Claim Missing Document
Check
Articles

Penentuan Nilai Spf (Sun Protection Factor Ekstrak Etanol Buah Karamunting (Rhodomyrtus Tomentosa (Aiton) Hassk Siregar, Hikmatussabaria; Rafita Yuniarti; Gabena Indrayani Dalimunthe; Minda Sari Lubis
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 3 No. 2 (2024): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/farmasainkes.v3i2.2819

Abstract

Buah karamunting (Rhodomyrtus tomentosa (Aiton) Hassk) adalah salah satu buah yang mengandung senyawa fenolik sehingga memiliki aktivitas antioksidan dan berperan sebagai fotoprotektor karena memiliki kemampuan menyerap sinar UV. Kemampuan ini dimanfaatkan dalam kosmetik sebagai tabir surya. Sediaan tabir surya digunakan untuk memantulkan atau menyerap sinar UV dari sinar matahari sehingga dapat mencegah kerusakan pada kulit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui golongan senyawa kimia metabolit skunder yang terkandung pada simplisia dan ekstrak etanol buah karamunting, mengetahui nilai SPF ekstrak etanol buah karamunting dan kekempuannya sebagai tabir surya. Metode yang digunakan pada penelitian metode eksperimental. Buah segar karamunting diuji makroskopis, simplisia buah karamunting di uji karakteristik, dilakukan uji skrinig fitokimia pada simplisia dan dan ekstrak etanol buah karamunting, penentuan nilai SPF menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buah segar karamunting berbentuk bulat agak lonjong bau khas warna ungu tua. Karakteristik simplisia buah karamunting memiliki kadar air 6 %, kadar sari larut dalam air 14%, kadar sari larut dalam etanol 3,7%, kadar abu total 1,416%, kadar abu tidak larut asam 0,224%, secara keseluruhan memenuhi standar MMI. Skrining fitokimia simplisia dan ekstrak etanol buah karamuting mengandung flavonoid, tanin, steroid dan saponin.Uji SPF ekstrak etanol buah karamunting pada konsentrasi 0,3%, 1%, 5 %, 10% ,15%,diperoleh hasil secara berturut-turut 32,2368266; 33,1123834; 36,0613081; 36,7274117; 37,5760051. Secara keseluruhan nilai SPF yang diperoleh dikategorikan ultra, dan dapat disimpulkan ekstrak etanol buah karamunting memiliki kemampuan tabir surya.
Formulasi Tablet Hisap Serbuk Rimbang (Solanum torvum Sw.) menggunakan Metode Granulasi Basah dengan Variasi Konsentrasi Bahan Pemanis Dewa, Fasca; Lubis, Minda Sari; Dalimunthe, Gabena Indrayani; Rafita Yuniarti
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 3 No. 2 (2024): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/farmasainkes.v3i2.2831

Abstract

Buah rimbang (Solanum torvum Sw.) memiliki khasiat sebagai antioksidan, antimikroba, antiplatelet, aktivitas diuretik dan digesif. Pada buah rimbang terdapat banyak vitamin seperti A, B1, C, mineral, protein, solasonin, glukoalkoloid, lemak, asam folat, sterolin, dan flavonoid yang memiki sifat antioksidan Pemilihan tablet hisap sebagai salah satu inovasi untuk merintis jalan dalam mengembangkan obat-obatan tradisional, table hisap diharapkan disukai karena mudah disimpan, dikonsumsi dan kelebihannya yang memiliki rasa enak serta berbentukn permen. Metode yang digunakan pada proses pembuatan tablet ini adalah proses pembuatan tablet hisap dengan menggunakan metode granulasi basah yang didalamnya terdapat uji karakteristik fisik granul dan setelah menjadi tablet dilakukan uji mutu fisik sediaan tablet hisap dan selanjutnya dilakukan uji tingkat kesukaan pada para responden terhadap perbandingan konsentrasi variasi pemanis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil dari mutu karakteristik fisik granul yaitu uji daya alir, sudut diam dan indeks tap mendapatkan hasil yang baik, namun ditiap uji didaptkan hasil terbak pada formula yang berbeda-beda. Mutu sediaan tablet yang meliputi uji keseragaman bobot, kerapuhan, kekerasan dan waktu hancur juga memenuhi syarat pada tiap formula dan saat dilakukan uji kesukaan. Para finalis menyukai tablet hisap formula 1 yaitu dengan perbandingan manitol : sirplus (1 : 1). Kombinasi pemanis yang disukai para finalis adalah kombinasi 1 : 1 yang mana manitol dan sirplus memiliki kombinasi rasa yang pas untuk indra perasa responden.
Pemanfaatan Perasan Sari Buah Nanas (Ananas Comosus (L). Merr) sebagai Masker Gel Kaki Novita Sari, Helsa; Lubis, Minda Sari; Dalimunthe, Gabena Indrayani; Rafita Yuniarti
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 3 No. 2 (2024): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/farmasainkes.v3i2.2843

