p-Index From 2021 - 2026
6.662
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

DEVELOPING INFOGRAPHICS OF CAKEAPP BASED TEACHING SPEAKING IDEAS FOR TOURISM VOCATIONAL HIGH SCHOOL ENGLISH TEACHER IN 11th GRADE AT SMK NEGERI 2 SINGARAJA Yasa, Gede Amerta; Utami, IGA Lokita Purnamika; Agustini, Dewa Ayu Eka
Lingua Scientia Vol. 31 No. 2 (2024)
Publisher : Undiksha Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to develop infographics based teaching speaking ideas for Tourism Vocational High School English teacher in 11th grade, odd semester at SMK Negeri 2 Singaraja. The Design and Development research by Richey and Klein (2014) was involved in this research as the foundation with DDE as research steps. DDE stands for the design, development, and evaluation stage in order to develop  and determine the quality of infographics based teaching speaking ideas. The data collection procedure in this research used several instruments, namely, observation sheet, interview guides, document analysis (syllabus analysis, and blueprint of infographic). Meanwhile, the other instruments were used to evaluate the infographics in the form of content and product judgment validation, infographic refinement sheet. The data was analyzed through descriptive qualitative method. This research involved the syllabus analysis and needs analysis that will be considered in designing and developing an innovative IDT (Instructional Design and Technology) product for ESP (English for Specific Purposes) teachers, especially in teaching speaking skills in Tourism Vocational High School at SMK Negeri 2 Singaraja. In order to measure the product quality, the researcher used content and product expert judgment adapted from Findawati and Suprianto (2014). The quality of  the infographics was assessed through content validity testing using Gregory Formula (Gregory, 2007) and Likert scale. The research validity test results show that the infographics are suitable for the learning needs in the ESP context with relevant teaching speaking ideas and as good digital learning tools.
An Analysis of Code-Switching Used as a Strategy in Efl Classroom Interaction Rasidi, Sulaiman; Suputra, Putu Eka Dambayana; Agustini, Dewa Ayu Eka
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.25338

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis dan fungsi alih kode yang digunakan oleh guru bahasa Inggris di SMP Negeri Satu Atap 1 Sukasada. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara. Penelitian ini menggunakan teori Poplack (1980) untuk mengidentifikasi jenis alih kode. Penelitian ini juga memanfaatkan temuan dari penelitian sebelumnya oleh Jingxia (2010) dan Maulida (2023) untuk mengidentifikasi fungsi alih kode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari tiga pengamatan, ada tiga jenis alih kode yang digunakan oleh guru bahasa Inggris. Alih kode intra-kalimat adalah jenis alih kode yang paling sering digunakan oleh guru. Diikuti oleh alih kode antar-kalimat, yang merupakan jenis alih kode kedua yang paling umum digunakan oleh guru. Terakhir, alih kode tag adalah jenis alih kode yang paling jarang digunakan oleh guru. Beberapa fungsi alih kode yang digunakan oleh guru diidentifikasi, termasuk: menerjemahkan kosakata yang tidak diketahui, mengelola kelas, menjelaskan aturan tata bahasa, mengekspresikan empati dan solidaritas, dan mempertimbangkan beberapa poin. Selain itu, ada fungsi lain dari alih kode yang digunakan oleh guru berdasarkan wawancara dengan guru bahasa Inggris, termasuk: pengendalian konflik, pengulangan, penjelasan, membangun kepercayaan diri, dan menangani kelas.
