Claim Missing Document
Check
Articles

MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS GEOGEBRA UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS IV PADA OPERASI HITUNG BILANGAN BULAT Kadek Dwipayani Pratiwi .; Drs. Sariyasa,M.Sc., Ph.D .; Drs.I Putu Wisna Ariawan,M.Si .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.5579

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh media pembelajaran berbasis GeoGebra yang valid, praktis, dan efektif bagi siswa Sekolah Dasar kelas IV. Pengembangan media pembelajaran berbasis GeoGebra ini menggunakan model pengembangan four-D yang terdiri dari empat tahap yaitu: (1) tahap define, (2) tahap design, (3) tahap develope, dan (4) tahap disseminate. Namun, karena keterbatasan waktu dan biaya yang dimiliki peneliti, maka penelitian ini hanya dilakukan sampai tahap ketiga yaitu tahap develop. Berdasarkan hasil uji validitas, diperoleh rata-rata skor validator adalah 3,73. Hal ini menunjukkan bahwa media pembelajaran berbasis GeoGebra memenuhi kriteria valid. Kepraktisan media pembelajaran berbasis GeoGebra ini diukur melalui angket respon siswa dan angket respon guru. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh persentase respon siswa adalah 88,41% dan persentase respon guru adalah 96%, sehingga media pembelajaran berbasis GeoGebra yang dikembangkan dalam penelitian ini telah tergolong dalam kategori sangat praktis. Efektivitas media pembelajaran berbasis GeoGebra diukur melalui tes prestasi belajar. Sesuai hasil tes yang diperoleh, pada siklus I persentase siswa yang dinyatakan tuntas adalah 82,76% dan pada siklus II persentase siswa yang dinyatakan tuntas adalah 86,21%. Berdasarkan hasil tersebut, media pembelajaran berbasis GeoGebra ini sudah dikatakan efektif karena lebih dari 80% siswa di kelas uji coba telah memenuhi kriteria ketuntasan minimal. Berdasarkan hasil uji tersebut, telah diperoleh media pembelajaran berbasis GeoGebra yang valid, praktis, dan efektif, dengan karakteristik eksploratif, menggunakan bahasa yang mudah dipahami, menarik dan mudah digunakan dalam pembelajaran operasi hitung bilangan bulat.Kata Kunci : Media Pembelajaran GeoGebra, Valid, Praktis, Efektif, Prestasi Belajar This research aimed at creating GeoGebra based learning media that was valid, practical and effective for Primary Students of Grade IV. The development of GeoGebra based learning media used four-D model consisting of four phases, i.e. (1) define, (2) design, (3) develope, and (4) disseminate. However, due to time and financial restriction, this research was conducted until the third phase, that was developing phase. Based on the result of validity test, the average score of validator was 3,73. This result showed that GeoGebra based learning media had been valid. Practicality of GeoGebra based learning media was measured through student questionnaire responses and the questionnaire responses of teachers. The result showed that the student-response percentage was 88,41% and the percentage of teachers’ responses was 96%, thus GeoGebra based learning media was highly practical. The effectiveness of GeoGebra based learning media was measured through achievement test. Based on the result of achievement test, the percentage of students who were passed in the first cycle was 82.76% and in the second cycle was 86.21%. This result indicated that GeoGebra based learning media was effective since more than 80% students were passed the test. According to the result of this test, a GeoGebra based learning media is valid, practical and effective with the following characteristic: explorative, simple and easy to understand language, and easy to use in teaching aritmhatic of integer. keyword : learning media GeoGebra, valid, practical, effective, learning achievement
PENGARUH STRATEGI NHT DAN MOTIVASI BERPRESTASI TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VII Kadek Dwi Septia Angga Suari .; Drs.I Putu Wisna Ariawan,M.Si .; I Putu Pasek Suryawan, S.Pd., M.Pd .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.5581

