Claim Missing Document
Check
Articles

THE EFFECT OF THE USE OF ANTI DIABETIC INSULIN ON BLOOD SUGAR LEVELS OF CORONA VIRUS - 2019 (COVID - 19) PATIENTS IN ROYAL PRIMA MEDAN GENERAL HOSPITAL Irza Haicha Pratama; Duwina Puspita Sari; Andre Budi; Setia Wati
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 4, No 3 (2022): OKTOBER: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v4i3.15155

Abstract

Diabetes Melitus atau sering disebut kencing manis yang ditandai dengan terjadinya hiperglikemia (meningkatnya glukosa darah). Kebaruan penelitian yaitu melihat pengaruh penggunaan obat anti diabetes insulin terhadap kadar gula darah pasien Corona Virus Disease–19 (Covid-19) di Rumah Sakit Royal Prima Medan. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh penggunaan obat insulin terhadap kadar gula darah pasien Covid-19 di Rumah Sakit Royal Prima Medan. Penelitian merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional dilakukan bulan Desember 2020-Juni 2021. Populasi yang menggunakan insulin adalah seluruh pasien rawat inap Covid-19 dengan diabetes melitus dan tercatat dalam rekam medis RSU Royal Prima Medan sebanyak 174 orang dan penelitian sudah di uji kelayakan etik. Sampel sebanyak 153 responden dengan teknik simple random sampling. Analisis multivariat dalam bentuk pengolahan data menggunakan komputerisasi program SPSS versi IBM 25.0. Hasil penelitian diperoleh bahwa penggunaan obat antidiabetik paling banyak digunakan adalah Terapi Kombinasi (long acting dengan rapid acting) 116 orang (76,8%), Rapid Acting 22 orang (13,7%), dan Long Acting 15 orang (9,3%). Perbandingan kadar gula darah awal dan akhir terhadap terapi Rapid acting menunjukkan nilai P (sig) 0,0000,05. Pada perbandingan kadar gula darah awal dan akhir terhadap terapi Long acting menunjukkan nilai P (sig) 0,0000,05, dan pada perbandingan kadar gula darah awal dan akhir terhadap terapi kombinasi menunjukkan nilai P (sig) 0.0000,05. Kadar gula darah rata-rata paling efektif dalam penelitian ini adalah rapid acting. Kesimpulannya H0 ditolak, artinya terdapat pengaruh yang signifikan antara kadar gula darah awal dan akhir.Kata Kunci : Insulin; Kadar Gula Darah; Long Acting; Rapid Acting.AbstractDiabetes Mellitus or often called diabetes is characterized by the occurrence of hyperglycemia (increased blood glucose). The novelty in this study is to see the effect of using anti-diabetic insulin drugs on blood sugar levels of patients with Corona Virus Disease–19 (covid-19) at the Royal Prima Hospital in Medan. The purpose of this study was to determine the effect of using insulin on blood sugar levels in Covid-19 patients at the Royal Prima Hospital in Medan. This study is an observational analytic study with a cross sectional approach conducted in December 2020-June 2021. The population using insulin in this study were all inpatients for Covid-19 with diabetes mellitus and recorded in the medical records of RSU Royal Prima Medan as many as 174 people. The sample is 153 respondents with simple random sampling technique. Multivariate analysis in the form of data processing using computerized SPSS program version IBM 25.0. The results obtained that the most widely used antidiabetic drugs were Combination Therapy (long acting with rapid acting) 116 people (76.8%), Rapid Acting 22 people (13.7%), and Long Acting 15 people (9, 3%). Comparison of initial and final blood sugar levels against Rapid acting therapy showed P value (sig) 0.000 0.05, In comparison of initial and final blood sugar levels to Long-acting therapy showed P value (sig) 0.000 0.05, and in comparison Initial and final blood sugar levels on combination therapy showed a P (sig) value of 0.000 0.05. The most effective average blood sugar level in this study was rapd acting. The conclusion is that H0 is rejected, meaning that there is a significant effect between the initial and final blood sugar levels.
Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daun Sirsak (Annona muricata L.) Dan Antiaging Melalui Koleganisasi Dan Gambaran Histopatologi Kulit Tikus Yang Terpapar Sinar Ultraviolet B Mujihad, Andi; Pratama, Irza Haicha; Siregar, Lisdawaty
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K) Vol 6, No 2 (2025): J-P3K
Publisher : Yayasan Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-p3k.v6i2.614

