Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Pemupukan NPK Lengkap Terhadap Pertumbuhan Bibit Nenas Asal Mahkota pada Tanah Aluvial AYU LESTARI; ASNAWATI ASNAWATI; WARGANDA WARGANDA
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 7, No 3 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.041 KB) | DOI: 10.26418/jspe.v7i3.26209

Abstract

Pengaruh Pemupukan NPK  Lengkap Terhadap Pertumbuhan Bibit Nenas Asal Mahkota  pada Tanah Aluvial Ayu Lestari1), Asnawati2), Warganda2) 1Agriculture; Faculty University of Tanjungpura2Agriculture; Faculty University of Tanjungpura3Agriculture; Faculty University of TanjungpuraEmail: ayulestari.agroteknologi@yahoo.com  ABSTRAK Daerah Kalimantan Barat mempunyai tanah yang potensial untuk dikembangkan sebagai areal pertanaman nenas, salah satunya adalah tanah aluvial. Pemberian pupuk NPK lengkap pada tanah aluvial diharapkan dapat memperbaiki sifat kimia tanah. Penggunaan tanah aluvial sebagai media tumbuh dihadapkan pada berapa kendala dalam hal kesuburan tanah yaitu rendahnya kandungan unsur hara, sehingga pertumbuhan tanaman nenas tidak dapat tumbuh dengan optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis pupuk NPK lengkap yang terbaik untuk pertumbuhan sumber bibit nenas  asal mahkota pada tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak dimulai pada tanggal 15 Juli sampai 15 Oktober 2017 menggunakan Rancangan Acak  Lengkap (RAL) dengan 5 taraf perlakuan 5 ulangan. Perlakuan yang di maksud : p0( tanpa perlakuan NPK lengkap), p1= 5 g NPK lengkap / tanaman setara dengan 277,78 kg/ha, p2= 10 g NPK lengkap/ tanaman setara dengan  555,51 kg/ha, p3= 15 g NPK  lengkap/ tanaman setara dengan  833,33 kg/ha, p4= 20 g NPK lengkap/ tanaman setara dengan 1111, 11 kg/ha. Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi: Pertambahan jumlah daun, luas daun, jumlah klorofil daun, volume akar dan berat kering tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk NPK lengkap mampu memperbaiki pertumbuhan bibit nenas asal mahkota pada tanah aluvial. Pemberian pupuk NPK lengkap dengan dosis 5 gram/tanaman merupakan dosis yang efektif untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman pada luas daun. Kata kunci : Aluvial, Nenas , NPK.
PENGARUH NAA DAN BAP TERHADAP PERTUMBUHAN ANGGREK Cymbidium finlaysonianum Lindl. SECARA IN VITRO Rafi Adista Putra; ASNAWATI ASNAWATI; AGUSTINA LISTIAWATI
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 8, No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v8i1.28243

Abstract

       Kerusakan alam yang disebabkan oleh penebangan dan konversi lahan mengakibatkan kelestarian habitat anggrek Cymbidium finlaysonianum di alam semakin berkurang. Teknik in vitro merupakan alternatif yang dapat digunakan dalam perbanyakan anggrek Cymbidium finlaysonianum. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kombinasi konsentrasi yang terbaik untuk pertumbuhan anggrek Cymbidium finlaysonianum. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Bioteknologi Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak yang berlangsung pada 13 September sampai 22 Desember 2017. Penelitian ini menggunakan Metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari dua faktor yaitu NAA dan BAP. Setiap faktor terdiri dari 4 taraf konsentrasi yaitu 0,5 ppm, 1,0 ppm, 1,5 ppm, 2,0 ppm. Variabel yang diamati adalah pertambahan jumlah daun, waktu terbentuk tunas, jumlah tunas dan pertambahan jumlah akar. Data pengamatan diolah dengan ANOVA dan uji lanjut BNJ 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan NAA dan BAP secara umum memberikan pertumbuhan yang sama pada anggrek Cymbidium finlaysonianum pada semua variabel pengamatan. Konsentrasi NAA yang efektif untuk pertambahan jumlah akar adalah 0,5 ppm. Konsentrasi BAP yang terbaik untuk pertambahan jumlah akar adalah 0,5 ppm.Kata kunci : Anggrek, BAP, Cymbidium finlaysonianum, in vitro, NAA
PENGARUH BOKASHI KULIT PISANG DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL CABAI BESAR PADA TANAH ALUVIAL Diah Safriani; Asnawati Asnawati; Warganda Warganda
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 11, No 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i3.57801

