Claim Missing Document
Check
Articles

PENGGUNAAN ZAT WARNA DAUN MANGGA LALIJIWO (Mangifera indica L) DALAM SEDIAAN PEWARNA RAMBUT Yuniarti, Rafita; Lubis, Minda Sari; Lubis, Zulkifli Ismail
Jurnal Farmanesia Vol 5 No 2 (2018): Jurnal Farmanesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hair is something that grows from within the skin, grows as horns, and is spread almost all over the skin of the body, face, and head, except on the lips, palms of the hands and soles of the feet. Mango leaves (Mangifera indica L) from the Anacardiaceae family are plants that contain anthocyanins, in which mango leaves are expressed in red, purple and blue colors. The purpose of this study was to determine that mango leaf dye (Mangifera indica L) can be used in hair dye preparations with the addition of pyrogalol, copper (II) sulfate, xanthan gum, and the concentration of mango leaf dye extract which produces a more intense color. dark.
FORMULASI SEDIAAN KRIM EKSTRAK ETANOL BUNGA KAMBOJA (Plumeria acuminata L.) DAN UJI AKTIVITAS ANTI ACNE Yuniarti, Rafita; Dalimunthe, Gabena Indrayani; Lubis, Minda Sari; Arianti, Sellin Arina
Jurnal Farmanesia Vol 8 No 1 (2021): Jurnal Farmanesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jf.v8i1.3415

