p-Index From 2021 - 2026
6.662
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Derivational and Inflectional Morphemes in Wongaya Gede Dialect ., Pande Nyoman Ita Wulandari; ., Dr. I Gede Budasi,M.Ed,Dip.App.Lin; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 1 (2016): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i1.8081

Abstract

Penelitian ini dirancang dalam bentuk penelitian deskriptif kualitatif dengan tujuan untuk mendeskripsikan awalan dan akhiran pada Bahasa Bali khususnya dialek Wongaya Gede yang termasuk morfem derivasi dan infleksi. Terdapat tiga informan dipilih berdasarkan beberapa kriteria. Tiga cara digunakan untuk mengumpulkan data, yaitu melalui observasi, rekaman, dan wawancara (mendengarkan dan mencatat). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ditemukan lima jenis awalan pada dialek Wongaya Gede, yaitu awalan {mÓ™-}, {kÓ™-}, {N-}, {si-}, dan {Ó™-} dan enam jenis akhiran: {-Ó™ng}, {-an}, {-in}, {-ne}, {-Ó™ }, dan {-n}. Ada empat jenis awalan: {mÓ™}, {kÓ™-}, {N-}, dan {si-}, dan satu jenis akhiran: {-Ó™ng} yang termasuk morfem derivasi. Tiga jenis awalan: {N-}, {Ó™-}, dan {mÓ™-} dan lima jenis akhiran: {-an}, {in}, {-ne}, {-Ó™}, and {-n} termasuk morfem infleksi. Kata Kunci : morfem derivasi, morfem infleksi, awalan, akhiran This study was designed in form of descriptive qualitative study with the aim of describing the prefixes and suffixes in Wongaya Gede dialect which belong to derivational and inflectional morphemes. Three were three informants chosen based on a set of criteria. Three techniques were used to collect the data, namely observation, recording, and interview technique (listening and noting). The results of the study indicare that there are five kinds of prefixes found in Wongaya Gede dialect, namely {mÓ™-}, {kÓ™-}, {N-}, {si-}, and {Ó™-} and six kinds of suffixes: {-Ó™ng}, {-an}, {-in}, {-ne}, {-Ó™}, and {-n}. There are four kinds of prefixes: {mÓ™}, {kÓ™-}, {N-}, and {si-}, and one kind of suffixes: {-Ó™ng} which belong to derivational morphemes. In addition, three kinds of prefixes: {N-}, {Ó™-}, and {mÓ™-} and five kinds of suffixes: {-an}, {in}, {-ne}, {-Ó™}, and {-n} belong to inflectional morphemes. keyword : derivational morphemes, inflectional morphemes, prefixes, suffixes
TECHNIQUES OF TEACHING READING FOR ENGLISH LITERACY BOOST OF FIRST GRADE STUDENTS OF NBBS ., Putu Novi Permata Sari; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.4873

Abstract

Literasi bahasa Inggris adalah keterampilan hidup yang penting yang menggunakan kompetensi membaca dan menulis sebagai keterampilan dasarnya dalam era global ini. Dengan kemampuan literasi yang baik, siswa akan memiliki kesempatan yang lebih baik untuk memiliki kehidupan yang lebih baik di masa depan. Namun, itu menjadi masalah yang luas saat ini di Indonesia bahwa literasi Bahasa Inggris siswa rendah dan mereka kebanyakan tidak memiliki keterampilan dasar membaca dalam bahasa Inggris. Hal ini disebabkan oleh kenyataan bahwa banyak guru masih bingung tentang cara mengajar membaca secara efektif terutama untuk pemula. Maka dari itu penelitian ini dimaksudkan untuk menggambarkan teknik mengajar membaca untuk meningkatkan literasi Bahasa Inggris bagi mereka siswa kelas satu sekolah dasar. Penelitian ini adalah bagian dari penelitian yang lebih besar yang dilakukan di North Bali Bilingual School (NBBS), sebuah sekolah nasional plus di Singaraja Bali Utara. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif dengan peneliti sebagai instrumen utama. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas satu di NBBS. Hasilnya menunjukkan bahwa ada dua teknik utama membaca yang diterapkan seperti phonic approach dan the whole language approach dalam rangka meningkatkan literasi Bahasa Inggris siswa. Kedua teknik tersebut saling berkaitan satu sama lain dan terbukti efektif untuk meningkatkan literasi siswa tidak hanya dalam membaca, tetapi juga dalam berbicara. Para siswa ini selalu bahagia dan ceria di dalam kelas karena pendekatan yang diterapkan memberikann pembelajaran yang menyenangkan di kelas.Kata Kunci : teaching reading, elementary school, NBBS English literacy is an essential life skill which uses reading and writing competencies as its fundamental skills in this global era. With good literacy skills, students will have better chances to have better life in the future. However, it becomes a wide issue nowadays in Indonesia that students’ English literacy is low and they mostly do not have basic reading skills in English. This is assumed to be caused by the fact that many teachers are still confused on how to teach reading effectively especially for beginners. This paper is, therefore, intended to describe techniques of teaching reading for boosting English literacy for those who are in the first grade of elementary school. The study was part of a bigger study conducted at North Bali Bilingual School (NBBS), a national plus school in Singaraja North Bali. This study used descriptive qualitative research with a researcher as the main instrument. The subject of this study was the first grade students of NBBS. The result has showed that there are two major reading techniques implemented such as phonic approach and the whole language approach in order to improve the students’ English literacy. The two techniques are complimenting each other and found to be effective to improve the students’ literacy not only in reading but also in speaking. The students are always happy and cheerful in the classroom because the approaches implemented bring joyful learning in the classroom.keyword : teaching reading, elementary school, NBBS
A STUDY OF MORPHOLOGICAL PROCESSES ON BALINESE DIALECT OF KEDISAN ., Ni Kadek Winda Arianti; ., Prof. Dr.I Nyoman Adi Jaya Putra, M.A.; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.874 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.13346

