Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan pelanggan Rahman Rahman; Suharno Suharno; Asnawati Asnawati
Jurnal Ilmu Manajemen Mulawarman (JIMM) Vol 6, No 3 (2021): September
Publisher : Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29264/jimm.v6i3.6027

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana pengaruh bentuk fisik, keandalan, daya tanggap, jaminan, dan empati terhadap kepuasan pelanggan di PT. ASRUL BERSAUDARA. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Adapunsampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 80 responden. Hasil analisis menunjukkan bahwa: 1) Bentuk Fisikber pengaruh secara positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan pada PT ASRUL BERSAUDARA. 2) Keandalan berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan pada PT ASRUL BERSAUDARA. 3) Daya Tanggap berpengaru secara positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan pada PT ASRUL BERSAUDARA. 4) Jaminan berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan pada PT ASRUL BERSAUDARA. 5) Empaty berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan pada PT ASRUL BERSAUDARA.
PERBEDAAN KADAR CRP PADA REMAJA TERLATIH DAN TIDAK TERLATIH SETELAH LARI INTENSITAS SEDANG 30 MENIT Raida Namira; Huldani Huldani; Siti Kaidah; Asnawati Asnawati; FX Hendriyono
Homeostasis Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v6i1.8792

Abstract

Aktivitas fisik dapat menimbulkan respons inflamasi. Biomarker inflamasi yang mudah untuk diukur adalah C-reaktif protein. Penelitian ini bertujuan menjelaskan perbedaan kadar CRP sebelum dan setelah lari 30 menit dengan intensitas sedang pada remaja terlatih dan tidak terlatih. Penelitian dilangsungkan melalui Cross Sectional Study pada 15 remaja terlatih yaitu pemain sepak bola dari Klub Perseban Banjarmasin dan 15 remaja tidak terlatih di Banjarmasin yang berkisar umur 16-22 tahun dengan jenis kelamin laki-laki. Teknik pemilihan sampel menggunakan metode purposive sampling. Pengukuran kadar CRP dilakukan sebelum dan setelah lari intensitas sedang 30 menit. Penelitian didapatkan nilai kadar rata-rata CRP 5.3 mg/L pada kelompok remaja terlatih setelah lari intensitas sedang 30 menit dan 11.58 mg/L pada kelompok remaja tidak terlatih setelah lari. Selanjutnya dilakukan uji t tidak berpasangan untuk membandingkan perbedaan (setelah lari) kadar CRP antara 2 kelompok yang dikumpulkan yakni nilai p=0.000 yang menujukkan nampak korelasi berarti. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa terjadi perbedaan kadar CRP atas remaja terlatih serta tidak terlatih sesudah lari intensitas sedang 30 menit.
PERBEDAAN WAKTU REAKSI SEBELUM DAN SESUDAH LARI AEROBIK 12 MENIT PADA REMAJA TERLATIH BASKET DAN TIDAK Muhammad Hasan Ridhoni; Siti Kaidah; DOna Marisa; Asnawati Asnawati; Didik Dwi Sanyoto; Muhammad Marwan; Finna Rahmiati
Homeostasis Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v6i1.8811

Abstract

Pada masa pandemi Covid 19, latihan fisik atau olahraga merupa hal yang penting untuk dilakukan guna meningkatkan kesehatan dan kebugaran tubuh. Lari aerobik 12 menit dengan intensistas sedang merupakan salah satu jenis latihan fisik yang biasa dilakukan oleh semua golongan umur terutama  remaja. Latihan fisik sangat berhubungan erat dengan waktu reaksi. Waktu reaksi adalah seberapa cepat seseorang merespon terhadap suatu stimulus/rangsangan. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan perbedaan waktu reaksi sebelum dan sesudah lari aerobik 12 menit dengan intensitas sedang pada remaja terlatih basket dan tidak terlatih basket. Penelitian dilakukan dengan Cross Sectional Study pada 15 siswa pemain basket dan 15 siswa bukan pemain basket SMAN 1 Banjarbaru. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling. Analisis data menggunakan T-test berpasangan (sebelum dan sesudah) dan T-test tidak berpasangan (terlatih dan tidak terlatih) dan uji mann-whitney (selisih waktu reaksi). Hasil analisis data adalah terdapat perbedaan bermakna (p=0.000) antara nilai waktu reaksi  remaja terlatih basket (0,020) dan remaja tidak terlatih basket (0,040). Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa waktu reaksi remaja terlatih basket lebih baik dibanding remaja tidak terlatih basket dilihat dari hasil selisih waktu reaksi sebelum dan sesudah lari aerobik 12 menit dengan intensitas sedang
An Application Of Satisfaction Assessment Of Community Services In Padang Lebar Village Office Using The Oreste Method Pandita Juwinarti; Asnawati Asnawati; Reno Supardi
Jurnal Media Computer Science Vol 2 No 2 (2023): Juli
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jmcs.v2i2.3934

