p-Index From 2021 - 2026
6.662
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

THE USE OF PIDGIN ENGLISH BY THE BEACH VENDORS AT LOVINA TOURISM CENTER ., Ni Nyoman Manik Puspita; ., Prof. Dr.I Ketut Seken,MA; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.4333

Abstract

Penelitian ini terfokus pada analisa bahasa Inggris pasaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan bentuk-bentuk, arti dan fungsi bahasa dari bahasa Inggris pasaran yang digunakan oleh pedagang acung pantai ketika berkomunikasi dengan turis penutur bahasa Inggris. Penelitian ini diadakan di Pusat Pariwisata Lovina, Bali. Tiga pedagang acung pantai dipilih sebagai subyek penelitian ini berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan. Penelitian ini dirancang dengan menggunakan pendekatan deskripsi kualitatif dimana pengumpulan data dianalisis secara kualitatif. Peneliti bertindak sebagai peninjau bukan peserta dimana data dikumpulkan dengan merekam percakapan yang diselesaikan oleh subyek-subyek sebanyak 12 kali. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa bentuk dari bahasa Inggris pasaran yang digunakan oleh pedagang acung di pantai adalah beberapa kemunculan dari penyederhanaan dalam bentuk tata bahasa dan bentuk fonologi. Sedangkan, hasil dari analisis dari arti bahasa Inggris pasaran menunjukkan bahwa pencampuran ekspresi diantara bahasa Inggris, Bahasa Bali dan Bahasa Indonesia yang digunakan oleh mereka bisa dimengerti. Fungsi bahasa yang digunakan oleh pedagang acung pantai ketika berinteraksi dengan turis penutur bahasa Inggris adalah salam, menawarkan barang dan jasa, memperkenalkan dan memberikan informasi, menanyakan informasi, menanyakan dan memberikan pilihan, menegaskan, menolak dan menerima tawaran, menanyakan jumlah barang, meminta, berterimakasih dan berpisah. Fungsi-fungsi bahasa tersebut dapat memenuhi kebutuhan dari pedagang acung pantai untuk menyampaikan tujuan kepada turis penutur bahasa Inggris.Kata Kunci : Bahasa Inggris Pasaran, Pedagang Acung Pantai, Bentuk, Arti, Fungsi Bahasa This study focused on the analysis of pidgin English. The objectives of this study were to find out the forms, meaning and the language function of pidgin English used by the beach vendors when they communicated with the English-speaking tourists. This study was conducted at Lovina Tourism Center, Bali. Three beach vendors were chosen as the subjects of this study based on a set of criteria. This study was designed by using descriptive qualitative approach in which the data collected were analyzed qualitatively. The researcher acted as non-participant observer in which the data were gathered by recording the conversation done by the subjects for 12 times. The result of the data analysis showed that the form of Pidgin English used by the beach vendors were some emergences of simplification in grammatical form and phonological form. Meanwhile, the result of the meaning of pidgin English showed that the mixing expressions among English, Balinese, and Bahasa Indonesia which were used by them were understandable. The language functions used by the beach vendors when they communicated with the English-speaking tourists were greeting, offering goods and services, introducing and giving information, asking information, asking and stating choice, asserting, refusing and accepting the bargained, asking the amount of items, requesting, thanking and leave taking. Those language functions could fulfill the needs of the beach vendors to submit their purposes to the English-speaking tourists.keyword : Pidgin English, Beach Vendors, Form, Meaning, Language Function
AN ANALYSIS OF CLASSROOM INTERACTION USING FOREIGN LANGUAGE INTERACTION ANALYSIS (FLINT) SYSTEM IN AURA SUKMA INSANI BILINGUAL KINDERGARTEN ., Ni Putu Ana Agusthini; ., Prof. Dr.I Ketut Seken,MA; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3413

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kategori interaksi kelas yang terjadi di kelas B1 di TK Bilingual Aura Sukma Insani berdasarkan sistem Foreign Language Interaction Analysis (FLINT), kategori yang paling sering dan jarang terjadi, dan fungsi instruksional kategori interaksi kelas. Subjek penelitian yaitu guru dan 26 siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuaitatif dalam bentuk observasi non-partisipan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) hubungan antara perasaan terjadi 50 kali, memuji atau mendorong terjadi 41 kali, lelucon terjadi 12 kali, menggunakan pendapat siswa terjadi 22 kali, mengulang respon siswa harafiah terjadi 47 kali, memberi pertanyaan terjadi 96 kali, memberikan informasi terjadi 25 kali, membenarkan tanpa penolakan terjadi 10 kali, memberikan arahan terjadi 198 kali, mengkritisi prilaku siswa terjadi 54 kali, mengkritisi respon siswa terjadi 19 kali, respon siswa-spesifik terjadi 