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses morfologi dialek Bahasa Bali di Kedisan yang meliputi afiksasi, kata majemuk, pengulangan kata, pemotongan kata, dan kata pinjaman. Penelitian ini didesain dalam bentuk penelitian deskripsi. Penelitian ini mengunakan tiga ranah dalam mengumpulkan data yang meliputi ranah keluarga, ranah tetangga, dan ranah pertemanan. Data didapatkan dengan menggunakan empat tehnik yang meliputi observasi, interview, rekaman, dan elisitasi. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa terdapat enam proses morfologi dalam dialect Bahasa Bali yang diucapkan oleh penduduk di Kedisan Kelod. Morfologi proses meliputi afixasi, kata majemuk, pengulangan kata, pemotongan kata, dan kata pinjaman. Penelitian ini menemukan tiga proses afiksasi meliputi awalan, akhiran, awalan – akhiran. Affiksasi ini mengalami dua proses yakni proses derivasi dan proses infleksi. Terdapat 3 awalan derivasi me-}, {a-}, dan {ng-}, dua akhiran derivasi {-ang} dan{-in}, dan awalan – akhiran derivasi {pe-an}. Disamping itu juga, terdapat empat awalan infleksi {me-}, {ke-}, {N-}, dan{ng-}, empat akhiran infleksi {-ne}, {-e}, {-ang}, dan {-an}, dan satu awalan – akhiran infleksi {ke-an}. Penelitian ini juga menemukan dua jenis pengulangan kata yaitu pengulangan kata persis dan pengulangan kata ablaunt. Disamping itu, ditemukan juga kata majemuk, pemotongan kata, dan kata pinjaman.Kata Kunci : Proses morfologi, afiksasi, kata majemuk, pengulangan kata, pemotongan kata, dan kata pinjaman. This study aimed at analyzing a morphological process on Balinese dialect of Kedisan which covered affixation, compounding, reduplication, clipping, and borrowing. The subjects of this study was Kedisan villagers especially in Banjar Kedisan Kelod. This study is a descriptive qualitative research. In this case, three domains are used in collecting the data which covered family domain, neighbor domain, and friendship domain. The obtained data were collected based on four techniques, namely observation, interviewing, recording, and elicitation. The results of this study show that there were five kinds of morphological process on Balinese Dialect of Kedisan. The morphological processes are affixation, compounding, reduplication, clipping, and borrowing. There were three kinds of affixation found in Balinese dialect of Kedisan. Those are prefixes, suffixes, and circumfixes. These affixes have two roles called derivational affixes and inflectional affixes. There were three derivational prefixes {me-}, {a-}, and {ng-}, two derivational suffix {-ang} and{-in}, and one derivational circumfix {pe-an}. In addition, there were four inflectional prefixes {me-}, {ke-}, {N-}, and {ng-}, four inflectional suffixes {-ne}, {-e}, {-ang}, and {-an}, and one inflectional circumfix {ke-an}. Reduplication includes exact reduplication and ablaut reduplication. There are some words found as compound word, clipping, and borrowing. Key words: Morphological process, affixation, compounding, reduplication, clipping, borrowing keyword : Morphological process, affixation, compounding, reduplication, clipping, borrowing
IMPROVING WRITING COMPETENCY OF THE TENTH GRADE STUDENTS IN SLB/B NEGERI SINGARAJA BY QUANTUM LEARNING INTEGRATED WITH MIND MAPPING TECHNIQUE ., Made Yunita Parmawati; ., Prof. Dr.I Ketut Seken,MA; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3328

