Claim Missing Document
Check
Articles

A Descriptive Analysis of Slang Words Used in "Step Up: All In" Movie ., Luh Nik Sudiyanti; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., I Wayan Swandana, S.S., M.Hum.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.13585

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang berusaha menemukan jenis-jenis slang dan mengamati fungsi-fungsi slang yang digunakan dalam film "Step Up: All In". Teori dari Allan dan Burridge (2006) tentang jeni-jenis slang dan teori dari Hymes tentang etnografi berbicara digunakan sebagai pedoman. Sehubungan dengan tujuan pertama, ada empat jenis-jenis slang yang ditemukan dalam film ini, yaitu fresh and creative, flippant, imitative, dan clipping. Penggunaan imitative mendominasi jenis slang yang digunakan pada film ini, dikarenakan pembicara tidak memerlukan pengetahuan tertentu dan dapat membuat slang jenis ini dengan mudah dengan meniru kata-kata yang sudah ada dan menyederhanakannya. Merujuk pada tujuan kedua, ada enam fungsi-fungsi slang yang ditemukan dalam film ini, yaitu to address, to form intimate atmosphere, to initiate relax conversation, to show impression, to show intimacy, dan to humiliate. Adapun, fungsi yang memiliki frekuensi paling tinggi adalah to address dan to initiate relax conversation. Dalam situasi informal, orang cederung menggunakan kata-kata slang untuk menciptakan suasana yang lebih santai dimana percakapan mereka dapat berjalan dengan lancar. Tujuan dari menggunakan kedua fungsi ini adalah untuk menjaga hubungan dekat mereka. Sebagai hasil, kedua fungsi ini dominan digunakan oleh karakter dalam film ini. Kata Kunci : deskriptif analisis, kata-kata slang, film This research is a descriptive qualitative research which attempts to find out slang types and observe slang functions used in “Step Up: All In” movie. The theory from Allan and Burridge (2006) about slang types and the theory from Hymes (1989) about ethnography of speaking were used as guidelines. Regarding to the first objective, there are four types of slang found in this movie, such as fresh and creative, flippant, imitative, and clipping. The occurrence of imitative dominates the slang type used in this movie, since the speakers do not require certain knowledge and can make this slang type easily by imitating the existing words and simplifying them. Referring to the second objective, there are six functions of slang discovered in this movie, such as to address, to form intimate atmosphere, to initiate relax conversation, to show impression, to show intimacy, and to humiliate. Therefore, the functions which have high frequency are to address and to initiate relax conversation. In informal situation, people tend to use certain kinds of addresses in addressing their close friends and use slang words since they want to create relax condition in which their conversation can run smoothly. The purpose of using these two functions is to maintain their close relationship. As a result these two functions are dominantly used by the characters in this movie.keyword : descriptive analysis, slang words, movie
THE MORPHOPHONEMIC CHANGE OF BORROWED ENGLISH WORDS IN INFO KOMPUTER MAGAZINES ., KADEK WAHYUTRIYUNI; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.14847

Abstract

Penelitian ini menganalisa tentang perubahan morfofonemik dari Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia yang digunakan dalam majalah-majalah Info Komputer. Majalah-majalah yang digunakan adalah edisi-edisi spesial. Majalah-majalah tersebut dipublikasikan sekitar tahun 2014 sampai 2017. Penelitian ini merupakan content analysis karena data didapatkan dari majalah-majalah. Penelitian ini memakai model Interactive Data Analysis oleh Miles and Huberman (1994). Ada beberapa langkah-langkah untuk penelitian ini seperti, (1) Membaca, menandai, dan mengurutkan kata-kata yang dipinjam, (2) menerjemahkan kata-kata yang dipinjam, meletakkannya dalam tabel-tabel, dan menganalisis perubahan morfofonemik berdasarkan teori oleh Nida (1949), dan (3) menarik kesimpulan dari penelitian. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada lima jenis dari perubahan morfofonemik seperti, lima proses perubahan asimilasi, sepuluh proses penghilangan fonem konsonan, tiga proses penghilangan fonem vokal, satu proses perubahan palatalisasi, dan satu proses perubahan nasalisasi. Kata Kunci : kata-kata yang dipinjam, perubahan bahasa, perubahan morfofonemik This study analyzed the morphophonemic change of English words into Indonesian words which were used in Info Komputer magazines. The magazines which were used were special editions. The magazines were published around the years 2014 until 2017. This study was content analysis since the data were obtained from magazines. This study used Interactive Data Analysis model of Miles and Huberman (1994). There were three steps for this study such as (1) reading, marking, and listing the borrowed words, (2) transcribing the borrowed words, putting the words into tables and analyzing the morphophonemic change based on the theory of Nida (1949), and (3) drawing the conclusion of the study. The result of the study showed that there were five types of morphophonemic change such as five processes of assimilation, ten processes of loss of consonant phonemes, three processes of loss of vowel phonemes, one process of palatalization, and one process of nasalization.keyword : borrowed words, language change, morphophonemic change
