Claim Missing Document
Check
Articles

Komunikasi Interpersonal Pengawas Minum Obat Berperspektif Gender dengan Kepatuhan Berobat Penderita Tuberkulosis di Tiga Puskesmas di Kabupaten Bogor Widiawati Walangadi; Dwi Sadono; Djoko Susanto
Jurnal Komunikasi Pembangunan Vol. 15 No. 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (626.457 KB) | DOI: 10.46937/15201722772

Abstract

The problem of tuberculosis (TB) control is still very large in Indonesia. Pengawas minum obat (PMO) for each patient tuberculosis expected to ensure the regularity of the patients taking medicine. The objectives of the study are 1) to analyze interpersonal communication skills of PMO gender perspective with TB patient, and 2) to analyze relationship between interpersonal communication skills PMO gender perspective with TB patient treatment compliance. Explanatory research method with cross-sectional study design, with a total sample of 82 of the PMO at three Public Health Centers PMO Ciomas, Cileungsi, Cibinong. Data were collected using questionnaire and analyzed using chi-square. The results showed the relationship between the characteristics of the PMO with interpersonal communication skills PMO value of p > 0.01 so give no significant relationship, the relationship between gender perspectif with interpersonal communication skills PMO is p <0.01 means that there is significant correlation. The relationship between the PMO interpersonal communication skills with patient compliance level p <0.01 means that there is a significant relationship. Conclusion characteristics of the PMO are the largely nonexistent relationship with interpersonal communication skills of PMO, whereas the gender perspective is significally correlated to interpersonal communication skills of the PMO. The level of interpersonal communication skills are significantly correlated of TB treatment compliance.
Peran Komunikasi Organisasi Pemerintahan Desa dalam Peningkatan Kinerja Pemerintahan Desa di Kecamatan Cot Girek, Aceh Utara Mulyadi Rasimun; Dwi Sadono; Cahyono Tri Wibowo
Jurnal Komunikasi Pembangunan Vol. 15 No. 2 (2017): Juli 2017
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (696.314 KB) | DOI: 10.46937/15201722802

Abstract

Implementation of village legislation needs the role of organizational communication, especially for organization of village administration in order to realize improved performance and rural development. Organization could run streamlined and successfully with a good communication. The objectives were (1) analyzing the role of organizational communication in the implementation of village legislation to villagers, and (2) finding out the performance improvement of village administration in rural development which is based on the village legislation. The study result showed the role of organizational communication of village administration that related with perception of village officials to village legislation which; the individual characteristics of the village administration officials were: age, gender, education level, and employment, while they werenot related: income level. Village admnistration characteristic that related to perception of village officials to village legislation were: the leadership role, organizational structure and organizational culture. Organizational communication of village administration that related with perception of village officials to village legislation were: communicator, request and media. Government's role as the pioneer of rural development was fully able to in addressing development issues in the village such as the planning of rural development programs, socialization activities in Meunasah and was attended by most villagers, in the village meetings activities were not only socializing by one direction, but public was also given their opportunity to speak as well as their opinion.
KOMUNIKASI GERAKAN SOSIAL MELALUI PENYADARAN PETANI DALAM KONFLIK AGRARIA Ahmad Jazilil Mustopa; Dwi Sadono; Dwi Retno Hapsari
Jurnal Komunikasi Pembangunan Vol. 18 No. 01 (2020): Februari 2020
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.809 KB) | DOI: 10.46937/18202028111

