p-Index From 2021 - 2026
7.059
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan PRASI: Jurnal Bahasa, Seni, dan Pengajarannya Lingua Scientia Journal Language and Education Journal Jurnal Penelitian dan Pengembangan Sains dan Humaniora (JPPSH) Jurnal IKA Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris Jurnal Pendidikan Indonesia Jurnal Komunikasi Hukum Indonesian Journal of Disability Studies IDEAS: Journal on English Language Teaching and Learning, Linguistics and Literature JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Journal of Educational Research and Evaluation International Journal of Language and Literature International Journal of Social Science and Business PROJECT (Professional Journal of English Education) J-REaLL Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Journal of Humanities, Social Science, Public Administration and Management (HUSOCPUMENT) The Art of Teaching English as a Foreign Language (TATEFL) Journal of English Language and Education Linguistics Initiative Journal of Educational Study Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Media Ganesha FHIS (P2MMGFHIS) Jurnal Penelitan Mahasiswa Indonesia Litera Kultura Indonesian Journal Of Educational Research and Review Edu Society: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sosial dan Pengabdian Kepada Masyarakat Yavana Bhasha: Journal of English Language Education Innovative: Journal Of Social Science Research TOFEDU: The Future of Education Journal IJLHE: International Journal of Language, Humanities, and Education JIS Siwirabuda (Jurnal Ilmiah Sains Sosial, Kewirausahaan dan Kebudayaan)
Claim Missing Document
Check
Articles

EMPOWERING DIFFERENTIATED INSTRUCTION IN TEACHING ENGLISH LITERACY FOR STUDENTS OF SPLIT CLASS IN NBBS ., Made Arya Putri Agung Indhira; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.4875

Abstract

Tantangan yang dihadapi oleh para guru di Indonesia saat ini adalah prestasi siswa yang rendah dalam bahasa Inggris. Banyak guru sering mengeluh tentang bagaimana cara terbaik untuk mengajar siswa agar mereka mampu meningkatkan prestasi siswa serta motivasi mereka untuk belajar bahasa Inggris. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan di sekolah-sekolah di Singaraja, guru-guru masih mengajar dengan menggunakan metode tradisional di mana semua siswa di kelas diajarkan menggunakan teknik yang sama meskipun mereka mengajar dalam kondisi kelas yang heterogen, dimana siswa di dalam kelas memiliki kemampuan dan latar belakang yang berbeda. Akibatnya, siswa yang memiliki kemampuan yang baik dipaksa untuk mengikuti siswa yang memiliki kemampuan yang kurang, begitu pula sebaliknya untuk mengikuti materi yang sama yang diberikan oleh guru. Sebagai hasil, para siswa cenderung bosan dalam mengikuti pelajaran. Penelitian ini dimaksudkan untuk menggambarkan bagaimana Differentiated Instruction dilaksanakan di dalam kelas untuk membantu setiap siswa di kelas untuk mengembangkan diri dalam potensi penuh mereka. Penelitian ini dilakukan di North Bali Bilingual School untuk kelas gabungan di kelas 3 dan kelas 4 sejak Desember 2014. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif melalui analisis data triangulasi dimana peneliti bertindak sebagai instrumen utama penelitian. Penelitian ini dilakukan di North Bali Bilingual School yang terletak di Panji, Singaraja. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas gabungan di kelas 3 dan 4. Hasil penelitian menyatakan bahwa Differentiated Instruction mampu meningkatkan literasi Bahasa Inggris siswa dan setiap siswa di kelas sangat menikmati waktu mereka di kelas.Kata Kunci : differentiated instruction, kelas gabungan, literasi The challenge faced by teachers in Indonesia nowadays is low achievement in English. Many teachers are frequently complaint on how to best teach students in order they are able to improve students’ achievement as well as their motivation to learn English. Based on observations conducted in schools in Singaraja, teachers still teach their students using traditional method where all students in the classroom are taught using the same techniques despite the heterogeneous condition of the students in the classroom. As the result, students who are better are dragged down and those who are down are dragged up in order to follow the same material given by the teacher. As the results, the students are mostly bored or struggling to follow the lesson. This paper is intended to describe how differentiated instruction implemented in the classroom in order to help every student in the classroom develop themselves in their full potentials. The study was conducted in NBBS School for grade 3 and 4 split class since December 2014. This study was a descriptive qualitative study through a triangulation data analysis where the researcher acted as the main instrument of the study. The setting of this study in North Bali Bilingual School which is located in Panji, Singaraja. The subject of this study was the students of split class in grade 3 and 4. The result of the study stated that the differentiated instruction is very powerful to increase students’ English literacy and every student enjoys his/her time in the classroom.keyword : differentiated instruction, split class, literacy
INNOVATIVE COOPERATIVE TASK FOR ACCELERATING VOCABULARY ACHIEVEMENT OF THE SECOND GRADERS OF NBBS ., Kadek Dian Sri Pratiwi; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.4876