THE MORPHOPHONEMIC CHANGE OF BORROWED ENGLISH WORDS IN INFO KOMPUTER MAGAZINES ., KADEK WAHYUTRIYUNI; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.14848

Abstract

Penelitian ini menganalisa tentang perubahan morfofonemik dari Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia yang digunakan dalam majalah-majalah Info Komputer. Majalah-majalah yang digunakan adalah edisi-edisi spesial. Majalah-majalah tersebut dipublikasikan sekitar tahun 2014 sampai 2017. Penelitian ini merupakan content analysis karena data didapatkan dari majalah-majalah. Penelitian ini memakai model Interactive Data Analysis oleh Miles and Huberman (1994). Ada beberapa langkah-langkah untuk penelitian ini seperti, (1) Membaca, menandai, dan mengurutkan kata-kata yang dipinjam, (2) menerjemahkan kata-kata yang dipinjam, meletakkannya dalam tabel-tabel, dan menganalisis perubahan morfofonemik berdasarkan teori oleh Nida (1949), dan (3) menarik kesimpulan dari penelitian. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada lima jenis dari perubahan morfofonemik seperti, lima proses perubahan asimilasi, sepuluh proses penghilangan fonem konsonan, tiga proses penghilangan fonem vokal, satu proses perubahan palatalisasi, dan satu proses perubahan nasalisasi. Kata Kunci : kata-kata yang dipinjam, perubahan bahasa, perubahan morfofonemik This study analyzed the morphophonemic change of English words into Indonesian words which were used in Info Komputer magazines. The magazines which were used were special editions. The magazines were published around the years 2014 until 2017. This study was content analysis since the data were obtained from magazines. This study used Interactive Data Analysis model of Miles and Huberman (1994). There were three steps for this study such as (1) reading, marking, and listing the borrowed words, (2) transcribing the borrowed words, putting the words into tables and analyzing the morphophonemic change based on the theory of Nida (1949), and (3) drawing the conclusion of the study. The result of the study showed that there were five types of morphophonemic change such as five processes of assimilation, ten processes of loss of consonant phonemes, three processes of loss of vowel phonemes, one process of palatalization, and one process of nasalization.keyword : borrowed words, language change, morphophonemic change
AN ANALYSIS OF CODE MIXING USED IN INSTAGRAM BY STUDENTS OF ENGLISH LANGUAGE EDUCATION ., Mashita Amellia Kartika Sari; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., Kadek Sintya Dewi, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.14930

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tipe-tipe dari campur bahasa terutama yang ditemukan pada media sosial seperti Instagram juga untuk menemukan alasan yang mendasari penggunaan campur bahasa yang digunakan oleh mahasiswa jurusan pendidikan Bahasa Inggris dalam keseharian. Model dari penelitian ini yaitu penelitian deskriptif kualitatif dimana penelitian ini difokuskan pada suatu kejadian campur bahasa. Berkaitan dengan hal itu, penelitian ini hanya fokus pada campur bahasa antara Bahasa Indonesia – Bahasa Inggris yang digunakan oleh mahasiswa. Selain itu, data diperoleh melalui observasi pada akun Instagram mahasiswa dan mewawancarai beberapa subjek terpilih dengan menggunakan sebuah panduan wawancara. Selanjutnya, data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teory Ho (2007) dan Hoffman (1991). Berdasarkan analisis data, ditemukan bahwa tipe campur bahasa yang paling dominan yaitu lexical words dengan jumlah 54 (34.6%). Sedangkan, alasan yang mendasari penggunaan campur bahasa oleh siswa yang paling dominan yaitu talking about a particular topic dimana seluruh subjek terpilih memilih alasan tersebut. Meskipun begitu, peneliti menemukan tiga alasan tambahan diluar dari teory Hoffman (1991) seperti; keterbatasan kosa kata, gengsi, dan melatih penguasaan berbahasa Inggris.Kata Kunci : Campur bahasa antara bahasa Indonesia-bahasa Inggris dan Instagram. This study aimed at analyzing the types of code mixing, specifically found in the social media, especially in Instagram as well as to find out the reasons underlying the use of code mixing by the students of English Language Education in daily conversation. The design of this research is descriptive qualitative study since it focused on a single case of phenomenon of code mixing. Therefore, this study only focused on Indonesian-English code mixing used by the students. Moreover, the data were collected through observing on the students’ Instagram account and interviewing the selected subjects by using an interview guide. Furthermore, the collected data were analyzed by using Ho’s theory (2007) and Hoffman’s theory (1991). Based on the data analysis, the result of the study showed that the dominant type of code mixing used by the students was lexical word with the total number of 54 items (34.6%). Meanwhile, the dominant reason underlying the use of code mixing by the students was talking about a particular topic, where all of the selected subjects picked that reason. However, the researcher found three additional reasons out of Hoffman’s theory (1991), namely: vocabulary limitation, prestige, and practicing English mastery.keyword : Indonesian-English code mixing and Instagram.
