Claim Missing Document
Check
Articles

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN TUBERCULOSIS PARU PADA BALITA DI RW 02 CIMAHI DESA CITANGLAR WILAYAH KERJA PUSKESMAS SURADE KABUPATEN SUKABUMI Waluya, Ady; Budhiana, Johan; Safariyah, Erna
Medical-Surgical Journal of Nursing Research Vol. 2 No. 1 (2023): Medical-Surgical Journal of Nursing Research
Publisher : Himpunan Perawat Medikal Bedah Indonesia (HIPMEBI) Regional Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70331/jpkmb.v1i2.15

Abstract

Tuberculosis merupakan Infeksi Menular yang disebabkan oleh mycobacterium Tuberculosis, setiap hari di seluruh dunia hampir 500 balita meninggal karena Tuberculosis, Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor-faktor yang mempengaruhi Kejadian Tuberkulosis pada balita. Kejadian Tuberculosis dipengaruhi oleh status gizi yang buruk,tidak diberikannya kekebalan aktif berupa Imunisasi BCG, kurangnya Pengetahuan Ibu balita, lingkungan rumah yang kurang memadai. Jenis penelitian yang digunakan adalah korelasional. Populasi dari penelitian ini merupakan semua ibu beserta balitanya dan lingkungan rumah, Uji validitas menggunakan rumus point Biserial  dan reliabilitas menggunakan rumus cronbach alfha. Data yang diperoleh diolah dengan Coefisien Contingensi  untuk Mengetahui  pengaruh antara status gizi balita, Imunisasi BCG, pengetahuan Ibu balita, Imunisasi BCG, Lingkungan rumah terhadap kejadian Tuberculosis pada balita. Hasil penelitian menunjukan bahwa kejadian Tuberculosis pada balita dipengaruhi oleh pengetahuan sebesar 29 % dengan nilai CC = 0,539 dan P = 0,00,dan Kejadian Tuberculosis pada Balita dipengaruhi oleh Status Gizi sebesar 29,3 % dengan Nilai CC = 0,544 dan P = 0,000, dan kejadian Tuberculosis dipengaruhi oleh Imunisasi BCG sebesar 15,9% dengan nilai CC = 0,39 dan P = 0,000 serta kejadian dipengaruhi Oleh lingkungan rumah sebesar 43% dengan nilai CC = 0,656 dan P = 0,000. Diperlukan penanganan yang berkesinambungan untuk menanggulangi kejadian tuberkolosis yang mengacu pada faktor yang mempengaruhi tuberkolosis pada balita diantaranya status gizi, pengetahuan ibu tentang tuberkolosis, BCG, dan lingkungan rumah.
Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kecemasan Pasien Jantung di Ruang Intensive Care Unit (ICU) Budhiana, Johan; Ratnawati, Neng Erni; Waluya, Ady
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 15 No 3 (2025): Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Juli 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/pskm.v15i3.3776

Abstract

Dukungan keluarga memainkan peran krusial dalam meningkatkan kesejahteraan psikologis pasien. Keluarga tidak hanya memberikan dukungan emosional, tetapi juga berfungsi sebagai sumber informasi dan motivasi yang penting bagi pasien dalam menghadapi kondisi kesehatan yang kritis. Pelayanan kesehatan yang optimal, khususnya di ICU, sangat penting untuk menangani pasien kritis seperti mereka yang mengalami penyakit jantung. Kecemasan merupakan reaksi umum yang dialami pasien di ICU dan dapat memengaruhi proses penyembuhan. Ketika pasien merasa cemas, hal ini dapat mengganggu kemampuan mereka untuk beradaptasi dengan perawatan yang diberikan, sehingga memperlambat proses pemulihan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kecemasan pasien jantung. Jenis penelitian kolerasional. Populasi dan sampel sebnayak 50 responden cara pengambilan sampel menggunakan aksidental sampling. Teknik analisis data univariat menggunakan tabel distribusi frekuensi dan persentase dan untuk analisis bivariat menggunakan chi-kuadrat. Hasil penelitian sebagian besar responden memliki dukungan keluarga yang mendukung dan mengalami kecemasan ringan. Hasil uji Chi-kuadrat didapatkan P-value 0,000 untuk variabel dukungan keluarga dan untuk variabel kecemasan didapatkan  P-value  0,000,  sehingga  ada  hubungan  dukungan keluarga dengan kecemasan  pasien jantung. Disimpulkan ada hubungan  dukungan keluarga dengan kecemasan  pasien jantung di ruang intensive care unit (ICU) RSUD sayang cianjur.
The effect of 12-weeks foot exercise on blood glucose levels, ankle brachial index, and sensation of protection in diabetes mellitus patients: A quasi-experiment study Dewi, Rosliana; Budhiana, Johan; Agustina, Marina Pra; Melinda, Fera; Wahida, Astri Zeini
Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 12 No. 3 (2024): Jurnal Keperawatan Padjadjaran
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkp.v12i3.2566

