Claim Missing Document
Check
Articles

Peran Kepemimpinan Autentik dan Person-Job Fit terhadap Turnover Intention pada Karyawan Generasi Z Andrey Afandi; Bagus Wicaksono; Pratista Arya Satwika
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 13 No. 3 (2022): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.761 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v13n3.p282-293

Abstract

Human resources are an important element in the company to achieve the company's vision and mission. Companies must be able to pay attention to the needs of employees properly, otherwise employees will choose to leave the company or have turnover intentions. Generation z, which is the newest generation in the company today, has a tendency to want to leave work within three months. Preliminary studies show the results that the ratio of the turnover percentage of generation z employees is higher than employees other than generation z. This study aims to determine the relationship between authentic leadership and person-job fit with turnover intention in Generation Z employees. Employees who work under the direction of authentic leaders enjoy their work more and feel more satisfied with the atmosphere in their organization. In addition, the suitability of the employee's ability to the demands of the job also has an effect on employee turnover intention. The sample of this research is 93 employees of generation z structural sewing in a textile company. The study was analyzed using multiple regression analysis techniques. The research instruments used in this study were the turnover intention scale, the authentic leadership scale, and the person-job fit scale. The results showed that there was a significant relationship between authentic leadership and person-job fit with turnover intention (p<0.05), and partially showed that there was no relationship between authentic leadership and turnover intention (p>0.05). Then the next results showed a significant relationship between person-job fit and turnover intention (p <0.05).   Perusahaan harus bisa memperhatikan kebutuhan karyawandengan baik, jika tidak karyawan akan memilih untukmeninggalkan perusahaan atau turnover intention. Generasi zyang menjadi angkatan terbaru di perusahaan saat ini,memiliki kecenderungan ingin meninggalkan pekerjaandalam waktu tiga bulan. Studi pendahuluan menunjukkanhasil bahwa perbandingan persentase turnover karyawangenerasi z lebih tinggi daripada karyawan selain generasi z.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antarakepemimpinan autentik dan person-job fit dengan turnoverintention pada karyawan generasi z. Sampel penelitian iniadalah 93 karyawan generasi z bagian struktural sewing disebuah perusahaan tekstil. Penelitian dianalisis menggunakanteknik analisis regresi berganda. Instrumen penelitian yangdigunakan dalam penelitian ini adalah skala turnoverintention, skala kepemimpinan autentik, dan skala person-jobfit. Hasil penelitian menunjukan ada hubungan signifikanantara kepemimpinan autentik dan person-job fit denganturnover intention (p<0,05), dan secara parsial menunjukanbahwa tidak ada hubungan antara kepemimpinan autentikdengan turnover intention (p>0,05). Kemudian hasilselanjutnya menunjukan hasil yang hubungan signifikanantara person-job fit dengan turnover intention (p<0,05).Kecocokan antara kemampuan karyawan dengan tuntutanpekerjaan membuat karyawan memiliki keterlibatan kerjayang tinggi. Selain itu, pemimpin dengan gaya autentik dapatmelibatkan karyawan generasi z dalam pekerjaan danmendengarkan ide-ide karyawan sebelum mengambilkeputusan. Namun, banyak karyawan generasi z memilihbekerja dalam tim karena mereka dapat mengembangkan diridan mendapatkan pengakuan, sehingga pemimpin autentiktidak memiliki peran yang tinggi terhadap turnover intentionkaryawan generasi z secara parsial.
Difficulties in Emotion Regulation and Optimistic Bias in Young Drivers’ Risky Driving Behaviors Nesya Adira; Machmuroch Machmuroch; Pratista Arya Satwika
Gadjah Mada Journal of Psychology (GamaJoP) Vol 8, No 1 (2022)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (738.72 KB) | DOI: 10.22146/gamajop.72115

Abstract

Risky driving behavior is the most dominant human error among young novice drivers. This research's objective was to find the correlation between difficulties in emotion regulation and optimistic bias towards risky driving behavior of teenagers. Sample was Senior High School students from grade 10 to 11 S who drove private vehicles on a daily basis (N=160). Instruments used were modified Behavior of Young Novice Drivers' Scale (BYNDS), modified Difficulties in Emotion Regulation Scale (DERS) and optimistic bias scale. Hypotheses were tested using multiple regression analysis. Results showed that there was a positive and significant correlation between difficulties in emotion regulation and optimistic bias towards risky driving behavior (F (2, 157) = 47.846; p < .01). Bigger contribution was found on difficulties in emotion regulation, indicating that teenagers while driving, relied more on their emotion regulation abilities than their awareness of driving risks.
The Contribution of Openness to Experience in Establishing Pro-Environmental Behavior Yudi Ariana; Pratista Arya Satwika
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 11, No 3 (2022): Volume 11, Issue 3, September 2022
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v11i3.7362

