Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Masyarakat Desa Rantau Atas Kalimantan Timur Dalam Pemanfaatan Daun Sirsak Sebagai Obat Penyakit Kolesterol Nor Erpiana, Indah; Melviani, Melviani; Rohama, Rohama
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 5 (2023): Innovative: Journal of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan obat kimiawi dalam jangka panjang akan menyebabkan efek samping, maka saat ini masyarakat menilai obat tradisional mempunyai efek samping yang relatif sedikit dibanding dengan obat modern, sehingga masyarakat banyak beralih dari pengobatan kimiawi menjadi herbal. Salah satu tanaman obat herbal yang diketahui memiliki efek anti hiperkolestrol adalah daun sirsak. Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi masyarakat Desa Rantau Atas dalam pemanfaatan daun sirsak sebagai obat penyakit kolesterol. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode cross sectional dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Hasil penelitian yang didapatkan dari 75 responden di Desa Rantau Atas Kalimantan Timur dari faktor sumber informasi, jarak, pendapatan dan pendidikan yang memiliki pengaruh terhadap pemanfaatan daun sirsak sebagai pengobatan kolestrol hanya jarak dengan nilai p-value 0,000 <0,05. Sedangkan, pada faktor sumber informasi, pendapatan dan pendidikan tidak memiliki pengaruh terhadap pemanfaatan daun sirsak sebagai obat kolestrol dengan nilai p-value berturut-turut 0,945; 0,259; 0.411 (P˃0,05). Berdasarkan hasil penelitian yang didapatkan dan yang sudah dilakukan faktor yang berpengaruh adalah jarak. Sedangkan, pada faktor sumber informasi, pendapatan dan pendidikan tidak memiliki pengaruh terhadap pemanfaatan daun sirsak sebagai obat kolestrol.
Formulasi Dan Uji Stabilitas Fisik Facial Wash Ekstrak Daun Sepat (Mitragyna Speciosa Kroth) Khairunnisa, Khairunnisa; Budi, Setia; Rohama, Rohama
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 5 (2023): Innovative: Journal of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Jerawat merupakan suatu kondisi dimana pori-pori tersumbat dan menyebabkan kantong nanah menjadi meradang, antioksidan merupakan senyawa yang dapat menghambat spesies oksigen reaktif dan juga radikal bebas, penggunaan sediaan facial wash salah satu untuk meredakan jerawat, daun sepat memiliki antioksidan yang tinggi dan mampu sebagai anti jerawat dalam sediaan facial wash dikarenakan berasal dari bahan alam dan aman untuk diaplikasikan ke area semua kulit Metode: Metode penelitian ini menggunakan eksperimental, dibuat 4 formulasi dengan konsentrasi ekstrak etanol daun sepat yang berbeda pada setiap formulanya yaitu pada formula 1 sebesar 0%,formula 2 sebesar 10% , formula 3 sebesar 12, 5% dan formulas 4 sebesar 15% di analisis dengan uji normalitas, homogenitas kemudian uji Anova menggunakan SPSS Hasil: Pada hasil uji organoleptis dan homogenitas tidak terdapat perubahan pada formulasi, nilai p value pada pH yaitu 0,404, uji tinggi busa p value yaitu 0,008, uji viskositas p value yaitu 0,002 artinya terdapat perbedaan semua formulasi, nilai p value daya sebar yaitu 0,247 maka tidak terdapat perbedaan, dan pada uji iritasi bahwa tidak terjadi gatal atau kemerahan sehingga aman digunakan Kesimpulan: bahwa pada hasil statistik menunjukkan variasi konsentrasi ekstrak pada facial wash menunjukkan perbedaan terhadap stabilitas fisik dan kimia
Systematic Literature Review: Analisis Manfaat Tanaman Kencur (Kaempferia galanga L.) Rohama, Rohama; Amalia, Ghina Rezki; Uljanati, Khairi; Ananda, Hesti Aulia; Intan, Intan; Andriani, Ine
VISA: Journal of Vision and Ideas Vol. 4 No. 3 (2024): VISA: Journal of Vision and Ideas
Publisher : IAI Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/visa.v4i3.3431

