Claim Missing Document
Check
Articles

The Relationship Between Parenting Styles and Adolescent Sexual Behavior Setiani, Ermy; Sulaiman, Lalu; Sismulyanto, Sismulyanto
Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 12, No 2 (2024): December
Publisher : Department of Biology Education, FSTT, Mandalika University of Education, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/bioscientist.v12i2.12778

Abstract

This study aims to investigates the correlation between parenting styles and adolescent sexual behavior at SMA Negeri 3 Mataram using an observational analytic design with a cross-sectional approach. Data were collected from 69 11th-grade social science students via a questionnaire assessing parenting styles and sexual behavior. Results indicated that (1) 59.4% of respondents experienced permissive parenting, while 40.6% encountered democratic parenting; (2) respondents who have permissive parenting, 5.8% demonstrated negative sexual behavior, in contrast to the uniformly positive behavior observed in adolescents with democratic parenting; (3) the results of Fisher's exact test are a significance value of 0.141, indicating no statistically significant relationship between parenting styles and adolescent sexual behavior; (4) trend suggests that democratic parenting, which balances freedom and control, is associated with positive adolescent sexual behavior. Thus, these findings highlight the importance of promoting democratic parenting and comprehensive sexual education to reduce risky behaviors. Recognizing cultural nuances and enhancing parental involvement are essential for effective adolescent sexual health prevention strategies.
Dampak Pemanfaatan Elektronik Rekam Medis di Fasilitas Kesehatan: Pendekatan Sistematik Literatur Review Arsyam, Haeril; Sulaiman, Lalu; Setiawan, Sabar
Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 12, No 2 (2024): December
Publisher : Department of Biology Education, FSTT, Mandalika University of Education, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/bioscientist.v12i2.12800

Abstract

This study examines the impact of Electronic Medical Records (ERM) implementation in healthcare facilities over the last decade, focusing on its benefits and challenges. ERM has significantly improved patient care quality, operational efficiency, and data security, providing fast and accurate access to medical information for clinical decision-making. However, despite these advantages, the adoption of ERM faces several technical and organizational challenges, including limited interoperability between systems and user resistance. A systematic literature review was conducted, analyzing studies from 2014-2024, to explore both the positive outcomes and barriers encountered during ERM implementation. The results indicate that while ERM reduces medical errors and enhances care coordination, particularly in managing chronic conditions, issues such as data privacy concerns and high implementation costs remain significant barriers. Recommendations to address these challenges include the development of standardized policies for system interoperability and comprehensive user training to facilitate adaptation. This study underscores the need for a more integrated approach that combines technical improvements with organizational support to maximize the potential benefits of ERM.
An analysis of the maternal health referral system: a case study of the BAKSOKUDA system in Central Lombok, Indonesia Sastrawan, Sastrawan; Sulaiman, Lalu; Erawati, Eva
International Journal of Public Health Science (IJPHS) Vol 14, No 2: June 2025
Publisher : Intelektual Pustaka Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijphs.v14i2.24349

Abstract

Maternal mortality remains a critical concern in Central Lombok, with over 50% of maternal deaths in hospitals involving cases referred through the BAKSOKUDA referral system. This suggests potential failures within the referral process, raising concerns about systemic issues compromising maternal health emergencies. This research uses a qualitative case study methodology to investigate the BAKSOKUDA system, aiming to identify the challenges contributing to high maternal mortality and provide insights for improving healthcare outcomes. Data were collected through semi-structured interviews with eleven participants: midwives, doctors, nurses, and a hospital manager. Thematic analysis identified several critical issues: communication breakdowns, inconsistent adherence to protocols, difficulties in securing family cooperation, inadequate infrastructure, and lack of community support for blood donation. These findings highlight four interrelated components—human resources, the professional environment, patients and families, and community support—as central to effective maternal health systems. To address these challenges, the study recommends enhancing communication and protocol adherence, providing comprehensive midwife training, promoting cultural sensitivity, and addressing systemic issues like ambulance availability. Strategic planning, resource allocation, and regional coordination are essential to improving infrastructure and ensuring effective referrals. The findings stress the need for a holistic approach, continuous improvement, and active community engagement to optimize maternal care.
EDUKASI DENGAN MEDIA POSTER TERHADAP PENGETAHUAN TERKAIT PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DENGAN 3 M PLUS PADA REMAJA Firdaniansyah, Al Aminniati; Sulaiman, Lalu; Fathoni, Akhmad
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol 6, No 1 (2024): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v6i1.1573

