Claim Missing Document
Check
Articles

Found 54 Documents
Search
Journal : Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)

Glukosa Cair Dari Proses Hidrolisis Ubi Jalar Kuning (Ipomoea Batatas L) Menggunakan Katalis Asam Klorida Anggi Dwi Safitri; Rozanna Dewi; Rizka Nurlaila; Zulnazri Zulnazri; Muhammad Muhammad; Faisal Faisal; Iqbal Kamar
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol 2, No 4 (2022): Chemical Engineering Journal Storage - Oktober 2022
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v2i4.7729

Abstract

Glukosa cair adalah produk yang dihasilkan dari proses hidrolisis dan merupakan hasil olahan dari polisakarida seperti pati dengan menggunakan asam kuat atau enzim. Bahan baku yang digunakan untuk penelitian ini adalah ubi jalar kuning dengan hidrolisis menggunakan katalis asam klorida (HCl). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hidrolisis tepung ubi jalar kuning menjadi glukosa dengan menggunakan katalisator asam klorida, mengevaluasi pengaruh suhu dan waktu reaksi terhadap jumlah glukosa yang dihasilkan dan mempelajari karakteristik glukosa yang dihasilkan yang meliputi organoleptik, kadar air, kadar glukosa dan densitas yang diperoleh. Temperatur pada saat proses hidrolisis yaitu 100oC. Perbedaan konsentrasi HCl dan lama waktu hidrolisis memberikan pengaruh yang tidak nyata terhadap parameter uji organoleptik bau dan warna, tetapi memberikan pengaruh yang nyata terhadap parameter uji oganoleptik rasa. Rasa manis tertinggi terdapat pada perlakuan konsentrasi HCl 0,8 N, sedangkan pada pengaruh lama waktu hidrolisis, organoleptik rasa tertinggi terdapat pada lama waktu 120 menit. Kadar air dan densitas terendah diperoleh pada konsentrasi HCl 0,8 N dengan waktu hidrolisis 120 menit yaitu 4,39% dan 0,992 gr/ml serta diperoleh kadar glukosa 4,79%.Kata Kunci : asam klorida, glukosa cair, hidrolisis dan ubi jalar
Pengaruh Asam Nitrat (HNO3) Sebagai Pelarut Pada Ekstraksi Pektin Dari Labu Siam Lidia Manik; Jalaluddin Jalaluddin; Rozanna Dewi; Syamsul Bahri; Zulnazri Zulnazri
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol 2, No 4 (2022): Chemical Engineering Journal Storage - Oktober 2022
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v2i4.7700

Abstract

Pektin merupakan salah satu kelompok karbohidrat yang larut dalam air dan  terdapat pada dinding sel dan jaringan interseluler tanaman tertentu. Dalam penelitian ini bahan dasar yang digunakan dalam pembuatan pektin adalah labu siam. Proses pembuatan pektin yang digunakan adalah proses ekstraksi, yaitu salah satu proses pembuatan pektin dengan menggunakan pelarut organik. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan pektin dari labu siam. Sampel labu siam 100 gr diekstraksi dengan menggunakan pelarut HN03pada pencucian pektin dengan alkohol 96%. Konsentrasi HN03 yang digunakan adalah 0,1 N, 0,15 N, 0,2 N dengan waktu ekstraksi 60 menit, 90 menit, dan 120 menit. Hasil penelitian proses pembuatan pektin dari labu siam adalah pada konsentrasi 0,2 N dan waktu 120 menit diperoleh rendemen 2,3%, kadar air 1,8%, kadar metoksil 3,72%, kadar galakturonat 69,84.
Pembuatan Pupuk Cair Dari Limbah Air Kelapa Dan Limbah Kulit Pisang Dengan Menggunakan Bioaktivator EM-4 Annisa Ramadina; Ishak Ishak; Rozanna Dewi; Zulnazri Zulnazri; Jalaluddin Jalaluddin
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol 2, No 4 (2022): Chemical Engineering Journal Storage - Oktober 2022
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v2i4.7704