227 kali, respon siswa terbuka-tertutup atau inisiasi-siswa terjadi 114 kali, keheningan terjadi 12 kali, keheningan-audiovisual (AV) terjadi 4 kali, kekacauan berorientasi-kerja terjadi 29 kali, kekacauan tidak berorientasi-kerja terjadi 17 kali, gelak tawa terjadi 27 kali, menggunakan bahasa asli terjadi 101 kali, dan non-verbal terjadi 19 kali, (2) kategori pembicaraan guru yang paling sering terjadi yaitu memberikan arahan, sedangkan yang paling jarang terjadi yaitu mengkoreksi tanpa penolakan; kategori pembicaraan siswa yang paling sering muncul respon siswa spesifik, sedangkan kategori yang paling jarang terjadi yaitu keheningan-AV, dan (3) fungsi insruksional kategori interaksi kelas secara umum yaitu untuk membuat atmosfer kelas yang nyaman dan meningkatkan keinginan sswa untuk belajar.Kata Kunci : interaksi, interaksi kelas, sistem Foreign Language Interaction Analysis (FLINT), TK Bilingual This study aimed at finding the classroom interaction categories occurred in class B1 of Aura Sukma Insani Bilingual Kindergarten based on Foreign Language Interaction Analysis (FLINT) System, category which most and least frequently occurred, and the instructional functions of the classroom interaction categories. The subjects of the study were a teacher and 26 students. This study employed qualitative approach in forms of nonparticipant observation. The result showed that: (1) deals with feelings occurred 50 times, praises or encourages occurred 41 times, jokes occurred 12 times, uses ideas of students occurred 22 times, repeats student response verbatim occurred 47 times, asks questions occurred 96 times, gives information occurred 25 times, corrects without rejection occurred 10 times, gives directions occurred 198 times, criticizes student behavior occurred 54 times, criticizes student response occurred 19 times, student response-specific occurred 227 times, student response open-ended or student-initiated occurred 114 times, silence occurred 12 times, silence-audiovisual (AV) occurred 4 times, confusion work-oriented occurred 29 times, confusion non-work oriented occurred 17 times, laughter occurred 27 times, uses the native language occurred 101 times, and nonverbal occurred 19 times, (2) the teacher talk category that mostly occurred was giving direction, while the least frequently occurred was correcting without rejection; student talk category that mostly appeared was student response specific, while the category that least frequently occurred was silence-AV, and (3) the instructional function of the classroom interaction categories in general was that to make comfortable classroom atmosphere and improve students’ willingness to study.keyword : interaction, classroom interaction, Foreign Language Interaction Analysis (FLINT) System, Bilingual Kindergarten
THE MORPHOPHONEMIC CHANGE OF BORROWED ENGLISH WORDS IN INFO KOMPUTER MAGAZINES ., KADEK WAHYUTRIYUNI; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.14847

Abstract

Penelitian ini menganalisa tentang perubahan morfofonemik dari Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia yang digunakan dalam majalah-majalah Info Komputer. Majalah-majalah yang digunakan adalah edisi-edisi spesial. Majalah-majalah tersebut dipublikasikan sekitar tahun 2014 sampai 2017. Penelitian ini merupakan content analysis karena data didapatkan dari majalah-majalah. Penelitian ini memakai model Interactive Data Analysis oleh Miles and Huberman (1994). Ada beberapa langkah-langkah untuk penelitian ini seperti, (1) Membaca, menandai, dan mengurutkan kata-kata yang dipinjam, (2) menerjemahkan kata-kata yang dipinjam, meletakkannya dalam tabel-tabel, dan menganalisis perubahan morfofonemik berdasarkan teori oleh Nida (1949), dan (3) menarik kesimpulan dari penelitian. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada lima jenis dari perubahan morfofonemik seperti, lima proses perubahan asimilasi, sepuluh proses penghilangan fonem konsonan, tiga proses penghilangan fonem vokal, satu proses perubahan palatalisasi, dan satu proses perubahan nasalisasi. Kata Kunci : kata-kata yang dipinjam, perubahan bahasa, perubahan morfofonemik This study analyzed the morphophonemic change of English words into Indonesian words which were used in Info Komputer magazines. The magazines which were used were special editions. The magazines were published around the years 2014 until 2017. This study was content analysis since the data were obtained from magazines. This study used Interactive Data Analysis model of Miles and Huberman (1994). There were three steps for this study such as (1) reading, marking, and listing the borrowed words, (2) transcribing the borrowed words, putting the words into tables and analyzing the morphophonemic change based on the theory of Nida (1949), and (3) drawing the conclusion of the study. The result of the study showed that there were five types of morphophonemic change such as five processes of assimilation, ten processes of loss of consonant phonemes, three processes of loss of vowel phonemes, one process of palatalization, and one process of nasalization.keyword : borrowed words, language change, morphophonemic change