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas antioksidan ekstrak daun sirsak (Annona muricata L.) dan efek anti-aging melalui kolagenisasi serta gambaran histopatologi kulit tikus yang terpapar sinar ultraviolet B (UVB). Paparan sinar UVB dapat menyebabkan stres oksidatif dan mempercepat penuaan kulit. Daun sirsak diketahui mengandung senyawa antioksidan yang kuat yang dapat membantu melindungi kulit dari kerusakan akibat sinar UVB. Penelitian ini melibatkan perlakuan tikus dengan ekstrak daun sirsak dan paparan sinar UVB, diikuti dengan penilaian kadar antioksidan, produksi kolagen, dan perubahan histopatologi pada kulit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun sirsak menunjukkan aktivitas antioksidan yang signifikan dan mendukung sintesis kolagen, yang membantu mengurangi kerusakan kulit akibat paparan UVB. Analisis histopatologi menunjukkan perbaikan pada struktur kulit, yang mengindikasikan potensi ekstrak daun sirsak sebagai agen anti-aging alami.
Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Sirsak (Annona Muricata L.) Terhadap Kadar Kolesterol Total, Trigliserida Dan Histopatologi Hati Tikus Putih Galur Wistar Jantan Yang Mengalami Diabetes Melitus Anugrah, Hary Try; Pratama, Irza Haicha; Siregar, Lisdawaty
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K) Vol 6, No 2 (2025): J-P3K
Publisher : Yayasan Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-p3k.v6i2.683

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun sirsak (Annona muricata L.) terhadap kadar kolesterol total, trigliserida, dan histopatologi hati pada tikus putih galur Wistar jantan yang mengalami diabetes melitus. Diabetes melitus yang tidak terkontrol dapat menyebabkan peningkatan kadar kolesterol dan trigliserida serta kerusakan pada organ hati. Dalam penelitian ini, 24 tikus Wistar jantan dibagi menjadi empat kelompok: kelompok kontrol normal, kelompok diabetes tanpa perlakuan, kelompok diabetes yang diberi ekstrak daun sirsak dosis rendah, dan kelompok diabetes yang diberi ekstrak daun sirsak dosis tinggi. Pemberian ekstrak daun sirsak dilakukan selama 28 hari. Pengukuran kadar kolesterol total dan trigliserida dilakukan menggunakan metode enzimatik, sedangkan pemeriksaan histopatologi hati dilakukan dengan pewarnaan Hematoxylin-Eosin (HE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak daun sirsak dosis tinggi dapat menurunkan kadar kolesterol total dan trigliserida serta memperbaiki kerusakan histopatologi hati pada tikus yang mengalami diabetes melitus. Penurunan kadar kolesterol dan trigliserida serta perbaikan histopatologi hati menunjukkan bahwa ekstrak daun sirsak memiliki potensi sebagai terapi adjuvan dalam pengelolaan diabetes melitus.
The relationship between blood glucose levels and meal frequency in stunted children in Medan City Angwyn, Wilbert; Pratama, Irza Haicha; Fadillah, Qori; Sidabutar, Anjas Domini
Science Midwifery Vol 13 No 3 (2025): August: Health Sciences and related fields
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/midwifery.v13i3.2020

