Claim Missing Document
Check
Articles

THE QUALITATIVE EVIDENCES THAT UNITE TAMBAKAN AND PELAGA DIALECTS: A COMPARATIVE STUDY ., Ni Wayan Desi Ariani; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., I Putu Ngurah Wage M, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3374

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persamaan fonologis dan leksikal antara dialek Tambakan (DT) dengan dialek Pelaga (DP). Objek dari penenlitian ini adalah dialek Tambakan dan Pelaga. Tiga orang penutur dari masing-maasing dialek dipilih sebagai informan dalam penelitian ini. Penelitian ini membandingkan dua dialek, yaitu dialek Tambakan dan dIalek Pelaga. Data yang didapatkan dalam bentuk leksikon yang diidentifikasi menggunakan Daftar Kata Swadesh, Daftar Kata Budasi, dan Daftar Kata Holle yang dikumpulkan menggunakan teknik merekam, mendengarkan, dan mencatat. Dalam penelitian ini, sistem fonologi dari kedua dialek dideskripsikan terlebih dahulu. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa DT dan DP memiliki persamaan fonologis dan leksikon yang relatif banyak. Terdapat 38 fonem yang sama di posisi awal, tengah, dan akhir pada leksikon kedua dialek tersebut. Fonem yang sama tersebut meliputi: a) enam vokal yang sama: //, /i/, /u/, /e/, // dan /o/; b) lima diftong yang sama: /i/, /u/, //, //, dan /u/; c) dua vokal rangkap yang sama: // and //; d) sembilan belas konsonan yang sama: /b/, /t/, /d/, /g/, /ʔ/, /h/, //, /k/, /l/, /m/, /n/, /p/, /r/, /s/, /t/, /w/, /y, /ŋ/, dan /ñ/; e) enam konsonan kluster yang sama: /kl/, /bl/, /pl/, /tl/, /ml/, dan /kr/. Dari tiga Daftar Kata yang terdiri dari 1.716 leksikon, ditemukan bahwa terdapat 946 leksikon yang sama dan 495 leksikon yang serupa sebagai bukti-bukti kualitatif yang menyatukan kedua dialek tersebut.Kata Kunci : metode perbandingan, aspek fonologis, leksikon, dialek Tambakan, dialek Pelaga This study aimed at describing the phonological and lexical similarities between Tambakan dialect (TD) and Pelaga dialect (PD). The objects of this study were Tambakan and Pelaga dialects. Three speakers from each dialect were chosen as the informants in this study. This study compared two dialects: Tambakan dialect and Pelaga dialect. The obtained data in the form of lexicons identified using Swadesh Wordlists, Budasi Wordlists, and Holle Wordlists were collected through recording, listening, and noting techniques. In this study, the phonological systems of both dialects were firstly described. The results of the study show that TD and PD actually have relatively many phonological and lexical similarities. The study has found that there are 38 same phonemes in the initial, middle and final positions of the words. Those phonemes were: a) six the same vowels phonemes: //, /i/, /u/, /e/, // and /o/; b) five the same diphthongs: /i/, /u/, //, //, and /u/; c) two the same geminate vowels: // and //; d) nineteen the same consonants: /b/, /t/, /d/, /g/, /ʔ/, /h/, //, /k/, /l/, /m/, /n/, /p/, /r/, /s/, /t/, /w/, /y, /ŋ/, and /ñ/; and e) six same consonant clusters: /kl/, /bl/, /pl/, /tl/, /ml/, and /kr/. From the three wordlists containing 1,716 lexicons, it has been found that there are 760 exactly the same lexicons and 546 similar lexicons as the qualitative evidences that unite those two dialects.keyword : comparative method, phonological aspect, lexicon, Tambakan dialect, Pelaga dialect
The Analysis of Terms of Address Used in the Debate Situations in the Indonesia Lawyers Club TV Program (A Sociolinguistics Study) ., Putu Indah Partami Putri; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., I Putu Ngurah Wage M, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3411

