Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Dementia Care Class Meningkatkan Sikap Caregiver Informal dalam Perawatan Demensia Berbasis Masyarakat Lestari, Diana Tri; Jauhar, Muhamad; Rahmawati, Ashri Maulida
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 19, No 2 (2023): Desember
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33658/jl.v19i2.344

Abstract

ENGLISHDementia develops rapidly as the number of elderly and degenerative diseases increases. Dementia makes the quality of life reduced so it needs efforts to prevent and treat dementia. Handling is carried out comprehensively, so there is a need for informal caregiver capacity building in community-based dementia care. The purpose of this study was to identify the effect of dementia care class on attitudes in community-based dementia care. The study design used pre-experiment with pre and post-test types with the control group. This research was conducted in the Kaliwungu and Dawe Health Center, Kudus Regency from October 2022 to April 2023. The study sample was 24 informal caregivers for each intervention and control group through purposive sampling techniques. The research instrument used the Alzheimer's Disease Knowledge Scale (ADKS) and the Dementia Care Attitude Scale (DCAS).  Data analysis using Mann Whitney. The results showed that there was an influence of dementia care class on informal caregiver attitudes in community-based dementia care with a value of p = 0.000 (p < 0.05). These learning models and media can be integrated into elderly posyandu and elderly health programs in health care facilities in community-based dementia management. INDONESIADemensia berkembang dengan cepat dan berat seiring meningkatnya jumlah lansia serta penyakit degeneratif. Demensia membuat kualitas hidup berkurang bahkan disabilitas sehingga perlu upaya pencegahan dan penanganan demensia. Penanganan dilakukan secara menyeluruh, sehingga perlu adanya program peningkatan kapasitas caregiver informal dalam perawatan demensia berbasis masyarakat. Tujuan penelitian ini yaitu mengidentifikasi pengaruh dementia care class terhadap sikap dalam perawatan demensia berbasis masyarakat. Desain penelitian menggunakan pre-eksperimen dengan jenis pre dan post-test with control group. Penelitian ini dilakukan di wilayah Kerja UPTD Puskesmas Kaliwungu dan Dawe Kabupaten Kudus pada bulan oktober 2022-April 2023. Sampel penelitian sebanyak 24 caregiver informal untuk masing-masing kelompok intervensi dan kontrol melalui teknik purposive sampling. Instrument penelitian menggunakan Alzheimer’s Disease Knowledge Scale (ADKS), Dementia Care Attitude Scale (DCAS), dan Kuesioner Self-Confidence about Dementia Care Skills. Analisis data menggunakan Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh dementia care class terhadap sikap caregiver informal dalam perawatan demensia berbasis masyarakat dengan nilai p=0,000 (p<0,05). Model dan media pembelajaran ini dapat diintegrasikan dalam posyandu lansia dan program kesehatan lansia di fasilitas layanan kesehatan dalam manajemen demensia berbasis masyarakat.
DAHAGA: An Islamic spiritual mindfulness-based application to reduce depression among nursing students during the COVID-19 pandemic Dwidiyanti, Meidiana; Munif, Badrul; Santoso, Agus; Rahmawati, Ashri Maulida; Prasetya, Rikhan Luhur
Belitung Nursing Journal Vol. 7 No. 3 (2021): May - June
Publisher : Belitung Raya Foundation, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33546/bnj.1494

Abstract

Background: The COVID-19 pandemic significantly impacts students’ mental health. Most of them may experience depression. Due to restrictions and social distancing during the pandemic, counseling may not be applicable in detecting the problems. Therefore, an Islamic spiritual mindfulness-based application called DAHAGA is created in order to detect and reduce depression. It is believed that this innovative app could reduce mental health problems among students. Objective: This study aimed to determine the effect of DAHAGA on reducing depression among nursing students during the COVID-19 pandemic in Indonesia. Methods: This was a quasi-experimental study with a comparison group pretest/posttest design conducted from May to June 2020. Seventy students were selected using convenience sampling, of which 35 were assigned in an experimental group and a comparison group. The validated Indonesian Version-Beck Depression Inventory-II (BDI-II) was used for data collection. Paired t-test and independent t-test were used for data analysis. Results: There was a significant effect of DAHAGA on depression (p < 0.001). The level of depression after intervention (mean 11.49, SD 4.49) was lower than it before the intervention (mean 17.20, SD 4.94). Additionally, there was a significant difference in depression level between the experimental and comparison groups after the intervention with a p-value of < 0.001. Conclusion: The DAHAGA is proven effective in reducing depression. Therefore, this study offers a new and innovative app that fits with the COVID-19 pandemic to help Muslim students maintain their health status. The findings also support Islamic spiritual mindfulness as a part of nursing interventions among psychiatric nurses to deal with mental health problems, especially depression.
Dominant Factors Barriers to Hypertension Diet Management in Hypertension Sufferers Nisdayanti, Dela Amanda; Lestari, Diana Tri; Rahmawati, Ashri Maulida
Jurnal Keperawatan Priority Vol. 8 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/jukep.v8i1.6035

