Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan tingkat pendidikan, sumber informasi dan dukungan keluarga dengan penatalaksanaan hipertensi pada lansia Naura Khaira Zahra Hasnul Aziz; Nabila Huriya Zahra Hasnul Aziz; Nurvita Trianasari; Johan Budhiana
Journal of Health Research Science Vol. 6 No. 01 (2026): Journal of Health Research Science
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/wy9dzs02

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi pada lansia masih menjadi masalah kesehatan karena tingginya prevalensi dan rendahnya keberhasilan pengendalian tekanan darah. Hubungan tingkat pendidikan, sumber informasi, dan dukungan keluarga terhadap penatalaksanaan hipertensi pada lansia masih belum banyak dikaji.Metode: Penelitian menggunakan desain cross-sectional. Populasi yaitu lansia penderita hipertensi, dengan sampel 150 responden menggunakan proportional random sampling. Instrumen meliputi Perceived Social Support-Family untuk dukungan keluarga dan kuesioner penatalaksanaan hipertensi yang telah valid dan reliabel. Analisis data menggunakan uji Chi-square.Hasil: Sebagian besar responden memiliki dukungan keluarga tinggi (62,7%) dan penatalaksanaan hipertensi baik (58%). Terdapat hubungan tingkat pendidikan (p=0,002), sumber informasi (p=0,008), dan dukungan keluarga (p=0,005) dengan penatalaksanaan hipertensi.Kesimpulan: Tingkat pendidikan, sumber informasi, dan dukungan keluarga berhubungan dengan penatalaksanaan hipertensi. Edukasi dan keterlibatan keluarga perlu ditingkatkan untuk mendukung pengelolaan hipertensi.
Hubungan penggunaan gawai dengan keterlambatan perkembangan bicara dan bahasa pada anak usia 18–60 bulan Agnia Ruswandi; Johan Budhiana; Sri Janati
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol. 17 No. 1 (2026): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/hgp8v316

Abstract

Latar Belakang: Speech delay merupakan gangguan perkembangan yang dapat menghambat kemampuan komunikasi, interaksi sosial, dan proses belajar anak. Penggunaan gawai berlebihan pada usia dini diduga meningkatkan risiko keterlambatan bicara dan bahasa akibat berkurangnya interaksi dengan orang tua. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan penggunaan gawai dengan kejadian speech delay pada anak usia 18–60 bulan di wilayah kerja UPTD Puskesmas Karang Tengah Kota Sukabumi.Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif korelasional. Sampel penelitian terdiri dari 260 ibu yang memiliki anak usia 18–60 menggunakan teknik cluster random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Somers’d untuk mengetahui hubungan antara penggunaan gawai dan keterlambatan perkembangan bicara dan bahasa pada anak.Hasil: Terdapat hubungan penggunaan gawai dengan keterlambatan perkembangan bicara dan bahasa pada anak usia 18–60 bulan dengan nilai p = 0,000.Kesimpulan: Terdapat hubungan penggunaan gawai dengan keterlambatan perkembangan bicara dan bahasa pada anak usia 18–60 bulan.
Hubungan pola asuh dan pengetahuan ibu dengan kejadian stunting pada balita Naura Khaira Zahra Hasnul Aziz; Nabila Huriya Zahra Husnul Aziz; Nurvita Trianasari; Johan Budhiana
Jurnal Praktik Dan Pendidikan Keperawatan Vol 6 No 02 (2026): Journal of Nursing Practice and Education
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/dmgxzg39

Abstract

Latar Belakang: Gagal tumbuh pada bayi merupakan masalah gizi yang meningkatkan risiko Stunting. Meskipun program pencegahan Stunting telah dilaksanakan, kasus Stunting masih ditemukan di wilayah kerja Puskesmas Limusnunggal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pola asuh orang tua dan pengetahuan dengan kejadian Stunting pada balita.Metode: Desain menggunakan cross-sectional. Sampel adalah orang tua dengan anak balita sejumlah 260 responden menggunakan cluster random sampling. Intrumen menggunakan kuesioner pengetahuan dengan skala guttman dan Parental Feeding Style yang telah teruji valid serta reliabel. Analisa data menggunakan chi kuadrat.Hasil: Sebagian besar orang tua menerapkan pola asuh demokratis yaitu 211 orang (81,2%), berpengetahuan cukup yaitu 170 orang (65,4%), dan memiliki bayi tidak Stunting yaitu 209 orang (80,4%). Terdapat hubungan pola asuh (p = 0,031) dan pengetahuan (p = < 0,001) dengan kejadian Stunting pada balita.Kesimpulan: Terdapat hubungan pola asuh orang tua dan pengetahuan dengan kejadian Stunting pada balita. Perlu dilakukan edukasi kesehatan dan penguatan praktik pengasuhan untuk mendukung pencegahan Stunting.
Penyuluhan dukungan sosial sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan bencana gempa bumi pada remaja Rosliana Dewi; Johan Budhiana; Fera Melinda; Maria Yulianti
Jurnal Pemberdayaan dan Pendidikan Kesehatan Vol. 5 No. 02 (2026): Jurnal Pemberdayaan dan Pendidikan Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/9n0eeq70

