p-Index From 2021 - 2026
7.059
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan PRASI: Jurnal Bahasa, Seni, dan Pengajarannya Lingua Scientia Journal Language and Education Journal Jurnal Penelitian dan Pengembangan Sains dan Humaniora (JPPSH) Jurnal IKA Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris Jurnal Pendidikan Indonesia Jurnal Komunikasi Hukum Indonesian Journal of Disability Studies IDEAS: Journal on English Language Teaching and Learning, Linguistics and Literature JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Journal of Educational Research and Evaluation International Journal of Language and Literature International Journal of Social Science and Business PROJECT (Professional Journal of English Education) J-REaLL Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Journal of Humanities, Social Science, Public Administration and Management (HUSOCPUMENT) The Art of Teaching English as a Foreign Language (TATEFL) Journal of English Language and Education Linguistics Initiative Journal of Educational Study Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Media Ganesha FHIS (P2MMGFHIS) Jurnal Penelitan Mahasiswa Indonesia Litera Kultura Indonesian Journal Of Educational Research and Review Edu Society: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sosial dan Pengabdian Kepada Masyarakat Yavana Bhasha: Journal of English Language Education Innovative: Journal Of Social Science Research TOFEDU: The Future of Education Journal IJLHE: International Journal of Language, Humanities, and Education JIS Siwirabuda (Jurnal Ilmiah Sains Sosial, Kewirausahaan dan Kebudayaan)
Claim Missing Document
Check
Articles

INFLECTIONAL AND DERIVATIONAL MORPHEMES OF PELAGA DIALECT: A DESCRIPTIVE QUALITATIVE STUDY ., I Wayan Adi Wiweka; ., Dr. I Gede Budasi,M.Ed,Dip.App.Lin; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3376

Abstract

Penelitian ini ada sebuah penelitian deskiptif kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan prefik dan suffik dari dialect Pelaga yang tergolong inflectional dan derivational. Dua narasumber sampel dipilih berdasarkan kriteria yang telah ditentukan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tiga tehnik, yaitu: tehnik observasi, merekam dan wawancara (mendengarkan dan mencatat). Hasilnya dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada empat jenis prefik ditemukan pada dialek Pelaga. Prefik tersebut ialah: [si-], [pa-], [ma-], [n-] dan [ka-]. Selain itu juga terdapat enam jenis sufik yaitu: [-in], [-ne], [-ang], [-an], [-a] dan [-n]. Selanjutnya ada empat jenis prefik yang tergolong kedalam jenis prefik derivational yaitu: [si-], [ma-], [n-] dan [ka-]. Terdapat dua jenis sufik yang tergolong kedalam jenis sufik derivational yaitu: [-in] dan [-ang]. Sementara itu, prefik yang tergolong jenis inflectional ialah: [ma-], [n-], dan [pa-] an sufik inflectional adalah [-in], [-ne], [-ang], [-an], [-a] dan [-n].Kata Kunci : morfem derivational, morfem inflectional, dialek Pelaga This research is a descriptive qualitative research which aimed at describing the prefixes and suffixes in Pelaga Dialect (PD) which belong to derivational and inflectional. Two informants sample of PD were chosen based on a set of criteria. The data were collected based on three techniques, namely: observation, recording technique, and interview (listening and noting) technique. The results of the study showed that there were four types of prefix found in Pelaga dialect. Those prefixes are: [si-], [pa-], [ma-], [n-] and [ka-]. Also there were six types of suffixes found existing in Pelaga dialect. Those suffixes are: [-in], [-ne], [-ang], [-an], [-a] and [-n]. Moreover there are four prefixes belong to derivational prefix, they are: [si-], [ma-], [n-] and [ka-] and There were two kind of suffixes found in PD that is classified as derivational suffix, they are: [-in] and [-ang]. Meanwhile inflectional prefix are [ma-], [n-], and [pa-] and inflectional suffix are [-in], [-ne], [-ang], [-an], [-a] and [-n]keyword : drivational morpheme, inflectional morpheme, Pelaga Dialect (PD)
AN ANALYSIS OF CLASSROOM INTERACTION USING FOREIGN LANGUAGE INTERACTION ANALYSIS (FLINT) SYSTEM IN AURA SUKMA INSANI BILINGUAL KINDERGARTEN ., Ni Putu Ana Agusthini; ., Prof. Dr.I Ketut Seken,MA; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3413