Abstract

Hypertension is a serious problem because it causes high morbidity and mortality. One indicator of successful management is diet management. Diet management is often an obstacle for hypertension sufferers. This study aimed to determine the dominant factors that inhibit hypertension diet management in hypertension sufferers in the working area of the Juwana Health Center. This research method used a correlation study with a cross-sectional design. The number of samples in this study was 65 respondents, using a total sampling technique with the inclusion criteria of hypertensive patients who were routinely checked on prolongs, hypertensive patients who implemented hypertension diet management, and hypertensive patients without comorbidities. The instruments used in this research are HKT (Hypertension Knowledge Test), FFQ (Food Frequency Questionnaire), FFS (Family Support Scale), PSS (Perceived Stress Scale), and HSMBQ (Hypertension Self Management Behavior Questionnaire). Data analysis used chi-square and simple logistic regression. The results of data analysis show that hypertension diet management is affected by knowledge (p: 0.003, OR: 2.764), dietary habits (p: 0.001, OR: 7.986), income (p: 0.004, OR: 2.098), family support (p: 0.001, OR: 9.986), and stress (p: 0.001, OR: 3.874). The most dominant factors are family support (p: 0.001, OR: 9.986, 95% CI: 0.653 < OR < 23.98). Family support is the most dominant factor affecting hypertension diet management. Positive system support is necessary for the patient's success in controlling blood pressure. Conclusion: There are factors that affected diet management of the hypertension: knowledge, dietary patterns, income, family support, and stress, with the dominant factor being family support.
Hubungan antara Body Image dan Self Esteemdengan Fear of Rejection Pada Remaja Putri di SMP Islam Al-Hikmah Mayong Kabupaten Jepara Permatasari, Inggit Dyah; Hartinah, Dewi; Rahmawati, Ashri Maulida
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.25817

Abstract

Peningkatan jumlah remaja di Indonesia berbanding lurus dengan meningkatnya masalah kesehatan mental. Banyak remaja yang mengalami Body Image negatif dan Self Esteem yang rendah, hal ini mempengaruhi kemampuan remaja dalam berinteraksi sosial, terutama terkait dengan rasa takut akan penolakan (Fear Of Rejection). Jika ketakutan ini tidak teratasi dapat menyebabkan kecemasan sosial, penarikan diri dan depresi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross section sampel diambil dengan Teknik stratified random sampling. Populasi pada penelitian ini sebanyak 237 siswi di SMP Islam Al-Hikmah Mayong dengan jumlah sampel 148 siswi. Pengumpulan data menggunakan kuesioner lalu dilakukan pengolahan data dengan pemeriksaan data (editing), pemberian kode (coding), memasukan data (entry data) dan dianalisis menggunakan chi square.
Hubungan Pola Asuh Ibu dengan Status Nutrisi Pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Undaan Kabupaten Kudus Oktasari, Fatika; Faridah, Umi; Rahmawati, Ashri Maulida
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.26277

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengidentifikasi pola asuh ibu pada balita di wilayah kerja Puskesmas Undaan Kudus. (2) Mengidentifikasi status nutrisi pada balita di wilayah kerja Puskesmas Undaan Kudus (3) Menganalisis hubungan pola asuh dengan dengan status nutrisi pada balita di wilayah kerja Puskesmas Undaan Kudus. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasi dan metode cross-sectional untuk mengungkap hubungan antara pola asuh ibu dan status nutrisi pada balita di wilayah kerja Puskesmas Undaan Kudus, yang meliputi Desa Undaan Kidul, Desa Kutuk, Desa Sambung, dan Desa Kalirejo. Berdasarkan penelitian ini disimpulkan bahwa Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dengan judul “Hubungan pola asuh ibu dengan status nutrisi pada balita di wilayah Kerja Puskesmas Undaan Kabupaten Kudus,” dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden, yakni 70,6%, di wilayah kerja Puskesmas Undaan Kabupaten Kudus memiliki pola asuh yang baik. Selain itu, sebagian besar responden balita, yaitu 72,1%, memiliki status gizi atau nutrisi yang baik. Penelitian ini juga menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pola asuh ibu dan status gizi atau nutrisi balita di wilayah kerja Puskesmas Undaan Kabupaten Kudus, dengan nilai p sebesar 0,001, yang lebih kecil dari 0,05.
Hubungan Glukosa Darah dan Depresi dengan Fatigue pada Diabetesi Tipe 2 Sholahudin, Mohammad; Lestari, Diana Tri; Rahmawati, Ashri Maulida
Indonesian Journal of Nursing Research (IJNR) Vol. 8 No. 1 (2025)
Publisher : Program Studi S1 Keperawatan Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijnr.v8i1.4007

