Claim Missing Document
Check
Articles

Persepsi Petani tentang Peranan Penyuluh dalam Peningkatan Produksi Padi Di Kecamatan Tabir Kabupaten Merangin Provinsi Jambi Padillah Padillah; Ninuk Purnaningsih; Dwi Sadono
Jurnal Penyuluhan Vol. 14 No. 1 (2018): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluh Pertanian Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.02 KB) | DOI: 10.25015/penyuluhan.v14i1.17778

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis tingkat persepsi petani tentang peranan penyuluh dalam peningkatan produksi padi; dan (2) menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat persepsi petani tentang peranan penyuluh dalam peningkatan produksi padi. Penelitian ini menggunakan metode survei dan dilaksanakan pada bulan Maret hingga Mei 2017 di KecamatanTabir Kabupaten Merangin Provinsi Jambi.Jumlah sampel penelitian ini adalah 92 orang.Metode analisis yang digunakan adalah statistik deskriptif dan statistik inferensial (Path Analysis) yang dilengkapi dengan data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) tingkat persepsi petani tentang peranan penyuluh dalam peningkatan produksi padi sudah cukup baik, berarti penyuluh sudah cukup berperan dan sudah menjalankan peranannya sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya di dalam program Upaya Khusus Padi, Jagung, dan Kedelai; dan (2) faktor yang berpengaruh secara langsung terhadap tingkat persepsi petani tentang peranan penyuluh dalam peningkatan produksi padi adalah lama berusahatani, tingkat pendidikan formal, luas penguasaan lahan, keterlibatan dalam kelompoktani, dan intensitas interaksi petani dengan penyuluhPenelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis tingkat persepsi petani tentang peranan penyuluh dalam peningkatan produksi padi; dan (2) menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat persepsi petani tentang peranan penyuluh dalam peningkatan produksi padi. Penelitian ini menggunakan metode survei dan dilaksanakan pada bulan Maret hingga Mei 2017 di KecamatanTabir Kabupaten Merangin Provinsi Jambi.Jumlah sampel penelitian ini adalah 92 orang.Metode analisis yang digunakan adalah statistik deskriptif dan statistik inferensial (Path Analysis) yang dilengkapi dengan data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) tingkat persepsi petani tentang peranan penyuluh dalam peningkatan produksi padi sudah cukup baik, berarti penyuluh sudah cukup berperan dan sudah menjalankan peranannya sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya di dalam program Upaya Khusus Padi, Jagung, dan Kedelai; dan (2) faktor yang berpengaruh secara langsung terhadap tingkat persepsi petani tentang peranan penyuluh dalam peningkatan produksi padi adalah lama berusahatani, tingkat pendidikan formal, luas penguasaan lahan, keterlibatan dalam kelompoktani, dan intensitas interaksi petani dengan penyuluh
Partisipasi petani pada usahatani padi, jagung, dan kedelai perspektif gender Asih Mulyaningsih; Aida Vitayala S Hubeis; Dwi Sadono; Djoko Susanto
Jurnal Penyuluhan Vol. 14 No. 1 (2018): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluh Pertanian Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.267 KB) | DOI: 10.25015/penyuluhan.v14i1.18546

