Claim Missing Document
Check
Articles

CONTROVERSIAL ISSUES TO IMPROVE STUDENTS' MATHEMATICAL REASONING AND CRITICAL THINKING: A SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW: Bali, Indonesia Ida Ayu Putu Mahayani; I Gusti Ngurah Pujawan; I Putu Pasek Suryawan
Jurnal Math-UMB.EDU Vol. 13 No. 2 (2026): MARCH
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/math-umb.edu.v13i2.9883

Abstract

The rapid development of education in the digital era and the Industrial Revolution 4.0 requires students to master higher-order thinking skills such as reasoning and critical thinking, which are essential for solving complex mathematical problems. This study aims to analyze and describe the role of controversial issues in developing students’ mathematical reasoning and critical thinking skills. The research employed a Systematic Literature Review (SLR) with a descriptive qualitative approach. Articles were selected through a systematic search of Google Scholar, ResearchGate, Scopus, ERIC, and Web of Science using keywords related to controversial issues, mathematical reasoning, and critical thinking. The inclusion criteria consisted of national journal and international journal articles published between 2020 and 2025, focusing on mathematics learning contexts and discussing the relationship between controversial issues and higher-order thinking skills. A total of twenty relevant articles were selected and analyzed thematically to identify patterns related to controversial mathematical problems, reasoning processes, and critical thinking development. The results indicate that the integration of controversial issues in mathematics learning can stimulate constructive cognitive conflict, argumentative discussion, and reflective thinking, which contribute to the improvement of students’ mathematical reasoning and critical thinking skills. Topics such as conceptual misconceptions, contextual mathematical problems, and socio-scientific issues encourage students to analyze information, evaluate arguments, and construct logical solutions. In addition, several studies highlight the important role of teachers in designing and facilitating controversial problem-based learning to optimize these cognitive processes. Overall, controversial issues provide an effective pedagogical approach for fostering reasoning, analytical thinking, and reflective judgment as essential competencies in 21st-century mathematics education. Keywords: Controversial Issues, Mathematical Reasoning, Critical Thinking.
DEEP LEARNING IN IMPROVING STUDENTS' MATHEMATICAL CRITICAL THINKING: A SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW: Bali, Indonesia I Kadek Agus Prabawan Saputra; I Putu Pasek Suryawan; I Gusti Ngurah Pujawan
Jurnal Math-UMB.EDU Vol. 13 No. 2 (2026): MARCH
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/math-umb.edu.v13i2.9994

Abstract

Mathematical critical thinking skills are one of the essential competencies that students must have in 21st-century mathematics learning. However, learning practices in schools still tend to be oriented towards procedural mastery and formula memorization, so they are not optimal in developing students' higher-order thinking skills. One approach that is considered relevant to overcome this problem is deep learning, which emphasizes meaningful understanding, interrelationships between concepts, reflection, and the application of knowledge in real contexts. This study aims to analyze the implementation of deep learning in improving students' mathematical critical thinking skills. The research method used is a systematic literature review with a descriptive qualitative approach to relevant national articles. This study reviews 20 research articles obtained from the Google Scholar database with a publication range from 2025 to 2026. The results of the study show that deep learning is able to encourage students to analyze mathematical problems in depth, evaluate solution strategies, and construct logical mathematical arguments. Thus, deep learning has the potential to be an effective approach in improving the quality of mathematics learning.  Keywords: Deep Learning, Mathematics Learning, Mathematical Critical Thinking
Analisis Kesalahan Siswa SMA Dalam Menyelesaikan Soal Pemahaman Konsep Aljabar Berdasarkan Teori Newman: Analysis Of High School Students Errors In Solving Algebraic Concept Understanding Question Based On Newmans Theory Oktaviani, Ni Putu Ari; Pujawan, I Gusti Ngurah; Astawa, I Wayan Puja
Citizen : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 6 No. 1 (2026): CITIZEN: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia
Publisher : DAS Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53866/jimi.v6i1.1195