AN ANALYSIS OF AFFIXATION FOUND IN SASAK LANGUAGE IN MASBAGIK DIALECT ., Putu Dwitya Pranata; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., I Wayan Swandana, S.S., M.Hum.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.14932

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki jenis afiks yang terjadi pada Dialek Masbagik. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian ini menggunakan beberapa instrumen, yaitu: peneliti, daftar kata dan panduan wawancara. Informan dipilih berdasarkan kriteria tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 9 macam prefiks yang terjadi dalam dialek Masbagik. Ada 5 kata dengan awalan {be-}, 5 kata dengan awalan {m-}, 5 kata dengan awalan {me-} seperti, 5 kata dengan awalan {ng-}, 5 kata dengan awalan {nge-}, 5 kata dengan awalan {pe-}, 5 kata dengan awalan {seper}, 5 kata dengan awalan {sem-}, 5 kata dengan awalan {sen-}, dan 5 kata dengan awalan {te-}. Selanjutnya, ada 4 jenis sufiks yang terjadi dalam dialek Masbagik. Ada 5 kata dengan akhiran {-ang}, 5 kata dengan akhiran {-in}, 5 kata dengan akhiran {-k}, dan 5 kata dengan sufiks {-ye}. Selain itu, ada 2 macam konfiks yang terjadi dalam dialek Masbagik. Ada 3 kata dengan awalan {ku-} dengan akhiran {-k} dan 3 kata dengan awalan {m-} dengan akhiran {-an}Kata Kunci : Afiksasi, Dialek, Desa Masbagik This study aimed at investigating the kinds of affixes occurring in Masbagik Dialect. This study is a descriptve qualitative study. This study used some instruments, namely: researcher, word list and interview guide. The informants were selected based on certain criteria. The result showed that there were 9 kinds of prefixes which occurred in Masbagik dialect. There were 5 words with prefix {be-}, 5 words with prefix {m-}, 5 words with prefix {me-} such, 5 words with prefix {ng-}, 5 words with prefix {nge-}, 5 words with prefix {pe-}, 5 words with prefix {se-}, 5 words with prefix {sem-}, 5 words with prefix {sen-}, and 5 words with prefix {te-}. Furthermore, there were 4 kinds of suffixes which occurred in Masbagik dialect. There were 5 words with suffix {-ang}, 5 words with suffix {-in}, 5 words with suffix {-k}, and 5 words with suffix {-ye}. , Furthermore, there were 2 kinds of confixes which occurred in Masbagik dialect. There were 3 words with prefix {ku-} with suffix {-k}and 3 words with prefix {m-} with suffix {-an}keyword : Affixation, Dialect, Masbagik Village
An Analysis of Subtitling Strategy in the La La Land Movie (2016) ., Putu Wita Pradnya Dhari; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., Dr. Ni Komang Arie Suwastini, S.Pd, M.Hu
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.15053

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi kesalahan dalam terjemahan lirik-lirik lagu pada film La La Land, dan (2) mengelompokkan kesalahan dalam terjemahan lirik-lirik lagu pada film La La Land. Penelitian ini di desain secara deskriptif kualitatif. Ada lima buah lagu yang digunakkan sebagai subjek dari penelitian ini yang berjudul Another Day of Sun, Someone in the Crowd, A Lovely Night, City of Stars, and Audition (The Fools Who Dream). Kesalahan-kesalahan yang terdapat pada terjemahan lirik-lirik lagu merupakan objek dari penelitian ini. Untuk mengambil data digunakan beberapa metode seperti menonton film, membuat catatan, dan mebuat transkripsi. Setelah itu data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif. Hasilnya adalah, ditemukan 186 kesalahan pada makna, kealamian, irama dan sajaknya. Terdapat 25 atau 20% kesalahan pada maknanya, 39 atau 31% kesalahan pada kealamiannya, 107 atau 86% kesalahan pada iramanya, dan 15 atau 12% kesalahan pada sajaknya. Secara terperinci, pada lagu Another Day of Sun, ditemukan 10 or 33% kesalahan pada maknanya, 17 atau 56% kesalahan pada keaalamiannya, 29 or 97% kesalahan pada iramanya, dan 5 atau 16% kesalahan pada sajaknya. Pada lagu Someone in the Crowd, ditemukkan 6 atau 24% kesalahan pada maknanya, 7 or 28% kesalahan pada kealamiannya, 25 atau 96% kesalahan pada iramanya, dan 5 atau 20% kesalahan pada sajaknya. Kemudian, pada lagu A Lovely Night, ditemukkan 2 atau 5% kesalahan pada maknanya, 5 atau 14% kesalahan pada kealamiannya, 32 atau 74% kesalahan pada iramanya, dan 2 or 5% kesalahan pada sajaknya. Pada lagu City of Stars, ditemukkan 1 atau 12% kesalahan pada maknanya, 1 atau 12% kesalahan pada kealamiannya, 8 atau 62% kesalahan pada iramanya, dan 0 atau 0% kesalahan pada sajaknya. Yang terkahir pada lagu Audition (The Fools Who Dream), ditemukkan 5 atau 22% kesalahan pada maknanya, 9 atau 33% kesalahan pada kealamiannya, 24 atau 88% kesalahan pada iramanya, dan 3 atau 11% kesalahan pada sajaknya. Permasalah terbanyak dapat ditemukkan pada irama dari lirik- lirik lagu