Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

PENGARUH SELF ASESSMENT SYSTEM DAN WITHHOLDING TAX SYSTEM TERHADAP OPTIMALISASI PENERIMAAN PAJAK PENGHASILAN PASAL 21 PADA KANTOR PELAYANAN PAJAK (KPP) PRATAMA CIBITUNG Lintas; Erna
Jurnal Manajemen FE-UB Vol. 11 No. 1 (2023): Jurnal Manajemen FE-UB
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Borobudur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Taxes are the main source of state revenue and are the largest in the APBN. For this reason, taxes are a very important factor for state finances, especially to guarantee the continuous recovery of national development, in financing state spending, both for general financing purposes, and financing in the context of carrying out government functions. Besides that, revenue from the tax sector is a very potential source of funding because the government can collect funds appropriately through the collection or withholding of taxes based on applicable laws.   Keywords: Self Assessment System, Withholding Tax System, Optimization Of Income Tax Revenue Article 21
Analisis Strategi Implementasi Teknologi dalam Pendidikan Djusran Bachtiar; Erlina Neni Indriyani; Erna; Erviani; Faisal; Andi Warisno; Nila Wati Tajuddin
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 Nomor 02, Juni 2026 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.51712

Abstract

The rapid development of information and communication technology demands a fundamental transformation in education. Technology implementation is no longer just an option but a crucial strategy to enhance learning efficiency, accessibility, and quality. However, technology integration often faces technical constraints, human resource readiness, and uneven infrastructure. Therefore, a structured and comprehensive technology implementation strategy is required to ensure its utilization is optimal and sustainable. This article examines technology implementation strategies in education, covering planning aspects, human resource capacity building, infrastructure provision, and periodic evaluation. Through appropriate implementation strategies, educational institutions can optimize the digital ecosystem, expand access to learning materials, enhance pedagogical interactions, and prepare students with 21st-century competencies. The success of this implementation relies heavily on adaptive policy synergy and the commitment of all stakeholders.
KELEMBAGAAN PENDIDIKAN ISLAM: KONSEP, PERKEMBANGAN, TANTANGAN, DAN STRATEGI PENGUATAN DALAM ERA MODERN Etika Pujianti; Faisal; Djusran Bachtiar; Erlina Neni Indriyani; Erna; Erviani
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 Nomor 03, September 2026 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.63421

Abstract

Kelembagaan pendidikan Islam merupakan bagian integral dari sejarah perkembangan pendidikan yang memiliki peran strategis dalam membangun peradaban manusia. Lembaga pendidikan Islam tidak hanya berfungsi sebagai tempat berlangsungnya proses transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai institusi pembentukan karakter, penguatan nilai-nilai keagamaan, serta pemberdayaan sosial masyarakat. Dalam perkembangannya, kelembagaan pendidikan Islam mengalami transformasi dari bentuk tradisional seperti pesantren dan surau menuju lembaga pendidikan modern berupa madrasah, sekolah Islam terpadu, dan perguruan tinggi Islam. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis konsep kelembagaan pendidikan Islam, perkembangan historisnya, fungsi strategis, berbagai tantangan yang dihadapi, serta strategi penguatan kelembagaan dalam menghadapi era globalisasi dan digitalisasi. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis terhadap berbagai sumber literatur mengenai pendidikan Islam dan manajemen kelembagaan pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa keberhasilan lembaga pendidikan Islam sangat dipengaruhi oleh kemampuan adaptasi terhadap perubahan, profesionalisme pengelolaan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, inovasi pembelajaran, serta penerapan tata kelola pendidikan yang efektif. Penguatan kelembagaan pendidikan Islam diperlukan agar mampu menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi akademik, keterampilan profesional, dan karakter Islami yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat modern.
Implementasi Kanal Pengaduan Digital Berbasis Google Form dan QR Code di Desa Murung Abuin Kamarudin Kamarudin; Alfani Rahman; Ahmad Rizki Rahman Kamil; Yaskia Ariani; Erna; Luthfi Indrajid; Nazwa Audila Nassalwa; Wafikul Izah; Hana Rosita; Syarifah Nabila
Borneo Community Development Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/bcd.v6i2.1650

Abstract

Transformasi digital pada tingkat desa dapat digunakan untuk memperbaiki pencatatan dan akses terhadap kanal pelayanan publik. Di Desa Murung Abuin, penyampaian keluhan dan aspirasi masyarakat sebelumnya dilakukan secara langsung atau melalui komunikasi informal dan belum memiliki kanal digital yang terdokumentasi secara terstruktur. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengembangkan dan mengimplementasikan kanal pengaduan dan aspirasi masyarakat berbasis Google Form yang dapat diakses melalui QR Code. Pelaksanaan dilakukan melalui identifikasi permasalahan, perancangan formulir, sosialisasi, simulasi penggunaan, implementasi, dan evaluasi deskriptif bersama aparatur desa. Luaran kegiatan berupa formulir pengaduan digital, QR Code yang ditempatkan di kantor desa, posyandu, dan kantor Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta stiker akses yang dibagikan pada kegiatan masyarakat. Sistem memungkinkan data aduan masuk ke penyimpanan digital secara terstruktur, tetapi naskah belum menyediakan data kuantitatif mengenai jumlah penggunaan, waktu respons, atau penyelesaian aduan. Dengan demikian, program ini diposisikan sebagai langkah awal penyediaan kanal pengaduan digital yang masih memerlukan tata kelola akun, perlindungan data, monitoring penggunaan, dan mekanisme tindak lanjut yang konsisten.