massa tubuh, status sosial ekonomi, tingkat pendidikan, kebiasaan merokok, dan konsumsi alkohol, dapat menghambat upaya pencegahan dan penanganan yang efektif. Oleh karena itu, penelitian ini penting dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berperan dalam keparahan dismenore primer, sehingga dapat dijadikan dasar dalam penyusunan intervensi yang tepat sasaran untuk meningkatkan kesejahteraan perempuan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan avil dismenorhea terhadap pengetahuan remaja putri dalam mengatasi dismenorhea di SMK Al-Falah Winong kabupaten Pati tahun 2025. Penelitian ini merupakanpenelitian kuantitatif dengan metode eksperimental yang melibatkan 42 responden, terdiri dari 21 responden kelompok intervensi dan 21 responden kelompok kontrol dengan total sampling berupa total sampling. Intrumen dalam penelitian ini adalah kuesioner tingkat pengetahuan dan media audio visual serta leaflet dismenorhea, analisis data menggunakan wilcoxon dan mann whitney. Hasil penelitian menunjukan adanya perubahan tingkat pengetahuan dimana sebelum intervensi tingkat pengetahuan kurang 23,8%,cukup 57,1% baik menjadi kurang 0%,cukup 9,5%, baik 38,1%, sangat baik 52,4% setelah intervensi. Sedangkan Uji Mann-Whitney nilai Z -8,789 dengan P value 0,001. Hasil uji beda pada kedua kelompok didapatkan nilai Z -8,789 dengan P value 0,001 dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan antara sebelum dan sesudah intervensi baik pada kelompok intervensi maupun kelompok kontrol dan ada pengaruh intervensi pendidikan kesehatan avil dismenorhea terhadap tingkat pengetahuan remaja putri.
Hubungan Penggunaan Gadget, Jumlah Saudara, Dan Penggunaan Dua Bahasa Dengan Speech Delay Pada Anak Usia 4-6 Tahun Di TK Budi Mulyo Segoromulyo Rembang Yunita Nur Afifah; Indanah Indanah; Ashri Maulida
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3382

Abstract

Speech delay merupakan kondisi perkembangan bahasa anak yang tidak sesuai dengan tahapan usia sebayanya. Anak dengan keterlambatan bicara berisiko mengalami hambatan dalam prestasi akademik, seperti kesulitan mengeja maupun membaca. Faktor yang diduga berhubungan dengan kondisi ini antara lain kebiasaan menggunakan gadget, jumlah saudara, serta penggunaan dua bahasa dalam kehidupan sehari-hari. Pemahaman terhadap faktor-faktor tersebut penting untuk mengetahui sejauh mana lingkungan keluarga dan kebiasaan anak dapat memengaruhi keterlambatan bicara.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penggunaan gadget, jumlah saudara, dan penggunaan dua bahasa dengan kejadian Speech delay pada anak usia 4–6 tahun di TK Budi Mulyo, Desa Segoromulyo, Kecamatan Pamotan, Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah tahun 2025. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan rancangan analitik menggunakan pendekatan cross sectional. Variabel independen terdiri dari penggunaan gadget, jumlah saudara, dan penggunaan dua bahasa, sedangkan variabel dependen adalah speech delay. Populasi penelitian adalah seluruh anak usia 4–6 tahun di TK Budi Mulyo, dengan teknik pengambilan sampel total sampling sehingga jumlah sampel sama dengan populasi. Kriteria inklusi meliputi anak berusia 4–6 tahun, kooperatif, dapat diajak berkomunikasi, dan bersedia menjadi responden. Kriteria eksklusi adalah anak yang hadir namun tidak bersedia menjadi responden atau menolak mengisi kuesioner.,Pengumpulan data dilakukan menggunakan lembar kuesioner Early Language Scale (ELS) yang berisi item untuk menilai kosakata serta pemahaman perintah sederhana. Penilaian dilakukan selama satu minggu. Analisis data menggunakan uji chi-square untuk mengetahui hubungan antara variabel independen dan dependen.
Gender, Occupation, Family Support and Self Care Behavior in Diabetes Mellitus Patients Widiawati, Endang; Hartinah, Dewi; Rahmawati, Ashri Maulida
Journal of Bionursing Vol 8 No 1 (2026): Journal of Bionursing
Publisher : Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.job.2026.8.1.16353