Abstract

Latar Belakang: Indonesia merupakan negara yang rawan bencana gempa bumi. Remaja adalah kelompok rentan terdampak bencana dengan kesiapsiagaan yang beragam, terutama dalam memahami tindakan yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah bencana. Faktor yang berperan meningkatkan kesiapsiagaan remaja yaitu dukungan sosial. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan remaja dalam menghadapi bencana gempa bumi melalui penyuluhan mengenai dukungan sosial.Metode: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan melalui pendekatan pendidikan nonformal berupa penyuluhan. Program ini dilakukan selama satu hari di SMK Mutiara Terpadu Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, dengan melibatkan 40 peserta. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dukungan sosial berbasis skala Likert, sedangkan analisis data dilakukan menggunakan uji statistik paired sample t-test.Hasil: Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan kesiapsiagaan remaja setelah diberikan penyuluhan dukungan sosial. Penyuluhan dukungan sosial efektif dalam meningkatkan kesiapsiagaan remaja menghadapi bencana gempa bumi (p = 0,001).Kesimpulan: Kegiatan penyuluhan dukungan sosial terbukti mampu meningkatkan kesiapsiagaan remaja dalam menghadapi bencana gempa bumi, sehingga dapat menjadi salah satu upaya edukatif untuk memperkuat ketahanan remaja terhadap risiko bencana.
The Influence of Social Cohesion and Attitudes on Community Preparedness in the Face of A Tsunami Disaster Johan Budhiana; Fera Melinda; Maria Yulianti; Rosliana Dewi; Iwan Permana
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 7 No 1 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i1.4411

Abstract

Indonesia is a country located at the confluence of the world's three tectonic plates, making a number of areas directly adjacent to the zone highly vulnerable to earthquake and tsunami disasters. Preparedness is a series of activities carried out to anticipate disasters. There are several factors that influence community preparedness, namely social cohesion and attitude. Objective: The purpose of this study was to determine the effect of social cohesion and attitudes on community preparedness for tsunami disasters. Methods: Type of correlational research with a cross sectional approach. The population was all people in Kedusunan Sawah Garung, Loji Village, Simpenan Subdistrict with a sample of 300, using proportional random sampling technique. Data collection techniques using questionnaires. Data analysis using simple linear regression and multiple linear regression. Results: The results showed that there was an influence of social cohesion (p=0.000) and attitude (p=0.000) on community preparedness. There is a simultaneous influence of social cohesion (p=0.000) and attitude (p=0.002) on community preparedness. Conclusion: social cohesion and attitudes towards community preparedness. It is expected that Loji Village and BPBD Sukabumi Regency can improve community preparedness through activities such as training, seminars, workshops related to natural disasters, especially tsunami disasters.
Factors Influencing Anxiety in Breast Cancer Patients Undergoing Chemotherapy Rosliana Dewi; Ika Tarwiyah; Abdul Rahman La Ede; Johan Budhiana; Fera Melinda; Rakanda Putra Waliyu
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 7 No 4 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i4.6225

Abstract

Breast cancer is the most common type of cancer in women and the leading cause of cancer death. In Indonesia, there were 65,858 new cases with 22,430 deaths, and a prevalence of 148.11 per 100,000. Chemotherapy is one of the popular therapy options among the public. Chemotherapy can lead to psychological impacts, such as stress, anxiety, and depression in breast cancer patients. Objective: This study aims to analyze the factors that influence anxiety in breast cancer patients undergoing chemotherapy at the Chemotherapy Poly of Bogor City Hospital. Methods: This cross-sectional study involved 87 breast cancer patients undergoing chemotherapy at the Chemotherapy Clinic of Bogor City Hospital who were selected using accidental sampling. Data were collected through a validated structured questionnaire, including anxiety felt by breast cancer patients which refers to the standardized questionnaire, namely the Zung Selfrating Anxiety Scale (ZSAS). Data were analyzed using chi-square test and logistic regression to identify the relationship between variables. Results: The results of the analysis showed a significant relationship between age (p = 0.000 OR = 14.625), education (p = 0.022, OR = 3.506), length of suffering (p = 0.000, OR = 0.208), and frequency of chemotherapy (p = 0.021, OR = 0.357) with anxiety of breast cancer patients. The most dominant variable associated with anxiety of breast cancer patients is age (OR = 35.934). Conclusion: Age, education, duration of breast cancer, and frequency of chemotherapy play an important role in influencing the anxiety of breast cancer patients.
Factors Affecting Health Workers’ Self Efficacy in Dealing with Earthquake and Tsunami Disasters Waqid Sanjaya; Johan Budhiana; Ida Ida
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 7 No 4 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i4.6226

