Claim Missing Document
Check
Articles

The Availability of Basic Sanitation to the Incidence of Stunting in Toddlers in the Coastal Area of Tamangapa Village, Pangkep Regency Puspitasari, Ayu; Rifai, Didit Fachri; Rahman, Harpiana; Abdullah, Nurhikmawati; Salsabilla, Andi Batari; Fattah, Nurfachanti; Nurhikmawati, Nurhikmawati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 19 No 01 (2026): Jurnal Ilmiah Kesehatan (Journal of Health Science) 
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/jhs.v19i01.6910

Abstract

The problem of malnutrition, including stunting, is greatly influenced by environmental sanitation and personal hygiene. This paper examines the influence of the availability of trash bins, Waste Water Drainage Channels (Saluran Pembuangan Air Limbah or SPAL), and toilets on the incidence of stunting in toddlers in the Coastal Area of Tamangapa Village. This paper was a quantitative descriptive study. This study was conducted in Tamangapa Village from September to November 2024. The population was mothers with toddlers in Tamangapa Village, Pangkep Regency. The sample consisted of 72 respondents. The data source used primary data obtained through questionnaires. The analysis test used regression analysis. The results showed that the availability of trash bins (p = 0.000), SPALs (p = 0.000), and toilets (p = 0.003) affected the incidence of stunting in toddlers. In conclusion, the availability of basic sanitation (including trash bins, wastewater disposal channels, and toilets) has a significant impact on the incidence of stunting in toddlers in the coastal area of Tamangapa Village, Pangkep Regency.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK SADAR WISATA SEBAGAI PROMOTOR KESEHATAN DALAM PENGENDALIAN RISIKO KESEHATAN DI DESA WISATA BALLEANGIN, KABUPATEN PANGKEP Harpiana Rahman; Zulkhair Burhan; Muhammad Arfah Asis; Sitti Patimah
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 10 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i10.3716-3722

Abstract

Desa Wisata Balleagin belum menerapkan promosi kesehatan CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability) di tempat wisata dan belum memiliki sistem informasi kesehatan di desa wisata yang memuat pencegahan risiko kesehatan akibat aktivitas wisata. Kegiatan pemberdayaan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) sebagai promotor kesehatan  yang berlokasi di Desa Wisata Ballaengin Kecamatan Pajo bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kelompok sadar wisata dalam melakukan upaya pencegahan penyakit akibat aktivtas wisata. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan menggunakan strategi promosi kesehatan berupa pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan pengetahuan dan kemampuan pokdarwis dalam menyampaikan pesan kesehatan pencegahan penyakit kepada wisatawan. Kegiatan pengabdian terdiri dari tiga tahap yaitu tahap identifikasi kebutuhan pokdarwis dalam melakukan kegiatan promosi kesehatan, tahap pelatihan pokdarwis sebagai promotor kesehatan, dan tahap ketiga adalah tahap evaluasi proses. Indikator keberhasilan program adalah pokdarwis menyediakan informasi kesehatan pada media sosial yang digunakan untuk promosi destinasi wisata. Berdasarkan pengukuran perilaku sebelum dan sesudah pelatihan, diketahui bahwa Pokdarwis tidak hanya mengalami peningkatan pengetahuan tentang urgensi promosi kesehatan wisata namun melalui kegiatan pengabdian ini, Pokdarwis juga telah menyediakan informasi kesehatan di media sosial. Berdasarkan ketercapaian tersebut, kegiatan pengabdian masyarakat telah memenuhi indikator keberhasil program.
PENINGKATAN PERAN KELOMPOK IBU PPR DALAM PENGOLAHAN SAMPAH SISA MAKANAN DI MONCONGLOE, MAROS Zulkhair Burhan; Rosnani Rosnani; Harpiana Rahman
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Vol. 7 No. 1 Tahun 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i1.55405

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat ini berfokus pada upaya peningkatan peran Kelompok Ibu rumah tangga PPR Moncongloe untuk mengolah sampah sisa makanan dengan metode pemberdayaan yang terdiri dari tiga tahapan. Tahap identifikasi, pelaksanaan dan evaluasi. Dari pelatihan ini, mitra dapat meningkatkan pengetahuannya tentang model tata kelola sampah berbasis partisipasi warga serta mengetahui dan mempraktekkan cara pengolahan sampah sisa makanan melalui komposter biopori dan gentong komposter. Melalui pelatihan ini dapat disimpulkan bahwa upaya untuk mewujudkan kota dan pemukiman berkelanjutan dapat dilakukan secara bottom up dengan menitikberatkan pada partisipasi warga.
ATTITUDE TOWARD EXCLUSIVE BREASTFEEDING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BONTO BANGUN KABUPATEN BULUKUMBA Fairus Prihatin Idris; Naylah Herman; Andi Nirina R.J Diab; Andi Asrina; Harpiana Rahman
Jurnal Mitrasehat Vol. 16 No. 2 (2026): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v16i2.678