Abstract

Indonesia is one of the largest spice producing countries in the world, one of which is kencur (Kaempferia galanga L.), which has various health benefits. This research aims to analyze the benefits of the galangal plant. The method used is Systematic Literature Review (SLR) which includes searching, evaluating and synthesizing related literature. Research results show that galangal contains significant chemical content such as essential oils, flavonoids, phenols and curcuminoids, as well as various other active compounds that contribute to its anti-inflammatory, antibacterial and antioxidant properties. 
Penetapan Kadar Flavonoid Eksrak Daun Sungkai (Peronema canescens Jack) Berdasarkan Variasi Ukuran Partikel Menggunakan Metode Spektrofotometri UV-VIS: Determination of Flavonoid Content of Sungkai Leaf Extract (Peronema canescens Jack) Based on Particle Size Variations Using UV-Vis Spectrophotometry Method Oktavia, Helda; Rohama, Rohama; Mahdiyah, Dede
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i1.7204

Abstract

Daun Sungkai (Peronema canescens Jack) merupakan salah satu tanaman herbal yang terdapat di Indonesia. Secara empiris tanaman daun sungkai dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai mengobati sakit gigi dan penurun demam. Selain itu, juga digunakan untuk mengobati malaria. Metabolit sekunder yang paling banyak diketahui pada tumbuhan adalah flavonoid. Flavonoid merupakan senyawa metabolit sekunder yang berfungsi sebagai penurun demam (antipiretik), pereda nyeri (analgetik), dan antiinflamasi. Faktor yang dapat mempengaruhi ekstraksi salah satunya ukuran partikel. Tujuan Penelitian ini adalah untuk Mengidentifikasi kadar flavonoid ekstrak daun sungkai (Peronema canescens Jack) berdasarkan variasi ukuran partikel mesh 40 dan 80. Pada Penelitian Ini menggunakan Metode deskriptif observasional hanya mendeskripsi penetapan kadar flavonoid ekstrak daun sungkai (Peronema canescens Jack) berdasarkan variasi ukuran partikel mesh 40 dan 80. Hasil analisis kualitatif senyawa flavonoid dengan reaksi warna hijau kehitaman menunjukkan positif mengandung senyawa flavonoid. Hasil analisis kuantitatif menunjukkan bahwa kadar flavonoid pada ekstrak daun sungkai dengan ukuran partikel mesh 40 didapatkan sebesar 3,636 mg QE/g dan pada ukuran partikel mesh 80 didapatkan sebesar 4,090 mg QE/g. kadar flavonoid tertinggi yaitu pada ukuran partikel mesh 80. dapat disimpulkan hasil penetapan kadar flavonoid dari daun sungkai (Peronema canescens Jack) dengan sampel ukuran partikel mesh 80 yaitu lebih tinggi sebesar 4,090 mg QE/g dibandingkan ukuran partikel 40 sebesar 3,636 mg QE/g.
Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daun Pepaya Jepang (Cnidoscolus acanitifolius) dengan Metode Frap: Antioxidant Activity Test Of Japanese Papaya Leaf Extract (Cnidoscolus aconitifolius) Using FRAP Method Purnamasari, Indah; Rohama, Rohama; Noval, Noval
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i1.7205