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kategori interaksi kelas yang terjadi di kelas B1 di TK Bilingual Aura Sukma Insani berdasarkan sistem Foreign Language Interaction Analysis (FLINT), kategori yang paling sering dan jarang terjadi, dan fungsi instruksional kategori interaksi kelas. Subjek penelitian yaitu guru dan 26 siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuaitatif dalam bentuk observasi non-partisipan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) hubungan antara perasaan terjadi 50 kali, memuji atau mendorong terjadi 41 kali, lelucon terjadi 12 kali, menggunakan pendapat siswa terjadi 22 kali, mengulang respon siswa harafiah terjadi 47 kali, memberi pertanyaan terjadi 96 kali, memberikan informasi terjadi 25 kali, membenarkan tanpa penolakan terjadi 10 kali, memberikan arahan terjadi 198 kali, mengkritisi prilaku siswa terjadi 54 kali, mengkritisi respon siswa terjadi 19 kali, respon siswa-spesifik terjadi 227 kali, respon siswa terbuka-tertutup atau inisiasi-siswa terjadi 114 kali, keheningan terjadi 12 kali, keheningan-audiovisual (AV) terjadi 4 kali, kekacauan berorientasi-kerja terjadi 29 kali, kekacauan tidak berorientasi-kerja terjadi 17 kali, gelak tawa terjadi 27 kali, menggunakan bahasa asli terjadi 101 kali, dan non-verbal terjadi 19 kali, (2) kategori pembicaraan guru yang paling sering terjadi yaitu memberikan arahan, sedangkan yang paling jarang terjadi yaitu mengkoreksi tanpa penolakan; kategori pembicaraan siswa yang paling sering muncul respon siswa spesifik, sedangkan kategori yang paling jarang terjadi yaitu keheningan-AV, dan (3) fungsi insruksional kategori interaksi kelas secara umum yaitu untuk membuat atmosfer kelas yang nyaman dan meningkatkan keinginan sswa untuk belajar.Kata Kunci : interaksi, interaksi kelas, sistem Foreign Language Interaction Analysis (FLINT), TK Bilingual This study aimed at finding the classroom interaction categories occurred in class B1 of Aura Sukma Insani Bilingual Kindergarten based on Foreign Language Interaction Analysis (FLINT) System, category which most and least frequently occurred, and the instructional functions of the classroom interaction categories. The subjects of the study were a teacher and 26 students. This study employed qualitative approach in forms of nonparticipant observation. The result showed that: (1) deals with feelings occurred 50 times, praises or encourages occurred 41 times, jokes occurred 12 times, uses ideas of students occurred 22 times, repeats student response verbatim occurred 47 times, asks questions occurred 96 times, gives information occurred 25 times, corrects without rejection occurred 10 times, gives directions occurred 198 times, criticizes student behavior occurred 54 times, criticizes student response occurred 19 times, student response-specific occurred 227 times, student response open-ended or student-initiated occurred 114 times, silence occurred 12 times, silence-audiovisual (AV) occurred 4 times, confusion work-oriented occurred 29 times, confusion non-work oriented occurred 17 times, laughter occurred 27 times, uses the native language occurred 101 times, and nonverbal occurred 19 times, (2) the teacher talk category that mostly occurred was giving direction, while the least frequently occurred was correcting without rejection; student talk category that mostly appeared was student response specific, while the category that least frequently occurred was silence-AV, and (3) the instructional function of the classroom interaction categories in general was that to make comfortable classroom atmosphere and improve students’ willingness to study.keyword : interaction, classroom interaction, Foreign Language Interaction Analysis (FLINT) System, Bilingual Kindergarten
THE USE OF SPEECH ACTS AMONG FRONT OFFICE STUDENTS IN LEARNING EFL AT SMK PARISATA TRIATMAJAYA SINGARAJA ., I Putu Sujana; ., Prof. Dr. Dewa Komang Tantra,Dip.,App.; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3464