Abstract

Tujuan dari penelitian tindakan kelas ini adalah untuk mendeskripsikan aplikasi dari metode Quantum Learning yang diintegrasikan dengan Mind Mapping teknik dalam meningkatkan kompetensi menulis siswa kelas X Sekolah Luar Biasa Bagian B Negeri Singaraja (SLB/B Negeri Singaraja). Tindakan dilakukan dalam 2 tahapan siklus dimana setiap siklus terdiri dari 3 pertemuan, dua pertemuan untuk proses pengajaran dan satu pertemuan untuk pelaksanaan post-test dan kuisioner. Peneliti, tes, dan kuisioner adalah instrumen pengumpulan data pada penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Quantum Learning yang diintegrasikan dengan Mind Mapping teknik dapat meningkatkan kompetensi menulis siswa secara signifikan. Hal ini terbukti dari adanya peningkatan jumlah siswa yang lulus dari indikator ketercapaian dimana semula tidak ada siswa yang lulus (0%) pada pre-observasi, lalu pada siklus 1 terdapat 3 siswa (60%) yang lulus dan pada siklus 2 seluruh siswa ( 5 siswa/ 100%) lulus dari indikator ketercapaian. Sehingga dapat disimpulkan bahwa metode yang diterapkan merupakan solusi yang bagus untuk menangani masalah menulis siswa tunarungu di SLB/B Negeri Singaraja utamanya dalam menulis kalimat Simple Present Tense. Kata Kunci : Quantum Learning, Mind Mapping, Kompetensi Menulis, SLB/B Negeri Singaraja The purpose of this classroom action-based research was to describe the applicability of quantum learning integrated with mind mapping technique in improving the writing competency of the tenth grade students of Sekolah Luar Biasa Bagian B Singaraja (SLB/B Negeri Singaraja). The action was done in 2 cycles in which each cycle consisted of 3 sessions, two sessions for teaching process and one session for administering post test and questionnaire. The researcher, tests and teaching questionnaire were the instrument used to gather the data for this study. The findings indicated that quantum learning implementation in students’ writing activity could significantly improve the students’ writing skill. It was proven that the percentage of students who passed the success indicator from 0% in the preliminary observation was increased from 60% in Cycle 1 to 100% in cycle 2. Therefore, it could be concluded that quantum learning implementation integrated with mind mapping technique was a good method to solve the deaf students’ problems in writing Simple Present Tense sentences.keyword : Quantum Learning, Mind Mapping, Writing Competency, SLB/B Negeri Singaraja
THE FLOUTING OF GRICEAN MAXIMS IN CONVERSATION AMONG THE CHARACTERS IN HOTEL TRANSYLVANIA 2 MOVIE: A PRAGMATIC ANALYSIS ., Ni Putu Astri Pradnyandari; ., Prof. Dr.I Ketut Seken,MA; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8731

Abstract

Abstrak Penelitian ini dirancang dalam bentuk penelitian deskriptif kualitatif dengan tujuan mendeskripsikan pelanggaran maksim di film Hotel Transylvania 2. Tiga teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data, yaitu teknik observasi, menyeleksi data, dan mencatat informasi penting. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat jenis tindak tutur ditemukan di dalam percakapan, yaitu representative, direktif, komisif, dan ekspresif dan empat jenis pelanggaran maksim: pelanggaran maksim kuantitas, pelanggaran maksim kualitas, pelanggaran maksim relasi dan pelanggaran maksim cara. Terdapat enam alasan ditemukan dalam percakapan, yaitu untuk meyakinkan penerima, untuk menanyakan sesuatu, untuk menekankan sesuatu, untuk memberitahu sesuatu, untuk mengajak seseorang, untuk menolak sesuatu, dan untuk mengekspresikan perasaan. Kata Kunci : Kata Kunci: alasan, pelanggaran maksim, tindak tutur Abstract This study was designed in form of descriptive qualitative study with the aim of describing the flouting maxims in Hotel Transylvania 2 movie. Three techniques were used to collect the data, namely observation technique, selecting the data, and take a note the important information. The results of the study indicate that there are four kinds of speech acts found in the conversation, namely Representatives, Directives, Commisives, and Expressives and four kinds of flouting maxim: flouting maxim of quality, flouting maxim of quantity, flouting maxim of relevance, and flouting maxim of manner. There are six motives found in the conversation, namely to convince the addressee, to ask something, to stress something, to tell something, to invite someone, to reject something, and to express the feeling. keyword : Keywords: flouting maxims, motives, speech acts
AFFIXATION OF KUTUH DIALECT: A DESCRIPTIVE STUDY OF DERIVATIONAL AND INFLECTIONAL PROCESSES ., Kadek Prajinggo Patrya; ., Prof. Dr.I Nyoman Adi Jaya Putra, MA; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8751