Abstract

Bahasa Inggris dianggap sebagai bahasa asing di Indonesia dan mulai diperkenalkan sejak sekolah dasar. Namun, prestasi Bahasa Inggris siswa masih sangat rendah dan ini disebabkan oleh kurangnya pengetahuan kosakata yang dimiliki siswa. Banyak guru Bahasa Inggris di sekolah dasar masih menghadapi masalah tentang bagaimana mengajar Bahasa Inggris yang inovatif dalam rangka meningkatkan prestasi kosakata siswa. Salah satu teknik untuk meningkatkan kosa kata siswa adalah dengan menggunakan teknik Cooperative Task yang inovatif yang dilakukan untuk mempercepat pencapaian kosakata siswa. Penelitian ini dimaksudkan untuk mendeskripsikan tentang pelaksanaan Cooperative Task yang inovatif dalam mempercepat pencapaian kosakata siswa kelas dua di North Bali Bilingual School. Ada beberapa jenis Cooperative Task yang dilaksanakan di sekolah ini, dan ditemukan bahwa pelaksanaan Cooperative Task di North Bali Bilingual School (NBBS) sangat efektif dalam meningkatkan prestasi kosakata siswa. Tidak hanya itu, antusias siswa dan motivasi siswa sangat mendukung dalam pelaksanaan teknik ini, sehingga mereka sangat tertarik untuk belajar bahasa Inggris di sekolah. Penelitian ini merupakan hasil penelitian deskriptif kualitatif yang dilakukan terhadap siswa kelas dua di North Bali Bilingual School (NBBS). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas dua, para guru, dan kepala sekolah dari North Bali Bilingual School (NBBS). Penelitian ini akan dikumpulkan dengan dua metode,yaitu metode observasi dan metode wawancara. Kata Kunci : Innovative cooperative tasks, Vocabulary achievement English is considered as a foreign language in Indonesia and started to be introduced since elementary school. However, students’ English achievement was still very low and this was assumed to be caused by lack of vocabulary knowledge of the students. Many English teachers in elementary school still faced problem on how to teach English innovatively in order to improve student’s vocabulary achievement. One of the techniques used was innovative cooperative tasks which were conducted for accelerating the student’ vocabulary achievement. This study is therefore, intended to describe about the implementation of innovative cooperative task for accelerating vocabulary achievement for the second grade students of North Bali Bilingual School (NBBS). The cooperative tasks were assigned of several kinds and all were found very effectively improved the students’ vocabulary achievement. Not only that, the students’ enthusiasm and motivations were clearly boosted and they were highly interested to study English in the school. The paper was the result of qualitative descriptive research which was conducted toward the second grade students in North Bali Bilingual School. The subject of this research was the second grade students, the teachers and the principal of North Bali Bilingual School (NBBS). This study was collected by two methods, such as observation method and interview method. keyword : Innovative cooperative tasks, Vocabulary achievement.
AN ANALYSIS OF THE RELEVANCE OF INSTRUCTIONAL MATERIALS AND THE TYPE OF TEACHING STRATEGIES USED FOR READING 3 COURSE IN ENGLISH EDUCATION DEPARTMENT ., I Gusti Ayu Dwi Parwiti; ., Dra. Luh Putu Artini, MA., Ph.D.; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.5304

Abstract

This research was conducted to analyze the relevance of instructional materials and the types of teaching strategies used for Reading 3 course in English Education Department. The purpose was to find the data about the syllabus used by the lecturers and its development and analyze the relevance of the instructional materials used in Reading 3 course with the syllabus, the type of teaching strategies employed by the lecturer in teaching Reading 3 course, and the students perception about the material development and teaching strategies used in Reading 3 course. The subjects of the study were the lecturer and students in Reading 3 course of English Education Department, Ganesha University of Education. This research was a descriptive qualitative research which was utilizing checklist and questionnaires. The data collected from the lecturers and expert judges’ checklist, as well as lecturers and students’ questionnaire. The data obtained were descriptively analyzed. The findings of the research showed Reading 3 syllabus was not optimally prepared by each lecturer at English Education Department that was obtained from the questionnaire filled out by the lecturers and the result of Focus Group Discussion with the students. Then, the relevance of Instructional Materials and the Reading 3 syllabus was said “Not Relevant” to be used as learning resource for English Education Department students. In teaching strategy, there were 5 teaching strategies which were used frequently in Reading 3 course namely Direct Instructions, Discussion, Small Group Work, Cooperative Group, and Using Inquiry Based Learning. Based on focus group discussion there was no clear focus on learning objectives and skills to be achieved in the Reading 3 course.keyword : reading skill, early advanced level, instructional material, relevance material, and teaching strategies.
An Analysis of Character Values Inserted in Student English Textbook Curriculum 2013 for Grade X Semester 1 ., Kade Yogi Wirawan; ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd., M.Pd; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.5374