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis jenis-jenis kesalahan siswa SMA dalam menyelesaikan soal pemahaman konsep aljabar pada materi Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel (SPLTV) berdasarkan Teori Newman. Selain itu, penelitian ini mengaitkan kesalahan siswa dengan tiga indikator pemahaman konsep, yaitu mengungkapkan kembali konsep SPLTV menggunakan kata-kata sendiri, mengidentifikasi contoh dan bukan contoh SPLTV, serta menerapkan konsep SPLTV dalam berbagai situasi. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan mengumpulkan data melalui tes pemahaman konsep dan wawancara. Subjek penelitian adalah siswa kelas X SMA Negeri 2 Singaraja yang dikelompokkan ke dalam kemampuan tinggi, sedang, dan rendah berdasarkan Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) matematika sebesar 70. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan terbesar terjadi pada tahap comprehension (57%) yang umumnya dilakukan oleh siswa berkemampuan rendah, diikuti kesalahan encoding (28%) lebih banyak dilakukan oleh siswa berkemampuan tinggi, process skill (10%), dan transformation (5%) banyak dialami siswa berkemampuan sedang. Kesalahan comprehension muncul karena siswa tidak memahami informasi soal dan tidak mampu menjelaskan kembali konsep SPLTV. Kesalahan transformation dan process skill berkaitan dengan ketidaktepatan membentuk model matematika serta kesalahan operasi hitung. Pada tahap encoding, sebagian siswa tidak menuliskan kesimpulan akhir meskipun nilai variabel telah didapatkan. Secara keseluruhan, kelemahan memahami soal menjadi faktor utama munculnya kesalahan pada tahap penyelesaian berikutnya.
Pengaruh Penerapan Model Guided Discovery Learning Berbantuan Geogebra Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Transformasi Geometri Pada Siswa Kelas XI: The Effect of Applying the Guided Discovery Learning Model Assisted by Geogebra on the Geometric Transformation Problem-Solving Ability of Grade XI Students Pramono, Campa Febriana Sanggra; Pujawan, I Gusti Ngurah; Suweken, Gede
Citizen : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 6 No. 1 (2026): CITIZEN: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia
Publisher : DAS Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53866/jimi.v6i1.1203

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model Guided Discovery Learning berbantuan GeoGebra terhadap kemampuan pemecahan masalah transformasi geometri siswa kelas XI. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis quasi-eksperimen dan desain Posttest Only Control Group Design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI SMA Negeri 1 Muncar Kabupaten Banyuwangi pada semester ganjil tahun ajaran 2025/2026. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik cluster random sampling tanpa pengacakan individu, sehingga terpilih dua kelas sebagai sampel penelitian, yaitu kelas XI A sebanyak 32 siswa sebagai kelompok eksperimen yang memperoleh pembelajaran Guided Discovery Learning berbantuan GeoGebra dan kelas XI B sebanyak 33 siswa sebagai kelompok kontrol yang memperoleh pembelajaran konvensional. Pengumpulan data yang digunakan berupa tes yaitu posttest. Data dianalisis menggunakan uji normalitas dan homogenitas serta dilanjutkan dengan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai posttest kelas eksperimen sebesar 72,13 lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 59,15 dengan selisih rata-rata sebesar 12,973. Hasil uji hipotesis menggunakan independent sample t-test dengan asumsi varians tidak sama diperoleh nilai t hitung sebesar 3,930 dengan nilai signifikansi < 0,001 (p < 0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa penerapan model Guided Discovery Learning berbantuan GeoGebra berpengaruh positif terhadap kemampuan pemecahan masalah transformasi geometri pada siswa kelas XI. 
A Quantitative Descriptive Study on the Flourishing Level of Elementary School Teachers: A Psychological Approach in Education I Dewa Ayu Eka Purba Dharma Tari; I Gede Ratnaya; I Gusti Ngurah Pujawan; I Made Candiasa
Buletin Edukasi Indonesia Vol. 4 No. 03 (2025): Buletin Edukasi Indonesia
Publisher : The Indonesian Institute of Science and Technology Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56741/bei.v4i03.1276

Abstract

This study aims to understand the level of psychological well-being (flourishing) of teachers in primary schools. For this purpose, the research method was a psychological assessment using the PERMA model, which includes Positive Emotion, Engagement, Relationships, Meaning and Accomplishment. This study used a descriptive quantitative approach and involved 33 teachers who had a minimum of two years of teaching experience. The data were collected through the PERMA Profiler instrument which has been translated into Bahasa Indonesia. The data were analysed using SPSS software in a descriptive manner. he results of this study revealed that the majority of teachers were in the flourished category, with high percentages in the dimensions of Positive Emotions (96.7%), Relationships (96.7%), Engagement (84.84%), Meaning (84.84%), and Achievement (84.84%). However, around 24.24% of teachers belong to the not flourished group, especially in the dimensions of Engagement and Meaning. These findings suggest that although teachers' psychological well-being is generally satisfactory, there are some areas that need improvement. The psychological assessment approach using the PERMA model provides a complete insight into the mental state of teachers and can be used as a basis for making education policies more humane and sustainable.
Pengaruh Penerapan Model Case Based Learning (CBL) Berbantuan GeoGebra Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Ni Kadek Santiyani; I Nyoman Budayana; I Gusti Ngurah Pujawan
Polinomial : Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Papanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/jp.v5i2.3719