Abstract

It is estimated that cases of diabetes mellitus will continue to increase between 2030 and 2045. To prevent serious complications, good self-care behavior is essential, including maintaining a balanced diet, engaging in physical activity, conducting regular blood sugar checks, consistently taking medication, practicing proper foot care, and avoiding smoking. The purpose of this study was to determine the relationship between gender, age, and family support with self-care behavior among diabetes mellitus patients at A Kudus Health Center. This research used a correlational analytic method with a cross-sectional approach. The sample consisted of 61 respondents selected through purposive sampling.The data collection instruments included a demographic questionnaire, the Hensarling Diabetes Family Support Scale (HDFSS), and the Summary of Diabetes Self-Care Activities (SDSCA) questionnaire—all of which had been tested for validity and reliability. Data were analyzed using univariate and bivariate analyses, with the Spearman rank correlation test.The results showed a significant relationship between family support and self-care behavior among diabetes mellitus patients (p = 0.003; p < 0.05). However, there was no correlation between gender, occupation, and self-care behavior with p value; > 0.05. .
Effect of a Dementia Care Class on Knowledge of Community-Based Dementia Care among Informal Caregivers: A Pre-Experimental Study Tiara, Novi; Jauhar, Muhamad; Lestari, Diana Tri; Rahmawati, Ashri Maulida
Journal of Bionursing Vol 8 No 1 (2026): Journal of Bionursing
Publisher : Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.job.2026.8.1.16868

Abstract

Background. Dementia is developing rapidly, marked by the increasing prevalence of dementia in the world every year, in line with the growing number of the elderly population. Dementia causes dependence, reduced quality of life, and even disability. It is necessary to prevent and treat dementia by empowering informal caregivers. Objectives.This study aimed to determine the effect of a dementia care class on knowledge of community-based dementia care. Methods. A pre-experimental pretest–posttest design with a control group was employed. This research was conducted in the Work Area of the Kaliwungu and Dawe Health Centers, Kudus Regency. A sample of 24 informal caregivers for each intervention and control group was taken using purposive sampling. The research instrument used the Alzheimer's Disease Knowledge Scale (ADKS). The intervention dementia care class was conducted in 4 sessions on two days with a duration of 45-60 minutes per session. Wilcoxon and Man Whitney were used for data analysis. Results. The results showed a statistically significant increase in knowledge scores among informal caregivers in the intervention group compared to the control group with p-value = 0.001 (p <0.05). Conclusion. Dementia Care Class improves knowledge of informal caregiver. These learning models and media can be integrated into elderly posyandu and elderly health programs in healthcare facilities in community-based dementia management.
Pengaruh Terapi Mindfulness Meditation Terhadap Tingkat Stress Mahasiswa Tingkat Akhir di Universitas Muhammadiyah Kudus Aftiyarina, Naila; RM, Anny; Maulida R, Ashri
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 4 No 4 (2025): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol4.Iss4.2077

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengaruh terapi mindfulness meditation dengan teknik meditasi rasa syukur terhadap tingkat stres mahasiswa tingkat akhir di Universitas Muhammadiyah Kudus. Desain kuasi-eksperimental dengan kelompok kontrol non-ekivalen melibatkan 96 responden (48 intervensi, 48 kontrol) yang diukur menggunakan DASS-42. Intervensi dilaksanakan selama 4 minggu (2 kali per minggu, 60 menit per sesi). Hasil menunjukkan penurunan signifikan tingkat stres pada kelompok intervensi: 70,8% stres ringan dan 25% tanpa stres setelah terapi, dibandingkan tidak ada perubahan pada kelompok kontrol. Uji Wilcoxon signed rank menunjukkan p-value = 0,000 pada kelompok intervensi, dan uji Mann-Whitney mengkonfirmasi perbedaan signifikan antarkelompok (U = 0,000; p < 0,05). Mindfulness meditation dengan teknik rasa syukur efektif menurunkan stres pada mahasiswa tingkat akhir, memberikan intervensi praktis dan biaya rendah untuk dukungan kesejahteraan mental. Keterbatasan penelitian mencakai ketidakmampuan mengontrol seluruh variabel perancu dan kondisi lingkungan selama intervensi berlangsung.
Happiness and Physical Discomfort as Determinants of Quality of Life Among Nursing Home Residents: A Cross-Sectional Study Masithoh, Anny Rosiana; Murdhiono, Wahyu Rochdiat; Nordin, Rusli Bin Nordin; Rahmawati, Ashri MaulidaRahmawati
Journal of Applied Nursing and Health Vol. 8 No. 1 (2026): Journal of Applied Nursing and Health
Publisher : Chakra Brahmanda Lentera Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55018/janh.v8i1.555