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tindak tutur yang dipakai oleh siswa front office untuk menjalankan tugas-tugas seorang resepsionis di SMK Pariwisata Triatmajaya Singaraja, menganalisis gaya bahasa yang dipakai dalam menjalankan tugas-tugas resepsionis, dan menganalisis errors yang diucapkan oleh siswa di SMK Pariwisata Triatmajaya Singaraja. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dalam bidang penelitian lapangan. Subjek dari penelitian ini adalah kelas XII AP1 jurusan akomodasi perhotelan. Data diperoleh melalui metode eliciting data, rekaman, dan transkripsi. Data yang diperoleh dianalisis berdasarkan Searle’s Taxonomy, yaitu: Representatives, Directives, Commissives, Expressives and Declaratives. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tindak tutur locutionary yang digunakan oleh siswa front office adalah directives asking, directives requesting, directives commanding, directives inviting, directives permiting, directives welcoming, representatives insist, representatives state, representatives report, representatives suggest, commissives promise, commissives appointment, commissives offer, expressive thanking, expressive apologizing, dan declaratives promoting. Gaya bahasa yang dipakai oleh siswa front office dalam menjalankan tugas- tugas front office dalam kategori bahasa resmi adalah 83.75% menggunakan bahasa formal dan 16.25% menggunakan bahasa tidak formal. Selain itu, errors yang dilakukan dalam tindak tutur dan gaya bahasa siswa front office tersebut adalah dalam tata bahasa yaitu 5.69% dan diksi yaitu 12.08%. Sebagian besar siswa front office tersebut melakukan errors karena gangguan dari stuktur bahasa asli terhadap stuktur bahasa asing. Kata Kunci : SMK, belajar EFL, tindak tutur, gaya bahasa, errors This research aimed at analyzing the locutionary acts used in utilizing front office tasks by the students of front office at Vocational School or Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pariwisata Triatmajaya Singaraja, analyzing speech styles used in utilizing the front office tasks by the students of front office in terms of formality at SMK Pariwisata Triatmajaya Singaraja and analyzing errors are committed in their speeches in terms of grammar and diction at SMK Pariwisata Triatnajaya Singaraja. This study was qualitative research in terms of field research. The subjects of this study were the front office students of SMK Pariwisata Triatnajaya singaraja especially the XII AP1 Class. The data were obtained through eliciting data, recording and data transcription. The obtained data were analyzed based on Searle’s Taxonomy, namely: Representatives, Directives, Commissives, Expressives and Declaratives. The result of this study shows that the locutionary acts in utilizing front office tasks by the students of front office at SMK Pariwisata Triatmajaya Singaraja were directives asking, directives requesting, directives commanding, directives inviting, directives permiting, directives welcoming, representatives insist, representatives state, representatives report, representatives suggest, commissives promise, commissives appointment, commissives offer, expressive thanking, expressive apologizing, and declaratives promoting. The speech styles used in utilizing front office tasks by the students of front office in terms of formality among prospective front officers at SMK Pariwisata Triatmajaya Singaraja were 83.75% of formal language and 16.25% of informal language. Besides, the errors that were committed in their speeches in terms of grammar and diction were 5.69% errors of grammar and 12.08% errors of diction. Most of the prospective front officers’ errors that they committed were call as interlanguage errors. These errors happened when the interference of students’ first language occurred in the target language. keyword : vocational school, learning EFL, speech acts, speech styles, errors.
A SOCIOLINGUISTIC STUDY OF SPEECH USED BY SOME PEOPLE IN TRADITIONAL MARKET KEBON ROEK AMPENAN MATARAM ., Mas Arya Suwardana; ., Prof. Dr.I Ketut Seken,MA; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3951

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa penggunaan dari kata kasar sekitaran masyarakat yang bekerja di pasar tradisional Kebon Roek di Mataram. Kata-kata kasar adalah bahasa yang biasa di Mataram dan selalu digunakan setiap hari oleh warga Lombok yang kelas rendah dalam percakapan mereka. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif qualitatif. Penelitian ini dilaksanakan dengan merekam, observasi dan wawancara beberapa orang yang bekerja di pasar tradisional di Kebon Roek Ampenan di Mataram. Temuan ditunjukan bahwa penggunaan kata-kata kasar dari warga ini memiliki beberapa tipe dalam pembicaraan mereka. Tipe dari kata-kata kasar yang digunakan berhubungan terhadap beberapa latar belakang, yaitu: kata yang berhubungan dengan religi (setan, selaq, iblis), kata yang berhubungan dengan kelamin (tain tele, pepek, ancot), kata yang berhubungan dengan kotoran (tai, busuk, bais), kata yang berhubungan dengan nama spesies binatang (acong, bawi, ulah, godeg, kaok, brong, berelong, boteq), kata yang berhubungan dengan latar belakang pribadi(sundal, banci, kancut, anak selaq medol, anak kone, ubeq), kata yang berhubungan dengan penyakit mental (cine bute, binjat, lejah bikas, isin gawah), dan kata yang berhubungan dengan hubungan sex (betian, btelen, bekarong). Mereka mengguankan kata-kata kasar tersebut dalam percakapan merekea ketika mereka merasa buruk. Kata Kunci : Kata kunci: Sosiolinguisrik, kata-kata kasar, bahasa sasak, pasar tradisional This study aimed at analyze swearwords used in the speesch of the people who work in Traditional Market at Kebon Roek Ampenan Mataram. The swearwords are always used by people of the lower class in everyday conversation. This study was qualitative descriptive research. This study was conducted by observing and interviewing a number of people who works in Traditional Market at Kebon Roek Ampenan Mataram. The findings showed that those people used swearwords of various types in their speech. The types of swearwords used are related to certain background namely; word related to religion (setan, selaq, iblis), word related to sex (tain tele, pepek, ancot), word related to excrement (tai, busuk, bais), word from name of animal (acong, bawi, ulah, godeg, kaok, brong, berelong, boteq), word related to personal background (sundal, banci, kancut, anak selaq medol, anak kone, ubeq), word from mental illness (cine bute, binjat, lejah bikas, isin gawah), and word related to sex activities (betian, btelen, bekarong). They used those swearwords in their conversations when they had bad. keyword : Sociolinguistics, swearwords, sasak language, traditional market
THE USE OF PIDGIN ENGLISH BY THE BEACH VENDORS AT LOVINA TOURISM CENTER ., Ni Nyoman Manik Puspita; ., Prof. Dr.I Ketut Seken,MA; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.4333

