Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pengembangan Paradigma Integratif-Interkonektif dalam Menyeimbangkan Kehidupan dan Ibadah: Development of an Integrative-Interconnective Paradigm in Balancing Life and Worship Abdul Salam; Gazali
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 5: MEI 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i5.5340

Abstract

Cerminan berkembangnya peradaban suatu bangsa dapat dilihat dari konstruksi pendidikannya. Sebagai pilar bangsa, fungsi pendidikan saat ini tidak hanya sebagai sarana mencerdaskan manusia, namun juga sebagai sarana pembinaan mental dan karakter, oleh karena itu untuk membentuk mental dan karakter manusia di era disrupsi yang sedikit banyak berdampak pada kehidupan seseorang. pengembangan karakter, maka diperlukan modifikasi atau metode (pendekatan) baru yang mudah diterapkan dalam menyikapi era ini, khususnya bagi masyarakat muslim yang orientasi hidupnya harus seimbang antara dunia dan akhirat (hablun min Alla>h dan hablun min al-na>s). Atas dasar hal tersebut, nampaknya perlu dilakukan suatu kajian yang dapat memberikan hasil dan solusi dalam mengatasi permasalahan yang ada. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan yang menggunakan metode deskriptif dimana hasil penelitian ini menemukan bahwa diantara pendekatan-pendekatan yang perlu kita tekankan dalam pendidikan adalah pendekatan integratif-inter-konektif yang mempertemukan dua kajian keilmuan yang saling melengkapi, dimana untuk membawa kesinambungan dan keseimbangan antara ibadah dan kehidupan seseorang tidak cukup hanya sekedar mendidik dan mengembangkan kecerdasan intelektual, namun yang jauh lebih penting dari itu adalah bagaimana mendidik seseorang agar mampu mengintegrasikan dan menghubungkan kecerdasan spiritualnya dengan kecerdasan emosionalnya.
REGULASI BISNIS BERKELANJUTAN DALAM INDUSTRI EKSTRAKTIF: KONSTRUKSI LEX SPECIALIS ESG BERBASIS HUKUM RESPONSIF Dian Eka Kusuma Wardani; Gazali
Iqtishaduna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah Vol 6 No 4 (2025): Juli
Publisher : Jurusan Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah dan Hukum Uin Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/iqtishaduna.v6i4.62486

Abstract

Abstrak Industri ekstraktif di Indonesia, meskipun menjadi pilar ekonomi, berhadapan dengan tantangan keberlanjutan yang signifikan. Kerangka regulasi Environmental, Social, and Governance (ESG) yang ada saat ini bersifat fragmentatif, tersebar di berbagai peraturan sektoral, dan belum terintegrasi secara holistik. Kondisi ini menciptakan ketidakpastian hukum dan menghambat implementasi praktik bisnis berkelanjutan yang efektif. Artikel ini mengusulkan konstruksi lex specialis ESG untuk industri ekstraktif di Indonesia dengan menggunakan pendekatan teori hukum responsif. Melalui metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan perbandingan, penelitian ini menganalisis kelemahan kerangka regulasi yang ada dan menawarkan sebuah model baru. Kebaruan (novelty) yang ditawarkan adalah (1) formulasi kerangka lex specialis ESG yang mengintegrasikan standar lingkungan, sosial, dan tata kelola secara spesifik untuk industri ekstraktif; (2) model ko-regulasi (dual regulatory framework) antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk menciptakan pengawasan yang sinergis; dan (3) penerapan teori hukum responsif sebagai landasan filosofis untuk memastikan regulasi ESG bersifat adaptif, partisipatif, dan berorientasi pada keadilan substantif. Hasil penelitian ini merekomendasikan pembentukan undang-undang khusus ESG untuk sektor ekstraktif yang tidak hanya memenuhi standar kepatuhan global, tetapi juga berakar pada konteks sosial-hukum Indonesia, sehingga mampu mendorong transformasi menuju industri ekstraktif yang adil dan berkelanjutan. Kata Kunci : ESG, Industri Ekstraktif, Bisnis Berkelanjutan, Lex Specialis, Teori Hukum Responsif, Tata Kelola Korporasi. Abstract The extractive industry in Indonesia, despite being a pillar of the economy, faces significant sustainability challenges. The current Environmental, Social, and Governance (ESG) regulatory framework is fragmentative, spread across various sectoral regulations, and has not been holistically integrated. This creates legal uncertainty and hinders the implementation of effective sustainable business practices. This article proposes the construction of ESG lex specialis for the extractive industry in Indonesia using a responsive legal theory approach. Through normative legal research methods with legislative, conceptual, and comparative approaches, this study analyzes the weaknesses of the existing regulatory framework and offers a new model. The novelty offered is (1) the formulation of the ESG lex specialis framework that integrates environmental, social, and governance standards specifically for the extractive industry; (2) a co-regulatory model (dual regulatory framework) between the Financial Services Authority (OJK) and the Ministry of Energy and Mineral Resources (EMR) to create synergistic supervision; and (3) the application of responsive legal theory as a philosophical foundation to ensure that ESG regulations are adaptive, participatory, and oriented towards substantive justice. The results of this study recommend the establishment of a special ESG law for the extractive sector that not only meets global compliance standards, but is also rooted in Indonesia's socio-legal context, thereby being able to drive the transformation towards a fair and sustainable extractive industry. Keywords: ESG, Extractive Industries, Sustainable Business, Lex Specialis, Responsive Legal Theory, Corporate Governance
Pemberdayaan Masyarakat Desa Grujugan melalui Pelatihan Hilirisasi dan Pengolahan Udang Vaname untuk Meningkatkan Nilai Tambah Produk Lokal Rachmatullah, Sholeh; Gazali; Matsaini; Izet Alfian Fatahillah; Indah Eka Wahyuni; Alfin; Nor Hasanah; Salam Bin Su’aib
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i2.3619