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model Case-Based Learning (CBL) berbantuan GeoGebra terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu dan desain posttest-only control group. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas IX di SMP 2 Banjarangkan, dengan sampel yang dipilih menggunakan teknik cluster random sampling. Instrumen penelitian berupa tes kemampuan pemecahan masalah yang telah memenuhi uji validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, dan daya pembeda. Analisis data dilakukan melalui uji prasyarat yang meliputi uji normalitas dan homogenitas, kemudian dilanjutkan dengan uji hipotesis menggunakan uji ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah siswa yang memperoleh pembelajaran dengan model CBL berbantuan GeoGebra lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang memperoleh pembelajaran dengan model CBL maupun pembelajaran konvensional. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan model CBL berbantuan GeoGebra berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Model pembelajaran ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk menganalisis permasalahan kontekstual, mengkonstruksi konsep secara mandiri, serta memvisualisasikan objek geometri secara dinamis. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengkaji penerapan CBL berbantuan GeoGebra pada materi matematika lainnya serta meninjau pengaruhnya terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi yang lain.
PENGARUH KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS TERHADAP DISPOSISI MATEMATIS DAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA SMK Frisillia Br Sinurat; I Made Candiasa; I Gusti Ngurah Pujawan
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol. 18 No. 1: Juni 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/tdygx435

Abstract

Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh kemampuan berpikir kritis terhadap disposisi matematis dan kemampuan komunikasi matematis siswa SMK. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Subjek penelitian melibatkan 400 siswa SMK Negeri di Kota Singaraja yang dipilih melalui teknik cluster sampling. Instrumen kemampuan berpikir kritis berupa soal uraian berbasis studi kasus, sedangkan disposisi matematis dan kemampuan komunikasi matematis diukur menggunakan kuesioner berdasarkan indikator NCTM dan Wardani. Analisis data dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Squares (PLS). Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis berpengaruh positif dan signifikan terhadap disposisi matematis dengan koefisien jalur 0,163, nilai T-Statistic 3,272, dan P-Value 0,001. Selain itu, kemampuan berpikir kritis juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemampuan komunikasi matematis dengan koefisien jalur 0,131, nilai T-Statistic 2,795, dan P-Value 0,005. Kontribusi: Temuan penelitian ini mengindikasikan bahwa peningkatan kemampuan berpikir kritis berkontribusi dalam memperkuat disposisi serta kualitas komunikasi matematis siswa. Oleh karena itu, pembelajaran matematika perlu dirancang dengan strategi yang mendorong aktivitas berpikir kritis, seperti pemecahan masalah kontekstual dan diskusi matematis.
ANALISIS KESULITAN SISWA SD DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA MATEMATIKA BERDASARKAN TEORI KASTOLAN Ni Made Elin Sri Artini; I Made Candiasa; I Nyoman Sukajaya; I Gusti Ngurah Pujawan
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol. 18 No. 1: Juni 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/qy119b49

Abstract

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan siswa SD dalam menyelesaikan soal cerita matematika berdasarkan teori Kastolan, serta mengidentifikasi jenis kesalahan yang paling dominan dilakukan siswa. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian terdiri dari 31 siswa kelas IV SD Negeri 4 Temukus (18 siswa) dan SD Negeri 5 Temukus (13 siswa), yang dikelompokkan ke dalam kategori kemampuan tinggi, sedang, dan rendah berdasarkan skor tes. Dari setiap kategori dipilih 6 siswa sebagai subjek wawancara mendalam. Instrumen penelitian terdiri dari tes uraian 10 soal cerita matematika dan wawancara untuk menggali penyebab kesulitan siswa. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman dan kesalahan siswa diklasifikasikan ke dalam tiga kategori menurut teori Kastolan, yaitu kesalahan konsep, prosedur, dan teknikal. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan prosedur merupakan jenis kesalahan yang paling dominan (53,87%), diikuti kesalahan konsep (11,94%) dan kesalahan teknikal (11,61%). Wawancara mendalam mengungkapkan bahwa kesulitan siswa terjadi akibat pemahaman konsep yang belum optimal, kemampuan menyusun langkah penyelesaian secara sistematis masih kurang, serta kurang teliti dalam melakukan perhitungan. Selain itu, kemampuan membaca dan memahami soal cerita juga berpengaruh terhadap kesulitan siswa dalam menentukan strategi penyelesaian. Simpulan: Penelitian ini menegaskan pentingnya pembelajaran matematika yang menekankan pengembangan pemahaman konsep, strategi penyelesaian masalah secara sistematis, ketelitian dalam perhitungan, serta kemampuan memahami soal cerita. Temuan ini memberikan informasi praktis bagi guru untuk merancang strategi pembelajaran yang dapat mengurangi kesulitan siswa dan meningkatkan efektivitas penyelesaian soal cerita matematika di kelas.
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament (TGT) Berbantuan Question Card Terhadap Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Siswa Ni Komang Sepiani; Putu Kartika Dewi; I Gusti Ngurah Pujawan
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.5826

