Claim Missing Document
Check
Articles

UPAYA PENCEGAHAN BENCANA SOSIAL DI KOTA AMBON MALUKU SEBAGAI LESSON LEARNED ATAS KONFLIK AGAMA TAHUN 2011 UNTUK MENDUKUNG KEAMANAN NASIONAL Mulyana, Agus; Kusuma, Kusuma; Bangun, Ernalem; Widodo, Pujo; Wilopo, Wilopo
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 4 (2023): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v10i4.2023.1818-1826

Abstract

Kota Ambon merupakan kota yang pernah mengalami bencana sosial konflik lintas agama pada tahun 1999 dan yang terakhir tahun 2011. Sampai dengan penelitian ini dilakukan, kota Ambon secara kondisi faktual merupakan daerah rawan konflik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya yang telah dilakukan sebagai lesson learned dalam mencegah terjadinya kembali bencana sosial tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, pengumpulan data dengan wawancara terstruktur didukung pengamatan dan telaah dokumen. Subyek penelitian ini adalah aparat TNI yang telah berdinas lebih dari 15 tahun dan menjadi pelaku dalam pengamanan terhadap konflik antar agama di Kota Ambon tahun 2011 sebagai informan. Hasil penelitian bahwa upaya yang dilakukan pada tahap tanggap darurat melalui penguasaan media massa dan respon cepat aparat keamanan secara persuasif dari TNI/Polri. Sedangkan pada tahap pasca bencana dilakukan dengan pelestarian budaya kearifan lokal Pela Gandong, peningkatan ekonomi masyarakat, peningkatan kecerdasan budaya melalui sektor pendidikan serta memberantas peredaran minuman keras. Pemahaman tentang fenomena konflik agama sebagai bencana sosial di masa lampau dapat dijadikan pembelajaran sebagai upaya pencegahan bencana di wilayah Kota Ambon Maluku serta daerah lain yanng memiliki potensi ancaman dan kerentanan yang sama di masa mendatang. Kata Kunci: Bencana Sosial, Ambon, Penanggulangan Bencana. 
PERAN BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH DALAM MENANGGULANGI RISIKO BENCANA TANAH LONGSOR DI KABUPATEN SINJAI Evans Randongkir, Roling; Widodo, Pujo; Maarif, Syamsul; Kurniawan, Lilik; Bangun, Ernalem; Wilopo, Wilopo
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 2 (2025): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i2.2025.722-729

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk melihat gambaran dari distribusi frekuensi dari masing-masing variabel yang diteliti. Hasil analisis ini akan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi untuk memudahkan interpretasi sebagai temuan penelitian. Peran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dalam menanggulangi risiko bencana tanah longsor di Kabupaten Sinjai sudah baik, ini terlihat dalam peranan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dalam penerapan prinsip-prinsip manajemen bencana yang baik, ini terlihat dari bagaimna pemerintah melakukan kerja sama dengan bebagai instansi yang ada di pemerintahan Kabupaten sinjai dalam melakukan proses penanggulangan bencana yang terjadi di Kabupaten Sinjai yang di dasarkan pada koordinasi yang baik dan saling mendukung. Kerjasama Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan masyarakat dalam menanggulangi risiko bencana tanah longsor sudah baik, sebagaimana diketahui masyarakat ikut berpartisipasi dalam ikut penyuluhan/sosialisi yang dilakukan oleh pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) ataupun instansi/dinas terkait lainnya, masyarakat juga ikut dalam menjaga pondasi penahan tebing yang telah dibangun sebagai penopang tebing yang curam agar tidak terjadi pengikisan yang dapat menyebabkan terjadinya erosi. Masyarakat juga selalu tanggap dalam menyikapi himbauan dari pemerintah seperti peringatan prabencana dan keikutsertaan dalam pengadaan logistik dan bahan pembuatan pondasi penahan tebing. 
UPAYA PENANGGULANGAN BENCANA OLEH MASYARAKAT DESA KECAMATAN JATINANGOR KABUPATEN SUMEDANG Muliandi Madjid, Mohd; Bangun, Ernalem; Risma Juni Saragih, Herlina; Wilopo, Wilopo
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 3 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i3.2024.1282-1286