Abstract

The process of assessing community satisfaction in Padang Lebar Village Office manually is by using a questionnaire, therefore an application was made to facilitate the assessment of satisfaction with these community services. The application for assessing satisfaction with community services is an application used to assess community satisfaction with the services provided by employees of Padang Lebar Village Office. The research method used is the Oreste Method, which is a multi-criteria decision making method or better known as Multi Criteria Decision Making (MCDM). MCDM is used to solve problems with conflicting criteria to be able to make a decision to reach a final decision. The result of this research is a software that adopts the Oreste method which is able to help Padang Lebar Village Office for decision making in determining the level of service satisfaction to the community every year. This application for assessing satisfaction with community services can help the management of Padang Lebar Village Office in assessing the performance of village employees. The Writer suggests that the application for assessing satisfaction with community services can be used to facilitate inputting data in assessing community satisfaction with existing services at the Padang Lebar Village Office.
PENGARUH NUTRISI HIDROPONIK TERHADAP PERBANYAKAN TANAMAN KRISAN SECARA IN VITRO Messyana Messyana; Asnawati Asnawati; Tantri Palupi
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 3 (2023): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i3.3173

Abstract

Chrysanthemum is one of the most popular ornamental plants in the community because it is known to have high aesthetic value. The aim of the study was to obtain nutrients to replace MS media with hydroponic nutrients and obtain the best concentrations for chrysanthemum plant propagation. The research was carried out at the Biotechnology Laboratory, Faculty of Agriculture, University of Tanjungpura, using a completely randomized non-factorial design, namely hydroponic nutrient concentrations with 6 treatment levels and each treatment consisted of 4 replications. Each treatment unit consisted of 6 plant samples, and each bottle contained 1 explant. The intended hydroponic nutrient treatment: v0 = MS, v1 = 500 ppm, v2 = 1000 ppm, v3 = 1500 ppm, v4 = 2000 ppm and v5 = 2500 ppm. Variables observed in the study included the time the first shoots were formed, the number of shoots and the number of leaves. The results of this study indicate that hydroponic nutrients can replace macro and micro nutrients in MS media as the main nutrients in chrysanthemum plant propagation. Hydroponic nutrient concentration of 1500 ppm which is more effective in producing the time of first shoot formation, number of shoots, and number of leaves compared to other concentrations.INTISARIKrisan termasuk satu diantara tanaman bunga hias yang paling diminati masyarakat karena dikenal memiliki nilai estetika yang tinggi. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan unsur hara pengganti media MS dengan nutrisi hidroponik dan mendapatkan konsentrasi yang terbaik untuk perbanyakan tanaman krisan. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Bioteknologi Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Menggunakan Rancangan Acak Lengkap non faktorial yaitu konsentrasi nutrisi hidroponik dengan 6 taraf perlakuan dan setiap perlakuan terdiri dari 4 ulangan. Setiap unit perlakuan terdiri dari 6 sampel tanaman, dan setiap botol terdapat 1 eksplan. Perlakuan nutrisi hidroponik yang dimaksud : v0 = MS, v1 = 500 ppm, v2 = 1000 ppm, v3 = 1500 ppm, v4 = 2000 ppm dan v5  = 2500 ppm. Variabel yang diamati dalam penelitian meliputi waktu terbentuknya tunas pertama, jumlah tunas, dan jumlah daun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nutrisi hidroponik dapat menggantikan hara makro dan mikro media MS sebagai hara utama dalam perbanyakan tanaman krisan. Konsentrasi nutrisi hidroponik 1500 ppm yang lebih efektif dalam menghasilkan waktu terbentuknya tunas pertama, jumlah tunas, dan jumlah daun dibandingkan konsentrasi lainnya.
HUBUNGAN VO2 MAKS DAN WAKTU REAKSI PADA REMAJA Muhammad Hasbi; Siti Kaidah; Dona Masrisa; Asnawati Asnawati; Didik Dwi Sanyoto
Homeostasis Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v6i2.9994

