Claim Missing Document
Check
Articles

Affixation of Banyuseri Dialect : A Descriptive Study ., Kadek Sari Wahyuni; ., Dr. I Gede Budasi,M.Ed,Dip.App.Lin; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.5307

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan awalan dan akhiran infleksi dan awalan dan akhiran derivasi dari Dialek Banyuseri di desa Banyuseri.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif.Tiga contoh informan dari Dialek Banyuseri dipilih berdasarkan kriteria yang ditentukan. Data dikumpulkan berdasarkan tiga teknik, yaitu: observasi, teknik perekaman, dan teknik wawancara (mendengarkan dan mencatat). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada dua jenis awalan di Dialek Banyuseri yang termasuk derivasi, awalan {mә-} dan{m-}. Ada enam jenis awalan di Dialek Banyuseri yang termasuk infleksi, awalan {n-}, {ŋ-}{-ñ}, {m-}{-Λ}, dan {-kΛ}. Ada dua jenis akhiran di Dialek Banyuseri yang termasuk derivasi, akhiran {-Λŋ} dan {-In}. Ada empat jenis akhiran di Dialek Banyuseri yang termasuk infleksi, akhiran {ē-},{-nē}, {-ә} dan{-Λŋ}.Awalan dan akhiran di Dialek Banyuseri yang termasuk derivasi adalah awalan {mә-} dan{m-}dan akhiran {-Λŋ} dan {-In}. Awalan dan akhiran di Dialek Banyuseri yang temasuk infleksi adalah awalan {n-}, {ŋ-},{-ñ}, {m-}{-Λ}, dan {-kΛ}dan akhiran {ē-},{-nē}, {-ә} dan{-Λŋ}.Kata Kunci : Awalan dan Akhiran Derivasi, Awalan dan Akhiran Infleksi, Dialek Banyuseri The study aimed at describing inflectional prefixes and suffixes and derivational prefixes and suffixes of Banyuseri Dialect in Banyuseri village. This research is a descriptive qualitative research. Three informants sample of Banyuseri Dialect were chosen based on a set of criteria. The data were collected based on three techniques, namely: observation, recording technique, and interview (listening and noting) technique. The results of the study showed that there were two kinds of derivational prefixes in Banyuseri Dialect; prefix {mә-} and {m-}. There were six kinds of inflectional prefixes in Banyuseri Dialect; prefix {n-}, {ŋ-},{-ñ}, {m-}{-Λ}, and {-kΛ}. There were two kinds of derivational suffixes in Banyuseri Dialect; suffix {-Λŋ} and {-In}.There were four kinds of inflectional suffixes; suffix {ē-},{-nē}, {-ә} and{-Λŋ}. Prefixes and suffixes in Banyuseri Dialect which belong to derivation: prefix {mΛ-}, {m-} and {kɅ-} and suffix {-Λŋ} and {-In}. Prefixes and suffixes in Banyuseri Dialect which belong to inflection: prefix {n-}, {ŋ-},{ñ-}, {m-}, and {Λ-} and suffix {-ē}.keyword : Derivational Prefixes and Suffixes, Inflectional Prefixes and Suffixes, Banyuseri Dialect
A STUDY OF CODE SWITCHING USED BY ENGLISH TEACHER TRAINEE AT SMP NEGERI 2 SINGARAJA IN ACADEMIC YEAR 2014/2015 ., May Anggara Jiwa Hanuraga; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., Dewa Putu Ramendra, S.Pd, M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.5308

Abstract

Penelitian ini ditujukan untuk menganalisis tipe dari alih kode bahasa, fungsi alih kode bahasa, dan alasan penggunaan alih kode bahasa yang digunakan oleh guru bahasa Inggris untuk mengajar Bahasa Inggris sebagai bahasa asing pada kelas tujuh di SMP N 2 Singaraja pada tahun ajaran 2014/2015. Penelitian ini adalah mixed method research. Subjek dari penelitian ini adalah seorang guru ppl perempuan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah perekam tape recorded, catatan, dan panduan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada dua tipe alih kode bahasa yang digunakan oleh guru ppl bahasa Inggris. Mereka adalah intra-sentential alih kode bahasa (59%), dan inter-sentential alih kode bahasa (41%). Ada enam fungsi alih kode bahasa yang digunakan oleh guru bahasa Inggris; fungsi penekanan (33%), fungsi perhatian (32%), fungsi kebutuhan bahasa (2%), fungsi klarifikasi(29%), fungsi hiburan (1%), fungsi perintah (3%). Alasan penggunaan alih kode bahasa adalah untuk membicarakan suatu topik, menegaskan sesuatu, menyisipkan, pengulangan sebagai klarifikasi, maksud untuk menjelaskan isi pembicaraan pada pendengar, menyiapkan siswa untuk bekerja di kehidupan nyata, meningkatkan motivasi belajar bahasa Inggris, membantu