Abstract

Salah satu kabupaten di  Kabupaten Sumedang, Jawa Barat yang mempunyai risiko bencana alam yang tinggi adalah kabupaten Jatinangor. Kabupaten Jatinangor dalam beberapa tahun terakhir dilanda berbagai bencana seperti banjir dan tanah longsor.  Sebagai responnya, pemerintah dan masyarakat telah menggalakkan upaya pencegahan bencana sebelum, saat, dan setelah bencana. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya penanggulangan bencana yang dilakukan oleh masyarakat desa kecamatan Jatinangor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif.  Hasil  penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat mempunyai peran pada setiap tahapan penanggulangan bencana: sebelum, saat, dan setelah bencana.  Namun masyarakat masih belum memahami bahwa kegiatan yang mereka lakukan  merupakan bentuk pencegahan bencana. Oleh karena itu, pemerintah daerah Kabupaten Sumedang dapat merancang program untuk memperkuat kapasitas masyarakat desa dalam menghadapi bencana baik sebelum, saat, dan setelah bencana.
Mitigasi Bencana Pasca Tambang Inkonvensional (TI) Darat: Perspektif Collaborative Governance Di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Atikah, Dina; Bangun, Ernalem; Subiyanto, Adi
JUPEIS : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 4 No. 4 (2025): JUPEIS: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jupeis.Vol4.Iss4.2000

Abstract

Penelitian ini mengkaji mitigasi bencana pasca aktivitas penambangan timah inkonvensional (TI) darat di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalui perspektif collaborative governance. Permasalahan utama yang diangkat adalah lemahnya regulasi terkait tanggung jawab reklamasi dan pemulihan lingkungan, sehingga aktivitas TI menimbulkan kerusakan ekosistem yang berpotensi memicu bencana ekologis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk mengelaborasi fenomena mitigasi bencana pasca penambangan TI melalui kolaborasi antara aktor negara dan non-negara, serta menelaah bagaimana upaya kolaboratif tersebut dapat mencegah bencana melalui keluaran kebijakan yang mempengaruhi pola tata lingkungan. Pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi yang diperoleh dari media lokal, peraturan daerah, serta wawancara dengan para pemangku kepentingan yang terlibat dalam mitigasi bencana pasca penambangan timah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata kelola kolaboratif mampu memperkuat koordinasi dan pengawasan lintas sektor, mendorong penataan regulasi pertambangan rakyat, serta memastikan pelaksanaan kewajiban pemulihan lingkungan pasca tambang. Dengan demikian, collaborative governance menjadi strategi penting dalam menyeimbangkan kepentingan ekonomi masyarakat dengan keberlanjutan lingkungan.
Enhancing Tsunami Disaster Risk Reduction Through Improved Evacuation Signage: A Case Study in Gorontalo Village, West Manggarai Regency, East Nusa Tenggara Alviandi, Donny; Ernalem Bangun; Arifuddin Uksan
International Journal of Education, Vocational and Social Science Vol. 4 No. 04 (2025): September - November, International Journal of Education, Vocational and Socia
Publisher : Cita konsultindo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63922/ijevss.v4i04.2554

Abstract

Labuan Bajo, with its stunning natural beauty, has become one of Indonesia’s premier tourism destinations. The Komodo Islands, exotic beaches, and rich local culture attract visitors from around the world. However, behind this beauty, Labuan Bajo also faces potential natural disaster threats, particularly in several areas such as Gorontalo Village. This village is located in a coastal zone that is vulnerable to tsunami risks. Therefore, it is crucial for the government and local community to improve awareness of tsunami hazards and to prepare effective mitigation measures. To minimize the adverse impacts of a potential tsunami disaster in Gorontalo Village, it is necessary to identify and recommend additional locations for installing tsunami evacuation signs.
Model Collaborative Governance untuk Mitigasi Bencana Hidrometeorologi di Deli Serdang Donny Alviandi; Ernalem Bangun; Arifuddin Uksan
Geosfera: Jurnal Penelitian Geografi Vol 4, No 2 (2025): Geosfera : Jurnal Penelitian Geografi
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/geojpg.v4i2.35600