Abstract

Pupuk cair adalah pupuk yang bahan dasarnya berasal dari hewan atau tumbuhan yang sudah mengalami fermentasi dan bentuk produknya berupa cairan. Pupuk cair mengandung unsur hara makro seperti, fosfor, nitrogen, kalium, pH dan unsur hara mikro lainnya yang dibutuhkan oleh tanaman serta dapat memperbaiki unsur hara dalam tanah. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menghitung kandungan nitrogen, fosfor dan kalium dalam pupuk cair yang terbuat dari bahan baku utama yaitu air kelapa dan kulit pisang kepok serta bahan pendukung yang berupa molase dan air. Salah satu pembuatan pupuk cair melalui teknik fermentasi. Dalam hal ini digunakan bioaktivator EM-4 effective microorganisme dan variasi penggunaan volume EM-4 effective microorganisme untuk mengetahui pengaruh unsur hara makro yang terbaik pada pupuk cair. Variasi penambahan EM-4 effective microorganisme antara lain: 8, 12, 16, 20, 24 ml, dan difermentasikan selama 3, 6, 9, 12, 15 hari. Hasil penelitian dari penggunaan volume EM-4 effective microorganisme yang terbaik pupuk cair terdapat pada Penggunaan volume EM-4 effective microorganisme sebanyak 12 ml dengan kandungan unsur hara makro nitrogen 0,38% fosfor 4,95% dan kalium 2,85% pada hari ke 15, dan dari hasil pengukuran pH volume effective mikroorganisme (Em-4) 12 ml pada hari ke 3, 6, 9, 12 dan 15 yaitu berkisar antara 4,1 sampai dengan 5,4. Dari kandungan tersebut menunjukkan pH pupuk cair sudah memenuhi SNI 19-7030-2015
HIDROLISA KULIT SINGKONG (manihot utilisima pohl) MENJADI GLUKOSA CAIR MENGGUNAKAN KATALIS HCl Mahfuddara Mahfuddara; Syamsul Bahri; Eddy Kurniawan; Jalaluddin Jalaluddin; Zulnazri Zulnazri
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol 3, No 1 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - April 2023
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v3i1.7473

Abstract

Kulit singkong merupakan limbah buah singkong yang mengandung pati atau karbohidrat. Penelitian ini menggunakan metode hidrolisia dengan katalis HCl yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu dan waktu operasi serta kinetika reaksi pada proses hidrolisis dalam beaker glass yang dilengkapi dengan pengaduk dengan variasi waktu 30, 60, 90, 120 menit dan suhu dengan variasi 80, 85, 90, dan 950C. Pada hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Kadar glukosa paling tinggi diperoleh sebesar 45 % dengan jumlah 5,277 gr pada waktu hidrolisa 120 menit dan suhu 950C, sedangkan kadar glukosa terendah diperoleh 20 % dengan jumlah 2,872 gr pada waktu hidrolisa 30 menit dengan suhu 800C. Yield paling tinggi diperoleh pada waktu hidolisa 120 menit dan suhu 950C sebesar 52,77 %, sedangkan nilai yield terendah diperoleh 28,72 % pada waktu hidrolisa 30 menitdan suhu 800C. Kemudia Konversi glokosa yang tereduksi paling tinggi diperoleh pada waktu hidrolisa 120 menit dan suhu 950C sebesar 53 %, sedangkan konversi terendah diperoleh 29 % pada waktu hidrolisa 30 menit dan suhu 800C. Reaksi hidrolisa kulit singkong ini merupakan reaksi orde satu semu. 
Pembuatan Pupuk Cair Menggunakan Air Kelapa Tua Dan Buah Nanas Busuk Dengan Bioaktifator EM4 Dan TRICO M syarief Hidayatullah; Ishak Ishak; Rizka Mulyawan; Zulnazri Zulnazri; Syamsul Bahri; Iqbal Kamar
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol 3, No 1 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - April 2023
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v3i1.9739