siswa menangkap informasi yang diberikan guru, menciptakan atmosfir belajar yang menyenangkan, memberikan perintah atau instruksi. Kata Kunci : Alih Kode Bahasa, Guru Bahasa Inggris This study aimed at analyzing the types of code switching, the functions of code switching, and the reasons of using code switching by English teacher trainee at SMP N 2 Singaraja in academic year 2014/2015.This research is mixed method. The subject of this study is a female teacher trainee. The instruments used in this study are tape recorder, a field note, and an interview guide. The results of this study show that there are two types of code switching used by the English teacher trainee. They are intra-sentential code switching (59%), and inter sentential code switching (41%). There are six functions of code switching used by the English teacher trainee; emphasis function (33%), attention function (32%), lexicalization function (2%), clarification function (29%), sociolinguistic play function (1%), instruction function (3%). The reasons of using code switching are the students had lack of register, students had lack of confident to participate, increasing motivation in learning English, creating a fun learning atmosphere, and giving command or instruction.keyword : Key Words : Code Switching, English Teacher Trainee
THE EFFECT OF GUIDED WRITING STRATEGY FACILITATED WITH SHORT DOCUMENTARY FILM ON WRITING COMPETENCY OF THE ELEVENTH GRADE STUDENTS OF SMA NEGERI 1 SINGARAJA IN ACADEMIC YEAR 2014/2015 ., Ni Kadek Heny Sayukti; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.5309

Abstract

Penerapan teknik Guided Writing berbantuan dengan film dokumenter pendek sebagai media mengajar merupakan salah satu teknik yang inovatif untuk mengajar Bahasa Inggris khususnya menulis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik Guided Writing berbantuan film dokumenter pendek terhadap kompetensi menulis siswa kelas XI SMA Negeri 1 Singaraja tahun ajaran 2014/2015 dalam pelajaran Bahasa Inggris. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan desain post-test only control group. Terdapat dua sampel penelitian yaitu kelas XI MIA 5 sebagai grup eksperimen dan kelas XI MIA 4 sebagai grup kontrol yang ditentukan dengan menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah post-test, teaching scenario, RPP dan soal try out. Saat data telah terkumpul, data tersebut dianalisis dengan menggunakan program SPSS 22.0 secara deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari penerapan teknik Guided Writing berbantuan dengan film dokumenter pendek sebagai media mengajar terhadap kompetensi menulis siswa dalam Bahasa Inggris. Nilai rata-rata dari grup eksperimen lebih tinggi daripada grup kontrol. Nilai rata-rata grup eksperimen adalah 84.50 sedangkan nilai rata-rata grup kontrol adalah 74. Selain itu, hasil uji hipotesis dengan menggunakan uji t-test satu ekor, nilai t-observed (tobs) 7.697 lebih besar dari t-critical value (tcv) 1.9973. Hal tersebut menunjukkan bahwa hipotesis nol (H0) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima. Kata Kunci : guided writing, media video, kompetensi menulis Abstract Guided Writing strategy facilitated with short documentary film is an effective strategy for teaching writing. This study aimed at investigating the significant effect of Guided Writing strategy facilitated with short documentary film for the eleventh grade students of SMA Negeri 1 Singaraja in academic year 2014/2015. This experimental study was designed in post-test only control group design. The samples were determined by using simple random sampling technique, thereby two classes were taken as the samples. They were XI MIA 5 as experimental group and XI MIA 4 as the control group. The instrument used to collect the data were post-test, teaching scenario, lesson plan and try out test. After gathering the data, it was analyzed by means of SPSS 22.0 descriptively and inferentially. The result indicated that there is significant effect of using Guided Writing strategy facilitated with short documentary film toward the students’ writing competency. The mean score of the experimental group is 84.50 meanwhile the control group is 74. Additionally, the independent t-test shows that the t-observed (tobs) is 7.697 and the t-critical value (tcv) is 1.9973. It indicates that the tobs is greater than the tcv. Therefore, the null hypothesis (H0) is rejected and the alternative hypothesis (Ha) is accepted. keyword : guided writing, visual media, writing competency
