Claim Missing Document
Check
Articles

AN ANALYSIS OF GRAMMATICAL ERRORS COMMITTED BY THE TENTH GRADE STUDENTS OF SMA NEGERI 2 BANJAR IN WRITING RECOUNT TEXTS, IN ACADEMIC YEAR 2015/2016 ., Ni Nengah Nitiadhi; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., I Putu Ngurah Wage M, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8670

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mendeskripsikan jenis-jenis dan penyebab dari kesalahan-kesalahan tata bahasa yang dibuat oleh siswa kelas X di SMA Negeri 2 Banjar dalam menulis recount teks, tahun ajaran 2015/2016. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Subjek dari penelitian ini adalah 31 siswa kelas X di SMA Negeri 2 Banjar. Objek dari penelitian ini adalah kesalahan-kesalahan yang dibuat oleh siswa kelas X di SMA Negeri 2 Banjar serta penyebab dari kesalahan-kesalahan tersebut. Berdasarkan temuan, terdapat 327 kesalahan yang ditemukan pada recount teks siswa. Dari 327 kesalahan yang dibuat oleh siswa, terdapat 129 or 39.45% kesalahan dalam bentuk omission, 32 atau 9.78% dalam bentuk addition, 147 atau 44.96% dalam bentuk misformation, dan 19 atau 5.81% dalam bentuk misordering. Disamping itu, kesalahan-kesalahan siswa tersebut disebabkan oleh carelessness, first language interference, dan translation. Dari 327 kesalahan tersebut, 171 atau 52.29%kesalahan disebabkan oleh carelessness, 62 atau 18.96% kesalahan disebabkan oleh first language interference, dan 94 atau 28.75% kesalahan disebabkan oleh translation.Kata Kunci : kesalahan, penyebab-penyebab kesalahan, tulisan, recount teks The purpose of this research was to analyze and describe the types and causes of the grammatical errors committed by the tenth grade students of SMA Negeri 2 Banjar in writing recount texts, in academic year 2015/2016. This research was a qualitative study. The subjects of this research were 31 tenth grade students of SMA Negeri 2 Banjar, in academic year 2015/2016. The objects of this research were the errors and causes of the errors made by the students. Based on the findings, there were 327 errors found in the students’ recount texts. Out of 327 errors committed by the students, there were 129 or 39.45% errors in the form of omission, 32 or 9.78% errors in the form of addition, 147 or 44.96% in the form of misformation, and 19 or 5.81% errors in the form of misordering. Besides, it was also found that the errors committed by the students were caused by carelessness, first language interference, and translation. Out of 327 errors committed by the students, there were 171 or 52.29% errors caused by carelessness, 62 or 18.96% errors caused by first language interference, and 94 or 28.75% errors caused by translation.keyword : error, causes of error, writing, recount text
LEXICAL BORROWING USED BY THE EIGHTH SEMESTER STUDENTS OF ENGLISH EDUCATION DEPARTMENT IN BLACKBERRY MESSENGER ., I Wayan Rusdiana; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., Ni Komang Arie Suwastini, S.Pd,M.Hum.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8698

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis peminjaman leksikal dan untuk menyelidiki fungsi atau motif dari pengunaan peminjaman leksikal di Blackberry Messenger oleh mahasiswa semester delapan Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris. Penelitian ini dirancang menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini meliputi media electronik, lembar observasi, pedoman wawancara, rekaman audio. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa terdapat tiga proses peminjaman leksikal yang dilakukan oleh mahasiswa semester delapan Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris. Akumulasi data menunjukan bahwa terdapat enam puluh lima (65) kata yang diklasifikasikan sebagai proses impor, dua puluh enam (26) kata yang diklasifikasikan sebagai proses perpaduan pinjaman, dan yang terakhir ada satu (1) kata yang diklasifikasikan sebagai proses penerjemahan pinjaman. Fungsi atau motif dari peminjaman leksikal adalah “kebutuhan” dan “gengsi”, yang mana mereka mengakui meminjam kata-kata tersebut dikarenakan tidak adanya padanan kata yang ada di Bahasa Indonesia dan diharuskan untuk menggunakan kata-kata pinjaman dikarenakan mereka ingin terlihat