Abstract

Cabai besar merupakan komoditas sayuran yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan banyak dikonsumsi oleh masyarakat sebagai bahan masakan, serta untuk keperluan industri makanan, namun saat ini produktivitas cabai besar di Kalimantan Barat masih tergolong rendah. Usaha yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi cabai besar yaitu dengan pemberian bokashi kulit pisang dan pupuk NPK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis interaksi bokashi kulit pisang dan pupuk NPK yang memberikan pertumbuhan dan hasil terbaik pada tanaman cabai besar di tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan di jalan Budi Utomo, Desa Sungai Rengas, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Penelitian ini berlangsung pada tanggal 27 November 2021 sampai  25 Maret 2022. Penelitian ini menggunakan faktorial Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 2 faktor perlakuan. Faktor pertama yaitu dosis bokashi kulit pisang (B)  yang terdiri dari 3 taraf (b1=5 ton/ha, b2=10 ton/ ha, dan b3=15 ton/ha) dan faktor kedua yaitu pupuk NPK (K) yang terdiri dari 3 taraf (k1=200 kg/ha, k2=250 kg/ha, dan k3=300 kg/ha). Kombinasi kedua faktor didapatkan 9 perlakuan dan diulang 3 kali sampel perlakuan. Setiap perlakuan terdiri dari 4 tanaman sampel, sehingga terdapat 108 unit percobaan. Variabel pengamatan yang diamati yaitu tinggi tanaman (cm),volume akar (cm3), berat kering tanaman (g), umur berbunga (hari), jumlah buah pertanaman (buah), berat perbuah (g) dan berat buah pertanaman (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian bokashi kulit pisang dan pupuk NPK tidak menunjukkan interaksi dalam mempengaruhi pertumbuhan dan hasil tanaman cabai besar pada tanah alluvial. Bokashi kulit pisang pada dosis 10 ton/ha cukup efesien dalam meningkatkan jumlah buah pertanaman dan berat buah pertanaman.  Kata Kunci:  Aluvial, Bokashi Sekam Padi, Cabai Besar, Pupuk NPK.
PENGARUH AIR GAMBUT DAN KAPUR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG DI LAHAN SULFAT MASAM SUSI MANTARI; SETIA BUDI; ASNAWATI ASNAWATI
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 6, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v6i1.18276

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh air gambut dan kapur dan dosis terbaik dari air gambut dan kapur terhadap pertumbuhan dan hasil jagung di lahan sulfat masam. Metode penelitian yang digunakan adalah rancangan Split Plot dengan dosis kapur sebagai main plot dan pemberian air gambut sebagai sub plot. Kapur terdiri dari dua taraf perlakuan yaitu k1 = 25% kapur setara dengan 1 ton kapur/ha dan k2 = 50% kapur setara dengan 2 ton kapur/ha. Air gambut terdiri dari tiga taraf perlakuan yaitu a0 = 20 kali pemberian air sungai, a1 = 20 kali pemberian air gambut, dan a2 = 40 kali pemberian air gambut. Setiap kombinasi perlakuan diulang 3 kali dan setiap perlakuan terdiri dari 5 sampel. Variabel yang diamati adalah diameter batang, tinggi tanaman, berat kering, waktu berbunga, diameter tongkol, panjang tongkol, berat biji per tongkol, dan berat 1000 biji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemberian air gambut dan kapur tidak memberikan dampak terhadap pertumbuhan dan hasil jagung di lahan sulfat masam. Perbedaan jumlah pemberian air gambut maupun dosis kapur tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan terhadap pertumbuhan dan hasil jagung di lahan sulfat masam.
Respon Pertumbuhan Anggrek Phalaenopsis Hibrid pada Media MS dan Berbagai Media Alternatif Secara In Vitro AYU DIAH PUTU LAKSMI PUTRI; ASNAWATI ASNAWATI; NUR ARIFIN
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 7, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v7i1.23975