AFFIXATION OF TIGAWASA DIALECT: A DESCRIPTIVE STUDY ., Putu Edi Kusuma; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., Dr. I Gede Budasi,M.Ed,Dip.App.Lin
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.5641

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang fokus pada analisis morphology dari kata imbuhan di dialek Tigawasa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan awalan dan akhiran. infleksi dan awalan dan akhiran derivasi dari Dialek Tigawasa di desa Tigawasa. Dua contoh informan dari Dialek Tigawasa dipilih berdasarkan kriteria yang ditentukan. Data dikumpulkan berdasarkan tiga teknik, yaitu: observasi, teknik perekaman, dan teknik wawancara (mendengarkan dan mencatat). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada dua jenis awalan di Dialek Tigawasa yang termasuk derivasi, awalan {m∂-}, {ŋ∂-}. Ada lima jenis awalan di Dialek Tigawasa yang termasuk infleksi, awalan {ŋ-}, {n}, {ñ-}, {m-} dan {kʌr-}. Ada dua jenis akhiran di Dialek Tigawasa yang termasuk derivasi, akhiran {-Λŋ} dan {-In}. Ada dua jenis akhiran di Dialek Tigawasa yang termasuk infleksi, akhiran {-ʌn } dan {-Ʌ}. Awalan dan akhiran di Dialek Tigawasa yang termasuk derivasi adalah awalan {m∂-}, {ŋ∂-}, akhiran {-Λŋ} dan {-In}. Awalan dan akhiran di Dialek Tigawasa yang temasuk infleksi adalah awalan {ŋ-}, {n-}, {ñ-}, {m-}, and {kʌr-} dan akhiran {-ē} dan {-Ʌ}.Kata Kunci : Awalan dan Akhiran Derivasi, Awalan dan Akhiran Infleksi, Dialek Tigawasa This is a qualitative research concerning the morphological analysis of affixation in Tigawasa dialect. The study aimed at describing inflectional prefixes and suffixes and derivational prefixes and suffixes in Tigawasa dialect. Two informant samples of Tigawasa Dialect were chosen based on a set of criteria. The data were collected based on three techniques, namely: observation, recording technique, and interview (listening and noting) technique. The results of the study show that there are two kinds of derivational prefixes in Tigawasa Dialect such as prefix {m∂-}, {ŋ∂-}. There were five kinds of inflectional prefixes in Tigawasa Dialect; prefix {ŋ-}, {n-}, {ñ-}, {m-} and {kʌr-}. There were two kinds of derivational suffixes in Tigawasa Dialect; suffix {-Λŋ} and {-In}. There were two kinds of inflectional suffixes; suffix {-ʌn} and {-Ʌ}. Prefixes and suffixes in Tigawasa Dialect which belong to derivation are: prefix {m∂-}, {ŋ∂-}, and suffix {-Λŋ} and {-In}. Prefixes and suffixes in Tigawasa Dialect which belong to inflection are: prefix {ŋ-}, {n-}, {ñ-}, {m-}, and {kʌr-} and suffix {-ʌn} and {-Ʌ}.keyword : Derivational Prefixes and Suffixes, Inflectional Prefixes and Suffixes, Tigawasa Dialect
Affixation System In Penglipuran Dialect: A Descriptive Study of Derivational and Inflectional Processes ., I Wayan Wikajaya; ., Dr. I Gede Budasi,M.Ed,Dip.App.Lin; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.5642

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan awalan dan akhiran dari Dialek Penglipuran yang memiliki proses derivasi dan infleksi. Jenis penelitian ini yaitu penelitian deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan dengan menggunakan tiga teknik yaitu teknik observasi, teknik rekaman, dan teknik wawancara (mendengarkan dan mencatat). Tiga narasumber dari Penglipuran dipilih sesuai dengan kriteria. Kriterianya yaitu narasumber yang cerdas, mempunyai kompetensi dalam berbicara, mempunyai pengetahuan yang cukup tentang topik tersebut, narasumber adalah pembicara asli dari Desa Penglipuran, sabar, perhatian yang tinggi, dan mempunyai cukup waktu untuk diwawancarai, tidak memiliki gangguan pada organ bicara, memiliki pendengar yang baik dan mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan, percaya diri dan bangga bahasa dan budayanya. Hasil penilitian menunjukan