Abstract

The impact of harmful human behavior on the environment is an important issue. Therefore, it is essential to discuss how humans behave towards their environment. This research objective was to examine the relationship between openness to experience and pro-environmental behavior in students and to see the description of pro-environmental behavior in students. Furthermore, the research subjects comprised 216 undergraduate students, including 58 males (26.85%) and 158 females (73.15%) with an age range of 17 to 24 years old at a university. This research used a convenience sampling technique, and the data collection tools were scales. Besides, this research used two scales: the pro-environment scale and the openness to experience personality scale. The data analysis in this research used Kendall's Tau, resulting in a correlation between openness to experience and pro-environmental behavior in students (p<0.01). It meant that the higher the level of undergraduate students' openness to experience, the higher the pro-environmental behavior they had. In addition, it was also found that the frequency distribution of pro-environment behavior data was mainly in the moderate (88.9%) categorization.Dampak dari perilaku manusia yang merugikan terhadap lingkungan merupakan isu yang penting sehingga penting untuk membahas bagaimana perilaku manusia terhadap lingkungannya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji keterkaitan hubungan openness to experience dengan perilaku pro lingkungan pada mahasiswa dan melihat gambaran perilaku pro lingkungan pada mahasiswa. Sebanyak 216 mahasiswa yang terdiri dari 58 laki laki (26,85%) dan 158 perempuan (73,15%) dengan rentang usia 17 sampai 24 Tahun di sebuah universitas menjadi subjek penelitian ini. Teknik pengambilan sampel menggunakan convenience sampling dan skala sebagai alat pengumpul data. Terdapat dua skala yang digunakan dalam penelitian ini yaitu skala pro lingkungan dan skala kepribadian openness to experience. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan kendall’s tau dan memberikan hasil bahwa terdapat korelasi antara openness to experience dan perilaku pro lingkungan pada mahasiswa (p<0,01). Artinya semakin tinggi tingkat openness to experience mahasiswa maka semakin tinggi perilaku pro lingkungan yang dimilikinya. Selain itu, juga ditemukan bahwa sebaran frekuensi data perilaku pro lingkungan mayoritas subjek berada pada kategorisasi sedang (88,9%).
Kinerja Karyawan Berdasarkan Keterbukaan terhadap Pengalaman, Organizational Citizenship Behavior dan Budaya Organisasi Pratista Arya Satwika; Fathul Himam
Jurnal Psikologi Vol 41, No 2 (2014)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.131 KB) | DOI: 10.22146/jpsi.6950

Abstract

Globalization era demands high organization’s performance to survive. There are some human resource problems in Indonesia that indirectly influence individuals’ performance in the organization. This research aimed to determine openness to experience, organiza¬tional citizenship behavior (OCB) and employee-oriented organizational culture as employee per-formance predictor. Ths was a field study that used a quantitative methodology. A questionnaire was used to collect data about open¬ness to experience, organizational citizenship behavior, employee-oriented organizational culture, and employee performance. Hypothesis test done with regression analysis toward 166 respondents resulted in the value of F=52,971 (p
Pendampingan Program Edukasi Literasi Keuangan berbasis Pretend Play bagi Guru dan Orang Tua: Upaya Meningkatkan Gemar Menabung Anak Usia Dini Fadjri Kirana Anggarani; Pratista Arya Satwika; Rini Setyowati
Smart Society Empowerment Journal Vol 2, No 1 (2022): Smart Society Empowerment Journal
Publisher : Fakultas Kedokteran UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.078 KB) | DOI: 10.20961/ssej.v2i1.60094