LINGUISTIC FEATURES THAT UNITE AND DIFFERENTIATE DENBANTAS DIALECT AND BANYUASRI DIALECT ., I Gede Bagus Wisnu Bayu Temaja; ., Dr. I Gede Budasi,M.Ed,Dip.App.Lin; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.6992

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan fitur linguistik yang menyatukan dan membedakan Dialek Denbantas (DD) dan Banyuasri Dialek (BD) secara fonologis dan leksikal. Subjek dari penelitian ini adalah penutur DD dan BD. Penelitian ini merupakan sebuah penelitian secara kualitatif. Data dikumpulkan menggunakan daftar kata Swadesh dan Nothofer dengan cara observasi, wawancara, mendengarkan, dicatat, dan direkam. Data itu kemudian diolah dan dianalisis secara deskriptif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa DD dan BD memiliki persamaan dan perbedaan secara fonologis dan leksikal. Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa terdapat 44 fonem yang menyatukan DD dan BD secara fonologis. Fonem-fonem tersebut adalah: 6 vokal: /ʌ/, /I/, /ʊ/, /ɛ/, /∂/, and /ɔ/; 7 diftong: /ʌʊ/, /Iʌ/, /Iʊ/, /ʌɔ/, /ʌ∂/, /ʊʌ/, and /ʌɛ/; 19 konsonan: /b/, /c/, /d/, /g/, /h/, /ʔ/, /j/, /k/, /l/, /m/, /n/, /p/, /r/, /s/, /t/, /w/, /y/, /ñ/, and /ŋ/; dan 12 kluster: /mb/, /nd/, /sg/, /ŋg/, /jl/, /nj/, /ŋk/, /kr/, /mp/, /ms/, /nt/, and /rn/. Di sisi lain, ditemukan 16 fonem yang membedakan DD dan BD secara fonologis. Fonem tersebut adalah: 6 diftong: /∂ʊ/ dan /Iɔ/ ditemukan di DD, namun tidak terdapat di BD, sedangkan diftong /ʌI/, /I∂/, /ɔʌ/, and /ʊ∂/ hanya ditemukan di BD; 10 kluster: /rb/, /nc/, /tg/, /gr/, /gl/, dan /kp/ ditemukan di DD, namun tidak ditemukan di BD, sedangkan diftong /pl/, /gl/, /ŋl/, and /rs/ hanya ditemukan di BD; tetapi tidak ditemukan vokal dan konsonan yang berbeda di antara kedua dialek. Berdasarkan dua macam daftar kata yang digunakan yang terdiri dari 658 leksikon, 457 leksikon ditemukan sebagai penyatu DD dan BD secara leksikal. Leksikon tersebut diklasifikasikan menjadi: 371 leksikon yang sama dan 86 leksikon yang serupa. Di sisi lain, 158 leksikon ditemukan sebagai bukti yang membedakan DD dan BD secara leksikal.Kata Kunci : fitur linguistik, fitur fonologis, fitur leksikal, dialek The study aimed at finding out the linguistic features that unite and differentiate Denbantas Dialect (DD) and Banyuasri Dialect (BD) in terms of phonological and lexical features. The subjects of this study were the speakers of those dialects. This research employed qualitative design. The data of the study were collected based on Swadesh and Nothofer Wordlists using observation, interview, listening, note-taking, and recording techniques. The obtained data were transcribed and analyzed descriptively. The results of the study show that DD and BD actually have similarities and differences in term of phonological and lexical features. The results of the study show that there are 44 phonemes that unite DD and BD in term of phonological features. Those phonemes include 6 vowels: /ʌ/, /I/, /ʊ/, /ɛ/, /∂/, and /ɔ/; 7 diphthongs: /ʌʊ/, /Iʌ/, /Iʊ/, /ʌɔ/, /ʌ∂/, /ʊʌ/, and /ʌɛ/; 19 consonants: /b/, /c/, /d/, /g/, /h/, /ʔ/, /j/, /k/, /l/, /m/, /n/, /p/, /r/, /s/, /t/, /w/, /y/, /ñ/, and /ŋ/; and 12 consonant clusters: /mb/, /nd/, /sg/, /ŋg/, /jl/, /nj/, /ŋk/, /kr/, /mp/, /ms/, /nt/, and /rn/. Meanwhile, there are 16 phonemes that differentiate DD and BD in term of phonological features. Those phonemes include: 6 diphthongs: /∂ʊ/ and /Iɔ/ are found in DD, but in BD the phonemes do not exist, while diphthongs /ʌI/, /I∂/, /ɔʌ/, and /ʊ∂/ are only found in BD; 10 consonant clusters: /rb/, /nc/, /tg/, /gr/, /gl/, and /kp/ are only found in DD, while diphthongs /pl/, /gl/, /ŋl/, and /rs/ are found in BD only; but there are no different vowels and consonants found in both dialects. From the two wordlists which contain 658 lexicons, 457 lexicons are found uniting DD and BD in term of lexical features. Those lexicons can be classified into: 371 exactly the same forms of lexicons and 86 similar form of lexicons. On the other hand, 158 lexicons are found as the evidence that differentiate DD and BD in term of lexical features.keyword : linguistic features, phonological features, lexical features, dialect
CULTURE SHOCK EXPERIENCED BY DUTCH TOURISTS IN KALIBUKBUK VILLAGE ., Gede Ari Suyasna Putra; ., Dr. I Gede Budasi, M.Ed.; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12053

