Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan antara Hardiness dan Kecerdasan Emosi dengan Kepuasan Kerja pada Karyawan Head Office PT. Nakamura Surakarta Fadhilah Khairunnisa; Aditya Nanda Priyatama; Pratista Arya Satwika
Wacana Vol 10, No 2 (2018)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (914.561 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v10i2.128

Abstract

ABSTRAK   Kepuasan kerja merupakan perasaan senang pada karyawan terhadap pekerjaan yang dilakukannya. Kepuasan kerja dapat berpengaruh terhadap produktivitas, ketidakhadiran dan pengunduran diri karyawan. Kepuasan kerja dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain hardiness dan kecerdasan emosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) hubungan antara hardiness dan kecerdasan emosi dengan kepuasan kerja, 2) hubungan hardiness dengan kepuasan kerja, 3) kecerdasan emosi dengan kepuasan kerja pada karyawan head office PT. Nakamura Surakarta. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan head office PT. Nakamura Surakara. Sampel dalam penelitian ini adalah keseluruhan dari populasi  berjumlah 36 orang sehingga dinamakan studi populasi. Instrumen yang digunakan adalah skala kepuasan kerja, skala hardiness, dan skala kecerdasan emosi. Hasil analisis regresi berganda menghasilkan nilai Fhitung sebesar 4,728 (> Ftabel 3,28) dengan sig. 0,016 (p<0,05), dan nilai R= 0,472. Nilai R2 dalam penelitian ini sebesar 0,223 atau 22,3%, dimana sumbangan efektif hardiness sebesar 19,15% dan sumbangan efektif kecerdasan emosi sebesar 3,12%. Korelasi parsial antara hardiness dengan kepuasan kerja menunjukkan hasil sig. 0,043 (p<0,05), sementara korelasi parsial antara kecerdasan emosi dengan kepuasan kerja menunjukkan hasil sig. 0,644 (p>0,05). Kesimpulan pada penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara hardiness dan kecerdasan emosi dengan kepuasan kerja, terdapat hubungan antara hardiness dan kepuasan kerja, dan tidak terdapat hubungan antara kecerdasan emosi dengan kepuasan kerja pada karyawan head office PT. Nakamura Surakarta.   Kata kunci: hardiness, kecerdasan emosi, kepuasan kerja
Pengaruh Pelatihan Manajemen Diri terhadap Prokrastinasi Akademik Mahasiswa FK UNS dalam Menyelesaikan Skripsi Galih Ratna Puri Palupi; Rin Widya Agustin; Pratista Arya Satwika
Wacana Vol 10, No 2 (2018)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (727.412 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v10i2.124

Abstract

ABSTRAK   Mahasiswa dalam menyelesaikan skripsi mengalami hambatan yang cenderung dihadapi dengan melakukan prokrastinasi akademik. Prokrastinasi akademik dalam menyelesaikan skripsi merupakan persoalan perilaku yang menimbulkan berbagai kerugian, di antaranya membuang waktu dan kesempatan, masa studi menjadi lebih lama, dan keterlambatan kelulusan. Kondisi tersebut membuat mahasiswa dirasa membutuhkan kemampuan manajemen diri yang membantu mereka untuk mengelola diri dalam berbagai setting kehidupan. Metode  yang efektif untuk mengajarkan kemampuan ataupun keterampilan baru adalah pelatihan. Pelatihan manajemen diri merupakan salah satu upaya yang dapat digunakan untuk menurunkan prokrastinasi akademik. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pelatihan manajemen diri terhadap prokrastinasi akademik mahasiswa FK UNS dalam menyelesaikan skripsi. Subjek  penelitian  ini  adalah  mahasiswa  Program  Studi  Kedokteran  dan  Psikologi  Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret yang sedang menyelesaikan skripsi. Desain penelitian ini menggunakan desain eksperimen pretest-posttest control group design dengan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol masing-masing sebanyak delapan orang. Kelompok eksperimen diberikan pelatihan manajemen diri selama dua hari dengan menggunakan metode  lecturrette, simulasi, worksheet, evaluasi, dan menambahkan metode lain yaitu video dan game. Penelitian menggunakan modul Pelatihan Manajemen Diri yang dimodifikasi dari Agustia (2014) berdasarkan teori yang dikemukakan oleh Yates (1986). Pengumpulan data  penelitian menggunakan skala  Prokrastinasi Akademik yang  disusun  oleh peneliti dengan koefisian reliabilitas (rx = 0.924). Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah tidak ada pengaruh yang signifikan pelatihan manajemen diri terhadap prokrastinasi akademik mahasiswa FK UNS dalam menyelesaikan skripsi ditunjukkan dengan nilai uji signifikansi (p) sebesar 0.063 (p>0.05) yang berarti hipotesis penelitian ditolak. Berdasarkan hasil penelitian subjek mengalami perubahan berupa penurunan prokrastinasi akademik, namun perubahan tersebut tidak bertahan lama. Hasil tersebut mengarahkan pada evaluasi masalah teknis di lapangan selama penelitian.     Kata kunci: Mahasiswa, Pelatihan Manajemen Diri, Prokrastinasi Akademik
Hubungan antara Gaya Kepemimpinan Transformasional dan Work Life Balance dengan Kepuasan Kerja pada Guru Sekolah Dasar di Yayasan Perhimpunan Pendidikan Kristen Surakarta Tiara Adjeng Endrastyana; Bagus Wicaksono; Pratista Arya Satwika
Wacana Vol 7, No 2 (2015)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.859 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v7i2.81