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi nilai-nilai karakter dan (2) menganalisa strategi-stretegi yang digunakan untuk menyisipkan nili-nilai karakter tersebut pada Buku Siswa Pelajaran Bahasa Inggris Kurikulum 2013 Kelas X Semester 1. Penelitian ini didisain secara kualitatif menggunakan studi dokumen atau analisa isi. Data penelitian dikumpulkan melalui identifikasi, kategorisasi dan deskripsi dengan peneliti sebagai instrumen kunci. Validasi data didapatkan melalui triangulasi teori. Temuan menunjukkan terdapat 15 nilai-nilai karakter yang disisipkan pada Buku Siswa Pelajaran Bahasa Inggris Kurikulum 2013 Kelas X Semester 1 yaitu kejujuran, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatifitas, kemandirian, rasa ingin tahu, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat/komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial dan tanggung jawab. Strategi-strategi yang digunakan untuk menyisipkan mereka adalah (1) menggunakan cerita sebagai instrumen pengajaran, (2) melibatkan orang tua dalam pembelajaran, (3) pertemuan atau diskusi kelas, (4) menggunakan strategi pembelajaran kooperatif, (5) mengajar untuk ketertarikan siswa, (6) memberikan PR, dan (7) bermain peran.Kata Kunci : nilai-nilai karakter, strategi, buku pelajaran This study aimed at (1) identifying the character values inserted and (2) analyzing the strategies to insert the character values in the Student English Textbook Curriculum 2013 for Grade X Semester 1. This study was designed qualitatively using document study or content analysis design. The data were collected through identification, categorization and description with the researcher as the key instrument. The data validation was gained through theory triangulation. The findings showed that there were fifteen character values inserted in Student English Textbook Curriculum 2013 for Grade X Semester 1 namely honesty, tolerance, discipline, hard work, creativity, independence, curiosity, patriotism, achievement respect, friendliness/ communicativeness, peace love, reading habit, environmental care, social care and responsibility. The strategies used to insert them were (1) using story as the teaching instrument, (2) involving parents in learning task, (3) class meeting or discussion, (4) using cooperative learning strategies, (5) teaching for students’ interest, (6) giving homework, and (7) role play.keyword : character values, strategies, textbook
an analysis of instructional material and the types of strategies that used for reading 2 course in english education department ., I Wayan Edi Gunawan; ., Dra. Luh Putu Artini, MA., Ph.D.; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.5457