Abstract

Background: QoL assessment is essential in delivering person-centered care for institutionalized older adults. However, evidence on the combined influence of happiness and physical discomfort on their QoL remains limited. This study aimed to examine the associations between happiness, physical discomfort, and QoL among nursing home residents. Methods: This cross-sectional study followed the STROBE guideline and was conducted at Nursing Home A in Jepara Regency. Of the 81 elderly residents, 68 participants were selected using Slovin’s formula and recruited through purposive sampling. Inclusion criteria were age ≥60 years, permanent residence in the nursing home, willingness to participate, and ability to communicate effectively. The independent variables were happiness and physical discomfort, while QoL was the dependent variable. The questionnaires were administered through face-to-face interviews to ensure comprehension. QoL was assessed using the SF-36, happiness using the Oxford Happiness Questionnaire (OHQ), and physical discomfort using the Visual Analogue Scale (VAS). Associations between variables were analyzed using Spearman’s rank correlation test. Results: The majority of elderly participants reported experiencing severe physical discomfort (33.8%) and demonstrated poor QoL (58.8%). A significant association was identified between physical discomfort and QoL (Spearman’s ρ = −0.37, 95% CI −0.56 to −0.14, p = 0.003). In addition, happiness was significantly correlated with QoL (Spearman’s ρ = 0.35, 95% CI 0.12 to 0.54, p = 0.004), with most participants who exhibited low happiness scores also reporting poor QoL. Conclusion: The findings underscore the importance of integrated nursing strategies that address both physical discomfort management and emotional well-being to improve elderly QoL. Routine assessment of discomfort and happiness should be incorporated into daily nursing care and institutional policies within nursing homes.
Socio Demographic Factors Related to Father Presence in Parenting Adolescents Edita Pusparatri; Ashri Maulida Rahmawati; Fania Nurul Khoirunnisa; Muhamad Jauhar; Gandi Siwitri; Dwi Febryanto
JURNAL INFO KESEHATAN Vol 23 No 4 (2025): JURNAL INFO KESEHATAN
Publisher : Research and Community Service Unit, Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/infokes.Vol23.Iss4.2165

Abstract

Father presence plays a crucial role in the emotional and psychological development of adolescents, yet various socio-demographic factors remain barriers to understanding the significance of fathers' role in parenting. Adolescents who grow up without their fathers are more vulnerable to mental health and social problems, which in turn impact their self-esteem and academic achievement. This study aimed to identify the strongest socio-demographic factors associated with the presence of fathers in the care of adolescents in Kudus District. This study used an observational analytic design with a cross-sectional approach, which was analyzed through the chi-square test and binary logistic regression. The sample consisted of 332 purposively selected high school students. Independent variables included gender difference with the child, parents' marital status, father's education, father's occupation, economic status and family function, while the dependent variable was the level of father’s presence in parenting. The results of the analysis showed that family function in parenting is the strongest social factor that positively influences father presence in adolescent parenting (OR = 6.651, p < 0.05). In addition, the demographic factor of marital status also positively influenced father’s presence in adolescent care (OR = 2.447, p < 0.05). Meanwhile, gender differences between father and child, father's education level, father's occupation, and economic status did not have a significant correlation. The study conclusion emphasizes the importance of integrating family functions in an effort to increase father's participation in parenting, as well as the implications for practice of community health workers, family health programs, and school based family programs.
MENINGKATKAN EFIKASI DIRI MENGHADAPI BENCANA MELALUI MINDFULNESS SPIRITUAL ISLAM PADA MASYARAKAT DI DAERAH RAWAN BANJIR Fariza Yulia Kartika Sari; Septiani Septiani; Ashri Maulida Rahmawati
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 7, No 2 (2025): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v7i2.2922