Abstract

VO2 Maks adalah jumlah maksimal oksigen yang dapat digunakan pada saat melakukan kegiatan berat. VO2 Maks dipengaruhi oleh banyak faktor seperti jasmani, fitur fisiologis individu, dan jenis kelamin. VO2 Maks digunakan untuk mengetahui tingkat kebugaran fisik. Kebugaran fisik mempengaruhi efisiensi pengangkutan oksigen dan nutrisi sehingga meningkatkan kemampuan kognitif. Kemampuan kognitif diketahui berhubungan terhadap waktu reaksi. Waktu reaksi adalah jumlah waktu yang dibutuhkan seseorang untuk bereaksi terhadap stimulus. Waktu reaksi dipengaruhi oleh umur, jenis kelamin, penggunaan tangan dominan, latihan, kelelahan, puasa, siklus pernafasan, dan olahraga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan VO2 Maks dan waktu reaksi pada remaja. Penelitian menggunakan populasi SMAN 1 Banjarbaru dan subjek berjumlah 30 orang yang dipilih dengan metode simple random sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Penelitian dimulai dengan pengukuran waktu reaksi menggunakan computer-based visual reaction time test lalu dilanjutkan dengan tes Cooper lari 12 menit untuk menilai VO2 Maks. Hasil dari pengukuran waktu reaksi adalah 381,23±62,07 ms dan hasil dari pengukuran VO2 Maks adalah 31,08±5,37 ml/kg/menit. Hasil analisis data menggunakan uji korelasi Pearson adalah terdapat korelasi negatif kuat antara VO2 Maks dan waktu reaksi (r = -0,634). Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan negatif antara VO2 Maks dan waktu reaksi pada remaja.
HUBUNGAN KEBIASAAN, DURASI MEROKOK DAN JENIS ROKOK DENGAN KEJADIAN PENYAKIT KATARAK DI POLIKLINIK MATA RSUD ULIN BANJARMASIN Annisa Kumala Dewi; Muhammad Ali Faisal; Asnawati Asnawati
Homeostasis Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v6i2.9977

Abstract

Katarak adalah keruhnya lensa yang terjadi karena hidrasi (penambahan cairan) lensa, denaturasi protein lensa terjadi akibat kedua-duanya. Merokok merupakan salah satu faktor risiko dimana katarak dapat terjadi. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui hubungan kebiasaan, durasi merokok dan jenis rokok dengan kejadian penyakit katarak di poliklinik mata RSUD Ulin Banjarmasin. Desain observasi analitik dengan pendekatan cross sectional digunakan sebagai rancangam pada riset ini. Menggunakan teknik purposive sampling, didapatkan 69 orang perokok dan 11 tidak merokok yang memenuhi kriteria inklusi. Sebanyak 53,75% orang memiliki kebiasaan merokok, 73,8% memiliki durasi merokok di atas 20 tahun dan 70,3% menggunakan jenis rokok berfilter. Uji statistik menggunakan uji fisher exact dengan tingkat kepercayaan 95%, didapatkan hasil untuk hubungan kebiasaan merokok dengan kejadian katarak p = 0,000, OR = 1,26 dengan rentang nilai 1,999 – 7.943 interval kepercayaan (CI) 95%. Untuk hubungan durasi merokok dengan kejadian katarak didapatkan p = 0,001 OR=2,46. Sedangkan untuk hubungan jenis rokok dengan kejadian katarak didapatkan hasil p = 0,210 OR = 0,372. Disimpulkan dari hasil riset adanya hubungan bermakna antara kebiasaan merokok dan durasi merokok dengan kejadian katarak tetapi tidak terdapat hubungan yang bermakna antara jenis rokok dengan kejadian katarak.
HUBUNGAN DIABETES MELITUS DENGAN KATARAK PADA PASIEN DI POLIKLINIK MATA RSUD ULIN BANJARMASIN PERIODE 2021 Norsela Norsela; Muhammad Ali Faisal; Asnawati Asnawati
Homeostasis Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v6i2.9999

Abstract

Katarak yakni suatu kelainan mata yang menyebabakan kebutaan serta gangguan penglihatan serta kekeruhan pada lensa mata yang disebabkan oleh berbagai macam hal, salah satunya yakni diabetes melitus. Kataraks dihubungkan dengan diabetes mellitus. Penelitian ini bertujuan guna mengkaji korelasi diabetes melitus melalui penyakit katarak pada pasien di Poliklinik Mata RSUD Ulin Banjarmasin. Penelitian dilakukan dengan menggunakan desain observasional analitik dengan metode cross sectional. Teknik pemilihan subjek penelitian menggunakan teknik purposive sampling, didapatkan subjek penelitian 68 orang katarak dan 14 orang tidak katarak yang memenuhi kriteria inklusi. Didapatkan sebanyak 55,88% pasien katarak yang memiliki riwayat diabetes melitus dan 71,42% pasien katarak tanpa riwayat diabetes melitus. Uji statistik menggunakan uji chi–square dengan tingkat kepercayaan 95%, untuk hubungan diabetes melitus dengan penyakit katarak didapatkan nilai p=0,282. Dapat disimpulkan dari hasil penelitian ini yakni tidak terdapat hubungan yang signifikan antara diabetes melitus dengan penyakit katarak.
EFEKTIVITAS PEMBERIAN INFRARED DAN WFE TERHADAP FUNGSI KONTROL POSTUR PASIEN LBP MEKANIK Noradzkia Humairah; Azka Hayati; Asnawati Asnawati; Zairin Noor; Fakhrurrazy Fakhrurrazy
Homeostasis Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v6i2.9998