AN ANALYSIS OF TOPICS AND SPEECH FEATURES IN THE ACTIVITY OF GOSSIPING BY FEMALE PARTICIPANTS IN INTERMEDIATE LEVEL OF SANTHI BUDAYA ART FOUNDATION NORTH BALI IN YEAR 2014/2015 ., I Gusti Made Gari Mahardika; ., Prof. Dr.I Ketut Seken,MA; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3316

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembicaraan tentang fitur-fitur sosiolinguistik dan topik gosip yang digunakan oleh wanita dalam kehidupan sehari-hari. Objek dari penelitian ini adalah perempuan-perempuan yang tergabung dalam komunitas Santhi Budaya, umur 14-17 tahun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain multiple-case yang memungkinkan peneliti untuk mengkaji fenomena dalam penelitian. Terdapat 13 percakapan yang dianalisis dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukkan: partisipan perempuan di Santhi Budaya menggunakan empat kategori gossip, yaitu: house-talk, scandal, bitching, dan chatting. Sementara itu, dari 10 fitur-fitur pembicaraan yang diajukan dalam penelitian ini, hanya lima yang muncul dalam data, diantaranya lexical hedges, intensifiers, tag question dan swear words. Semua topik itu muncul 21 kali dari 13 percakapan dan fitur-fitur pembicaraan muncul 99 kali. Dari hasil penelitian ini, dapat dikatakan jika partisipan dari percakapan ini cenderung mengganti topik dari satu ke yang lainnya ketika mereka bergosip.Kata Kunci : Fitur berbicara, gosip, topik, wanita This study aimed at analyzing speech in terms of sociolinguistic features and topics of gossiping which are usually shared by female participants in their daily conversations. The objects of this study were the female participants of Santhi Budaya, age 14-17 years in the intermediate level. This study used a qualitative approach and the design used multiple-case study which allowed the researcher to explore the phenomena under study. There were 13 conversations analyzed in this study. The findings showed that: The female participants of Santhi Budaya applied four categories of gossip, namely; house-talk, scandal, bitching and chatting. On the other side, from ten speech features proposed in this study, only five emerged in data. They are Lexical hedges, intensifiers, tag question, question intonation and swear words. All those topics emerged 21 times from 13 conversations and the speech features emerged 99 times. From these findings, it could be ascertained that the participants of the conversations occasionally tended to switch the topic from one to another while they were gossiping and more frequent a topic emerges in a conversation, the higher its chances of having various speech features.keyword : Female, Gossiping, Speech Features, Topics
IMPROVING WRITING COMPETENCY OF THE TENTH GRADE STUDENTS IN SLB/B NEGERI SINGARAJA BY QUANTUM LEARNING INTEGRATED WITH MIND MAPPING TECHNIQUE ., Made Yunita Parmawati; ., Prof. Dr.I Ketut Seken,MA; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3328

Abstract

Tujuan dari penelitian tindakan kelas ini adalah untuk mendeskripsikan aplikasi dari metode Quantum Learning yang diintegrasikan dengan Mind Mapping teknik dalam meningkatkan kompetensi menulis siswa kelas X Sekolah Luar Biasa Bagian B Negeri Singaraja (SLB/B Negeri Singaraja). Tindakan dilakukan dalam 2 tahapan siklus dimana setiap siklus terdiri dari 3 pertemuan, dua pertemuan untuk proses pengajaran dan satu pertemuan untuk pelaksanaan post-test dan kuisioner. Peneliti, tes, dan kuisioner adalah instrumen pengumpulan data pada penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Quantum Learning yang diintegrasikan dengan Mind Mapping teknik dapat meningkatkan kompetensi menulis siswa secara signifikan. Hal ini terbukti dari adanya peningkatan jumlah siswa yang lulus dari indikator ketercapaian dimana semula tidak ada siswa yang lulus (0%) pada pre-observasi, lalu pada siklus 1 terdapat 3 siswa (60%) yang lulus dan pada siklus 2 seluruh siswa ( 5 siswa/ 100%) lulus dari indikator ketercapaian. Sehingga dapat disimpulkan bahwa metode yang diterapkan merupakan solusi yang bagus untuk menangani masalah menulis siswa tunarungu di SLB/B Negeri Singaraja utamanya dalam menulis kalimat Simple Present Tense. Kata Kunci : Quantum Learning, Mind Mapping, Kompetensi Menulis, SLB/B Negeri Singaraja The purpose of this classroom action-based research was to describe the applicability of quantum learning integrated with mind mapping technique in improving the writing competency of the tenth grade students of Sekolah Luar Biasa Bagian B Singaraja (SLB/B Negeri Singaraja). The action was done in 2 cycles in which each cycle consisted of 3 sessions, two sessions for teaching process and one session for administering post test and questionnaire. The researcher, tests and teaching questionnaire were the instrument used to gather the data for this study. The findings indicated that quantum learning implementation in students’ writing activity could significantly improve the students’ writing skill. It was proven that the percentage of students who passed the success indicator from 0% in the preliminary observation was increased from 60% in Cycle 1 to 100% in cycle 2. Therefore, it could be concluded that quantum learning implementation integrated with mind mapping technique was a good method to solve the deaf students’ problems in writing Simple Present Tense sentences.keyword : Quantum Learning, Mind Mapping, Writing Competency, SLB/B Negeri Singaraja
