Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Profesional Fisioterapi

PENGARUH IASTM PADA PENDERITA KASUS LOW BACK PAIN PADA LANSIA: CASE REPORT Ayu, Yunidar Niken; Perdana, Suryo Saputra
JURNAL PROFESIONAL FISIOTERAPI Vol. 1 No. 1 (2022): JANUARY
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.868 KB) | DOI: 10.24127/fisioterapi.v1i2.2229

Abstract

penelitian ini untuk mengetahui pengaruh IASTM untuk peningkatan fungsional dan pengurangan nyeri pada penderita low back pain lansia. Metode studi yang dilakukan ini menggunakan single-subject research dengan pendekatan desai ABA. Desain ini digunakan untuk mengetahui pengaruh IASTM pada penderita kasus low back pain pada lansia. Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini menunjukkan berkurangnya rasa nyeri dan juga mengalami peningkatan fungsional pada pasien. Intervensi sebanyak 2 kali seminggu dan diberikan evaluasi setiap diakhir pertemuan kedua setiap minggunya dengan menggunakan pengukuran oswestri indeks dan pengukuran nyeri menggunakan NRS. Kesimpulan setelah mendapatkan fisioterapi selama 2 minggu pasien mengalami penurunan nyeri dari nyeri diam yang mulanya 3 menjadi 2, dan nyeri gerak yang mulanya 5 menjadi 4 serta terjadi peningkatan fungsional yang awalnya memiliki skor 16 menjadi 14. Data tersebut menunjukan adanya perubahan serta peningkatan fungsionalpasien kearah baik
MANAGEMEN FISIOTERAPI PADA KASUS LESI SARAF OKULOMOTOR UNILATERAL: A CASE REPORT Maranti, Zemba Riski; Perdana, Suryo Saputra
JURNAL PROFESIONAL FISIOTERAPI Vol. 3 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/fisioterapi.v3i1.3125