Abstract

Indonesia is located along a mountainous circumference and on the equator. This topographical situation makes Indonesia a disaster-prone area, which has the potential to cause losses. Health workers have an important role in disaster preparedness, but their level of self-efficacy in dealing with disasters such as earthquakes and tsunamis can be influenced by various factors. Objective: The purpose of this study was to determine the factors that influence self-efficacy in health workers in facing earthquake and tsunami disasters. Methods: This type of research is correlational with a cross sectional approach. The population was all health workers in the Puskesmas of Sukabumi Regency Coastal Area, 512 people and a sample of 200 people using proportional random sampling. Data collection using questionnaires. Data analysis used univariate analysis with frequency distribution, bivariate analysis with Chi-Square correlation, and multivariate analysis with binary logistic regression. Results: The results showed that there was an effect of age (0.000), gender (0.000), education (0.000), marital status (0.000) and having experienced a disaster (0.000) on the self-efficacy of health workers in dealing with disasters. Conclusion: There is an influence of age, gender education, marital status, and having experienced a disaster on the self efficacy of health workers in dealing with disasters.
Mental Health and Quality of Life in Breast Cancer Patients: A Systematic Review Sofyan Hadi Hasibuan; Akhmad Huda; Rosliana Dewi; Johan Budhiana; Iwan Permana; Maria Yulianti
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 7 No 4 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i4.6288

Abstract

While survival rates of breast cancer patients have improved thanks to advances in early detection and treatment, patients often experience anxiety, depression and stress, which can worsen their emotional and physical recovery. Objective: this study aimed to identify and analyze the relationship between mental health and quality of life of breast cancer patients through a systematic review of the literature. Methods: This study was a systematic literature review using the PRISMA approach including qualitative, longitudinal, prospective, and cross-sectional studies published between 2020-2025 in English, without interventions or comparisons, focusing on articles reporting these relationships. Results: Based on a comprehensive literature search, a total of 36,229 articles were initially identified using keywords from four major academic databases: Scopus (2,578), PubMed (683), Sage Journals (31,999), and Web of Science (969). After removing duplicates and screening based on inclusion and exclusion criteria, 11 articles were selected for full-text review and final inclusion in the systematic review. Conclusions: These studies collectively revealed a consistent and significant relationship between mental health and quality of life (QoL) of breast cancer patients. Anxiety, depression, psychological inflexibility, and emotional distress were found to negatively impact QoL. This synthesis highlights the need for a comprehensive multidisciplinary approach in breast cancer care to support long-term survival.
Factors Associated with the Incidence of Missed Nursing Care (MNC) Abdul Rahman La Ede; Johan Budhiana; Ida Ida
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 7 No 4 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i4.6308

Abstract

Nurses are one of the main elements in health services in hospitals. The main task of nurses is to provide safe nursing care to patients including activities to help patients reduce weakness, prevent disease, and assist in the recovery process without being missed or delayed (Missed Nursing Care). Many factors influence missed nursing care. The purpose of this study was to determine the factors associated with the incidence of missed nursing care at Bhayangkara Setukpa Hospital, Lemdiklat Polri. This type of research is correlational with a cross-sectional approach. Population and sample were all health workers in Bhayangkara Setukpa Lemdiklat Polri Hospital, Sukabumi City, 71 people using total sampling. Data collection using questionnaires. The instrument used in this study was standardised instrument The Missed Nursing Care (MISSCARE) Survey. Data were analyzed using univariate analysis with frequency distribution and bivariate analysis with Chi-Square correlation. Age (p = < 0.001, OR = 7.875), gender (p = 0.018, OR = 0.29), education (p = 0.007, OR = 0.254), length of service (p = < 0.001, OR = 6.214) and marital status (p = 0.002, OR = 0.159) were associated with missed nursing care. There is a relationship between age, gender, education, length of service, and marital status with the incidence of missed nursing care.
The Relationship Between Self-Efficacy and Empathy with Resilience in Bala Rescue Volunteers in Disaster Preparedness Ady Waluya; Johan Budhiana; Nunung Liawati
Indonesian Journal of Global Health Research Vol. 8 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v8i1.523