Abstract

Deli Serdang Regency is one of the regions with a high level of vulnerability to hydrometeorological disasters such as flooding, tornadoes, and coastal abrasion. The complexity of its geographical characteristics, settlement expansion, and changes in land use require a collaborative approach to disaster governance. This study aims to analyze the implementation of Collaborative Governance in hydrometeorological disaster mitigation using the Ansell Gash model as the analytical framework. The research employs a qualitative-descriptive method through literature reviews, observations, and interviews with stakeholders at the regency and sub-district levels. The findings indicate that collaborative governance in Deli Serdang has been implemented in several aspects but remains suboptimal, particularly in the mitigation and preparedness phases. The study shows that the components of drivers, principled engagement, shared motivation, and capacity for joint action have not been fully internalized within the institutional structure of BPBD and its multi-stakeholder partners. This research offers recommendations to strengthen spatial-based collaborative governance and integrate geospatial data to enhance disaster mitigation efforts in Deli Serdang.
Navigating the Tension Between National Interests and Global Cooperation: Contemporary Governance Challenges in Defense and Security Bangun, Ernalem; Setiawan, Otto Trengginas; Widodo, Pujo; Yumasdaleni, Yumasdaleni
Jurnal Pertahanan: Media Informasi tentang Kajian dan Strategi Pertahanan yang Mengedepankan Identity, Nasionalism dan Integrity Vol 11, No 2 (2025)
Publisher : The Republic of Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jp.v11i2.19979

Abstract

In the contemporary landscape of global governance, persistent tensions exist between national strategic interests and the urgent need for international collaboration. Major global challenges such as climate change, digital security, and inequality demand coordinated responses across nations. Yet, state actors often prioritize sovereign goals, creating friction in efforts toward collective action. This study examines these tensions and evaluates the relevance of international institutions like the United Nations (UN) and World Trade Organization (WTO) amid shifting power dynamics, rising nationalism, and protectionist policies. Employing a qualitative descriptive approach through literature review, the research analyzes how the fragmentation of global governance undermines institutional effectiveness. The study emphasizes that developing countries are gaining influence due to demographic shifts and economic growth, highlighting the need for inclusive decision-making processes. Findings indicate a legitimacy crisis among international institutions struggling to adapt to these geopolitical shifts. The study concludes that overcoming structural polarization requires balancing national interests with cooperative global strategies. Strengthening institutional capacity and embracing inclusive policies are essential for ensuring long-term security, stability, and sustainability in an increasingly interconnected world.
Koordinasi Lintas Sektor Dalam Penanganan Covid-19 di Provinsi Riau Guna Mendukung Keamanan Nasional Onggo Cahyo Wibowo; Ernalem Bangun; Bambang Wahyudi; Pujo Widodo; Herlina Juni Risma Saragih
Jurnal Kewarganegaraan Vol 4 No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i4.4338

Abstract

Abstrak Konsep keamanan nasional berubah sesuai dengan perkembangan jaman. Covid-19 merupakan salah satu ancaman yang dapat mengganggu keamanan nasional. Covid-19 menjadi tanggung jawab bersama maka judul penelitian ini adalah Koordinasi Lintas Sektor Dalam Penanganan Covid-19 di Provinsi Riau. Metodologi yang digunakan pada penelitian adalah menggunakan metode penelitian kualitatif observatif dengan wawancara mendalam terhadap narasumber melalui kuliah kerja dalam negeri Universitas Pertahanan RI. Hasil dari penelitian ini yaitu Dalam penanggulangan bencana Covid-19, Pemerintah Daerah Provinsi Riau tidak hanya bekerja sendiri. Berbagai stakeholder dalam penangangan Covid-19 di Provinsi Riau ikut serta dimulai dari Pemerintah Daerah, BPBD di setiap Kabupaten/Kota, TNI/POLRI, dan berbagai stakeholder yang ikut membantu serta masyarakat itu sendiri. Setiap stakeholder yang terkait saling berkoordinasi dan bekerjasama dalam penanggulangan bencana Covid-19 di Provinsi Riau. Dimulai dari tahap pencegahan dan mitigasi, kesiapsiagaan, maupun pada saat tanggap darurat. Seluruh stakeholder bekerjasama untuk menekan penularan Covid-19 maupun untuk menekan angka kematian yang diakibatkan oleh Covid-19 dengan mempersiapkan penyebaran vaksin maupun mempersiapkan rumah sakit di setiap daerah dalam menangani Covid-19. Kata Kunci: Keamanan Nasional, Koordinasi Lintas Sektor, Covid-19, Provinsi Riau
Peran Pemerintah dan Organisasi non-Pemerintah dalam Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Erupsi Gunung Semeru Adela Oktavia Islami; Pujo Widodo; Ernalem Bangun; Herlina Juni Risma Saragih; Dimas Raka Kurniawan Putra
Jurnal Kewarganegaraan Vol 4 No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i4.4339