bahwa ada enam jenis awalan dalam Dialek Penglipuran yaitu {mə-}, {m-}, {n-}, {ŋ-}, {ñ-}, and {ə-} dan ada tiga jenis akhiran dalam Dialek Penglipuran yaitu {-Λŋ}, {-In} and, {-ɔ}. Awalan dan akhiran dalam Dialek Penglipuran yang termasuk dalam proses derivasi yaitu awalan {mə-} and {m-} dan akhiran {-Λŋ} and {-Ιn}. Awalan dan akhiran di Dialek Penglipuran yang termasuk dalam proses infleksi yaitu awalan {n-}, {ŋ-}, {ñ-}, {m-}, and {ə-} dan akhiran {-ɔ}, {-Λŋ}, dan {-In}.Kata Kunci : imbuhan, dialek penglipuran, proses derivasi dan infleksi This study aimed at describing the prefixes and suffixes in Penglipuran Dialect which belong to derivation and inflection. This research was a descriptive qualitative research. The data were collected using three techniques, namely observation, recording technique, and interview (listening and noting) technique. Three informants sample from Penglipuran were chosen based on criteria. The criteria were the informants are smart, have comunicative competence, have enough knowledge about the topic, the informants are the native speaker of the Penglipuran village, patient, high-attention, and have enough time to be interviewed, not having disturbances related to speech organs, a good listener and able to answer the questions, and confident and proud of their language and culture. The results of the study showed that there were six kinds of prefixes in Penglipuran Dialect were prefix {mə-}, {m-}, {n-}, {ŋ-}, {ñ-}, and {ə-} and there were three kinds of suffixes in Penglipuran Dialect were {-Λŋ}, {-In} and, {-ɔ}. Prefixes and suffixes in Penglipuran Dialect which belong to derivation were prefix {mə-} and {m-} and suffix {-Λŋ} and {-Ιn}. Prefixes and suffixes in Penglipuran Dialek which belong to inflection were prefix {n-}, {ŋ-}, {ñ-}, {m-}, and {ə-} and suffix {-ɔ}, {-Λŋ}, and {-In}.keyword : affixation, penglipuran dialect, derivational and inflectional processes
An Analysis of Code Switching Used by Lecturer of English Education Department at Ganesha University of Education ., Danu Wijaya; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., Drs. Asril Marjohan,MA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.6011

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tipe dari alih kode bahasa, fungsi alih kode bahasa, dan alasan penggunaan alih kode bahasa yang digunakan oleh dosen bahasa Inggris sebagai strategi komunikasi untuk mengajar bahasa Inggris sebagai bahasa asing di semester II Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Pendidikan Ganesha. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah dosen laki-laki. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah perekam MP3, catatan lapangan, dan panduan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada dua jenis alih kode yang digunakan oleh guru bahasa Inggris. Mereka adalah intra-sentential alih kode bahasa (52%) dan inter sentensial alih kode bahasa (48%). Ada tujuh fungsi alih kode bahasa yang digunakan oleh dosen bahasa Inggris; fungsi klarifikasi (36%), fungsi penekanan (29%), fungsi perhatian (12%), fungsi instruksi (9%), fungsi kebutuhan bahasa (8%), fungsi regulasi (3%) dan fungsi hiburan (3% ) . Alasan penggunaan alih kode bahasa adalah untuk membicarakan topik tertentu, menegaskan sesuatu, pengulangan yang digunakan untuk klarifikasi, maksud untuk menjelaskan isi pembicaraan pada pendengar, meningkatkan motivasi dalam belajar bahasa Inggris, membantu siswa untuk menangkap informasi yang diberikan oleh pengajar, menciptakan suasana yang menyenangkan belajar, dan memberikan perintah atau instruksiKata Kunci : Alih Kode Bahasa, dosen Bahasa Inggris, Strategi Komunikasi, Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing This study is aimed at analyzing the types of code switching, the functions of code switching, and the reasons of using code switching by English lecturer as a Communication Strategy to teach English as a Foreign Language in second semester of English Education Department at Ganesha University of Education.This study is a descriptive qualitative research. The subject of this study is a male lecturer. The instruments used in this study are MP3 