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meneliti fenonema gegar budaya yang dialami oleh turis Belanda dan bagaimana cara mereka mengatasi gegar budaya mereka di Desa Kalibukbuk. Peneliti membatasi pada penelitian gegar budaya yang berhubungan dengan komunikasi lisan dan komunikasi tidak lisan. Penelitian sekarang ini adalah sebuah studi kasus dengan desain penelitian kualitatif. Subjek dari penelitian ini adalah tiga turis Belanda yang tinggal di Desa Kalibukbuk, Kabupaten Buleleng, Bali. Peneliti mengumpulkan data dengan menggunakan wawancara yang terstruktur dan tidak struktur dari tiga turis Belanda di Desa Kalibukbuk. Instrumen utama dari penelitian ini adalah peneliti sendiri, pedoman wawancara, perekam suara dan catatan. Teori dari Pederson yang digunakan didalam menganalisis data. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada sepuluh fenomena gegar budaya didalam komunikasi lisan dan sepuluh didalam komunikasi tidak lisan. Dari semua gegar budaya, sebagian besar turis Belanda mengalami gegar budaya tentang transportasi. Selain itu, ada empat cara dari turis Belanda untuk mengatasi gegar budaya seperti meminta orang lokal untuk menjelaskan, mencoba untuk melakukan hal yang sama, berpikir solusi dengan cara mereka dan menghormati perbedaan budaya. Data dari observasi dan wawancara menyatakan masalah dari turis Belanda didalam meniru budaya baru di Desa Kalibukbuk, Kabupaten Buleleng, Bali. Kata Kunci : gegar budaya, komunikasi tidak lisan, komunikasi lisan This study aimed at investigating the culture shock phenomena experienced by Dutch tourists and how the way they overcome their culture shock in Kalibukbuk village. The researcher limited on investigating the culture shock that related with verbal communication and non-verbal communication. This present study was a case study with qualitative research design. The subjects of this research were three Dutch tourists who stay in Kalibukbuk village, Buleleng regency, Bali. The researcher collected the data based on semi structure interview and semi unstructured interview from three Dutch tourists in Kalibukbuk village. The main instrument of this study was the researcher itself, interview guide, voice recorder and note. Pederson’s theory that used in analyzes the data. The result of this research shows that there were ten culture shock phenomena in verbal communication and ten in non-verbal communication. From all the culture shock, the most Dutch tourists experienced culture shock about transportation. Moreover, there were four ways of Dutch tourists to overcome the culture shock such as asked the local people to explain, tried to do the same thing, thought the solution their own and respect the difference culture. The data from observation and interview reveals the Dutch tourists’ problems in copying the new culture in Kalibukbuk village, Buleleng regency, Bali. keyword : culture shock, non-verbal communication, verbal communication
Improving Speaking Competency of the Eleventh Grade AP1 (Hotel Accommodation Program 1) Students at SMK Negeri 4 Bangli by Using Project-Based Learning ., Luh Putu Ayu Novita Dewi; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.; ., Dr.Sudirman, M.L.S
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.6101

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Inggris siswa kelas XI AP1 di SMK Negeri 4 Bangli dengan menggunakan pembelajaran berbasis proyek sebagai pendekatan pembelajaran. Subjek dari penelitian ini adalah kelas XI AP1 dengan jumlah 25 siswa. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan kelas (PTK) dan diselesaikan dengan dua siklus. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dengan menggunakan pembelajaran berbasis proyek sebagai pendekatan pembelajaran dapat meningkatakan kemampuan siswa dalam berbicara bahasa Inggris siswa XI AP1 SMK Negeri 4 Bangli. Hasil Post-Test 2 menunjukkan bahwa nilai rata-rata yang diperoleh siswa XI AP1 berjumlah 80. Sedangkan pada test awal (pre-test) nilai rata-rata yang diperoleh siswa kelas XI AP1 69. Presentase jumlah murid yang lulus juga meningkat dari 28% menjadi 68%. Hasil dari presentase kelulusan yang diperoleh dari post-test 2 dengan jumlah 100% sudah melebihi dari target yang ditetapkan dengan jumlah 75%. Hasil kuesioner juga menunjukkan bahwa siswa memberikan kesan positif terhadap pembelajaran bahasa Inggris dengan menggunakan pembelajaran berbasis proyek sebgai pendekatan pembelajaran. Pembelajaran bahasa Inggis dengan menggunakan pembelajaran berbasis proyek dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam berbicara bahasa Inggris. Kata Kunci : Kata kunci: Pembelajaran berbasis proyek, kemampuan berbicara This study aimed at improving speaking competency of the eleventh grade AP1 students at SMK Negeri 4 Bangli by using project-based learning as learning approach. The subjects of this study were the eleventh grade AP1 students of SMK Negeri 4 Bangli which consisted 25 students. The study was conducted