Abstract

Background: Diabetes Mellitus (DM) is a global health issue causing nerve damage, blood vessel damage, and leg impairment. Foot exercises can improve risk factors for diabetic foot ulcers, neuropathy symptoms, pressure distribution, joint mobility, and strength in individuals with diabetes. Purpose: This study aimed to determine the effect of 12-weeks foot exercise on blood glucose levels, ABI values, and sensation of protection in diabetes mellitus patients West Java, Indonesia. Methods: The sample in this study was individuals aged 18 or above with a confirmed diagnosis of diabetes mellitus. A 154 patients willingly volunteered to participate and were subsequently enrolled in the study (77 in intervention group and 77 in control group).  The study encompassed participants who engaged in a twelve-week regimen of foot exercises utilizing teaching modules and video materials.The study employed several tools, namely a glucometer, a glucometer stick, Ankle Brachial Index value, and a questionnaire. A bivariate analysis using the paired t-test and ANCOVA was conducted using IBM SPSS Statistics version 22.0. Results: In intervention group, random blood glucose was decreased significantly from 237.5 ± 9.56 at baseline to 188.0 ±6 9.19 after intervention (p=0.002). Sensation of protection as measure by the number of areas with loss sensation was improve from 5.21 ± 1.03 at baseline to 3.42 ± 1.21 after intervention (p=0.001). While, no significant improvement in ankle-brachial index after intervention (p=0.413). The ANCOVA test showed that between group, sensation of protection was significantly different in intervention group compare to control group (ß =0.413, p-value=0.038). Conclusions: The study found that a 12-week foot exercise program significantly improves blood glucose and sensation protection, but not ankle-brachial index. Further research is needed with a more rigorous study design and larger sample size.
Effectiveness of Disaster Education and Simulation on Adolescents' Perception and Preparedness Budhiana, Johan; Dewi, Rosliana; Huda, Akhmad; Hasibuan, Sofyan Hadi
Media Karya Kesehatan Vol 8, No 1 (2025): Media Karya Kesehatan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mkk.v8i1.62471

Abstract

Lack of experience, skills and related knowledge will put adolescents in a panic situation when faced with a disaster so that it will complicate the process of overcoming and rehabilitation that must be carried out. This activity aims to determine the effectiveness of education and simulation on the perception and preparedness of earthquakes in adolescents. The research method used quasi-experimental with One Group Pre-Test Post-Test Design. The population was all students at SMK Mutiara Terpadu Kabupaten Sukabumi with a sample of 40 respondents using the dropout formula, data collection using a questionnaire. The research instrument on perception and preparedness variables refers to the Likert scale and is declared valid and reliable. Data analysis used paired sample t-test. The results showed that there was an effect of education and simulation in improving adolescents' earthquake perception and preparedness with a p-value <0.05 and Cohen's d for perception = 3.25; and for preparedness = 2.1, the effect size indicated a large effect. It can be concluded that disaster education and simulation are effective in improving adolescents' perception and preparedness. Keywords: Earthquake, education, perception, preparedness, simulation.
Hubungan dukungan keluarga dan mekanisme koping dengan kualitas hidup pasien Gagal Ginjal Kronis Budhiana, Johan; Ma’sum, Muhammadden Alwatuni; Kusumah, Rani Indriani
Jurnal Praktik Dan Pendidikan Keperawatan Vol 5 No 2 (2025): Journal of Nursing Practice and Education
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jnpe.v5i2.1597