Abstract

Sektor pertanian memegang peranan yang sangat penting dalam pembangunan. Adanya kultur masyarakat yang menempatkan perempuan dengan perspektif tertentu mengakibatkan terjadinya bias gender dalam kegiatan usahatani. Partisipasi petani sangat diperlukan untuk mewujudkan ketahanan pangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat partisipasi petani Pajale perspektif gender dan  menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat partisipasi petani dalam usahatani padi, jagung, dan kedelai perspektif gender. Penelitian dilakukan mulai bulan April sampai Juni 2017. Lokasi Penelitian di Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak Provinsi Banten. Sampel dalam penelitian ini adalah suami istri petani padi, jagung, dan kedelai sebanyak 216 keluarga petani. Data yang dikumpulkan dan diolah dengan statistik inferensi yaitu Structural Equation Modelling (SEM) LISREL 8.72 dan Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: ciri  kepribadian petani, intensitas pemberdayaan, ketersediaan informasi pertanian, dan dukungan terhadap lingkungan fisik dan sosio-ekonom mempengaruhi partisipasi petani persprktif gender. Dengan demikian model partisipasi petani perspektif gender dapat tercapai dengan cara meningkatkan kepribadian petani, meningkatkan  intensitas pemberdayaan, ketersediaan informasi pertanian yang sesuai dengan kebutuhan petani, serta dukungan lingkungan fisik dan sosial ekonomi.
Hubungan Kapasitas Penyuluh dengan Kepuasan Petani dalam Kegiatan Penyuluhan Indah Listiana; Sumardjo Sumardjo; Dwi Sadono; Prabowo Tjiptopranoto
Jurnal Penyuluhan Vol. 14 No. 2 (2018): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluh Pertanian Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (617.639 KB) | DOI: 10.25015/penyuluhan.v14i2.18673

Abstract

Termarginalkannya kelembagaan penyuluhan sejalan dengan diterbitkanya Undang-undang No. 23 Tahun 2014 tentang pemerintah daerah berpotensi pada melemahnya kinerja penyuluh dan kapasitasnya. Kehandalan penyuluh berkaiatan erat dengan tingkat kapasitasnya. Masalah di lapangan adalah melemahnya kepuasan petani terhadap kegiatan penyuluhan pertanian. Provinsi Lampung di era pembubaran kelembagaan penyuluhan ditingkat kabupaten dan provinsi, hal ini menyebabkan melemahnya penyuluh dan lemahnya komitmen terhadap pembiayaan penyuluhan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan tingat kapasitas penyuluh dengan kepuasan petani. Penelitian ini merupakan penelitian eksplanatori dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan didukung informasi kualitatif. Penelitian dilaksanakan di Provinsi Lampung dengan responden sebanyak 355 penyuluh dan 355 petani binaan. Metode skoring digunakan untuk pengukuran tingkat kapasitas penyuluh dengan indikator berdasarkan fungsi penyuluhan yang tertuang dalam Undang-undang No. 16 Tahun 2006. Terdapat perbedaan yang nyata antara karekteritik penyuluh PNS dan penyuluh THL. Tingkat kapasitas penyuluh pertanian di Provinsi Lampung berada pada kategori sedang cenderung rendah demikian halnya dengan kepuasan petani akan kegiatan penyuluhan masih rendah. Tingkat kapasitas penyuluh berhubungan sangat nyata dengan kepuasan petani terhadap kegiatan penyuluhan. Sejalan dengan hilangnya kelembagaan penyuluhan di tingkat kabupaten dan provinsi berarti melemahnya kapasitas penyuluh berdampak nyata pada melemahnya kepuasan petani.
Persepsi Petani tentang Kompetensi Keujruen Blang di Kabupaten Aceh Besar Provinsi Aceh Ikhsan ikhsan; Pudji Muljono; Dwi Sadono
Jurnal Penyuluhan Vol. 14 No. 2 (2018): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluh Pertanian Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (80.945 KB) | DOI: 10.25015/penyuluhan.v14i2.19207