Abstract

Pendahuluan: Tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia yang masih tergolong rendah membuat peningkatan literasi keuangan perlu dimiliki oleh warga negara. Hal ini juga khususnya pada anak anak, karena perilaku konsumtif ini mulai ditiru oleh anak-anak seiring semakin banyaknya iklan di TV dan media sosial. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memberikan pendampingan literasi keuangan kepada anak usia dini dengan menggunakan metode pretend play yang sangat sesuai dengan tahapan perkembangan anak usia dini agar meningkatkan perilaku gemar menabung.Metode: Kegiatan ini dilakukan dengan metode pendampingan dan sosialisasi serta grand launching buku dan media literasi keuangan kepada 50 peserta yang terdiri dari guru dan orang tua murid TK.Hasil dan pembahasan: Acara berjalan dengan lancar dan penuh dengan apresiasi dari para peserta yang hadir. Konteks bermain membuat anak menjadi senang dalam kegiatan belajar yang nantinya akan berdampak pada peningkatan minat belajar anak. Maka, dengan meningkatnya minat belajar anak diharapkan munculnya inisiatif anak tersebut dalam melakukan kegiatan yang berkaitan dengan apa yang sedang dipelajari. Kesimpulan: Guru dan orang tua juga mampu memahami betapa pentingnya literasi keuangan bagi anak usia dini serta mengetahui metode pembelajaran pretend play dalam mengajarkan literasi keuangan kepada anak.
HUBUNGAN ANTARA LEADER-MEMBER EXCHANGE DENGAN PERILAKU KERJA INOVATIF: STUDI PADA ANGGOTA ORGANISASI DENGAN PEMIMPIN PEREMPUAN Alfi Mufidah; Pratista Arya Satwika; Rafika Nur Kusumawati
Psyche: Jurnal Psikologi Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/psyche.v4i2.766

Abstract

ABSTRACTThis study aims to determine the relationship between leader-member exchange and innovative work behavior among organizational members who led by female leaders. The sample in this study were 62 members of the non-government organization Gajahlahkesehatan.id. The sampling technique used in this research is simple random sampling. The instruments used were the innovative work behavior scale (r=0,953) and the leader-member exchange scale (r=0,944). Based on the results of data analysis using the product-moment correlation method from Pearson, the correlation coefficient (r) obtained is 0,292 with a significance level (p) < 0.05, which is 0,021. The research hypothesis is accepted, namely that there is a relationship between leader-member exchange and innovative work behavior among organizational members who led by female leadersKeywords: Leader-Member Exchange, Non-government Organization, Innovative Work Behavior.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara leader-member exchange dengan perilaku kerja inovatif pada anggota organisasi dengan pemimpin perempuan. Sampel pada penelitian ini adalah 62 anggota non-government organization Gajahlahkebersihan.id. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling. Instrumen yang digunakan adalah skala perilaku kerja inovatif (r=0,953) dan skala leader-member exchange (r=0,944). Berdasarkan hasil analisis data menggunakan metode korelasi product-moment dari Pearson, nilai koefisien korelasi (r) yang didapatkan adalah sebesar 0,292 dengan taraf signifikansi (p) < 0,05 yaitu sebesar 0,021. Hipotesis penelitian diterima, yaitu terdapat hubungan antara leader-member exchange dengan perilaku kerja inovatif pada anggota organisasi dengan pemimpin perempuan. Kata kunci: Leader-Member Exchange, Non-Government Organization, Perilaku Kerja Inovatif.
Pendidikan Karakter dan Kecurangan Akademik pada Mahasiswa Yudi Ariana; Pratista Arya Satwika
JURNAL PSIKOLOGI MANDALA Vol 6, No 2 (2022): JURNAL PSIKOLOGI MANDALA
Publisher : Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini menguraikan keterkaitan antara pendidikan karakter dan nilai-nilai yang didengungkan sebagai lima nilai utama yaitu gotong royong, religiusitas, integritas, kemandirian, serta nasionalisme dengan pengaruhnya terhadap kecurangan akademik, terutama pada mahasiswa. Penelitian ini tergolong penelitian kepustakaan dengan buku-buku, jurnal, dan situs-situs internet sebagai sumber data. Berdasarkan hasil studi yang dilakukan, terdapat keterkaitan antara nilai-nilai dalam pendidikan karakter yang digagas oleh pemerintah dengan kecurangan akademik yang dilakukan. Nilai religius menanamkan ketaatan, kejujuran dan tanggung jawab yang nantinya membuat mahasiswa terhindar dari kecurangan akademik. Demikian pula dengan nilai integritas yang ketika dimiliki oleh mahasiswa akan mewujudkan sikap tanggung jawab dan kesetiaan pada nilai kemanusiaan dan moral. Selain itu, ketika mahasiswa memiliki nilai mandiri dalam dirinya maka akan cenderung menghindari ketergantungan dengan orang lain terutama ketika hal tersebut tidak sesuai dengan nilai kebenaran. Nilai kebenaran yang ditempatkan untuk kepentingan yang lebih luas bukan keuntungannya pribadi seperti yang tercantum pada nilai nasionalisme dan gotong royong akan menggerakkan perilaku mahasiswa untuk menghindari kecurangan akademik walaupun ada kesempatan.Kata Kunci: Kecurangan Akademik, Pendidikan Karakter, Mahasiswa
Pendidikan Karakter dan Kecurangan Akademik pada Mahasiswa Yudi Ariana; Pratista Arya Satwika
JURNAL PSIKOLOGI MANDALA Vol. 6 No. 2 (2022): JURNAL PSIKOLOGI MANDALA
Publisher : Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jpm.v6i2.2128