Abstract

Penelitian ini terfokus pada analisa bahasa Inggris pasaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan bentuk-bentuk, arti dan fungsi bahasa dari bahasa Inggris pasaran yang digunakan oleh pedagang acung pantai ketika berkomunikasi dengan turis penutur bahasa Inggris. Penelitian ini diadakan di Pusat Pariwisata Lovina, Bali. Tiga pedagang acung pantai dipilih sebagai subyek penelitian ini berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan. Penelitian ini dirancang dengan menggunakan pendekatan deskripsi kualitatif dimana pengumpulan data dianalisis secara kualitatif. Peneliti bertindak sebagai peninjau bukan peserta dimana data dikumpulkan dengan merekam percakapan yang diselesaikan oleh subyek-subyek sebanyak 12 kali. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa bentuk dari bahasa Inggris pasaran yang digunakan oleh pedagang acung di pantai adalah beberapa kemunculan dari penyederhanaan dalam bentuk tata bahasa dan bentuk fonologi. Sedangkan, hasil dari analisis dari arti bahasa Inggris pasaran menunjukkan bahwa pencampuran ekspresi diantara bahasa Inggris, Bahasa Bali dan Bahasa Indonesia yang digunakan oleh mereka bisa dimengerti. Fungsi bahasa yang digunakan oleh pedagang acung pantai ketika berinteraksi dengan turis penutur bahasa Inggris adalah salam, menawarkan barang dan jasa, memperkenalkan dan memberikan informasi, menanyakan informasi, menanyakan dan memberikan pilihan, menegaskan, menolak dan menerima tawaran, menanyakan jumlah barang, meminta, berterimakasih dan berpisah. Fungsi-fungsi bahasa tersebut dapat memenuhi kebutuhan dari pedagang acung pantai untuk menyampaikan tujuan kepada turis penutur bahasa Inggris.Kata Kunci : Bahasa Inggris Pasaran, Pedagang Acung Pantai, Bentuk, Arti, Fungsi Bahasa This study focused on the analysis of pidgin English. The objectives of this study were to find out the forms, meaning and the language function of pidgin English used by the beach vendors when they communicated with the English-speaking tourists. This study was conducted at Lovina Tourism Center, Bali. Three beach vendors were chosen as the subjects of this study based on a set of criteria. This study was designed by using descriptive qualitative approach in which the data collected were analyzed qualitatively. The researcher acted as non-participant observer in which the data were gathered by recording the conversation done by the subjects for 12 times. The result of the data analysis showed that the form of Pidgin English used by the beach vendors were some emergences of simplification in grammatical form and phonological form. Meanwhile, the result of the meaning of pidgin English showed that the mixing expressions among English, Balinese, and Bahasa Indonesia which were used by them were understandable. The language functions used by the beach vendors when they communicated with the English-speaking tourists were greeting, offering goods and services, introducing and giving information, asking information, asking and stating choice, asserting, refusing and accepting the bargained, asking the amount of items, requesting, thanking and leave taking. Those language functions could fulfill the needs of the beach vendors to submit their purposes to the English-speaking tourists.keyword : Pidgin English, Beach Vendors, Form, Meaning, Language Function
A STUDY ON THE CORRELATION BETWEEN STUDENTS’ ACHIEVEMENT MOTIVATION AND STUDENTS’ ACHIEVEMENT IN LEARNING ENGLISH AT GRADE TEN OF SMA N 1 SAWAN ., Ni Luh Anggun Wisma Yanthi; ., Prof. Dr.I Ketut Seken,MA; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.4335

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan prestasi belajar siswa. 123 siswa di kelas X SMA N 1 Sawan dipilih sebagai sampel melalui Simple Random Sampling. Kuesioner motivasi berprestasi dan laporan guru yang terkait dengan hasil prestasi belajar siswa digunakan untuk mengumpulkan dan mendapatkan data untuk penelitian ini. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode statistik yang berarti bahwa data dianalisis secara kuantitatif, deskriptif dan inferensial. Penelitian ini menemukan bahwa ada hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan prestasi belajar siswa. Diketahui bahwa nilai R sebesar 0.89 (R kuadrat = 79.1) .Ini berarti bahwa kekuatan hubungan antara motivasi berprestasi dan Belajar Bahasa Inggris sebesar 0.89. Hal ini menunjukkan ada korelasi yang sangat kuat antara motivasi berprestasi dan prestasi belajar siswa. Kata Kunci : motivasi berprestasi dan hasil belajar This study aimed at finding out whether there is a significant correlation between students’ achievement motivation and students’ learning achievement. A number of 123 students at tenth grade of SMA N 1 Sawan was chosen as the sample through Simple Random Sampling. Achievement motivation questionnaire and teachers’ report that related to students’ learning achievement were used in collecting the intended data in this study. The technique of analysis used in this research was a statistical method which means that the data were analyzed quantitatively, descriptive and inferential statistic methods. This study discovered that there was a significant correlation between students’ achievement motivation and students’ learning achievement. This was found with R value of 0.89 (R square = 79.1). It means that the power of correlation between motivation and achievement in English learning was 0.89. It indicates there was a very strong correlation between students’ achievement motivation and students’ learning achievement.keyword : Achievement motivation and learning achievement
TASK-BASED ACTIVITIES WITH CHARACTER VALUES FOR TEACHING ENGLISH LITERACY OF 2ND GRADE STUDENTS IN NBBS ., Gina Wulandari; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.4856