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk menganalisis relevansi bahan ajar dan jenis strategi pengajaran yang digunakan untuk Membaca 2 kursus dalam bahasa Inggris Departemen Pendidikan. Subyek penelitian ini adalah siswa yang telah diambil Membaca 2 kursus dan dosen yang telah mengajar Reading 2Course dalam bahasa Inggris Departemen Pendidikan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang memanfaatkan checklist dan kuesioner. Data yang dikumpulkan dari para juri ahli 'checklist, serta kuesioner dosen dan checklist, dan juga siswa diskusi kuesioner dan focus group. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Temuan penelitian menunjukkan relevansi Bahan Ajar dan Reading 2 silabus dikatakan "Sedikit relevan" untuk digunakan sebagai sumber belajar bahasa Inggris Departemen Pendidikan siswa. Hal ini menunjukkan bahwa semua ahli memilih lebih dari 46% dari kriteria yang telah dicapai. Strategi pengajaran yang sering digunakan di Reading 2 saja wereDiscussion dan Instruksi Langsung. Hasil kuesioner dan diskusi kelompok terfokus dengan siswa dari 9 kelas yang berbeda menunjukkan fokus yang berbeda dari tujuan pembelajaran yang diperoleh oleh siswa dari setiap kelas karena perbedaan materi pembelajaran yang diberikan oleh dosen. Penggunaan strategi pengajaran yang juga tidak memenuhi kriteria pelajar dewasa ini gagal untuk mendorong motivasi siswa belajar. Kata Kunci : Kata kunci: keterampilan membaca, pembaca menengah, bahan ajar, bahan relevansi, dan strategi pengajaran. ABSTRACT This study was a descriptive qualitative research which aimed to analyze the relevance of instructional materials and the type of teaching strategies used for Reading 2 course in English Education Department. The purpose was to describe the relevance of the syllabus and instructional materials, as well as the quality of these learning materials, and to find out the students perception of Reading 2 course. The subjects of this research were the students who have taken Reading 2 course and the lecturer who have taught Reading 2 Course in English Education Department. This research was a descriptive qualitative research which was utilizing checklist and questionnaire. The data collected from the expert judges’ checklist, as well as lecturer questionnaire and checklist, and also students’ questionnaire and focus group discussion. The data obtained were descriptively analyzed. The finding of the research showed the relevance of Instructional Materials and the Reading 2 syllabus was said “Slightly Relevant” to be used as learning resource for English Education Department students. It showed that all experts choose more than 46% of criteria which had been reached. The teaching strategies that used frequently in Reading 2 course wasDirect Instruction. The questionnaire result and the focus group discussion with the students from 9 different classes showed different focus of learning objectives acquired by the students of each classes due to the differences of the learning material provided by the lecturer. The use of teaching strategies which also did not meet the criteria of adult learners was failed to encourage students’ motivation of learning. keyword : Keywords: reading skill, intermediate reader, instructional materials, relevance materials, and teaching strategies.
ANALYZING METHODS OF TEACHING MICROTEACHING COURSE TO TEACH SENIOR HIGH SCHOOL STUDENTS FOR ENGLISH EDUCATION DEPARTMENTS IN BALI ., Made Metha Suadnyani; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.5461

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis masalah dan kebutuhan yang dihadapi oleh dosen mata kuliah Microteaching. Selain itu, metode mengajar, pendekatan, dan teknik dalam mata kuliah ini berdasarkan Kurikulum 2013 juga dianalisis. Penelitian ini adalah bagian dari sebuah penelitian yang lebih besar yang menggunakan model instruksi yang dikembangkan oleh Dick dan Carrey. Karena penelitian ini hanya menganalisa, instrumen yang digunakan adalah kuesioner dan panduan wawancara. Subjek penelitian ini adalah dosen Microteaching di Bali Untuk masalah dan kebutuhan dalam mata kuliah Microteaching, para responden menyatakan adanya masalah dan kebutuhan yang menyangkut ketersediaan materi dan media yang sesuai dengan Kurikulum 2013. Pendekatan yang dipilih oleh responden adalah konstruktivisme yang merupakan pembentukan pengetahuan oleh siswa dan humanisme yang merupakan pembelajaran oleh siswa sebagai manusia serta pandangan interaksional dan fungsional. Ada empat belas metode yang dianalisa. Menurut para responden, metode-metode yang telah disebutkan di atas dapat digunakan untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran secara khusus. Untuk membuka pelajaran, metode yang paling cocok adalah problem-based, project-based, dan CLT. Untuk melaksanakan kegiatan inti, metode yang cocok adalah CLT, problem-based, dan inquiry-based learning. Untuk menutup pelajaran, metode tercocok adalah CLT. Teknik mengajar Microteaching yang sesuai adalah teknik kedua yang terdiri dari dari pemberian input, praktik, dan sesi pre-microteaching. Pada akhirnya, hasil akhir dari penelitian ini bisa dijadikan referensi bagi dosen mata kuliah Microteaching.Kata Kunci : Kurikulum 2013, metode pembelajaran, pendekatan pembelajaran, mata kuliah Microteaching, teknik Microteaching. This research aimed at analyzing the problems and needs of Microteaching course that were encountered by Microteaching course lecturers. Besides, the appropriate Microteaching course learning methods, approaches, and techniques according to Curriculum 2013 were also analyzed. This research was a part of a bigger research that was using the instructional model of Dick and Carrey. Since this research only aimed to analyze, the instruments were questionnaire sheet and an interview guide. The research subject was Mircoteaching lecturers in Bali. As for the problems and needs, respondent stated that the problems were about the unavailable material and media relevant to Curriculum 2013. The approaches were constructivism meaning the construction of student's own knowledge and humanism meaning students as human being and also interactional view and fungsional view. There are fourteen methods in the course. According to the respondents, those methods were appropriate to be used in certain activities in a lesson. For opening a lesson, the most appropriate methods are problem-based, project-based, and CLT. For conducting the whilst-activity, the appropriate methods are CLT, problem-based, and inquiry-based learning. In closing a lesson the most appropriate method is CLT. The cycle chosen by the respondents was the second cycle that consists of giving input, practice, and pre-microteaching session. The end result is expected to be a reference to Microteaching course lecturers to be able to conduct the course appropriately.keyword : Curriculum 2013, learning approach, learning method, Microteaching course, Microteaching technique.
Developing Assessment Instrument for Microteaching Course to EED for Universities in Bali ., Fitri Adji Rarasati; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.5466