recorder, a field note, and an interview guide. The results of this study show that there are two types of code switching used by the English teacher. They are intra-sentential code switching (52%) and inter sentential code switching (48%). There are seven functions of code switching used by the English lecturer that are; clarification functions (36%), emphasis function (29%), attention function (12%), instruction function (9%), lexicalization function (8%), regulatory function (3%) and sociolinguistic play function (3%).The reasons of using code switching are talking about particular topic, being emphatic about something, repetition used for clarification, intention of the speech content for the interlocutor, increasing motivation in learning English, helping students to catch the information given by the lecturer, creating a fun learning atmosphere, and giving command or instructionkeyword : Code Switching, English Lecturer, Communication Strategy, English as a Foreign Language
ANALYZING ENGLISH VOWEL SOUNDS PRODUCED BY SECOND GRADE STUDENTS OF SMA N 1 SUKASADA IN ACADEMIC YEAR 2014 / 2015 ., I Gusti Agung Anom Maruti Putra; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., Drs. Asril Marjohan,MA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.6042

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis suara vocal bahasa inggris yang di ucapkan oleh siswa-siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Sukasada. peneliti menunjuk enam belas siswa yang terbaik dalam pelajaran bahasa inggris dari empat kelas. Siswa – siswa mengucapkan dua belas suara vocal dalam bahasa inggris ialah [ i ], [  ], [ e ], [  ], [  ], [  ], [  ], [ u ], [  ], [  ], [  ], and [  ]. Peneliti menganalisis menggunakan software speech analyzer dan software Cambridge Learner Dictionary untuk menentukan suara yang benar. Hasil dari penelitian ini adalah dari dua belas vocal dalam bahasa inggris, siswa – siswa hanya dapat mengucapkan dua suara vocal dalam bahasa inggris diantaranya bahasa inggris vocal [ e ], [ ə ] dan [ u: ], karena mereka terpengaruh oleh bahasa ibunya (first language). This research aimed at to analyze english vowel sounds produced by Second Grade Students of SMA Negeri 1 Sukasada. The researcher chooses sixteen best students in English from four classes. The students produces twelve english vowel sounds such as [ i ], [  ], [ e ], [  ], [  ], [  ], [  ], [ u ], [  ], [  ], [  ], and [  ]. The researcher analyzes the students’ vowel sounds and identifies how the students produced those english vowel sounds are. In this study, the researcher use speech analyzer software to analyze the data and Cambridge advance learner dictionary software to determine the correct sounds. The result of this research showed from twelve english vowel sounds, the students were able to pronounced three English vowel sound correctly, there are English vowel [ e ], [ ə ] and [ u: ], because they still influenced by their mother tongue.keyword : English Sound, English Vowel Sounds
AN ANALYSIS OF COMMUNICATION STRATEGIES USED BY THE PEOPLE INVOLVED IN NGIDIH WEDDING CEREMONY IN PADANGBULIA VILLAGE ., I Gusti Ayu Ketut Yustriantari; ., Prof. Dr.I Ketut Seken,MA; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.6072

Abstract

This study aimed at (1) investigating and analyzing the types of communication strategies used by the people involved in Ngidih wedding ceremonny and (2) knowing the motives of the use communication strategies in Ngidih wedding process. The subjects of this study were two kelian adat, two kelian dinas, pangeter, groom’s and bride parents in Padangbulia village. The data were collected by using the researcher as the main instrument helped by some devices, namely non-participant observation, audio-video recorder, interview and field note. The types of communication strategies were gathered by observing and recording the people involved during Ngidih wedding process, while the interview guides were used to gather the data about the motives in using the types of communication strategies used by the respondents. The results of this study showed that there were 9 types of communication strategies