Abstract

Gel memiliki kemampuan melembabkan dengan bahan yang banyak mengandung banyak air, memiliki efek sejuk yang baik digunakan pada cuaca panas. Kemampuan melembabkan suatu sediaan seperti pada gel juga memberikan efek melembutkan, serta mencegah iritasi pada kulit. Sediaan gel lebih banyak digunakan karena rasa dingin pada kulit, mudah menyerap dikulit, dan mudah dicuci. Tujuan penelitian untuk m engetahui masker gel kaki yang mengandung perasan sari buah nanas memiliki karateristik yang baik dan memenuhi syarat, dan untuk mengetahui masker gel kaki yang mengandung perasan sari buah nanas memiliki aktivitas exfoliasi yang baik. Metode yang digunakan pada penelitian ini eksperimental, sampel yang digunakan adalah perasan buah nanas. Data yang dikumpulkan berupa data kuantitatif dan kualitatif yang diambil dari hasil pengambilan sampel, pengumpulan sampel, identifikasi sampel, pengelolaan sampel, pembuatan perasan, skrining fitokimia, variasi konsentrasi dari formulasi masker gel, uji mutu fisik dan aktivitas exfoliasi perasan buah nanas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perasan sari buah nanas (Ananas comosus (L.) Merr) mempunyai kandungan senyawa metabolit sekunder yaitu alkaloid, tanin, saponin, glikosida, steroid dan flavonoid, masker gel kaki perasan sari buah nanas memenuhi persyaratan uji mutu fisik yang meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, viskositas, dan waktu lama sediaan mengering. Pada uji exfolasi masker gel kaki perasan sari buah nanas memenuhi syarat kelembapan dan elastisitas.
SKRINING FITOKIMIA DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL BONGGOL NANAS (Ananas comosus (L.) Merr) Harti, Sri; Lubis, Minda Sari; Yuniarti, Rafita; Nasution, Haris Munandar
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 4 No. 1 (2024): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/farmasainkes.v4i1.3174

Abstract

Infeksi merupakan jenis penyakit yang sering terjadi, terutama infeksi pada kulit. Salah satu bakteri yang dapat menyebabkan infeksi pada kulit adalah bakteri Staphylococcus aureus. Staphylococcus aureus dapat menyebabkan beberapa infeksi pada kulit seperti jerawat, bisul, impetigo dan infeksi luka. Bahan alam yang mempunyai potensi sebagai antibakteri adalah buah nanas. Bagian buah nanas yang sering terbuang adalah bonggolnya. Bonggol nanas (Ananas comosus (L.) Merr) mengandung senyawa kimia yang bermanfaat antara lain adalah alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, steroid dan glikosida. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder pada ekstrak dan aktivitas antibakteri ekstrak bonggol nanas (Ananas comosus (L.) Merr) terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian ini menggunakan metode ekstraksi maserasi dengan pelarut Etanol 96%. Metode uji aktivitas antibakteri adalah dengan difusi cakram dengan konsentrasi ekstrak bonggol nanas (Ananas comosus (L.) Merr) yang digunakan adalah 3,125; 6,25; 12,5; 25; 50%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak bonggol nanas mengandung senyawa metabolit skeunder berupa alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, steroid, glikosida. Ekstrak bonggol nanas memiliki aktivitas antibakteri dengan luas zona hambat pada konsentrasi 3,125; 6,25; 12,5; 25; 50% berturut-turut adalah 0; 10,9; 15,16; 17,53; 22,2 mm. Semakin tinggi konsnetrasi maka semakin luas zona hambatnya. Analisis data menggunakan one way ANOVA menunjukkan adanya perbedaan bermakna dengan nilai P<0,05. Kata Kunci: Bonggol Nanas, Sabun Cair, Staphylococcus aureus
FORMULASI DAN KARAKTERISTIK FISIK SEDIAAN EMULGEL OLEORESIN CABAI (Capsicum Oleoresin)) A'dilah, Nur; Lubis, Minda Sari; Rafita Yuniarti; Zulmai Rani
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 4 No. 1 (2024): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/farmasainkes.v4i1.3213