Abstract

Jumlah mahasiswa jurusan Pendidikan Bahasa Inggris dari tahun ke tahun terus bertambah. Mahasiswa tersebut disiapkan untuk menjadi guru Bahasa Inggris yang terampil dalam mengajar. Agar mampu menjadi alumni yang terampil, mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris perlu mensimulasikan seluruh keterampilan Pengajaran Mikro pada mata kuliah Pengajaran Mikro. Namun, jurusan Pendidikan Bahasa Inggris masih kekurangan tenaga dosen Pengajaran Mikro yang professional. Mengingat mata kuliah Pengajaran Mikro itu sifatnya kompleks maka diperlukan alat penilaian yang mumpuni. Namun, banyak dosen merasa bingung dengan sistim penilaian yang digunakan dalam kurikulum saat ini karena perubahan kurikulum. Maka dari itu, artikel ini dimaksudkan untuk menciptakan alat penilaian yang digunakan pada mata kuliah Pengajaran Mikro di Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris yang ada pada universitas-universitas di Bali. Penelitian ini mengunakan rancangan R&D dimana akan dihasilkannya suatu produk yang berbentuk alat penilaian. Subyek dari penelitian ini adalah para ahli pengajaran Bahasa Inggris dan 9 dosen Pengajaran Mikro pada Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris di universitas-universitas di Bali. Hasil penelitian ini adalah berupa 12 alat penilaian yang perlu dikembangkan yang meliputi lembar penilaian untuk penilaian kinerja, evaluasi diri, penilaian teman sejawat, catatan anekdot, tes tulis, lembar observasi untuk diskusi siswa, tanya jawab, kinerja wicara, daftar cek, skala penilaian, tugas, hasil dan portofolio. Semua alat penilaian ini dianggap sebagai alat penilaian yang sangat relevan untuk menilai siswa didalam mata kuliah Pengajaran Mikro.Kata Kunci : Mata kuliah Pengajaran Mikro, instrumen penelitian, Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris Year by year, there are an increasing number of English Education Department students in which they are planned to be skilful English teachers in the future. In order to create a skilful alumna, the students of English Education Department need to practice all teaching skills in Microteaching course. However, the department still has lack number of professional Microteaching lecturers. Considering that Microteaching course is a concrete one, therefore a reliable assessment instrument is badly needed. But, many lecturers are confused with the assessment used in the curriculum right now due to the changes of the curriculum. This paper is, therefore, intended to develop assessment instrument used in Microteaching course to English Education Department for universities in Bali. The study was part of a bigger study conducted at English Education Department in Bali. This study used R&D design in which it will produce a product in the form of assessment instrument. The subjects of this study are English learning expert and 9 Microteaching lecturers of English Education Department in Bali. The result has showed that there are 12 assessment instruments which need to be developed including; observation sheet on performance assessment, self assessment, peer assessment, anecdotal record, written test, observation sheet toward students’ discussion, Q&A, oral performance, checklist, rating scale, project, product, and portfolio. All assessment instruments were categorized as a very relevant assessment instrument to assess students in Microteaching course. keyword : Microteaching course, assessment instrument, English Education Department
ANALYZING METHODS OF TEACHING MICROTEACHING COURSE TO UNIVERSITIES FOR ENGLISH EDUCATION DEPARTMENTS IN BALI ., Gusti Ayu Putu Diah Permata Sari; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.5751