Abstract

Hubungan antara Gaya Kepemimpinan Transformasional dan Work Life Balance dengan Kepuasan Kerja pada Guru Sekolah Dasar di Yayasan Perhimpunan Pendidikan Kristen Surakarta The Correlation between Transformational Leadership Style and Work Life Balance with Job Satisfaction of Elementary School Teachers in Yayasan Perhimpunan Pendidikan Kristen Surakarta Tiara Adjeng Endrastyana, Bagus Wicaksono, Pratista Arya Satwika Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret ABSTRAK Sumber daya manusia merupakan modal utama organisasi yang berperan sebagai penggerak organisasi. Guru sebagai salah satu elemen sumber daya manusia di sekolah memiliki peran penting dalam mencapai tujuan pendidikan. Guru yang merasa puas dengan pekerjaannya akan menentukan keberhasilan para siswa. Kepuasan kerja dapat dipengaruhi oleh gaya kepemimpinan transformasional dan work life balance. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) hubungan antara gaya kepemimpinan transformasional dan work life balance dengan kepuasan kerja; 2) hubungan antara gaya kepemimpinan transformasional dengan kepuasan kerja; 3) hubungan antara work life balance dengan kepuasan kerja pada guru Sekolah Dasar di Yayasan Perhimpunan Pendidikan Kristen Surakarta. Seluruh populasi dalam penelitian ini digunakan sebagai sampel penelitian, sehingga penelitian ini disebut sebagai studi populasi. Sampel penelitian adalah 70 guru Sekolah Dasar di Yayasan Perhimpunan Pendidikan Kristen Surakarta. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah skala kepuasan kerja yang terdiri dari 35 aitem dengan koefisien reliabilitas 0,912, skala gaya kepemimpinan transformasional yang terdiri dari 42 aitem dengan koefisien reliabilitas 0,960, dan skala work life balance yang terdiri dari 25 aitem dengan koefisien reliabilitas 0,874. Hasil analisis regresi linier berganda menunjukkan nilai Fhitung = 22,911 > Ftabel = 3,143 dengan signifikansi 0,000 (p < 0,05) dan R = 0,649 yang berarti ada hubungan signifikan antara gaya kepemimpinan transformasional dan work life balance dengan kepuasan kerja. Nilai korelasi sebesar 0,280 dan signifikansi 0,024 (p < 0,05) menunjukkan bahwa secara parsial ada hubungan antara gaya kepemimpinan transformasional dengan kepuasan kerja. Hasil perhitungan uji korelasi parsial juga menunjukkan ada hubungan antara work life balance dengan kepuasan kerja, yang ditunjukkan dari nilai korelasi sebesar 0,404 dan signifikansi 0,001 (p < 0,05). Nilai R2 (R Square) sebesar 0,421 menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan transformasional dan work life balance secara serentak memberikan sumbangan efektif sebesar 42,1% terhadap kepuasan kerja. Sumbangan relatif gaya kepemimpinan transformasional terhadap kepuasan kerja sebesar 38%. Sumbangan relatif work life balance terhadap kepuasan kerja sebesar 62%. Kata Kunci: kepuasan kerja, gaya kepemimpinan transformasional, work life balance
Hubungan antara Self-efficacy dan Hardiness dengan Work engagement pada Anggota DPRD Kota Surakarta Nugraini Aprilia; Aditya Nanda Priyatama; Pratista Arya Satwika
Wacana Vol 7, No 1 (2015)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.86 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v7i1.78