Abstract

Pupuk merupakan bahan-bahan yang mengandung satu atau lebih zat senyawa yang dibutuhkan oleh tanaman untuk tumbuh dan berkembang. Selain dibutuhkan oleh tanaman pupuk juga bertujuan untuk memperbaiki sifat fisika, kimia dan biologis tanah. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan air kelapa tua yang banyak terdapat di pasar tradisional dan buah nanas busuk yang banyak terdapat pada pedagang buah - buahan sebagai bahan baku pembuatan pupuk organik cair. Penelitian ini sudah pernah dilakukan sebelumnya, yang belum pernah dilakukan adalah menggunakan bioaktifator trico g dan EM 4 dengan variasi volume bioaktifator Pada penelitian ini yang ingin diketahui adalah unsur hara makro yaitu nitrogen, phosfor, kalium serta kandungan pH dari air kelapa dan buah nanas busuk yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan unsur hara yang sangat diperlukan oleh tanaman dengan cara memfermentasikan dengan bantuan bioaktivator effective mikroorganisme (EM-4) dan Tricoderma sp dan Gliocladium sp (TRICO G). Pada penelitian ini yang divariasiakan adalah volume bioaktivator effective mikroorganisme (EM-4) dan Tricoderma sp dan Gliocladium sp (TRICO G)  yaitu 10, 15, 20, 25, dan 30 ml yang dicampur secara silang menggunakan waktu  15 hari. Hasil pengukuran pH volume effective mikroorganisme (Em-4) dan Trico G 30 ml pada hari ke 15 yaitu berkisar antara 6,1. Dari kandungan tersebut menunjukkan pH pupuk organik cair sudah memenuhi SNI 19-7030-2019.
Pembuatan Tempe Berbahan Dasar Ampas Tahu Dengan Proses Fermentasi Dengan Menggunakan Ragi (Ryzopus Oruzae) Eki Supratiwi; Zulnazri Zulnazri; Lukman Hakim; Eddy Kurniawan; Muhammad Muhammad
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol 3, No 1 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - April 2023
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v3i1.10219

Abstract

Ampas tahu merupakan bahan tambah pangan yang digunakan dalam pembuatan tempe. Ampas tahu adalah salah satu jenis limbah pembuatan tahu  yang berbentuk ampas yang didapatkan dari hasil pemisahan antara sari pati kedelai yang telah di saring. Ampas tahu pada penelitian ini diperoleh dari hasil pemisahan saripati kedelai. Ampas tahu, awalnya Diamkan ampas tahu selama semalaman, bisa ditaruh di nampan. Kukus ampas tahu sampai matang 35-45 menit, Taruh ampas tahu di kuali untuk disangrai sampai kandungan airnya berkurang (sangrai selama 25 menit,) lalu tuang ampas tahu di nampan biarkan dingin (kurang lebih 1 jam) Beri ragi, aduk dengan sendok. Masukkan kedalam plastic, daun pisang, daun coklat Taruh di rak kawat yang dialasi kain tipis, tutup dengan kain di fermentasi dalam waktu 1,2,3,dan 4 hari. Penelitian ini sudah pernah dilakukan sebelumnya, perbedaannya adalah penelitian sebelumnya tidak memakai uji protein dan uji kadar air untuk menghasilkan standar tempe yang berkualitas. Berdasarkan hasil penelitian, analisa kadar air tempe  yang paling banyak menghasilkan Kadar air yang paling tinggi diperoleh pada waktu fermentasi hari ke-4 yaitu 72 %. Sedangkan kadar air yang terendah diperoleh pada waktu fermentasi hari ke-1 yaitu 40 %. Semangkin lama waktu fermentasi maka semangkin tinggi nilai kadar air yang dihasilkan. 
PEMANFAATAN LIMBAH AMPAS TEBU SEBAGAI ADSORBEN PENYERAPAN LOGAM DAN KESADAHAN PADA AIR SUMUR Nur Annisa; Muhammad Muhammad; Masrullita Masrullita; Zulnazri Zulnazri; Rozanna Dewi
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol 3, No 1 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - April 2023
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v3i1.8013