Abstract

Latar Belakang: Penyakit Ginjal Kronis (PGK) terus meningkat, lebih dari setengah miliar orang di seluruh dunia mengalami kondisi ini, dengan 1,5 juta orang memerlukan hemodialisis. Dukungan keluarga sangat penting bagi pasien GGK, sementara mekanisme koping membantu mereka mengatasi tantangan. Kualitas hidup mencerminkan bagaimana individu memandang situasi mereka dalam kaitannya dengan budaya, kepercayaan, dan tujuan hidup mereka. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dan mekanisme koping dengan kualitas hidup pasien GGK yang menjalani hemodialisis.Metode: Penelitian ini menggunakan penelitian korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien GGK yang menjalani hemodialisis di RSUD Sekarwangi Kabupaten Sukabumi yang berjumlah 96 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Analisis data menggunakan univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kualitas hidup pasien GGK yang menjalani hemodialisis (p-value 0,000). Selain itu, uji hipotesis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara mekanisme koping dengan kualitas hidup pasien (p-value 0,002).Kesimpulan: Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan positif antara mekanisme koping dan dukungan keluarga dengan kualitas hidup. Perlu pengembangan solusi untuk meningkatkan motivasi pasien baru dalam menjalani hemodialisis.
Hubungan spiritualitas dengan kecemasan pada Diabetes Melitus Tipe II Suci Rahayu; Dian Puspitasari Firdaus; Johan Budhiana; Dewi, Rosliana
Jurnal Praktik Dan Pendidikan Keperawatan Vol 5 No 2 (2025): Journal of Nursing Practice and Education
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jnpe.v5i2.1614

Abstract

Latar Belakang: WHO memprediksi kejadian DM akan selalu mengalami peningkatan. Penderita DM sering mengalami kecemasan, yang salah satunya dipengaruhi oleh tingkat spiritualitas. Tujuan penelitian mengetahui hubungan spiritualitas dengan kecemasan penderita diabetes mellitus tipe II.Metode: Jenis penelitian ialah korelasional melalui pendekatan cross sectional. Populasi adalah seluruh penderita diabetes melitus tipe 2 di Kelurahan Karamat Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Karangtengah Kota Sukabumi dengan sampel 135 responden melalui teknik cluster random sampling. Teknik pengambilan data menggunakan kuesioner. Analisis statistika menggunakan uji chi-square.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar memiliki spiritualitas tinggi dan sebagian besar memiliki kecemasan ringan. Analisis chi-square diperoleh nilai p-value 0,000 (p<0,05) sehingga terdapat hubungan spiritualitas dengan kecemasan pasien diabetes mellitus tipe II.Kesimpulan: Adanya hubungan spiritualitas dengan kecemasan pasien diabetes mellitus tipe II di Kelurahan Karamat Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Karangtengah Kota Sukabumi. Diharapkan pihak puskesmas dapat meningkatkan edukasi mengenai pentingnya spiritualitas terhadap kecemasan. Diharapkan UPTD Puskesmas Karangtengah Kota Sukabumi dapat memberikan informasi tentang pentingnya melibatkan spiritual di segala aspek khususnya dalam menjalani penyakitnya.
Hubungan Dukungan Sosial Dengan Kualitas Hidup Keluarga Pasien Skizofrenia Aulia, Tia Isma; Budhiana, Johan; Mariam, Iyam
Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah Vol. 11 No. 1 (2024): Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33867/1zzax308

Abstract

Keluarga yang merawat pasien skizofrenia sering menghadapi tantangan dalam kualitas hidup mereka. Salah satu faktor yang memengaruhi kualitas hidup mereka adalah dukungan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi hubungan antara dimensi dukungan sosial dan kualitas hidup keluarga pasien skizofrenia. Dukungan sosial mengacu pada bantuan yang diterima dari berbagai sumber, sedangkan kualitas hidup keluarga mengukur kesejahteraan secara keseluruhan dalam konteks keluarga. Studi korelasional ini menggunakan pendekatan cross-sectional, melibatkan seluruh keluarga yang merawat pasien skizofrenia, dengan sampel sebanyak 40 keluarga menggunakan teknik total sampling. Alat ukur yang digunakan untuk mengukur kualitas hidup keluarga adalah skala Beach Center Family Quality of Scale yang sudah baku. Variabel dukungan sosial adalah skala Likert yang dimodifikasi. Pada uji validitas dukungan sosial 13 instrumen dan kualitas hidup keluarga 23 instrumen dinyatakan valid, untuk uji reliabilitas dengan nilai reliabilitas dukungan sosial kuat dan kualitas hidup keluarga dinyatakan sangat kuat. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner dan analisis statistik menggunakan regresi linier sederhana dan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan ratarata variabel dukungan emosional sebesar 12,85, dukungan penilaian sebesar 5,05, dukungan instrumental sebesar 8,02, dukungan informasional sebesar 10,22 dan kualitas hidup keluarga sebesar 82,85. Terdapat hubungan secara simultan dukungan sosial yaitu dukungan emosional, penilaian, instrumental dan informasional dengan kualitas hidup keluarga pasien skizofrenia dengan nilai p-value 0,000 < 0,05. Kesimpulannya, dukungan emosional, penilaian, instrumental, dan informasional secara bersama-sama berhubungan signifikan dengan kualitas hidup keluarga yang merawat pasien skizofrenia. Meningkatkan dukungan sosial dapat meningkatkan kualitas hidup bagi keluarga yang merawat pasien skizofrenia.
Penguatan Kohesi Sosial dalam Upaya Meningkatkan Kesiapsiagaan Remaja dalam Menghadapi Bencana Tsunami Melalui Sosialisasi dan Edukasi Budhiana, Johan; Dewi, Rosliana; Sanjaya, Waqid
Abdimas Galuh Vol 7, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v7i2.20357