film La La Land dengan 107 (86%) kesalahan. Dapat disimpulkan bahwa penerjemah lirik lagu pada film La La Land tidak berhasil mempertahankan irama lagu yang menjadi nilai penting pada terjemahan lagu karena adanya perbedaan antara bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.Kata Kunci : Terjemahan Audiovisual, terjemahan lagu, subtitle, kesalahan pada terjemahan This study aimed at (1) identifying the errors in the translation of song lyrics in La La Land movie, and (2) classifying the errors in the translation of song lyrics in La La Land movie. This study was designed descriptive qualitatively. There were five songs used as the subjects of the study, namely Another Day of Sun, Someone in the Crowd, A Lovely Night, City of Stars, and Audition (The Fools Who Dream). The errors in the translation of song lyrics were the object of this study. Several methods, namely streaming, note taking, and transcribing were used in gaining the data. The data finding were analyzed qualitatively. It was found that there are 186 errors in terms of sense, naturalness, rhythm, and rhyme that can be identified from the songs. There are 25 or 20% errors in terms of sense, 39 or 31% errors in terms of naturalness, 107 or 86% errors in terms of rhythm, and 15 or 12% errors in terms of rhyme. In detail, in Another Day of Sun, there are 10 or 33% errors found in terms of sense, 17 or 56% errors in terms of naturalness, 29 or 97% errors in terms of rhythm, and 5 or 16% errors in terms of rhyme. In Someone in the Crowd, there are 6 or 24% errors in terms of sense, 7 or 28% errors in terms of naturalness, 25 or 96% errors in terms of rhythm, and 5 or 20% errors in terms of rhyme. Then, in A Lovely Night, there are 2 or 5% errors in terms of sense, 5 or 14% errors in terms of naturalness, 32 or 74% errors in terms of rhythm, and 2 or 5% errors in terms of rhyme. In City of Stars, there are 1 or 12% errors in terms of sense, 1 or 12% errors in terms of naturalness, 8 or 62% errors in terms of rhythm, and 0 or 0% error in terms of rhyme. Last, in Audition (The Fools Who Dream), there are 5 or 22% errors in terms of sense, 9 or 33% errors in terms of naturalness, 24 or 88% errors in terms of rhythm, and found 3 or 11% errors in terms of rhyme. The highest errors can be found in the rhythm of song lyrics with 107 (86%) errors. It can be concluded that the translator was unsuccessful in retain the rhythm of the song that becomes the essential value in song translation because of the gap between Indonesian and English Language.keyword : Audiovisual translation, song translation, subtitle, translation error
The Phonological Changes from Gelgel Dialect to Tampekan Dialect: A Descriptive Qualitative Study ., Kadek Puspa Ariantini; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., Dr. I Gede Budasi, M.Ed.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.15063

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perubahan bahasa dari dialek Gelgel ke dialek Tampekan. Penelitian ini merupakan penelitian deskripsi kualitatif. Peneliatian ini mengambil tempat di desa Gelgel, kecamatan Klungkung, kabupaten Klungkung dan di desa Tampekan, kecamatan Banjar, kabupaten Buleleng. Ada tiga informan yang dipilih ditiap desa. Satu orang sebagai informan yang utama, dua orang lainnya sebagai informan yang membantu. Data dianalisis berdasarkan teori tipe perubahan bahasa yang disarankan oleh Crowley (1992), Keraf (1996), and Fruehwald (2013). Data diperoleh berdasarkan daftar kata Swadesh dan daftar kata Nothofer. Hasil dari data analisis menunjukan bahwa ada 8 kata yang mengalami aphaeresis (menghilangnya fonem di depan kata), 10 kata yang mengalami syncope (menghilangnya fonem di tengah kata), 2 kata yang mengalami apocope (menghilangnya fonem diakhir kata), 7 kata yang mengalami haplology (menghilangnya suku kata dalam sebuah kata), 7 kata yang mengalami epenthesis (penambahan fonem di depan kata), 2 kata yang mengalami prosthesis (penambahan ditengah kata), 4 kata yang mengalami paragoge (penambahan fonem di akhir kata), 6 kata yang mengalami assimilation (sebuah fonem yang mengubah fonem lainnya dan terdengan mirip), and 7 kata yang mengalami dissimilation (perubahan fonem yang tidak mirip dari sebelumnya).Kata Kunci : fonologi, perubahan bunyi, dan dialek. This study aimed at describing the phonological changes from Gelgel dialect to Tampekan dialect. This study is a descriptive qualitative study. It took place in Gelgel village, Klungkung district, Klungkung regency and Tampekan village, Banjar district, Buleleng regency. There were three informants selected in each dialect. One person was appointed as main informant, and the other two were determined as the supporting informants. The data