Abstract

Fatigue in people with Diabetes Mellitus (DM) is a serious problem that can affect the patient's quality of life. Poor management of blood glucose levels often contributes to the emergence of physical and psychological complications, including depression and fatique. Depression in patients with type 2 diabetes not only worsens blood glucose control, but also increases the risk of continued fatigue, thereby lowering the patient's functional ability and motivation to undergo therapy. A deep understanding of the relationship between blood glucose levels, depression, and fatique is essential in nursing practice as a cornerstone in designing comprehensive management. This study aims to analyze the relationship between blood sugar levels, depression, and fatigue in patients with type 2 diabetes at the Juwana Health Center. This study is a quantitative research with a cross-sectional design. The sample size was 65 respondents, using the Total Sampling technique with criteria, patients with type 2 DM, willing to participate in the study by signing an informed consent, active in prolific activities, not experiencing severe mental disorders, cooperative, and able to communicate well. The research instrument used the Fatigue Assessment Scale (FAS) questionnaire and the Beck Depression Inventory II (BDI II), and glucometer (GCU). Data analysis using the Pearson test. The results showed that the average blood sugar level in the respondents was 210.75 mg/dL, but there was no significant relationship between blood sugar levels and fatigue (p = 0.683; r = 0.052). In contrast, a significant association was found between depression and fatigue levels (p = 0.000; r = 0.566), with an average depression score of 22.05 and a fatigue score of 24.63. These findings indicate that fatigue in type 2 DM patients is more influenced by psychological factors such as depression than by blood sugar levels themselves. Abstrak Fatigue pada orang dengan diabetes mellitus (DM) merupakan masalah serius yang dapat mempengaruhi kualitas hidup pasien. Pengelolaan kadar glukosa darah yang tidak optimal seringkali berkontribusi pada munculnya komplikasi fisik maupun psikologis, termasuk depresi dan fatique. Depresi pada pasien DM tipe 2 tidak hanya memperburuk kontrol glukosa darah, tetapi juga meningkatkan risiko fatique yang berkelanjutan, sehingga menurunkan kemampuan fungsional dan motivasi pasien dalam menjalani terapi. Pemahaman yang mendalam mengenai hubungan antara kadar glukosa darah, depresi, dan fatique sangat penting dalam praktik keperawatan sebagai landasan dalam merancang penatalaksanaan yang komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kadar glukosa darah, depresi, dan fatigue pada penderita DM tipe 2. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Jumlah sampel 65 responden, menggunakan teknik Total Sampling dengan kriteria, pasien DM tipe 2, bersedia mengikuti penelitian dengan menandatangani informed consent, aktif dalam kegiatan prolanis, tidak mengalami gangguan mental yang berat, kooperatif, serta dapat berkomunikasi dengan baik. Instrumen penelitian ini menggunakan  kuesioner Fatigue Assesment Scale (FAS) dan Beck Depression Inventory II (BDI II), dan glucometer (GCU). Analisis data menggunakan uji pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kadar glukosa darah sewaktu responden adalah 210,75 mg/dL, namun tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kadar glukosa darah dengan fatigue (p = 0,683; r = 0,052). Sebaliknya, ditemukan hubungan yang signifikan antara tingkat depresi dan fatigue (p = 0,000; r = 0,566), dengan rata-rata skor depresi sebesar 22,05 dan skor fatigue 24,63. Temuan ini mengindikasikan bahwa kelelahan pada diabetesi tipe 2 lebih dipengaruhi oleh faktor psikologis seperti depresi dibandingkan dengan kadar glukosa darah itu sendiri.
Asuhan Keperawatan pada Klien dengan Sistemik Lupus Erimatosus Novita, Ardelia; Suwandi, Edi Wibowo; Rahmawati, Ashri Maulida