used by prajuru (manggala desa), groom’s and bride’s family. Mime strategy was the most frequently used by prajuru (manggala desa), groom’s and bride’s family. The motives of using those strategies among the respondents were intented to make everthing clear and acceptable. They also said that it was usually shown naturally by them in order to emphasize the aims, and they used gesture or facial expression to express their feeling in their speech. The used of gesture was believed to be able to make the interaction much calmer and more relax in using communication strategies during Ngidih wedding process.keyword : communication strategies, ngidih wedding ceremony, balinese hinduism marriage
LANGUAGE USE: AN ANALYSIS OF DIRECTIVE ACTS USED BY THE ELEVENTH GRADE STUDENTS OF SMA NEGERI 1 SERIRIT ., Iin Pramunistyawaty; ., Prof. Dr. Dewa Komang Tantra,Dip.,App.; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.6090

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis jenis tindakan direktif yang digunakan oleh siswa kelas XI SMA Negeri 1 Seririt. Subyek penelitian ini adalah 41 siswa, terdiri dari 30 perempuan dan 11 laki-laki. Penelitian ini memanfaatkan metode deskriptif kualitatif, dimana data penelitian diperoleh melalui data yang elisitasi dan rekaman. Data yang dikumpulkan kemudian ditranskrip dan diklasifikasikan ke dalam 11 kategori tindak direktif. Hasil analisis menunjukkan bahwa tindakan direktif yang digunakan oleh siswa berurutan dapat disajikan sebagai berikut: perintah (236), permintaan (227), berdoa (219), untuk saran (196), untuk mengizinkan (49), kemudian diikuti oleh untuk bertanya dan memesan masing-masing (2) dari 931 ujaran. Setiap tindakan direktif muncul diwujudkan dengan menggunakan lebih dari satu pola kalimat yang berbeda, misalnya "(kata modal + S + vt. + N/P + (silakan/tolong)" yang digunakan dalam permintaan. Analisis gaya bahasa pada ujaran siswa menunjukkan bahwa gaya Bahasa (style) yang paling sering digunakan oleh siswa adalah informal, yang digunakan dalam perintah (633 ujaran), sedangkan yang kurang banyak digunakan adalah formal, yang digunakan dalam berdoa (298 ujaran). Kesalahan dalam hal tata bahasa dan diksi yang dilakukan oleh siswa dalam tindakan direktif mereka adalah serupa jumlahnya, yang mana masing-masing memiliki 344 kesalahan. Dari 281 kesalahan yang terjadi pada 222 ujaran yang memiliki kesalahan, frekuensi tertinggi disebabkan oleh kesalahan Intralingua (255 kesalahan), sedangkan frekuensi terendah yakni dari kesalahan yang disebabkan oleh Developmental atau pengembangan ( hanya 13 kesalahan).Kata Kunci : deskriptif kualitatif, tindakan direktif, gaya bahasa, analisis kesalahan, sumber kesalahan The aim of this study was to analyze the types of directive acts used by the eleventh grade students of SMA Negeri 1 Seririt. The subjects of this study were 41 students, consisting of 30 females and 11 males. This study made use of a descriptive qualitative method. The data of the study were obtained through data elicitation and recording, then transcribed and classified into 11 categories of directive acts. The result of the analysis showed that the directive acts used by the students can sequentially be presented, as follows: to command (236 speeches), to request (227 speeches), to pray (219 speeches), to advice (196 speeches), to permit (49 speeches), then followed by to ask and to order (2 speeches) out of 931 speeches. Each of the directive act appeared was realized by using more than one different sentence patterns, for example “(modals + S + vt. + n/p + (please)” used in to request. The analysis of speech styles showed that the most style frequently used by the students was informal used in to command (633 speeches), meanwhile the less was formal used in to pray (298 speeches). The errors in terms of grammar and diction committed by the students in directing were similar in number, which is 344 errors each. From 281 errors occurred in 222 error speeches, the highest frequency of errors were caused by the Intralingua (225 errors), meanwhile the lowest frequency of errors were caused by the Developmental (13 errors only). keyword : descriptive qualitative, directive acts, speech styles, error analysis, sources of errors