Abstract

Dewasa ini, guru-guru di Indonesia dihadapkan dengan dua masalah utama dalam pengajaran yaitu bagaimana mengajarkan Bahasa Inggris secara kontekstual dan inovatif, serta bagaimana menyisipkan pendidikan karakter sebagai aturan dari pemenrintah untuk meningkatkan moral dari generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis-jenis aktivitas berbasis tugas dengan nilai-nilai karakter untuk mengajarkan literasi Bahasa Inggris di sekolah dasar. Penelitian ini dilaksanakan dalam bentuk deskriptif kualitatif dengan analisis data triangulasi. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas 2 sekolah dasar North Bali Bilingual School Singaraja selama satu semester di tahun 2014. Berdasarkan observasi, ada sebelas jenis aktivitas berbasis tugas yang ditemukan diantaranya: take-home reading task, reading buddy, collaborative literacy task, scavenger hunt, door’s decoration, daily task, spelling quiz, super reader challenge, earth day celebration, and reading world day celebration (yang berisi 3 kegiatan literasi Bahasa Inggris). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas-aktivitas tersebut bisa membuat siswa fokus terlibat dalam proses belajar dan membuat siswa termotivasi untuk mempelajari Bahasa Inggris.Kata Kunci : aktivitas berbasis tugas, nilai karakter, literasi Bahasa Inggris Nowadays, teachers in Indonesia are faced with two main problems of teaching such as how to teach English contextually and innovatively, and how to insert character education as the government’s policy to improve the morality of the young generations. This study aimed to analyze kinds of task-based activities inserted with character values in teaching English literacy in elementary school. The study was conducted in descriptive qualitative study with the triangulation data analysis. The subject of the study was on grade 2 students of North Bali Bilingual School Singaraja for about one semester in 2014. Based on the observation, there were about eleven task based activities documented such as: take-home reading task, reading buddy, collaborative literacy task, scavenger hunt, door’s decoration, daily task, spelling quiz, super reader challenge, earth day celebration, and reading world day celebration (consisted of 3 literacy activities). The result of the study stated that the activities can make students on task during the teaching learning process and make students highly motivated to learn English.keyword : task-based activities, character values, English literacy
INNOVATIVE CHARACTER-BASED ENGLISH TEACHING STRATEGIES FOR GRADE 2 STUDENTS IN NBBS ., Ni Putu Ria Tirana Surastiani; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.4872

Abstract

Character education has become a great issue which is debated by many people. So far, character education can be implemented of behavior so that the learning process requires seriousness and consistency. This is because implementation is not enough in theory but needs to be implemented in practice. Therefore, education plays a very important role as an agent and forming the character of the nation that education is required to form the nation. Indonesia as one nation in the world has a dream to form citizens who have noble values, prosperous and able to compete in the international world. But in recent years, Indonesia burdened by problems that are not solved wisely can lead to disintegration and destruction. North Bali Bilingual School is one of school in Bali that implemented some innovative character based English teaching strategies. In this study was conducted using qualitative design where the researcher acted as the main instrument of the research. The study was conducted in NBBS since December 2014. The subject of this study was the 2nd grade students in NBBS. The result of this analysis has showed a significant improvement when they are using innovative character based English teaching strategies for second grade students. Therefore, this study is conducted to describe how innovative character based English teaching strategies is implemented for second grade students in NBBS.Kata Kunci : Character Education, English Teaching Strategies, Second Grade Students, NBBS. Pendidikan karakter telah menjadi isu besar yang diperdebatkan oleh banyak orang . Sejauh ini , pendidikan karakter dapat diimplementasikan perilaku sehingga proses belajar memerlukan keseriusan dan konsistensi . Hal ini karena pelaksanaannya tidak cukup dalam teori tetapi perlu diterapkan dalam praktek . Oleh karena itu , pendidikan memainkan peran yang sangat penting sebagai agen dan membentuk karakter bangsa bahwa pendidikan diperlukan untuk membentuk bangsa . Indonesia sebagai salah satu negara di dunia memiliki mimpi untuk membentuk warga negara yang memiliki nilai-nilai luhur , makmur dan mampu bersaing di dunia internasional . Tapi dalam beberapa tahun terakhir , Indonesia terbebani oleh masalah yang tidak diselesaikan dengan bijaksana dapat menyebabkan disintegrasi dan kehancuran . North Bali Bilingual School adalah salah satu sekolah di Bali yang menerapkan beberapa strategi pengajaran bahasa Inggris berbasis karakter yang inovatif . Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dimana peneliti bertindak sebagai instrumen utama penelitian . Penelitian ini dilakukan di NBBS sejak Desember 2014. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas 2 di NBBS . Hasil analisis ini telah menunjukkan peningkatan yang signifikan ketika mereka menggunakan strategi pengajaran bahasa Inggris berbasis inovatif karakter untuk siswa kelas dua . Oleh karena itu , penelitian ini dilakukan untuk menggambarkan bagaimana karakter berbasis strategi pengajaran bahasa Inggris yang inovatif diimplementasikan untuk siswa kelas dua di NBBS .keyword : Pendidikan Karakter , English Teaching Strategies , Siswa Kelas , NBBS
TECHNIQUES OF TEACHING READING FOR ENGLISH LITERACY BOOST OF FIRST GRADE STUDENTS OF NBBS ., Putu Novi Permata Sari; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.4873