Abstract

Cambodian flower (Plumeria acuminata L.) contains antioxidant and antibacterial properties, namely flavonoids, tannins, saponins, alkaloids, steroids and glycosides. Kanboja flower ethanol extract (EEBK) was formulated into cream preparations because it tends to be more desirable and more efficient in its use. The research objectives were to formulate frangipani flower ethanol extract as cream soap and to test its activity against acne-causing bacteria. The research methods included: phytochemical screening, simplicia characterization of frangipani flowers, maceration of ethanol extract of frangipani flowers with 96% ethanol solvent, test activity of extracts against acne-causing bacteria by agar diffusion, formulation of cream preparations, test activity of preparations against acne-causing bacteria by diffusion agar. , and evaluation of preparations included: organoleptic test, homogeneity test, pH test, physical stability test, emulsion type test, viscosity test, and irritation test on volunteers. Based on the research results, phytochemical screening of EEBK and frangipani flower simplicia powder has active compounds such as: alkaloids, flavonoids, saponins, tannins, steroids and glycosides. The results of the simplicia characterization of frangipani flowers have a water content of 7.99%, a water-soluble extract content of 26.22%, and an ethanol-soluble extract content of 10.57%. The cream evaluation results in the pH test ranged from 6.0 to 6.1, the viscosity test was between 208-226 mPas, and the physical stability test for 35 days did not change in color, smell, and shape. while the test results of antibacterial activity of the cream on the bacteria Propionibacterium acnes formula I with a concentration of 5% did not produce an inhibition zone, formula II with a concentration of 10% produced an inhibition zone of 8.95 mm -+ 3.79 and formula III with a concentration of 15% produced an inhibition zone of 15, 35 mm -+ 2.59. The conclusion of all the evaluation test results above meet the requirements according to the Indonesian National Standard (1994)
GAMBARAN KARAKTERISTIK PASIEN GAGAL GINJAL KRONIS STADIUM V YANG MENJALANI HEMODIALISIS Saragih, Aqilah Mutmainnah; Wahyuni, Sri; Yuniarti, Rafita; Indrayani, Gabena; Peri, Peri
Scientica: Jurnal Ilmiah Sains dan Teknologi Vol. 3 No. 1 (2024): Scientica: Jurnal Ilmiah Sains dan Teknologi
Publisher : Komunitas Menulis dan Meneliti (Kolibi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gagal ginjal kronis disebabkan karena ginjal tidak berfungsi secara normal dan hal ini akan mempengaruhi kerja sistem tubuh. Gagal ginjal kronis stadium V ditandai dengan perburukan fungsi ginjal yang tidak dapat diperbaiki yang mengharuskan pengobatan dengan terapi pengganti fungsi ginjal berupa hemodialisis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien gagal ginjal kronis stadium V yang menjalani hemodialisis di salah satu rumah sakit kota Medan. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian retrospektif dengan teknik pengambilan sampel Accidental sampling dengan jumlah sampel 72 pasien. Hasil penelitian ini menunjukkan karakteristik pasien hemodialisis berdasarkan usia dominan berusia 55-65 tahun sebanyak 23 pasien (31,9%); berdasarkan jenis kelamin didominasi pasien laki-laki sebanyak 50 pasien (69,4%); berdasarkan tingkat pendidikan yaitu pendidikan sedang sebanyak 60 pasien (83,3%); berdasarkan pekerjaan didominasi oleh pasien yang bekerja sebanyak 40 pasien (55,6%); berdasarkan status pernikahan didominasi pasien yang sudah menikah sebanyak 65 pasien (90,3%); berdasarkan durasi hemodialisis didominasi kategori lama yaitu lebih dari 24 bulan sebanyak 41 pasien (56,9%) berdasarkan penyakit penyerta yaitu hipertensi disertai anemia sebanyak 70 pasien (97,2%). Kesimpulan dari hasil penelitian ini yaitu pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis dominan berusia 56-65 tahun, berjenis kelamin laki-laki, pendidikan tamatan SMA, pasien bekerja dan sudah menikah, durasi hemodialisis di atas 24 bulan dan memiliki penyakit penyerta hipertensi dan anemia.
ANALISIS PENGARUH KARAKTERISTIK PASIEN TERHADAP EFEK SAMPING OBAT PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIS STADIUM V YANG MENJALANI HEMODIALISIS Samosir, Anzly Hasian; Wahyuni, Sri; Dalimunthe, Gabena Indrayani; Yuniarti, Rafita; Peri , Peri
Scientica: Jurnal Ilmiah Sains dan Teknologi Vol. 3 No. 1 (2024): Scientica: Jurnal Ilmiah Sains dan Teknologi
Publisher : Komunitas Menulis dan Meneliti (Kolibi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gagal ginjal kronis adalah keadaan yang menunjukkan turunnya fungsi ginjal selama lebih dari tiga bulan yang berpotensi yang dialami oleh berbagai macam karakteristik pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh karakteristik pasien terhadap efek samping obat pada pasien gagal ginjal kronis stadium V yang menjalani hemodialisis disalah satu Rumah Sakit di kota Medan. Desain penelitian yang digunakan adalah retrospektif dengan teknik pengambilan sampel yang dilakukan accidental sampling sebanyak 73 sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik pasien yang paling banyak mengalami gagal ginjal kronis stadium V yang menjalani hemodialisis adalah yang berusia 46-56 tahun sebanyak 24 pasien (32,9%), berjenis kelamin laki-laki 51 pasien (69,9%), jenjang pendidikan SMA sebanyak 61 pasien (83,6%), pasien yang bekerja sebanyak 40 pasien (54,8%) dengan durasi hemodialisis diatas dua tahun sebanyak 41 pasien (56,2%) dan dengan penyakit penyerta sebanyak 42 pasien (57,5%). Berdasarkan hasil penelitian ini nilai signifikansi hubungan usia dengan efek samping obat adalah p >0,05 (0,753), hubungan jenis kelamin dengan efek samping adalah p>0,05 (0,792), hubungan pendidikan dan efek samping yaitu p>0,05 (0,668), hubungan pekerjaan dengan efek samping p>0,05 (0,788), hubungan status pernikahan dengan efek samping p>0,05 (0,217), hubungan durasi hemodialisis dengan efek samping p>0,05 (0,571) dan hubungan penyakit penyerta dengan efek samping p>0,05 (0,388). Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan karakteristik pasien dengan efek samping obat tidak memiliki hubungan yang signifikan (p >0,05).
Produksi Protein Sel Tunggal dari Kultur Saccharomyces cerevisiae dengan Medium Limbah Cair Tahu Milwani Harahap; Yayuk Putri Rahayu; Minda Sari Lubis; Rafita Yuniarti
Vitalitas Medis : Jurnal Kesehatan dan Kedokteran Vol. 1 No. 2 (2024): April : Vitalitas Medis : Jurnal Kesehatan dan Kedokteran
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/vimed.v1i2.151