Abstract

Penelitian ini berbentuk kualitatif deskriptif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan awalan dan akhiran dalam dialek Kutuh yang mengalami proses infleksi and derivasi. Ada tiga informan dipilih berdasarkan kriteria yang ada. Tiga teknikdigunakan untuk mengumpulkan data yaitu: observasi, perekaman, dan teknik wawancara (mendengarkan dan mencatat). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada enam awalan dan enam akhiran ada dalam dialek Kutuh. Awalannya adalah {N-}, {me-}, {ka-}, {pe-}, {a-} and {maka-}. Sedangkan akhirannya adalah {-ang}, {-in}, {-an}, {-o}, {-e} and {-nyo}. Awalan yang mengalami proses derivasi adalah {N-}, {me-}, {ka-} and {pe-} sedangkan akhirannya {-ang}, {-an} and {-in}. Jumlah imbuhan dalam dialek Kutuh yang mengalami proses infleksi adalah empat awalan dan enam akhiran. Awalan tersebut adalah {N-}, {me-}, {a-} and {maka-}. Sedangkan Akhirannya adalah {-ang}, {-an}, {-o}, {in}, {-e} and {- nyo}. Kata Kunci : awalan dan akhiran derivasi, awalan dan akhiran infleksi, dialek Kutuh This study was a descriptive qualitative research. The study aimed at describing the prefixes and suffixes in Kutuh dialect which undergo derivational and inflectional process. There were three informants chosen based on a set of criteria. Three techniques were used to collect the data, namely observation, recording, and interview technique (listening and note-taking). The results of the study show there are six prefixes and six suffixes exist in Kutuh dialect. Those are prefixes {N-}, {me-}, {ka-}, {pe-}, {a-} and {maka-}. Meanwhile, the suffixes were {-ang}, {-in}, {-an}, {-o}, {-e} and {-nyo}. The prefixes which undergo derivational process are {N-}, {me-}, {ka-} and {pe-} while, the suffixes are {-ang}, {-an} and {-in}. The number of affixes in Kutuh dialect undergo inflectional process are four prefixes and six suffixes. The prefixes are {N-}, {me-}, {a-} and {maka-}. Whereas, the suffixes are {-ang}, {-an}, {-o}, {in}, {-e} and {- nyo}.keyword : derivational prefixes and suffixes, inflectional prefixes and suffixes, Kutuh dialect
An Analysis of Pidgin English Used by Tourism Police at Lake Beratan Tourism Object, Bali ., Ni Putu Yeni Andriyani; ., Prof. Dr.I Ketut Seken,MA; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3364