Abstract

Hubungan antara Self-efficacy dan Hardiness dengan Work engagement pada Anggota DPRD Kota Surakarta The Relationship Between Self-efficacy and Hardiness with Work engagement on Surakarta City Council Members Nugraini Aprilia, Aditya Nanda Priyatama, Pratista Arya Satwika nugrainiaprilia@gmail.com Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret ABSTRAK Work engagement adalah suatu keadaan positif mengenai pemenuhan pekerjaan yang berupa keterlibatan secara fisik, kognitif dan emosional selama menjalankan peran kerjanya. Sumber Daya Manusia yang memiliki engagement terhadap pekerjaannya akan membantu tercapainya tujuan dari organisasi tempatnya bekerja. Pada anggota DPRD Kota Surakarta, work engagement yang tinggi akan membantu tercapainya tiga fungsi DPRD, yaitu fungsi legislasi, anggaran dan pengawasan. Work engagement pada suatu individu dipengaruhi oleh berbagai variabel, diantaranya yaitu self-efficacy dan hardiness. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara self-efficacy dan hardiness dengan work engagement, hubungan antara self-efficacy dengan work engagement, dan hubungan antara hardiness dengan work engagement pada anggota DPRD Kota Surakarta. Populasi dalam penelitian ini merupakan 45 anggota DPRD Kota Surakarta periode 2014-2019. Sampling yang digunakan adalah total sampel. Sampel penelitian berjumlah 44 anggota DPRD Kota Surakarta. Instrumen yang digunakan adalah skala work engagement, skala self-efficacy, dan skala hardiness. Hasil analisis regresi berganda menunjukkan nilai Fhitung sebesar 3,066 (< Ftabel 3,18) dengan p > 0,05, dan nilai R = 0,361. Nilai R2 dalam penelitian ini sebesar 0,130 atau 13%, dimana sumbangan efektif self-efficacy sebesar 10,49% dan sumbangan efektif hardiness sebesar 2,50%. Secara parsial, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara self-efficacy dengan work engagement (rx1y = 0,276), p > 0,05; serta tidak terdapat hubungan antara hardiness dengan work engagement (rx2y = 0,108), p > 0,05. Kesimpulan pada penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan yang signifikan antara self-efficacy dan hardiness dengan work engagement, antara self-efficacy dengan work engagement, dan antara hardiness dengan work engagement pada anggota DPRD Kota Surakarta. Peningkatan kualitas aspek dedication dan aspek absorption akan berpengaruh terhadap tingkat work engagement yang tinggi. Kata kunci: hardiness, self-efficacy, work engagement
PERMAINAN TRADISIONAL SEBAGAI BENTUK PROMOTIF NILAI ANTI KORUPSI ANAK USIA DINI Pratista Arya Satwika; Mahardika Supratiwi; Fadjri Kirana Anggarani; Rini Setyowati
Wacana Vol 9, No 2 (2017)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.239 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v9i2.115

Abstract

PERMAINAN TRADISIONAL SEBAGAI BENTUK PROMOTIF NILAI ANTI KORUPSI ANAK USIA DINI Pratista Arya Satwika, Mahardika Supratiwi, Fadjri Kirana Anggarani, Rini Setyowati Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret   ABSTRAK Perilaku korupsi telah menjadi budaya dan memberikan dampak kerugian di masyarakat. Promosi nilai anti korupsi seperti jujur, disiplin, tanggung jawab, berani, peduli, kerja keras, sederhana, mandiri, dan adil perlu diberikan sejak dini serta berkelanjutan, sehingga menampakkan dampak nyata di masa mendatang. Permainan tradisional dapat dibedakan menjadi dua, yaitu dengan dan tanpa alat. Permainan tradisional menggunakan alat yang akan diberikan adalah Dakon, Benthik, dan Main Kelereng, sedangkan permainan tanpa alat adalah Becak-becakan, Gobak Sodor, dan Kontrakol. Permainan tradisional dapat dilaksanakan dengan memanfaatkan model pembelajaran pendekatan taktis (teaching games for understanding) agar anak memahami apa dan mengapa tujuan permainan dilakukan. Pendampingan permainan tradisional diberikan kepada siswa taman kanak-kanak usia empat sampai tujuh tahun di Surakarta. Hasil pengabdian yang telah dilakukan didapatkan bahwa pendampingan pemberian permainan tradisional siswa taman kanak-kanak terbukti telah meningkatkan pemahaman siswa terhadap nilai anti korupsi.   Kata kunci : permainan tradisional, nilai antikorupsi, anak usia dini
Pengaruh Pendidikan Literasi Keuangan dengan Pendekatan Bermain Peran pada Anak Usia Dini Fadjri Kirana Anggarani; Rini Setyowati; Pratista Arya Satwika; Tri Rejeki Andayani
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 6, No 5 (2022)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v6i5.1920