Abstract

Cabai (Capsicum sp) adalah tanaman perdu dari famili solonacae (suku terong-terongan) yang bermanfaat bagi kesehatan. Kandungan capsaicin pada cabai disinyalir mampu meredakan rasa sakit atau nyeri. Sensasi panas dari capsaicin ini akan membantu mengurangi nyeri otot dan sendi yang dirasakan. Nyeri dapat diatasi dengan sediaan topikal salah satunya adalah emulgel. Penelitian ini bertujuan untuk pembuatan sediaan emulgel oleoresin cabai (Capsicum oleoresin) dengan variasi konsentrasi propilen glikol dan span 80. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental. Pemeriksaan karakteristik fisik yang dilakukan meliputi organoletis, homogenitas, tipe emulsi, pH, daya sebar, daya lekat, stabilitas dan sentrifugasi. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa sediaan emulgel minyak cabai dapat diformulasikan dengan variasi konsentrasi propilen glikol dan span 80. Hasil karakteristik fisik sediaan emulgel minyak cabai menunjukkan bahwa F1 adalah formula paling baik dengan hasil pengujian yaitu sediaan homogen; tipe emulsi m/a; pH 6,51; daya sebar 5,9; daya lekat 1.96 detik; tidak memisah pada uji sentrifugasi dan stabil selama 4 minggu penyimpanan pada suhu ruang.
OPTIMASI SEDIAAN EMULGEL OLEORESIN LADA HITAM (Piper nigrum (L.)) SEBAGAI PEREDA NYERI DENGAN METODE SIMPLEX LATTICE DESIGN Maulana Putri, Yasinta; Sari Lubis, Minda; Yuniarti, Rafita; Rani, Zulmai
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 4 No. 1 (2024): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/farmasainkes.v4i1.3256

Abstract

Lada hitam merupakan buah dari tanaman Piper nigrum yang telah dikeringkan yang memiliki rasa dan aroma yang khas. Buah lada hitam mengandung senyawa metabolit salah satunya yatu piperin. Senyawa piperin disinyalir dapat meredakan rasa sakit atau nyeri. Nyeri yang dirasakan dapat diatasi dengan sediaan topikal salah satunya emulgel. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan formula optimum sediaan emulgel oleoresin lada hitam (Piper nigrum (L.)) dengan campuran tween 80, span 80 dan propilen glikol yang dihasilkan dari metode Simplex Lattice Design. Tahapan penelitian ini meliputi identifikasi sampel oleoresin lada hitam, optimasi dengan metode Simplex Lattice Design menggunakan software Design Expert® versi 13. Respon yang digunakan meliputi uji pH, uji daya sebar dan uji daya lekat. Formula optimum yang diperoleh dengan metode Simplex Lattice Design kemudian diverifikasi dengan SPSS® dengan metode one sapmle t-test. Selanjutnya sediaan emulgel formula optimum dilakukan uji karakteristik fisik, keamanan, kesukaan serta efektivitas sebagai pereda nyeri. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa formula optimum emulgel ladaoleoresin lada hitam yang diperoleh dengan metode Simplex Lattice Design yaitu tween 80 1%, span 80 5%, dan propilen glikol 5%. Kata kunci : Emulgel, Piper nigrum (L.), Simplex Lattice Design, Formula Optimum, Pereda Nyeri
PERBANDINGAN KADAR PROTEIN PADA KUNING DAN PUTIH TELUR BEBEK REBUS MENGGUNAKAN METODE KJELDAHL DAN SPEKTROFOTOMETRI VISIBLE M. Naufal Rifqi; Daulay, Anny Sartika; Ridwanto; Rafita Yuniarti
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 4 No. 1 (2024): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/farmasainkes.v4i1.3350