AN ANALYSIS OF FIGURATIVE LANGUAGES USED IN SIMPLE PLAN'S SONG LYRICS IN THE ALBUM ENTITLED "GET YOUR HEART ON!" ., Ni Made Yudi Harsini; ., Prof. Dr.I Ketut Seken,MA; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3330

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan macam-macam majas yang digunakan dalam lirik lagu Simple Plan dan makna yang tersirat berdasarkan penggunaan majas dalam lirik-lirik lagu tersebut. Untuk mengaplikasikan penelitian ini, 13 lagu dalam album Simple Plan yang berjudul “Get Your Heart On!” telah dipilih untuk dianalisis menggunakan teori oleh Laurence Perrine (1982). Rancangan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif diimplementasikan dalam penelitian ini. Penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) terdapat sembilan macam majas yang dipergunakan dalam lirik-lirik lagu Simple Plan dalam album mereka yang berjudul “Get Your Heart On!”, yaitu: Metaphor, Simile, Personification, Overstatement/ Hyperbole, Understatement, Metonymy, Paradox, Symbol dan Verbal Irony; (2) makna yang tersirat dalam penggunaan majas dalam lirik-lirik tersebut sebagian besar berkaitan dengan makna konotatif.Kata Kunci : Majas, Lirik-lirik Lagu, Makna Tersirat. This study aimed to find out the kinds of figurative language used in Simple Plan’s song lyrics and the meaning implied based on the use of figurative language in those lyrics. To administer this study, 13 songs in Simple Plan’s album entitled “Get Your Heart On!” were selected to be analyzed by using Laurence Perrine’s theory (1982). Descriptive design within qualitative approach was implemented in this study. This study reveals: (1) there are nine kinds of figurative language are used in Simple Plan’s song lyrics in their album entitled “Get Your Heart On!”, such as: Metaphor, Simile, Personification, Overstatement/ Hyperbole, Understatement, Metonymy, Paradox, Symbol, and Verbal Irony; (2) the meaning implied based on the use of figurative language in those lyrics mostly deal with connotative meaning.keyword : Figurative Language, Song Lyrics, Meaning Implied.
Indonesian-English Code Mixing Used by Characters in Films Written by Raditya Dika ., I Ketut Agus Widhi Yoga Nugraha; ., Prof. Dr.I Ketut Seken,MA; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3338

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk menganalisis tipe dari campur kode Indonesia-Inggris yang digunakan oleh para karakter dalam film yang ditulis oleh Raditya Dika berdasarkan kerangka klassifikasi Ho (2007). Penelitian ini juga berfokus untuk menganalisis faktor penyebab penggunaan campur kode dalam film. Dalam kerangka klasifikasi Ho, terdapat tujuh tipe campur kode, yaitu (1) huruf alfabet, (2) bentuk pendek, (3) kata benda sesuai, (4) kata leksikal. (5) frasa, (6) kalimat tidak lengkap, dan (7) kalimat lengkap. Penelitian ini menggunakan tiga film yang ditulis oleh Raditya Dika sebagai objek penelitian, dengan judul Kambing Jantan (2009) Cinta Brontosaurus (2013) dan Manusia Setengah Salmon (2013). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 139 bentuk campur kode yang digunakan dalam tiga film yang ditulis oleh Raditya DIka. Berdasarkan kerangka klasifikasi Ho, hasil penelitian mengindikasikan bahwa jenis campur kode yang paling sering digunakan adalah kata leksikal, diikuti oleh frasa, kata benda sesuai, kalimat tidak lengkap, huruf alfabet, dan kalimat lengkap. Sementara itu, jenis campur kode dengan frekuensi penggunaan terkecil adalah bentuk pendek. Terdapat enam faktor yang mempengaruhi penggunaan campur kode oleh karakter dalam film, yaitu (1) kurangnya perbendaharaan kata, (2) domain komunikasi, (3) jarak sosial dan status karakter, (4) situasi komunikasi, (5) martabat karakter, dan (6) tujuan dari interaksi.Kata Kunci : Campur kode, film yang ditulis oleh Raditya Dika, karakter. This study was a descriptive qualitative research, which aimed at investigating the types of Indonesian-English code mixing used by characters in films written by Raditya Dika based on classification framework used by Ho (2007). This study was also concern with analyzing the factors motivating the use of the code mixing. Ho’s classification framework covers seven types of code mixing, namely: (1) letters of alphabet, (2) short forms, (3) proper nouns, (4) lexical words, (5) phrases, (6) incomplete sentences, and (7) single full sentences. This study examined three films written by Raditya Dika as the objects of the study, entitled respectively: Kambing Jantan (2009), Cinta Brontosaurus (2013), and Manusia Setengah Salmon (2013). The result of the study indicated that there were 139 code mixing items used in the three films. Based on Ho’s classification framework, the finding showed the most frequently used code mixing pattern was lexical words, followed by phrases, proper nouns, single full sentence, incomplete sentences, and letters of alphabets. The least frequently used pattern of code mixing was short form. There were six factors to be the causes of code mixing based on Holmes’ (2000) and Napitupulu’s (2010) conceptions, namely: (1) lack of vocabulary, (2) domain of the communication, (3) social distance and status of the characters (4), situation of the communication, (5) prestige of the characters, and (6) goal of interaction.keyword : Code mixing, film written by Raditya Dika, characters.