Abstract

Penelitian ini membahas tentang pendekatan pembelajaran, metode pembelajaran, dan teknik pembelajaran. Untuk mendapatkan data, peneliti menggunakan model penelitian Dick dan Carrey sebagai prosedur penelitian. Ada tiga pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini meliputi teori bahasa dan pembelajaran bahasa, teori konstruktivisme, dan teori humanisme. Sementara itu, tersedia sebelas metode pembelajaran menurut beberapa ahli microteaching. Terakhir peneliti menjelaskan dua siklus yang dapat digunakan dalam pembelajaran microteaching. Penelitian ini bekerja di bawah kombinasi pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Pendekatan kualitatif diterapkan dalam tahap pertama dan kedua. Tahap pertama adalah pembukaan, dan tahap kedua adalah pembuatan kunci jawaban dan pengembangan model pembelajaran. Pendekatan kuantitatif digunakan saat memvalidasi model pembelajaran divalidasi melalui pengujian empiris, tes yang berarti untuk melakukan model dalam situasi nyata. Subjek penelitian ini merupakan ahli pembelajaran microteaching yang tersebar di seluruh Bali. Peneliti menggunakan dua jenis instrumen yaitu angket dan pedoman wawancara. Instrumen tersebut didistribusikan ke semua subjek dan dianalisis menggunakan teknik interpretasi dan teknik triangulasi untuk mendapatkan hasil penelitian. Hasil kuesioner akan ditunjukkan dalam penelitian ini dan dalam buku panduan. Pada akhir proses, buku panduan akan didistribusikan ke dosen pengempu mata kuliah microteaching. Buku panduan membantu dosen microteaching untuk mengajar kelas microteaching. Selain itu, mahasiswa akan siap untuk mengajar di kehidupan nyata sesuai dengan Kurikulum 2013.Kata Kunci : Kurikulum 2013, buku panduan, Microteaching. This research discussed about approach, learning method, and learning technique. There were three approach showed in this research including theory of language and language learning, constructivism theory, and humanism theory. Meanwhile, there were eleventh learning methods presented in this research according to the expert. The researcher also explained two cycles in microteaching course. In order to getting the data, the researcher used Dick and Carrey as the research procedures. This study works under the combination of qualitative and quantitative approach. Qualitative approach was applied in the first and second phase. The first phase was the opening, and the second phase was the making of key answer and the development of learning model. The quantitative approach was used when validating the learning model was validated through empirical test, a test that means to conduct the model in real situation. The subject of this research is microteaching course experts in Bali. The researcher used two kinds of instrument namely questionnaire and interview guide. Those instruments distributed to all subject and analyzed used interpretation, triangulation technique, in form of triangulation method and source to get the result. The result of questionnaire would be showed in this research and manual book. In the end of the process, the learning manual distributed to all microteaching lecturer. The manual book helped the microteaching lecturer to teach the microteaching course. In addition, the student would be ready to teach in the real life according to Curriculum 2013.keyword : Curriculum 2013, learning manual, Microteaching.
An Evaluation Study of Scientific Approach in English Language Teaching at Grades VII in SMP Negeri 2 Singaraja ., I Gede Guna Parmanto; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.; ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.6088

Abstract

The study aimed to (1) evaluate the implementation of scientific approach in the seventh grade performed by the English teachers at SMP Negeri 2 Singaraja, and (2) find out the problems that appeared during the implementation of scientific approach in seventh grade English teachers of SMP Negeri 2 Singaraja. The subjects of this study were two English teachers of the seventh grade at SMP Negeri 2 Singaraja. This study employed evaluation study using CIPP model. This study evaluated the implementation of scientific approach in forms of context and process. The techniques for collecting data were observation and interview. The result of the data showed that context evaluation was relevant to the lesson plan components in curriculum 2013. Meanwhile, in form of the process, both of the teachers conducted the relevant learning activities using scientific approach. But, it was not relevant to the lesson plan that they had arranged. The problems that were encountered by the teachers are in making assessment and inserting activity when they designed the lesson plan using scientific approach. In the implementation, encouraging students to ask questions and the limitation of times become problems in teaching and learning process using scientific approach. keyword : Curriculum 2013, Scientific Approach, Evaluation
Improving Speaking Competency of the Eleventh Grade AP1 (Hotel Accommodation Program 1) Students at SMK Negeri 4 Bangli by Using Project-Based Learning ., Luh Putu Ayu Novita Dewi; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.; ., Dr.Sudirman, M.L.S
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.6101