Abstract

Desa Grujugan, Kecamatan Gapura, Kabupaten Sumenep, merupakan wilayah pesisir dengan potensi budidaya udang vaname yang tinggi, namun pemanfaatan nilai tambah komoditas tersebut masih terbatas karena minimnya keterampilan pengolahan dan rendahnya literasi teknologi masyarakat. Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat melalui pelatihan pengolahan udang vaname, teknik pengemasan, dan strategi pemasaran produk olahan. Metode yang digunakan meliputi pembelajaran berbasis komunitas, demonstrasi langsung, dan praktik produksi untuk memastikan transfer keterampilan secara optimal. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada kemampuan teknis peserta dalam mengolah udang serta terbentuknya dua produk olahan baru, yaitu ebi furai dan udang keju dalam bentuk frozen food. Penjualan perdana melalui sistem pre-order menghasilkan pendapatan Rp998.000 dengan laba bersih Rp260.000, menunjukkan adanya peluang ekonomi yang menjanjikan bagi masyarakat. Selain itu, mitra telah memperoleh Nomor Induk Berusaha (NIB) sebagai bentuk legalitas usaha yang memperkuat keberlanjutan program. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil mendorong hilirisasi komoditas perikanan, meningkatkan kemandirian ekonomi, dan memperluas peluang usaha masyarakat Desa Grujugan. Program ini direkomendasikan untuk dikembangkan lebih lanjut melalui pendampingan lanjutan, peningkatan standardisasi produk, serta penguatan jejaring pemasaran dan kemitraan dengan pemerintah serta pelaku industri terkait.
PENGARUH EARNING DAN RISK PROFILE TERHADAP NILAI PERUSAHAAN PERBANKAN BUMN PERIODE 2018–2021 Hasbullah A Arief Madani; Nurhayati; Gazali; Fadali Rahman
KRISNA: Kumpulan Riset Akuntansi Vol. 18 No. 1 (2026): KRISNA: Kumpulan Riset Akuntansi
Publisher : Faculty of Economics and Business, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/kr.18.1.2026.1-7

Abstract

This study aims to analyze the effect of earnings (measured by Net Interest Margin/NIM) and risk profile (measured by Non-Performing Loans/NPL) on the firm value of state-owned banks for the 2018–2021 period. The research method used a quantitative approach with secondary data obtained from annual reports and financial statements of state-owned banks listed on the Indonesia Stock Exchange. The sample was selected using purposive sampling and analyzed using multiple linear regression. The results show that earnings have no significant effect on firm value. Conversely, risk profile has a negative but insignificant effect on firm value. These findings indicate that investors consider external factors and macroeconomic signals more than internal indicators of state-owned banks when assessing firm value.