AN ANALYSIS OF GRAMMATICAL ERRORS IN RECOUNT TEXT WRITTEN BY GRADE-XI STUDENTS OF SMA N 1 SERIRIT IN THE ACADEMIC YEAR 2013/2014 ., Komang Yudi Sulistiani; ., Prof. Dr.I Ketut Seken,MA; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3343

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan penggunaan tata bahasa yang ditulis oleh siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Seririt tahun ajaran 2013/2014. Penelitian ini juga bertujuan untuk menganalisa dan mendeskripsikan penyebab dari kesalahan yang dilakukan siswa. Subyek penelitian ini terdiri dari 32 orang siswa kelas XI IPA 3. Data dikumpulkan melalui pengumpulan teks recount yang ditulis oleh siswa dan hasil wawancara. Hasil dari analisis data menunjukkan bahwa siswa masih melakukan empat jenis kesalahan berhubungan dengan, (1) kesalahan dalam penggunaan kata kerja, (2) kesalahan dalam penggunaan preposisi, (3) kesalahan dalam penggunaan artikel, dan (4) kesalahan dalam penggunaan kata ganti. Total dari seluruh kesalahan yang ditemukan dalam teks recount adalah 716 kesalahan. Sejumlah 512 kesalahan ditemukan dalam penggunaan kata kerja. Sejumlah 112 kesalahan ditemukan dalam penggunaan preposisi. Kesalahan yang ditemukan dalam penggunaan artikel berjumlah 55 kesalahan dan sejumlah 37 kesalahan ditemukan dalam penggunaan kata ganti. Kesalahan-kesalahan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor yakni intralingual transfer (overgeneralisasi, kesalahan dalam memahami konsep, kelalaian dalam penggunaan batasan aturan tata bahasa, dan penggunaan tata bahasa yang tidak lengkap) dan interlingual transfer (pengaruh bahasa pertama). Interlingual transfer merupakan penyebab utama siswa melakukan kesalahan dalam menulis. Jadi dapat disimpulkan bahwa siswa kelas XI IPA 3 SMA Negeri 1 Seririt masih melakukan banyak kesalahan dalam penggunaa kata kerja, kata ganti, preposisi dan artikel.Kata Kunci : kesalahan penggunaan tata bahasa, teks recount dan tulisan This study aimed at analyzing the grammatical errors in writing that were committed by the students of XI IPA at SMA Negeri 1 Seririt in the academic year 2013/2014. This study also analyzed and described the causes of the errors committed by the students. The subjects of this study were 32 students of class XI IPA 3. The data were collected through collecting the students’ recount texts and also interview. The result of analysis showed that the students committed four kinds of errors, namely, (1) errors in the use of verbs, (2) errors in the use of prepositions, (3) errors in the use of articles, and (4) errors in the use of pronouns. The total errors in recount text were 716 errors. A number of 512 errors were found in the students’ use of verbs. A number of 112 errors were found in the students’ use of prepositions. Errors in the use of article were 55 errors and a number of 37 errors were found in the students’ use of pronouns. Those errors occurred because of intralingual transfer (overgeneralization, false concept hypothesized, ignorance of rules restriction, the incomplete application of rules), and interlingual transfer (interference of mother tongue). Interlingual transfer was the most dominant causes the students committed errors in writing. It can be concluded that the students of XI IPA SMA 3 Negeri 1 Seririt still committed lots of errors around the use of verb, pronoun, preposition, and article. keyword : grammatical error, recount text and writing.