Abstract

Stunting remains a major public health concern in Indonesia, affecting millions of children and contributing to long-term growth and metabolic issues. Blood glucose level is the body’s main energy source and is thought to be influenced by meal frequency, particularly in nutritionally vulnerable children. This study aimed to determine whether there is a significant relationship between blood glucose levels and meal frequency in stunted children in Medan City. This research employed an analytical observational design with a cross-sectional approach. A total of 62 stunted children were selected through cluster sampling. Data were collected using glucometer tests for blood glucose and structured questionnaires answered by the parents to assess meal frequency. The Kolmogorov-Smirnov test was applied for normality analysis. The relationship between variables was analyzed using Chi-Square and Mann-Whitney tests. Among the respondents, 56.5% had three meals per day, while 56.5% were found to have hypoglycemia. The Chi-Square test showed a p-value of 0.576 and the Mann-Whitney test yielded a p-value of 0.499. These results indicate no statistically significant relationship between meal frequency and blood glucose levels in stunted children. There is no significant correlation between blood glucose levels and meal frequency among stunted children in Medan City. The variation in blood glucose levels is likely influenced by other factors, such as nutritional status, metabolic adaptation, or environmental conditions. The findings indicate that interventions should emphasize dietary quality over meal frequency, with local health centers like Puskesmas providing personalized nutrition plans and caregiver education to reduce metabolic risks in stunted children.
KORELASI SOSIODEMOGRAFI DAN KULTURAL DENGAN PRAKTIK KEBERSIHAN MENSTRUASI PADA REMAJA PUTRI DI AKADEMI ANALIS KESEHATAN PUTRA JAYA BATAM Noviawati, Noviawati; Ginting, Chrismis Novalinda; Pratama, Irza Haicha
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.43995

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi praktik kebersihan menstruasi pada remaja putri di Akademi Analis Kesehatan Putra Jaya Batam serta menganalisis berbagai faktor yang mempengaruhi praktik tersebut. Penelitian dilaksanakan pada periode 1 Juni hingga 30 Juni 2024 dengan jumlah responden sebanyak 60 remaja putri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden (88%) memiliki praktik kebersihan menstruasi yang tergolong baik, seperti mengganti pembalut secara teratur, menjaga kebersihan area genital, dan menggunakan air bersih. Faktor pendidikan ibu terbukti memiliki pengaruh signifikan terhadap praktik kebersihan menstruasi; remaja putri yang memiliki ibu dengan pendidikan di atas tingkat SMA atau perguruan tinggi menunjukkan perilaku kebersihan yang lebih baik dibandingkan dengan yang ibunya berpendidikan SD atau SMP. Selain itu, pendapatan keluarga juga berperan, di mana remaja putri dari keluarga dengan pendapatan di atas Upah Minimum Provinsi (UMP) cenderung memiliki praktik kebersihan menstruasi yang lebih optimal. Menariknya, perbedaan agama tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap praktik kebersihan menstruasi. Namun, keragaman suku memperlihatkan pengaruh, di mana remaja putri dari etnis Jawa cenderung memiliki praktik kebersihan yang kurang baik, yang kemungkinan besar berkaitan dengan faktor budaya dan tradisi yang masih kuat. Keyakinan terhadap tabu menstruasi juga terbukti mempengaruhi praktik, di mana remaja putri yang mempercayai tabu memiliki praktik kebersihan yang lebih rendah. Berdasarkan temuan ini, diperlukan upaya edukasi kesehatan yang lebih komprehensif dan intensif dengan memperhatikan aspek sosial dan budaya, sehingga dapat meningkatkan kesadaran dan perilaku kebersihan menstruasi yang sehat di kalangan remaja putri.
The relationship between stunting and breastfeeding cessation in toddlers Simanjuntak, Agnes Septrya; Pratama, Irza Haicha; Simanullang, Partogi Hasiholan
Science Midwifery Vol 13 No 4 (2025): October: Health Sciences and related fields
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/midwifery.v13i4.2086