Abstract

Rendahnya kemampuan pemahaman konsep matematis siswa menjadi salah satu permasalahan utama dalam pembelajaran matematika, terutama ketika proses pembelajaran masih didominasi oleh pendekatan yang kurang melibatkan siswa secara aktif. Kondisi ini menyebabkan siswa kurang memiliki kesempatan untuk membangun pemahaman secara mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) berbantuan media question card terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu berupa post-test only control group design. Seluruh siswa kelas VII di SMP Negeri 5 Singaraja pada tahun ajaran 2025/2026 dijadikan sebagai populasi dalam penelitian ini. Melalui penerapan teknik cluster random sampling, pemilihan sampel dilakukan berdasarkan kelompok, sehingga diperoleh satu kelas sebagai kelompok eksperimen dan satu kelas lainnya sebagai kelompok kontrol. Pengumpulan data dilakukan dengan memberikan tes berbentuk uraian, kemudian hasilnya diolah menggunakan analisis statistik, baik secara deskriptif maupun inferensial. Temuan penelitian memperlihatkan adanya perbedaan capaian, di mana nilai rata-rata siswa pada kelas eksperimen mencapai 79,19 dan melampaui rata-rata kelas kontrol yang berada pada angka 67,94. Karena data penelitian telah memenuhi kriteria normalitas dan homogenitas, analisis selanjutnya dapat dilanjutkan ke tahap pengujian hipotesis. Berdasarkan hasil uji t, diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,001 (p < 0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna antara kedua kelompok tersebut. Dengan kata lain, meningkatnya kemampuan siswa dalam memahami konsep matematika tidak terlepas dari penerapan model TGT yang dikombinasikan dengan penggunaan question card sebagai media pendukung pembelajaran. Pada akhirnya, ketika pendekatan kooperatif tipe TGT dipadukan dengan media interaktif berupa question card, proses belajar tidak hanya menjadi lebih hidup dan bermakna, tetapi juga berkontribusi kuat dalam memperdalam pemahaman siswa terhadap konsep-konsep matematika.
Peran E-LKPD Interaktif untuk Mendukung Model Guided Discovery Learning dalam Upaya Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Konsep Matematika Siswa: Systematic Literature Review Ni Kadek Widya Regina Putri; Raphita Yanisari Silalahi; Sariyasa Sariyasa; I Gusti Ngurah Pujawan
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.6901