Abstract

Indonesia merupakan negara yang memiliki tumbuhan yang banyak dimanfaatkan sebagai obat. Salah satunya adalah daun papaya jepang (Cnidoscolus aconitifolius) yang terbukti mengandung antioksidan dan secara empiris dapat mengobati demam berdarah dan hipertensi. Penelitian ini membandingkan aktivitas antioksidan dari sampel daun pepaya jepang yang diekstrak dengan pelarut yang berbeda. tujuan dari penelitian yaitu untuk Mengetahui pengaruh jenis kepolaran pelarut ekstraksi dalam aktivitas antioksidan ekstrak dari daun papaya jepang dengan metode FRAP. Pada penelitian ini simplisia daun pepaya jepang diekstraksi dengan cara maserasi. Skrining fitokimia dan uji aktivitas antioksidan dilakukan pada kedua ekstrak. Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan dengan menggunakan metode FRAP (Ferric Reducing Antioxidant Power). Aktivitas antioksidan diuji secara kuantitatif dengan menggunakan spektrofotometri Uv-Vis pada panjang gelombang 695 nm dengan baku pembanding yang digunakan adalah asam askorbat. Hasil analisis kualitatif menunjukan ekstrak etanol 96% positif mengandung flavonoid, tanin, saponin, alkaloid, fenolik, steroid. sedangkan pada ekstrak etil asetat negatif saponin. Kekuatan antioksidan dari nilai FRAP dapat dinyatakan dalam mg ascorbic acid equivalent / gram sampel (mgAAE/g sampel). Sehingga didapat nilai mgAAE/g ekstrak etanol daun pepaya jepang sebesar 81,49 mgAAE/g, dan ekstrak etil asetat sebesar 131,33 mgAAE/g. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun papaya jepang menggunakan pelarut etanol 96% mengasilkan aktivitas antioksidan yang lebih kuat dibandingankan dengan pelarut etil asetata serta menunjukkan perbedaan yang signifikan antara dua pelarut yang digunakan pada uji independent sampel t test.
Pengaruh Pemberian Edukasi Untuk Meningkatkan Pengetahuan Masyarakat Tentang Dagusibu (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang) Obat Antibiotik di Desa Tangkahen Kalimantan Tengah: The Effect of Providing Education to Increase Public Knowledge about Dagusibu (Get, Use, Store, Dispose of) Antibiotic Drugs in Tangkahen Village, Central Kalimantan Febriani, Carolina; Aryzki, Saftia; Rohama, Rohama; Safitri, Rina
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i1.7208

Abstract

Antibiotik adalah obat yang digunakan untuk penyakit infeksi bakteri. Sekarang ini masyarakat dapat dengan mudah membeli dan mendapatkan obat antibiotik dengan bebas, sehingga sering kali masyarakat tidak tepat dalam penggunaan yang mengakibatkan keefektifan antibiotik berkurang. DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang) adalah salah satu cara pengelolaan obat yang baik dan benar. Cara pengelolaan ini menjelaskan bagaimana mendapatkan obat, menggunakan obat, menyimpan obat, serta membuang obat. Pengetahuan DAGUSIBU ini dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang sering menggunakan obat-obatan antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian edukasi untuk meningkatkan pengetahuan tentang DAGUSIBU obat antibiotik di Desa Tangkahen Kalimantan Tengah. Metode pada penelitian ini yaitu pre- eksperimental dengan rancangan one group pretest, post-test dilakukan menggunakan media leaflet yang dianalisis menggunakan analisis statistik regresi ordinal. Hasil penelitian pengetahuan DAGUSIBU antibiotik sebelum dan sesudah pemberian edukasi. Hasil analisis regresi ordinal didapatkan hasil nilai Sig (2-tailed) sebesar 0,000 yang artinya nilai tersebut di bawah 0,05 yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah pemberian edukasi. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat pengaruh pemberian edukasi terhadap pengetahuan DAGUSIBU antibiotik.
Formulasi Sediaan Serum dari Ekstrak Labu Kuning (Cucurbita Moschata) dengan Variasi Konsentrasi Basis Xanthan Gum Sebagai Antioksidan: Formulation of Serum Preparations From Pumpkin Extract (Cucurbita Moschata) with Various Concentrations of Xanthan Gum Base as Antioxidant Fauzah, Fauzah; Noval, Noval; Rohama, Rohama
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i1.7229