Abstract

Kesehatan mental masyarakat yang terdampak banjir perlu mendapatkan perhatian yang lebih. Beberapa warga desa Dorang yang  merupakan salah satu desa dari Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara yang rawan banjir, mengeluhkan merasa cemas setiap kali memasuki musim penghujan karena bencana banjir yang terus berulang dari tahun ke tahun. Salah satu upaya untuk mengatasi dampak psikologis pada korban bencana adalah pemberian terapi mindfulness spiritual yang bisa membantu meningkatkan efikasi diri sehingga individu memiliki keyakinan lebih akan kemampuannya untuk dapat mengatasi dan menghadapi situasi bencana. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini untuk meningkatkan efikasi diri dalam emnghadapi bencana pada masyarakat yang tinggal di daerah rawan banjir. Pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat telah terlaksana pada di PCNA Dorang berjalan lancar dengan total 18 peserta. Kegiatan dilaksanakan melalui 3 tahapan yaitu persiapan, pelaksanaan, dan Evaluasi. Berdasarkan hasil evaluasi setelah diberikan terapi mindfulness dapat ditemukan adanya peningkatan efikasi diri dalam menghadapi bencana pada peserta sebesar 2,61, namun peningkatan ini dinilai belum signifikan terapi mindfulness dapat diberikan selama 4 sesi dalam kurun waktu 2 minggu untuk mendapatkan hasil peningkatan efikasi diri yang signifikan. Oleh karena itu, dilihat dari besarnya manfaat yang diberikan, kader siaga bencana perlu menindaklanjuti pemberian mindfulness spiritual islam agar dapat menghasilkan peningkatan efikasi diri yang signifikan
PEMBERDAYAAN KADER PEDULI DEMENSIA DALAM UPAYA PROMOSI DAN DETEKSI DINI DEMENSIA MELALUI PEMANFAATAN APLIKASI TELEPON PINTAR DAN MEDIA AUDIOVISUAL Muhamad Jauhar; Edi Wibowo Suwandi; Ashri Maulida Rahmawati; Edita Pusparatri; Fitriana Kartikasari
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 7, No 2 (2025): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v7i2.2921

Abstract

Demensia menjadi salah satu ancaman Kesehatan masyarakat baik secara global maupun nasional. Hal ini didukung dengan meningkatnya angka morbiditas dan mortalitas khususnya pada kelompok usia lanjut. Penyakit tidak menular menjadi penyebab utama munculnya demensia pada hamper seluruh kelompok usia dan social masyarakat. Hal ini berdampak pada menurunnya kualitas hidup dan terganggungnya aktivitas sehati-hari. Perlu adanya partisipasi aktif dari masyarakat dalam menangani masalah ini. Tujuan kegiatan ini yaitu mendeskripsikan pengetahuan masyarakat tentang demensia dan fungsi intelektual pada kelompok risiko melalui pemberdayaan masyarakat. Bentuk kegiatan ini yaitu edukasi Kesehatan berbasis media audiovisual dan skrining demensia berbasis aplikasi telepon pintar.  Kegiatan ini dilakukan di 12 cabang aisyiyah di Kabupaten Kudus pada bulan Januari-Februari 2025. Sasaran kegiatan yaitu anggota aisyiyah di Kabupaten Kudus sebanyak 300 orang. Kegiatan ini dilakukan melalui pemberdayaan kader demensia yang terlatih. Aspek yang diukur yaitu pengetahuan tentang demensia dan fungsi intelektual menggunakan kuesioner dan formulir skrining yang tersedia di telepon pintar. Analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif. Hasil kegiatan menunjukkan mayoritas peserta memiliki fungsi intelektual utuh sebanyak 282 peserta (94%) dan setengahnya peserta memiliki pengetahuan baik tentang demensia sebanyak 162 peserta (54%). Pengetahuan yang baik dan fungsi intelektual utuh menjadi hal penting dalam upaya pencegahan demensia di masyarakat. Model intervensi dan media edukasi ini dapat dikembangkan oleh fasilitas pelayanan Kesehatan.