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Inggris siswa kelas XI AP1 di SMK Negeri 4 Bangli dengan menggunakan pembelajaran berbasis proyek sebagai pendekatan pembelajaran. Subjek dari penelitian ini adalah kelas XI AP1 dengan jumlah 25 siswa. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan kelas (PTK) dan diselesaikan dengan dua siklus. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dengan menggunakan pembelajaran berbasis proyek sebagai pendekatan pembelajaran dapat meningkatakan kemampuan siswa dalam berbicara bahasa Inggris siswa XI AP1 SMK Negeri 4 Bangli. Hasil Post-Test 2 menunjukkan bahwa nilai rata-rata yang diperoleh siswa XI AP1 berjumlah 80. Sedangkan pada test awal (pre-test) nilai rata-rata yang diperoleh siswa kelas XI AP1 69. Presentase jumlah murid yang lulus juga meningkat dari 28% menjadi 68%. Hasil dari presentase kelulusan yang diperoleh dari post-test 2 dengan jumlah 100% sudah melebihi dari target yang ditetapkan dengan jumlah 75%. Hasil kuesioner juga menunjukkan bahwa siswa memberikan kesan positif terhadap pembelajaran bahasa Inggris dengan menggunakan pembelajaran berbasis proyek sebgai pendekatan pembelajaran. Pembelajaran bahasa Inggis dengan menggunakan pembelajaran berbasis proyek dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam berbicara bahasa Inggris. Kata Kunci : Kata kunci: Pembelajaran berbasis proyek, kemampuan berbicara This study aimed at improving speaking competency of the eleventh grade AP1 students at SMK Negeri 4 Bangli by using project-based learning as learning approach. The subjects of this study were the eleventh grade AP1 students of SMK Negeri 4 Bangli which consisted 25 students. The study was conducted by following the action research procedures and it was completed in two cycles. The result of the study showed that speaking competency of the eleventh grade AP1 could be improved by using project-based learning. The result of post-test 2 proved that the students’ mean score was 80 which significantly improved from the pre-test result that was 69. The class percentage of the students passing the test was 100% which was beyond the expected target which was 75%. Based on the questionnaire result, the students also had positive response towards the implementation of project-based learning approach. The result showed that learning English using project-based learning could improve their speaking competency in terms of fluency, pronunciation, grammar, and vocabulary. keyword : Keywords: Project-based learning, speaking competency
Co-Authors ., Anak Agung Istri Sri Wirapatni ., Anak Agung Istri Sri Wirapatni ., Gede Ari Suyasna Putra ., Gede Ari Suyasna Putra ., Gusti Bagus Semara Putra ., Gusti Bagus Semara Putra ., Gusti Komang Sukerti ., Gusti Komang Sukerti ., Gusti Ngurah Nyoman Ariana ., I Gusti Putu Eka Suputra Mahardika ., I Gusti Putu Eka Suputra Mahardika ., I Kadek Gunarsa ., I Kadek Gunarsa ., I Ketut Restu Cahyadiarta ., I Made Dedi Kurniawan ., I Nengah Pasek Budiartika ., I Wayan Bagastana ., Iffatul Muslimah ., Iffatul Muslimah ., Kadek Prajinggo Patrya ., Kadek Prajinggo Patrya ., Kadek Vera Mia Asitari ., Kadek Vera Mia Asitari ., KADEK WAHYUTRIYUNI ., KADEK WAHYUTRIYUNI ., Kadek Windayanti ., Komang Savitri Putri ., Komang Savitri Putri ., Luh Ririn Sukma Dewi ., Luh Ririn Sukma Dewi ., Luh Winda Cipta Pratiwi ., M. Mas Gustrini Dewi ., Md Arini Purnamasari ., Md Arini Purnamasari ., Ni Kadek Warmasari ., Ni Kadek Winda Arianti ., Ni Kadek Winda Arianti ., Ni Luh Putu Wida a ., Ni Luh Putu Wida a ., Ni Made Arisani ., Ni Made Arisani ., Ni Made Dwi Darmetri ., Ni Putu Astri Pradnyandari ., Ni Putu