Abstract

LBP mekanik mengacu pada nyeri punggung yang timbul secara intrinsik dari tulang belakang, diskus intervertebralis, atau jaringan lunak di sekitarnya. Keterbatasan aktivitas dan kemampuan kerja menjadi menurun disebabkan oleh penurunan fungsi fisiologis, neurologis, dan kemampuan fisik. Oleh karena itu dilakukan pemeriksaan uji fungsi kontrol postur untuk menilai keseimbangan atau fungsi kontrol terhadap posisi tubuh pada dengan gangguan fungsi keseimbangan dengan menilai performa dalam menjalankan tugas fungsional BBS. Selain terapi farmakologis, penatalaksanaan LBP didukung juga dengan pemberian terapi fisik baik terapi modalitas maupun terapi latihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian IR dan terapi latihan WFE terhadap fungsi kontrol postur pada pasien LBP mekanik yang di lakukan pada pasien rawat jalan RSUD Ulin Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan rancangan observasional analitik dalam satu kelompok (one group pre test-post test design) dengan pendekatan cross-sectional. Pada subjek penelitian dilakukan pengamatan kontrol postur sebelum dan sesudah terapi dengan menggunakan BBS. Rerata±SD nilai BBS sebelum diberikan intervensi sebesar 49.5±2.34521 dan setelah diberikan intervensi selama 1 bulan menjadi 52.3±1.86190. Analisis data menggunakan uji T berpasangan mendapatkan nilai p=0,02. Disimpulkan bahwa terdapat efektivitas pemberian terapi modalitas dan terapi latihan pada fungsi kontrol postur pasien LBP rawat jalan di RSUD Ulin Banjarmasin.
PENGARUH KOMPOSISI MEDIA TANAM DAN KONSENTRASI GA3 TERHADAP PERTUMBUHAN Alocasia baginda ASAL RHIZOME Dian Asmarawati; Agustina Listiawati; Asnawati Asnawati
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 4 (2023): edisi Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i4.3507