Abstract

Ampas tebu mengandung berbagai komponen biomassa, selulosa dan lignin yang berpotensi untuk dikonversikan menjadi sumber arang pada proses adsorpsi. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah ampas tebu sebagai adsorben penyerapan logam besi dan kesadahan dalam air sumur. Penelitian ini dilakukan dengan pembuatan adsorben, uji kinerja adsorben dengan memvariasikan massa dan waktu kontak yang bertujuan untuk melihat kadar dan kapasitas penyerapan. Penelitian ini hanya memvariasikan massa adsorben ampas tebu dengan jumlah 2,5; 3; 3,5; dan 4 gram dengan memvariasikan waktu kontak yaitu 30, 60, 90, dan 120 menit. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa kadar penyerapan logam besi maksimum diperoleh 99,81%, sedangkan pada kesadahan diperoleh 53,846% dengan massa adsorben 4 gr. Lalu kapasitas penyerapan logam besi diperoleh 0,042 mg/gr, sedangkan pada kesadahan diperoleh 0,07 mg/gr.Kata Kunci : Adsorpsi, Ampas Tebu, Arang Aktif, Logam Besi (II) , Ion Ca2+
Sintesis Plastik Biodegradable Dari Pati Ubi Jalar Dengan Variasi Penambahan Plasticizer Gliserol Rafika Rafika; Masrullita Masrullita; Rozanna Dewi; Zulnazri Zulnazri; Nasrul ZA; Raudhatul Ulfa
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol 3, No 1 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - April 2023
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v3i1.8102

Abstract

Bioplastik merupakan plastik yang dibuat dari bahan-bahan alami yang akan hancur terurai oleh aktivitas mikroorganisme setelah habis terpakai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh variasi konsentrasi pati dan volume gliserol terhadap sifat fisik dan mekanik bioplastik. Metode penelitian ini menggunakan proses ekstraksi pati dan pembuatan larutan bioplastik dengan mencampurkan pati, gliserol dan kitosan sampai homogen yang dipanaskan sampai 70°C dengan waktu pengadukan 15 menit. Film yang dihasilkan dicetak dan diperoleh bioplastik dengan berbagai variabel. Kondisi optimum pada bioplastik diperoleh dengan formulasi pati 20%, dan gliserol 3 mL dengan nilai daya serap air 39,063%, terdegradasi dalam tanah sebanyak 82,232% dalam waktu 20 hari, nilai kuat tarik sebesar 2,864 MPa, nilai elongasi sebesar 120,47% dan nilai modulus elastisitas sebesar 2,377 MPa.
PEMBUATAN SURFAKTAN METIL ESTER SULFONATE DARI MINYAK KELAPA (VIRGIN COCONUT OIL) DENGAN METODE SULFONASI Evi Maulida; Jalaluddin Jalaluddin; Narul ZA; Zulnazri Zulnazri; Eddy Kurniawan
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol 3, No 2 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Mei 2023
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v3i2.9969