Abstract

Infeksi virus dengue menyebabkan demam berdarah dengue (DBD) yang merupakan penyakit akut.  Manifestasi klinisnya ditandai dengan perdarahan yang dapat mengakibatkan syok bahkan kematian jika tidak ditangani dengan baik.  Nyamuk Aedes aegypti, pembawa virus demam berdarah, menyebarkan penyakit ini ke orang lain.  Di Indonesia, upaya pencegahan penyakit demam berdarah difokuskan pada pemberantasan sarang nyamuk dengan menerapkan kegiatan 3M Plus (Mengeringkan, Menutup dan Mengubur ditambah kegiatan tambahan lainnya).  Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang penerapan metode 3M Plus untuk mengurangi risiko tertular penyakit demam berdarah.  Metode yang digunakan adalah pengukuran melalui pre-test dan post-test yang kemudian direkapitulasi dan diuji dengan menggunakan uji t berpasangan.  Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan pendidikan.  Pada saat pre test tingkat pengetahuannya hanya 60%, namun setelah diberikan edukasi dan pelaksanaan post test tingkat pengetahuannya meningkat menjadi 91%.  Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pendidikan yang diberikan dengan peningkatan pengetahuan remaja dengan hasil p<0,005.  Dapat disimpulkan bahwa penyuluhan yang diberikan kepada remaja sekolah efektif dalam meningkatkan pengetahuannya tentang pencegahan penyakit DBD melalui penerapan 3M Plus.
Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Tingkat Kunjungan Lansia Ke Posyandu Keluarga di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Kecamatan Tanjung Kabupaten Lombok Utara Muhajirin, Fahmi Abu Rizal; Sulaiman, Lalu; Setiwan, Sabar
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.40639

Abstract

Lansia merupakan kelompok usia yang rentan terhadap berbagai masalah kesehatan, sehingga penting untuk menjaga kualitas hidup mereka melalui pelayanan kesehatan yang efektif. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui Posyandu Keluarga, yang memberikan pelayanan kesehatan dasar bagi lansia. Namun, tingkat kunjungan lansia ke Posyandu Keluarga masih rendah, sehingga penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi tingkat kunjungan lansia ke Posyandu di wilayah kerja Puskesmas Tanjung, Kabupaten Lombok Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel terdiri dari 318 lansia yang terdaftar di Posyandu, dengan teknik pengambilan sampel random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang mencakup pengetahuan lansia, dukungan keluarga, jarak ke Posyandu, dan kualitas pelayanan Posyandu. Analisis regresi logistik menunjukkan bahwa faktor-faktor yang signifikan memengaruhi kunjungan lansia adalah pengetahuan, dukungan keluarga, jarak ke Posyandu, dan kualitas pelayanan Posyandu. Pengetahuan dan dukungan keluarga memiliki pengaruh yang paling signifikan. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan pengetahuan lansia tentang pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin dan dukungan keluarga untuk meningkatkan partisipasi mereka dalam kegiatan Posyandu, sehingga kualitas hidup lansia dapat terjaga dengan baik.
Pemberdayaan Lansia melalui Program LABU (Lansia Bugar) sebagai Upaya Penanganan Asam Urat Husen, Lalu Muhammad Sadam; Yulandasari, Vera; Mastuty, Amalia; Hardiansah, Yayan; Sulaiman, Lalu
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 7 No 3 (2025): Jurnal Peduli Masyarakat: Mei 2025
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v7i3.6432

Abstract

World Health Organization memperkirakan bahwa sekitar 335 juta orang di dunia mengidap penyakit gout arthritis. Jumlah ini sesuai dengan adanya peningkatan manusia berusia lanjut. Masalah musculoskeletal merupakan masalah kronis yang paling lazim terjadi pada lansia dengan sekitar 49% lansia mengalami beberapa bentuk arthritis Di Indonesia berdasarkan hasil RISKESDAS 2013 diketahui prevalensi penyakit sendi yang salah satunya disebabkan oleh gout artritis. Berdasarkan data di atas, maka kami tertarik untuk mengajukan sebuah ide pengabdian kesehatan pada kelompok lansia dengan asam urat melalui program LABU (Lansia Bugar). LABU merupakan salah satu program inovasi kesehatan sebagai upaya dalam promosi kesehatan pada kelompok lansia dalam mengontrol asam urat. Kegiatan LABU bertujuan untuk meningkatkan kemampuan lansia dalam mengontrol dan menangani asam urat. Metode yang digunakan yaitu dengan melakukan posyandu dan penyuluhan dengan sasaran pada kelompok lansia di Dusun Tanak Beak Barat Desa Tanak Beak Kecamatan Narmada yang berjumlah sekitar 32 lansia, kegiatan LABU dilakukan selama 4 hari yang di dampingi oleh kader kesehatan lansia. Kegiatan penyuluhan yang dilakukan pada program LABU berupa edukasi tentang masalah asam urat pada lansia. Tingkat keberhasilan kegiatan program LABU dievaluasi dengan tanya jawab terkait pengetahuan dan membandingkan pengukuran kadar asam urat pada kartu monitoring posyandu lansia sebelum dan setelah dilakukan promosi Kesehatan. Hasil kegiatan LABU adalah dapat meningkatkan pengetahuan lansia tentang asam urat dan meningkatnya kemampuan lansia dalam mengontrol asam urat secara berkala yang ditandai dengan sebanyak 62,5% lansia mengalami penurunan kadar asam urat.
Hubungan Pengetahuan, Pola Makan, Konsumsi Fe dan Peran Petugas Kesehatan dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Mileniaputri, Ni Putu Rainita; Sulaiman, Lalu; Fatoni, Akhmad
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 6 (2025): Volume 5 Nomor 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i6.18356