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 20th University Research Colloquium 2025: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistemic Lupus Erythematosus (SLE) adalah penyakit inflamasi autoimun multisistem kronik yang ditandai dengan kerusakan jaringan akibat deposit autoantibodi dan kompleks imun. Penyakit ini lebih umum terjadi pada wanita usia produktif dan memiliki manifestasi klinik yang bervariasi, serta prognosis yang beragam. Data global WHO menunjukkan insiden SLE mencapai 5,14 per 100.000 orang per tahun, dengan prevalensi yang bervariasi di berbagai negara, termasuk Indonesia. Berdasarkan data pada tahun 2022 di jawa barat sendiri, Terdapat lebih dari 30.000 orang penderita SLE. Sementara itu, tercatat sekitar 3000 orang di kota bandung dan tidak di ketahui angka prevalensi secara pastinya. Prevalensi SLE diperkirakan mencapai 10,5% di RS Hasan Sadikin Bandung, dengan angka mortalitas yang meningkat, terutama akibat infeksi. Penyebab SLE masih belum sepenuhnya dipahami, namun faktor genetik, lingkungan, dan hormonal berkontribusi terhadap perkembangan penyakit ini. Tahapan asuhan keperawatan berisi pengkajian, diagnosaa keperawatan, rencana keperawatan, implementasi keperawatan, dan evaluasi keperawatan. Lokasi pengambilan kasus di lakukan di ruang fresia RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung pada bulan November 2024. Teknik pengumpulan data yang diambil yaitu wawancara, observasi, dokumentasi, studi Pustaka, dan pemeriksaan fisik dengan menggunakan teori keperawatan orem. Berdasarkan pengkajian pasien Perempuan berusia 22 tahun, terjadi kelemahan otot disertai rasa nyeri pada ekstermitas bawah dengan nilai skala otot sebelah kanan 3 dan kiri 4. Diagnosa keperawatan yang muncul yaitu nyeri akut, gangguan mobilitas fisik, dan ansietas. Perencanaan dan Tindakan keperawatan yaitu mengajarkan Latihan gerak ROM pasif dan mengajarkan cuci tangan 6 langkah. Evaluasi yang didapatkan adalah nyeri akut dan ansietas dapat teratasi,sedangkan gangguan mobilitas fisik membaik dengan nilai kekuatan skala otot ekstermitas bawah sebelah kanan 4 dan kiri 4. Pemberian asuhan keperawatan dapat menurunkan keluhan dan mempercepat proses penyembuhan pasien sehingga masalah dapat teratasi. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih baik mengenai strategi perawatan yang efektif untuk pasien SLE.
Asuhan Keperawatan pada Klien dengan Stroke Infark Haryani, Kharisma; Suwandi, Edi Wibowo; Rahmawati, Ashri Maulida
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 20th University Research Colloquium 2025: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stroke merupakan salah satu isu kesehatan yang terus menjadi perhatian di seluruh dunia. Penyebab Stroke yaitu hipertensi, hiperkolesterolemia, diabetes, merokok, obesitas, penyakit jantung, konsumsi alkohol berlebihan, aterosklerosis, penyalahgunaan obat. Stroke pada pasien memiliki dampak negatif pada kondisi fisik, produktivitas dan ekonomi keluarga. Perlu adanya asuhan keperawatan yang berkualitas pada kasus Stroke Infark. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan status kesehatan pasien melalui tindakan asuhan keperawatan. Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan hasil Asuhan Keperawatan pada Ny. A dengan Stroke Infark di ruang Azalea RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung. Studi kasus asuhan keperawatan pada Ny. A dengan Stroke Infark di ruang Azalea RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung pada bulan Desember 2024. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cara convineience sampling method (non-probability sampling technique). Teknik pengumpulan data: wawancara, observasi, dokumentasi, studi pustaka dan pemeriksaan fisik. Berdasarkan pengkajian pasien perempuan berusia 58 tahun, mengalami kelemahan pada ekstremitas kanan atas dan bawah. Diagnosis keperawatan yang muncul yaitu risiko perfusi serebral tidak efektif, gangguan mobilitas fisik, gangguan komunikasi verbal, dan defisit perawatan diri. Pada Karya Tulis Ilmiah ini fokus pada satu diagnosa yaitu gangguan mobilitas fisik. Perencanaan dan tindakan keperawatan yaitu identfikasi toleransi fisik, monitor kondisi umum selama melakukan mobilisasi, latihan Range Of Motion (ROM) pasif pada pasien, dan ajarkan mobilisasi latihan Range Of Motion (ROM) pasif pada keluarga. Evaluasi yang didapatkan adalah gangguan mobilitas fisik belum teratasi. Pemberian asuhan keperawatan dapat membantu menurunkan keluhan dan mempercepat proses penyembuhan pasien, meskipun masalah belum dapat teratasi tetapi terdapat peningkatan terhadap keadaan pasien yaitu terjadi peningkatan kekuatan otot diekstremitas atas dan bawah dari 1 menjadi 2.