Abstract

Artikel ini menguraikan keterkaitan antara pendidikan karakter dan nilai-nilai yang didengungkan sebagai lima nilai utama yaitu gotong royong, religiusitas, integritas, kemandirian, serta nasionalisme dengan pengaruhnya terhadap kecurangan akademik, terutama pada mahasiswa. Penelitian ini tergolong penelitian kepustakaan dengan buku-buku, jurnal, dan situs-situs internet sebagai sumber data. Berdasarkan hasil studi yang dilakukan, terdapat keterkaitan antara nilai-nilai dalam pendidikan karakter yang digagas oleh pemerintah dengan kecurangan akademik yang dilakukan. Nilai religius menanamkan ketaatan, kejujuran dan tanggung jawab yang nantinya membuat mahasiswa terhindar dari kecurangan akademik. Demikian pula dengan nilai integritas yang ketika dimiliki oleh mahasiswa akan mewujudkan sikap tanggung jawab dan kesetiaan pada nilai kemanusiaan dan moral. Selain itu, ketika mahasiswa memiliki nilai mandiri dalam dirinya maka akan cenderung menghindari ketergantungan dengan orang lain terutama ketika hal tersebut tidak sesuai dengan nilai kebenaran. Nilai kebenaran yang ditempatkan untuk kepentingan yang lebih luas bukan keuntungannya pribadi seperti yang tercantum pada nilai nasionalisme dan gotong royong akan menggerakkan perilaku mahasiswa untuk menghindari kecurangan akademik walaupun ada kesempatan.Kata Kunci: Kecurangan Akademik, Pendidikan Karakter, Mahasiswa
Pengembangan Buku Saku: Pendampingan Orang Tua untuk Optimalisasi Perkembangan Bahasa Anak Usia Dini di Era Digital Desni Yuniarni; Halida Halida; Annisa Amalia; Novia Solichah; Pratista Arya Satwika
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 7, No 5 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v7i5.5306

Abstract

Orang tua perlu mengetahui bagaimana memanfaatkan teknologi tersebut agar memberikan dampak positif bagi perkembangan bahasa anaknya. Tujuan dalam penelitian ini adalah mengembangkan buku saku untuk orang tua tentang pendampingan anak dalam mengoptimalkan aspek perkembangan bahasanya di era digital. Model pengembangan yang digunakan adalah 4D yaitu define, design, develop, dan disseminate yang diadaptasikan menjadi 4P yaitu pendefinisian, perancangan, pengembangan, dan penyebaran. Subjeknya adalah 10 orang tua di kota Pontianak, sumber data berasal dari 20 guru Pendidikan Anak Usia Dini serta melibatkan para psikolog yang bekerja di PAUD dan dosen PG-PAUD untuk mendapatkan data validasi ahli materi dan validasi ahli media. Metode yang digunakan wawancara dan angket dengan teknik analisis data analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan buku saku ini layak digunakan setelah mendapatkan masukan dari subjek penelitian maupun validator ahli materi dan ahli media.
Pandangan akan Masa Depan dan Kematangan Karier Siswa SMK Nimaswari Dyah Ayu Putri; Arista Adi Nugroho; Pratista Arya Satwika
Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa Vol 7, No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jip.v7i1.58227

Abstract

In Indonesia, the unemployment rate by education level is dominated by Vocational High School graduates. One of the factors that can support individual success in determining a career is career maturity. Individuals with good career maturity tend to have better career achievements than individuals with low career maturity. This research aims to determine the correlation between future time perspective and career maturity among vocational high school students of SMK. This research uses stratified cluster random sampling which consist of 312 students from ten majors of grade X, XI, and XII. Further analysis using cluster stratified random sampling. The instruments used were Future Time Perspective Scale (α=0,888) and Career Maturity Scale (α=0,871). The data analysis technique used in this research is Spearman Rho correlation analysis. The result indicates a correlation coefficient of 0, 519, which means that there is a significant positive relationship between outlook on the future and career maturity. The higher the view of the future, the higher the career maturity. Conversely, the lower the view of the future, the lower the career maturity