Abstract

Media kultur merupakan salah satu faktor utama yang menentukan keberhasilan perbanyakan dengan kultur in vitro. Media dasar kultur in vitro seperti Murashige and Skoog (MS) dalam pembuatannya rumit serta bahan-bahan kimia yang relatif mahal dan terkadang sulit untuk didapat. Media  alternatif pupuk dapat dijadikan sebagai alternatif karena harga bahan-bahan yang murah, mudah didapat dan kandungan unsur haranya lengkap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan anggrek Phalaenopsis hibrid pada media MS dan berbagai jenis media alternatif secara in vitro. Penelitian dilaksanakan mulai tanggal 27 Maret hingga 27 Juli 2017 di Laboratorium Bioteknologi Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Penelitian ini menggunakan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor yaitu media MS, Growquick S, Growmore, Hyponex hijau dan Gandasil D dengan penambahan BAP 1,5 ppm dan air kelapa 100 ml/l. Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi pertambahan jumlah daun (helai), pertambahan jumlah akar (helai), waktu terbentuk tunas (MST), jumlah tunas (tunas) dan persentase eksplan membentuk tunas (%). Hasil penelitian menunjukkan media alternatif lebih mampu mendorong pembentukan tunas dibandingkan media MS pada persentase eksplan membentuk tunas meskipun respon pertumbuhan anggrek Phalaenopsis hibrid secara umum sama baiknya pada media MS maupun media alternatif. Media alternatif pupuk Gandasil D menunjukkan hasil yang lebih baik pada persentase eksplan membentuk tunas, yaitu sebesar 75% dibandingkan dengan media alternatif lainnya. Kata kunci : Anggrek, In Vitro, Media Alternatif, Media MS, Phalaenopsis Hibrid
TESTER TOLERANCE SOME OF LOCAL MAIZE TO THE SALINITY STRESS ON PHASE OF GERMINATION SARJUN HENDRY SIGALINGGING; DWI ZULFITA; ASNAWATI ASNAWATI
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 7, No 2 (2018): April 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v7i2.25121

Abstract

ABSTRACT                                                                                                                    One of the obstacles in increasing the production of maize is salinity stress. Not all varieties that have been developed have good tolerance to stressful environments especially on saline areas. Therefore, the purpose of this research was to obtain local varieties of maize tolerant to salinity stress in the germination phase. The initial step to obtain salinity tolerant maize varieties was to test the tolerance of several local varieties to be assessed for their tolerance level based on the used NaCl concentration of 0,8%. The design used in this research is Completely Random Design (RAL) consisting of 8 varieties with 4 replications. Each treatment consists of 2 sets. The first set is used to measure the vigor index, and the germinating power. The second set is used to measure the growth rate, plumula length, root length, and normal dry weight of sprouts. Varieties used in this research are varieties Lamuru, Sukmaraga, Srikandi Kuning, Srikandi Putih, Bantil, Ensalang, Jagung Susu, and Semoncol. The result of the research showed that there was no local corn varieties tolerant to salinity stress in germination phase with mean value of Giving Power below 50%.  Keywords: Drought Stress, NaCl Sodium Chloride, Local Maize.
RESPONS PERTUMBUHAN ANGGREK Macodes petola TERHADAP KONSENTRASI PUPUK HIDROPONIK SEBAGAI MEDIA ALTERNATIF KULTUR JARINGAN Aisyah AISYAH; Asnawati Asnawati; Agustina Listiawati, M.P.
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i1.44026

Abstract

Upaya perbanyakan anggrek yang dapat dilakukan salah satunya adalah kultur jaringan. Penggunaan media alternatif pupuk hidroponik belum banyak dilakukan, terutama untuk menanam anggrek secara kultur jaringan. Penelitian ini bertujuan untuk mencari konsentrasi terbaik pupuk hidroponik sebagai media alternatif kultur jaringan bagi pertumbuhan tanaman anggrek Macodes petola. Penelitian dilakukan di Laboratorium Bioteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura, Pontianak selama 4 bulan sejak bulan September 2019 sampai dengan bulan Januari 2020. Penelitian menggunakan metode RAL (Rancangan Acak Lengkap) dengan satu faktor yang terdiri dari 5 perlakuan yaitu media MS sebagai kontrol dan 4 taraf konsentrasi pupuk hidroponik, setiap perlakuan terdapat 5 ulangan, dan setiap ulangan terdiri dari 4 sampel sehingga terdapat 100 unit percobaan, adapun perlakuannya terdiri dari v0: MS, v1 : 1 ml/l, v2: 3 ml/l, v3: 5 ml/l, dan v4: 7 ml/l. Variabel yang diamati antara lain waktu muncul tunas pertama (MST), jumlah tunas (tunas), jumlah daun (helai), dan jumlah buku per tunas (buku). Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa pupuk hidroponik sebagai media alternatif kultur jaringan mampu menyamai pertumbuhan sub kultur anggrek Macodes petola pada media MS. Konsentrasi pupuk hidroponik 3 ml/l menghasilkan jumlah tunas yang tertinggi sebanyak 2,10 tunas pada eksplan kultur jaringan anggrek Macodes petola.
Pengaruh Jenis Pupuk Organik Cair Sebagai Pengganti Media MS Pada Sub Kultur Anggrek Vanda Sp Dwi Putri Ambarsari; Asnawati Asnawati; Agutina Listiawati
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 8, No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.738 KB) | DOI: 10.26418/jspe.v8i1.27529