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan jenis kata sapaan yang digunakan oleh peserta dalam situasi debat dalam program TV Indonesia Lawyers Club, (2) menggambarkan representasi dari kata sapaan yang digunakan oleh peserta dalam situasi perdebatan di program TV Indonesia Lawyers Club. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Obyek penelitian ini adalah kata sapaan. Subjek penelitian ini adalah 62 peserta program TV Indonesia Lawyers Club yang mengucapkan kata sapaan. Data dikumpulkan dengan menggunakan laptop, pemutar video, notebook, dan checklist. Metode yang digunakan untuk menganalisis data yang diperoleh adalah metode kualitatif dan desain yang digunakan adalah desain kualitatif. Implikasi dari penelitian ini yang mengungkapkan jenis kata sapaan yang digunakan seperti: Nama seperti I Wayan Koster; Istilah kekerabatan seperti Ibu Theresia, dan Saudara AW; Istilah yang samar seperti Pemirsa dan Hadirin; Gelar seperti Mayor Jendral; Istilah kata benda yang abstrak seperti Johan Budi Yang saya hormati; Istilah pekerjaan seperti Penjaga Keamanan; Istilah panggilan sayang seperti Aunty; Selain itu, istilah Teknonyms seperti Anak saya. Dari delapan tipe, sapaan kekerabatan yang paling sering digunakan oleh peserta sebesar 38,19% dari total presentase. Representasi sapaan berdasarkan strategi kesantunan yang digunakan oleh peserta dalam program TV ILC seperti untuk bersikap sopan, pujian, mengekspresikan kealamian, menunjukkan rasa hormat, dan membuat malu seseorang.Kata Kunci : Kata Sapaan, Situasi Debat, Indonesia Lawyers Club This study aimed at: (1) describing types of terms of address used by the participants in the debate situations in the Indonesia Lawyers Club TV program, (2) describing the representation of terms of address used by the participants in the debate situations in the Indonesia Lawyers Club TV program. The study was a descriptive study. The objects of this study were terms of address. The subjects of this study were 62 participants of Indonesia Lawyers Club TV program who produced terms of address. The data were collected by using laptop, video player, notebook, and checklist. The method applied for analyzing the data obtained was qualitative method and the design used was qualitative design. The findings of this study that revealed the types of terms of address used were: name terms such as I Wayan Koster; kinship terms such as Ibu Theresia, and Saudara AW; vague terms such as Pemirsa and Hadirin; title terms such as Major Jendral; abstract noun terms such as; Johan Budi yang saya hormati; occupational terms such as Penjaga Keamanan; endearment terms such as Aunty; and teknonyms terms such as Anak saya. Kinship terms of address type from eight types were most widely used by the participants in ILC TV program amounting to 38,19% of the total percentage. There are several reasons used by the participants in order to represent terms of address such as being-polite, complimenting, expressing naturalness, losing-other’s-face context and expressing-neutralness context.keyword : Terms of Address, Debate Situations, Indonesia Lawyers Club
AN ANALYSIS OF THE PHONOLOGICAL SYSTEM OF BALINESE LANGUAGE USED BY THE BALINESE DIASPORA IN MATARAM ., Ni Made Putri Saraswathy; ., Prof. Dr.I Nyoman Adi Jaya Putra, MA; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3448

Abstract

Penelitian ini mendiskusikan tentang Sistem fonologis Bahasa Bali masyarakat Diaspora Bali di Mataram. Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) untuk menemukan jumlah fonem, termasuk vokal, diftong, geminal, konsonan, dan gugus konsonan, 2) untuk menyelidiki proses fonologi dalam bahasa tersebut. Desain dari penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dimana penelitian ini menjabarkan tentang jumlah fonem dan proses fonologis yang ada di bahasa Bali masyarakat Diaspora Bali di Mataram dalam situasi tertentu. Instrumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti, dan instrumen lain yang digunakan adalah alat rekam, daftar kata, dan daftar kalimat. Pada penelitian ini ditemukan bahwaterdapat 30 fonem yang terdiri atas 6 vokal, 2 diftong, 3 geminal, dan 19 konsonan. Sedangkan dari empat proses fonologis menurut teori Schane (1973), hanya ada satu proses fonologis yang di temukan dalam bahasa Bali masyarakat Diaspora di Mataram, yakni proses struktur suku kata; penghilangan konsonan. Kata Kunci : Sistem fonologis, Bahasa Bali, Diaspora, Mataram This study mainly discusses about The Phonological System of Balinese Diaspora language in Mataram. The aims of this study were: 1) To find out the number of phonemes, including the vowels, diphthong, geminate, consonant and consonant cluster, 2) to explore the phonological process within the language itself. The design of this research was descriptive qualitative, in which this study describes the number of phonemes and the phonological process which exist in Balinese Diaspora language in certain situation. The main instrument was the researcher, and the other instruments that are used in this study are recorder and word list. The researcher found that there are 30 phonemes which include 6 vowels, 2 diphthongs, 3 geminates, and 19 consonants. Meanwhile, among the four types of phonological process according to Schane’s theory (1973) there are only one type of phonological process found by the researcher in BDL, that is syllable structure processes; consonant deletion.keyword : Phonological system, Balinese language, Diaspora, Mataram
COMMUNICATION STRATEGIES USED BY SOME SHOPKEEPERS IN GUNUNG KAWI TOURISM OBJECT TO COMMUNICATE WITH FOREIGN TOURISTS ., Ida Bagus Putu Suryadiputra; ., Prof. Dr.I Nyoman Adi Jaya Putra, MA; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3489