Abstract

ABSTRACT The prevalence of anemia in pregnant women in Indonesia, which reaches 48.9%, is a serious problem that can cause various health problems. Important factors, such as iron deficiency and lack of knowledge, as well as inadequate diet, all contribute to the prevalence of anemia. Anemia in pregnant women increases the risk of premature birth as well as maternal and child death. The purpose of this study is to look at the study of the impact of knowledge, diet, fe consumption and the role of health workers with the incidence of anemia in pregnancy with a review of cross-sectional studies. The method used is observational analysis with a cross-sectional design of the number of pregnant women samples as many as 93 people from 1,313 pregnant women population which will be taken by simple random sampling. The location of the research was carried out in the Working Area of the Cakranegara Health Center, Mataram City. Data was collected through a questionnaire on knowledge and role of officers, and an FFQ form to find out the diet, as well as a checklist form to observe fe consumption. The analysis was carried out using Chi square and multiple regression static tests. The results showed that knowledge, diet, fe consumption and the role of officers were significantly related (p < 0.05) and the dominant factor for the dependent variable, namely fe consumption and diet. The conclusion of this study is that knowledge, diet, fe consumption and the role of officers are significantly related to the incidence of anemia in vulnerable groups, one of which is pregnant women. Keywords: Knowledge, Diet, Fe Consumption, The Role Of Officers, Anemia  ABSTRAK Prevalensi anemia pada ibu hamil di Indonesia yang mencapai 48,9% merupakan sebuah masalah serius yang dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan. Faktor-faktor penting, seperti kekurangan zat besi dan kurangnya pengetahuan, serta pola makan yang tidak memadai, semuanya berkontribusi terhadap prevalensi anemia.Anemia pada ibu hamil menambah risiko kelahiran prematur juga kematian ibu dan anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat kajian dampak dari Pengetahuan, pola makan, konsumsi fe dan peran petugas kesehatan dengan kejadian anemia pada Hamil dengan tinjauan studi cross sectional. Metode yang digunakan adalah observasional analitik dengan desain cross-sectional jumlah sampel ibu hamil sebanyak 93 orang dari 1.313 populasi ibu hamil yang akan diambil secara simple random sampling. Lokasi penelitian di lakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Cakranegara, Kota Mataram. Data dikumpulkan melalui kuesioner Pengetahuan dan peran petugas, dan Form FFQ untuk mengetahui pola makan, serta form ceklist untuk mengobservasi konsumsi fe. Analisis dilakukan dengan menggunakan uji stastik Chi square dan Regresi berganda. Hasil menunjukkan Pengetahuan, pola makan, konsumsi fe dan peran petugas berhubungan signifikan (p < 0,05) dan faktor dominan terhadap variabel dependen yaitu Konsumsi fe dan pola makan. Kesimpulann dari studi ini yaitu pengetahuan, pola makan, konsumsi fe dan peran petugas berhubungan signifikan dengan kejadian anemia pada kelompok rentan salah satunya Ibu Hamil.  Kata Kunci: Pengetahuan, Pola Makan, Konsumsi Fe, Peran Petugas Kesehatan, Anemia 
Analysis of The Quality of Inpatient Services From The Patient's Perspective At The Bima Regional General Hospital Nurwahidah, .; Sastrawan, .; Sulaiman, Lalu; P, Imam Fadhlullah; Kemalahayati, Annisa Dwi; Fahrurrahman, Muhammad
Jurnal Keperawatan Terpadu (Integrated Nursing Journal) Vol. 6 No. 2 (2024): OKTOBER
Publisher : Jurusan Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jkt.v6i2.547