Abstract

Pendahuluan: Salah satu telur unggas yang banyak dikonsumsi masyarakat adalah telur bebek Telur merupakan sumber protein hewani dan lauk pauk yang mudah didapat, murah, dan penuh nutrisi. Telur memberikan nutrisi lengkap yang diperlukan untuk pertumbuhan sel. Telur juga menyediakan semua asam amino penting bagi manusia, yang membuatnya menjadi sumber protein berkualitas tinggi. Tujuan: Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui dan membandingan kadar protein dari kuning dan putih telur bebek rebus menggunakan metode kjeldahl dan spektrofotometri visible. Metode: Metode penelitian yang digunakan untuk mengukur kadar protein kuning dan putih telur bebek rebus menggunakan metode Kjeldahl dan spektrofotometri visible. Metode Kjeldahl meliputi destruksi, destilasi, dan titrasi, sedangkan metode spektrofotometri tampak meliputi pembuatan larutan biuret, penentuan panjang gelombang maksimum, pembuatan kurva standar, dan penentuan kandungan protein sampel. Hasil: Hasil penelitian didapat kadar protein pada telur rebus dengan metode kjeldahl yaitu kuning telur bebek rebus sebesar 9,5363% dan putih telur bebek rebus sebesar 11,6497%. Dengan metode spektrofotometri visible yaitu kuning telur bebek rebus sebesar 8,4794% dan putih telur bebek rebus sebesar 8,64375%. Terdapat perbedaan nyata kadar protein antara metode kjeldahl dengan spektrofotometri visible dengan hasil SPSS nilai Sig. 0,000 < 0,05.
GAMBARAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN RAWAT INAP DI RSUD DR. PIRNGADI KOTA MEDAN Wilda Septia; Kiki Rawitri; Lubis, Minda Sari; Rafita Yuniarti
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 4 No. 1 (2024): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/farmasainkes.v4i1.3351

Abstract

Antibiotik adalah obat yang digunakan untuk terapi infeksi bakteri. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif secara retrospektif dari bulan Januari – Desember 2023 terhadap 300 sampel yang memenuhi kriteria inklusi. Identifikasi penggunaan antibiotik berdasarkan data rekam medik yang terdiri dari resep pasien dan catatan pemberian obat. Hasil evaluasi kuantitatif penggunaan antibiotik diperoleh ceftriaxone menjadi antibiotik dengan penggunaan terbanyak yaitu 2142 vial. Diikuti oleh levofloxacin, meropenem dan cefotaxime. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa jenis antibiotik yang paling banyak diresepkan adalah ceftriaxone (56,06%) pada pasien rawat inap di RSUD Dr. Pirngadi
UJI EFEK ANTIPIRETIK EKSTRAK ETANOL DAUN MURBEI (Morus nigra L.) TERHADAP MENCIT PUTIH JANTAN YANG DI INDUKSI PEPTON TESTING THE ANTIPYRETIC EFFECT OF ETHANOL EXTRACT OF MURBEI LEAF (Morus nigra L.) ON PEPTON INDUCED MALE MICE Jurida, Wike; D. Elysa Putri Mambang; Rafita Yuniarti; Gabena Indrayani Dalimunthe
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v6i4.5226