Abstract

This study aimed to analyze the relationship between breastfeeding cessation and the incidence of stunting in toddlers in Medan City. A total of 124 toddlers participated, with 50% experiencing stunting. Descriptive analysis showed that most mothers stopped breastfeeding between 0–6 months (50.81%), while the majority of toddlers (89.52%) consumed formula milk until 54–60 months. The Kolmogorov-Smirnov normality test indicated non-normal data distribution (p = 0.000), leading to the use of Spearman’s rank correlation. Results revealed a significant moderate positive correlation between breastfeeding cessation age and stunting incidence (r = 0.432; p = 0.000), indicating that earlier cessation of breastfeeding increases the risk of stunting. These findings align with previous research emphasizing the critical role of breastfeeding in stunting prevention. Although formula milk consumption was common, it did not significantly influence stunting alone. Therefore, stunting prevention efforts should prioritize exclusive breastfeeding for six months and continued breastfeeding up to two years, alongside improved complementary feeding, environmental sanitation, and maternal nutrition. A multisectoral approach is essential to effectively reduce stunting prevalence and improve toddler health in Medan City.
Genetic factor, short-distance activity, and myopia among medical students Tiswan, Jiad Hanan; Pratama, Irza Haicha; Lina, Juliana; Ivonne, Ivonne; Purwoko, Heri; Yumardika, Deza
Buletin Kedokteran & Kesehatan Prima Vol. 3 No. 2 (2024): September
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/bkkp.v3i2.6160

Abstract

Myopia, a common refractive error, has seen a significant global increase, particularly among young adults. This study aims to investigate the association between genetic factors, short-distance activity, and the incidence of myopia among medical students. A cross-sectional survey design was employed to collect data from medical students in batches 2022 and 2023. Chi-square tests were used to analyze the relationship between the variables. Demographic data revealed a predominantly young female population, with a high proportion of students enrolled in the 2023 academic year. A significant number of students were diagnosed with myopia, ranging from low to high degrees. Risk factor analysis indicated a strong association between reduced short-distance activity and increased myopia risk. Additionally, a family history of myopia emerged as a significant genetic predisposition to the condition. These findings highlight the importance of addressing both environmental and genetic factors to prevent and manage myopia among medical students. Future longitudinal studies with larger sample sizes are needed to further explore the temporal relationship between risk factors and myopia progression.
FORMULASI DAN KARAKTERISTIK BIJI KETUMBAR (CORIANDRUM SATIVUM L.) MENGGUNAKAN ALAT SONIKASI SEBAGAI ANTIDIABETES TERHADAP PENURUNAN KADAR GULA DARAH Silalahi, Laura Novi; Pratama, Irza Haicha; Meutia, Rena; Siagian, Angelika Sio; Chaniago, Syahdina Saufa Yardha
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.28017