AN ANALYSIS OF GRAMMATICAL ERRORS IN RECOUNT TEXT WRITTEN BY GRADE-XI STUDENTS OF SMA N 1 SERIRIT IN THE ACADEMIC YEAR 2013/2014 ., Komang Yudi Sulistiani; ., Prof. Dr.I Ketut Seken,MA; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3344

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan penggunaan tata bahasa yang ditulis oleh siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Seririt tahun ajaran 2013/2014. Penelitian ini juga bertujuan untuk menganalisa dan mendeskripsikan penyebab dari kesalahan yang dilakukan siswa. Subyek penelitian ini terdiri dari 32 orang siswa kelas XI IPA 3. Data dikumpulkan melalui pengumpulan teks recount yang ditulis oleh siswa dan hasil wawancara. Hasil dari analisis data menunjukkan bahwa siswa masih melakukan empat jenis kesalahan berhubungan dengan, (1) kesalahan dalam penggunaan kata kerja, (2) kesalahan dalam penggunaan preposisi, (3) kesalahan dalam penggunaan artikel, dan (4) kesalahan dalam penggunaan kata ganti. Total dari seluruh kesalahan yang ditemukan dalam teks recount adalah 716 kesalahan. Sejumlah 512 kesalahan ditemukan dalam penggunaan kata kerja. Sejumlah 112 kesalahan ditemukan dalam penggunaan preposisi. Kesalahan yang ditemukan dalam penggunaan artikel berjumlah 55 kesalahan dan sejumlah 37 kesalahan ditemukan dalam penggunaan kata ganti. Kesalahan-kesalahan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor yakni intralingual transfer (overgeneralisasi, kesalahan dalam memahami konsep, kelalaian dalam penggunaan batasan aturan tata bahasa, dan penggunaan tata bahasa yang tidak lengkap) dan interlingual transfer (pengaruh bahasa pertama). Interlingual transfer merupakan penyebab utama siswa melakukan kesalahan dalam menulis. Jadi dapat disimpulkan bahwa siswa kelas XI IPA 3 SMA Negeri 1 Seririt masih melakukan banyak kesalahan dalam penggunaa kata kerja, kata ganti, preposisi dan artikel.Kata Kunci : kesalahan penggunaan tata bahasa, teks recount dan tulisan This study aimed at analyzing the grammatical errors in writing that were committed by the students of XI IPA at SMA Negeri 1 Seririt in the academic year 2013/2014. This study also analyzed and described the causes of the errors committed by the students. The subjects of this study were 32 students of class XI IPA 3. The data were collected through collecting the students’ recount texts and also interview. The result of analysis showed that the students committed four kinds of errors, namely, (1) errors in the use of verbs, (2) errors in the use of prepositions, (3) errors in the use of articles, and (4) errors in the use of pronouns. The total errors in recount text were 716 errors. A number of 512 errors were found in the students’ use of verbs. A number of 112 errors were found in the students’ use of prepositions. Errors in the use of article were 55 errors and a number of 37 errors were found in the students’ use of pronouns. Those errors occurred because of intralingual transfer (overgeneralization, false concept hypothesized, ignorance of rules restriction, the incomplete application of rules), and interlingual transfer (interference of mother tongue). Interlingual transfer was the most dominant causes the students committed errors in writing. It can be concluded that the students of XI IPA SMA 3 Negeri 1 Seririt still committed lots of errors around the use of verb, pronoun, preposition, and article. keyword : grammatical error, recount text and writing.