Abstract

Penelitian dengan judul Pembuatan Surfaktan Metil Ester Sulfonate Dari Minyak Kelapa (Virgin Coconut Oil) Dengan Proses Sulfonasi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui konsentrasi dan suhu terbaik terhadap hasil surfaktan metil ester mes dari minyak kelapa. Surfaktan merupakan bahan pembasahan yang menurunkan tegangan permukaan suatu cairan dan merupakan senyawa yang bersifat amfipatik karena mengandung gugus hidrofilik. Proses pembuatan surfaktan dilakukan dengan dua proses, yaitu proses transesterifikasi untuk mendapatkan metil ester dan proses sulfonasi dengan dengan konsentrasi H2SO4 yang di variasikan. Penelitian ini sudah pernah dilakukan sebelumnya. Penelitian yang belum dilakukan adalah pembuatan surfaktan menggunakan asam kuat sebagai agen pensulfonasi dengan bahan baku minyak kelapa. Penggunaan asam kuat sebagai agen pensulfonasi bertujuan untuk melihat perbandingan hasil surfaktan. Konsentrasi dan suhu sangatlah penting terhadap pembentukan surfaktan. Setelah proses sulfonasi selesai maka pembentukan hasil antara metil ester dengan H2SO4 akan di endapkan untuk dilakukan pemisahan. Kemudian dilakukan proses pemurnian dengan menambahkan etanol, selanjutnya proses penetralan dengan penambahan NaOh. Selanjutnya, surfaktan yang di hasilkan akan dilakukan pengujian yakni dengan uji yield, Densitas, uji pH dan bilangan asam. Berdasarkan penelitian, dapat disimpulkan bahwa surfaktan  terbaik didapatkan dengan % yield 60,62% yang di dapatkan pada temperature 90oC dan konsentrasi H 2 SO 4 40%.
PEMANFAATAN EKSTRAK DAUN PEPAYA SEBAGAI INHIBITOR KOROSI PADA PLAT LOGAM BESI DALAM MEDIUM AIR LAUT Andrie Kurniawan Indra; Rizka Nurlaila; Meriatna Meriatna; Zulnazri Zulnazri; Samsul Bahri; Iqbal Kamar
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol 3, No 3 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Juni 2023
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v3i3.9938