Abstract

Rendahnya kemampuan pemahaman konsep matematika siswa akibat dominasi pembelajaran yang berpusat pada guru dan LKPD cetak yang kurang interaktif menjadi permasalahan mendasar yang mendorong perlunya inovasi dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis peran E-LKPD interaktif dalam mendukung model Guided Discovery Learning guna meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematika siswa. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan mengadaptasi alur PRISMA melalui penelusuran literatur pada tiga basis data, yaitu Google Scholar, Semantic Scholar, dan Scopus. Dari 782 artikel yang teridentifikasi, proses seleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi menghasilkan 15 artikel yang memenuhi syarat untuk dianalisis lebih lanjut. Temuan kajian menunjukkan bahwa E-LKPD interaktif terbukti mampu meningkatkan keterlibatan dan kemandirian belajar siswa, sementara model Guided Discovery Learning mendorong siswa untuk secara aktif mengkonstruksi pemahaman konsep melalui tahapan pembelajaran yang sistematis dan terarah. Lebih dari itu, integrasi keduanya menghasilkan pembelajaran yang lebih efektif, inovatif, dan berpusat pada siswa dibandingkan penerapan masing-masing secara terpisah. Dapat disimpulkan bahwa perpaduan E-LKPD interaktif dan Guided Discovery Learning merupakan pendekatan yang potensial dalam meningkatkan kualitas pembelajaran matematika, khususnya dalam mengembangkan kemampuan pemahaman konsep siswa secara lebih mendalam, meskipun efektivitasnya dipengaruhi oleh kualitas desain media, peran guru, partisipasi siswa, serta ketersediaan sarana teknologi.
Co-Authors ., I G. P. Habibi Mudi Sucipta ., I Gede Karya Danu Palguna ., I Nengah Adi Mahendra ., I Nyoman Mei Adi Shantiyana ., Kadek Eva Virga Yuni ., Made Dwi Savitri ., Ni Ketut Arum ., NI WAYAN SANJIWANI UTAMI ., Putu Wisma Artha Diputra A.A. I Ngurah Maya Pradnyani . Budayana, I Made Dewi, Kadek Cintya Purnama Dharma Tari, I Dewa Ayu Eka Purba Divayana, Dewa Hendra Dr. I Made Sugiarta, M.Si. . Drs.Djoko Waluyo,M.Sc . Durasa, Helfra Femmi Permata Sari Br Bangun Fitrianiayuningsih, Niputu Bela Frisillia Br Sinurat Gede Suweken Gst. Ayu Mahayukti Gusti Ayu Komang Pipin Suartania Gusti Ayu Mahayukti Helfra Durasa I Dewa Ayu Made Budhyani I Dewa Gede Agung Pratama Putra . I Dewa Gede Agung Pratama Putra ., I Dewa Gede Agung Pratama Putra I G. P. Habibi Mudi Sucipta . I Gede Karya Danu Palguna . I Gede Ratnaya I Gusti Bagus Gending . I Gusti Nyoman Yudi Hartawan I Gusti Nyoman Yudi Hartawan, S.Si . I Kadek Agus Prabawan Saputra I Kadek Agus Prabawan Saputra I Komang Wahyu Wiguna I Made Ardana I Made Candiasa I Made Suarsana I Made Suarsana I Made Wargina I made Yudi Suardi I Nengah Adi Mahendra . I Nyoman Jampel I Nyoman Mei Adi Shantiyana . I Nyoman Sukajaya I PUTU PASEK SURYAWAN I Putu Wisna Ariawan I Wayan Amperawan I Wayan Puja Astawa I Wayan Widiana I Wayan Widya Adi Nugraha Ida Ayu Dewi Wulandari Ida Ayu Dewi Wulandari Ida Ayu Putu Mahayani Ida Bagus Putrayasa Jayanta, Kadek Jelevia Lorenca Br Sinuhaji Junita, Ni Ketut Kadek Eva Virga Yuni . Kartini, Siluh Made Surya Komang Setemen Made Dwi Savitri . Made Evi Marliantini Made Juniantari, Made Mardika Pranata, Kadek Muhammad Alwan Nursuhaida N. N. T Tesashogi Ni Kadek Santiyani Ni Kadek Widya Regina Putri Ni Ketut Arum . Ni Ketut Widiartini Ni Komang Sepiani Ni Made Arri Sudani . Ni Made Arri Sudani ., Ni Made Arri Sudani Ni Made Elin Sri Artini Ni Made Sri Mertasari Ni Nyoman Parwati Ni Putu Risma Sastra Heni Ni Wayan Eka Sentana Wati . Ni Wayan Eka Sentana Wati ., Ni Wayan Eka Sentana Wati Ni Wayan Sanjiwani Utami . Niputu Bela Fitrianiayuningsih Nirwana Dwiyanti Nyoman Arda Wibawa Nyoman Maesha Bramanda Oktaviani, Ni Putu Ari Pramono, Campa Febriana Sanggra Prof. Dr.I Nengah Suparta,M.Si . Putu Kartika Dewi Putu Rie Hana Putu Wika Purwani . Putu Wika Purwani ., Putu Wika Purwani Putu Wisma Artha Diputra . Raphita Yanisari Silalahi Sariyasa . Suardi, I made Yudi Suardika, I Made Dandi Tesashogi, N. N. T Widhiasih, I Dewa Ayu Gede Widhiasih, I Dewa Ayu Gede Widiastuti, Ni Putu Kusuma Widnyana, Gede Supanca Wulandari, Ida Ayu Dewi Yudi Hartawan , I Gusti Nyoman