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan bentuk, makna, dan fungsi dari Pidgin English yang digunakan oleh Polisi Pariwisata saat berkomunikasi dengan wisatawan berbahasa Inggris. Penelitian ini dilaksanakan di Kawasan Wisata Danau Beratan, Bali. Tiga orang polisi dipilih sebagai subyek penelitian ini berdasarkan beberapa kriteria. Penelitian ini dirancang dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dimana data yang telah dikumpulkan dianalisa secara kualitatif. Peneliti merupakan intrumen yang digunakan dalam penelitian ini. The researcher is an instrument employed in this study. Dua buah alat digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data, yaitu perekam video dan panduan wawancara. Peneliti berperan sebagai non-participant observer dimana data dikumpulkan dengan cara merekam percakapan yang dilakukan oleh para subyek sebanyak 17 kali. Kemudian data ditranskrip dan dianalisa untuk menemukan bentuk, makna, dan fungsi dari Pidgin English. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk dai Pidgin English yang digunakan oleh para polisi menyimpang dari bentuk yang biasa digunakan berkaitan dengan tata bahasa, pelafalan, sintaksis, dan kosa kata. Sementara itu, hasil menunjukkan bahwa makna Pidgin English bersifat ambigu karena tata bahasa menyimpang yang digunakan oleh para polisi. Derdasarkan teori Tighe (2007), fungsi bahasa yang digunakan oleh para polisi saat berkomunikasi dengan wisatawan berbahasa Inggris adalah menyapa, memperkenalkan diri, menanyakan informasi, menanyakan pendapat, memberikan informasi, memberikan petunjuk arah, berterima kasih, dan berpisah. Selain itu, ditemukan juga bahwa polisi yang diteliti juga menggunakan Pidgin English untuk mengungkapkan pujian, penawaran, dan permintaan maaf. Kata Kunci : Pidgin English, Polisi Pariwisata, Bentuk, Makna, Fungsi Bahasa This study was aimed at finding out the forms, meanings, and function of Pidgin English used by the Tourism Police when communicating with the English-speaking tourists. This study was conducted at Lake Beratan Tourism Object, Bali. Three police officers were chosen as the subjects of this study based on a set of criteria. This study was designed by using descriptive qualitative approach in which the data collected were analyzed qualitatively. The researcher is an instrument employed in this study. Two devices were used by the researcher to collect the data, namely video recorder and interview guide. The researcher acted as non-participant observer in which the data were gathered by recording the conversation done by the subjects for 17 times. The data, then, were transcribed and analyzed to find out the form, meaning, and function of Pidgin English. The result of the data analysis showed that the form of Pidgin English used by the police officers was a deviation from what is normally used in terms of grammar, pronunciation, syntax, and vocabulary. Meanwhile, the result shows that the meaning of Pidgin English is ambiguous because of the incorrect grammar used by the police officers. Based on theory from Tighe (2007), the language functions used by the police officers when communicating with the English-speaking tourists are greeting, introducing, asking information, asking opinion, giving information, giving direction, thanking and leave-taking. Besides, it was also found that the police officers under study also used Pidgin English to express praises, offers, and apologizes.keyword : Pidgin English, Tourism Police, Form, Meaning, Language Function.
THE MORPHOLOGICAL PROCESSES OF BALINESE DIALECT SPOKEN BY BATUMULAPAN VILLAGERS: A DESCRIPTIVE STUDY ., Ni Made Arisani; ., Prof. Dr.I Nyoman Adi Jaya Putra, MA; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.9578

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan afiksasi yang termasuk derivasi dan infleksi dari dialek Batumulapan di Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Propinsi Bali. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek dari penelitian ini adalah penduduk asli dari dialek tersebut. Subjek dari penelitian ini diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan dengan melaksanakan observasi dan teknik perekaman. Data yang diperolah dikumpulkan dari tiga domain yang berbeda yaitu: domain keluarga, pertemanan dan persahabatan dan dianalisis dengan menggunakan prosedur dari data analisis yang diusulkan oleh Miles dan Huberman, (1984). Objek dari penelitian ini adalah afiksasi dari dialek Batumulapan yang termasuk derivasi dan infleksi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada enam jenis awalan di BDBM yaitu: awalan {me-}, {nge-}, {ng-}, {a-}, {ny-}, and {h-}. Ada satu jenis sisipan {-h-}., dan ada lima jenis akhiran di BDBM yaitu: akhiran {-te}, {-an}, {-in}, {-e} and {-ne}. Awalan dan akhiran yang termasuk derivasi di BDBM adalah awalan {me-} dan akhiran {-te}, {-an}, dan {-e}. Awalan dan akhiran yang termasuk infleksi di BDBM adalah awalan {me-}, {nge-}, {ng-}, {ny-}, {a-}, dan {h-}, sisipan {-h-) dan akhiran {-te}, {-an}, {-in}, {-e} and {-ne}.Kata Kunci : Kata-kata kunci: afiksasi, dialek Batumulapan, proses derivasi dan infleksi This study aimed at describing the affixation which belongs to derivation and inflection of Balinese dialect spoken by Batumulapan villagers (BDBM) in Nusa Penida, Klungkung regency, Bali province. This research was a qualitative descriptive study. The subject of this study was the native speakers of the dialect. The subject was taken through purposive sampling technique. The data were collected by conducting observation and recording technique. The obtained data were collected in three different domains: family, friendship, and neighborhood domain, then analyzed by using the procedure of data analysis suggested by Miles and Huberman, (1984). The object of this study is affixation of BDBM that belongs to derivational and inflectional morpheme. The results of this research show that there are six kinds of prefixes: {me-}, {nge-}, {ng-}, {a-}, {ny-}, and {h-} in BDBM. There is one kind of infix {-h-}., and there are five suffixes: {-te}, {-an}, {-in}, {-e} and {-ne} in BDBM. The prefixes and suffixes which belong to derivation in BDBM include: prefix {me-} and suffix {-te}, {-an}, and {-e}. Prefixes and suffixes in BDBM which belong to inflection include: Prefix {me-}, {nge-}, {ng-}, {ny-}, {a-}.and {h-}, infix {-h-) and suffix {-te}, {-an}, {-in}, {-e} and {-ne}.keyword : Key Words: affixation, Batumulapan dialect, derivational and inflectional processes
AN ANALYSIS OF COMMUNICATION STRATEGIES IN EFL TEACHING AND LEARNING AT XI IPA 1 IN SMA NEGERI 1 KUTA UTARA ., Ni Wayan Novita Yuliantari; ., Prof. Dr.I Ketut Seken,MA; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3369