Abstract

Single Cell Protein (PST) is the term used for proteins originating from microbes such as fungi, algae, yeast and bacteria. Tofu liquid waste is an alternative medium that has the easiest source of carbohydrates, so it has the potential for the growth of Saccharomyces cerevisiae. The aim of this research is to determine whether tofu liquid waste can produce single cell protein from S. cervisiae culture and to determine differences in protein production with the addition of nutrients to the fermentation medium. The research method used is experimental research. The independent variables are MFLT1 medium (Tofu Liquid Waste Fermentation Medium with the addition of KH2PO4 nutrients and sugar) and MFLT2 medium (Tofu Liquid Waste Fermentation Medium with the addition of KH2PO4 nutrients; (NH4)2SO4 and sugar); as well as fermentation time on days 0, 2, 4 and 6. The dependent variables are analysis of protein content, cell dry weight, glucose content, pH and temperature. The data from this research were analyzed statistically using the two way Anova method. The results of this research obtained the highest protein content in MFLT2 medium at 0.52% (day 2); cell dry weight 0.49 grams; glucose level 1.3345%; pH 5.0 and temperature 25.5 ⁰C. Meanwhile, in MFLT1 medium, the highest protein content was obtained at 0.35% (4th day); cell dry weight 0.363 grams; glucose level 1.3342%; pH 4.7 and temperature 28.8 ⁰C. From the research that has been carried out, it can be concluded that tofu liquid waste can produce single cell protein from S. cerevisiae cultures and there are differences in protein production results with the addition of nutrients to the medium, where the results of the protein content in the MFLT2 medium are higher than the protein content in the MFLT1 medium.
Penentuan Konsentrasi Terbaik Hidrogel Tongkol Jagung (Zea Mays L.) dengan Karbopol 940 Menjadi Penurun Panas: Determination of the Best Concentration Formation of Corn Cob Hydrogel (Zea Mays L.) With Carbopol 940 Become Heat Lowering Ummu Safura Sirait; Gabena Indrayani Dalimunthe; Minda Sari Lubis; Rafita Yuniarti
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 5 No. SE-1 (2023): Spesial Edition J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v5iSE-1.2060

