Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Dermatitis Kontak Akibat Kerja pada Karyawan Salon di Kelurahan Pahoman Hanna Mutiara; Ety Apriliana; Fitria Saftarina; Viera Rininda Mauli Dinar
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 6 No. 2 (2019): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dermatitis kontak akibat kerja (DKAK) adalah suatu jenis dermatitis akibat kontak dengan bahan maupun alat yang biasa digunakan pada suatu jenis pekerjaan. Salah satunya pada seorang pekerja salon yang dalam pekerjaannya sering berkontak langsung dengan berbagai jenis bahan iritan atau alergen. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor risiko yang paling dominan terhadap kejadian DKAK pada karyawan salon. Penelitian ini merupakan penelitian survei analitik dengan pendekatan cross sectional, dengan subjek 46 orang karyawan salon dari 3 salon yang berada di Kelurahan Pahoman, Bandar Lampung. Teknik analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dengan uji chi square dan multivariat dengan uji regresi logistik. Hasil penelitian didapatkan 58,7% karyawan salon mengalami dermatitis. Faktor risiko yang memiliki hubungan bermakna dalam penelitian adalah DKAK dengan lama kontak (p value = 0,001), masa kerja (p value = 0,001), riwayat penyakit kulit (p value = 0,035), penggunaan alat pelindung diri (APD) (p value = 0,001), dan personal hygiene (p value = 0,001). Hasil analisis multivariat menunjukkan variabel yang paling dominan terhadap kejadian DKAK pada karyawan salon adalah masa kerja (OR = 70,491). Disimpulkan bahwa pada penelitian ini, variabel yang dominan terhadap terjadinyaDKAK pada karyawan salon di kelurahan pohaman Bandar lampung adalah masa kerja.Kata kunci: dermatitis kontak, karyawan salon, penyakit akibat kerja.
Pengaruh Penggunaan Sampo dari Minyak Mimba (Azadirachta indica A.juss) terhadap Aktivitas Pediculus humanus capitis Febri Nadyanti; Hanna Mutiara
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 6 No. 2 (2019): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infeksi penyakit yang disebabkan oleh parasit merupakan penyakit yang masih menjadi permasalahan kesehatan di Indonesia. Salah satunya adalah kutu rambut (Pediculus humanus capitis). Parasit ini tergolong dalam famili pediculidae yang menginvasi kulit kepala manusia dengan menghisap darah manusia. Keberadaannya sangat mengganggu karena menyebabkan gatal pada kepala. Pada umumnya, pediculosis dapat diatasi dengan penggunaan sampo. Sampo herbal dari minyak mimba (Azadirachta indica A. Juss) mengandung azadirachtin yang dapat mengganggu aktivitas metamorfosis dari Pediculus humanus capitis. Pada artikel ini akan mengulas pengaruh penggunaan sampo dari minyak mimba sebagai antikutu rambut pada manusia.Kata kunci: Azadirachtin, Mimba(Azadirachta indica A. Juss), Pediculus humanus capitis.
Potensi Daun Binahong (Anredera cordifolia (Ten) Steen.) Terhadap Penyembuhan Luka Insisi: Tinjauan Pustaka Yusnita Eka Rahayu; Helmi Ismunandar; Hanna Mutiara
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 10 No. 1 (2023): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kulit merupakan organ terbesar pada tubuh yang menyusun 16% dari total berat badan manusia dengan berat rata-rata sekitar 4 kg dan luas permukaan sekitar 1,8m2. Luka didefinisikan sebagai rusaknya integritas epitel suatu jaringan. Kerusakan ini juga  dapat melibatkan jaringan subepitel termasuk dermis, fasia, dan otot. Luka dapat disebabkan olehtrauma fisik seperti terobek, tersayat, atau tertusuk (luka terbuka) dan oleh trauma benda tumpul yang akan menyebabkan memar (luka tertutup). Meskipun terdapat banyak pilihan obat kimia seperti antibiotik, anti-inflamasi, maupun analgesik yang tersedia untuk pengobatan luka, sebagian besar pengobatan tersebut sering menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan sehingga sangat dianjurkan untuk beralih  menggunakan pilihan bahan alami sebagai pengobatan luka. Daunbinahong (Anredera cordifolia (Ten) Steenis) merupakan salah satu tanaman herbal yang dapat digunakan sebagai penyembuh luka dengan berbagai macam sediaan WIJAYANTI. Kandungan ekstrak daun binahong yang berpengaruh terhadap penyembuhan luka adalah saponin, tanin, terpenoid, alkaloid, dan flavonoid.Kata Kunci: Binahong, Penyembuhan Luka, Luka Insisi
Hubungan Perilaku 3M Plus Dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue: Tinjauan Pustaka Muhammad Morsa Habibie; Hanna Mutiara; Khairunnisa Berawi
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 10 No. 2 (2023): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jka.v10i2.pp1-4

Abstract

Demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan infeksi virus dengue dengan perantara nyamuk Aedes aegypti. Gejala DBD berupa demam tinggi secara tiba-tiba bersifat kontinyu, nyeri kepala, nyeri di area mata dan perdarahan spontan di gusi atau hidung. Kasus DBD di dunia sebesar 5,2 juta kasus di tahun 2019. Tercatat sebanyak 108.303 kasus DBD pada tahun 2020 terjadi di Indonesia. Guna mengantisipasi adanya ledakan kasus DBD, masyarakat dapat melakukan tindakan pencegahan dengan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Pencegahan ini dikenal dengan 3M Plus yaitu pengurasan tempat yang menjadi peampungan air, menutupnya dengan rapat, mengubur barang-barang bekasyang sudah tidak terpakai dan membasmi jentik nyamuk dengan melakukan abatisasi atau memelihara ikan di tempat penampungan air. Terdapat hubungan antara perilaku 3M Plus dengan kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD). Terdapathubungan antara perilaku menguras tempat penampungan air dengan terjadinya Demam Berdarah Dengue (DBD). Tidak terdapat hubungan antara perilaku menutup tempat penampungan air dengan kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD).Terdapat hubungan antara perilaku mengubur barang-barang bekas dengan kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD). Terdapat hubungan antara perilaku menaburkan bubuk abate dengan kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD). Kata Kunci: Demam Berdarah Dengue, PSN, 3M Plus