Abstract

Penelitian deskriptif kualitatif ini bertujuan untuk menemukan (1) tipe dari communication strategies yang digunakan oleh guru dan siswa selama proses belajar mengajar Bahasa Inggris, (2) tipe communication strategies yang paling banyak digunakan oleh guru dan siswa, (3) alasan dalam menggunakan communication strategies di proses belajar dan mengajar. Subyek penelitian ini adalah guru Bahasa Inggris dan siswa dari kelas XI IPA 1 di SMA Negeri 1 Kuta Utara. Sementara itu, obyek penelitian adalah communication strategies yang digunakan oleh guru dan siswa selama proses belajar dan mengajar Bahasa Inggris. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa guru menggunakan sembilan tipe dari communication strategies berdasarkan Dornyei’s theory sebagai berikut message abandonment, circumlocution, approximation, use of all-purpose words, prefabricated patterns, non-linguistic signals, literal translation, code switching, dan time-gaining strategy. Sementara itu, ada sebelas tipe dari communication strategies yang digunakan oleh siswa, antara lain message abandonment, topic avoidance, circumlocution , approximation, word coinage, prefabricated patterns, non-linguistic signals, literal translation, code switching, appeal for help, dan time-gaining strategy. Communication strategy yang paling banyak digunakan oleh guru dan siswa adalah code switching dan time-gaining strategy. Ada dua alasan utama guru dalam penggunaan communication strategies yaitu untuk membantu siswa memahami pelajaran dan menghindari kesalahpahaman dalam penguasaan materi. Sementara itu siswa menggunakan communication strategies dikarenakan oleh kesulitan bahasa dan ketakutan untuk membuat kesalahan. Kata Kunci : communication strategies, Dornyei’s theory, EFL This descriptive qualitative study aimed at finding out (1) the types of communication strategies which were used by the teacher and the students during English as Foreign Language (EFL) teaching and learning, (2) the types of communication strategies used most frequently by the teacher and the students, (3) the reasons of using the communication strategies in EFL teaching and learning process. The subjects were the English teacher and the students of XI IPA 1 of SMA Negeri 1 Kuta Utara. Meanwhile, the object of this study was communication strategies used by the teacher and the students during EFL teaching and learning. The results of this study showed that the teacher applied nine types of communication strategies based on Dornyei’s theory, namely, message abandonment, circumlocution, approximation, use of all-purpose words, prefabricated patterns, non-linguistic signals, literal translation, code switching, and time-gaining strategy. Meanwhile, there were eleven types of communication strategies which were used by the students, namely message abandonment, topic avoidance, circumlocution , approximation, word coinage, prefabricated patterns, non-linguistic signals, literal translation, code switching, appeal for help, and time-gaining strategy. The communication strategies that were most frequently used by the teacher and the students, i.e. code switching and time-gaining strategy. There were two main reasons of the teacher using communication strategies, namely in order to help the students to comprehend the lesson and to avoid misunderstanding or misconception. On the other hand the students’ reasons were because of language difficulty and anxiety in making mistakes. keyword : communication strategies, Dornyei’s theory, EFL
A Survey on the Tenth Grade EFL Students' Learning Style and Reason of Selection at SMA Negeri 2 Semarapura in Academic Year 2015/2016 ., Gusti Bagus Semara Putra; ., Dra.Ni Made Ratminingsih, MA; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 1 (2016): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i1.8255