by following the action research procedures and it was completed in two cycles. The result of the study showed that speaking competency of the eleventh grade AP1 could be improved by using project-based learning. The result of post-test 2 proved that the students’ mean score was 80 which significantly improved from the pre-test result that was 69. The class percentage of the students passing the test was 100% which was beyond the expected target which was 75%. Based on the questionnaire result, the students also had positive response towards the implementation of project-based learning approach. The result showed that learning English using project-based learning could improve their speaking competency in terms of fluency, pronunciation, grammar, and vocabulary. keyword : Keywords: Project-based learning, speaking competency
AN ANALYSIS OF TOPICS AND SPEECH FEATURES IN THE ACTIVITY OF GOSSIPING BY FEMALE PARTICIPANTS IN INTERMEDIATE LEVEL OF SANTHI BUDAYA ART FOUNDATION NORTH BALI IN YEAR 2014/2015 ., I Gusti Made Gari Mahardika; ., Prof. Dr.I Ketut Seken,MA; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3316

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembicaraan tentang fitur-fitur sosiolinguistik dan topik gosip yang digunakan oleh wanita dalam kehidupan sehari-hari. Objek dari penelitian ini adalah perempuan-perempuan yang tergabung dalam komunitas Santhi Budaya, umur 14-17 tahun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain multiple-case yang memungkinkan peneliti untuk mengkaji fenomena dalam penelitian. Terdapat 13 percakapan yang dianalisis dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukkan: partisipan perempuan di Santhi Budaya menggunakan empat kategori gossip, yaitu: house-talk, scandal, bitching, dan chatting. Sementara itu, dari 10 fitur-fitur pembicaraan yang diajukan dalam penelitian ini, hanya lima yang muncul dalam data, diantaranya lexical hedges, intensifiers, tag question dan swear words. Semua topik itu muncul 21 kali dari 13 percakapan dan fitur-fitur pembicaraan muncul 99 kali. Dari hasil penelitian ini, dapat dikatakan jika partisipan dari percakapan ini cenderung mengganti topik dari satu ke yang lainnya ketika mereka bergosip.Kata Kunci : Fitur berbicara, gosip, topik, wanita This study aimed at analyzing speech in terms of sociolinguistic features and topics of gossiping which are usually shared by female participants in their daily conversations. The objects of this study were the female participants of Santhi Budaya, age 14-17 years in the intermediate level. This study used a qualitative approach and the design used multiple-case study which allowed the researcher to explore the phenomena under study. There were 13 conversations analyzed in this study. The findings showed that: The female participants of Santhi Budaya applied four categories of gossip, namely; house-talk, scandal, bitching and chatting. On the other side, from ten speech features proposed in this study, only five emerged in data. They are Lexical hedges, intensifiers, tag question, question intonation and swear words. All those topics emerged 21 times from 13 conversations and the speech features emerged 99 times. From these findings, it could be ascertained that the participants of the conversations occasionally tended to switch the topic from one to another while they were gossiping and more frequent a topic emerges in a conversation, the higher its chances of having various speech features.keyword : Female, Gossiping, Speech Features, Topics
AN ANALYSIS OF CHARACTER VALUES INSERTED IN THE EIGHTH GRADE STUDENTS ENGLISH TEXTBOOK ., Ni Made Ari Wiryastini; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.; ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan (1) mengidentintifikasi nilai – nilai karakter yang di insert di dalam buku Bahasa inggris siswa dan (2) menganalisis strategi – strategi yang digunakan dalam inserting nilai – nilai karakter ke dalam buku Bahasa inggris siswa SMP kelas VIII semester 1. Penelitian ini adalah penelitian kualitative yang merupakan penelitian analisis dokumen yang dilaksanakan di luar ruang kelas. Data diperoleh dengan cara identifikasi, pengelompokan, dan penjelasan. Data diperoleh dengan menggunakan teori Trianguation. Penemuan dari hasil penelitian menyatakan bahwa 14 dari 18 nilai – nilai karakter diinsert di dalam buku Bahasa inggris berjudul “When English Rings a Bell” Kurikulum 2013 Semester 1 untuk SMP kelas VIII. 14 nilai – nilai karakter yang diinsert di dalam buku Bahasa inggris siswa berjudul “When English Rings a Bell” adalah toleransi, disiplin, senang membaca, menghargai prestasi, ramah/berteman/komunikatif, mandiri, bekerja keras, bertanggung jawab, jujur, peduli social, cinta damai, kreatif, peduli lingkungan, dan ingin tahu. Nilai – nilai karakter tersebut diiinsert