Abstract

Antioksidan adalah senyawa yang dapat menghambat reaksi radikal bebas, salah satu tanaman yang berpotensi sebagai antioksidan adalah labu kuning. Buah ini kaya akan betakaroten, alkaloid dan flavonoid yang berperan sebagai antioksidan untuk melawan radikal bebas sehingga dapat dimanfaatkan dalam bentuk sediaan serum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi yang ideal berdasarkan hasil evaluasi fisik dan mengetahui pengaruh variasi konsentrasi xanthan gum sebagai gelling agent terhadap sediaan serum. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimental design. Serum dibuat 4 formulasi dengan variasi konsentrasi xanthan gum kemudian dilakukan evaluasi fisik dan analisis data menggunakan uji One way Anova atau Kruskall Wallis. Hasil penelitian diperoleh, uji organoleptis menghasilkan serum bertekstur setengah padat, berwarna transparan kekuningan, dan bau yang khas. Uji homogenitas semua formula dinyatakan homogen. Uji pH pada semua formula memenuhi persyaratan yaitu 4,5-6,5. Uji viskositas pada semua formula memenuhi persyaratan 800-3000 cPs. Uji daya sebar pada semua formula memenuhi persyaratan 5-7cm. Uji hedonik yang paling disukai responden yaitu formula IV dengan konsentrasi xanthan gum 0,7%. Kesimpulan penelitian ini semua formula memenuhi persyaratan. Namun, formula paling ideal ada pada F III dan diperoleh adanya pengaruh variasi konsentrasi xanthan gum pada evaluasi organoleptik, viskositas, daya sebar serta hedonik, dan tidak terdapat pengaruh pada evaluasi homogenitas dan pH pada ke empat formula.
Penetepan Kadar Flavonoid Ekstrak Daun Sungkai (Peronema cannescens Jack) Berdasarkan Variasi Cara Pengeringan dengan Metode Spektrofotometri UV-VIS: Determination of Flavonoid Content of Sungkai Leaf Extract (Peronema canescens Jack) Based on Variations of Drying Method with UV-Vis Spectrophotometry Method Mahmudah, Mahmudah; Darsono, Putri Vidiasari; Rohama, Rohama
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i1.7233

Abstract

Indonesia adalah negara yang memiliki kekayaan alam yang sangat berlimpah, yang dimanfaatkan masyarakat sebagai obat tradisonal, salah satunya adalah daun sungkai (Peronema canescens Jack). Daun sungkai adalah tanaman yang paling banyak ditemukan di Kalimantan dan Sumatra. Secara empiris digunakan masyarakat untuk penurun panas atau demam. Salah satu senyawa yang terkandung dalam daun sungkai yaitu flavonoid. Flavonoid merupakan senyawa fenol terbesar yang ditemukan pada tanaman dan flavonoid memiliki banyak aktivitas farmakologi salah satunya sebagai antipiretik. Kadar flavonoid dari suatu tanaman dapat di pengaruhi oleh metode pengeringan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kadar flavonoid daun sungkai (Peronema canescens Jack) dengan menggunakan metode pengeringan berbeda. Penelitian ini menggunakan metode deksriptif observasional dengan melihat hasil dari data kualitatif yaitu dengan uji reaksi warna dan data kuantitatif yaitu dengan spektrofotometri UV-Vis untuk melihat kadar flavonoid dengan pengeringan matahari dan oven. Hasil analisis kualitatif senyawa flavonoid dengan reaksi warna hijau kehitaman menunjukkan positif mengandung senyawa flavonoid. Hasil analisis kuantitatif menunjukkan bahwa kadar flavonoid pada ekstrak daun sungkai dengan metode pengeringan sinar matahari didapatkan sebesar 2,727 mg QE/g dan pada pengeringan oven didapatkan hasil sebesar 3,636 mg QE/g. Dapat disimpulkan bahwa daun sungkai menggunakan pengeringan dengan suhu oven mengasilkan kadar flavonoid yang lebih besar dibandingankan dengan pengeringan sinar matahari.
Aktivitas Antibakteri Infusa Daun Sungkai (Peronema canesces Jack) Terhadap Bakteri Escherichia coli: Antibacterial Activity of Sungkai Leaf Infusion (Peronema canescens Jack) Against Escherichia coli Bacteria Aisyiyah, Siti; D, Putri Vidiasari; Noval, Noval; Rohama, Rohama
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i2.7728