Abstract

Penyakit diabetes mellitus (DM) merupakan gangguan metabolisme yang ditandai oleh resistensi terhadap insulin, sekresi insulin yang tidak mencukupi, atau keduanya. Salah satu metode pengobatan yang dapat digunakan adalah penggunaan tanaman tradisional, seperti biji ketumbar. Flavonoid yang terdapat dalam biji ketumbar diduga memiliki potensi untuk menurunkan kadar gula darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian formulasi ekstrak biji ketumbar (Coriandrum Sativum L.) terhadap penurunan kadar gula darah, serta menentukan konsentrasi ekstrak biji ketumbar yang paling efektif dalam menurunkan kadar gula darah. Metode penelitian ini adalah penelitian eksperimental yang menggunakan metode Post Test Only Control Group Design, terdiri dari 5 kelompok perlakuan. Kelompok I diberi kontrol negatif (aquadest), kelompok II diberi kontrol positif (metformin), sedangkan kelompok III, IV, dan V menerima ekstrak biji ketumbar dengan dosis masing-masing 200 mg/kgBB, 400 mg/kgBB, dan 800 mg/kgBB. Penelitian ini dilakukan pada tikus putih jantan (Rattus norvegicus) galur wistar yang berusia 2-3 bulan. Hasil analisis uji fitokimia menunjukkan adanya beberapa kandungan fitokimia, seperti alkaloid, flavonoid, dan tanin dalam ekstrak biji ketumbar. Pemberian ekstrak biji ketumbar pada dosis 200 mg/kgBB, 400 mg/kgBB, dan 800 mg/kgBB selama 21 hari mampu mengurangi kadar gula darah, baik pada pengukuran gula darah sewaktu maupun puasa. Namun, dosis 800 mg/kgBB menunjukkan efektivitas yang lebih baik dibandingkan dengan dosis 200 mg/kgBB dan 400 mg/kgBB. Meskipun demikian, jika dibandingkan dengan kontrol positif (Metformin 500 mg), penggunaan metformin lebih efektif daripada ekstrak biji ketumbar pada dosis 800 mg/kgBB.
IDENTIFIKASI RESIKO DRUG RELATED PROBLEMs (DRPs) PADA PASIEN GERIATRI DENGAN PENYAKIT HIPERTENSI DI INSTALASI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT ROYAL PRIMA MEDAN Alwin, Nicholas; Novriani, Erida; Pratama, Irza Haicha
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.32723

Abstract

Penelitian ini menyoroti pentingnya mengidentifikasi Drug Related Problems (DRPs) pada pasien geriatri dengan penyakit hipertensi di instalasi rawat jalan Rumah Sakit Umum Royal Prima Medan. Mengingat populasi geriatri rentan terhadap komplikasi obat, identifikasi DRPs menjadi krusial untuk meningkatkan keselamatan dan efektivitas terapi. Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan metode crosssectional untuk menyajikan data deskriptif periode April - Juni 2024. Data yang digunakan adalah 247 pasien rawat jalan yang berusia di atas 60 tahun dan menderita didiagnosis dengan hipertensi baik dengan atau tanpa komplikasi. Data menunjukkan bahwa obat antihipertensi yang paling sering digunakan adalah candesartan (golongan Angiotensin Receptor Blocker) sebanyak 139 kasus. Obat antihipertensi terbanyak kedua adalah amlodipine (golongan Calcium Channel Blocker) sebanyak 91 kasus, diikuti oleh bisoprolol (golongan Beta Blocker) sebanyak 48 kasus. Identifikasi DRPs dalam penelitian ini meliputi tiga kategori yaitu interaksi obat, duplikasi pengobatan dan reaksi obat yang merugikan. Hasil menunjukkan bahwa persentase DRPs terbesar berasal dari interaksi obat sebesar 76,1% sementara duplikasi pengobatan hanya 0,8% dan reaksi obat yang merugikan tidak ditemukan. Interaksi obat yang paling sering terjadi antara obat hipertensi dan obat penyakit penyerta adalah golongan Angiotensin Receptor Blocker (ARB) dengan tingkat keparahan moderate sebanyak 25.85%.Duplikasi pengobatan teridentifikasi pada 2 resep,yaitu alprazolam dan diazepam, berdasarkan kesamaan mekanisme obat, efek samping yang mirip, serta ketidakadaan manfaat tambahan ketika dikonsumsi bersamaan. Penelitian ini menggaris bawahi pentingnya pemantauan penggunaan obat pada pasien geriatri dengan hipertensi untuk mengurangi risiko DRPs dan meningkatkan kualitas pengobatan.  
The Influence of Providing Information and Educational Media in Efforts to Prevent Stroke Wijaya, Cindy Eka; Pratama, Irza Haicha; Girsang, Ermi
JURNAL INFO KESEHATAN Vol 22 No 2 (2024): JURNAL INFO KESEHATAN
Publisher : Research and Community Service Unit, Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/infokes.Vol22.Iss2.1630