Abstract

Alocasia baginda is an endemic Alocasia of Kalimantan that has the potential to be developed into a superior ornamental plant. Plant propagation from rhizome cutting is constrained by dormancy, so it needs to be overcome by the use of growing media and GA3. The aims of this research was to obtain the appropriate composition of growing media and GA3 concentration for the growth of Alocasia baginda from a rhizome. The research was conducted at the Paranet House, North Pontianak District, Pontianak City, from November 2022 - April 2023. This research used a split-plot design in a Randomized Block Design (RBD) with 2 factors. The first factor is the composition of the growing media mixture of charcoal husk, bamboo leaf humus, and malang sand as the main plot with 3 levels. The second factor is the concentration of GA3 as a subplot with 3 levels, from these two factors, 9 treatment combinations were obtained and was repeated 3 times. The result showed The composition of the husk charcoal planting media: bamboo leaf humus: poor sand (2: 1: 1) is a suitable planting media composition for the growth of Alocasia baginda from rhizome, because it is able to accelerate the time of emergence of shoots and produce more roots. GA3 concentration of 5 ppm produced the fastest time of bud emergence, the highest number of buds and leaves, as well as a greater number of roots. The interaction between the composition of growing media 3:1:1 and GA3 concentration of 5 ppm produced the highest number of leaves. Keywords: Growing media composition, GA3 Concentration, Alocasia baginda INTISARIAlocasia baginda merupakan Alocasia endemik Kalimantan yang berpotensi dikembangkan menjadi tanaman hias unggul. Perbanyakan tanaman dari pemotongan rimpang terkendala dormansi sehingga perlu diatasi dengan penggunaan media tanam dan GA3. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh komposisi media tanam dan konsentrasi GA3 yang sesuai untuk pertumbuhan Alocasia baginda dari rimpang. Penelitian dilaksanakan di Rumah Paranet Kecamatan Pontianak Utara Kota Pontianak pada bulan November 2022 – April 2023. Penelitian ini menggunakan rancangan petak terpisah dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor. Faktor pertama adalah komposisi media tanam campuran arang sekam, humus daun bambu, dan pasir malang sebagai petak utama dengan 3 taraf. Faktor kedua adalah konsentrasi GA3 sebagai anak petak dengan 3 taraf, dari kedua faktor tersebut diperoleh 9 kombinasi perlakuan dan diulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan Komposisi media tanam arang sekam : humus daun bambu : pasir malang (2:1:1) merupakan komposisi media tanam yang cocok untuk pertumbuhan Alocasia baginda dari rimpang, karena mampu mempercepat waktu kemunculannya. tunas dan menghasilkan lebih banyak akar. Konsentrasi GA3 sebesar 5 ppm menghasilkan waktu munculnya tunas tercepat, jumlah tunas dan daun terbanyak, serta jumlah akar lebih banyak. Interaksi antara komposisi media tanam 3:1:1 dan konsentrasi GA3 5 ppm menghasilkan jumlah daun terbanyak. Kata Kunci: Komposisi Media Tumbuh, Konsentrasi GA3, Alocasia baginda
Co-Authors Ade Putra Ade Tri Wijaya Agung Biworo Agustina Listiawati Agutina Listiawati Ahmad Fitrah Paturusi Aisyah Aisyah Alfi Yasmina Anggi Fitria Rahmadani Anisa Nurulita Annisa Dwi Ratnasari Annisa Kumala Dewi Annisa Yutami Ardiansyah Ardiansyah Asri Ayu AYU DIAH PUTU LAKSMI PUTRI Ayu Lestari Ayu Mayang Sari Azizah Azizah Azka Hayati Azmi Noor Sanjaya Betris Sanda Sinambela Bismindar Bismindar Buchari Buchari Budi Budi Citra Wulandari Dani Apriyadi Daniel Imanuel Salem Darmawan Darmawan Dedy Hermawan Desi Novita Sari Dewi Maharani Dewi Nurdiana Diah Safriani Dian Asmarawati Didik Dwi Sanyoto Dona Marisa, Dona Dona Masrisa Dwi Indarti Dwi Putri Ambarsari dwi zulfita Efrandi Efrandi Eko Suryana Eva Desembrianita Fakhrurrazy Fakhrurrazy Finna Rahmiati Fransiska Anggriani Salim FX Hendriyono Gajali Rahman Gembong Kesuma B Giyanira Geanira Gusti Noorlitaria hendri kasno Henny Sulistyowati Herning Idriastuti Herning Indriastuti Hidayat Hidayat Huldani Huldani Iman Suswanto Indra Kanedi Indra Noviandri J. Kuleh Jodhi Andhika Perdana Johni Eka Putra Jusuf Kuleh Kenanga Marwan Sikumbang Laili, Afifatul Laksono Trisnantoro Lena Rosida Lisda Hayatie, Lisda Liza Yulianti Magdalena Sundari MASTORA SIMANJUNTAK Maulana Hamzah Meiyanto Heri Prasetyo Messyana Messyana Methodius Ardiyanto MOH NUR ISMAIL Muhammad Ali Faisal Muhammad Hasan Ridhoni Muhammad Hasbi Muhammad Marwan Muhammad Riza Hermawan Nadia Harira Niarsari Anugrahing Putri Noradzkia Humairah Norsela Norsela Nur Arifin Nur Julianti Amir Pamasang S Siburian Pamasang S. Siburian Pandita Juwinarti Panghiyangani, Roselina Puji Astuti Rafi Adista Putra Rahman Rahman Rahmawati Rahmawati Raida Namira Rebika Nurul Azizah Reno Supardi Rima Eka Rini Susana RISKA MASYURA Rizki Agmalia Sorayya Rudi Fakhriadi Said Aji Sutrisno SARJUN HENDRY SIGALINGGING Setia Budi Setia Rahadi Siti Kaidah Suhar Suhar Suharno Suharno Sulthan Nur Hidayatullah Sunjaya Tunggala SUSI MANTARI Syaiful Ibrahim Syarifah Hudayah Tantri Palupi Tri Mulyono Tri Mulyono Tri Utami Pangestu Triawanti Triawanti Umarul Faruq Ummu Mardhiyyaturrosyidah Upick Hariyanto Venny Novita Sari Warganda Warganda Wasian Wasian yupianti yupianti Yupiyanti Yupianti Yusva Rawady Elyas ZA, Saida Zainurossalamia Zairin Noor