Abstract

Corn is called one of the leading commodities in the Jamin Ginting area, Medan Tuntungan, North Sumatra. This study was to determine whether hemicellulose can be used as a hydrogel base material and to obtain the best concentration of hydrogel formulation from the combination of hemicellulose on corn cobs (Zea mays L.) with carbopol 940 as a febrifuge preparation. Isolation of hemicellulose corn cobs was continued with hemicellulose characterization including organoleptic test, solubility test, and FTIR (Fourier Transform Infrared) test. The heat-reducing hydrogel preparations obtained were then tested for evaluation of preparations such as organoleptic tests, homogeneity, pH, weight uniformity and degree of development tests. For a good hydrogel formulation formula is formula 4. In the evaluation test of heat reducing hydrogel preparations for the homogeneity test results of all homogeneous formulas, the pH results, formulas F1 to F5 meet the requirements for the physiological pH range of the skin, namely 4.5-6.5. Conclusion: Corn cob hemicellulose gel can be used as a base or a combination of gel bases, and the best concentration is found in formulation 4, so that corn cob hemicellulose gel base is suitable as a hydrogel. Keywords: Hemicellulose, Hydrogel, carbopol 940, Corncob Abstrak Jagung disebut salah satu komoditas unggulan daerah Jamin Ginting, Medan Tuntungan, Sumatera Utara. Penelitian ini untuk mengetahui apakah hemiselulosa dapat digunakan sebagai bahan dasar hidrogel dan untuk mendapatkan konsentrasi formulasi hidrogel terbaik dari kombinasi hemiselulosa pada tongkol jagung (Zea mays L.) dengan karbopol 940 sebagai sediaan obat penurun panas. Isolasi hemiselulosa tongkol jagung dilanjutkan dengan karakterisasi hemiselulosa  meliputi uji organoleptik, uji kelarutan, dan uji FTIR (Fourier Transform Infrared). Sediaan hidrogel pereduksi panas yang diperoleh selanjutnya diuji evaluasi sediaan seperti uji orgnoleptik, homogenitas, pH, keseragaman bobot dan uji derajat perkembangan. Untuk formula sediaan hidrogel yang baik adalah formula 4. Pada uji evaluasi sediaan hidrogel pereduksi panas untuk hasil uji homogenitas semua formula homogen, Hasil uji pH, formula F1 hingga F5 memenuhi syarat rentang pH fisiologis kulit, yaitu 4,5-6,5. Kesimpulan: Hemiselulosa tongkol jagung dapat digunakan sebagai basa atau kombinasi basa gel, dan konsentrasi terbaik terdapat pada formulasi 4, sehingga basis gel hemiselulosa tongkol jagung cocok sebagai hidrogel. Kata Kunci: Hemiselulosa, Hidrogel, Karbopol 940, Jagung
Formulasi Sediaan Pasta Gigi Gel Nano Ekstrak Daun Kayu Putih (melaleuca leucadendra l.) sebagai Antibakteri Streptococcus mutans Rambe, Sitiapsah; Dalimunthe, Gabena Indrayani; Lubis, Minda Sari; Yuniarti, Rafita
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v8i1.3507

Abstract

Teknologi nanopartikel saat ini telah berkembang pesat baik dalam pengembangan sistem penghantaran obat maupun sediaan kosmetika, karena nanopartikel memiliki kelebihan yaitu, mampu menembus ruang-ruang antar sel, dan absorpsi yang lebih cepat. Masalah kesehatan gigi yang banyak terjadi adalah karies gigi salah satu mikroorganisme yang dapat menyebabkan terjadinya karies gigi adalah streptococcus mutans. daun kayu putih memiliki aktivitas antibakteri yaitu flavonoid, fenol, tanin dan terpenoid yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri.penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daun kayu putih (Melaleuca leucadendra L.) dapat diformulasikan dalam sediaan pasta gigi gel yang baik dan untuk mengetahui sediaan pasta gigi gel ekstrak daun kayu putih (Melaleuca leucadendra L.) efektif menghambat bakteri Streptococcus mutans. Uji aktivitas antibakteri pasta gigi gel daun kayu putih dilakukan dengan metode difusi agar modifikasi Kirby-Bauer. Dengan metode cakram yang dimana kertas cakram yang telah direndam pada sediaan pasta gigi gek ditempelkan pada media agar yang telah digoresi suspensi bakteri lalu di inkubasi selama 24 jam dengan suhu 37°C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai diameter zona hambat yang dihasilkan dari masing-masing formula yang berbeda. Diameter zona hambat pertumbuhan bakteri yang paling besar yaitu F3 (Formulasi dengan konsentrasi 12,5%) sebesar 20,4 mm dan yang paling kecil adalah F0 (Blanko tanpa ekstrak daun kayu putih) sebesar 10,7 mm.
Aktifitas Anti Bakteri Sediaan Foot Spray Ekstrak Kulit Jeruk Lemon (Citrus limon(L.)) dan Daun Teh (Camelia sinensis L(L.)) terhadap Staphylococcus epidermidis Zahara, Fitria Siti; Nasution, Muhammad Amin; Lubis, Minda Sari; Yuniarti, Rafita
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v8i1.3508