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa gaya belajar pada siswa kelas 10 yang belajar berbahasa inggris sebagai bahasa asing dan alasan pemilihan gaya belajar tersebut di SMA Negeri 2 Semarapura. Metode yang telaah digunakan untuk memperoleh data adalah keusioner yang bernama Perceptual Learning Style Preference Questionnaire (PLSPQ) dan wawancara. Data – data tersebut dianalisa dengan mengunakan metode campuran. Hasil dari penelitian ini menempilkan bahwa sebagian besar siswa lebih menyukai gaya belajar berkelompok diikuti dengan kinesthetik, pendengaran, taktikal, melihat, dan gaya belajar individu. Itu juga didukung dengan hasil wawancara dimana siswa lebih banyak menyukai gaya belajar kelompok karena mereka dapat membagi materi pembelajaran atau ilu pengetahuan untuk mempersiapkan ujian. It dapat disimpulkan bahwa persentase siswa di sma Negeri 2 Semarapura terbesar lebih menyukai gaya belajar kelompok dengan persentase 79.5%.Kata Kunci : Siswa belajar bahasa Inggris sebagai bahasa asing, Gaya belajar, Alasan pemilihan, Perceptual learning style preference questionnaire (PLSPQ) This research aimed at analyzing learning style and reason of selection of the tenth grade EFL students at SMA Negeri 2 Semarapura. The method used to obtain the data were questionnaire named Perceptual Learning Style Preference Questionnaire (PLSPQ) and interview. The data were analyzed by using mixed method approach. The result of the study showed that most of the students preferred group learning style followed by kinesthetic, auditory, tactile, visual, and individual learning style. It also was supported by the result of interview in which most students preferred group learning style by their responses on interview. The students preferred group learning style because they are able to share learning material or knowledge to prepare examination. It could be concluded that the most percentage of students at SMA Negeri 2 Semarapura preferred group learning style with the percentage 79.5%. keyword : EFL students, Learning style, Reason of selection, Perceptual learning style preference questionnaire (PLSPQ)
Co-Authors ., Anak Agung Istri Sri Wirapatni ., Anak Agung Istri Sri Wirapatni ., Gede Ari Suyasna Putra ., Gede Ari Suyasna Putra ., Gusti Bagus Semara Putra ., Gusti Bagus Semara Putra ., Gusti Komang Sukerti ., Gusti Komang Sukerti ., Gusti Ngurah Nyoman Ariana ., I Gusti Putu Eka Suputra Mahardika ., I Gusti Putu Eka Suputra Mahardika ., I Kadek Gunarsa ., I Kadek Gunarsa ., I Ketut Restu Cahyadiarta ., I Made Dedi Kurniawan ., I Nengah Pasek Budiartika ., I Wayan Bagastana ., Iffatul Muslimah ., Iffatul Muslimah ., Kadek Prajinggo Patrya ., Kadek Prajinggo Patrya ., Kadek Vera Mia Asitari ., Kadek Vera Mia Asitari ., KADEK WAHYUTRIYUNI ., KADEK WAHYUTRIYUNI ., Kadek Windayanti ., Komang Savitri Putri ., Komang Savitri Putri ., Luh Ririn Sukma Dewi ., Luh Ririn Sukma Dewi ., Luh Winda Cipta Pratiwi ., M. Mas Gustrini Dewi ., Md Arini Purnamasari ., Md Arini Purnamasari ., Ni Kadek Warmasari ., Ni Kadek Winda Arianti ., Ni Kadek Winda Arianti ., Ni Luh Putu Wida a ., Ni Luh Putu Wida a ., Ni Made Arisani ., Ni Made Arisani ., Ni Made Dwi Darmetri ., Ni Putu Astri Pradnyandari ., Ni Putu Astri Pradnyandari ., Nurlita Habibah ., Nurlita Habibah ., Pande Ayu Cintya Ningrum ., Pande Ayu Cintya Ningrum ., Pande