Abstract

Latar belakang: Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan merupakan upaya fundamental dalam menjamin tumbuh kembang bayi, menjadi indikator penting dalam kesehatan ibu dan anak. Di wilayah kerja Puskesmas Bonto Bangun Kabupaten Bulukumba, ditemukan fenomena bahwa sikap ibu terhadap ASI eksklusif beragam dan tidak seluruh ibu berhasil menyusui secara eksklusif hingga enam bulan. Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara sikap yang dimiliki ibu dan praktik pemberian ASI eksklusif. Tujuan: Penelitian bertujuan menggali secara mendalam sikap ibu terhadap pemberian ASI eksklusif khususnya aspek sikap (attitude toward). Metode: Penelitian ini quasi kualitatif pendekatan fenomenologi. Informan: ibu yang memberikan ASI eksklusif, ibu yang tidak berhasil memberikan ASI eksklusif, suami, tenaga kesehatan. Pengumpulan data melalui focus group discussion, dan wawancara mendalam. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa ASI dipersepsikan sebagai hak anak, tanggung jawab moral ibu, serta wujud kasih sayang dan peran keibuan, namun pada sebagian ibu masih ditemukan keraguan yang dipengaruhi oleh faktor pekerjaan, pengalaman menyusui sebelumnya, serta tekanan lingkungan sosial. Kesimpulan: Keberhasilan ASI eksklusif dilakukan melalui pendekatan yang tidak hanya menekankan pembentukan sikap, tetapi juga penguatan dukungan sosial dan persepsi kontrol perilaku ibu agar praktik menyusui dapat berlangsung secara optimal dan berkelanjutan. Perlu penelitian untuk menjelaskan kesenjangan antara sikap dan praktik pemberian ASI Eksklusif.
PERSEPSI REMAJA TERHADAP PERINGATAN KESEHATAN BERGAMBAR DI KOTA MAKASSAR Fairus Prihatin Idris; Nurfaidah; Patima; Harpiana Rahman; Andi Asrina; Mansur Sadidi
Jurnal Mitrasehat Vol. 16 No. 2 (2026): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v16i2.683

Abstract

Latar belakang: Merokok pada remaja merupakan permasalahan Kesehatan masyarakat yang berdampak pada peningkatan risiko penyakit tidak menular.. Strategi pengendalian tembakau yang diterapkan pemerintah adalah Peringatan Kesehatan Bergambar (Pictorial Health Warning) pada kemasan rokok sebagai media komunikasi risiko berbasis visual. Namun, efektifitas pesan visual tersebut pada kelompok remaja masih menunjukkan variasi respons. Tujuan: Bertujuan untuk menganalisis persepsi remaja terhadap peringatan Kesehatan bergambar pada kemasan rokok di Kota Makassar Metode: Penelitian ini quasi kualitatif dengan metode deskriptif. Informan berjumlah 11 orang yang terdiri dari satu informan kunci (Psikolog), 4 informan pendukung (Pakar media, guru, orang tua, dan kader kesehatan), serta 6 informan biasa (remaja berusia 19 – 22 tahun). Teknik pengumpulan data melalui observasi partisipasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil: Terdapat perbedaan cara remaja memaknai Peringatan Kesehatan Bergambar (Pictorial Health Warning/PHW) pada kemasan rokok. Sebagian remaja memandang PHW sebagai peringatan mengenai bahaya merokok dan pada awalnya menunjukkan respons emosional seperti rasa takut dan ketidaknyamanan. Secara kognitif, remaja juga mampu mengaitkan gambar tersebut dengan potensi penyakit akibat merokok. Kesimpulan: Keberhasilan pembentukan sikap anti – merokok pada remaja sangat bergantung pada kekuatan peran keluarga, serta perlu didukung oleh keterlibatan tokoh masyarakat yang lebih optimal agar pesan pencegahan memiliki daya pengaruh yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Determinan Penyebab Perilaku Sedentary Lifestyle Pada Remaja : Studi Pada Siswa SMAN 8 Luwu Utara Dan SMAN 19 Luwu Utara Alifiah Syahra Gading; Andi Asrina; Harpiana Rahman
Window of Public Health Journal Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/2a0f7514

Abstract

Sedentary behavior is a risk factor for various health problems in adolescents, characterized by low physical activity and high time spent sitting or lying down. Various individual, family, and environmental factors are suspected to contribute to the development of sedentary behavior in adolescents. This study aimed to determine the factors associated with sedentary behavior in adolescents at SMAN 8 and SMAN 19 in North Luwu. This study used a quantitative, cross-sectional design. The study population consisted of all 605 students at SMAN 8 in North Luwu and 100 students at SMAN 19 in North Luwu. The study sample comprised 196 eleventh-grade students from both schools. Data were collected using a questionnaire and analyzed univariately and bivariately with a 95% confidence level (α = 0.05). The results showed that at SMAN 8, North Luwu, there was a significant relationship between parenting style (p = 0.005), knowledge (p = 0.049), attitude (p = 0.011), technology exposure (p = 0.006), and economic status (p = 0.001) and sedentary behavior. Similar results were also found at SMAN 19, North Luwu, where parenting style (p = 0.035), knowledge (p = 0.032), attitude (p = 0.017), technology exposure (p = 0.018), and economic status (p = 0.015) were significantly associated with sedentary behavior. This study concluded that parenting style, knowledge, attitude, technology exposure, and economic status are associated with sedentary behavior among adolescents in both urban and rural areas. Therefore, efforts are needed to increase physical activity through health education, monitoring technology use, and family support to foster an active and healthy lifestyle among adolescents.