Astri Pradnyandari ., Nurlita Habibah ., Nurlita Habibah ., Pande Ayu Cintya Ningrum ., Pande Ayu Cintya Ningrum ., Pande Nyoman Ita Wulandari ., Pande Nyoman Ita Wulandari ., Prof. Dr. Anak Agung Istri Ngr. Marha ., Prof. Dr.I Ketut Seken, M.A. ., Prof. Dr.I Ketut Seken, M.A. ., PUTU NARITA SARI ., PUTU NARITA SARI ., Putu Nopa ., Putu Nopa Adi Krisna Juniarta Agus Yogi Pranata ., Agus Yogi Pranata Aprilia Purnama Sari Ariyani, Luh Tu Artini, Ni Nyoman Asari, Rahayu Kusuma Widya Astawa, Made Candrika Widya Ayu Agustini, Ni Komang Cahya Kusuma Negara Cahyani, Ni Luh Wiwin Damayanti, Made Regina Miranda Desak Gede Devi Pratami Dewa Komang Tantra Dewa Putu Ramendra Dewi, Luh Lingga Drs. Asril Marjohan,MA . Drs.Gede Batan,MA . Eka Anastasia Wijaya Elly Herliyani Febrianta, Komang Panji Febrin, Sabrina Fitri Adji Rarasati ., Fitri Adji Rarasati Gina Wulandari . Gusti Ayu Putu Diah Permata Sari ., Gusti Ayu Putu Diah Permata Sari Gusti Made, Jyotika Handayani, Made Ari Juli I Gede Bagus Wisnu Bayu Temaja I Gede Budasi I Gede Budasi I Gede Guna Parmanto ., I Gede Guna Parmanto I Gede Yudi Wisnawa I Gusti Agung Yoga Andika I Gusti Ayu Dwi Parwiti ., I Gusti Ayu Dwi Parwiti I Gusti Ayu Purnamawati I Gusti Made Gari Mahardika . I Ketut Agus Widhi Yoga Nugraha . I Made Mas Indra ., I Made Mas Indra I Nyoman Adi Jaya Putra I Nyoman Pasek Hadisaputra I Putu Ngurah Wage Myartawan I Putu Ngurah Wage Myartwan I Putu Sujana . I Wayan Adi Wiweka . I Wayan Edi Gunawan . I Wayan Gunawan, I Wayan I Wayan Landrawan I Wayan Suarnajaya I.G.A. Lokita Purnamika Utami Ida Ayu Ratsitha Dewi ., Ida Ayu Ratsitha Dewi Juliani, Made Dian Julio Saputra, Made Kade Yogi Wirawan ., Kade Yogi Wirawan Kadek Dian Sri Pratiwi . Kadek Sonia Piscayanti Komang Febrinayanti Dantes Komang Yudi Sulistiani . Krisna, Putu Adi Krisnangga Nayotama, Putu Ararya Luh Diah Surya Adnyani Luh Putu Artini Luh Putu Artini Luh Putu Ayu Novita Dewi ., Luh Putu Ayu Novita Dewi Luh Simariani M.L.S ., Dr.Sudirman, M.L.S M.Pd ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd., M.Pd Made Arya Putri Agung Indhira . Made Metha Suadnyani ., Made Metha Suadnyani Made Yunita Parmawati . Mahanjendra, Pande Gede Baba Maharani, Dewa Ayu Asti Maharani, Made Diva Maria Yuliana Geofany Mas Arya Suwardana . Muhamad Nur Huda Ni Ketut Ayu Wiranti Ni Ketut Sari Adnyani Ni Komang Arie Suwastini Ni Komang Suciati Ni Luh Anggun Wisma Yanthi . Ni Luh Putu Eka Sulistia Dewi Ni Made Ari Wiryastini ., Ni Made Ari Wiryastini Ni Made Ratminingsih Ni Made Yudi Harsini . Ni Nyoman Ana Yulia Putri Ni Nyoman Manik Puspita . Ni Putu Ana Agusthini . Ni Putu Astiti Pratiwi Ni Putu Ria Tirana Surastiani . Ni Putu Wahyuni Ni Putu Yeni Andriyani . Ni Wayan Monik Rismadewi Ni Wayan Novita Yuliantari . Nugraha, Rama Urif Sukma Nyoman Karina Wedhanti Pande Made Dharma Sanjaya Pebri Ariati Ni Putu . Pradana, Wayan Radita Yuda Pradnyana, I Ketut Putra Pradnyani, Pande Eka Putri Prof. Dr. Anak Agung Istri Ngr. Marha . Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA . Prof. Dr.I Ketut Seken,MA . Putu Adi Krisna Juniarta Putu Eka Dambayana Suputra Putu Kerti Nitiasih Putu Novi Permata Sari . Rasidi, Sulaiman Rewa, Gde Arys Bayu Sabrina Febrin Saitri, I Gusti Ayu Ditha Saputra, I Nyoman Pasek Hadi Sari, Aprilia Purnama Sasmitha, Ketut Aya Setiawan, I Nengah Adi Sitangsu, Ni Luh Manik Santi Devi Sitio, Yehuda Joshwilly Suci Putri, Agatha Sukma, I Made Gunawan Adi Sumadi, Gde Dody Supariani, Ni Ketut Lilis Ayu Swandewi, Komang Sri Trisnayanti, Ni Luh Putu Devi Utami, I. G. A. Lokita Purnamika Wahyudi, Shafa Warmadewi, Putu Sri Widiawati, Putu Shela Wulandari, Putu Indah Yasa, Gede Amerta