Abstract

ABSTRAK Daun murbei (Morus nigra L.) merupakan family Moraceae telah banyak di manfaatkan oleh masyarakat dalam pengobatan alami. Daun murbei (Morus nigra L.) banyak mengandung senyawa kimia seperti flavonoid sehingga di duga memiliki potensi untuk antipiretik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui golongan senyawa metabolit skunder yang terkandung dalam daun murbei (Morus nigra L.) dan untuk mengetahui efektivitas antipiretik. Ini merupakan penelitian eksperimental. Tahapan penelitian ini meliputi pembuatan ekstrak etanol daun murbei (Morus nigra L.) menggunakan metode maserasi, skrining fitokimia, karakterisasi dan pengujian efek antipiretik ekstrak etanol daun murbei terhadap mencit putih jantan (Mus musculus) sebanyak 25 ekor yang dibagi ke dalam 5 kelompok secara acak. Kelompok 1 kontrol negatif, kelompok 2 kontrol positif, kelompok 3 diberi Suspensi Ekstrak etanol daun murbei (Morus nigra L.) dosis 100 mg/kg BB, kelompok ke 4 dosis 200 mg/kgBB, kelompok 5 dosis 300 mg/kgBB. Pengamatan dilakukan selang waktu 30 menit selama 3 jam, lalu dihitung penurunan suhu tubuh. Kemudian dilakukan analisis statistic dengan uji ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simplisia dan ekstrak etanol daun murbei (Morus nigra L.) mengandung golongan senyawa kimia seperti alkaloid, glikosida, flavonoid, tanin, saponin, dan steroid. Dari hasil efektivitas ekstrak etanol daun murbei pada dosis 300 mg/kg BB memiliki efektivitas yang sangat kuat kemudian hasil tukey HSD dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun murbei pada dosis 100mg/kgBB, 200mg/kgBB dan 300mg/kgBB tidak memberikan signifikan dengan paracetamol. Kata Kunci : Antipiretik, Daun Murbei, Flavonoid, Suhu, Mencit Putih Jantan ABSTRACT Mulberry leaves (Morus nigra L.) belong to the Moraceae family has been widely used by the community in natural medicine. Mulberry leaves (Morus nigra L.). The compound content in mulberry leaves contains flavonoid compounds so that it is suspected to have antipyretic potential. The purpose of this study was to determine the class of secondary metabolites contained in mulberry leaves (Morus nigra L.) and to determine the effectiveness of antipyretics. This research is an experimental research.The stages of this study included the preparation of ethanol extract of mulberry leaves (Morus nigra L.) using the maceration method, phytochemical screening, characterization and testing of the antipyretic effect of ethanol extract of mulberry leaves on 25 male white mice (Mus musculus), divided into 5 groups randomly. . Group 1 was negative control, group 2 was positive control, group 3 was given 100 mg/kg BW ethanol extract suspension of mulberry leaves (Morus nigra L.), 4th group 200 mg/kg BW, 5th group 300 mg/kg BW. Observations were made by measuring the body temperature of male white mice at intervals of 30 minutes for 3 hours, then calculating the decrease in body temperature. Then statistical analysis was carried out with the ANOVA test.The results showed that the simplicia and ethanol extract of mulberry leaves (Morus nigra L.). From the results of antipyretic effectiveness, it showed that the ethanol extract of mulberry leaves at a dose of 300 mg/kg BW had very strong effectiveness and the results of tukey HSD could be concluded that the ethanol extract of mulberry leaves at doses of 100 mg/kgBW, 200 mg/kgBW and 300 mg/kgBW did not give a significant effect on paracetamol. Keywords: Antipyretic, Mulberry Leaf, Flavonoid, Temperature, Male White Mice
ISOLASI MINYAK ATSIRI BIJI BUAH PALA (Myristica fragrans Houtt) DAN PENGGUNAANNYA DALAM PEMBUATAN SABUN TRANSPARAN YANG DI KOMBINASIKAN DENGAN MINYAK JARAK Yuniarti, Rafita; Lubis, Minda Sari; Anggraini, Dea Puspa
Jurnal Farmanesia Vol 6 No 2 (2019): Jurnal Farmanesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jf.v6i2.2751

