Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

METODE MAXIMUM ENTROPY SELEKSI FITUR INFORMATION GAIN UNTUK ANALISIS SENTIMEN TERHADAP OPINI MAHASISWA TERKAIT IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN DARING DI MASA PANDEMI COVID-19 Marina Silviani; Igen Meyasha; Faisal Akbar
INFOKOM Vol. 17 No. 1 (2024): JURNAL INFOKOM STIKOM POLTEK CIREBON
Publisher : STIKOM POLTEK CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Strategi melawan pandemi COVID-19 dengan pembatasan sosial memaksa seluruh institusi pendidikan berhenti belajar dan menggantinya dengan pembelajaran daring. Melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Pemerintah telah melarang perguruan tinggi untuk melaksanakan perkuliahan tatap muka (konvensional) dan memerintahkan untuk menyelenggarakan perkuliahan atau pembelajaran secara daring (Surat Edaran Kemendikbud Dikti No. 1 tahun 2020). Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pendapat mahasiswa STIKOM Poltek Cirebon tentang pembelajaran daring di masa pandemi COVID-19. Penelitian ini didasarkan pada data survei dari mahasiswa STIKOM Cirebon Poltek dan diproses menggunakan Maximum Enteropy dengan Seleksi Fitur Information Gain. Pengujian dilakukan dengan menguji sebanyak 108 komentar berbahasa Indonesia. Penelitian ini menghasilkan nilai akurasi yaitu sebesar 51% dengan nilai Precision 84%, Recall sebesar 36% dan F-measure 5%.
Metode Jaringan Syaraf Tiruan Backpropagation untuk Prediksi Tingkat Pengangguran pada Badan Pusat Statistik Faisal Akbar; Haznam Rais
INFOKOM Vol. 17 No. 2 (2024): JURNAL INFOKOM
Publisher : STIKOM POLTEK CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengangguran merupakan faktor langsung yang berkontribusi pada tingkat kemiskinan dan dapat berdampak pada isu-isu sosial. Menurut data dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Cirebon, Kabupaten Cirebon telah mengalami fluktuasi dalam tingkat pengangguran, yang secara langsung berdampak pada masalah kemiskinan dan masalah sosial. Jika tidak ditangani dengan cepat, situasi ini bisa memunculkan sejumlah masalah serius, seperti masalah kesehatan mental, kesehatan fisik, dan peningkatan tingkat kejahatan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pengangguran dan mengembangkan model yang tepat untuk memprediksi jumlah pengangguran di Kabupaten Cirebon. Data yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Cirebon, yang mencakup informasi tentang jumlah pengangguran, jumlah pekerja, dan angkatan kerja dari tahun 2013 hingga 2022. Metode yang digunakan adalah jaringan saraf tiruan dengan algoritma Backpropagation. Jaringan saraf tiruan Backpropagation dikenal memiliki kinerja yang baik dalam menyelesaikan berbagai masalah, termasuk prediksi. Berdasarkan hasil penelitian, model arsitektur terbaik yang ditemukan adalah model dengan struktur 2-6-1, yang menghasilkan tingkat Mean Square Error (MSE) yang sangat baik di bawah 0,001 yaitu sebesar 0,0000145918. Meskipun demikian, meskipun prediksi ini hampir memuaskan, belum sepenuhnya memenuhi harapan. Kesimpulannya, Jaringan Saraf Tiruan Backpropagation, dengan menerapkan model yang sesuai, dapat memberikan prediksi yang cukup baik, meskipun masih ada ruang untuk perbaikan lebih lanjut.
METODE COPRAS DALAM PENENTUAN KEPOLISIAN SEKTOR (POLSEK) TERBAIK PADA KEPOLISIAN RESOR CIREBON Fahmi; Faisal Akbar; Rafi Maulana
INFOKOM Vol. 18 No. 1 (2025): JURNAL INFOKOM