pintar, keren, dan mempunyai status social yang lebih tinggi di social media. Kata Kunci : Blackberry Meessenger, Peminjaman Leksikal Abstract This study aimed to identify the types of lexical borrowing and to investigate the function or motive of the use of lexical borrowing in Blackberry Messenger by the eighth semester students of English Education Department. This study was conducted in descriptive qualitative design. The instruments used in this study were electronic media, observation sheet, interview guide, and audio recording. The result of this study showed that there were three process of lexical borrowing used by the eighth semester students of English Education Department. The data accumulation showed that there were sixty five (65) words borrowed by importation process, twenty six (26) words borrowed by loanblend process, and one (1) word classified as a of result loan translation process. The functions or motives in using of lexical borrowing were, “need” and “prestige”, in which they admitted borrowing the words because there is no exact equivalent word that exists in Bahasa Indonesia and have to used borrowed words because they want to look smart, being cool, and has higher social status in social media. keyword : Blackberry Messenger, Lexical Borrowing
THE IDENTIFICATION OF RACISM IN INTERNET MEME COMIC AT 9GAG.COM ., Gusti Ngurah Adi Kusuma; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., Ni Komang Arie Suwastini, S.Pd,M.Hum.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8703

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk menyelidiki isu-isu rasisme yang terkandung di dalam internet meme komik di 9gag.com melalui analisis tekstual menggunakan teori mythology dari Barthes. kajian ini juga difokuskan untuk menggali tujuan yang di miliki oleh internet meme di 9gag.com. dari hasil kajian ini ditemukan bahwa ada 56 meme yang teridentifikasi sebagai meme yang rasist dalam periode yang sudah di tentukan yaitu pada bulan Maret sampai dengan Mei 2106. Dari data, ditemukan bahwa, meme yang terkumpul bisa di bagi menjadi tiga klasifikasi besar yaitu rasis meme dengan isu politik, rasis meme dengan isu etnis dan rasis meme dengan isu agama. Dalam rasis meme dengan isu politic, bisa di bagi menjadi dua yaitu meme dengan isu politic mendukung pencalonan Donald Trump. dan meme dengan isu politik menolak pencalonan Donald Trump. dalam rasis memedengan isu etnik, dapat di bagi menjadi rasis meme dengan isu etnik menolak orang-orang asia, rasis meme dengan isu etnik menolak orang-orang kulit putih, rasis meme dengan isu etnik mendukung orang-orang kulit putih dan rasis meme dengan isu etnik menolak orang-orang Afro-American. Di dalam rasis meme dengan isu agama, meme itu terdiri dari rasis meme dengan isu agama terkait dengan anti islam.Kata Kunci : internet meme komik, teori mythology oleh Barthes, rasisme, myth. This present study was aimed at investigating racism issues signified in internet meme comic at 9gag.com through textual analysis using Barthes’s theory of mythology. This study also focused to discover the purpose conveyed by the internet meme comic at 9gag.com. The subject of this study was the internet meme comic at 9gag.com¬. It was found that there were 56 meme indicated as racist meme in the period of study that was from March to May 2016. From the data, it found that the meme collected could be divided into three major classifications that were racial meme with political issues, racial meme with ethnicity issues, and racial meme with religious issues. In racial meme with political issues, it could be divided into two that is meme with political issues supporting Donald Trump’s candidacy and meme with political issues against Donald Trump’s candidacy. In racial meme with ethnicity issues, it could be divided into racial meme with ethnicity issues against Asian people, racial meme with ethnicity issues against white people, racial meme with ethnicity issues supporting white people, and racial meme with ethnicity issues against Afro-American people. In racial meme with religion issues, it was consisted racial meme with religion issues related to anti-Islam.keyword : Key words: internet meme comic, Barthes theory of mythology, racism, myth.