Abstract

Nutmeg oil is an essential oil produced through the distillation process from dried nutmeg seeds. Nutmeg oil is usually obtained after the fat contained in it is removed first. Nutmeg oil is used in the pharmaceutical industry as a remedy for stomach aches and diarrhea. The development of castor oil in Indonesia has been increasingly widespread, but its utilization has not been maximized. To maximize the utilization of castor oil, castor oil is processed into soap. Castor oil is always used in the manufacture of transparent soap because castor oil can provide transparent properties to soap. Soap is a surfactant that is used with water for cleaning and washing. The purpose of this study was to use nutmeg essential oil as a comparison with castor oil in making transparent soap. The research method used is experimental. Making transparent soap using nutmeg essential oil as a comparison with castor oil, the amount of nutmeg essential oil and castor oil used was 5ml, 10ml, 15ml, 20ml. Tests of soap preparations made include organoleptic tests, water content tests, pH tests, mineral oil tests, high foam tests and free fatty acid/free alkali tests. From the results of the tests carried out, it can be concluded that the ratio of nutmeg oil and castor oil which has the best concentration is the concentration of 5ml jatropha: 15ml nutmeg. This comparison meets the requirements, namely the results of organoleptic tests that produce good shape, smell and color, the results of the water content test produce 5.5%, the pH test results produce 8. the mineral oil test results were negative, the foaming power and foam stability test results were fixed at 285 and the free alkali test results were 0.039
Co-Authors A'dilah, Nur Adela Octi Dwiyani Adelia Ramadani Adjelie, Tiara Afifah, Puan Ibni Afriati, Nelsi Afrida Yeti Aliza, Ulfa Andjelie, Tiara Anggraini, Dea Puspa Ani Sutiani Anny Sartika Daulay Ariandi Arianti, Sellin Arina Asmarani, Asmarani Aula, Rizki Pebri Aulia Fitri, Aulia Aulia, Meisyah Awanis, Safirah Bilal, Mohd. Chairina Milda Cindy Marlina Tambunan Cut Erika Maulydya D. Elysa Putri Mambang D. Elysa Putri Mambang Dama Yanti, Fradilla Daniel Happy Putra Debi Meilani Dewa, Fasca Dewi Firmayani Dewi, Sri Harti Dikki Miswanda Dina Veranika Dinda Sari Utami Fahmi Fahmi Farida Yani Fauziah Zain Fithri Pulungan, Ainil Fitri Febriani Fitri, Raissa FRANSISKA, EVA Gabena Indrayani Dalimunthe Haris Munandar Nasution Hendraputra, Hardy Handoko Heru Adha Prayogo Humaira, Yara Hutagalung, Riris Br Hutagalung, Victor H Ika Fitriani Indah Nasution Indri Juliarni Inna Myesha Jurida, Wike Juwita, Sukma Karismawati Karlina Butar Butar Khairina Khairunnisa , Ardina Kiki Rawitri Linda, Rosa Lisda Mayanti Lubis, Minda Sari Lubis, Nurazizah Lubis, Zulkifli Ismail Luthfianida, Arifna M Pandapotan Nasution M. Naufal Rifqi M. Pandapotan Nasution Maharani, Suci Mambang, D Elysa Putri Maulana Putri, Yasinta Mayani, Nurhikma Maysarah, Aulya Metami Sihombing, Juliana Meylisa Pratami Br Sinaga Milwani Harahap Minda Sar Lubis Miranza, Nona Misna Rosalinda Hutabarat Muhammad Amin Nasution Muhammad Ari Mukhtizar Muhammad Pandapotan Nasution Muhammad Tegar Tri Rizky Muslim, Nur’Aini Jumah Nasri Nasri, Nasri Nasution, M. Pandapotan Natasya, Siti Adinda Nia Novranda Pertiwi Novi Yuliandari Novia Sari Novita Sari, Helsa Nur Asia, Nur Nur, Hijrotun Nuratika, Eli Nurfadilla, Kiki Nurliansyah, Nurliansyah Nursyafira, Arini Oktavia, Zela Pasaribu, Mesi Wilia Afrima Pasaribu, Mesi Willia Afrima Peri , Peri Peri, Peri Pertiwi, Rahma Purba, Juvantri Fablo Puspita, Dinda Dila Puteri, Cut Intan Annisa Putri Theresia Harianja Putri, Nadya Iwani Rahma Maulidia Fitri Rambe, Sitiapsah Reza Irma Riani, Nur Aslin Ricky Andi Syahputra Ridwan Taher Lubis Ridwanto Ridwanto Ridwanto Rifqi, M. Ainur Risma Fauziah Pasaribu Ritonga , Septi Ani Ritonga, Oktavia Rukmana, Siti Sagita Marina Simatupang Samosir, Anzly Hasian Saragih, Aqilah Mutmainnah Sari Lubis, Winda Sari, Syilvi Rinda Sartika Daulay, Anny Shinta Mida Ariani Harahap Siagian , Anggi Yani Sihotang, Laura Indah Restu silalahi, zahra salsabila Sindy Putri Utami Siregar , Runisya Maugin Utami Siregar, Hikmatussabaria Siregar, Rina Paramitha Siti Anisa Sri Harti Sri Mulia Ningsih Siregar Sri Murni Sri Natalia Saragih Sri Ria Ranti Sri Wahyuni Sulwiyatul K Sani Sunita, Della Syafa Nadira Ashiilah Syafirna, Nada Syahputra, Ricky Andi Syarifah Aulia Tasya Ardana Tia Nazilla Tri Damaiyanti Ummi Khairani Rambe Ummu Safura Sirait Vera Estefania Kaban Wahdaniati , Tri Wijiyaningsih, Dinda Wilda Septia Winda Aulia Yayuk Putri Rahayu Yayuk Putri Rahayu Yuni Sartika Zahara, Fitria Siti Zannah , Muhamad Zhafirah, Rana Ziza Putri Aisyia Fauzi Zulhij, Fizrya Zulmai Rani