Abstract

Keujruen blang adalah lembaga adat yang bergerak di bidang pertanian untuk membantu persoalan petani dalam pengelolaan kawasan persawahan, pembinaan masyarakat, pembangunan dan penyelesaian masalah-masalah dalam penyelenggaraan usaha pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis tingkat persepsi petani tentang kompetensi keujruen blang dalam pengembangan pertanian, (2) menganalisis hubungan karakteristik petani dan kegiatan penyuluhan dengan tingkat persepsi petani tentang kompetensi keujruen blang dalam pengembangan pertanian. Penelitian ini menggunakan metode survei dan dilaksanakan pada bulan Juni dan Juli 2017 di 10 kecamatan di Kabupaten Aceh Besar Provinsi Aceh. Metode analisis yang digunakan adalah statistik deskriptif dan inferensial (rank Spearman). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) tingkat kompetensi keujruen blang berada pada kategori tinggi. Hal tersebut dilihat dari: tata cara turun ke sawah, pengaturan pembagian air, koordinasi dengan pemerintah, mengkoordinasikan khanduri blang, dan pemberian teguran dan sanksi. (2) faktor yang berhubungan nyata dengan tingkat persepsi petani tentang kompetensi keujruen blang dalam pengembangan pertanian adalah karakteristik petani (pengalaman usahatani, dan tingkat pendapatan) dan kegiatan penyuluhan (intensitas mengikuti penyuluhan, kesesuaian materi penyuluhan, kesesuaian media penyuluhan dan ketepatan metode penyuluhan).Kata kunci: keujruen blang, kompetensi, penyuluhan, persepsi, petani
Factors Affecting the Competence of Cocoa Farmers in Central Sulawesi Province Andri Amaliel Managanta; Sumardjo Sumardjo; Dwi Sadono; Prabowo Tjitropranoto
Jurnal Penyuluhan Vol. 15 No. 1 (2019): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluh Pertanian Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.756 KB) | DOI: 10.25015/penyuluhan.v15i1.20966

Abstract

Cocoa is a pre-eminent commodity in Indonesia after oil palm and rubber. However, there has not been much improvement in production due to the lack of technological improvement and lack of extension support in increasing the competence of cocoa farmers. This study aims to: (1) analyze the characteristics of cocoa farmers, extension roles, and competence of cocoa farmers, (2) to analyze the effect of farmer characteristics and extension service role on cocoa farmers competency level, (3) analyze the extension approach in improving farmers’ competence. The study was conducted in four districts in Central Sulawesi Province, namely Poso, Sigi, North Morowali and Donggala districts. Cluster random sampling technique was applied with relatively advanced and less developed village clusters in each district. The total research samples were 380. Data were analyzed using Structural Equation Modeling(SEM). The results show that the level of competence of low cocoa farmers is caused by the weakness to cosmopolitan. In addition, the low competence is due to the weak role of extension personal as communicator, advisor, dynamics role, motivator, organizer, and educator. Efforts to increase farmer's competence require their cosmopolitan improvement and extension personal roles as communicators, advisors, motivators, organizers, educators and dynamic role.
Perceptions of Smallholders Farmers on Oil Palm Plantation Cooperative in Kongbeng, East Kutai Christian Pratama Putra; Dwi Sadono; Djoko Susanto
Jurnal Penyuluhan Vol. 16 No. 1 (2020): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluh Pertanian Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.261 KB) | DOI: 10.25015/16202028295

Abstract

Farmers' perception toward a program is the primary basis for their willingness to participate in the program. The objectives of the research are: (1) to know the perception level of farmers in the palm oil plantation cooperatives, (2) to analyse the correlation between internal and external factors with farmers perception. The study was conducted on May 2018 in Kongbeng Sub District of East Kutai District. The sample size is 66 farmers who are a member of a cooperative and cultivate palm oil on his land. The analysis used is descriptive statistics and Rank Spearman correlation. The results showed that the perception of farmers about the existence of cooperatives in community palm oil plantations in the form of cooperative benefits and the implementation of cooperatives are in a good category. Internal factors are significantly related to the perception of farmers only at the level of formal education in the benefits of cooperatives. Other internal factors have no relationship with the perception of farmers. Most of the external factors are highly correlated with farmers' perceptions of partnership support, farmer group support, extension support, and local government support.
The prominent role of agricultural advisory services on cocoa agribusiness development in Aceh, Indonesia Elvira Iskandar; Siti Amanah; Aida Vitayala S. Hubeis; Dwi Sadono
Jurnal Penyuluhan Vol. 16 No. 2 (2020): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluh Pertanian Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25015/16202029298