Abstract

The existence of an ancient temple complex called Gunung Kawi in Tampaksiring, Gianyar makes the tourists from many countries visit the place. It encourages the shopkeepers in that area to communicate intensively to the tourists. Sometimes they use communication strategies to help them communicate. This study investigates the types of the communication strategies used by some shopkeepers in Gunung Kawi tourism object in communicating with foreign tourists, the type of communication strategies used most frequently by some shopkeepers and their reasons in applying communication strategies to communicate with foreign tourists. Two main methods used in this study were observation and interview. Five shopkeepers were observed. The findings of this study show that the shopkeepers used eight type of communication strategy namely approximation, circumlocution, clarification request, comprehension check, language switching, paralanguage, topic avoidance, and using pictures or objects. Paralanguage was the communication strategy which was used most frequently. Two main reasons why they applied communication strategies were found. They were to run the communication well and effectively, and to avoid misunderstanding during the communication process.Kata Kunci : Communication Strategies, Shopkeeper Keberadaan kompleks wisata pura Gunung Kawi di Tampaksiring, Gianyar menyebabkan banyaknya kunjungan wisata dari berbagai negara. Hal tersebut menyebabkan para pedagang cinderamata di tempat tersebut terbiasa berkomunikasi dengan para turis asing. Terkadang, mereka menggunakan strategi komunikasi untuk mempermudah komunikasi mereka. Penelitian ini membahas tentang tipe-tipe strategi komunikasi yang digunakan oleh para pedagang di tempat tersebut ketika berkomunikasi dengan turis asing, tipe strategi komunikasi yang paling sering digunakan ketika berkomunikasi dengan turis asing, dan alasan para pedagang tersebut menggunakan strategi komunikasi ketika berkomunikasi dengan turis asing. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dan interview dimana lima pedagang diobservasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa para pedagang yang diobservasi menggunakan delapan jenis strategi komunikasi yaitu approximation, circumlocution, clarification request, comprehension check, language switching, paralanguage, topic avoidance, and using pictures or objects. Paralanguage adalah tipe strategi komunikasi yang paling sering digunakan. Ada dua alasan utama tentang penggunaan strategi komunikasi yang dikemukakan oleh para pedagang yaitu untuk membuat komunikasi berjalan lancar dan efektif, serta untuk menghindari kesalahpahaman selama komunikasi berlangsung.keyword : Strategi Komunikasi, Pedagang
THE DERIVATIONAL AND INFLECTIONAL PROCESSES OF LOLOAN DIALECT SPOKEN BY THE PEOPLE IN LOLOAN VILLAGE ., Ida Bagus Putu Kusuma Adi; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., I Putu Ngurah Wage M, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3490