Abstract

ABSTRAKIndonesia terletak pada pertemuan tiga lempeng tektonik, sehingga rawan terjadi tsunami. Penting mereduksi dampaknya melalui kesiapsiagaan. Pengoptimalan peran remaja melalui sosialisasi dan edukasi tentang kohesi sosial sangat krusial. Tujuan pengabdian kepada masyarakat adalah penguatan kohesi sosial dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan remaja dalam menghadapi bencana tsunami melalui sosialisasi dan edukasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan dalam bentuk nonformal dengan melakukan sosialisasi dan edukasi. Kegiatan ini dilaksanakan selama sehari di SMPN 3 Surade Kabupaten Sukabumi. Sasaran adalah remaja SMPN 3 Surade Kabupaten Sukabumi sebanyak 40 orang. Instrumen adalah kuesioner kesiapsiagaan yang mengacu pada skala guttman. Analisis data menggunakan uji statistik paired sample t test. Terdapat perbedaan rata-rata skor pretest dan posttest variabel kesiapsiagaan (p = < 0,001). Penghitungan cohen’s-d variabel kesiapsiagaan menunjukkan nilai sebesar 5,5 yang berarti terdapat efek besar sosialisasi dan edukasi kohesi sosial dalam peningkatan kesiapsiagaan remaja. Penguatan kohesi sosial dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan remaja dalam menghadapi bencana tsunami melalui sosialisasi dan edukasi dinilai memiliki keefektifan besar. SMPN 3 Surade Kabupaten Sukabumi diharapkan mampu mengadakan pelatihan kesiapsiagaan secara berkala yang melibatkan simulasi bencana tsunami
SELF-ESTEEM DAN PERILAKU MEROKOK PADA KELOMPOK REMAJA DI WILAYAH PERKOTAAN: SELF-ESTEEM AND SMOKING BEHAVIOR AMONG ADOLESCENTS IN URBAN AREAS Destiana, Marisa Baland; Budhiana, Johan; Retno Wulan, Dwi
BIMIKI (Berkala Ilmiah Mahasiswa Ilmu Keperawatan Indonesia) Vol. 13 No. 1 (2025): Edisi Januari - Juni 2025
Publisher : Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Keperawatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53345/bimiki.v13i1.497

Abstract

Pendahuluan: Tingginya prevalensi perokok remaja berdampak negatif terhadap perkembangan fisik dan psikososialnya. Tren peningkatan perilaku merokok remaja ditandai dengan mudahnya akses terhadap rokok dan lingkungan sosial yang mendorong normalisasi merokok. Perilaku merokok remaja sering kali dikaitkan dengan rendahnya self-esteem, dimana merokok dianggap ajang mencari pengakuan. Jika perilaku merokok remaja tidak ditangani dengan baik, maka akan memicu ketergantungan yang berdampak pada kerusakan kesehatan yang serius dan meningkatkan risiko perilaku menyimpang lainnya. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui self-esteem dan perilaku merokok pada kelompok remaja di wilayah perkotaan. Metode: Desain penelitian menggunakan korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilaksanakan di SMK PGRI 1 Kota Sukabumi pada bulan Februari-Juli 2024. Variabel penelitian meliputi self-esteem dan perilaku merokok. Sampel adalah semua siswa laki-laki kelas 10 sebanyak 98 orang menggunakan total sampling. Kriteria inklusi adalah siswa yang bersedia menjadi responden dan eksklusi yaitu siswa sakit, izin, atau alfa saat pengambilan data. Instrumen penelitian mengacu pada instrumen baku yaitu self-esteem menggunakan The Adolescent Self-Esteem Questionnaire dan perilaku merokok merujuk pada skala guttman. Prosedur penelitian meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, dan pelaporan. Analisis data menggunakan uji statistik Chi Square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan p-value sebesar 0.001, yang berarti terdapat hubungan self-esteem dengan perilaku merokok pada remaja di SMK PGRI 1 Kota Sukabumi. Kesimpulan: Terdapat hubungan self-esteem dengan perilaku merokok pada remaja di SMK 1 PGRI Kota Sukabumi. Upaya yang dapat dilakukan oleh fasilitas kesehatan primer adalah memberikan pendidikan kesehatan terkait upaya meningkatkan self-esteem pada remaja. Kata Kunci: Perilaku Merokok, Remaja, Self-Esteem
Mental Health and Quality of Life in Breast Cancer Patients: A Systematic Review Hasibuan, Sofyan Hadi; Huda, Akhmad; Dewi, Rosliana; Budhiana, Johan; Permana, Iwan; Yulianti, Maria
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 7 No 4 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i4.6288