An Analysis of Pidgin English Used by Tourism Police at Lake Beratan Tourism Object, Bali ., Ni Putu Yeni Andriyani; ., Prof. Dr.I Ketut Seken,MA; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3364

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan bentuk, makna, dan fungsi dari Pidgin English yang digunakan oleh Polisi Pariwisata saat berkomunikasi dengan wisatawan berbahasa Inggris. Penelitian ini dilaksanakan di Kawasan Wisata Danau Beratan, Bali. Tiga orang polisi dipilih sebagai subyek penelitian ini berdasarkan beberapa kriteria. Penelitian ini dirancang dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dimana data yang telah dikumpulkan dianalisa secara kualitatif. Peneliti merupakan intrumen yang digunakan dalam penelitian ini. The researcher is an instrument employed in this study. Dua buah alat digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data, yaitu perekam video dan panduan wawancara. Peneliti berperan sebagai non-participant observer dimana data dikumpulkan dengan cara merekam percakapan yang dilakukan oleh para subyek sebanyak 17 kali. Kemudian data ditranskrip dan dianalisa untuk menemukan bentuk, makna, dan fungsi dari Pidgin English. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk dai Pidgin English yang digunakan oleh para polisi menyimpang dari bentuk yang biasa digunakan berkaitan dengan tata bahasa, pelafalan, sintaksis, dan kosa kata. Sementara itu, hasil menunjukkan bahwa makna Pidgin English bersifat ambigu karena tata bahasa menyimpang yang digunakan oleh para polisi. Derdasarkan teori Tighe (2007), fungsi bahasa yang digunakan oleh para polisi saat berkomunikasi dengan wisatawan berbahasa Inggris adalah menyapa, memperkenalkan diri, menanyakan informasi, menanyakan pendapat, memberikan informasi, memberikan petunjuk arah, berterima kasih, dan berpisah. Selain itu, ditemukan juga bahwa polisi yang diteliti juga menggunakan Pidgin English untuk mengungkapkan pujian, penawaran, dan permintaan maaf. Kata Kunci : Pidgin English, Polisi Pariwisata, Bentuk, Makna, Fungsi Bahasa This study was aimed at finding out the forms, meanings, and function of Pidgin English used by the Tourism Police when communicating with the English-speaking tourists. This study was conducted at Lake Beratan Tourism Object, Bali. Three police officers were chosen as the subjects of this study based on a set of criteria. This study was designed by using descriptive qualitative approach in which the data collected were analyzed qualitatively. The researcher is an instrument employed in this study. Two devices were used by the researcher to collect the data, namely video recorder and interview guide. The researcher acted as non-participant observer in which the data were gathered by recording the conversation done by the subjects for 17 times. The data, then, were transcribed and analyzed to find out the form, meaning, and function of Pidgin English. The result of the data analysis showed that the form of Pidgin English used by the police officers was a deviation from what is normally used in terms of grammar, pronunciation, syntax, and vocabulary. Meanwhile, the result shows that the meaning of Pidgin English is ambiguous because of the incorrect grammar used by the police officers. Based on theory from Tighe (2007), the language functions used by the police officers when communicating with the English-speaking tourists are greeting, introducing, asking information, asking opinion, giving information, giving direction, thanking and leave-taking. Besides, it was also found that the police officers under study also used Pidgin English to express praises, offers, and apologizes.keyword : Pidgin English, Tourism Police, Form, Meaning, Language Function.
AN ANALYSIS OF COMMUNICATION STRATEGIES IN EFL TEACHING AND LEARNING AT XI IPA 1 IN SMA NEGERI 1 KUTA UTARA ., Ni Wayan Novita Yuliantari; ., Prof. Dr.I Ketut Seken,MA; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3369

Abstract