Publisher : STIKOM POLTEK CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan dunia komputer telah banyak menghadirkan program aplikasi maupun software pemrograman yang bermanfaat bagi pihak yang membutuhkan, termasuk dalam hal ini adalah lembaga negara seperti kepolisian. Lembaga kepolisian mempunyai beberapa tingkatan untuk menjalankan tugasnya sebagai Kepolisian Negara Republik Indonesia. Mabes Polri merupakan susunan kelembagaan kepolisian yang paling atas yang dipimpin oleh Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) yang bertanggung jawab langsung kepada presiden. Selanjutnya, Kepolisian Daerah (Polda) yang dipimpin oleh Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) yang bertanggung jawab kepada Kapolri. Lalu, Kepolisian Resor (Polres) yang dipimpin oleh Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) yang bertanggung jawab kepada Kapolda. Kemudian yang terakhir yaitu Polsek (Kepolisian Sektor) yang dipimpin oleh Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) yang bertanggung jawab kepada Kapolres. Maka dari setiap masing-masing tingkatan lembaga saling kerjasama dalam tugas Kepolisian Republik Indonesia. Sebagai bentuk apresiasi, Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Cirebon Kota melakukan penilaian setiap setahun sekali kepada 9 (sembilan) Kepolisian Sektor (Polsek) yang mampu mengembangkan tugasnya secara baik dan benar. Hal ini dapat memberi dorongan dan semangat kepada setiap anggota Kepolisian Sektor (Polsek) untuk meningkatkan pelayanan, kepedulian, pemahaman, dan kesadaran yang tinggi akan tugas dan tanggung jawab serta kinerja seluruh anggota Polsek. Dalam menentukan Kepolisian Sektor (Polsek) terbaik pada Polres Cirebon Kota, penilaian kinerja Polsek yang terjadi saat ini tidak bisa melihat nilai secara proporsional sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan, sehingga penilaian tersebut terkadang tidak subyektif karena penilaian hanya dilihat dari jumlah tertinggi dari penilaian kinerja Polsek saja, serta dalam penilaian Polsek saat ini belum menggunakan sistem yang terkomputerisasi dengan penyimpanan data menggunakan database, sehingga pengambilan keputusan dalam penentuan Polsek terbaik kurang efektif dan membutuhkan waktu yang lama. Tujuan dalam penelitian ini merancang dan membangun sistem pendukung keputusan untuk menentukan Kepolisian Sektor (Polsek) terbaik dengan mengimplementasikan metode COPRAS (Complex Proportional Assessment). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada tahapan pengimplementasian, hanya admin yang akan pengunaan sistem ini, serta sistem ini berhasil menerapkan sistem pendukung keputusan secara tersistem dan admin sudah dapat melihat hasil penilaian dan penentuan Polsek terbaik secara langsung karena sistem melakukan perhitungan SPK secara otomatis sehingga pihak Polres dapat mengurangi kesalahan pada saat melakukan penilaian dan menentukan Polsek terbaik.
Penguatan Mahasiswa Unzah Genggong dalam Memahami Pandangan Masa Vital dan Perkembangan Penghayatan pada Bayi Antoni Antoni; Faisal Akbar; Endah Tri Wisudaningsih
Dinamika Sosial : Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Transformasi Kesejahteraan Vol. 2 No. 4 (2025): Desember : Dinamika Sosial : Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Transformasi Kese
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/dinsos.v2i4.2636