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan awalan dan akhiran pada Dialek Loloan (DL) yang termasuk proses derivasional dan infleksional yang digunakan oleh masyarakat di desa Loloan. Penelitian ini merupakan studi deskriptif kualitatif. Tiga informan dipilih sebagai sampel dalam penelitian ini. Data dikumpulkan berdasarkan tiga teknik, yaitu: observasi, teknik perekaman, dan teknik wawancara (mendengarkan dan mencatat). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada tiga awalan dalam DL yang termasuk proses derivasional: awalan {n-}, {mê-}, {pê-} dan tiga awalan dalam DL yang termasuk proses infleksional: awalan {mê-}, {N-} and {di-}. Ada dua akhiran dalam DL yang termasuk proses derivasional: akhiran {-i} and {-an} dan dua akhiran yang termasuk proses infleksional: akhiran {-i} and {-an}. Ada dua akhiran di DL yang termasuk proses derivasional; akhiran {-i} and {-an} dan dua akhiran di DL yang termasuk proses infleksional; akhiran {-i} and {-an}.Kata Kunci : Proses Derivasional, Proses Infleksional, Dialek Loloan (DL) This study aims at describing the prefixes and suffixes in Loloan Dialect (LD) that belong to the derivational and inflectional processess spoken by the people in Loloan village. This study is a descriptive qualitative research. Three informants were chosen as the sample of this study. The data were collected by means of three techniques, namely: observation, recording technique, and interview (listening and noting) technique. The results of the study show that there are three prefixes in LD that belong to a derivational process; prefix {n-}, {me-}, {pe-} and three prefixes in LD that belong to an inflectional process; prefix {me-}, {n-} and {di-}. There are two suffixes in LD that belong to a derivational process; suffix {-i} and {-an} and two suffixes in LD that belong to an inflectional process; suffix {-i} and {-an}.keyword : Derivational process, Inflectional process, Loloan Dialect (LD)
PREFIXATION IN NUSA PENIDA DIALECT: A QUALITATIVE STUDY OF MORPHOLOGICAL PROCESS ., I Putu Sidiasa; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., I Putu Ngurah Wage M, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3491

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskirpsikan awalan yang terdapat dalam Dialek Nusa Penida (DNP) dan awalan yang mengalami proses morfofonemik. Penelitian ini merupakan deskriptif kualitatif. Tiga informan dipilih berdasarkan kriteria tertentu. Data dikumpulkan berdasarkan tiga teknik, yaitu: observasi, teknik perekaman dan teknik wawancara. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada enam jenis awalan di Dialek Nusa Penida (DNP): awalan {mə-}, {n-}, {Λ-}, {pə-}, {kə-} dan{sə-}. Diantara keenam awalan tersebut, ada empat awalan yang ditemukan mengalami proses morfofonemik. Awalan tersebut adalah awalan {mə-}, {n-}, {pə-} dan{kə-}.Kata Kunci : proses awalan, awalan, proses morfofonemik, Dialek Nusa Penida (DNP) This study aims at describing the prefixes that exist in Nusa Penida Dialect (NPD) and the prefixes that take morphophonemic process. This research was a descriptive qualitative study. Three informants were chosen as the samples of the study based on certain criteria. The data were collectedby using three techniques, namely: observation, recording technique, and interview technique. The results of the study show that there are six kinds of prefixes in NPD:prefix {mə-}, {n-}, {Λ-}, {pə-}, {kə-} and {sə-}.Among the six prefixes, four prefixes were found to undergo morphophonemic process. They are prefix {mə-}, {n-}, {pə-} and{kə-}.keyword : prefixation, prefix,morphophonemic process,Nusa Penida Dialect (NPD)
An Analysis of Derivational and Inflectional Morphemes in Javanese Surakarta Dialect ., Anis Azizah Hidayati; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., I Putu Ngurah Wage M, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3570

Abstract

penelitian ini dilakukan bertujuan untuk menginvestigasi morfem derivasi dan infleksi yang ada di Bahasa Jawa dialek Surakarta. Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data-data dalam penelitian ini diperoleh dengan metode wawancara dengan informan dan observasi. Dalam penelitian ini melibatkan tiga informan yang dipilih berdasarkan kriteria yang berlaku. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan ada lima morfem derivasi dan dua morfem infleksi yang ada dalam dialek Surakarta. Derivasi morfem yang ditemukan adalah {n-}, {n-/-i}, {n-/-ʌkɘn}, {dipUn-/-i} dan { dipun-/-ʌkɘn }, morfem infleksi adalah {dipun-} dan {-ipun}.Kata Kunci : morfem derivasi, morfem infleksi, dialek Surakarta The research is conducted to find out the derivational and inflectional morphemes existing in Javanese Surakarta dialect. The study was designed with descriptive method. The data observed in this study were obtained by interview the informants and observation. Three informants sample in this study were selected based on a number of criterias. The results of the study showed that there were five derivational morphemes and two inflectional morphemes in Surakarta dialect. The derivational morphemes were {n-}, {n-/-i}, {n-/-ʌkɘn}, {dipUn-/-i} and { dipun-/-ʌkɘn }, the inflectional morphemes were {dipun-} and {-ipun}.keyword : Derivational Morphemes, Inflectional Morphemes, Surakarta Dialect
AN ANALYSIS OF POLITENESS STRATEGIES USED BY INDONESIAN POLITICIANS ON TWITTER ., Adex Palos Agustin Dwicahya; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., I Putu Ngurah Wage M, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3688