Abstract

Stroke is the leading cause of physical and mental disability worldwide. In Indonesia, the incidence of stroke is alarmingly high, affecting approximately 10.9% of the population annually, with around 713,783 individuals experiencing stroke each year. Understanding how to prevent stroke is crucial. Clear and regular information, along with effective educational media, are essential for increasing public awareness of stroke. This study aims to determine the impact of social media and knowledge on stroke prevention. This type of study is a non-experimental quantitative study using a cross-sectional. This study is conducted in portions, with patients who are willing and able to talk effectively. Univariate, bivariate, and multivariate analyses were conducted using Pearson correlation tests and linear regression tests. The results show that among the 100 respondents, most were male, aged 41-60 years, and engaged in the best stroke prevention efforts. The Pearson correlation test showed significant correlations between information accuracy, frequency, and educational media for stroke prevention (Pearson p=0.89; p=0.62; p=0.75). The linear regression test revealed that the clarity of information, frequency of information, and educational media together increased stroke prevention efforts (p=0.037), with the clarity of information being the most significant factor. The conclusion is the study concludes that educational media and accurate information are crucial in preventing stroke. It is recommended that the Kasih Sayang Clinic conducts comprehensive stroke education and screening every six months to enhance prevention efforts.
Co-Authors Adek Amansyah Akalili, Cory Cintia Alvin Abrar Harahap Alwin, Nicholas Andre Budi Andre Budi Andre Budi Anggriani, Theresia Angwyn, Wilbert Anugrah, Hary Try Aulia, Yuli Cahyadi, Muhamad Ridwan Chaniago, Syahdina Saufa Yardha Chiuman, Linda Cut Maqfirah Dalimunthe, Siti Aisyah Damanik, Yola Agriva Ronatio Destri Safhira Siahaan Dewi Asri Sirait Djohan Djohan Duwina Puspita Sari Duwina Puspita Sari Ermi Girsang Ermi Girsang Fadillah, Qori Ginting, Chrismis Novalinda Girsang, Ermi Grasiah, Joster Harahap, Alvin Abrar Hartono Hartono Helga Kurniawati Tandungan Ira Aini Dania Ivonne, Ivonne Jag Karan Kaban, Karina Datitha Alodia Br Lina, Juliana Lubis, Adhayani Mastura, Indira Ade Meldawati Meldawati Meutia, Rena Mhd Raja Nasution Mhd. Raja Nst Mucmaini, Rica Mujihad, Andi Mukhtar, Zulfikri Nasution, Chairul Radjab Nauli, Samuel Neka Cahyanda Putri Noviawati Noviawati Novriani, Erida Nurhayanti, Nurhayanti Nuryani Nainggolan Ok Yurizal Pamuji, Yoga Purba, Arna Fransisca Millyanti Purwoko, Heri Puspawani, Yeni Putranto Manalu Rahma, Arinda Aulia Rahmah, Ratu Aulia Renta Mayang Malau Reshot Maria Rotua, Margaretia Yenni San, Kon Sanjaya, Wan Bakrie Santy, Darnedy Fatwa Mely Setia Wati setia wati br sitepu Siagian, Angelika Sio Sidabutar, Anjas Domini Silalahi, Laura Novi Simangunsong, Pahala Maringan Jubel Simanjuntak, Agnes Septrya Simanullang, Partogi Hasiholan Sipahutar, Rosita Anggita Putri Siregar, Lisdawaty Sitanggang, Anggi K T Sitanggang, Anggi Kristina Theresia Sitompul, Christian Michael Oloan Soekardi, Adi Sri Lestari Ramadhani Nasution Suhaila, Alzira Suhartina Suhartina, Suhartina Suyono, Tan Tan Suyono Tiswan, Jiad Hanan Todung Donald Aposan Silalahi Ulta Cia Sadema Umara, Dini Viona Masniari Wijaya, Chrestellone Surya Wijaya, Cindy Eka Wutama, Kevin Yeni Halim Yeni Rimadeni Yumardika, Deza Zai, Zulvan Zai, Zulvan Jaya Putra