Abstract

Indonesia mempunyai sejarah panjang terkait konflik agraria yang menyertakan petani di dalamnya. Salah satunya seperti yang terjadi di Caringin, Sukabumi dimana petani berhadapan dengan perusahaan dalam konflik agraria. Petani menganggap ada dominasi ketidakadilan karena tanah yang mereka garap ternyata surat hak gunanya adalah atas nama perusahaan. Kondisi ini memunculkan gerakan sosial perlawanan dari petani yang dalam prosesnya banyak dipengaruhi oleh peran intelektual organik yang terdiri dari Organisasi non Pemerintah serta mahasiswa yang dibantu oleh tokoh tani lokal. Pengaruh tersebut salah satunya berupa penyadaran kepada petani. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi para aktor dalam proses penyadaran petani yang terbagi dalam kesadaran magis, naif dan kritis melalui komunikasi dialogis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi kasus konflik agraria yang terjadi di Caringin Sukabumi antara petani sebagai penggarap lahan dan PT. SNN sebagai pemegang hak guna bangunan (HGB) atas lahan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan strategi komunikasi dialogis membawa perubahan kesadaran petani menjadi lebih kritis walaupun kesadaran naif masih melekat sehingga memunculkan jenis kesadaran baru berupa kesadaran naif kritis.
HUBUNGAN WAKTU BERKUALITAS BERSAMA KELUARGA DAN KEPEDULIAN PEMBINA EKSTRAKURIKULER DENGAN KARAKTER SISWA Rama Adeyasa; Aida Vitayala S.Hubeis; Ninuk Purnaningsih; Dwi Sadono
Jurnal Pendidikan Karakter Vol. 12, No. 2 (2021)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpka.v12i2.42079

Abstract

abstrak: Keluarga dan lingkungan sekolah memiliki peran penting dalam membentuk kepribadian remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menggunakan konsep Positive Youth Development (PYD) yang belum populer di Indonesia. Konsep PYD meyakini bahwa potensi kebaikan dalam diri remaja akan tumbuh sebagai hasil interaksi antara karakteristik internal dan eksternal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Pengambilan data menggunakan kuesioner dengan format pernyataan menggunakan skala Likert 1-4 terhadap 316 siswa dari 15 SMA di Kota Bogor yang dipilih secara sengaja berdasarkan keikutsertaan mereka di dalam program ekstrakurikuler di sekolah. Analisis data dilakukan secara kuantitatif. Hasilnya bahwa waktu berkualitas remaja putri lebih tinggi daripada remaja laki-laki, sedangkan kompetensi remaja laki-laki lebih tinggi daripada remaja perempuan. Selain itu, terdapat hubungan positif dan signifikan antara empat komponen PYD yaitu kepercayaan diri, karakter, kepedulian, dan koneksi dengan waktu berkualitas bersama keluarga. Selain itu, terdapat hubungan positif antara seluruh komponen PYD dengan kepedulian pembina. Rekomendasi dari penelitian ini yaitu diperlukan dukungan dari berbagai pihak untuk memperbaiki waktu berkualitas bersama keluarga, sementara kepedulian pembina perlu terus dijaga agar tetap terlaksana dengan baik. Kata kunci: Positive Youth Development, Remaja, Sekolah Menengah Atas
ANALISIS JARINGAN KOMUNIKASI KELOMPOK TANI DALAM PENERAPAN BUDI DAYA PADI METODE SYSTEM OF RICE INTENSIFICATION (SRI) Nadia Itona Siregar; Dwi Sadono; Cahyono Tri Wibowo
Jurnal Penelitian Komunikasi dan Pembangunan Vol 21, No 1 (2020): Jurnal PIKOM (Penelitian Komunikasi dan Pembangunan)
Publisher : Institution: Ministry of Communication and Information Technology of Republic of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31346/jpikom.v21i1.2216

Abstract

Kegiatan pertanian sangat bergantung dengan informasi dalam berbagai bentuk. Kajian terkait dengan arus informasi, hubungan relasi antarindividu, dan pola interaksi dalam kelompok tani yang terkait dengan budi daya padi metode system of rice intensification (SRI) dapat dilakukan dengan menggunakan analisis jaringan komunikasi. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) untuk menganalisis struktur jaringan komunikasi dalam kelompok tani, (2) untuk menganalisis hubungan antara jaringan komunikasi dengan penerapan budi daya padi metode SRI. Penelitian ini dilakukan pada kelompok tani Sekar Arum dan kelompok tani Sumber Urip di Banyuwangi. Penelitian ini memiliki 74 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode intact sampling, yaitu mengambil seluruh individu yang termasuk di dalam sistem sebagai sampel. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan free recall method yaitu metode analisis jaringan komunikasi, yang merumuskan pertanyaan dalam kuesioner dengan daftar nama. Analisis data menggunakan uji korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) struktur jaringan komunikasi yang terbentuk pada dua kelompok tani adalah interlocking network dan star, (2) terdapat korelasi positif antara out-degree centrality dan closeness dengan penerapan budi daya padi metode SRI.
Dukungan dan Peran Kelembagaan dalam Meningkatkan Kemandirian Petani Kakao di Provinsi Sulawesi Tengah Andri Amaliel Managanta; Sumardjo Sumardjo; Dwi Sadono; Prabowo Tjitropranoto
Jurnal Tanaman Industri dan Penyegar Vol 6, No 2 (2019): Jurnal Tanaman Industri dan Penyegar
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jtidp.v6n2.2019.p51-60