Abstract

Penelitian ini menganalisa jenis strategi kesantunan yang digunakan oleh politisi Indonesia di twitter. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkapkan jenis strategi kesantunan yang digunakan oleh para politisi Indonesia sebagai tanggapan terhadap pertanyaan, dukungan atau kritik dari followers mereka di Twitter. Selain itu, penelitian ini juga menggambarkan konteks situasi di mana jenis strategi tertentu digunakan oleh politisi Indonesia di Twitter. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk menganalisis dua puluh tujuh tweets yang dikirim oleh tujuh politisi sebagai tanggapan terhadap pengikut mereka di Twitter. Data diunduh dari internet dan disimpan menggunakan aplikasi printscreen dan MS Word. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan dokumentasi. Strategi kesantunan dianalisis menurut teori kesantunan Brown dan Levinson (1987). Hasil penelitian menunjukkan bahwa politisi Indonesia menggunakan berbagai strategi kesantunan, termasuk penggunaan strategi positive politeness, strategi negative politeness dan strategi off-record. Mereka cenderung menggunakan strategi yang meminimalkan jarak dengan para pengikut mereka. Hal ini dapat dilihat dari penggunaan strategi didominasi oleh strategi positive politeness (74%). Sebagai perbandingan, penggunaan strategi off-record hanya 15% dan diikuti oleh strategi negative politeness (11%). Melihat konteks situasi, di mana latar komunikasi adalah di media yang bersifat publik (situs jejaring sosial) dan waktu komunikasi adalah selama masa kampanye pemilu legislatif dan presiden, politisi Indonesia tampaknya menggunakan strategi yang meminimalisir ‘jarak’ dengan pendengar. Ini mungkin saja disebakan karena mereka harus menjaga citra mereka di khalayak umum dan terlebih lagi mereka ingin lebih 'dekat' ke pendengar.Kata Kunci : Strategi kesantunan, Politisi Indonesia, Konteks situasi, Twitter. This study analyzes the types of politeness strategies used by Indonesian politicians on twitter. The purpose of this study is to reveal the types of politeness strategies used by the Indonesian politicians as the responses to the questions, supports or critiques from their followers on Twitter. Moreover, this study also describes the contexts of situations in which particular types of strategies are used by Indonesian politicians on Twitter. This study used descriptive qualitative approaches to analyze twenty seven tweets posted by seven politicians as the responses to their followers on Twitter. The data were downloaded from the internet and saved using ‘printscreen’ and MS Word application. The methods of data collection were observation and documentation. The politeness strategies were analyzed according to Brown and Levinson’s (1987) politeness theory. The findings show that Indonesian politician used various politeness strategies, including the use of positive politeness, negative politeness and off-record strategy. They tend to use the strategy that minimizes the distance with their followers. It can be seen from the use of strategy dominated by positive politeness (74%). As comparison, the use of off-record strategy was only 15% and followed by negative politeness (11%). Looking at the context of situation, where the setting was in public media (social networking site) and the time of the communication was during the campaign period of the legislative and president election, Indonesian politicians seem to use the strategies that minimize the distance with the hearer. It may because they have to maintain their image in public and moreover they want to ‘come closer’ to the hearer.keyword : Politeness strategies, Indonesian Politicians, Context of Situation, Twitter.
WRITTEN CORRECTIVE FEEDBACKS USED BY ENGLISH TEACHERS OF THE STATE SENIOR HIGH SCHOOLS IN EFL WRITING CLASSES: A STUDY ON TEACHERS AND STUDENTS’ PERCEPTIONS ON THE MOST EFFECTIVE FEEDBACKS ., I Komang Sesara Rakayana; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., I Putu Ngurah Wage M, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3950