ENGLISH USED BY STREET VENDORS IN BANJAR HOT SPRING, BALI ., I Gusti Ngurah Budaartha; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., Dewa Putu Ramendra, S.Pd, M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8706

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk, fungsi bahasa dan faktor Bahasa inggris digunakan antara pedagang jalanan ketika mereka berkomunikasi dengan para wisatawan. Penelitian ini dilakukan di Banjar Hot Spring, Bali. Empat pedagang jalanan dipilih sebagai subyek penelitian ini berdasarkan kriteria. Penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dimana data yang terkumpul dianalisis secara kualitatif. Peneliti adalah instrumen utama yang digunakan dalam penelitian ini. Dua perangkat yang digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data, yaitu perekam video dan notetaking. Peneliti mengamati data dengan merekam percakapan yang dilakukan oleh subyek selama dua kali. Data ditranskrip dan dianalisis untuk mengetahui bentuk, fungsi bahasa dan faktor bahasa inggris. Hasil analisis data menunjukkan bahwa bentuk bahasa inggris yang digunakan antara pedagang jalanan adalah penyimpangan dari apa yang biasanya digunakan dalam hal tata bahasa, sintaksis, dan kosa kata dan juga ada beberapa komponen bahasa yaitu phonology, morphology, and syntax, Berdasarkan teori Spratt, Pulverness, dan Williams (2005: 17), ada tujuh fungsi bahasa yang digunakan antara pedagang jalanan ketika mereka berkomunikasi dengan wisatawan. Fungsi-fungsi Bahasa yang di maksud yaitu salam, menawarkan barang dan jasa, meminta pendapat, memberikan informasi, tidak setuju, berterima kasih, dan meninggalkan tempat yang digunakan antara pedagang jalanan, ada tujuh fungsi yang menjadi fokus penelitian ini.Kata Kunci : Bahasa Inggris, Pedagang jalanan, Bentuk, Fungsi Bahasa. This study was aimed at finding out the forms, language function and factor of English used by the Street Vendors when they communicated with the tourists. This study was conducted at Banjar Hot Spring, Bali. Four street vendors were chosen as the subjects of this study based on the criteria. This study was descriptive qualitative in which the data collected were analyzed qualitatively. The researcher is the main instrument employed in this study. Two devices were used by the researcher to collect the data, namely video recorder and notetaking. The researcher observed the data by recording the conversation done by the subjects for two times. The data were transcribed and analyzed to find out the form, language function and factors of English. The result of the data analysis showed that the form of English used by the street vendors was a deviation from what is normally used in terms of grammar, syntax, and vocabulary and also some component of language such as phonology, morphology, and syntax. Based on the theory Spratt, Pulverness, and Williams (2005: 17), there are seven function of language used by Street Vendors when they were communicating with the tourist. Those language functions were greeting, offering goods and service, asking opinion, giving information, disagreeing, thanking, and leave-taking That is used by street vendors, there were seventh function that become the focus of this study.keyword : English, Street Vendors, Form, Language Function.
AN ANALYSIS OF LEXICOGRAMMATICAL FEATURES USED IN FIVE STARS HOTEL WEBSITE ADVERTISEMENTS IN BALI ., Ni Luh Putu Linda Sumariyanthi; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., Dewa Putu Ramendra, S.Pd, M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8715

Abstract

Tujuan dari penelitian ini ialah untuk (1) mengidentifikasi penggunaan ciri-ciri leksikogramatika yang ada pada iklan situs web hotel bintang lima di Bali, dan (2) menemukan persamaan serta perbedaan diantara iklan situs web hotel bintang lima di Bali terkait dengan ciri-ciri leksikogramatika. Data dalam penelitian ini berupa teks yang dikumpulkan dan diseleksi dari sepuluh iklan situs web hotel termasuk spa dan resor bintang lima di Bali. Data tersebut dianalisa secara deskriptif menggunakan kerangka Halliday dan Matthiessen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam ranah sistem transitivitas, proses material mendominasi di setiap iklan situs web hotel bintang lima di Bali yang telah terseleksi, diikuti dengan proses relasional. Hasil dari analisis unsur sirkumstansial menunjukkan bahwa sirkumstansi lokasi merupakan unsur sirkumstansial yang paling sering muncul. Sedangkan, dalam ranah sistem mode, tipe mode deklarasi mendominasi kalimat-kalimat di setiap iklan situs web hotel bintang lima di Bali yang telah terseleksi. Lebih jauh lagi, ada pula tipe mode suruhan yang ditemukan pada sepuluh iklan situs web hotel bintang lima di Bali tersebut. Secara mengkhusus, terdapat banyak modal verbal yang ditemukan iklan-iklan tersebut. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa kesepuluh iklan situs web hotel bintang lima di Bali tersebut secara menciri bertujuan untuk menginformasikan, menuntun, mengingatkan dan juga membujuk para pembaca yang dalam hal ini adalah para tamu hotel.Kata Kunci : unsur-unsur leksikogramatika, situs web hotel, iklan This study aimed at (1) identifying the use of lexicogrammatical features in five stars hotel website advertisements in Bali, and (2) finding out the similarities and the differences among the five stars hotel website advertisements in Bali in terms of lexicogrammatical features. The study involved ten selected five stars hotel website advertisements in Bali. The data were in the forms of texts collected from the ten five stars hotels including resort and spa website advertisements in Bali. The data were analyzed descriptively through Hallidays and Matthiessens framework, specifically focusing on transitivity system and mood system. The result showed that, in terms of transitivity system, material processes seemed dominated in every selected website advertisement, followed by relational processes. The result of circumstantial elements analysis showed that circumstances of location was the most frequent circumstantial element. Meanwhile, in terms of mood system, declarative mood types dominated in every selected five stars hotel website advertisement in Bali. Moreover, there were imperatives found on the ten selected hotel website advertisement. Specifically, there were numerous modal verbs found in the advertisements. The result of this study indicated that the ten selected five stars hotel website advertisements were characteristically meant to inform, guide, remind, as well as persuade the readers who were the hotels guests.keyword : lexicogrammatical features, hotel website, advertisement
COMPARING THE PHONOLOGICAL SYSTEM OF MANIKLIYU DIALECT AND THAT OF SUTER DIALECT OF THE BALINESE LANGUAGE: A DESCRIPTIVE STUDY ., I Dewa Made Yuda Mahendra; ., Prof. Dr.I Ketut Seken,MA; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8721

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan membandingkan sistem fonologis Manikliyu Dialek dan Suter Dialek bahasa Bali: penelitian deskriptif, yang meliputi jenis vokal yang digunakan dalam Manikliyu Dialek dan Suter Dialek dari Bali, jenis konsonan digunakan dalam Manikliyu Dialek dan Suter Dialek Bali dan perbedaan dalam hal pengucapan kata antara Manikliyu dialek dan Suter dialek dari Bali. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Ada tiga informan utama dan beberapa informan sekunder dalam penelitian ini. Data yang diperoleh dikumpulkan berdasarkan tiga teknik, yaitu observasi, wordlist, dan panduan wawancara. Hasil analisis data menunjukkan bahwa ada 10 jenis vokal di Manikliyu Dialek, ada 8 jenis vokal di Suter Dialek, ada 19 jenis konsonan di Manikliyu dialek, ada 19 jenis konsonan di Suter Dialek dan ada 62 jenis kata memiliki pengucapan perbedaan dalam hal vokal dan konsonan mereka antara Manikliyu dan Suter Dialek.Kata Kunci : fonologi, vokal, konsonan, perbedaan dalam hal pengucapan kata antara Manikliyu Dialek dan Suter Dialek dari Bali. This study aimed at describing comparing the phonological system of Manikliyu Dialect and Suter Dialect of Balinese language: a descriptive study, which covered the types of vowels used in Manikliyu Dialect and Suter Dialect of Balinese, the types of consonants used in Manikliyu Dialect and Suter Dialect of Balinese and the differences in terms of word pronunciation between Manikliyu Dialect and Suter Dialects of Balinese. This research is a descriptive qualitative research. There were three main informants and several secondary informants in this research. The obtained data were collected based on three techniques, namely observation, wordlist, and interview guide. The results of the data analysis show that there are 10 types of vowels in Manikliyu Dialect, there are 8 types of vowels in Suter Dialect, there are 19 types of consonants in Manikliyu dialect, there are 19 types of consonant in Suter Dialect and there are 62 kinds of words have a differences pronunciation in terms of their vowels and consonants between Manikliyu and Suter Dialects. keyword : phonology, vowel, consonant, differences in terms of word pronunciation between Manikliyu Dialect and Suter Dialects of Balinese.