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Lesi saraf okulomotor atau neuropati okulomotor adalah kondisi mata akibat kerusakan saraf kranial ketiga atau cabangnya yang mana dapat menyebabkan penurunan kekuatan otot yang diinervasi yang menghasilkan gerakan bola mata yang berkurang ke beberapa arah dan ketidakmampuan kelopak mata untuk membuka (ptosis). Fisioterapi adalah salah satu profesi klinis yang bertugas membantu individu pulih dari gangguan saraf dengan menggunakan metode berbasis neuroplastisitas. Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas pemberian program fisioterapi berupa gabungan dari beberapa intervensi seperti pemberian infrared, Electrical Stimulation menggunakan arus faradik, dan eye exercise pada pasien dengan kondisi lesi saraf okulomotor unilateral. Metode: Penelitian ini menggunakan Single-subject research yang dilakukan kepada seorang wanita berusia 50 tahun dengan diagnosa lesi saraf okulomotor unilateral. Hasil : Baseline dan evaluasi dilakukan dengan menggunakan instrument pengukuran mistar untuk mengukur celah kelopak mata dan pursuit test untuk mengetahui kemampuan pergerakan bola mata. Kesimpulan: Terdapat peningkatan yang positif pada kemampuan kelopak mata dan kemampuan pergerakan bola mata setelah diberikan intervensi fisioterapi selama 4 minggu. Kata kunci : lesi saraf okulomotor, ptosis, electrical stimulation, eye exercise. ABSTRACT Introduction: An oculomotor nerve lesion or oculomotor neuropathy is an eye condition resulting from damage to the third cranial nerve or its branches which can cause a decrease in the strength of the innervated muscles resulting in reduced eyeball movement in several directions and inability of the eyelids to open (ptosis). Physiotherapy is a clinical profession whose job is to help individuals recover from nervous disorders by using methods based on neuroplasticity.Objective: to determine the effectiveness of a physiotherapy program in the form of a combination of several interventions such as giving infrared, Electrical Stimulation using faradic currents, and eye exercise in patients with unilateral oculomotor nerve lesions.Method: This study used a single-subject research conducted on a 50 year old woman with a diagnosis of unilateral oculomotor nerve lesion. Results: Baseline and evaluation were carried out using a ruler measuring instrument to measure the eyelid gap and a pursuit test to determine the ability to move of the eyeball Conclusion: There was a positive increase in the ability of the eyelids and the ability to move the eyeball after being given physiotherapy intervention for 4 weeks. Keyword : oculomotor nerve, ptosis, electrical stimulation, eye exercise.
Co-Authors Abimayu, Ryan Juniano Adnan Faris Naufal Agus Setiyawan Akbar, Alifa Alfarisyi, Dimas Arif Amalia Nur Azizah Amalia Nur Azizah Amalia Nur Azizah Amaliyah Hana Safitri Amirotuzakiyah, Maryam Anggraeni, Nadya Anggraini, Nadya Aquariza, Eliska Elok Arianti, Bella Arif Pristianto Ariyanti, Amalia Carissa Ashrifah, Ayuni Ayu, Yunidar Niken Az-Zahra, Fadhilah Aziefa, Nevgy Hamama Azizah, Amalia Nur Azzahra, Farikha Syifau Chaiyawat, Pakaratee Daniel Happy Putra Debbita, Nurraya Martha Dedi Prasetyo Dewangga, Mahendra Wahyu Dhiva Luhtirani Yanitamara Dinulloh, Hafidz Dwi Rosella Komala Sari Dwi Rossela Komalasari Efendi, Elif Nur Fadila, Dhira Rahma Farhan Sufi Hibatul Azizi Gani, Purnomo Gina Fazrina Halim Mardiato Hapsari Cahyaningrum Herman, Dedy Heru Purnomo Irfan, Naufal Kadek Agustini Aryani Kasumbung, Muhammad Tasa Kingkinnarti Kingkinnarti, K Komalasari, Dwi Rosella Konara Budi Sudrajat Kurniady, Devi Arhamevia Kusdiana, Faris Rahman La Ode Abdhal Idrus Maranti, Zemba Riski Mardiyanto, Halim Martopo, Nur Agung Maulidya, M Miftakhul Nur Ilmi Muhammad Naufal Anas Muhammad Raihan Maulidan Musyafa, Zafaf Nabila Nabila Nabila, Nabila Nazihah, Zulvy Nevgy Hamama Aziefa Ningsih, Aulia Setia Norasmi, Ihsan Norazmi, Ihsan Novitasari, Tessya Hadika Nur Agung Martopo Nurma, Hanifah Dwi Pangestu, Gesang Gede Paramita, Made Pradnya Pradipta, Alvian Willy Prahesti, Yona Risha Prasetijo, Dedy Herman Pratamasiwi, Afrilia Saras Prayitno, P Putri, Adelia Kurnia Putri, Thesa Arsita Qanitah, Talitha Ramadhani, Jihan Nabila Rezky Guna Putra Rofi'atin Rofi'atin Rofi’atin, Rofi’atin Rosidah, Nikmatur Sabina Afifatuzzahra Safitri, Amaliyah Hana Safitri, Khusnul Saharudin, Adinda Afifah Saputri, Shinta Claudia Saputro, Sigit Sari, Diani Qomaradewi Indah Septiani, Icha Setiawan, Purnomo Gani Silaen, Nevada Bulandari Sobariyah, Ana Maratus Spence, Nicola Sri Yunanto Totok Budi Santoso Umi Budi Rahayu Utami, Dyah Wahyu Utami, Multasih Nita W Wahyuni, W Widyawati, Erinda Anggar Tri Wijayandari, Nawang Galih Wijayanti, Wahyu Kusuma Wulandari, Novita Sri Yanuar, Reza Arshad Yunita Rahayu Pratiwi Yusria Apriliani Zakaria, Ricky Fauzi Zemba Riski Maranti Zhulfahmi, Moch. Rizki