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi jenis umpan balik korektif tertulis digunakan oleh guru-guru di tiga SMA Negeri di Singaraja di kelas menulis, (2) mencari tahu apa yang guru pikir sebagai umpan balik yang paling efektif di antara jenis umpan balik korektif tertulis, dan (3) mencari tahu apa yang siswa pikir sebagai umpan balik korektif tertulis yang paling menguntungkan untuk peningkatan tulisan mereka. Penelitian ini melibatkan enam guru bahasa Inggris dan tiga belas anak kelas sebelas dari tiga SMA Negeri di Singaraja. Data penelitian ini berupa data pengamatan dan data wawancara. Data pengamatan dikumpulkan melalui pengamatan kelas dan tulisan-tulisan mahasiswa yang telah diperbaiki namun belum dikembalikan oleh guru, sedangkan data wawancara dikumpulkan melalui wawancara guru dan siswa. Semua data dianalisa secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa umpan balik terintegrasi tampak mendominasi penggunaan. Para guru dan siswa memiliki persepsi yang beraneka mengenai masukan yang paling efektif dan menguntungkan, yang mencerminkan beberapa korespondensi dan perbedaan. Umpan balik secara lisan yang ditemukan dalam penggunaannya adalah jenis umpan balik formatif. Saran-saran diberikan terutama untuk guru bahasa Inggris dan Lembaga Kurikulum Pendidikan dan Pelatihan Guru.Kata Kunci : Umpan balik korektif, tulisan EFL, umpan balik efektif This study aimed at (1) identifying the types of written corrective feedback employed by the teachers in three state senior high schools in Singaraja in writing classes, (2) finding out what the teachers think as the most effective feedback among the types of written corrective feedback, and (3) finding out what the students think as the most beneficial written corrective feedback for their writing improvement. The study involved six English teachers and thirteen eleven graders from three state senior high schools in Singaraja. The data were in the forms of observation data and interview data. The observation data were collected through classroom observations and student writings which had been corrected but not returned yet by the teachers, while the interview data were collected through teacher and student interviews. The data were all analyzed descriptively. The results indicated that the integrated feedbacks seemed dominated the uses of written corrective feedback. The teachers and the students had varied perceptions on the most effective and beneficial feedbacks, which reflect some correspondences and discrepancies. Oral feedback found in use was the formative feedback. Suggestions were mainly provided for English teachers and the Curriculum of Teacher Training and Education Institution.keyword : Corrective feedback, EFL writing, effective feedback
A Study of Code Switching Used by English Teacher as Communication Strategy in Teaching English as a Foreign Language at SMK N 2 Seririt in Academic Year 2014/2015 ., Gede Irwandika; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., Ni Wayan Surya Mahayanti, S.Pd, M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.4770