THE ANALYSIS OF TEACHERS' CODE SWITCHINGS BASED ON THE PERCEPTIONS OF THE EIGHTH GRADE STUDENTS OF SMP NEGERI 2 SAWAN ., I Gede Juliadnyana; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., Dewa Putu Ramendra, S.Pd, M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.9262

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menidentifikasi tipe dari rubahan bahasa dan untuk menyelidiki persepsi siswa terhadap penggunaan rubahan bahasa oleh guru bahasa Inggris kelas delapan di SMP Negeri 2 Sawan. Penelitian ini dirancang menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas delapan dan guru bahasa Inggris di kelas delapan. Instrumen yang digunakan dalam peneliian ini meliputi lembar observasi, kuisioner, pedoman wawancara. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa terdapat tiga tipe rubahan bahasa yang digunakan oleh guru bahasa Inggris. Data menunjukan bahwa 31.7% intra sentential code switching, 54.8% inter sentential code switching, dan 13.4% inter personal code switching. Hasil dari kuisioner menunjukan respon rata – rata siswa adalah 70.74%, itu berarti siswa dikategorikan memiliki persepsi yang positif terhadap penggunaan rubahan bahasa oleh guru bahasa Inggris. Wawancara menunjukan bahwa siswa memiliki persepsi yang positif terhadap penggunaan rubahan bahasa oleh guru bahasa Inggris. Ada dua alasan berkenaan dengan jawaban positive siswa seperti: rubahan bahasa membuat siswa “mengerti” materi pelajaran lebih mudah, dan rubahan bahasa menurunkan “stres” siswa dalam belajar.Kata Kunci : Rubahan Bahasa, Tipe Rubahan Bahasa, Fungsi dari Rubahan Bahasa, Persepsi This research aimed to identify the types of code switching and the students’ perception about code switching used by the English teachers in the eighth grade students of SMP Negeri 2 Sawan. This research was conducted in descriptive qualitative design. The subjects of this research were the eighth grade students and the eighth grade English teachers. The instruments used in this study were observation sheet, questionnaire, and interview guide. The results of this research showed that there were three types of code switching used by the English teachers. The data showed there were (31.7%) of intra sentential code switching, (54.8%) of inter sentential code switching and (13.4%) of inter personal code switching.The results of the questionnaire showed that the average responses of the students were (70.74%), it means that students were categorized to have positive perception about the use of code switching by the English teachers. The interview shows that the students had positive response about the use of code switching by the English teachers. There were two reasons concerning the students’ positive answer, that is, code switchings that make the students understand the material more easily, and code switchings that reduce the students’ stress in learning.keyword : Code switching, type of code switching, function of code switching, perception
AN ANALYSIS OF PREFIXES AND SUFFIXES IN BUNUTAN DIALECT OF BALINESE: A Descriptive Study ., I Gusti Ayu Ngurah Shanti Ningrum; ., Prof. Dr.I Ketut Seken,MA; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.9644

Abstract

Abstrak Penelitian ini dirancang dalam bentuk deskriptif kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan asal usul kata dan perubahan kata awalan dan akhiran dialek bahasa Bali Bunutan. Teknik yang digunakan adalah observasi dan wawancara. Dalam penelitian ini, terdapat tiga narasumber yang dipilih. Hasil dari penelitian ini menunjukkan terdapat tiga jenis awalan yang ditemukan di dialek Bunutan, yaitu {ma-}, {me-}, and {N-}, dan terdapat tiga akhiran: {-ang}, {-in}, and, {-nye} yang ditemukan di dialek bahasa Bali Bunutan. Awalan dan akhiran di dialek bahasa Bali Bunutan yang termasuk awalan asal usul kata {ma-}, {me-}, and {N-}, dan akhiran suffixes {-ang} dan {-in}. Awalan dan akhiran di dialek bahasa Bali Bunutan yang termasuk perubahan kata awalan {N-} and akhiran {-ang}, {-in}, and, {-nye}. Kata Kunci : Kata-kata kunci: awalan, akhiran, asal usul kata, perubahan kata ABSTRACT This study was designed in the form of descriptive qualitative study. This study aimed at describing the derivational and inflectional prefixes and suffixes in Bunutan Dialect of Balinese. The techniques used to collect the data were observation and interview. In this study, there were three informants chosen. The results of this study showed that there are three kinds of prefixes found in Bunutan Dialect, namely {ma-}, {me-}, and {n-} and there were three kinds of suffixes: {-ang}, {-in}, and, {-nye} which is found in Bunutan Dialect of Balinese. Prefixes and suffixes in Bunutan Dialect of Balinese which belonged to derivational were prefix {ma-}, {me-}, and {n-} and suffixes {-ang} and {-in}. Prefixes and suffixes in Bunutan Dialect of Balinese which belonged to inflection were prefix {n-} and suffix {-ang}, {-in}, and, {-nye}.Prefixes and suffixes in Bunutan Dialect of Balinese which belonged to derivational were prefix {ma-}, {me-}, and {N-} and suffixes {-ang} and {-in}. Prefixes and suffixes in Bunutan Dialect of Balinese which belonged to inflection were prefix {N-} and suffix {-ang}, {-in}, and, {-nye}. keyword : Keywords: prefixes, suffixes, derivational, inflectional
THE CODE-MIXING ANALYSIS OF NUSA PENIDA DIALECT SPOKEN BY NUSA SARI VILLAGERS ., I Gusti Ngurah Putu Angga Sri Pranatha; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.9685