Asuhan Keperawatan pada Tn. Z dengan Post Orif Fraktur Clavicula Dextra di Ruang Kana RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung Putri, Nabela Amandha; Rahmawati, Ashri Maulida; Yulisetyaningrum, Y
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 20th University Research Colloquium 2025: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecelakaan dapat terjadi kapan saja dan dimana saja. Sistem muskuloskeletal yaitu sistem manusia yang terdiri dari tulang, sendi, otot serta berbagai pendukung seperti tendon, ligamen, fasia dan bursa. Fraktur atau patah tulang adalah suatu kejadian yang kerap dialami akibat trauma atau benturan fisik. Kejadian ini dapat mengakibatkan kecacatan bahkan komplikasi serius. Patah tulang selangka atau fraktur clavicula adalah kondisi dimana tulang selangka mengalami retakan atau patah. Pengetahuan pertolongan kasus patah tulang menjadi poin penting untuk mencegah memburuknya kondisi korban. Pada pasien dengan patah tulang biasanya dilakukan tindakan pembedahan seperti ORIF yang bertujuan untuk mengembalikan fungsi pergerkan tulang serta stabilisasi tulang terjaga, sehingga pasien dapat kembali melakukan aktivitasnya dengan baik. Penelitian menggunakan studi kasus untuk menggali prioritas masalah. Penggalian data menggunakan cara wawancara, observasi, dan pemeriksaan fisik. Diagnosa Nyeri Akut berhungan dengan agen pencedera fisik (trauma pada tulang) (D.0077). Intervensi dilakukan selama 3x8 jam dengan Manajemen nyeri (I.08238). Hasil mengidentifikasi lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas, intensitas nyeri pada hari terakhir pasien mengalami penurunan dari skala 5 menjadi skala 3. Kesimpulan, masalah keperawatan nyeri akut belum dapat teratasi sepenuhnya. Diharapkan keluarga pasien memberikan support terhadap pasien sehingga dapat memaksimalkan proses asuhan keperawatan.
Asuhan Keperawatan pada Klien dengan Pansitopenia Maula, Nofiatul; Rahmawati, Ashri Maulida; Yulisetyaningrum, Y
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 20th University Research Colloquium 2025: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pansitopenia adalah kelainan langka yang ditandai dengan penurunan yaitu hemoglobin, leukosit dan trombosit. Penyebab pansitopenia manifestasi dari berbagai penyakit lain, seperti anemia aplastik, infeksi, penyakit autoimun, serta kondisi yang bersifat genetik atau akibat malnutrisi. Pansitopenia berdampak negatif pada kondisi fisik dan produktivitas pasien, sehingga memerlukan penanganan keperawatan yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan asuhan keperawatan pada Tn. A yang dirawat di ruang Fresia 2 RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung pada Desember 2024. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cara convineience sampling method (non-probability sampling technique). Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dokumentasi, studi pustaka, dan pemeriksaan fisik. Hasil pengkajian menunjukkan pasien, perempuan 44 tahun, mengalami lemas, pandangan kabur saat berpindah posisi, kesemutan, penurunan nafsu makan, dan penurunan berat badan dalam dua bulan terakhir. Fokus intervensi dalam karya tulis ini adalah pada diagnosa keperawatan Defisit Nutrisi. Tindakan keperawatan yang diberikan meliputi identifikasi status nutrisi, pemantauan asupan makanan dan berat badan, pemberian makanan tinggi kalori dan protein, edukasi diet, serta kolaborasi dengan ahli gizi. Evaluasi menunjukkan bahwa defisit nutrisi teratasi sebagian. Hasil ini menegaskan bahwa asuhan keperawatan yang tepat dapat membantu mengurangi gejala dan mempercepat pemulihan pasien dengan pansitopenia.