Abstract

This study aims to strengthen the understanding of UNZAH Genggong students regarding the concept of the vital period and the development of awareness in infants. A qualitative approach was employed through interview and observation techniques to explore the process of improving this understanding. The findings indicate that structured learning and hands-on practice significantly enhance students’ knowledge of the vital period concept and the importance of awareness in supporting optimal infant development. Furthermore, the intervention emphasizes the need for integrating theory and practice in the learning process to improve students’ competencies in childcare and child development. The strategies implemented not only reinforce students’ conceptual understanding but also develop their practical skills, which are crucial in the context of early childhood education. The data show that educational strategies combining theory and practice can be sustained, providing a positive impact on the improvement of students’ competencies and the overall quality of early childhood education. Therefore, strengthening students’ understanding of the concepts of the vital period and infant awareness can make a significant contribution to better childcare quality and child development.
Perempuan, Kebaya, Dan Narasi Visual: Studi Penciptaan Karya Kolase Digital Bergaya Lowbrow Art Faisal Akbar
Brikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya Rupa Vol. 17 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Seni Indoensia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/brikolase.v17i2.7425

Abstract

This study explores the process of creating digital collage artworks themed around women in kebaya in the modern era, focusing on the transformation of kebaya as a symbol of identity, empowerment, and resistance among Indonesian women. Once a traditional garment, the kebaya has undergone a shift in function, now serving as a part of contemporary lifestyle expression. This research responds to that phenomenon through a practice-based art approach, adopting Alma M. Hawkins' three-phase creative method: exploration, improvisation, and formation. The exploration phase involved investigating Javanese and Encim kebaya as representations of two distinct yet equally powerful cultural identities. The improvisation phase developed visual sketches and experimented with digital collage techniques using graphic design software. The formation phase synthesized all visual elements into cohesive, communicative compositions. The result is two main works titled Motherland in Kebaya: Java Vibes and Motherland in Kebaya: Encim Vibes, each portraying the identity of Javanese women and Chinese-Betawi Peranakan women through figurative visual approaches and lowbrow art style. The first work presents kebaya as a symbol of cultural resistance against colonialism, while the second emphasizes the Encim kebaya as a symbol of hybrid cultural identity that continues to thrive amid globalization. The digital collage medium enables the fusion of traditional and contemporary elements into a unified visual narrative. This study demonstrates that visual art can serve as a reflective medium to depict the dynamics of cultural identity and opens new space for kebaya as a flexible and relevant cultural artifact. Thus, the artworks produced carry not only aesthetic value but also social critique and cultural meaning.
METODE ALGORITMA RC4 (RIVEST CODE 4) UNTUK PENGAMANAN DATABASE TRANSAKSIPADA GLORY DIGITAL SABLON Wahyu Ariandi; Faisal Akbar; M. Rezza Fahlevi; Adiguna Ahlul Bai’at
Journal of Computation Science and Artificial Intelligence (JCSAI) Vol. 3 No. 1 (2026): Journal of Computation Science and Artificial Intelligence (JCSAI)
Publisher : PT. Berkah Digital Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58468/jcsai.v3i1.27

Abstract

Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi memfasilitasi penyelesaian pekerjaan dengan lebih cepat, mudah, dan akurat. Glory Digital Sablon (GDS) adalah toko yang menyediakan berbagai kebutuhan terkait sablon digital, namun sistem penjualannya masih manual, sementara pembuatan nota menggunakan Microsoft Excel yang memiliki kekurangan dan kendala. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem yang otomatis, serta memperkenalkan algoritma kriptografi RC4 untuk mengamankan database transaksi dan database supplier agar tidak disalahgunakan. Penerapan algoritma RC4 terbukti efektif dalam mengamankan data transaksi pada GDS, dengan kunci enkripsi yang dapat diacak berdasarkan panjang kunci, dan dapat mengembalikan data asli melalui dekripsi dengan kunci yang sama. Pengujian CrackStation menunjukkan bahwa cipherteks tidak dapat dipecahkan, dan uji performa menunjukkan bahwa meskipun panjang kunci memengaruhi kecepatan enkripsi dan dekripsi, perbedaannya sangat kecil, sehingga tidak mempengaruhi kinerja keseluruhan sistem. Abstract Advances in information and communication technology facilitate faster, easier, and more accurate work completion. Glory Digital Sablon (GDS) is a store that provides various needs related to digital screen printing, but its sales system is still manual, while the creation of invoices uses Microsoft Excel which has shortcomings and obstacles. This study aims to design an automated system, as well as introduce the RC4 cryptographic algorithm to secure the transaction database and supplier database from misuse. The implementation of the RC4 algorithm has proven effective in securing transaction data on GDS, with encryption keys that can be randomized based on key length, and can restore the original data through decryption with the same key. CrackStation testing shows that the ciphertext cannot be cracked, and performance tests show that although key length affects encryption and decryption speed, the difference is very small, so it does not affect the overall performance of the system.