Keterbatasan pasokan air irigasi pada musim kemarau menuntut penerapan pola pengelolaan yang lebih adaptif dan efisien guna menjaga keberlanjutan kegiatan pertanian. Salah satu pendekatan yang dinilai strategis adalah penguatan peran Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) sebagai lembaga lokal yang terlibat langsung dalam pengelolaan dan pemanfaatan air irigasi. Tulisan ini bertujuan untuk menguraikan pendekatan P3A dalam meningkatkan efisiensi pengelolaan air irigasi selama musim kemarau. Pendekatan yang digunakan bersifat deskriptif-konseptual dengan menitikberatkan pada praktik pengelolaan air yang diterapkan oleh P3A, meliputi pengaturan distribusi air, penerapan sistem pengairan bergilir, serta pelaksanaan pemeliharaan jaringan irigasi secara partisipatif. Uraian ini menunjukkan bahwa keterlibatan aktif anggota P3A dalam pengambilan keputusan dan pelaksanaan pengelolaan irigasi berperan penting dalam menekan kehilangan air, meningkatkan pemerataan distribusi, serta mengurangi potensi konflik antarpetani. Selain itu, penguatan kapasitas kelembagaan dan peningkatan kesadaran petani terhadap prinsip keadilan dan efisiensi penggunaan air menjadi faktor pendukung keberhasilan pendekatan ini. Namun demikian, keterbatasan sarana prasarana dan dukungan teknis masih menjadi tantangan dalam penerapan pendekatan P3A secara optimal. Oleh karena itu, diperlukan sinergi berkelanjutan antara P3A dan pemerintah untuk mendukung efektivitas pengelolaan air irigasi, khususnya pada kondisi kekurangan air di musim kemarau.