Penelitian deskriptif kualitatif ini bertujuan untuk menemukan (1) tipe dari communication strategies yang digunakan oleh guru dan siswa selama proses belajar mengajar Bahasa Inggris, (2) tipe communication strategies yang paling banyak digunakan oleh guru dan siswa, (3) alasan dalam menggunakan communication strategies di proses belajar dan mengajar. Subyek penelitian ini adalah guru Bahasa Inggris dan siswa dari kelas XI IPA 1 di SMA Negeri 1 Kuta Utara. Sementara itu, obyek penelitian adalah communication strategies yang digunakan oleh guru dan siswa selama proses belajar dan mengajar Bahasa Inggris. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa guru menggunakan sembilan tipe dari communication strategies berdasarkan Dornyei’s theory sebagai berikut message abandonment, circumlocution, approximation, use of all-purpose words, prefabricated patterns, non-linguistic signals, literal translation, code switching, dan time-gaining strategy. Sementara itu, ada sebelas tipe dari communication strategies yang digunakan oleh siswa, antara lain message abandonment, topic avoidance, circumlocution , approximation, word coinage, prefabricated patterns, non-linguistic signals, literal translation, code switching, appeal for help, dan time-gaining strategy. Communication strategy yang paling banyak digunakan oleh guru dan siswa adalah code switching dan time-gaining strategy. Ada dua alasan utama guru dalam penggunaan communication strategies yaitu untuk membantu siswa memahami pelajaran dan menghindari kesalahpahaman dalam penguasaan materi. Sementara itu siswa menggunakan communication strategies dikarenakan oleh kesulitan bahasa dan ketakutan untuk membuat kesalahan. Kata Kunci : communication strategies, Dornyei’s theory, EFL This descriptive qualitative study aimed at finding out (1) the types of communication strategies which were used by the teacher and the students during English as Foreign Language (EFL) teaching and learning, (2) the types of communication strategies used most frequently by the teacher and the students, (3) the reasons of using the communication strategies in EFL teaching and learning process. The subjects were the English teacher and the students of XI IPA 1 of SMA Negeri 1 Kuta Utara. Meanwhile, the object of this study was communication strategies used by the teacher and the students during EFL teaching and learning. The results of this study showed that the teacher applied nine types of communication strategies based on Dornyei’s theory, namely, message abandonment, circumlocution, approximation, use of all-purpose words, prefabricated patterns, non-linguistic signals, literal translation, code switching, and time-gaining strategy. Meanwhile, there were eleven types of communication strategies which were used by the students, namely message abandonment, topic avoidance, circumlocution , approximation, word coinage, prefabricated patterns, non-linguistic signals, literal translation, code switching, appeal for help, and time-gaining strategy. The communication strategies that were most frequently used by the teacher and the students, i.e. code switching and time-gaining strategy. There were two main reasons of the teacher using communication strategies, namely in order to help the students to comprehend the lesson and to avoid misunderstanding or misconception. On the other hand the students’ reasons were because of language difficulty and anxiety in making mistakes. keyword : communication strategies, Dornyei’s theory, EFL