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan jenis pencampuran bahasa yang digunakan oleh penduduk desa Nusa Sari dan juga cara peduduk desa Nusa Sari untuk menggunakan pencampuran bahasa tersebut dalam berkomunikasi dengan orang lain di masyarakat. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Narasumber dalam penelitian ini adalah dua keluarga yang terdiri dari lima anggota keluarga. Data dikumpulkan berdasarkan tiga teknik, yaitu Observasi, Wawancara, dan Dokumen Teknik. Data dikumpulkan dengan menggunakan beberapa instrumen, yaitu: pedoman dalam wawancara, perangkat perekam, catatan dan pena. Dalam menganalisa data, menggunakan tiga domain: Persahabatan, Pertetanggaan, dan Keluarga. Ada tiga proses dalam menganalisis data: data reduksi, penggambaran data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada tiga dialek yang digunakan oleh penduduk desa Nusa Sari dalam komunikasi sehari-hari, seperti dialek Nusa Penida, dialek Jembrana, dan Bahasa Indonesia. Tapi dialek utama yang digunakan adalah dialek Nusa Penida dan dialek Jembrana karena Bahasa Indonesia memiliki frekuensi rendah untuk digunakan di masyarakat desa Nusa Sari. Ada dua jenis pencampuran bahasa yang digunakan oleh penduduk desa Nusa Sari, seperti Insertion dan Alternation. Sementara itu tidak ditemukan adanya penggunaan dari Congruent Lexicalization di dalam penelitian ini.Kata Kunci : jenis-jenis pencampuran bahasa, dialek Nusa Penida This study aimed to discover the types of code mixing used by Nusa Sari villagers and also the way Nusa Sari villagers used the code mixing to communicate with other people in the community. This study was a qualitative research. The informants were two families consisted of five family members. The data were collected based on three techniques, which were Observation, Interviewing, and Document Technique. The data were collected by using some instruments, namely: interview guideline, recording device, note and pen. The data were analyzed through the use of three domains: Friendship, Neighborhood, and Family. There were three processes in analyzing the data: data reduction, data display, conclusion drawing and verification. The results of the study showed that there were three codes spoken by Nusa Sari villagers in their daily communication, such as Nusa Penida dialect, Jembrana dialect, and Bahasa. But the major codes used were Nusa Penida dialect and Jembrana dialect since Bahasa had a low frequency in the community of Nusa Sari village. There were two types of code mixing used by Nusa Sari villagers, such as Insertion and Alternation. Meanwhile there was no used of Congruent Lexicalization found in this study.keyword : types of code mixing, Nusa Penida dialect
THE EFFECT OF APPLYING GINGER CORRECTOR SOFTWARE AS A CORRECTION TOOL ON THE COMPETENCY OF RECOUNT TEXTS OF THE EIGHTH GRADE STUDENTS OF SMP N 1 UBUD ACADEMIC YEAR 2016/2017 ., I Made Partha Sarathi; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., I Putu Ngurah Wage M, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.9692

Abstract

kompetensi menulis recount text antara siswa yang menulis dengan dikoreksi menggunakan software Ginger Corrector dan siswa yang menulis dengan dikoreksimenggunakan konvensional feedback. Desain penelitian yang digunakan adalah Quasi-Experimental Design yang disebut Post-test only control group. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas delapan SMP Negeri 1 Ubud dengan sample 64 siswa yang dipilih melalui Purposive Sampling. 32 siswa dari kelas VIII A1 sebegai kelas experimen dimana sofware Ginger Corrector diaplikasikan dan 32 siswa dari kelas VIII A2 sebagai kelas control dimana software Ginger Corrector tidak di aplikasikan. Data diambil melalu tes menulis dengan menggunakan rubric penilaian dan dianalisis menggunakan t-test. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan dalam nilai menulis recount antara siswa yang diajarkan dengan pengaplikasian Ginger Corrector Software dan siswa yang diajarkan tanpa pengaplikasian software Ginger Corrector sebagai alat pengkoreksi Hal ini dibuktikan oleh hasil statistik deskriptif yang menunjukkan nilai rata-rata dari kelompok eksperimen adalah 79,68 sedangkan nilai rata-rata dari kelompok kontrol adalah 72,50. Hasil uji-t juga menunjukkan bahwa nilai tobs lebih tinggi dari tcv. Nilai tobs adalah 4,430 sedangkan nilai tcv adalah 1,6697. Oleh karena itu, hipotesis nol (Ho) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima.Kata Kunci : kompetensi menulis recount teks, CALL, Software Ginger Corrector. This study aimed to investigate whether or not there is any significant difference in the competency of writing recount texts between the students whose writing which is corrected by Ginger Corrector Software and the students whose writing which is corrected by conventional feedback. This study was quasi-experimental design called posttest-only control group design. The population in this study was eighth grade students of SMP Negeri 1 Ubud with the sample of 64 students selected by using Purpossive Sampling. 32 students of VIII A1 class were assigned as the experimental class which were taught by applying Ginger Corrector Software and 32 students of VIII A2 class as the control class which were taught without applying Ginger Corrector Software. The data were collected by using writing test with scoring rubric and analyzed by using t-test. The result of the research showed that there was a significant difference in writing score of the eighth grade students who were taught by applying Ginger Corrector Software and those who were taught without applying Ginger Corrector Software. It was proven by the result of the descriptive statistics that showed the mean score of the experimental group was 79.68 while the mean score of the control group was 72.50. The result of the t-test also showed that the value of the tobs was higher than the tcv. The value of the tobs was 4.430 while the value of the tcv was 1.6697. Therefore the null hypothesis (Ho) is rejected and the alternative hypothesis (Ha) was accepted.keyword : Writing Recount Text Competency, CALL Feedback, Ginger Corrector Software.