Abstract

Indonesia adalah salah satu Negara ber-iklim tropis yang memiliki 2 cuaca yaitu musim kemarau dan musim penghujan. Pada saat musim kemarau suhu melonjak derastis sehingga produksi keringat cenderung meningkat. Kaki adalah salah satu bagian tubuh yang banya mengeluarkan keringat, karena pada kaki sering ditutupi dengan penggunaan kaus kaki dan sepatu yang mengakibatkan bau kaki. Bau kaki menjadi permasalahan yang banyak dialami oleh masyarakat dimana bau kaki mengakibatkan hilangnya rasa percaya diri dan dapat mengganggu kenyamanan orang lain. Bau kaki sendiri disebabkan oleh adanya penumpukan keringat yang dipicu oleh bakteri pada permukaan kulit, salah satunya bakteri Staphylococcus epidermidis. Penelitian ini dilakukan degan metode eksperimental. Dimana kombinasi kulit jeruk lemon dan daun teh diformulasikan menjadi sediaan foot spray dengan beberapa konsentrasi ekstrak yaitu 0.5%, 1% dan 1,5%. Kemudian sediaan foot spray melewati uji evalusai sediaan dan uji aktifitas anti bakteri terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis.Hasil akhir penelitian menunjukkan sediaan footspray ekstrak jeruk lemon dan dauun teh telah melewati pengujian cycling test baik secara organoleptis yang meliputi bentuk, warna, aroma dan pH sediaan telah memenuhi persyaratan. Sedangkan untuk hedonic test formulasi yang paling diminati oleh sukarelawan adalah formula I dengan konsentrasi 0,5% dan dilakukan uji iritasi kepada sukarelawan, menunjukkan ketiga formulasi tidak menyebabkan iritasi pada kulit. Dalam pengujian aktivitas antibakteri dari ketiga formulasi, formula 1 dengan konsentrasi 0,5% menunjukkan aktifitas antibakteri termasuk kategori sedang, sedangkan pada formulasi 2 dan 3 dengan konsentrasi masing masing 1% dan 1,5% menunjukkan aktifitas antibakteri kuat dengan diameter zona hambat berturut-turut formula 1 dengan konsentrasi 0,5% 7,93mm, formula 2 dengan konsentrasi 1% 11,4mm, dan formula 3 dengan konsentrasi 1,5% 13,96mm terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis.
Formulasi dan Evaluasi Sediaan Shampo Nano Ekstrak Bonggol Nanas (ananas comosus (l.) Merr) Sebagai Antiketombe Lubis, Nurazizah; Lubis, Minda Sari; Yuniarti, Rafita; Rani, Zulmai
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v8i1.3509