Abstract

Inhibitor adalah suatu zat yang menghambat atau menurunkan laju korosi. Dalam penelitian ini ekstrak daun pepaya digunakan sebagai inhibitor alami untuk menghambat laju korosi pada plat logam besi. Inhibitor alami merupakan salah satu jenis inhibitor yang bersifat  nontoksik, murah, sudah tersedia di alam, mudah diperbaharui dan tidak merusak alam. Inhibitor tersebut digunakan pada plat logam besi komersil yang direndam dalam media korosif berupa air laut dengan variasi komposisi inhibitor yang digunakan sebesar 0, 2 %, 4 %, 6 % dan 8 % selama 7 hari, 14  hari  dan  21  hari. Karakterisasi  yang  diuji  meliputi  pengukuran  laju  korosi, efisiensi inhibitor, dan uji tanin. Dari hasil pengukuran, laju korosi di dapatkan yang terkecil diperoleh oleh sampel dengan komposisi inhibitor 6 % sebesar 1,201 x 10-6 gr/cm2  dengan waktu perendaman 14 hari. Dan nilai efisiensi inhibitor ekstrak daun pepaya mencapai 83,3% pada komposisi 6 % dalam medium air laut dengan waktu perendaman 14 hari. Adapun perbedaan penelitian ini dari sebelumnya adalah penelitian ini menggunakan medium korosif air laut dan variasi komposisi inhibitor yang berbeda.
Co-Authors . Suryati . Wusnah Achmad Roesyadi Adha, Muhammad Ikhwanul Adi Setiawan Adli, Muhammad Fathur Adriyan Jondra Agam Muarif Ahmad Fikri Ahmad Fikri Ahmad Fikri Ahmad Kamal Arifin Ainun, Sarifah Alfathan Anshori Almia Permata Putri Amalia, Nabila Amalia, Nabuia Andrie Kurniawan Indra Angga Tri Agusna PA Anggi Dwi Safitri Annisa Ramadina Arafah, Sadinda Ardiansyah, Zul Fadly Arif Maulana Arnawan Hasibuan Ashari, Muhammad Rayhan Atmaja, W Aulia, Rauzatul Authar, Mhammad Azhari Azhari Azhari Azhari B. WIRJOSENTONO Baihaqi Baihaqi Binawati Ginting Desma Rina Desriani, Chintiara Dewi Lestari Dian, Hadyan Dinda Humaira Dwi Pratiwi Eddy Kurniawan Eka Safitri Eki Supratiwi Elviana, Suci Eni Suryani Evi Maulida Ezwarsyah Ezwarsyah Fachry Abda El Rahman Fadhli Syamsudin Faisal Faisal Faisal Faisal Faisal Faisal Faturrahman, Muhammad Fibarzi, Wiza Ulfa Fika Anjana Firda, Hanisyah Firman Maulana, Firman Fitri, Safira HALIMATUD DAHLIANA Hasbullah, Siti Aishah Hendi Setiawan Hijiriani, Awi Anugrah Holila, Manna Ibrahim, Ishak Ilhami, Gita Ayu Iqbal Kamar Iqbal Kamar Ishak Ibrahim Ishak Ishak Ishak Ishak Jain, Vishal Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Josua Lorent Barus Julinawati Julinawati Kamar, Iqbal Khairi Suhud Khairul Anshar Khan, Naseer A. Lamkaruna Rizki Lestari, Juli Lidia Manik Lukman Hakim Lukman Hakim Lukman Hakim M Haikal Af M Sayuti M syarief Hidayatullah M. Asyabul Zikki Mahdayani Sinaga, Citra Puspita Mahfuddara Mahfuddara Maizuar Maizuar Maizuar, M Maliki, S Masrullita Masrullita Masrullita Masrullita Masrullita, Masrullita Mawaddah Mawaddah, Mawaddah Medyan Riza Medyan Riza Melan Amanah, Ananda Meriatna Meriatna Muammar Khadafi Muarif, A Muhammad Daud Muhammad Ikhwanul Adha Muhammad Muhammad Muhammad Muhammad Muhammad nur Ichsan Tamiogy Muhammad, M Muhammad, Muhammad Muliadi Mulyawan, Rizka Mutia Reza Mutiara Lestari Simanjuntak Mutiara Pujana Pujana Nabila Adhani Narul ZA Nasrul ZA Nasrul ZA, Nasrul Novi Sylvia Noviansyah, F Nur Aisyah Nur Annisa Nurdiah, Ika Nurlaila, Rizka Nursakinah Nursakinah Nurul Islami, Nurul Pane, Nurul Anisa Purwoko, Agus Putra, Reza Putri, Almia Permata Putri, Anggieta Putri putri, intan nanda Rafika Rafika Rahma Daniati Rahmi, Delfi Raihan Putri Ramadani, Fikri Fadli Ramadhan, C Ramadhana, Maqfirah Ratna Sari Raudhatul Jannah Raudhatul Ulfa Razi, Ar Retnowulan, Sri Rahayu Ridwandi Rizka Mulyawan Rizka Mulyawan Rizka Nurlaila Rizka Nurlaila, Rizka Nurlaila Rizzki Andira Rozanna Dewi Sagir Alva Salim, Muhammad Alfis Samsul Bahri SARAGIH, SINTA DEWI Seli Novianna Brutu Sinta Morina siti hardiana daulay Sri Dea Varissa Sri Rahayu Retnowulan Sry Rahmadani Sry Wahyuni Damanik Subhan A Gani Sulastri Sulastri Sulhatun Sulhatun Suryani, Suryati Suryati Suryati Suryati Suryati Syafrizal Fonna Syamsul Bahri Syamsul Bahri Syamsul Bahri Sylvia, Novy Ulfa, Raudhatul Waizul Fahri Purba Wawan Atmaja Willy W Yani, Firda Tirta Yaqinnas, Haqqul Yopi Aji Akbar Yulisda, Desvina Zahrani, Amilia Zahrol Hilmi Zainuddin Ginting