Co-Authors ., Anak Agung Istri Yurika Kanya Paramita D ., Anak Agung Istri Yurika Kanya Paramita D ., COKORDA ISTRI ITA ARIATI ., DR. LUH PUTU ARTINI, M.A. ., Dr. Sudirman, M.L.S ., Dr. Sudirman, M.L.S ., Ester Adi Wiryani ., Ester Adi Wiryani ., Gusti Komang Dewi Tirtayani ., Gusti Komang Dewi Tirtayani ., Gusti Ngurah Adi Kusuma ., Gusti Ngurah Adi Kusuma ., Husnul Lail ., I Dewa Made Yuda Mahendra ., I Dewa Made Yuda Mahendra ., I Gede Juliadnyana ., I Gede Juliadnyana ., I Gede Wira Wiguna ., I Gede Wira Wiguna ., I Gusti Agung Putu Samiasri ., I Gusti Agung Putu Samiasri ., I Gusti Ayu Ngurah Shanti Ningrum ., I Gusti Ayu Ngurah Shanti Ningrum ., I GUSTI AYU RIAN KESUMAYANTI ., I Gusti Ngurah Bagus Aryana ., I Gusti Ngurah Bagus Aryana ., I Gusti Ngurah Budaartha ., I Gusti Ngurah Putu Angga Sri Pranatha ., I Gusti Ngurah Putu Angga Sri Pranatha ., I Kadek Aristyawan ., I Kadek Aristyawan ., I Kadek Sudarma ., I Made Partha Sarathi ., I Made Partha Sarathi ., I Made Pebri Artono ., I Nengah Pastikayana ., I Putu Ratama ., Kadek Puspa Ariantini ., Kadek Puspa Ariantini ., KADEK WAHYUTRIYUNI ., KADEK WAHYUTRIYUNI ., Kadek Windayanti ., Komang Sri Wahyuni ., KOMANG TRY WAHYUNI DEWI ., Luh Nik Sudiyanti ., Luh Nik Sudiyanti ., Luh Winda Cipta Pratiwi ., Made Gede Viktor ., Made Gede Viktor ., MADE PUTRI ARI SUSANTHI ., Made Wikrama ., Made Wikrama ., MADE WINNY PARAMITHA ., Mashita Amellia Kartika Sari ., NI KADEK DWI EKA JAYANTHI AYU ., Ni Kadek Dwi Sanjiwani ., Ni Kadek Dwi Sanjiwani ., NI KETUT AYU SUPUTRI ., Ni Luh Putu Linda Sumariyanthi ., Ni Luh Putu Linda Sumariyanthi ., Ni Nengah Nitiadhi ., Ni Putu Ayu Sriratna Dewipayani ., Ni Putu Ayu Sriratna Dewipayani ., Ni Putu Trisna Sari Putri ., NI PUTU YENI YULIANTARI ., Ni Wayan Paramita Dewi ., Ni Wayan Paramita Dewi ., Niluh Sri Hendrayani ., Niluh Sri Hendrayani ., Nyoman Suci Triasih ., PROF. DR. I NYM. ADI JAYA PUTRA, M.A. ., PROF. DR. I NYM. ADI JAYA PUTRA, M.A. ., Putu Dwitya Pranata ., Putu Dwitya Pranata ., Putu Eka Dambayana S., S.Pd., M.Pd. ., Putu Mas Juliatmadi ., Putu Mas Juliatmadi ., Putu Pipin Septiari ., Putu Rika Pramayani ., Putu Rika Pramayani ., Putu Sutarma ., Putu Sutarma ., Putu Wita Pradnya Dhari ., Putu Wita Pradnya Dhari ., SARI DEWI NOVIYANTI ., Siti Juliani Putri Sulandari ., Siti Juliani Putri Sulandari ., Sophiarini Putu Yulia Adex Palos Agustin Dwicahya . Adnyani, Ni Luh Putu Sri Anak Agung Istri Mas Diah Utari Dewi Anak Agung Istri Ngr. Marhaeni Anis Azizah Hidayati . Artini, Putu