Abstract

Bonggol nanas merupakan bagian tengah buah nanas, bonggol nanas positif mengandung meabolit sekunder flavonoid, alkaloid, saponin yang dapat bersifat sebagai antijamur. Malasezia furfur merupakan flora normal pada kulit kepala yang akan bersifat pathogen dan berkembang secara cepat dengan kelebihan kelenjar keringat. Pertumbuhan jamur Malasezia furfur secara cepat dapat menyebakan ketombe. Tujuan peneliitian ini adalah untuk mengetahui sedian Shampo ekstrak, nanoekstrak dan sedian nano ekstrak bonggol Nanas (Ananas comosus) memenuhi Uji Evaluasi fisik yang baik menurut SNI, dan apakah sedaian Shampo ekstrak, nanoekstrak dan sedian nano ekstrak bonggol Nanas (Ananas comosus) dapat menghambat pertumbuhan jamur Malasezia furfur. Penelitian ini menggunakan metode True Experimental. Pada penelitian ini bonggol nanas diekstraksi, ekstrak dinanopartikel dan diformulasikan menjadi sedian shampo ekstrak, nanoekstrak dan nanosedian ekstrak. pengukuran ukuran partikel sedian dengan Particle Size Analysis (PSA), uji evaluasi fisik sedian dan uji aktivitas antijamur terhadap jamur Malasezia furfur. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa ekstrak dan nanoekstrak dapat digunakan sebagai antiketombe dalam sedian shampo. Sedian shampo memenuhui uji evaluasi fisik yang baik sesuai SNI. Pada uji aktivitas antiketombe dimater daya hambat terhadap jamur Malasezia furfur yaitu Blanko memiliki daya hambat kategori lemah, sedian shampo ekstrak (21,21 mm), sedian shampo nanoekstrak (17,91 mm), dan nanosedian shampo nanoekstrak (14,11 mm), kontrol positif ketokonazol (22,55 mm), pembanding sedian shampo yang beredar dipasaran (18,88 mm) dan control negatif tidak memiliki daya hambat
ANALISIS DRUG RELATED PROBLEMS PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN TYPHOID FEVER DI RUMAH SAKIT X MEDAN Afifah, Puan Ibni; Sari, Syilvi Rinda; Lubis, Minda Sari; Yuniarti, Rafita
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.35298