Abstract

Literasi bahasa Inggris adalah keterampilan hidup yang penting yang menggunakan kompetensi membaca dan menulis sebagai keterampilan dasarnya dalam era global ini. Dengan kemampuan literasi yang baik, siswa akan memiliki kesempatan yang lebih baik untuk memiliki kehidupan yang lebih baik di masa depan. Namun, itu menjadi masalah yang luas saat ini di Indonesia bahwa literasi Bahasa Inggris siswa rendah dan mereka kebanyakan tidak memiliki keterampilan dasar membaca dalam bahasa Inggris. Hal ini disebabkan oleh kenyataan bahwa banyak guru masih bingung tentang cara mengajar membaca secara efektif terutama untuk pemula. Maka dari itu penelitian ini dimaksudkan untuk menggambarkan teknik mengajar membaca untuk meningkatkan literasi Bahasa Inggris bagi mereka siswa kelas satu sekolah dasar. Penelitian ini adalah bagian dari penelitian yang lebih besar yang dilakukan di North Bali Bilingual School (NBBS), sebuah sekolah nasional plus di Singaraja Bali Utara. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif dengan peneliti sebagai instrumen utama. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas satu di NBBS. Hasilnya menunjukkan bahwa ada dua teknik utama membaca yang diterapkan seperti phonic approach dan the whole language approach dalam rangka meningkatkan literasi Bahasa Inggris siswa. Kedua teknik tersebut saling berkaitan satu sama lain dan terbukti efektif untuk meningkatkan literasi siswa tidak hanya dalam membaca, tetapi juga dalam berbicara. Para siswa ini selalu bahagia dan ceria di dalam kelas karena pendekatan yang diterapkan memberikann pembelajaran yang menyenangkan di kelas.Kata Kunci : teaching reading, elementary school, NBBS English literacy is an essential life skill which uses reading and writing competencies as its fundamental skills in this global era. With good literacy skills, students will have better chances to have better life in the future. However, it becomes a wide issue nowadays in Indonesia that students’ English literacy is low and they mostly do not have basic reading skills in English. This is assumed to be caused by the fact that many teachers are still confused on how to teach reading effectively especially for beginners. This paper is, therefore, intended to describe techniques of teaching reading for boosting English literacy for those who are in the first grade of elementary school. The study was part of a bigger study conducted at North Bali Bilingual School (NBBS), a national plus school in Singaraja North Bali. This study used descriptive qualitative research with a researcher as the main instrument. The subject of this study was the first grade students of NBBS. The result has showed that there are two major reading techniques implemented such as phonic approach and the whole language approach in order to improve the students’ English literacy. The two techniques are complimenting each other and found to be effective to improve the students’ literacy not only in reading but also in speaking. The students are always happy and cheerful in the classroom because the approaches implemented bring joyful learning in the classroom.keyword : teaching reading, elementary school, NBBS
THE IMPLEMENTATION OF INNOVATIVE PHONIC APPROACH FOR TEACHING ENGLISH LITERACY FOR SECOND GRADERS OF NBBS ., Pebri Ariati Ni Putu; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.4874