Abstract

Pengaruh Jenis Pupuk Organik Cair Sebagai Pengganti Media MS Pada Sub Kultur Anggrek Vanda Sp Dwi Putri Ambarsari(1), Asnawati(2), Agustina Listiawati(3)(1)Mahasiswa Fakultas Pertanian, (2)Staf Pengajar Fakultas PertanianUniversitas Tanjungpura ABSTRAKPerbanyakan dengan metode in vitro memerlukan media khusus, salah satunya media MS. Media MS dalam pembuatannya membutuhkan bahan kimia yang harganya tidak murah, sehingga perlu dicari alternatif media yang lebih murah tetapi mampu menghasilkan bahan tanam yang berkualitas. Penelitian ini bertujuan, untuk mendapatkan jenis pupuk organik cair (POC) yang terbaik sebagai media sub kultur anggrek Vanda pumila x Vanda 3026. Penelitian dilaksanakan mulai tanggal 10 Januari hingga 10 April 2018 di Laboratorium Bioteknologi Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Penelitian ini menggunakan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan berbagai jenis POC. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 5 kali, setiap satuan percobaan terdiri dari 3 sampel tanaman. Variabel yang diamati adalah pertambahan jumlah akar, pertambahan jumlah daun, waktu terbentuk tunas, jumlah tunas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media dengan berbagai jenis POC memberikan pertumbuhan yang sama dengan media MS terhadap waktu terbentuk tunas dan pertambahan jumlah akar. Penggunaan media MS memberikan hasil yang lebih baik terhadap jumlah tunas dan pertambahan jumlah daun sub kultur anggrek Vanda sp dibandingkan berbagai jenis media POC. Kata Kunci: Anggrek, media sub kultur, pupuk organik cair, Vanda sp
UJI DAYA HASIL KLON LIDAH BUAYA PADA MEDIA TANAH GAMBUT Budi Budi; Hidayat Hidayat; Asnawati Asnawati
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 4, No 1: April 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i1.8579

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hasil beberapa klon lidah buaya pada media gambut. Penelitian ini dilaksanakan di Jalan Sepakat II Kota Pontianak, dimulai dari tanggal 10 Juli sampai 26 Oktober 2013.  Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen Rancangan Petak Terbagi yaitu terdiri dari dua faktor yaitu media tanah gambut (R) sebagai petak utama dan jenis klon (E) sebagai anak petak. Media tanah gambut terdiri dari dua lokasi Rasau Jaya I dan Rasau Jaya III. Klon lidah buaya terdiri dari lima jenis klon yaitu : E4, E5, E6, E7, dan E8. Jumlah perlakuan terdiri dari 10 kombinasi dengan masing-masing diulang sebanyak 5 kali dan setiap unit perlakuan ada 3 sampel tanaman, sehingga total seluruh tanaman sebanyak 150. Variabel pengamatan dalam penelitian ini meliputi : pertambahan tinggi tanaman (cm), pertambahan jumlah pelepah (helai), jumlah anakan, panjang pelepah hasil (cm), lebar pelepah hasil (cm), tebal pelepah hasil (cm), berat per pelepah hasil (g), berat pelepah per tanaman (g), dan jumlah pelepah hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa klon E4 dan E6 mempunyai daya hasil baik pada media tanah gambut asal Rasau Jaya I dan asal Rasau Jaya III, tanah gambut asal Rasau Jaya I lebih subur dibandingkan di tanah gambut asal Rasau Jaya III yang  ditunjukkan dari hasil klon lidah buaya lebih baik.
THE EFFECT OF MEDIA COMBINATION TO THE GROWTH OF Coelogyne pandurata ORCHID ON ACLIMATED STAGES RISKA MASYURA; ASNAWATI ASNAWATI; AGUSTINA LISTIAWATI
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 7, No 3 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v7i3.26475