Co-Authors ., Anak Agung Istri Sri Wirapatni ., Anak Agung Istri Sri Wirapatni ., Gede Ari Suyasna Putra ., Gede Ari Suyasna Putra ., Gusti Bagus Semara Putra ., Gusti Bagus Semara Putra ., Gusti Komang Sukerti ., Gusti Komang Sukerti ., Gusti Ngurah Nyoman Ariana ., I Gusti Putu Eka Suputra Mahardika ., I Gusti Putu Eka Suputra Mahardika ., I Kadek Gunarsa ., I Kadek Gunarsa ., I Ketut Restu Cahyadiarta ., I Made Dedi Kurniawan ., I Nengah Pasek Budiartika ., I Wayan Bagastana ., Iffatul Muslimah ., Iffatul Muslimah ., Kadek Prajinggo Patrya ., Kadek Prajinggo Patrya ., Kadek Vera Mia Asitari ., Kadek Vera Mia Asitari ., KADEK WAHYUTRIYUNI ., KADEK WAHYUTRIYUNI ., Kadek Windayanti ., Komang Savitri Putri ., Komang Savitri Putri ., Luh Ririn Sukma Dewi ., Luh Ririn Sukma Dewi ., Luh Winda Cipta Pratiwi ., M. Mas Gustrini Dewi ., Md Arini Purnamasari ., Md Arini Purnamasari ., Ni Kadek Warmasari ., Ni Kadek Winda Arianti ., Ni Kadek Winda Arianti ., Ni Luh Putu Wida a ., Ni Luh Putu Wida a ., Ni Made Arisani ., Ni Made Arisani ., Ni Made Dwi Darmetri ., Ni Putu Astri Pradnyandari ., Ni Putu Astri Pradnyandari ., Nurlita Habibah ., Nurlita Habibah ., Pande Ayu Cintya Ningrum ., Pande Ayu Cintya Ningrum ., Pande Nyoman Ita Wulandari ., Pande Nyoman Ita Wulandari ., Prof. Dr. Anak Agung Istri Ngr. Marha ., Prof. Dr.I Ketut Seken, M.A. ., Prof. Dr.I Ketut Seken, M.A. ., PUTU NARITA SARI ., PUTU NARITA SARI ., Putu Nopa ., Putu Nopa Adi Krisna Juniarta Agus Yogi Pranata ., Agus Yogi Pranata Aprilia Purnama Sari Ariyani, Luh Tu Artini, Ni Nyoman Asari, Rahayu Kusuma Widya Astawa, Made Candrika Widya Cahya Kusuma Negara Cahyani, Ni Luh Wiwin Damayanti, Made Regina Miranda Desak Gede Devi Pratami Dewa Komang Tantra Dewa Putu Ramendra Dewi, Luh Lingga Drs. Asril Marjohan,MA . Drs.Gede Batan,MA . Eka Anastasia Wijaya Elly Herliyani Febrin, Sabrina Fitri Adji Rarasati ., Fitri Adji Rarasati Gina Wulandari . Gusti Ayu Putu Diah Permata Sari ., Gusti Ayu Putu Diah Permata Sari Gusti Made, Jyotika Handayani, Made Ari Juli I Gede Bagus Wisnu Bayu Temaja I Gede Budasi I Gede Budasi I Gede Guna Parmanto ., I Gede Guna Parmanto I Gusti Agung Yoga Andika I Gusti Ayu Dwi Parwiti ., I Gusti Ayu Dwi Parwiti I Gusti Ayu Purnamawati I Gusti Made Gari Mahardika . I Ketut Agus Widhi Yoga Nugraha . I Made Mas Indra ., I Made Mas Indra I Nyoman Adi Jaya Putra I Nyoman Pasek Hadisaputra I Putu Ngurah Wage Myartawan I Putu Ngurah Wage Myartwan I Putu Sujana . I Wayan Adi Wiweka . I Wayan Edi Gunawan . I Wayan Landrawan I Wayan Suarnajaya I.G.A. Lokita Purnamika Utami Ida Ayu Ratsitha Dewi ., Ida Ayu Ratsitha Dewi Juliani, Made Dian Julio Saputra, Made Kade Yogi Wirawan ., Kade Yogi Wirawan Kadek Dian Sri Pratiwi . Kadek Sonia Piscayanti Komang Febrinayanti Dantes Komang Yudi Sulistiani . Krisna, Putu Adi Luh Diah Surya Adnyani Luh Putu Artini Luh Putu Artini Luh Putu Ayu Novita Dewi ., Luh Putu Ayu Novita Dewi Luh Simariani M.L.S ., Dr.Sudirman, M.L.S M.Pd ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd., M.Pd Made Arya Putri Agung Indhira . Made Metha Suadnyani ., Made Metha Suadnyani Made Yunita Parmawati . Mahanjendra, Pande Gede Baba Maharani, Dewa Ayu Asti Maharani, Made Diva Maria Yuliana Geofany Mas Arya Suwardana . Muhamad Nur Huda Ni Ketut Ayu Wiranti Ni Ketut Sari Adnyani Ni Komang Arie Suwastini Ni Komang Suciati Ni Luh Anggun Wisma Yanthi . Ni Luh Putu Eka Sulistia Dewi Ni Made Ari Wiryastini ., Ni Made Ari Wiryastini Ni Made Ratminingsih Ni Made Yudi Harsini . Ni Nyoman Ana Yulia Putri Ni Nyoman Manik Puspita . Ni Putu Ana Agusthini . Ni Putu Astiti Pratiwi Ni Putu Ria Tirana Surastiani . Ni Putu Wahyuni Ni Putu Yeni Andriyani . Ni Wayan Monik Rismadewi Ni Wayan Novita Yuliantari . Nugraha, Rama Urif Sukma Nyoman Karina Wedhanti Pande Made Dharma Sanjaya Pebri Ariati Ni Putu . Pradana, Wayan Radita Yuda Pradnyana, I Ketut Putra Pradnyani, Pande Eka Putri Prof. Dr. Anak Agung Istri Ngr. Marha . Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA . Prof. Dr.I Ketut Seken,MA . Putu Adi Krisna Juniarta Putu Eka Dambayana Suputra Putu Kerti Nitiasih Putu Novi Permata Sari . Rasidi, Sulaiman Rewa, Gde Arys Bayu Sabrina Febrin Saitri, I Gusti Ayu Ditha Saputra, I Nyoman Pasek Hadi Sari, Aprilia Purnama Sasmitha, Ketut Aya Setiawan, I Nengah Adi Sitangsu, Ni Luh Manik Santi Devi Sukma, I Made Gunawan Adi Sumadi, Gde Dody Supariani, Ni Ketut Lilis Ayu Swandewi, Komang Sri Trisnayanti, Ni Luh Putu Devi Utami, I. G. A. Lokita Purnamika Wahyudi, Shafa Warmadewi, Putu Sri Widiawati, Putu Shela Wulandari, Putu Indah Yasa, Gede Amerta