Abstract

Diare merupakan masalah kesehatan masyarakat dengan prevalensi yang tinggi. Diare disebabkan oleh Escherichia coli. Penemuan obat alternatif antibakteri untuk diare salah satunya dengan terapi non farmakologi yaitu infusa daun sungkai (Peronema canescens Jack) yang memiliki aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas infusa daun sungkai (Peronema canescens Jack) terhadap bakteri Escherichia coli. Jenis penelitian yang digunakan adalah True Experimental dengan desain penelitian Posttest-only Control Group. Skrinning aktivitas antibakteri infusa daun sungkai (Peronema canescens Jack) terhadap bakteri Escherichia coli menggunakan metode difusi sumuran dan metode dilusi kemudian dianalisis menggunakan Kruskal-Wallis Test dan Mann Whitney Test. Hasil Infusa daun sungkai (Peronema canescens Jack) memiliki aktivitas antibakteri terhadap Escherichia coli dengan diameter zona hambat 14,46 mm dan nilai KHM pada konsentrasi 75%. Hasil analisis statistic menunjukkan terdapat perbedaan bermakna dengan p value 0,003 pada Kruskal-Wallis Test dan pada Mann Whitney Test menunjukkan p value 0,025. Infusa daun sungkai (Peronema canescens Jack) tidak memiliki kemampuan daya bunuh terhadap Escherichia coli. Dapat disimpulkan bahwa Infusa daun sungkai (Peronema canescens Jack) memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Escherichia coli dengan nilai Konsentrasi Hambat Minimum sebesar 75%.
Analisis Cemaran Bakteri Coliform pada Air Isi Ulang di Jalan Pramuka Banjarmasin: Correlation of Public Knowledge on the use of Medicine for Tooth Pain in the Working Area of the Asam-Asam Health Center Rahayu, Desi Dwi; Rohama, Rohama; Nastiti, Kunti; Hakim, Ali Rakhman
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 3 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i3.8966

Abstract

Latar Belakang: Air adalah suatu kebutuhan dasar dalam kehidupan manusia yang biasa digunakan untuk mandi, mencuci, memasak, dan minum. Banyak penyakit yang sering menjumpai manusia berasal dari cemaran air. Mutu air minum secara biologis sangat penting karena diantaranya bisa menyebabkan munculnya berbagai macam penyakit salah satu nya diare yang disebabkan oleh bakteri Escerichia Coli. Menurut data DINKES Kalimantan Selatan pada tahun 2020 terjadi kasus diare sebanyak 5412 kasus, jumlah kasus ini mengalami kenaikan dari tahun 2019 yang terjadi sebanyak 1073 kasus. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengatur bahwa maksimal cemaran mikroba dalam pangan olahan tidak boleh mengandung satupun bakteri Coliform. Coliform adalah salah satu penanda buruk nya kondisi air juga kebersihan pengelolaan pangan, penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa 5 sampel dari 16 DAMIU daerah kayutangi positif Coliform. Tujuan: Mengetahui cemaran bakteri coliform dan identifikasi bakteri Escerichia Coli pada air galon di jl Pramuka Banjarmasin. Metode: Metode observasional deskriptif menggunakan MPN meliputi penguat, penduga, dan pelengkap. Hasil: Hasil yang didapatkan pada penelitian ini dengan metode MPN pada uji penguat dan penduga dari 13 sampel semua positif mengandung bakteri Coliform dan kemudian pada metode MPN pada uji pelengkap 11 dari 13 sampel positif mengandung bakteri Coliform dan Escherichia Coli. Simpulan: Pada 11 dari 13 sampel menunjukkan bahwa sampel positif mengandung bakteri Coliform dan Escherichia Coli di Jl.Pramuka Banjarmasin.