IMPROVING THE LISTENING COMPETENCE OF THE TENTH GRADE STUDENTS’ OF SMK NEGERI 1 NUSA PENIDA BY USING STORY BASED AUDIO VISUAL MATERIALS. ., I Komang Alit Putra; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., I Putu Ngurah Wage M, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.6122

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa dengan menggunakan story berdasarkan materi audio visual. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas sepuluh multimedia di SMK Negeri 1 Nusa Penida, tahun akademik 2015/2016. Jumlah subjek penelitian ini adalah 24 siswa. Penelitian ini di desain menggunakan penelitian tindakan kelas dimana dilakukan dalam dua siklus. Tiap siklus berisi empat langkah seperti: perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Data di analisis deskirptif yang mana diperoleh dengan menggunakan dua jenis instrument: test dan questionnaire. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa cerita berdasarkan materi audio visual meningkatkan kemampuan siswa di dalam mendengarkan. Peningkatan siswa di lihat dari skor rata-rata yang diperoleh siswa. Skor rata-rata pre-test adalah 46,16 dan ini dalam tingkat kurang. Peningkatan Skor menjadi 61,00 di post test 1 yang mana berada di tingkat baik. Peningkatan skor menjadi 68,50 berada di tingkat baik. Dari penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa memiliki pengaruh yang positif untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam hal mendengarkan. Mengajarkan mendengarkan dengan menggunakan cerita berdasarkan materi audio visual material menarik minat siswa dalam meningkatkan kemampuan mendengarkan siswa. Kata Kunci : Kemampuan Mendengarkan, Cerita berdasarkan Materi Audio Visual In this research, the researcher used story based audio visual materials to improve students’ listening competence. The participants were the students of the tenth grade students of SMK Negeri 1 Nusa Penida in academic year 2015/2016. The subjects consisted of 24 students with 10 females and 14 males. This research was designed in the form of classroom action research (CAR) which was conducted in two cycles. There were 4 phases included, namely planning, action, observation, and reflection. The data obtained were analyzed descriptively. The mean score of the pre test was 46.16 which means that some of the students or 41% could pass the minimum score level of criteria (KKM) and it was categorized as poor level. Meanwhile, the mean score of the post test 1 was 61.00 which means that there were 12 students or 50% who could pass KKM and it indicated that students’ level was sufficient. After post test 2 was conducted, the mean score increased up to 68.50 which means that there were 19 students or 79% could pass KKM. The score of the post test 2 was categorized as good level. Based on the explanation above, it can be said that story based audio visual materials have positive influence for improving students’ listening competence in post test. It can help students improve their ability in listening. Then, teaching listening by using story based audio visual materials attracted the students’ attention in improving their listening competence. keyword : Listening Competence, Story based Audio visual Materials
Co-Authors ., Anak Agung Istri Yurika Kanya Paramita D ., Anak Agung Istri Yurika Kanya Paramita D ., COKORDA ISTRI ITA ARIATI ., DR. LUH PUTU ARTINI, M.A. ., Dr. Sudirman, M.L.S ., Dr. Sudirman, M.L.S ., Ester Adi Wiryani ., Ester Adi Wiryani ., Gusti Komang Dewi Tirtayani ., Gusti Komang Dewi Tirtayani ., Gusti Ngurah Adi Kusuma ., Gusti Ngurah Adi Kusuma ., Husnul Lail ., I Dewa Made Yuda Mahendra ., I Dewa Made Yuda Mahendra ., I Gede Juliadnyana ., I Gede Juliadnyana ., I Gede Wira Wiguna ., I Gede Wira Wiguna ., I Gusti Agung Putu Samiasri ., I Gusti Agung Putu Samiasri ., I Gusti Ayu Ngurah Shanti Ningrum ., I Gusti Ayu Ngurah Shanti Ningrum ., I GUSTI AYU RIAN KESUMAYANTI ., I Gusti Ngurah Bagus Aryana ., I Gusti Ngurah Bagus Aryana ., I Gusti Ngurah Budaartha ., I Gusti Ngurah Putu Angga Sri Pranatha ., I Gusti Ngurah Putu Angga Sri