Nyoman Ita Wulandari ., Pande Nyoman Ita Wulandari ., Prof. Dr. Anak Agung Istri Ngr. Marha ., Prof. Dr.I Ketut Seken, M.A. ., Prof. Dr.I Ketut Seken, M.A. ., PUTU NARITA SARI ., PUTU NARITA SARI ., Putu Nopa ., Putu Nopa Adi Krisna Juniarta Agus Yogi Pranata ., Agus Yogi Pranata Aprilia Purnama Sari Ariyani, Luh Tu Artini, Ni Nyoman Asari, Rahayu Kusuma Widya Astawa, Made Candrika Widya Cahya Kusuma Negara Cahyani, Ni Luh Wiwin Damayanti, Made Regina Miranda Desak Gede Devi Pratami Dewa Komang Tantra Dewa Putu Ramendra Dewi, Luh Lingga Drs. Asril Marjohan,MA . Drs.Gede Batan,MA . Eka Anastasia Wijaya Elly Herliyani Febrin, Sabrina Fitri Adji Rarasati ., Fitri Adji Rarasati Gina Wulandari . Gusti Ayu Putu Diah Permata Sari ., Gusti Ayu Putu Diah Permata Sari Gusti Made, Jyotika Handayani, Made Ari Juli I Gede Bagus Wisnu Bayu Temaja I Gede Budasi I Gede Budasi I Gede Guna Parmanto ., I Gede Guna Parmanto I Gusti Agung Yoga Andika I Gusti Ayu Dwi Parwiti ., I Gusti Ayu Dwi Parwiti I Gusti Ayu Purnamawati I Gusti Made Gari Mahardika . I Ketut Agus Widhi Yoga Nugraha . I Made Mas Indra ., I Made Mas Indra I Nyoman Adi Jaya Putra I Nyoman Pasek Hadisaputra I Putu Ngurah Wage Myartawan I Putu Ngurah Wage Myartwan I Putu Sujana . I Wayan Adi Wiweka . I Wayan Edi Gunawan . I Wayan Landrawan I Wayan Suarnajaya I.G.A. Lokita Purnamika Utami Ida Ayu Ratsitha Dewi ., Ida Ayu Ratsitha Dewi Juliani, Made Dian Julio Saputra, Made Kade Yogi Wirawan ., Kade Yogi Wirawan Kadek Dian Sri Pratiwi . Kadek Sonia Piscayanti Komang Febrinayanti Dantes Komang Yudi Sulistiani . Krisna, Putu Adi Luh Diah Surya Adnyani Luh Putu Artini Luh Putu Artini Luh Putu Ayu Novita Dewi ., Luh Putu Ayu Novita Dewi Luh Simariani M.L.S ., Dr.Sudirman, M.L.S M.Pd ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd., M.Pd Made Arya Putri Agung Indhira . Made Metha Suadnyani ., Made Metha Suadnyani Made Yunita Parmawati . Mahanjendra, Pande Gede Baba Maharani, Dewa Ayu Asti Maharani, Made Diva Maria Yuliana Geofany Mas Arya Suwardana . Muhamad Nur Huda Ni Ketut Ayu Wiranti Ni Ketut Sari Adnyani Ni Komang Arie Suwastini Ni Komang Suciati Ni Luh Anggun Wisma Yanthi . Ni Luh Putu Eka Sulistia Dewi Ni Made Ari Wiryastini ., Ni Made Ari Wiryastini Ni Made Ratminingsih Ni Made Yudi Harsini . Ni Nyoman Ana Yulia Putri Ni Nyoman Manik Puspita . Ni Putu Ana Agusthini . Ni Putu Astiti Pratiwi Ni Putu Ria Tirana Surastiani . Ni Putu Wahyuni Ni Putu Yeni Andriyani . Ni Wayan Monik Rismadewi Ni Wayan Novita Yuliantari . Nugraha, Rama Urif Sukma Nyoman Karina Wedhanti Pande Made Dharma Sanjaya Pebri Ariati Ni Putu . Pradana, Wayan Radita Yuda Pradnyana, I Ketut Putra Pradnyani, Pande Eka Putri Prof. Dr. Anak Agung Istri Ngr. Marha . Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA . Prof. Dr.I Ketut Seken,MA . Putu Adi Krisna Juniarta Putu Eka Dambayana Suputra Putu Kerti Nitiasih Putu Novi Permata Sari . Rasidi, Sulaiman Rewa, Gde Arys Bayu Sabrina Febrin Saitri, I Gusti Ayu Ditha Saputra, I Nyoman Pasek Hadi Sari, Aprilia Purnama Sasmitha, Ketut Aya Setiawan, I Nengah Adi Sitangsu, Ni Luh Manik Santi Devi Sukma, I Made Gunawan Adi Sumadi, Gde Dody Supariani, Ni Ketut Lilis Ayu Swandewi, Komang Sri Trisnayanti, Ni Luh Putu Devi Utami, I. G. A. Lokita Purnamika Wahyudi, Shafa Warmadewi, Putu Sri Widiawati, Putu Shela Wulandari, Putu Indah Yasa, Gede Amerta