Abstract

This paper aims to analyze the cocoa extension system and factors influencing agribusiness performance on cocoa production. Research was conducted in Pidie Jaya and Southeast Aceh District in July – October 2019. Data and information were gathered from 10 extension workers and 352 cocoa farmers by survey methods. The research result showed that cocoa extension system in Aceh consist of subsystem innovation policy, generating subsystem, delivery subsystem and receiving subsystem. The public extension services have reached 84.66% farmers and private extension services have facilitated 75.85% farmers, and only 11.93% farmers by farmer's leaders. There were a significant correlation between supporting advisory services with the cocoa agribusiness performance. The role of local community has a strong influence in disseminating and implementing technology on cocoa agribusiness. There are different issues need to solve cocoa agribusiness managed by small-scale farmers are price incentive policies, supporting fermentation and marketing units of cocoa beans, stimulating the establishment of cocoa processing industry and increasing the quality of advisory services. Keywords: agribusiness performance, cocoa farming, extension system
Pengaruh Sumber Informasi dan Dukungan Kelembagaan terhadap Kemandirian Petani di Provinsi Sumatera Selatan Ali Alamsyah Kusumadinata; Sumardjo Sumardjo; Dwi Sadono; Burhanuddin Burhanuddin
Jurnal Penyuluhan Vol. 17 No. 1 (2021): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluh Pertanian Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25015/17202132213

Abstract

The weak independence of farmers in managing farming is characterized by weak levels of farmer production and selling prices that are still determined by market conditions. The information sources owned by farmers are not strong enough to help farmers in analyzing problems faced by farmers ranging from land preparation, cultivation, harvesting to post-harvest. Therefore, the study aimed to look at the influence of agricultural information sources on the support of the institutional environment of farmers on the independence of farmers. This research used a quantitative approach with survey methods in Ogan Ilir Districts and Banyuasin Districts, South Sumatera Province. This study used a sample of 294 farmers who joined farmer groups. This research showed that the weak source of information used by farmers and the low support of the institutional environment results in the farmers' independence being quite weak. Farmers have not been able to build competitiveness, filter and partnership in the scope of their lives up to farmer groups. The independent model of farmers was able to explain 91% of sources of information and institutional environment support. Therefore, it was necessary to strengthen accurate, correct, in-depth information and adapt it to local site conditions.
Komunikasi Stakeholder pada Kegiatan Kaji Terap Budidaya Padi Toleran Salinitas di BPTP Jawa Barat Dini Fibriyanti; Dwi Sadono; Sarwititi Sarwoprasodjo
Jurnal Penyuluhan Vol. 17 No. 1 (2021): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluh Pertanian Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25015/17202133453

Abstract

The success of the applied study can be achieved if the cooperation and coordination between stakeholder goes well so that there is an acceleration of the spread of innovation and the sustainable adoption of agricultural innovations. The study aims to analyze the correlation between the characteristics of the communication and database media, the characteristics of individual, and the actions of collective and social networks with the effectiveness of stakeholder communication on the applied study of salinity tolerant paddy cultivation. The study was conducted on February-March 2020 in BPTP West Java and Pangandaran Regency. Determination of the respondents carried out by using census method with a total of 33 people. The analysis using Ucinet 6 and rank Spearman correlation test. The results showed the variables that have a significant correlation with effectiveness of stakeholder communication for satisfaction in the process are characteristics of communication and database media includes the availability of infrastructure and facilities, and the amount of media communication, and variable of individual characteristics, it is the formal education, significant correlation for quality of information are social networks variables, there are density and closeness centrality.
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Kompetensi Penyuluh Narkoba dalam Penyuluhan Digital Afib Rizal; Anna Fatchiya; Dwi Sadono
Jurnal Penyuluhan Vol. 17 No. 2 (2021): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluhan Pembangunan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25015/17202135050