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh strategi pembelajaran Matematika (strategi NHT dan konvensional) dan motivasi berprestasi terhadap prestatsi belajar matematika siswa. Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 3 Singaraja tahun ajaran 2014/2015. Populasi penelitian ini adalah 12 kelas, 4 kelas dijadikan sebagai sampel penelitian. Jumlah total sampel adalah 92 siswa. Kelas VIIA dan VIID sebagai kelompok eksperimen dan VIIE dan VIIF sebagai kelompok kontrol. Kelompok eksperimen dibelajarkan dengan strategi NHT dan kelompok kontrol dibelajarkan dengan strategi konvensional. Desain penelitian ini adalah Posttest only control group design dengan treatment by level. Instrumen yang digunakan mengukur motivasi berprestasi adalah kuesioner motivasi berprestasi, sedangkan instrumen mengukur prestasi belajar matematika siswa adalah tes prestasi belajar matematika. Penganalisisan data menggunakan Anova dua jalur dan pengujian tindak lanjut (post hoc testing). Hasil dari penelitian ini dapat dilihat sebagai berikut: a) ada pengaruh yang signifikan dalam prestasi belajar matematika siswa antara siswa yang dibelajarkan dengan strategi NHT dan konvensional dimana skor rata-rata siswa yang dibelajarkan dengan strategi NHT lebih tinggi daripada skor rata-rata siswa yang dibelajarkan dengan strategi konvensional, b) terdapat interaksi yang signifikan antara strategi pembelajaran (strategi NHT dan konvensional) dan motivasi berprestasi terhadap prestasi belajar matematika siswa, c) ada perbedaan yang signifikan antara siswa yang memiliki motivasi berprestasi tinggi dibelajarkan dengan strategi NHT dengan siswa yang memiliki motivasi berprestasi tinggi dibelajarkan dengan strategi konvensional, d) ada perbedaan yang signifikan antara siswa yang memiliki motivasi berprestasi rendah dibelajarkan dengan strategi NHT dengan siswa yang memiliki motivasi berprestasi rendah dibelajarkan dengan strategi konvensional.Kata Kunci : strategi NHT, motivasi berprestasi, prestasi belajar matematika siswa This study was aimed at investigating the effect of teaching strategy (NHT and conventional) and achievement motivation on students’ math achievement. The subjects were seventh year student of SMPN 3 Singaraja in academic year 2014/2015. The population was 12 classes which 4 classes were taken as the sample of the study. The total number of sample was 92 students. The VIIA and VIID class were assigned as the experimental group and VIIE and VIIF class as the control group. The experimental group was taught by using NHT strategy and the control group by using conventional strategy. The research design was post test only control group design. Analysis data used two way Anova and then continued by post hoc testing using Tukey test. The findings of the study were: a) there was significant difference in math achievement between the students who were taught by using NHT strategy and conventional strategy, where the mean score of students taught by using NHT strategy was higher than the mean score of students’ math achievement for students taught by using conventional strategy, b) there was interaction between of teaching strategy (NHT and conventional) and the achievement motivation on students’ math achievement, c) there was a significant difference in math achievement between the students with high achievement motivation taught by using NHT and conventional strategy, d) there was a significant difference in math achievement between the students with low achievement motivation taught by using NHT and conventional strategy. keyword : NHT strategy, achievement motivation, students’ math achievement
PENGEMBANGAN LKS INTERAKTIF BERBASIS SOFTWARE GEOGEBRA PADA POKOK BAHASAN LINGKARAN UNTUK SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 BANGLI Ni Wayan Eka Sentana Wati .; Dr. I Gusti Ngurah Pujawan,M.Kes .; Drs.I Putu Wisna Ariawan,M.Si .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.5764