melalui strategi – strategi mengajar yang diusulkan oleh Thomas Lickona. Strategy – strategy tersebut adalah strategy role play, self-evaluation, cooperative learning, creating moral community in the class; knowing each other, dan teaching for students’ interest. Kata Kunci : nilai-nilai karakter, strategi mengajar, buku pelajaran Abstract This study was conducted to (1) identify the character values inserted and (2) analyze the strategies used to insert the character values inserted in students English Textbook Curriculum 2013 for grade VIII. This study was a qualitative study using document study which was conducted outside of the classroom. The data Wet collected through identification, categorization, and description. The data validation was gained through method triangulation. The findings of the study showed that there were fourteen character values inserted in English Textbooks entitled “When English Rings a Bell” based on Curriculum 2013 use for the grade VIII students. The fourteen character values inserted in students English Textbook “When English Rings a Bell” are tolerant, discipline, love reading, appreciating achievement, friendly/communicative, independent, hard work, responsible, honest, social care, love pace, creative, environmental care, and curious. Those character values were inserted through teaching strategy promoted by Lickona, namely role play strategy, self-evaluation, cooperative learning, creating moral community in the class, knowing each other, and teaching for students’ interest. keyword : character values, teaching strategies, textbook
INNOVATIVE COOPERATIVE TASK FOR ACCELERATING VOCABULARY ACHIEVEMENT OF THE SECOND GRADERS OF NBBS ., Kadek Dian Sri Pratiwi; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.4876

Abstract

Bahasa Inggris dianggap sebagai bahasa asing di Indonesia dan mulai diperkenalkan sejak sekolah dasar. Namun, prestasi Bahasa Inggris siswa masih sangat rendah dan ini disebabkan oleh kurangnya pengetahuan kosakata yang dimiliki siswa. Banyak guru Bahasa Inggris di sekolah dasar masih menghadapi masalah tentang bagaimana mengajar Bahasa Inggris yang inovatif dalam rangka meningkatkan prestasi kosakata siswa. Salah satu teknik untuk meningkatkan kosa kata siswa adalah dengan menggunakan teknik Cooperative Task yang inovatif yang dilakukan untuk mempercepat pencapaian kosakata siswa. Penelitian ini dimaksudkan untuk mendeskripsikan tentang pelaksanaan Cooperative Task yang inovatif dalam mempercepat pencapaian kosakata siswa kelas dua di North Bali Bilingual School. Ada beberapa jenis Cooperative Task yang dilaksanakan di sekolah ini, dan ditemukan bahwa pelaksanaan Cooperative Task di North Bali Bilingual School (NBBS) sangat efektif dalam meningkatkan prestasi kosakata siswa. Tidak hanya itu, antusias siswa dan motivasi siswa sangat mendukung dalam pelaksanaan teknik ini, sehingga mereka sangat tertarik untuk belajar bahasa Inggris di sekolah. Penelitian ini merupakan hasil penelitian deskriptif kualitatif yang dilakukan terhadap siswa kelas dua di North Bali Bilingual School (NBBS). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas dua, para guru, dan kepala sekolah dari North Bali Bilingual School (NBBS). Penelitian ini akan dikumpulkan dengan dua metode,yaitu metode observasi dan metode wawancara. Kata Kunci : Innovative cooperative tasks, Vocabulary achievement English is considered as a foreign language in Indonesia and started to be introduced since elementary school. However, students’ English achievement was still very low and this was assumed to be caused by lack of vocabulary knowledge of the students. Many English teachers in elementary school still faced problem on how to teach English innovatively in order to improve student’s vocabulary achievement. One of the techniques used was innovative cooperative tasks which were conducted for accelerating the student’ vocabulary achievement. This study is therefore, intended to describe about the implementation of innovative cooperative task for accelerating vocabulary achievement for the second grade students of North Bali Bilingual School (NBBS). The cooperative tasks were assigned of several kinds and all were found very effectively improved the students’ vocabulary achievement. Not only that, the students’ enthusiasm and motivations were clearly boosted and they were highly interested to study English in the school. The paper was the result of qualitative descriptive research which was conducted toward the second grade students in North Bali Bilingual School. The subject of this research was the second grade students, the teachers and the principal of North Bali Bilingual School (NBBS). This study was collected by two methods, such as observation method and interview method. keyword : Innovative cooperative tasks, Vocabulary achievement.