Abstract

Pendidikan keuangan harus dimulai pada anak usia dini. Literasi keuangan bertujuan mempersiapkan siswa membuat keputusan keuangan yang akan dihadapi sebagai orang dewasa. Sayangnya, kebanyakan orang tua berpendapat bahwa anak-anak sebaiknya diajarkan mengelola uang atau yang dikenal sebagai literasi keuangan saat remaja. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh literasi keuangan dengan pendekatan bermain peran pada anak usia dini. Metode yang digunakan di dalam penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimen kuasi dengan desain one group pretest-posttest. Studi melibatkan anak usia dini berjumlah empat puluh enam anak. Instrumen yang digunakan adalah media pendidikan literasi keuangan, pengukuran pengetahuan dan pengukuran situasi pembelajaran kelas. Hasil validasi Subject Matter Experts (SME) menunjukkan buku literasi keuangan yang digunakan memiliki konten yang sesuai dengan tujuannya. Uji pengaruh pada pengetahuan literasi keuangan dan lingkungan pembelajaran kelas adalah signifikan. Maka, dapat disimpulkan terdapat pengaruh pendidikan literasi keuangan dengan pendekatan bermain peran terhadap anak usia dini.
PERAN RESILIENSI DALAM MEMEDIASI HUBUNGAN ANTARA REGULASI EMOSI DENGAN DISTRES PSIKOLOGI PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI KEDOKTERAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA Rini Setyowati; Pratista Arya Satwika; Galuh Maitri Imantaka Dharma
Jurnal Psikohumanika Vol 14 No 1 (2022): Jurnal Psikohumanika
Publisher : Program Studi S1 Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31001/j.psi.v14i1.1506

Abstract

This study aims to determine the role of resilience in mediating the relationship between emotional regulation and psychological distress in students of the Medical Study Program, Sebelas Maret University. The population of this study were all active students of the Sebelas Maret University Medical Study Program. The sample used is 90 people, taken using a proportionate stratified random sampling technique. Collecting data using a scale consisting of a psychological distress scale (α = 0.934), an emotion regulation scale (α = 0.907), and a resilience scale (α = 0.901). The results of the mediation analysis showed that there was no significant relationship between emotional regulation and psychological distress through resilience in students of the Medical Study Program, Sebelas Maret University (p=0.898>0.05). The estimated direct effect is greater than the effect of mediating resilience (-0.148>-0.0005). This is possible because there are other factors such as intrapersonal factors which consist of personality traits related to individual emotional tendencies and situational factors originating from situations that are felt to be harmful or offensive to individuals.
Self Regulated Learning, Efikasi Diri dan Dukungan Sosial Keluarga pada Siswa SMA Selama Pandemi Covid 19 Andhita Dyah Pratitasari; Hardjono Hardjono; Pratista Arya Satwika
Jurnal Psikologi TALENTA Vol 7, No 2 (2022): Maret
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.739 KB) | DOI: 10.26858/talenta.v7i2.23666

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh efikasi diri dan dukungan sosial keluarga terhadap self regulated learning siswa selama masa pandemi Covid-19. Partisipan dalam penelitian ini adalah 75  siswa SMA sebuah sekolah di Jakarta yang di rekrut dengan menggunakan teknik stratified cluster random sampling. Data dikumpulkan menggunakan skala efikasi diri, dukungan sosial keluarga dan self regulated learning. Hasil analisis regresi linier berganda menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara efikasi diri dan dukungan sosial keluarga dengan self regulated learning pada siswa SMA selama masa pandemi Covid-19. Secara parsial, juga ditemukan bahwa terdapat hubungan antara efikasi diri dengan self regulated learning dan dukungan sosial keluarga dengan self regulated learning. 
Dukungan Emosional Keluarga dan Teman Sebaya terhadap Self-Compassion pada Mahasiswa saat Pandemi COVID-19 Pratista Arya Satwika; Rini Setyowati; Fika Anggawati
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 11 No. 3 (2021): EDISI KHUSUS: Dimensi Psikologis Pandemi COVID-19
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.688 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v11n3.p304-314