Abstract

Indonesia is the third largest cocoa producer in the world after Ivory Coast and Ghana. Central Sulawesi is a center of Indonesian cocoa commodity, yet has low improvement. This is presumably due to the lack of support of farmer institutions that were formed not based on farmers' needs or the interests of farmers. The objectives of this study were to: (1) analyze the level of institutional support for cocoa farmers in Central Sulawesi Province, and (2) analyze the role and strategy of increasing institutional support for cocoa farmers in Central Sulawesi Province. The study was conducted in four districts in Central Sulawesi Province: Poso, Sigi, Morowali Utara and Donggala Regencies. The research sample was 380 farmers. To describe the research variables used descriptive statistical analysis in the frequency table and Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). The results showed that most farmers (70.2%–98.7%) assessed that institutional support in the contexts of marketing, capital, processing, and technical guidance were relatively low so it tended to be less conducive to increasing farmers' independence. The institutional role of those four contexts was also low categoryzed (26.6–43.0) so that it needs serious attention in an effort to increase the weak independence of farmers.
Partisipasi Ibu Rumah Tangga dalam Pengelolaan Sampah melalui Bank Sampah di Desa Ragajaya, Bojonggede-Bogor Jawa Barat Muhtar Mochamad Solihin; Pudji Muljono -; Dwi Sadono -
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 17, No 3 (2019): November 2019
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.931 KB) | DOI: 10.14710/jil.17.3.388-398

Abstract

ABSTRAKPartisipasi ibu rumah tangga di bank sampah dapat menyelesaikan masalah sampah yang semakin meningkat. Hanya saja, partisipasi tersebut terkadang tidak berkelanjutan sehingga sampah masih menjadi masalah di berbagai daerah. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat partisipasi ibu rumah tangga dalam pengelolaan sampah melalui bank sampah. Penelitian ini dilakukan di lima kelompok bank sampah di Desa Ragajaya, Bojonggede Kabupaten Bogor. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Jumlah sampel sebanyak 73 orang yang ditentukan menggunakan rumus slovin dari 266 populasi. Data sampel dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan inferensial (rank Spearman). Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia responden masuk dalam kategori produktif dengan variasi antara 28 hingga 61 tahun. Tingkat pendidikan formal dalam kategori menengah antara SMP hingga SMA. Tingkat pengetahuannya sedang cenderung tinggi sehingga tidak ada responden yang berpengetahuan rendah. Ibu rumah tangga berpartisipasi dalam pengelolaan sampah melalui bank sampah dengan faktor pendukung seperti tingkat pengetahuan, tingkat ketersediaan sarana prasarana, dan tingkat dukungan keluarga. Peningkatan pengetahuan ibu rumah tangga tentang bahaya sampah yang tidak dikelola akan meningkatkan keterlibatan mereka dalam pengelolaan sampah melalui bank sampah.  
Komunikasi Partisipatif pada Kegiatan Optimalisasi Pemanfaatan Lahan Pekarangan di Kecamatan Kajoran Kabupaten Magelang Febri Palupi Muslikhah; Sarwititi Sarwoprasodjo; Dwi Sadono
Da'watuna: Journal of Communication and Islamic Broadcasting Vol 2 No 2 (2022): Da'watuna: Journal of Communication and Islamic Broadcasting (In Press)
Publisher : Institut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.361 KB) | DOI: 10.47467/dawatuna.v2i2.777