Improving Reading Comprehension By Using Collaborative Strategic Reading (CSR) Strategy To The XI-IA Grade Students Of SMA N 1 Sukasada In Academic Year 2015/2016 ., I Made Mas Indra; ., Drs. Asril Marjohan,MA; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.6141

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman membaca dengan menggunakan strategi CSR pada kelas XI-IA di SMA N 1 Sukasada pada tahun ajaran 2015/2016. Penelitian ini dilakukan berdasarkan hasil pengamatan. Dari hasil pengamatan pemahaman siswa dalam membaca kurang memuaskan. Hal ini dibuktikan dari nilai rata-rata pre-test. Nilai yang diperoleh hanya 51 dan dikategorikan cukup. Temuan menunjukkan bahwa ada peningkatan berturut-turut pada nilai rata-rata siswa setelah diberikan pelatihan pada dua siklus. Pada siklus pertama, nilai rata-rata siswa yaitu 77 dan ini dikategorikan baik. Nilai rata-rata meningkat 26 poin dibandingkan hasil dari pre-test. Hasil nilai rata-rata siswa pada post-test 2 yaitu 84 dan dikategorikan sangat baik. Nilai ini meningkat 7 poin dibandingkan dengan nilai rata-rata dari post-test 1. Selain itu, penelitian ini berhasil karena siswa mampu memperoleh nilai standar kelulusan yang melebihi dari 78.Kata Kunci : Membaca, Pemahaman membaca, Strategi CSR This classroom action based research aimed to improve reading comprehension by using collaborative strategic reading (CSR) strategy to the XI-IA grade students of SMA N 1 Sukasada in academic year 2015/2016. This study was carried out based on the result of the observation. It revealed that the students’ comprehension in reading was unsatisfied. It was proved by the mean score of pre-test. It was only “51” and categorized “insufficient”. The findings showed that there were successive improvements on the students’ mean score after being given treatment in two cycles. In the post-test 1, the students’ mean score was “77” and it was categorized “good”. Comparing to the mean score of pre-test it increased 26 points. The students mean score in post-test 2 was “84” and it was categorized as “very good”. It increased 7 points compare to mean score of post-test 1. Moreover, this study was successful because the students obtained the standard passing score ≥ 78. keyword : Reading, Reading comprehension, CSR strategy
Co-Authors ., Anak Agung Istri Sri Wirapatni ., Anak Agung Istri Sri Wirapatni ., Gede Ari Suyasna Putra ., Gede Ari Suyasna Putra ., Gusti Bagus Semara Putra ., Gusti Bagus Semara Putra ., Gusti Komang Sukerti ., Gusti Komang Sukerti ., Gusti Ngurah Nyoman Ariana ., I Gusti Putu Eka Suputra Mahardika ., I Gusti Putu Eka Suputra Mahardika ., I Kadek Gunarsa ., I Kadek Gunarsa ., I Ketut Restu Cahyadiarta ., I Made Dedi Kurniawan ., I Nengah Pasek Budiartika ., I Wayan Bagastana ., Iffatul Muslimah ., Iffatul Muslimah ., Kadek Prajinggo Patrya ., Kadek Prajinggo Patrya ., Kadek Vera Mia Asitari ., Kadek Vera Mia Asitari ., KADEK WAHYUTRIYUNI ., KADEK WAHYUTRIYUNI ., Kadek Windayanti ., Komang Savitri Putri ., Komang Savitri Putri ., Luh Ririn Sukma Dewi ., Luh Ririn Sukma Dewi ., Luh Winda Cipta Pratiwi ., M. Mas Gustrini Dewi ., Md Arini Purnamasari ., Md Arini Purnamasari ., Ni Kadek Warmasari ., Ni Kadek Winda Arianti ., Ni Kadek Winda Arianti ., Ni Luh Putu Wida a ., Ni Luh Putu Wida a ., Ni Made Arisani ., Ni Made Arisani ., Ni Made Dwi Darmetri ., Ni Putu Astri Pradnyandari ., Ni Putu Astri Pradnyandari ., Nurlita Habibah ., Nurlita