Abstract

Literasi Bahasa Inggris saat ini adalah istilah yang paling terkenal dalam dunia pendidikan dan menjadi sangat penting dalam proses pembelajaran bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing. Hal ini karena literasi Bahasa Inggris tidak hanya mengharapkan peserta didik untuk dapat membaca dan menulis, tetapi juga untuk dapat berkomunikasi dengan lancar, mandiri dan efektif di masyarakat. Namun, dalam beberapa kasus, proses pengajaran literasi Bahasa Inggris dianggap sulit oleh guru dan strategi yang digunakan sangat konvensional. North Bali Bilingual School adalah satu-satunya sekolah bilingual di Singaraja, Bali yang memiliki berbagai strategi inovatif untuk meningkatkan literasi Bahasa Inggris anak-anak. Salah satu strategi yang paling inovatif untuk mengajar literasi Bahasa Inggris yang dimiliki oleh NBBS adalah Phonic Approach. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana inovatif Phonic Approach diimplementasikan sebagai strategi untuk mengajar literasi Bahasa Inggris untuk siswa kelas dua di North Bali Bilingual School. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif sebagai desain penelitian dan menggunakan observasi, dokumentasi dan wawancara untuk mengumpulkan data dari guru, kepala sekolah serta siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi yang diimplemetasikan oleh guru sangatlah inovatif, karena dikombinasikan dengan kegiatan menyenangkan lainnya, seperti lagu dan permainan. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa penerapan Phonic Approach secara inovatif telah berhasil meningkatkan kualitas pengucapan siswa serta mengembangkan pengetahuan literasi Bahasa Inggris siswa, sehingga siswa dapat berkomunikasi dengan lancar baik di sekolah maupun di masyarakat.Kata Kunci : Literasi Bahasa Inggris, Phonic Approach, NBBS English literacy nowadays is the most well known terms in educational life and thus become extremely important in the process of teaching and learning English as a Foreign Language. This is because English literacy doesn't only expect the learners to be able to read and write, but also to be able to communicate fluently, independently and effectively in the society. However, in some cases, the process of teaching English literacy is considered difficult by the teacher and the strategy used is very conventional. North Bali Bilingual School is the only bilingual school in Singaraja, Bali which has various innovative strategies to boost children’s English literacy. One of the most innovative strategies for teaching English literacy that owned by NBBS is phonic approach. Therefore, this study aimed at describing how innovative phonic approach implemented as a strategy for teaching English literacy for the second grade students in North Bali Bilingual School. This study used descriptive qualitative method as a research design and used observation, documentation and interview to collect the data from the teachers, principals as well as the students. Result of this study shows that the strategy has innovatively implemented by the teacher, because it is combined with the other enjoyable activity, such as song and games. The result of this study indicated that the implementation of innovative phonic approach has successfully enhanced the quality of the students’ pronunciation and developed the students’ English literacy, so the students are able to communicate fluently both at school and in the society.keyword : English Literacy, Innovative Phonic Approach, NBBS
Co-Authors ., Anak Agung Istri Sri Wirapatni ., Anak Agung Istri Sri Wirapatni ., Gede Ari Suyasna Putra ., Gede Ari Suyasna Putra ., Gusti Bagus Semara Putra ., Gusti Bagus Semara Putra ., Gusti Komang Sukerti ., Gusti Komang Sukerti ., Gusti Ngurah Nyoman Ariana ., I Gusti Putu Eka Suputra Mahardika ., I Gusti Putu Eka Suputra Mahardika ., I Kadek Gunarsa ., I Kadek Gunarsa ., I Ketut Restu Cahyadiarta ., I Made Dedi Kurniawan ., I Nengah Pasek Budiartika ., I Wayan Bagastana ., Iffatul Muslimah ., Iffatul Muslimah ., Kadek Prajinggo Patrya ., Kadek Prajinggo Patrya ., Kadek Vera Mia Asitari ., Kadek Vera Mia Asitari ., KADEK WAHYUTRIYUNI ., KADEK WAHYUTRIYUNI ., Kadek Windayanti ., Komang Savitri Putri ., Komang Savitri Putri ., Luh Ririn Sukma Dewi ., Luh Ririn Sukma Dewi ., Luh Winda Cipta Pratiwi ., M. Mas Gustrini Dewi ., Md Arini Purnamasari ., Md Arini Purnamasari ., Ni Kadek Warmasari ., Ni Kadek Winda Arianti ., Ni Kadek Winda Arianti ., Ni Luh Putu Wida a ., Ni Luh Putu Wida a ., Ni Made Arisani ., Ni Made Arisani ., Ni Made Dwi Darmetri ., Ni Putu Astri Pradnyandari ., Ni Putu Astri Pradnyandari ., Nurlita Habibah ., Nurlita Habibah ., Pande Ayu Cintya Ningrum ., Pande Ayu Cintya Ningrum ., Pande Nyoman Ita Wulandari ., Pande Nyoman Ita Wulandari ., Prof. Dr. Anak Agung Istri Ngr. Marha ., Prof. Dr.I Ketut Seken, M.A. ., Prof. Dr.I Ketut Seken, M.A. ., PUTU NARITA SARI ., PUTU NARITA SARI ., Putu Nopa ., Putu Nopa Adi Krisna Juniarta Agus Yogi Pranata ., Agus Yogi Pranata Aprilia Purnama Sari Ariyani, Luh Tu Artini, Ni Nyoman Asari, Rahayu Kusuma Widya Astawa, Made Candrika Widya Ayu Agustini, Ni Komang Cahya Kusuma Negara Cahyani, Ni Luh Wiwin Damayanti, Made Regina Miranda Desak Gede Devi Pratami Dewa Komang Tantra Dewa Putu Ramendra Dewi, Luh Lingga Drs. Asril Marjohan,MA . Drs.Gede Batan,MA . Eka Anastasia Wijaya Elly Herliyani Febrianta, Komang Panji Febrin, Sabrina Fitri Adji Rarasati ., Fitri Adji Rarasati Gina Wulandari . Gusti Ayu Putu Diah Permata Sari ., Gusti Ayu Putu Diah Permata Sari Gusti Made, Jyotika Handayani, Made Ari Juli I Gede Bagus Wisnu Bayu Temaja I Gede Budasi I Gede Budasi I Gede Guna Parmanto ., I Gede Guna Parmanto I Gede Yudi Wisnawa I Gusti Agung Yoga Andika I Gusti Ayu Dwi Parwiti ., I Gusti Ayu Dwi Parwiti I Gusti Ayu Purnamawati I Gusti Made Gari Mahardika . I Ketut Agus Widhi Yoga Nugraha . I Made Mas Indra ., I Made Mas Indra I Nyoman Adi Jaya Putra I Nyoman Pasek Hadisaputra I Putu Ngurah Wage Myartawan I Putu Ngurah Wage Myartwan I Putu Sujana . I Wayan Adi Wiweka . I Wayan Edi Gunawan . I Wayan Gunawan, I Wayan I Wayan Landrawan I Wayan Suarnajaya I.G.A. Lokita Purnamika Utami Ida Ayu Ratsitha Dewi ., Ida Ayu Ratsitha Dewi Juliani, Made Dian Julio Saputra, Made Kade Yogi Wirawan ., Kade Yogi Wirawan Kadek Dian Sri Pratiwi . Kadek Sonia Piscayanti Komang Febrinayanti Dantes Komang Yudi Sulistiani . Krisna, Putu Adi Krisnangga Nayotama, Putu Ararya Luh Diah Surya Adnyani Luh Putu Artini Luh Putu Artini Luh Putu Ayu Novita Dewi ., Luh Putu Ayu Novita Dewi Luh Simariani M.L.S ., Dr.Sudirman, M.L.S M.Pd ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd., M.Pd Made Arya Putri Agung Indhira . Made Metha Suadnyani ., Made Metha Suadnyani Made Yunita Parmawati . Mahanjendra, Pande Gede Baba Maharani, Dewa Ayu Asti Maharani, Made Diva Maria Yuliana Geofany Mas Arya Suwardana . Muhamad Nur Huda Ni Ketut Ayu Wiranti Ni Ketut Sari Adnyani Ni Komang Arie Suwastini Ni Komang Suciati Ni Luh Anggun Wisma Yanthi . Ni Luh Putu Eka Sulistia Dewi Ni Made Ari Wiryastini ., Ni Made Ari Wiryastini Ni Made Ratminingsih Ni Made Yudi Harsini . Ni Nyoman Ana Yulia Putri Ni Nyoman Manik Puspita . Ni Putu Ana Agusthini . Ni Putu Astiti Pratiwi Ni Putu Ria Tirana Surastiani . Ni Putu Wahyuni Ni Putu Yeni Andriyani . Ni Wayan Monik Rismadewi Ni Wayan Novita Yuliantari . Nugraha, Rama Urif Sukma Nyoman Karina Wedhanti Pande Made Dharma Sanjaya Pebri Ariati Ni Putu . Pradana, Wayan Radita Yuda Pradnyana, I Ketut Putra Pradnyani, Pande Eka Putri Prof. Dr. Anak Agung Istri Ngr. Marha . Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA . Prof. Dr.I Ketut Seken,MA . Putu Adi Krisna Juniarta Putu Eka Dambayana Suputra Putu Kerti Nitiasih Putu Novi Permata Sari . Rasidi, Sulaiman Rewa, Gde Arys Bayu Sabrina Febrin Saitri, I Gusti Ayu Ditha Saputra, I Nyoman Pasek Hadi Sari, Aprilia Purnama Sasmitha, Ketut Aya Setiawan, I Nengah Adi Sitangsu, Ni Luh Manik Santi Devi Sitio, Yehuda Joshwilly Suci Putri, Agatha Sukma, I Made Gunawan Adi Sumadi, Gde Dody Supariani, Ni Ketut Lilis Ayu Swandewi, Komang Sri Trisnayanti, Ni Luh Putu Devi Utami, I. G. A. Lokita Purnamika Wahyudi, Shafa Warmadewi, Putu Sri Widiawati, Putu Shela Wulandari, Putu Indah Yasa, Gede Amerta