Abstract

While survival rates of breast cancer patients have improved thanks to advances in early detection and treatment, patients often experience anxiety, depression and stress, which can worsen their emotional and physical recovery. Objective: this study aimed to identify and analyze the relationship between mental health and quality of life of breast cancer patients through a systematic review of the literature. Methods: This study was a systematic literature review using the PRISMA approach including qualitative, longitudinal, prospective, and cross-sectional studies published between 2020-2025 in English, without interventions or comparisons, focusing on articles reporting these relationships. Results: Based on a comprehensive literature search, a total of 36,229 articles were initially identified using keywords from four major academic databases: Scopus (2,578), PubMed (683), Sage Journals (31,999), and Web of Science (969). After removing duplicates and screening based on inclusion and exclusion criteria, 11 articles were selected for full-text review and final inclusion in the systematic review. Conclusions: These studies collectively revealed a consistent and significant relationship between mental health and quality of life (QoL) of breast cancer patients. Anxiety, depression, psychological inflexibility, and emotional distress were found to negatively impact QoL. This synthesis highlights the need for a comprehensive multidisciplinary approach in breast cancer care to support long-term survival.
Co-Authors Abdul Rahman La Ede Agustina, Fanny Dwi Agustina, Marina Pra Alin Elitian Amalia, Enung Tati Amalia, Ilmy Nurul Amelia, Regina Asmarawanti Asmarawanti Asriani Dwi Hindriana Nuraeniah Aulia, Tia Isma Deasy Dwi Yulianti Dedi Wahyudin Destiana, Marisa Baland Dewi, Siti Rismawati Dian Puspitasari Firdaus Dila Nurul Arsyi Elengoe, Asita Endi Sugandi Erna Safariyah Fadillah, Nabila Marsha Fatmala, Syiva Dwi Fatmala, Syiva Dwi Fitri Yuliawati, Fitri Fitri, Khoerun Nisa Fitri Ghulam Ahmad Hasibuan, Sofyan Hadi Huda, Akhmad Ida Ida Ida Ida, Ida Indah Dwiya Ningrum Inten Herlianti Anugrah Iyam Mariam Iyam Mariam Iyam Mariam Iyam Mariam Iyam Mariam Khoerun Nisa Fitri Fitri Kusumah, Rani Indriani La Ede, Abdul Rahman Lely Wahyuniar Lia Novianty Lia Novianty Lia Novianty Lia Noviyanti Lisdyani, Kristi Mamlukah Mamlukah Maria Yulianti Maria Yulianti, Maria Ma’sum, Muhammadden Alwatuni Melinda, Fera Muhammad Idzharrusman Nabila Budiarti Nida Rahayu Nisa Fajriah Nur Syazana Umar Nurani, Meilani Dwi Nurhali, Muhammad Ramli Nurliani, Nira Nurul Halimah Nurul Novtiana Sabilah Nurvita Trianasari Permana, Iwan Purnairawan, Yosep Rani Fitriani Arifin, Rani Fitriani Ratiningsih, Ratiningsih Ratnawati, Neng Erni Resfani Fatimah Restu Meyda, Nandita Retno Wulan, Dwi Rima Novianti Utami Robi Marta Dipura Rosliana Dewi Ryan Taufik Hidayat Said, Mohamed Saefulaman Mohamed Salsadila Aulinia Sanjaya, Waqid Santhna Letchmi Panduragan Siti Yoanny Putri Nurhalisa Sri Janatri Suci Rahayu Suherman, Reni Susilawati, Susilawati Tarwiyah, Ika Taufik Mu`zizat Nugroho Taufik Mu`zizat Nugroho Teten Tresnawan Thahira Nasagi Rosa Affandi Tinta Elita Mutiara Putri Wahida, Astri Zeini Waliyu, Rakanda Putra Waluya, Ady Waqid Sanjaya Wildan Suheri Woro Rahmanishati Yohan Frans Unmehopa Zeini Wahida, Astri