Abstract

The success of the agricultural development program cannot be separated from the active participation of farmers which is manifested in the form of a response. The responses are delivered in the form of ideas, criticisms, dialogues and reflection actions. The Women Farmers Group (KWT) which is the main actor in the optimization program for the use of yard land is a determinant of the success of food security at the family level. The assistant extension workers are the hope of the government as a development facilitator who is able to facilitate and educate KWTs so that they are able to respond to the development programs being carried out. This article aims to describe the characteristics of the group, the role of the facilitator, KWT participatory communication and to analyze the relationship between the characteristics of the group and the role of the facilitator with participatory communication. This research is designed as a descriptive correlational survey research. The selection of respondents was taken by census as many as 12 KWT. The data that has been collected is then analyzed using the Spearman rank correlation test. The results obtained from the correlation test are that there is a very significant positive relationship between group characteristics, the role of the facilitator and KWT participatory communication. Keywords: participatory communication, women farmer groups, yard use
Upgrading Peran dan Fungsi Kelompok Sebagai Strategi Pemberdayaan Berkelanjutan Mintarti Mintarti; Burhanuddin Burhanuddin; Dwi Sadono; Tjahja Muhandri
ABDIMAS DEWANTARA Vol 4 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/ad.v4i2.11219

Abstract

Produksi ubikayu (Manihot Esculenta) di Desa Benteng, Kabupaten Bogor mencapai 200 ton/tahun yang menempatkan Desa Benteng sebagai salahsatu sentra penghasil ubikayu di Kabupaten Bogor. Namun, angka kemiskinan di desa tersebut masih tinggi yaitu 12 persen. Potensi desa belum dimanfaatkan untuk menurunkan angka kemiskinan karena para petani belum memiliki keterampilan budidaya yang berkelanjutan, keterampilan meningkatkan nilai jual ubikayu serta peran dan fungsi kelompok yang masih rendah dalam wirausaha desa berbasis ubikayu. Tujuan kegiatan: (1) meningkatkan perilaku positif kelompok (POKTAN dan KWT), (2) mengelompokkan poktan dan KWT dalam proses wirausaha ubikayu yaitu budidaya, produksi mocaf, pangan olahan, pasar dan promosi, dan (3) merintis embrio kampung tematik casava. Metode kegiatan adalah komunikasi persuasi untuk upgrading kelompok agar kelompok menjadi dinamis.. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kinerja kelompok meningkat dengan terbentuknya 2 KWT baru, tersusunnya program kerja POKTAN dan KWT, bertambahnya jumlah kegiatan rintisan desa wisata casava dan mulai berjalannya wirausaha berbasis ubikayu. Pengetahuan kelompok dalam pembuatan mocaf meningkat dari skor 70.2 ke 80.0, pangan olahan meningkat dari 69.8 ke 80.4, budidaya ubikayu meningkat dari 45.3 ke 45.9. sikap positif KWT tentang pentingnya bisnis, pemasaran, mocaf, pengemasan dan desa wisata meningkat dari 52,29 persen ke 58.8 persen. Kata kunci: upgrading, kelompok, wirausaha, ubikayu
Hubungan Antara Kompetensi Petani dengan Ketahanan Pangan Keluarga pada Pemanfaatan Lahan Pekarangan di Kota Bandung Aldea Lyliana; Dwi Sadono
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 6 No. 2 (2022): April
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.v6i2.680