Abstract

Abstrak Bencana merupakan salah satu ancaman yang dialami seluruh negara yang dapat mengganggu keamanan nasional. Salah satu bencana yang terjadi di Indonesia adalah erupsi gunung api yang dikarenakan letak Indonesia yang berada di cincin api Pasifik. Gunung semeru termasuk gunung api aktif yang berada di Indonesia yang baru saja mengalami erupsi pada 4 Desember 2021. Dengan adanya erupsi tersebut tentunya mengharuskan pemerintah untuk menyelesaikan masalah tersebut. Namun, dikarenakan bencana erupsi Gunung semeru ini termasuk bencana yang besar, pemerintah memerlukan bantuan berbagai pihak salah satunya Organisasi Non- Pemerintah atau Non Government Organization. Maka, penelitian ini memiliki judul Peran Pemerintah dan Organisasi Non-Pemerintah. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif dengan metode kajian pustaka. Hasil dari penelitian ini adalah Pemerintah berperan aktif dalam melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi terhadap wilayah terdampak erupsi Gunung Semeru. Tidak hanya pemerintah, namun ada juga organisasi non-pemerintah yang membantu pemerintah dalam tahap pasca bencana ini. Pemerintah melakukan berbagai upaya untuk mengembalikan aktifitas masyarakat yang terdampak, dan organisasi non-pemerintah membantu pemerintah dalam membangun hunian sementara agar masyarakat dapat tinggal dilokasi yang sudah dipindah dari zona mera risiko bencana. Kata Kunci: Peran, Pemerintah, Organisasi Non-Pemerintah, Rehabilitasi, Rekonstruksi
Pemanfaatan SATAID untuk Analisis Kondisi Atmosfer saat Banjir di Kalukku Menggunakan Metode Numerical Weather Prediction Eka Alfred Sagala; Ernalem Bangun; Adi Subiyanto; Arizka Sri Asmita
Jurnal Kewarganegaraan Vol 7 No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v7i2.5456