were analyzed based on the theory of types of phonological changes suggested by Crowley (1992), Keraf (1996), and Fruehwald (2013).The data were collected based on two wordlists, namely Swadesh and Nothofer. The result of data analysis showed that there are 8 words which undergoing aphaeresis (loss of the phoneme in the beginning of the word), 10 words which undergoing syncope (loss of the phoneme in the middle of word), 2 words which undergoing apocope (loss of the phoneme in the final of the word), 7 words which undergoing haplology (loss of syllable in the word), 7 words which undergoing epenthesis (addition in the middle word position), 2 words which undergoing prosthesis (addition in the initial word position), 4 words which undergoing paragoge (addition in the final word position), 6 words which undergoing assimilation (one phoneme changes another phoneme to be more similar), and 9 words which undergoing dissimilation (a sound change to be unlike the sound before it).keyword : Keywords: Phonology, Phonological Changes, Dialect
The Effect of Diary Writing on Students' Competence in Writing Recount Texts at SMA Negeri 1 Sukasada in Academic Year 2017/2018 ., I Kadek Aristyawan; ., Prof. Dr. Anak Agung Istri Ngr. Marhaeni; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.15070

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah diary writing memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan siswa dalam menulis teks recount di SMA Negeri 1 Sukasada tahun ajaran 2017/2018. Penelitian ini merupakan penelitian semu dengan desain post-test only control group. Populasi dari penelitian ini berjumlah 178 siswa dari enam kelas. Sampel penelitian diperoleh dengan cara random sampling dan diperoleh kelas X IB I sebagai kelas eksperimen yang diajar dengan menerapkan diary writing, dan kelas X IB II sebagai kelas kontrol yang diajar dengan menggunakan strategi konvensional. Data didapat melalui tes menulis. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dan inferensial. Hasil dari analisis menunjukkan bahwa siswa di kelas X IB I memperoleh hasil yang lebih baik daripada siswa di kelas X IB II. Hal ini dibuktikan dari hasil t-test yang menunjukkan bahwa tobs lebih tinggi dari tcv. Tobs adalah 2.715 sedangkan tcv adalah 1.671 (tobs > tcv). Berdasarkan hasil yang ditunjukkan, itu berarti bahwa diary writing mempunyai pengaruh signifikan terhadap kemampuan siswa dalam menulis teks recount.Kata Kunci : menulis, diary writing, teks recount This study aimed to investigate whether diary writing has significant effect on students’ competence in writing recount texts at SMA Negeri 1 Sukasada in academic year 2017/2018. This study was quasi-experimental study which design was post-test only control group. The population of this study was 178 students from the total of six classes. The sample was obtained by using random sampling technique, and the result of the lottery was X IB I as an experimental group and X IB II as a control group. The experimental group was taught by implementing diary writing, and the control group was taught by using conventional method. The data was collected through writing test. The data obtained were analyzed descriptively and inferentially. The result showed that the students in X IB I achieved a better result than the students in X IB II. It was proven by the result of t-test that showed tobs was higher than tcv. Tobs was 2.715 meanwhile tcv was 1.671 (tobs > tcv). Based on the result showed, it means that diary writing has significant effect on students’ competence in writing recount texts.keyword : writing, diary writing, recount text
AN IDENTIFICATION OF PHRASAL VERB IN THE MOVIE ENTITLED "CRAZY, STUPID, LOVE" ., I Nengah Pastikayana; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., Kadek Sintya Dewi, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.15159

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tipe dan arti dari phrasal verb yang digunakan dalam film yang berjudul “Crazy, Stupid, Love”. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Data dari penelitian ini diambil dengan cara menonton dan mentranskrip percakapan dalam film “Crazy, Stupid, Love”, dan kemudian mengidentifikasi phrasal verb yang terdapat dalam film berdasarkan konteks dalam film. Analisis dari penelitian ini mencakup tiga hal yaitu pengambilan data, data analisis dan penghitungaan data. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat 129 phrasal verb dalam film Crazy, Stupid, Love yang dikategorikan kedalam dua tipe yaitu ditemukan 65 kata dikategorikan berjenis instransitive dan 64 kata berjenis transitive (41 seperable dan 23 inseparable). Artinya, kata kerja frase sering digunakan oleh penutur asli dalam percakapan mereka seperti yang dapat dilihat di dalam film berjudul “Crazy, Stupid, Love” dan penting sebagai seorang pelajar untu belajar mengenai kata kerja frase untuk memahami makna bahasa yang digunakan oleh penutur asli.Persentase phrasal verb yang digunakan dalam konteks informal adalah 79.6% sedangkan penggunaan pada konteks formal adalah 20.93 %. Penggunaan phrasal verb dalam konteks formal lebih rendah daripada konteks informal hal ini dikarenakan kebayakan percakapan dilakukan dalam situasi informal. Kata Kunci : film, kata kerja frase, kosa kata. This study aimed at identifying the types and meanings of the phrasal verbs used in the movie entitled “Crazy, Stupid, Love”. This study is descriptive study. The data of this study were collected by watching and transcribing the conversations in movie “Crazy, Stupid, Love”, and then identifying the phrasal verbs existing in the movie according to their contexts. The data analysis consisted of three forms, namely: data collection, data analysis, and calculating the data. The result of this study shows that there are 129 phrasal verbs found in the movie. Those phrasal verbs are 65 intransitive and 64 transitive (41 separable and 20 inseparable).The percentages of the phrasal verbs used in informal contexts are79.6% phrasal verbs and in formal contexts are 20.93 %. It means that, phrasal verbs are often used by native speakers in their conversations as can be seen in the movie entitled “Crazy, Stupid, Love” and it is important as a learner to learn about the phrasal verbs in order to comprehend the meaning of language which is used by the native speakers. Moreover, the percentage of phrasal verbs used in formal context is lower than informal context. It is because most of the scenes of conversations are done in informal situation. keyword : vocabulary, phrasal verb, movie
THE ANALYSIS OF SWEAR WORDS USED BY THE TEENAGERS IN NUSA PENIDA ., Ni Putu Ayu Sriratna Dewipayani; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., G.A.P. Suprianti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.15254

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kata-kata umpatan yang digunakan oleh remaja di Nusa Penida. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif yang dilakukan dengan mengamati, merekam audio, dan mewawancarai para informan. Informan adalah 16 remaja yang berasal dari Nusa Penida. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kata-kata umpatan yang digunakan oleh remaja di Nusa Penida memiliki bentuk, referensi, dan fungsi. Terdapat tiga bentuk kata-kata makian: (1) dalam bentuk kata yang dibagi menjadi dua jenis: monomorfemis (yaitu ‘klewaran’ leluhur) dan polimorfemik (yaitu ‘polo’ otak); (2) dalam bentuk frasa yang dibagi menjadi tiga jenis: frasa nomina (yaitu ‘bojog tone’ monyet itu), frasa kata kerja (yaitu ‘mantet duang’ selalu makan), dan frasa kata sifat (yaitu ‘belog san’ sangat bodoh); (3) dalam bentuk klausa (yaitu ‘lotog ide’ bodoh kamu). Referensi kata-kata makian berhubungan dengan (a) agama, (b) fungsi tubuh, (c) kotoran, (d) istilah binatang, (e) aktivitas, (f) latar belakang pribadi, (g) penyakit mental, (h) iblis, dan (i) kekeluargaan. Fungsi kata-kata umpatan adalah (a) untuk menarik perhatian, (b) memprovokasi, (c) untuk menciptakan identifikasi perseorangan, (d) mengekspresikan emosi , (e) integratif, (f) menyerang, (g) regresif, dan (h) penekanan.Kata Kunci : bentuk, fungsi, referensi, kata-kata umpatan. This study aimed at analyzing swear words used by the teenagers in Nusa Penida. This study used descriptive qualitative research which was conducted by observing, audio recording, and interview guiding the informants. The informants were 16 teenagers from Nusa Penida. The results of the study showed that the swear words used by the teenagers in Nusa Penida have their forms, references, and functions. There are three forms of swear words: (1) in the form of words that are devided into two types: monomorphemic (i.e. klewaran ‘ancestor’) and polymorphemic (i.e polone ‘brain’); (2) in the form of phrases that are divided into three types: noun phrases (i.e bojog tone ‘that monkey’), verb phrases (i.e. mantet duang ‘always eat’), and adjective phrases (i.e. belog san ‘very stupid’); (3) in the form of clauses (i.e.lotog ide ‘you are stupid’).The references of swear words are related to (a) religion, (b) body function, (c) excrement, (d) animal term, (e) activity, (f) personal background, (g) mental illness, (h) devil, and (i) kinship. The functions of swear words are (a) to draw attention, (b) to provoke, (c) to create interpersonal identification, (d) express emotion, (e) integrative, (f) aggresive, (g) regressive, and (h) emphasis.keyword : forms, functions, references, swear words.