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan lembar kerja siswa (LKS) interaktif berbasis software GeoGebra pada pokok bahasan lingkaran yang valid, praktis, dan efektif serta mendeskripsikan karakteristiknya. Uji coba produk dalam penelitian ini melibatkan empat orang dosen ahli, dua orang guru matematika, dan 36 siswa kelas XI MIA 3 SMA Negeri 1 Bangli. Penelitian ini menggunakan prosedur pengembangan 4-D, yang dilaksanakan sampai 3 tahapan saja yaitu define, design, dan develop. Pada tahap define dilaksanakan analisis awal dan analisis kurikulum. Analisis awal bertujuan untuk mengetahui masalah yang terjadi dalam pembelajaran matematika di kelas XI SMA, dan analisi kurikulum bertujuan untuk mengetahui kurikulum yang diterapkan di sekolah. Pada tahap design dihasilkan draf awal LKS dan alat evaluasi. Tahap develop bertujuan untuk mengembangkan LKS yang valid, efektif, dan praktis. Data validitas LKS dikumpulkan melalui lembar validasi. Hasil ini menunjukkan bahwa LKS memenuhi kriteria valid, dimana skor validasi LKS adalah 92,54. Melalui uji coba terbatas diketahui bahwa respon siswa dan guru terhadap LKS berada pada katagori sangat positif, dan lebih dari 85% siswa tuntas dalam pembelajaran lingkaran. Sehingga LKS yang dikembangkan dapat dikatakan praktis dan efektif.Kata Kunci : pengembangan, lembar kerja siswa, lingkaran, GeoGebra This research aimed to develop interactive student worksheet based on software GeoGebra on subject circle that valid, practical and effective, and to describe its characteristics. Product trials in this research involved four expert lecturers, two math teachers, and 36 students of class XI MIA 3 SMA Negeri 1 Bangli. This reseacrh used 4-D development procedure that implemented through 3 stages only such as define, design and develop. In the define stage, conducted a preliminary analysis aimed for identifying the mathematics problems that occurred in class XI, and analysis of curriculum aimed for determining the curriculum that applied in school. In the design stage produced an early draft of worksheet and evaluation tools. The develop stage aimed for developing worksheet that valid, effective, and practical. The data of worksheet validity was collected by validation sheet. This data showed that worksheet is valid, and the validation score is 92.54. Through the limited trial was known that the response of the students and teacher about the worksheet were in the category very positive, and more than 85% of students passed the circle learning. So the worksheet can be said practical and effective.keyword : development, student worksheets, circle, GeoGebra
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN AUDITORY INTELLECTUALLY REPETITION (AIR) TERHADAP KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS SISWA KELAS VII I Komang Aditya Saptayana .; Drs.I Putu Wisna Ariawan,M.Si .; Drs.I Made Sugiarta,M.Si .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.5767

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah pengaruh penerapan model Auditory Intellectually Repetition (AIR) dibandingkan penerapan model pembelajaran konvensional terhadap kemampuan koneksi matematis siswa serta untuk mengetahui ada tidaknya interaksi antara kelompok kelas dan model pembelajaran terhadap kemampuan koneksi matematis siswa. Adapun populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Sawan tahun ajaran 2014/2015, yaitu sebanyak 348 orang dimana terdapat 3 kelas unggulan dan 10 kelas non-unggulan. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik random sampling. Setelah diperoleh dua kelas sampel pada masing-masing kelompok kelas unggulan dan non-unggulan kemudian dilakukan matching dengan menggunakan nilai ulangan akhir semester ganjil tahun ajaran 2014/2015 untuk memperoleh kelompok yang setara. Desain analisis pada penelitian ini adalah desain faktorial 2 x 2 yang diuji dengan anava dua jalur. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa ada pengaruh penerapan model AIR dibandingkan model pembelajaran konvensional terhadap kemampuan koneksi matematis siswa dimana kemampuan koneksi matematis siswa yang mengikuti model AIR lebih baik dibandingkan kemampuan koneksi matematis siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional dan tidak ada interaksi antara kelompok kelas dan model pembelajaran terhadap kemampuan koneksi matematis siswa.Kata Kunci : Auditory Intellectually Repetition, Koneksi Matematis This study aimed to determine the effect of the application of model Intellectually Auditory Repetition (AIR) compared to the conventional of learning model for mathematical connection ability of students as well as to determine the interaction between the classroom and the learning model of the mathematical connection ability of students. The population in this study were seventh grade students of SMP Negeri 2 Sawan in academic year 2014/2015, as many as 348 people where there are 3 excellent class and 10 non-excellent class. Sampling was done by random sampling technique. After obtained the two classes of samples in each class group, then a matching based on the final score result of math test in the odd semester in academic year 2014/2015 was done to obtain similar groups. This study is analyzed using a 2 x 2 factorial design were tested by ANOVA Two Way. Hypothesis testing results shown the effect of applying AIR models than conventional learning model on the ability of students' mathematical connections is mathematical connection ability of students who took the AIR models better than the mathematical connection ability of students who took the conventional learning model and there is no interaction between the classroom and the learning model ability of students' mathematical connections.keyword : Auditory Intellectually Repetition, Mathematical Connection
Analisis Proses Pembelajaran Matematika Inklusif untuk Anak Kolok (Tunarungu) di SD Negeri 2 Bengkala Ni Nyoman Wulan Darma Putri .; Dra.Ni Made Sri Mertasari, M.Pd .; Drs.I Putu Wisna Ariawan,M.Si .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.5768