Abstract

Abstrak Banjir akibat hujan ekstrem yang terjadi di Kalukku 11 Oktober 2022 merupakan kejadian terparah yang terjadi dibandingkan tahun–tahun sebelumnya. Oleh karena itu perlu dilakukan analisis kondisi atmosfer untuk mengetahui kondisi perawanan dan indeks labilitas atmosfer selama kejadian hujan lebat tersebut. Data yang digunakan untuk melakukan analisis adalah data citra satelit Himawari-8 dengan menggunakan data kanal inframerah dan data Numerical Weather Prediction (NWP) yang diolah menggunakan software SATAID. Metode NWP dipilih untuk menampilkan parameter labilitas atmosfer. Hasil analisis menunjukkan bahwa suhu puncak awan dari tampilan citra satelit megindikasikan pertumbuhan awan konvektif signifikan yang terjadi selama kurun waktu 06.00–08.30 UTC. Suhu puncak awan terendah yaitu -79 ºC yang terjadi sekitar pukul 07.00 UTC dan 08.00 UTC. Data citra satelit menunjukkan fase pertumbuhan awan mulai terjadi pada pukul 06.00 UTC hingga 11.00 UTC. Kondisi curah hujan tinggi diakibatkan oleh adanya pembentukan awan konvektif dan awan merata. Berdasarkan data indeks labilitas atmosfer yaitu K-Index (KI), Lifted Index (LI), Showalter Stability Index (SSI), dan Total-Totals Index (TTI) menunjukkan nilai yang cukup mendukung saat terjadinya hujan sangat lebat tersebut. Indeks labilitas atmosfer berada pada kategori lemah hingga sedang. Kondisi atmosfer labil terlihat terjadi pada pukul 06.00 UTC yaitu saat pembentukan awan mulai terjadi. Kemudian pada fase peluruhan awan terlihat kondisi atmosfer yang cenderung stabil. Hal ini menunjukkan bahwa software SATAID mampu mengolah data citra Satelit Himawari-8 untuk analisis kondisi atmosfer saat kejadian hujan ekstrem sehingga dapat digunakan sebagai pengetahuan untuk meminimalisir dampak apabila terjadi kejadian berulang. Kata Kunci: Banjir, NWP, SATAID, Labilitas Atmosfer Abstract Floods caused by extreme rains that occurred in Kalukku on October 11, 2022, were the worst events that have occurred compared to previous years. Therefore, it is necessary to analyze the atmospheric conditions to determine the condition of the cloudiness and the lability index of the atmosphere during the heavy rain event. The data used to carry out the analysis are Himawari-8 satellite image data using infrared channel data and Numerical Weather Prediction (NWP) data, which are processed using SATAID software. The NWP method was chosen to display atmospheric lability parameters. The results of the analysis show that the cloud top temperature from satellite imagery indicates significant convection cloud growth that occurs during the period 06.00–08.30 UTC. The lowest cloud top temperature is -79 ºC which occurs around 07.00 UTC and 08.00 UTC. Satellite imagery data shows that the cloud growth phase starts at 06.00 UTC and ends at 11.00 UTC. High rainfall conditions are caused by the formation of convective clouds and even clouds. Based on atmospheric lability index data, namely the K-Index (KI), Lifted Index (LI), Showalter Stability Index (SSI), and Total-Totals Index (TTI), this shows values that are sufficient to support when very heavy rains occur. The atmospheric lability index is in the weak to moderate category. Labile atmospheric conditions were seen to occur at 06.00 UTC, which is when cloud formation began to occur. Then, in the cloud decay phase, it can be seen that atmospheric conditions tend to be stable. This shows that the SATAID software is capable of processing image data from the Himawari-8 satellite to analyze atmospheric conditions during extreme rain events so that it can be used as knowledge to minimize impacts if recurring events occur. Keywords: Floods, NWP, SATAID, Atmospheric Lability
Co-Authors A Ahmad Achmed Sukendro Adela Oktavia Islami Adela Oktavia Islami Adela Oktavia Islami Adelia Rizki Widyasandra Admiral Musa Julius Agung Mulyo Utomo Agus Mulyana Agus Mulyana Agus Mulyana Agus Wibowo Alviandi, Donny Anindyajati, Albertus Digwijaya Arief Budiarto Arief Budiarto Arifuddin Uksan Arifuddin Uksan Arip Hidayat Arizka Sri Asmita Astuti, Nurul Indri Atikah, Dina Bambang Wahyudi Bambang Wahyudi Bambang Wahyudi Bondan Prakoso Cahyo Nugroho D Daryono Deffi Ayu Puspito Sari Digwijaya Anindyajati, Albertus Dimas Raka Kurniawan Putra Dimas Raka Kurniawan Putra Dohar Siantur Dohar Siantur Donny Alviandi Dwi Wulandari Dwi Wulandari Eka Alfred Sagala Eka Alfred Sagala Ermita Sari Evans Randongkir, Roling hal ichbhal Hal Ichbhal Hayu Nawang Hendrik Leopatty Herlina Juni Risma Saragih Herlina Juni Risma Saragih Herlina Juni Risma Saragih Herlina Juni Risma Saragih Herlina Juni Risma Saragih Herlina Juni Risma Saragih Herlina Juni Risma Saragih I Dewa Ketut Kerta Widana Ikhwan Syahtaria Ikhwan Syahtaria Ikhwan Syahtaria Ikhwan Syahtaria Joni Sulistiawan Juni Risma, Herlina Ketut Budiantara Kusuma Kusuma Kusuma Kusuma Kusuma, Kusuma Lilik Kurniawan Lukman Kharish M. Syamsul Maarif Mariska Natalia Rande Muhammad Iwan Kusumah Muhammad R Damm Muliandi Madjid, Mohd Mulya Imansyah N Nurkhasanah Nandini, Nandini Onggo Cahyo Wibowo Onggo Cahyo Wibowo Onggo Cahyo Wibowo Otto Trengginas Setiawan Panji Suwarno Prakoso, Lukman Yudho Presly Panusunan Simanjuntak pujo widodo Pujo Widodo Pujo Widodo Pujo Widodo Pujo Widodo, Pujo Purba, Ramses Steven Puspito Sari, Deffi Ayu Rachmatika, Anisa Nurur Ratna Alam Rio Khoirudin Apriyadi Risma Juni Saragih, Herlina Rudy Teguh Imananta Saragih, Herlina Juni Risma Setiawan, Otto Trengginas Sianturi, Dohar Subiyanto, Adi Suci Dewi Anugrah Suwarno, Panji Syamsul Maarif Tatok Yatimantoro Tri Winugroho Utami, Nurul Aulia Varecha, Prima Vitra Wahyu Kurniawan Waskito, Wasis Wibisono, Naufal Widyasandra*, Adelia Rizki wilopo wilopo Wilopo Wilopo Wilopo Wilopo Wilopo Wilopo, Wilopo Yumasdaleni Yumasdaleni Yumasdaleni, Yumasdaleni