Co-Authors ., Anak Agung Istri Yurika Kanya Paramita D ., Anak Agung Istri Yurika Kanya Paramita D ., COKORDA ISTRI ITA ARIATI ., DR. LUH PUTU ARTINI, M.A. ., Dr. Sudirman, M.L.S ., Dr. Sudirman, M.L.S ., Ester Adi Wiryani ., Ester Adi Wiryani ., Gusti Komang Dewi Tirtayani ., Gusti Komang Dewi Tirtayani ., Gusti Ngurah Adi Kusuma ., Gusti Ngurah Adi Kusuma ., Husnul Lail ., I Dewa Made Yuda Mahendra ., I Dewa Made Yuda Mahendra ., I Gede Juliadnyana ., I Gede Juliadnyana ., I Gede Wira Wiguna ., I Gede Wira Wiguna ., I Gusti Agung Putu Samiasri ., I Gusti Agung Putu Samiasri ., I Gusti Ayu Ngurah Shanti Ningrum ., I Gusti Ayu Ngurah Shanti Ningrum ., I GUSTI AYU RIAN KESUMAYANTI ., I Gusti Ngurah Bagus Aryana ., I Gusti Ngurah Bagus Aryana ., I Gusti Ngurah Budaartha ., I Gusti Ngurah Putu Angga Sri Pranatha ., I Gusti Ngurah Putu Angga Sri Pranatha ., I Kadek Aristyawan ., I Kadek Aristyawan ., I Kadek Sudarma ., I Made Partha Sarathi ., I Made Partha Sarathi ., I Made Pebri Artono ., I Nengah Pastikayana ., I Putu Ratama ., Kadek Puspa Ariantini ., Kadek Puspa Ariantini ., KADEK WAHYUTRIYUNI ., KADEK WAHYUTRIYUNI ., Kadek Windayanti ., Komang Sri Wahyuni ., KOMANG TRY WAHYUNI DEWI ., Luh Nik Sudiyanti ., Luh Nik Sudiyanti ., Luh Winda Cipta Pratiwi ., Made Gede Viktor ., Made Gede Viktor ., MADE PUTRI ARI SUSANTHI ., Made Wikrama ., Made Wikrama ., MADE WINNY PARAMITHA ., Mashita Amellia Kartika Sari ., NI KADEK DWI EKA JAYANTHI AYU ., Ni Kadek Dwi Sanjiwani ., Ni Kadek Dwi Sanjiwani ., NI KETUT AYU SUPUTRI ., Ni Luh Putu Linda Sumariyanthi ., Ni Luh Putu Linda Sumariyanthi ., Ni Nengah Nitiadhi ., Ni Putu Ayu Sriratna Dewipayani ., Ni Putu Ayu Sriratna Dewipayani ., Ni Putu Trisna Sari Putri ., NI PUTU YENI YULIANTARI ., Ni Wayan Paramita Dewi ., Ni Wayan Paramita Dewi ., Niluh Sri Hendrayani ., Niluh Sri Hendrayani ., Nyoman Suci Triasih ., PROF. DR. I NYM. ADI JAYA PUTRA, M.A. ., PROF. DR. I NYM. ADI JAYA PUTRA, M.A. ., Putu Dwitya Pranata ., Putu Dwitya Pranata ., Putu Eka Dambayana S., S.Pd., M.Pd. ., Putu Mas Juliatmadi ., Putu Mas Juliatmadi ., Putu Pipin Septiari ., Putu Rika Pramayani ., Putu Rika Pramayani ., Putu Sutarma ., Putu Sutarma ., Putu Wita Pradnya Dhari ., Putu Wita Pradnya Dhari ., SARI DEWI NOVIYANTI ., Siti Juliani Putri Sulandari ., Siti Juliani Putri Sulandari ., Sophiarini Putu Yulia Adex Palos Agustin Dwicahya . Adnyani, Ni Luh Putu Sri Anak Agung Istri Mas Diah Utari Dewi Anak Agung Istri Ngr. Marhaeni Anis Azizah Hidayati . Artini, Putu