Abstract

Penelitian ini ditujukan untuk menganalisis tipe dari alih kode bahasa, fungsi alih kode bahasa, dan alasan penggunaan alih kode bahasa yang digunakan oleh guru bahasa Inggris sebagai strategy komunikasi untuk mengajar Bahasa Inggris sebagai bahasa asing pada kelas sepuluh di SMK N 2 Seririt pada tahun ajaran 2014/2015. Penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek dari penelitian ini adalah seorang guru laki-laki. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah perekam MP3, catatan, dan panduan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada tiga tipe alih kode bahasa yang digunakan oleh guru bahasa Inggris. Mereka adalah intra-sentential alih kode bahasa (61%), inter-sentential alih kode bahasa (34%), dan inter-personal alih kode bahasa (5%). Ada tujuh fungsi alih kode bahasa yang digunakan oleh guru bahasa Inggris; fungsi pengaturan (4%), fungsi penekanan (18%), fungsi perhatian (6%), fungsi kebutuhan bahasa (32%), fungsi klarifikasi(34%), fungsi hiburan (3%), fungsi perintah (3%). Alasan penggunaan alih kode bahasa adalah untuk membicarakan suatu topik, menegaskan sesuatu, menyisipkan, pengulangan sebagai klarifikasi, maksud untuk menjelaskan isi pembicaraan pada pendengar, menyiapkan siswa untuk bekerja di kehidupan nyata, meningkatkan motivasi belajar bahasa Inggris, membantu siswa menangkap informasi yang diberikan guru, menciptakan atmosfir belajar yang menyenangkan, memberikan perintah atau instruksi. Kata Kunci : Alih Kode Bahasa, Guru Bahasa Inggris, Strategi Komunikasi, Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing Kata Kunci : Kata Kunci : Alih Kode Bahasa, Guru Bahasa Inggris, Strategi Komunikasi, Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing This study aimed at analyzing the types of code switching, the functions of code switching, and the reasons of using code switching by English teacher as a Communication Strategy to teach English as a Foreign Language in grade ten at SMK N 2 Seririt in academic year 2014/2015.This study is a descriptive qualitative research. The subject of this study is a male teacher. The instruments used in this study are MP3 recorder, a field note, and an interview guide. The results of this study show that there are three types of code switching used by the English teacher. They are intra-sentential code switching (61%), inter sentential code switching (34%), and inter-personal code switching (5%). There are seven functions of code switching used by the English teacher; regulatory function (4%), emphasis function (18%), attention function (6%), lexicalization function (32%), clarification function (34%), sociolinguistic play function (3%), instruction function (3%). The reasons of using code switching are talking about particular topic, being emphatic about something, interjection, repetition used for clarification, intention of the speech content for the interlocutor, preparing students to work in real life, increasing motivation in learning English, helping students to catch the information given by the teacher, creating a fun learning atmosphere, and giving command or instruction.keyword : Key Words : Code Switching, English Teacher, Communication Strategy, English as a Foreign Language
Co-Authors ., Anak Agung Istri Yurika Kanya Paramita D ., Anak Agung Istri Yurika Kanya Paramita D ., COKORDA ISTRI ITA ARIATI ., DR. LUH PUTU ARTINI, M.A. ., Dr. Sudirman, M.L.S ., Dr. Sudirman, M.L.S ., Ester Adi Wiryani ., Ester Adi Wiryani ., Gusti Komang Dewi Tirtayani ., Gusti Komang Dewi Tirtayani ., Gusti Ngurah Adi Kusuma ., Gusti Ngurah Adi Kusuma ., Husnul Lail ., I Dewa Made Yuda Mahendra ., I Dewa Made Yuda Mahendra ., I Gede Juliadnyana ., I Gede Juliadnyana ., I Gede Wira Wiguna ., I Gede Wira Wiguna ., I Gusti Agung Putu Samiasri ., I Gusti Agung Putu Samiasri ., I Gusti Ayu Ngurah Shanti Ningrum ., I Gusti Ayu Ngurah Shanti Ningrum ., I GUSTI AYU RIAN KESUMAYANTI ., I Gusti Ngurah Bagus Aryana ., I Gusti Ngurah Bagus Aryana ., I Gusti Ngurah Budaartha ., I Gusti Ngurah Putu Angga Sri Pranatha ., I Gusti Ngurah Putu Angga Sri Pranatha ., I Kadek Aristyawan ., I