Abstract

Utilization of digital media for an extension is a solution the improvement of the competence of Anti-Narcotics extension agents. This study aims to analyze the influence of the individual characteristics of the extension agents, patterns of digital media use, institutional support, and characteristics of innovation on the competence of Anti-Narcotics extension agents. This research was conducted in October 2020 - January 2021 through a census of 170 (98%) functional officers of Anti-Narcotics extension agents throughout Indonesia who have worked for approximately two years. The research instruments were questions, statements (telephone and message), and interviews which were conducted using the digital application Google Form and WhatsApp. Data were processed using Partial Least Square. The results showed that the use of digital media by extension agents consisting of patterns of digital media use, characteristics of innovation, institutional support, and competence of Anti-Narcotics extension agents in the field of information and communication technology were in the Medium category. The competence of Anti-Narcotics extension agents in the use of digital media was in the medium category. This competence is influenced by factors of digital media utilization patterns, innovation characteristics, and institutional support.
Co-Authors Adi Firmansyah Adi Irvansyah Afib Rizal Ahmad Fauzi Ahmad Jazilil Mustopa Aida Vitayala S Hubeis Aida Vitayala S Hubeis Aida Vitayala S. Hubeis Aida Vitayala S.Hubeis Aida Vitayala S.Hubeis Aldea Lyliana Ali Alamsyah Kusumadinata Amatul Jalieli Amiruddin Saleh Andri Amaliel Managanta Anna Fatchiya Anna Fatchiya Aruman, Akhmad Edhy Asih Mulyaningsih Bambang Uripno Burhanuddin Burhanuddin Cahyono Tri Wibowo Cahyono Tri Wibowo Cahyono Tri Wibowo Christian Pratama Putra Christian Pratama Putra Darwis S Gani Darwis S. Gani Destriapani , Elsa Dian Widya Setiyanti, Dian Dini Fibriyanti Djoko Susanto Djoko Susanto Djoko Susanto Djuara P Lubis Dwi Retno Hapsari, Dwi Retno Elvira Iskandar Elvira Iskandar Endang Sri Wahyuni Erwiantono Esti Ittaqillah Fachmi Ibrahim Fatchiya , Anna Febri Palupi Muslikhah Feriadi Fetry Zulbeatri Firmansyah Firmansyah Fita Dwi Untari Gani, Darwis S. Herry Pramono I Ketut Suada Ikhsan ikhsan Indah Listiana Intan Nurfadillah Iqbal Fadhlurrahman IRVANSYAH, ADI Ittaqillah, Esti Kiki Pamilutsih Kiswanti, Pipin Kurniawati, Nur Puti Litna Nurjannah Ginting Lubis , Djuara P Lukman Effendy Maesti Mardiharini Mariam Febriani Budiman Maya Safrina Suraningsih Mintarti Mintarti Mirza Mirza Muhammad Rivai Muhibuddin Muhibuddin Mujiburrahmad Mujiburrahmad Mulyadi Rasimun Mulyaningsih, Asih Nabila Nadia Rahma Nadia Itona Siregar Nadia Yunita Sari Nala Sari Tanjung Ninuk Purnaningsih Nizam Auza, Muhammad Nurhayati Nurhayati Nurmala K Panjaitan Nurmala Katrina Pandjaitan Nurul Fitriyanti Nurul Mukhlishah Oktaviyani, Rena Padillah Padillah Padillah Padillah Pamilutsih, Kiki Pang Suparman Asngari Prabowo Tjiptopranoto Prabowo Tjitropranoto Prabowo Tjitropranoto Prabowo Tjitropranoto Prasetia, Hanikka Wedya Pudji Muljono Putra, Rizki Aditya putri, Karima R. Restama Gustar Hastosaptyadhan Rama Adeyasa Rama Adeyasa Rilus Kinseng Rizki Aditya Putra Saharuddin Sari, Nadia Yunita Sarwititi Sarwoprasodjo Sarwititi Sarwoprasodjo Satia, Siti Ramlah Shinta Anggreany Shinta Nasution Siti Amanah Siti Ramlah Satia Solihin, Muhtar Mochamad Sri Harijati, Sri Sri Wahyuni Sugiarti, Susie Sumardjo Tintin Prihatiningrum Tintin Sarianti Tjahja Muhandri Unasiansari, Ismia Widiawati Walangadi Yumna Luthfia Yusalina Yusalina Zulfidda, Zulfidda Lillah