Abstract

The problem raised in this research is the lack of patient satisfaction when being treated at Bima Hospital. According to data on the number of customer complaints regarding the quality of service at Bima Hospital in 2021, there were 1281 complaints, with details including: the number of complaints in inpatient installations was 454 (35.4%), outpatient installations were 295 (23%), Emergency Rooms were 289 (22.6%). %), Radiology was 123 (9.6%), Pharmacy was 45 (3.5%), Nutrition was 44 (3.4%), Others were 35 (2.7%). This is what influences patient satisfaction regarding the services provided by the hospital. Patient satisfaction is a big challenge in providing health services today. This research is a descriptive analytical research using a quantitative approach. With a cross-sectional study research design. This study aims to measure the quality of health services from the patient's perspective while being treated in hospital, analyzing data for descriptive hypothesis testing using the t-test. This research was conducted at Bima Regional Hospital with the research sample consisting of 97 inpatient patients with the sampling technique used was Probability sampling, namely Simple Random Sampling.The results of the research were obtained from the t-Test test of expectations and reality, showed that the Std.Deviation of 9.115 expectations was smaller than the Std.Deviation of 20.265 of reality. So the results of the T-Test test with a p value of 0.000 could be concluded that there was a difference between expectations and the reality that was accepted in review the score given by the patient. And the level of conformity to the results of this research shows that many patients feel that the quality of service provided by the Bima Regional Hospital is very much in line with their expectations.
Prediction Model for Low Birth Weight (LBW) in East Lombok Regency Nurlaili, Mustika; Masyhurrosyidi, Hadi; Sastrawan, Sastrawan; Sulaiman, Lalu
Adult Health Nursing Journal Vol 2, No 1 (2025): Adult Health Nursing Journal
Publisher : Fakultas Kesehatan, Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/ahnj.v1i2.11068

Abstract

Introduction: The success of midwifery care has an impact on maternal health and greatly influences future generations of the nation and state. Purpose: recommendations for reducing the incidence of LBW based on an analysis of the influence of the determinants of the cause. Method: observational study with cohort design. The population is all pregnant and giving birth women in East Lombok Regency amounting to 27,463 people. The sample was calculated using the binomial formula, using the simple random sampling technique, and obtained 400 samples (α = 0.05). Results Spontaneous delivery, delivery at the polindes, and delivery assisted by a midwife, while newborns are female and weigh more than 2,500 grams. The determinant effect of the mother on the incidence of low birth weight babies (LBW) consists of the age of the mother with a significance value of 0.005 RR: 1,544 (1,026 to 2,497), gestational age 0,010 RR: 1,406 (1,058 to 2,159), frequency of antenatal care (ANC) 0,005 RR: 1,763 (1,186 to 2,620). The prediction model for LBW incidence was obtained by simultaneously testing the determinants of the causes of LBW incidence in East Lombok District, namely Antenatal Care (ANC) with PR: 2,381, 95% CI (1,387 to 4,088) and a significance of 0.002. Recommendation: health promotion is carried out by taking into account the characteristics of the mother so that it is easy to understand, the team of officers will follow up on the services provided such as providing supplements, blood pressure, healthy diet and adequate family involvement.
Kolaborasi MEMS dengan Stakeholder dalam Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu Melalui Pendekatan Collaborativ Governance Susila, Lalu Dhanne Perwira; Sulaiman, Lalu; Khalik, Lalu Abdul
Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia Vol 14, No 1 (2025): March
Publisher : Center for Health Policy and Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkki.90909

Abstract

Kota Mataram berhasil mengembangkan sistem manajemen darurat terpadu berbasis teknologi yang disebut MEMS. MEMS merupakan kolaborasi dari beberapa lembaga yaitu Rumah Sakit, Puskesmas, Polisi, Pemadam Kebakaran, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Kodim, Satuan Polisi Pamong Praja. Kolaborasi adalah salah satu tantangan dalam mewujudkan PSC karena melibatkan multi sektor yang rentan konflik sehingga banyak daerah yang belum mampu mewujudkan PSC meskipun teknologi dapat diduplikasi dan sumberdaya tersedia. Tesis ini bertujuan untuk menganalisis proses kolaborasi Mataram Emergency Medical Service (MEMS) di Kota Mataram dengan stakeholder melalui pendekatan Collaborative Governance. Pada implementasinya keterlibatan stakeholder lain dalam penaggulangan kegawatdaruratan di Kota Mataram masih tidak maksimal diantaranya call center belum terpadu, sistem informasi dengan  terkait tidak melalui satu pintu, alur komunikasi dan peran masing-masing  tidak sesuai dengan standar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, pengumpulan data melalui wawancara, Temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa MEMS dimulai dengan kolaborasi yang kondusif antar yang dimotori oleh leading sector yaitu RSUD Kota Mataram dan Pemerintah Kota Mataram. Analisis kolaborasi menggunakan teori Collaborative Governance dari Ansell dan Gash yang menunjukkan bahwa keberhasilan MEMS karena tercapainya komitment bersama yang kuat, leader yang inovatif dan fasilitatif, tahapan inovasi yang benar, serta SDM yang berkompeten di bidang emergency management system. Rekomendasi dari penelitian ini adalah pentingnya Collaboration Design atau desain kolaborasi bagi daerah yang ingin mewujudkan PSC, selain pengembangan di bidang teknologi.