Abstract

The purpose of this study was to determine the relationship between family and peer emotional support and self-compassion among the final year undergraduate students amid COVID-19 pandemic. A total number of 61 undergraduate students whose ages ranged from 19 to 26 years and who are completing their thesis at the time of this study were selected randomly. Data were collected using questionnaires of self-compassion, and family and peer emotional support which were distributed online. The results of multiple linear regression analysis show that there is a significant relationship between emotional support from family and peers with self-compassion. However, when the analysis was conducted partially, only the relationship between family emotional support and self-compassion that is significant; while, the relationship between peer emotional support and self-compassion is not proved. It can be concluded from the results that there is a simultaneous relationship between family emotional support and peer emotional support with self-compassion owned by students who are completing their thesis during the COVID-19 pandemic.Keywords: Emotional support, family, peer, self-compassion, students Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara dukungan emosional keluarga dan teman sebaya dengan self-compassion pada mahasiswa tingkat akhir pada masa pandemic COVID-19. Sejumlah 61 mahasiswa yang sedang menyelesaikan tugas akhir dengan rentang usia 19 sampai 26 tahun direkrut menggunakan teknik random sampling. Data dikumpulkan menggunakan skala self-compassion, dan dukungan emosional keluarga dan teman sebaya. Berdasarkan hasil analisis regresi linier berganda, diketahui bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan emosional keluarga dan teman sebaya dengan self-compassion. Secara parsial, terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan emosional keluarga dengan self-compassion, namun tidak terdapat hubungan antara dukungan emosional teman sebaya dengan self-compassion.  Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan secara simultan antara dukungan emosional keluarga dan dukungan emosional teman sebaya dengan self-compassion yang dimiliki oleh mahasiswa yang sedang menyelesaikan skripsi pada masa pandemi COVID-19.
Mengeksplorasi Hubungan Orientasi Pembelajaran, Persepsi Dukungan Organisasi, dan Perilaku Kerja Inovatif pada Karyawan Management Trainees: Exploring the Relationship between Learning Orientation, Perceived Organizational Support, and Innovative Work Behavior on Management Trainees Resta Maharani Adila Putri; Aditya Nanda Priyatama; Pratista Arya Satwika
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 12 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.832 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v12n1.p37-51

Abstract

Companies must prepare their workers so they can have a competitive advantage in order to face the industrial revolution 4.0 by increasing innovative work behavior. Innovative work behavior is influenced by internal and external factors, two of which are learning orientation and perceived organizational support. However, there are only few studies that examine the relationships of internal and external factors together with innovative work behavior. The purpose of this study was to explore the relationships between learning orientation, perceived organizational support, and innovative work behavior on management trainees in a state-owned construction company. A sample of 91 respondents were selected using a simple random sampling. Data were collected using the scales of innovative work behavior, learning orientation, and perceived organizational support, and analyzed using multiple linear regression. The results show that there is a positive significant correlation between learning orientation, perceived organizational support, and innovative work behavior simultaniously. The positive and significant correlation is also found in the partial relationships between learning orientation and innovative work behavior, as well as between perceived organizational support and innovative work behavior. Keywords: Innovative work behavior, learning orientation, organizational support   Abstrak: Perusahaan harus mempersiapkan pekerjanya agar dapat memiliki keunggulan kompetitif untuk menghadapi revolusi industri 4.0 dengan meningkatkan perilaku kerja inovatif. Perilaku kerja inovatif dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal, dua diantaranya adalah orientasi pembelajaran dan persepsi dukungan organisasi. Namun masih sedikit penelitian yang meneliti hubungan faktor internal dan eksternal secara bersama-sama dengan perilaku kerja inovatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara orientasi pembelajaran dan persepsi dukungan organisasi dengan perilaku kerja inovatif pada karyawan management trainee di sebuah perusahaan pemerintah bidang konstruksi. Sampel penelitian berjumlah 91 karyawan yang diseleksi menggunakan simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan skala perilaku kerja inovatif, orientasi pembelajaran, dan persepsi dukungan organisasi, dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara orientasi pembelajaran dan persepsi dukungan organisasi dengan perilaku kerja inovatif. Hasil analisis juga menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif signifikan baik antara orientasi pembelajaran dengan perilaku kerja inovatif, maupun antara persepsi dukungan organisasi dengan perilaku kerja inovatif.