Abstract

Demam tifoid (tipes) adalah suatu penyakit sistemik yang bersifat akut disebabkan oleh bakteri salmonella typhii. Berdasarkan data dari World Health Organization tahun 2019 terdapat 9 juta kasus demam tifoid setiap tahunnya, tingginya prevalensi kejadian demam tifoid serta dampak yang ditimbulkannya membawa akibat pada tingginya konsumsi obat. Kebutuhan antibiotik di rumah sakit yang meningkat tajam, hal ini memunculkan permasalahan pengobatan yaitu kejadian DRPs. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kejadian Drug Related Problems terhadap kondisi pasien demam tifoid di Rumah Sakit X Medan. Jenis penelitian ini deskriptif non eksperimental dengan menggunakan desain penelitian yang bersifat cross sectional. Pengambilan data secara retrospektif melalui penelusuran rekam medik pasien demam tifoid di Rumah Sakit X Medan. Pada penelitian ini memakai beberapa pengujian meliputi karakteristik pasien, jenis antibiotik yang dipakai, penggunaan obat rasional (POR), dan DRPs pasien demam tifoid. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa karakteristik pasien demam tifoid diperoleh sejumlah 200 pasien, untuk pemilihan antibiotik yang paling banyak dipakai golongan sefalosporin yaitu obat ceftriaxone sebanyak 867 obat, untuk POR yang kategori tepat diagnosa 189 dan tidak tepat diagnosa 11 pasien, untuk tepat indikasi penyakit 196 dan yang tidak tepat 4 pasien, hasil identifikasi DRPs yaitu terapi obat yang tidak perlu & tidak efektif (8,16%), terapi obat tambahan (38,78%), reaksi obat yang merugikan diantaranya efek samping obat (16,33%) dan interaksi obat (36,73%). Farmasis berkontribusi dalam penyelesaian masalah yang berkaitan dengan manajemen terapi antibiotik pada pasien demam tifoid sehingga pengobatan menjadi optimal.
Co-Authors A'dilah, Nur Adela Octi Dwiyani Adelia Ramadani Adjelie, Tiara Afifah, Puan Ibni Afriati, Nelsi Afrida Yeti Aliza, Ulfa Andjelie, Tiara Anggraini, Dea Puspa Ani Sutiani Anny Sartika Daulay Ariandi Arianti, Sellin Arina Asmarani, Asmarani Aula, Rizki Pebri Aulia Fitri, Aulia Aulia, Meisyah Awanis, Safirah Bilal, Mohd. Chairina Milda Cindy Marlina Tambunan Cut Erika Maulydya D. Elysa Putri Mambang D. Elysa Putri Mambang Dama Yanti, Fradilla Daniel Happy Putra Debi Meilani Dewa, Fasca Dewi Firmayani Dewi, Sri Harti Dikki Miswanda Dina Veranika Dinda Sari Utami Fahmi Fahmi Farida Yani Fauziah Zain Fithri Pulungan, Ainil Fitri Febriani Fitri, Raissa FRANSISKA, EVA Gabena Indrayani Dalimunthe Haris Munandar Nasution Hendraputra, Hardy Handoko Heru Adha Prayogo Humaira, Yara Hutagalung, Riris Br Hutagalung, Victor H Ika Fitriani Indah Nasution Indri Juliarni Inna Myesha Jurida, Wike Juwita, Sukma Karismawati Karlina Butar Butar Khairina Khairunnisa , Ardina Kiki Rawitri Linda, Rosa Lisda Mayanti Lubis, Minda Sari Lubis, Nurazizah Lubis, Zulkifli Ismail Luthfianida, Arifna M Pandapotan Nasution M. Naufal Rifqi M. Pandapotan Nasution Maharani, Suci Mambang, D Elysa Putri Maulana Putri, Yasinta Mayani, Nurhikma Maysarah, Aulya Metami Sihombing, Juliana Meylisa Pratami Br Sinaga Milwani Harahap Minda Sar Lubis Miranza, Nona Misna Rosalinda Hutabarat Muhammad Amin Nasution Muhammad Ari Mukhtizar Muhammad Pandapotan Nasution Muhammad Tegar Tri Rizky Muslim, Nur’Aini Jumah Nasri Nasri, Nasri Nasution, M. Pandapotan Natasya, Siti Adinda Nia Novranda Pertiwi Novi Yuliandari Novia Sari Novita Sari, Helsa Nur Asia, Nur Nur, Hijrotun Nuratika, Eli Nurfadilla, Kiki Nurliansyah, Nurliansyah Nursyafira, Arini Oktavia, Zela Pasaribu, Mesi Wilia Afrima Pasaribu, Mesi Willia Afrima Peri , Peri Peri, Peri Pertiwi, Rahma Purba, Juvantri Fablo Puspita, Dinda Dila Puteri, Cut Intan Annisa Putri Theresia Harianja Putri, Nadya Iwani Rahma Maulidia Fitri Rambe, Sitiapsah Reza Irma Riani, Nur Aslin Ricky Andi Syahputra Ridwan Taher Lubis Ridwanto Ridwanto Ridwanto Rifqi, M. Ainur Risma Fauziah Pasaribu Ritonga , Septi Ani Ritonga, Oktavia Rukmana, Siti Sagita Marina Simatupang Samosir, Anzly Hasian Saragih, Aqilah Mutmainnah Sari Lubis, Winda Sari, Syilvi Rinda Sartika Daulay, Anny Shinta Mida Ariani Harahap Siagian , Anggi Yani Sihotang, Laura Indah Restu silalahi, zahra salsabila Sindy Putri Utami Siregar , Runisya Maugin Utami Siregar, Hikmatussabaria Siregar, Rina Paramitha Siti Anisa Sri Harti Sri Mulia Ningsih Siregar Sri Murni Sri Natalia Saragih Sri Ria Ranti Sri Wahyuni Sulwiyatul K Sani Sunita, Della Syafa Nadira Ashiilah Syafirna, Nada Syahputra, Ricky Andi Syarifah Aulia Tasya Ardana Tia Nazilla Tri Damaiyanti Ummi Khairani Rambe Ummu Safura Sirait Vera Estefania Kaban Wahdaniati , Tri Wijiyaningsih, Dinda Wilda Septia Winda Aulia Yayuk Putri Rahayu Yayuk Putri Rahayu Yuni Sartika Zahara, Fitria Siti Zannah , Muhamad Zhafirah, Rana Ziza Putri Aisyia Fauzi Zulhij, Fizrya Zulmai Rani