Astuti, Kadek Wedi Danu Wijaya ., Danu Wijaya Dewa Ayu Eka Agustini Dewa Komang Tantra Dewa Putu Ramendra Drs. Asril Marjohan,MA . Elsie, Kadek Fredina G.A.P. Suprianti G.P. Chikita Gede Irwandika . Gede Mahendrayana I Dewa Gede Rat Dwiyana Putra I Gede Bryan Permana Yasa ., I Gede Bryan Permana Yasa I Gede Budasi I Gusti Agung Anom Maruti Putra ., I Gusti Agung Anom Maruti Putra I Gusti Ayu Ketut Yustriantari ., I Gusti Ayu Ketut Yustriantari I Ketut Mantra I Ketut Mantra . I Ketut Sudiatmika I Komang Alit Putra ., I Komang Alit Putra I Komang Sesara Rakayana . I Made Adi Widarta Kusuma I Nyoman Adi Jaya Putra I Nyoman Pasek Hadi Saputra I Putu Galan Brahmanusi ., I Putu Galan Brahmanusi I Putu Indra Kusuma I Putu Sidiasa . I Wayan Agus Anggayana I Wayan Rusdiana . I Wayan Swandana I Wayan Wikajaya ., I Wayan Wikajaya Ida Bagus Putu Kusuma Adi . Ida Bagus Putu Suryadiputra . Ida Kadek Satria Wardana ., Ida Kadek Satria Wardana Iin Pramunistyawaty ., Iin Pramunistyawaty Jaya, Putu Wira Jelimun, Maria Olga KADEK DEVY MARLENI . Kadek Fredina Elsie Kadek Sari Wahyuni ., Kadek Sari Wahyuni Kadek Sintya Dewi Kadek Sonia Piscayanti Komang Adi Wiradnyana ., Komang Adi Wiradnyana Kurniawati . Luh Putu Artini LUKI ARIMESTI DWIHANDINI . M.A. ., PROF. DR. I KETUT SEKEN, M.A. M.Pd. ., Made Hery Santoso, S.Pd, M.Pd. Made Hery Santosa Mantra, I Ketut May Anggara Jiwa Hanuraga ., May Anggara Jiwa Hanuraga Mayori, Winda Ni Kadek Dinda Saraswati Ni Kadek Heny Sayukti ., Ni Kadek Heny Sayukti Ni Kadek Indah Dili Yanti Indah Dili Ni Komang Arie Suwastini Ni Komang Sri Wahyuni ., Ni Komang Sri Wahyuni Ni Luh Putu Elly Trikayanti . Ni Made Christina Wijaya . NI MADE ELIS PARILASANTI . Ni Made Ernila Junipisa Ni Made Putri Saraswathy . Ni Made Ratminingsih NI MADE SRI AGUSTINI . NI MADE WAHYU SUPRABA WATHI . Ni Putu Astiti Pratiwi Ni Wayan Desi Ariani . Ni Wayan Novi Suryati Ni Wayan Surya Mahayanti Nyoman Karina Wedhanti Praptono, Gede Sudana Prayuda, Putu Edy Prof. Dr. A. A. I. Ngurah Marhaeni,MA . Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA . Prof. Dr.I Ketut Seken,MA . Putu Adi Krisna Juniarta Putu Edi Kusuma ., Putu Edi Kusuma Putu Eka Dambayana Suputra Putu Indah Partami Putri . Putu Kerti Nitiasih Putu Nada Dita Pratama Ratih Apriliani Ratih Utari Purnama Dewi . S.Pd. I Putu Ngurah Wage M . S.Pd. Putu Eka Dambayana S. . Utari Dewi, Anak Agung Istri Mas Diah Widarta Kusuma, I Made Adi Widayanti, Ni Komang Ayu Wikajaya, I Wayan Yudistian, Randi Yundari, Yundari ZAENUL FIKRI .