Habibah ., Pande Ayu Cintya Ningrum ., Pande Ayu Cintya Ningrum ., Pande Nyoman Ita Wulandari ., Pande Nyoman Ita Wulandari ., Prof. Dr. Anak Agung Istri Ngr. Marha ., Prof. Dr.I Ketut Seken, M.A. ., Prof. Dr.I Ketut Seken, M.A. ., PUTU NARITA SARI ., PUTU NARITA SARI ., Putu Nopa ., Putu Nopa Adi Krisna Juniarta Agus Yogi Pranata ., Agus Yogi Pranata Aprilia Purnama Sari Ariyani, Luh Tu Artini, Ni Nyoman Asari, Rahayu Kusuma Widya Astawa, Made Candrika Widya Cahya Kusuma Negara Cahyani, Ni Luh Wiwin Damayanti, Made Regina Miranda Desak Gede Devi Pratami Dewa Komang Tantra Dewa Putu Ramendra Dewi, Luh Lingga Drs. Asril Marjohan,MA . Drs.Gede Batan,MA . Eka Anastasia Wijaya Elly Herliyani Febrin, Sabrina Fitri Adji Rarasati ., Fitri Adji Rarasati Gina Wulandari . Gusti Ayu Putu Diah Permata Sari ., Gusti Ayu Putu Diah Permata Sari Gusti Made, Jyotika Handayani, Made Ari Juli I Gede Bagus Wisnu Bayu Temaja I Gede Budasi I Gede Budasi I Gede Guna Parmanto ., I Gede Guna Parmanto I Gusti Agung Yoga Andika I Gusti Ayu Dwi Parwiti ., I Gusti Ayu Dwi Parwiti I Gusti Ayu Purnamawati I Gusti Made Gari Mahardika . I Ketut Agus Widhi Yoga Nugraha . I Made Mas Indra ., I Made Mas Indra I Nyoman Adi Jaya Putra I Nyoman Pasek Hadisaputra I Putu Ngurah Wage Myartawan I Putu Ngurah Wage Myartwan I Putu Sujana . I Wayan Adi Wiweka . I Wayan Edi Gunawan . I Wayan Landrawan I Wayan Suarnajaya I.G.A. Lokita Purnamika Utami Ida Ayu Ratsitha Dewi ., Ida Ayu Ratsitha Dewi Juliani, Made Dian Julio Saputra, Made Kade Yogi Wirawan ., Kade Yogi Wirawan Kadek Dian Sri Pratiwi . Kadek Sonia Piscayanti Komang Febrinayanti Dantes Komang Yudi Sulistiani . Krisna, Putu Adi Luh Diah Surya Adnyani Luh Putu Artini Luh Putu Artini Luh Putu Ayu Novita Dewi ., Luh Putu Ayu Novita Dewi Luh Simariani M.L.S ., Dr.Sudirman, M.L.S M.Pd ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd., M.Pd Made Arya Putri Agung Indhira . Made Metha Suadnyani ., Made Metha Suadnyani Made Yunita Parmawati . Mahanjendra, Pande Gede Baba Maharani, Dewa Ayu Asti Maharani, Made Diva Maria Yuliana Geofany Mas Arya Suwardana . Muhamad Nur Huda Ni Ketut Ayu Wiranti Ni Ketut Sari Adnyani Ni Komang Arie Suwastini Ni Komang Suciati Ni Luh Anggun Wisma Yanthi . Ni Luh Putu Eka Sulistia Dewi Ni Made Ari Wiryastini ., Ni Made Ari Wiryastini Ni Made Ratminingsih Ni Made Yudi Harsini . Ni Nyoman Ana Yulia Putri Ni Nyoman Manik Puspita . Ni Putu Ana Agusthini . Ni Putu Astiti Pratiwi Ni Putu Ria Tirana Surastiani . Ni Putu Wahyuni Ni Putu Yeni Andriyani . Ni Wayan Monik Rismadewi Ni Wayan Novita Yuliantari . Nugraha, Rama Urif Sukma Nyoman Karina Wedhanti Pande Made Dharma Sanjaya Pebri Ariati Ni Putu . Pradana, Wayan Radita Yuda Pradnyana, I Ketut Putra Pradnyani, Pande Eka Putri Prof. Dr. Anak Agung Istri Ngr. Marha . Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA . Prof. Dr.I Ketut Seken,MA . Putu Adi Krisna Juniarta Putu Eka Dambayana Suputra Putu Kerti Nitiasih Putu Novi Permata Sari . Rasidi, Sulaiman Rewa, Gde Arys Bayu Sabrina Febrin Saitri, I Gusti Ayu Ditha Saputra, I Nyoman Pasek Hadi Sari, Aprilia Purnama Sasmitha, Ketut Aya Setiawan, I Nengah Adi Sitangsu, Ni Luh Manik Santi Devi Sukma, I Made Gunawan Adi Sumadi, Gde Dody Supariani, Ni Ketut Lilis Ayu Swandewi, Komang Sri Trisnayanti, Ni Luh Putu Devi Utami, I. G. A. Lokita Purnamika Wahyudi, Shafa Warmadewi, Putu Sri Widiawati, Putu Shela Wulandari, Putu Indah Yasa, Gede Amerta