Abstract

Kompetensi petani merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung keberhasilan kegiatan pemanfaatan lahan pekarangan ini. Ketika kompetensi petani ini dilakukan dengan baik maka tidak menutup kemungkinan ketahanan pangan juga akan tercapai. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis karakteristik petani baik dari karakteristik eksternal maupun karakteristik internal dan kompetensi petani, menganalisis tingkat ketahanan pangan keluarga anggota kelompok wanita tani, dan menganalisis hubungan karakteristik petani, kompetensi petani dan ketahanan pangan keluarga pada pemanfaatan lahan pekarangan. Lokasi penelitian berada di tiga kecamatan di Kota Bandung yang memiliki kelompok wanita tani yang dipilih secara sengaja. Data dikumpulkan dengan instrument kuesioner dan dianalisis melalui uji Rank Spearman. Hasil penelitian secara sensus dengan melibatkan 35 responden ini menunjukkan bahwa kompetensi petani berada pada tingkat tinggi dengan ketahanan pangan keluarganya berada di tingkat sedang. Karakteristik petani yang berhubungan nyata dengan kompetensi petani yaitu sumber informasi. Seluruh aspek kompetensi petani berhubungan dengan ketahanan pangan.
Co-Authors Adi Firmansyah Adi Irvansyah Afib Rizal Ahmad Fauzi Ahmad Jazilil Mustopa Aida Vitayala S Hubeis Aida Vitayala S Hubeis Aida Vitayala S. Hubeis Aida Vitayala S.Hubeis Aida Vitayala S.Hubeis Aldea Lyliana Ali Alamsyah Kusumadinata Amatul Jalieli Amiruddin Saleh Andri Amaliel Managanta Anna Fatchiya Anna Fatchiya Aruman, Akhmad Edhy Asih Mulyaningsih Bambang Uripno Burhanuddin Burhanuddin Cahyono Tri Wibowo Cahyono Tri Wibowo Cahyono Tri Wibowo Christian Pratama Putra Christian Pratama Putra Darwis S Gani Darwis S. Gani Destriapani , Elsa Dian Widya Setiyanti, Dian Dini Fibriyanti Djoko Susanto Djoko Susanto Djoko Susanto Djuara P Lubis Dwi Retno Hapsari, Dwi Retno Elvira Iskandar Elvira Iskandar Endang Sri Wahyuni Erwiantono Esti Ittaqillah Fachmi Ibrahim Fatchiya , Anna Febri Palupi Muslikhah Feriadi Fetry Zulbeatri Firmansyah Firmansyah Fita Dwi Untari Gani, Darwis S. Herry Pramono I Ketut Suada Ikhsan ikhsan Indah Listiana Intan Nurfadillah Iqbal Fadhlurrahman IRVANSYAH, ADI Ittaqillah, Esti Kiki Pamilutsih Kiswanti, Pipin Kurniawati, Nur Puti Litna Nurjannah Ginting Lubis , Djuara P Lukman Effendy Maesti Mardiharini Mariam Febriani Budiman Maya Safrina Suraningsih Mintarti Mintarti Mirza Mirza Muhammad Rivai Muhibuddin Muhibuddin Mujiburrahmad Mujiburrahmad Mulyadi Rasimun Mulyaningsih, Asih Nabila Nadia Rahma Nadia Itona Siregar Nadia Yunita Sari Nala Sari Tanjung Ninuk Purnaningsih Nizam Auza, Muhammad Nurhayati Nurhayati Nurmala K Panjaitan Nurmala Katrina Pandjaitan Nurul Fitriyanti Nurul Mukhlishah Oktaviyani, Rena Padillah Padillah Padillah Padillah Pamilutsih, Kiki Pang Suparman Asngari Prabowo Tjiptopranoto Prabowo Tjitropranoto Prabowo Tjitropranoto Prabowo Tjitropranoto Prasetia, Hanikka Wedya Pudji Muljono Putra, Rizki Aditya putri, Karima R. Restama Gustar Hastosaptyadhan Rama Adeyasa Rama Adeyasa Rilus Kinseng Rizki Aditya Putra Saharuddin Sari, Nadia Yunita Sarwititi Sarwoprasodjo Sarwititi Sarwoprasodjo Satia, Siti Ramlah Shinta Anggreany Shinta Nasution Siti Amanah Siti Ramlah Satia Solihin, Muhtar Mochamad Sri Harijati, Sri Sri Wahyuni Sugiarti, Susie Sumardjo Tintin Prihatiningrum Tintin Sarianti Tjahja Muhandri Unasiansari, Ismia Widiawati Walangadi Yumna Luthfia Yusalina Yusalina Zulfidda, Zulfidda Lillah