Pranatha ., I Kadek Aristyawan ., I Kadek Aristyawan ., I Kadek Sudarma ., I Made Partha Sarathi ., I Made Partha Sarathi ., I Made Pebri Artono ., I Nengah Pastikayana ., I Putu Ratama ., Kadek Puspa Ariantini ., Kadek Puspa Ariantini ., KADEK WAHYUTRIYUNI ., KADEK WAHYUTRIYUNI ., Kadek Windayanti ., Komang Sri Wahyuni ., KOMANG TRY WAHYUNI DEWI ., Luh Nik Sudiyanti ., Luh Nik Sudiyanti ., Luh Winda Cipta Pratiwi ., Made Gede Viktor ., Made Gede Viktor ., MADE PUTRI ARI SUSANTHI ., Made Wikrama ., Made Wikrama ., MADE WINNY PARAMITHA ., Mashita Amellia Kartika Sari ., NI KADEK DWI EKA JAYANTHI AYU ., Ni Kadek Dwi Sanjiwani ., Ni Kadek Dwi Sanjiwani ., NI KETUT AYU SUPUTRI ., Ni Luh Putu Linda Sumariyanthi ., Ni Luh Putu Linda Sumariyanthi ., Ni Nengah Nitiadhi ., Ni Putu Ayu Sriratna Dewipayani ., Ni Putu Ayu Sriratna Dewipayani ., Ni Putu Trisna Sari Putri ., NI PUTU YENI YULIANTARI ., Ni Wayan Paramita Dewi ., Ni Wayan Paramita Dewi ., Niluh Sri Hendrayani ., Niluh Sri Hendrayani ., Nyoman Suci Triasih ., PROF. DR. I NYM. ADI JAYA PUTRA, M.A. ., PROF. DR. I NYM. ADI JAYA PUTRA, M.A. ., Putu Dwitya Pranata ., Putu Dwitya Pranata ., Putu Eka Dambayana S., S.Pd., M.Pd. ., Putu Mas Juliatmadi ., Putu Mas Juliatmadi ., Putu Pipin Septiari ., Putu Rika Pramayani ., Putu Rika Pramayani ., Putu Sutarma ., Putu Sutarma ., Putu Wita Pradnya Dhari ., Putu Wita Pradnya Dhari ., SARI DEWI NOVIYANTI ., Siti Juliani Putri Sulandari ., Siti Juliani Putri Sulandari ., Sophiarini Putu Yulia Adex Palos Agustin Dwicahya . Adnyani, Ni Luh Putu Sri Anak Agung Istri Mas Diah Utari Dewi Anak Agung Istri Ngr. Marhaeni Anis Azizah Hidayati . Artini, Putu Astuti, Kadek Wedi Danu Wijaya ., Danu Wijaya Dewa Ayu Eka Agustini Dewa Komang Tantra Dewa Putu Ramendra Drs. Asril Marjohan,MA . Elsie, Kadek Fredina G.A.P. Suprianti G.P. Chikita Gede Irwandika . Gede Mahendrayana I Dewa Gede Rat Dwiyana Putra I Gede Bryan Permana Yasa ., I Gede Bryan Permana Yasa I Gede Budasi I Gusti Agung Anom Maruti Putra ., I Gusti Agung Anom Maruti Putra I Gusti Ayu Ketut Yustriantari ., I Gusti Ayu Ketut Yustriantari I Ketut Mantra I Ketut Mantra . I Ketut Sudiatmika I Komang Alit Putra ., I Komang Alit Putra I Komang Sesara Rakayana . I Made Adi Widarta Kusuma I Nyoman Adi Jaya Putra I Nyoman Pasek Hadi Saputra I Putu Galan Brahmanusi ., I Putu Galan Brahmanusi I Putu Indra Kusuma I Putu Sidiasa . I Wayan Agus Anggayana I Wayan Rusdiana . I Wayan Swandana I Wayan Wikajaya ., I Wayan Wikajaya Ida Bagus Putu Kusuma Adi . Ida Bagus Putu Suryadiputra . Ida Kadek Satria Wardana ., Ida Kadek Satria Wardana Iin Pramunistyawaty ., Iin Pramunistyawaty Jaya, Putu Wira Jelimun, Maria Olga KADEK DEVY MARLENI . Kadek Fredina Elsie Kadek Sari Wahyuni ., Kadek Sari Wahyuni Kadek Sintya Dewi Kadek Sonia Piscayanti Komang Adi Wiradnyana ., Komang Adi Wiradnyana Kurniawati . Luh Putu Artini LUKI ARIMESTI DWIHANDINI . M.A. ., PROF. DR. I KETUT SEKEN, M.A. M.Pd. ., Made Hery Santoso, S.Pd, M.Pd. Made Hery Santosa Mantra, I Ketut May Anggara Jiwa Hanuraga ., May Anggara Jiwa Hanuraga Mayori, Winda Ni Kadek Dinda Saraswati Ni Kadek Heny Sayukti ., Ni Kadek Heny Sayukti Ni Kadek Indah Dili Yanti Indah Dili Ni Komang Arie Suwastini Ni Komang Sri Wahyuni ., Ni Komang Sri Wahyuni Ni Luh Putu Elly Trikayanti . Ni Made Christina Wijaya . NI MADE ELIS PARILASANTI . Ni Made Ernila Junipisa Ni Made Putri Saraswathy . Ni Made Ratminingsih NI MADE SRI AGUSTINI . NI MADE WAHYU SUPRABA WATHI . Ni Putu Astiti Pratiwi Ni Wayan Desi Ariani . Ni Wayan Novi Suryati Ni Wayan Surya Mahayanti Nyoman Karina Wedhanti Praptono, Gede Sudana Prayuda, Putu Edy Prof. Dr. A. A. I. Ngurah Marhaeni,MA . Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA . Prof. Dr.I Ketut Seken,MA . Putu Adi Krisna Juniarta Putu Edi Kusuma ., Putu Edi Kusuma Putu Eka Dambayana Suputra Putu Indah Partami Putri . Putu Kerti Nitiasih Putu Nada Dita Pratama Ratih Apriliani Ratih Utari Purnama Dewi . S.Pd. I Putu Ngurah Wage M . S.Pd. Putu Eka Dambayana S. . Utari Dewi, Anak Agung Istri Mas Diah Widarta Kusuma, I Made Adi Widayanti, Ni Komang Ayu Wikajaya, I Wayan Yudistian, Randi Yundari, Yundari ZAENUL FIKRI .