Kadek Aristyawan ., I Kadek Sudarma ., I Made Partha Sarathi ., I Made Partha Sarathi ., I Made Pebri Artono ., I Nengah Pastikayana ., I Putu Ratama ., Kadek Puspa Ariantini ., Kadek Puspa Ariantini ., KADEK WAHYUTRIYUNI ., KADEK WAHYUTRIYUNI ., Kadek Windayanti ., Komang Sri Wahyuni ., KOMANG TRY WAHYUNI DEWI ., Luh Nik Sudiyanti ., Luh Nik Sudiyanti ., Luh Winda Cipta Pratiwi ., Made Gede Viktor ., Made Gede Viktor ., MADE PUTRI ARI SUSANTHI ., Made Wikrama ., Made Wikrama ., MADE WINNY PARAMITHA ., Mashita Amellia Kartika Sari ., NI KADEK DWI EKA JAYANTHI AYU ., Ni Kadek Dwi Sanjiwani ., Ni Kadek Dwi Sanjiwani ., NI KETUT AYU SUPUTRI ., Ni Luh Putu Linda Sumariyanthi ., Ni Luh Putu Linda Sumariyanthi ., Ni Nengah Nitiadhi ., Ni Putu Ayu Sriratna Dewipayani ., Ni Putu Ayu Sriratna Dewipayani ., Ni Putu Trisna Sari Putri ., NI PUTU YENI YULIANTARI ., Ni Wayan Paramita Dewi ., Ni Wayan Paramita Dewi ., Niluh Sri Hendrayani ., Niluh Sri Hendrayani ., Nyoman Suci Triasih ., PROF. DR. I NYM. ADI JAYA PUTRA, M.A. ., PROF. DR. I NYM. ADI JAYA PUTRA, M.A. ., Putu Dwitya Pranata ., Putu Dwitya Pranata ., Putu Eka Dambayana S., S.Pd., M.Pd. ., Putu Mas Juliatmadi ., Putu Mas Juliatmadi ., Putu Pipin Septiari ., Putu Rika Pramayani ., Putu Rika Pramayani ., Putu Sutarma ., Putu Sutarma ., Putu Wita Pradnya Dhari ., Putu Wita Pradnya Dhari ., SARI DEWI NOVIYANTI ., Siti Juliani Putri Sulandari ., Siti Juliani Putri Sulandari ., Sophiarini Putu Yulia Adex Palos Agustin Dwicahya . Adnyani, Ni Luh Putu Sri Anak Agung Istri Mas Diah Utari Dewi Anak Agung Istri Ngr. Marhaeni Anis Azizah Hidayati . Artini, Putu Astuti, Kadek Wedi Danu Wijaya ., Danu Wijaya Dewa Ayu Eka Agustini Dewa Komang Tantra Dewa Putu Ramendra Drs. Asril Marjohan,MA . Elsie, Kadek Fredina G.A.P. Suprianti G.P. Chikita Gede Irwandika . Gede Mahendrayana I Dewa Gede Rat Dwiyana Putra I Gede Bryan Permana Yasa ., I Gede Bryan Permana Yasa I Gede Budasi I Gusti Agung Anom Maruti Putra ., I Gusti Agung Anom Maruti Putra I Gusti Ayu Ketut Yustriantari ., I Gusti Ayu Ketut Yustriantari I Ketut Mantra I Ketut Mantra . I Ketut Sudiatmika I Komang Alit Putra ., I Komang Alit Putra I Komang Sesara Rakayana . I Made Adi Widarta Kusuma I Nyoman Adi Jaya Putra I Nyoman Pasek Hadi Saputra I Putu Galan Brahmanusi ., I Putu Galan Brahmanusi I Putu Indra Kusuma I Putu Sidiasa . I Wayan Agus Anggayana I Wayan Rusdiana . I Wayan Swandana I Wayan Wikajaya ., I Wayan Wikajaya Ida Bagus Putu Kusuma Adi . Ida Bagus Putu Suryadiputra . Ida Kadek Satria Wardana ., Ida Kadek Satria Wardana Iin Pramunistyawaty ., Iin Pramunistyawaty Jaya, Putu Wira Jelimun, Maria Olga KADEK DEVY MARLENI . Kadek Fredina Elsie Kadek Sari Wahyuni ., Kadek Sari Wahyuni Kadek Sintya Dewi Kadek Sonia Piscayanti Komang Adi Wiradnyana ., Komang Adi Wiradnyana Kurniawati . Luh Putu Artini LUKI ARIMESTI DWIHANDINI . M.A. ., PROF. DR. I KETUT SEKEN, M.A. M.Pd. ., Made Hery Santoso, S.Pd, M.Pd. Made Hery Santosa Mantra, I Ketut May Anggara Jiwa Hanuraga ., May Anggara Jiwa Hanuraga Mayori, Winda Ni Kadek Dinda Saraswati Ni Kadek Heny Sayukti ., Ni Kadek Heny Sayukti Ni Kadek Indah Dili Yanti Indah Dili Ni Komang Arie Suwastini Ni Komang Sri Wahyuni ., Ni Komang Sri Wahyuni Ni Luh Putu Elly Trikayanti . Ni Made Christina Wijaya . NI MADE ELIS PARILASANTI . Ni Made Ernila Junipisa Ni Made Putri Saraswathy . Ni Made Ratminingsih NI MADE SRI AGUSTINI . NI MADE WAHYU SUPRABA WATHI . Ni Putu Astiti Pratiwi Ni Wayan Desi Ariani . Ni Wayan Novi Suryati Ni Wayan Surya Mahayanti Nyoman Karina Wedhanti Praptono, Gede Sudana Prayuda, Putu Edy Prof. Dr. A. A. I. Ngurah Marhaeni,MA . Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA . Prof. Dr.I Ketut Seken,MA . Putu Adi Krisna Juniarta Putu Edi Kusuma ., Putu Edi Kusuma Putu Eka Dambayana Suputra Putu Indah Partami Putri . Putu Kerti Nitiasih Putu Nada Dita Pratama Ratih Apriliani Ratih Utari Purnama Dewi . S.Pd. I Putu Ngurah Wage M . S.Pd. Putu Eka Dambayana S. . Utari Dewi, Anak Agung Istri Mas Diah Widarta Kusuma, I Made Adi Widayanti, Ni Komang Ayu Wikajaya, I Wayan Yudistian, Randi Yundari, Yundari ZAENUL FIKRI .