Abstract

Acclimatization is a stage of conditioning the plan of multiplication through invitro to invivo environment. The success of acclimatization depends on the growth media that is appropriate to the type and nature of orchids. This study aims to find the best combination of growth media acclimatization of Coelogyne pandurata orchids. The study was conducted at the shelter house Green Villa of the Faculty of Agriculture of University of Tanjungpura Pontianak for 4 months. It was starting from August 11th, 2017 to December 10th, 2017. The study used a Completely Randomized Design (RAL), consisting of 6 treatment levels, 4 replicates and each treatment unit consisting of 4 plants. Observational variables included live percentage, number of leaves, leaf length increase, number of buds, and number of root, root length and environmental observation. The results showed that the combination treatment of growth media for the growth of Coelogyne pandurata orchid had significant effect on the number of shoots and had no significant effect on the percentage of live, number of leaves,  the increase of leaf length, number of root and root length. Based on the research, it can be concluded that all combinations media provide live percentage of more than 80% and the combination of coconut fiber and fern gives the best result the number of  buds that is 2,56 buds.Keywords: Acclimatization, Coelogyne pandurata Orchid, Combination of Media.
Co-Authors Ade Putra Ade Tri Wijaya Agung Biworo Agustina Listiawati Agutina Listiawati Ahmad Fitrah Paturusi Aisyah Aisyah Alfi Yasmina Anggi Fitria Rahmadani Anisa Nurulita Annisa Dwi Ratnasari Annisa Kumala Dewi Annisa Yutami Ardiansyah Ardiansyah Asri Ayu AYU DIAH PUTU LAKSMI PUTRI Ayu Lestari Ayu Mayang Sari Azizah Azizah Azka Hayati Azmi Noor Sanjaya Betris Sanda Sinambela Bismindar Bismindar Buchari Buchari Budi Budi Citra Wulandari Dani Apriyadi Daniel Imanuel Salem Darmawan Darmawan Dedy Hermawan Desi Novita Sari Dewi Maharani Dewi Nurdiana Diah Safriani Dian Asmarawati Didik Dwi Sanyoto Dona Marisa, Dona Dona Masrisa Dwi Indarti Dwi Putri Ambarsari dwi zulfita Eko Suryana Eva Desembrianita Fakhrurrazy Fakhrurrazy Finna Rahmiati Fransiska Anggriani Salim FX Hendriyono Gajali Rahman Gembong Kesuma B Giyanira Geanira Gusti Noorlitaria hendri kasno Henny Sulistyowati Herning Idriastuti Herning Indriastuti Hidayat Hidayat Huldani Huldani Iman Suswanto Indra Kanedi Indra Noviandri J. Kuleh Jodhi Andhika Perdana Johni Eka Putra Jusuf Kuleh Kenanga Marwan Sikumbang Laili, Afifatul Laksono Trisnantoro Lena Rosida Lisda Hayatie, Lisda Liza Yulianti Magdalena Sundari MASTORA SIMANJUNTAK Maulana Hamzah Meiyanto Heri Prasetyo Messyana Messyana Methodius Ardiyanto MOH NUR ISMAIL Muhammad Ali Faisal Muhammad Hasan Ridhoni Muhammad Hasbi Muhammad Marwan Muhammad Riza Hermawan Nadia Harira Niarsari Anugrahing Putri Noradzkia Humairah Norsela Norsela Nur Arifin Nur Julianti Amir Pamasang S Siburian Pamasang S. Siburian Pandita Juwinarti Panghiyangani, Roselina Puji Astuti Rafi Adista Putra Rahman Rahman Rahmawati Rahmawati Raida Namira Rebika Nurul Azizah Reno Supardi Rima Eka Rini Susana RISKA MASYURA Rizki Agmalia Sorayya Rudi Fakhriadi Said Aji Sutrisno SARJUN HENDRY SIGALINGGING Setia Budi Setia Rahadi Siti Kaidah Suhar Suhar Suharno Suharno Sulthan Nur Hidayatullah Sunjaya Tunggala SUSI MANTARI Syaiful Ibrahim Syarifah Hudayah Tantri Palupi Tri Mulyono Tri Mulyono Tri Utami Pangestu Triawanti Triawanti Umarul Faruq Ummu Mardhiyyaturrosyidah Upick Hariyanto Venny Novita Sari Warganda Warganda Wasian Wasian yupianti yupianti Yusva Rawady Elyas ZA, Saida Zainurossalamia Zairin Noor