Astuti, Kadek Wedi Danu Wijaya ., Danu Wijaya Dewa Ayu Eka Agustini Dewa Komang Tantra Dewa Putu Ramendra Drs. Asril Marjohan,MA . Elsie, Kadek Fredina G.A.P. Suprianti G.P. Chikita Gede Irwandika . Gede Mahendrayana I Dewa Gede Rat Dwiyana Putra I Gede Bryan Permana Yasa ., I Gede Bryan Permana Yasa I Gede Budasi I Gusti Agung Anom Maruti Putra ., I Gusti Agung Anom Maruti Putra I Gusti Ayu Ketut Yustriantari ., I Gusti Ayu Ketut Yustriantari I Ketut Mantra I Ketut Mantra . I Ketut Sudiatmika I Komang Alit Putra ., I Komang Alit Putra I Komang Sesara Rakayana . I Made Adi Widarta Kusuma I Nyoman Adi Jaya Putra I Nyoman Pasek Hadi Saputra I Putu Galan Brahmanusi ., I Putu Galan Brahmanusi I Putu Indra Kusuma I Putu Sidiasa . I Wayan Agus Anggayana I Wayan Rusdiana . I Wayan Swandana I Wayan Wikajaya ., I Wayan Wikajaya Ida Bagus Putu Kusuma Adi . Ida Bagus Putu Suryadiputra . Ida Kadek Satria Wardana ., Ida Kadek Satria Wardana Iin Pramunistyawaty ., Iin Pramunistyawaty Jaya, Putu Wira Jelimun, Maria Olga KADEK DEVY MARLENI . Kadek Fredina Elsie Kadek Sari Wahyuni ., Kadek Sari Wahyuni Kadek Sintya Dewi Kadek Sonia Piscayanti Komang Adi Wiradnyana ., Komang Adi Wiradnyana Kurniawati . Luh Putu Artini LUKI ARIMESTI DWIHANDINI . M.A. ., PROF. DR. I KETUT SEKEN, M.A. M.Pd. ., Made Hery Santoso, S.Pd, M.Pd. Made Hery Santosa Mantra, I Ketut May Anggara Jiwa Hanuraga ., May Anggara Jiwa Hanuraga Mayori, Winda Ni Kadek Dinda Saraswati Ni Kadek Heny Sayukti ., Ni Kadek Heny Sayukti Ni Kadek Indah Dili Yanti Indah Dili Ni Komang Arie Suwastini Ni Komang Sri Wahyuni ., Ni Komang Sri Wahyuni Ni Luh Putu Elly Trikayanti . Ni Made Christina Wijaya . NI MADE ELIS PARILASANTI . Ni Made Ernila Junipisa Ni Made Putri Saraswathy . Ni Made Ratminingsih NI MADE SRI AGUSTINI . NI MADE WAHYU SUPRABA WATHI . Ni Putu Astiti Pratiwi Ni Wayan Desi Ariani . Ni Wayan Novi Suryati Ni Wayan Surya Mahayanti Nyoman Karina Wedhanti Praptono, Gede Sudana Prayuda, Putu Edy Prof. Dr. A. A. I. Ngurah Marhaeni,MA . Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA . Prof. Dr.I Ketut Seken,MA . Putu Adi Krisna Juniarta Putu Edi Kusuma ., Putu Edi Kusuma Putu Eka Dambayana Suputra Putu Indah Partami Putri . Putu Kerti Nitiasih Putu Nada Dita Pratama Ratih Apriliani Ratih Utari Purnama Dewi . S.Pd. I Putu Ngurah Wage M . S.Pd. Putu Eka Dambayana S. . Utari Dewi, Anak Agung Istri Mas Diah Widarta Kusuma, I Made Adi Widayanti, Ni Komang Ayu Wikajaya, I Wayan Yudistian, Randi Yundari, Yundari ZAENUL FIKRI .