Abstract

Earthquakes are sudden natural events caused by the movement of tectonic and volcanic plates. According to data from the National Disaster Management Agency (BNPB) from 2019 to 2023, there have been 3,855 earthquakes in Indonesia. Therefore, disaster volunteers are required to have high resilience. There are various factors that contribute to resilience, including self-efficacy and empathy. To determine the relationship between self-efficacy and empathy with resilience in Jaga Bala Rescue volunteers in dealing with earthquakes in Cianjur Regency. This cross-sectional study involved 62 Jaga Bala Rescue volunteers in Cianjur Regency, who were selected using total sampling. Data were collected using validated and reliable questionnaires, with a validity index p-value < 0.05 and reliability > 0.70, namely the GSES, Empathy based on the Likert scale, and CD-RISC 20. Data were analyzed using Somers' d test to identify the relationship between variables. Results: The results of the analysis showed a significant relationship between self-efficacy (p = < 0.001) and empathy (p = 0.009) with the resilience of Jaga Bala Rescue volunteers. There was a significant relationship between self-efficacy and empathy with resilience in Jaga Bala Rescue volunteers in their preparedness for earthquakes in Cianjur Regency.
Co-Authors Abdul Rahman La Ede Ady Waluya Agnia Ruswandi Agustina, Fanny Dwi Agustina, Marina Pra Akhmad Huda Alin Elitian Amalia, Enung Tati Amalia, Ilmy Nurul Amelia, Regina Anisa Oktaviani Asmarawanti Asmarawanti Asriani Dwi Hindriana Nuraeniah Aulia, Tia Isma Aziz Nurahim Budi Arif Rahman Bunga Ayu Tresna Deasy Dwi Yulianti Dedi Wahyudin Deftiana, Azra Destiana, Marisa Baland Dewi, Siti Rismawati Dian Puspitasari Firdaus Dila Nurul Arsyi Dinda Nabila Firmansyah Elengoe, Asita Endi Sugandi Erna Safariyah Fadillah, Nabila Marsha Fatmala, Syiva Dwi Fera Melinda Fitri Yuliawati, Fitri Fitri, Khoerun Nisa Fitri Ghulam Ahmad Hasibuan, Sofyan Hadi Huda, Akhmad Ida Ida Ika Tarwiyah Indah Dwiya Ningrum Inten Herlianti Anugrah Iyam Mariam Iyam Mariam Iyam Mariam Iyam Mariam Iyam Mariam Khoerun Nisa Fitri Fitri Kusumah, Rani Indriani Lely Wahyuniar Lia Novianty Lia Novianty Lia Novianty Lia Noviyanti Lisdyani, Kristi Mamlukah Mamlukah Maria Yulianti Maria Yulianti, Maria Ma’sum, Muhammadden Alwatuni Melinda, Fera Muhammad Idzharrusman Nabila Budiarti Nabila Huriya Zahra Hasnul Aziz Nabila Huriya Zahra Husnul Aziz Naura Khaira Zahra Hasnul Aziz Nida Rahayu Nisa Fajriah Novi Puspita Darmawan Novianty, Lia Nunung Liawati Nur Syazana Umar Nurani, Meilani Dwi Nurhali, Muhammad Ramli Nurliani, Nira Nurul Halimah Nurul Novtiana Sabilah Nurvita Trianasari Nurvita Trianasari Permana, Iwan Purnairawan, Yosep Rakanda Putra Waliyu Rani Fitriani Arifin, Rani Fitriani Ratiningsih, Ratiningsih Ratnawati, Neng Erni Resfani Fatimah Restu Meyda, Nandita Retno Wulan, Dwi Rima Novianti Utami Robi Marta Dipura Rosliana Dewi Rosliana dewi - Ryan Taufik Hidayat Said, Mohamed Saefulaman Mohamed Salma Aiska Nayla Salsadila Salsadila Aulinia Sanjaya, Waqid Santhna Letchmi Panduragan Siti Yoanny Putri Nurhalisa Sofyan Hadi Hasibuan Sri Janati Sri Janatri Suci Rahayu Suherman, Reni Sukmawati Azahra Susilawati Susilawati Taufik Mu`zizat Nugroho Taufik Mu`zizat Nugroho Teten Tresnawan Thahira Nasagi Rosa Affandi Tinta Elita Mutiara Putri Tsuraya, Siti Zahra Wahida, Astri Zeini Waluya, Ady Waqid Sanjaya Wildan Suheri Woro Rahmanishati Yohan Frans Unmehopa Zeini Wahida, Astri