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas perencanaan pembelajaran, kualitas pelaksanaan pembelajaran, kualitas penilaian hasil belajar, serta kendala-kendala yang dihadapi dalam proses pembelajaran matematika inklusif untuk anak kolok (tunarungu) di SD Negeri 2 Bengkala. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan desain penelitian studi kasus. Subjek ditentukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan metode studi dokumen, observasi partisipatif, dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan pembelajaran matematika inklusif terkategori baik dengan nilai deskriptif persentase sebesar 87,5%, pelaksanaan pembelajaran matematika inklusif terkategori sangat baik dengan nilai deskriptif persentase sebesar 92,5%, penilaian hasil belajar matematika inklusif terkategorikan cukup dengan nilai deskriptif persentase sebesar 75%. Dalam proses pembelajaran matematika inklusif terdapat beberapa kendala yang dihadapi yaitu belum adanya guru pembimbing khusus, jumlah guru pendidikan inklusif tidak sebanding dengan jumlah kelas inklusif, kesulitan berkomunikasi, dan motivasi belajar siswa kolok yang masih rendah.Kata Kunci : Pendidikan inklusif, perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, penilaian hasil belajar This study aimed to determine the quality of lesson planning, implementation of learning, assessment of learning outcomes, and constraints encountered in the process of inclusive mathematics instruction for kolok (person with hearing impairment) in SD Negeri 2 Bengkala. The type of research was a qualitative study using case study research design. Subjects determined by using snowball sampling technique. The data of the research was collected by using the method of study documents, participant observation, and in-depth interviews. The results showed that the study of mathematics inclusive planning was categorized good in which the percentage of descriptive value was 87,5%. Whereas, the implementation of an inclusive learning of mathematics was categorized very good in which the percentage of descriptive value was 92.5%. Meanwhile, the inclusive of mathematics learning outcomes assessment was categorized to be sufficient in which the percentage of descriptive value was 75%. Some obstacles encountered in the learning process were the unavailability of specific guidance counselor, less number of inclusive education teachers, communication difficulties between teachers and kolok students, and low learning motivation of kolok students.keyword : Inclusive education, lesson plan, implementation of learning, assessment of learning outcomes
PENGARUH MODEL-ELICITING ACTIVITIES (MEAs) TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 2 SINGARAJA Luh Putu Teta Lamdani Nusantari .; Dr.I Wayan Sadra,M.Ed .; Drs.I Putu Wisna Ariawan,M.Si .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.5900

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti pembelajaran Model-Eliciting Activities (MEAs) lebih baik daripada kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Singaraja, yaitu sebanyak 550 siswa (kelas unggulan yaitu VII.14 dan VII.15, kelas non-unggulan sebanyak 13 kelas lainnya). Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling untuk mendapatkan 2 kelompok sampel (Kelas VII.1 dan VII.14 sebagai kelompok eksperimen, Kelas VII.2 dan VII.15 sebagai kelompok kontrol). Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah post-test only control group. Data kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dikumpulkan melalui tes kemampuan pemecahan masalah matematika. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan uji-t satu ekor. Hasil analisis data mendapatkan rata-rata skor kelompok eksperimen = 31,17 dan kelompok kontrol = 20,19, serta harga thitung = 10,6443 sedangkan harga t(0,05;143) = 1,9767. Ternyata . Berdasarkan hal itu, diperoleh bahwa skor kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti pembelajaran Model-Eliciting Activities (MEAs) lebih baik daripada siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Hal ini beralasan karena didukung oleh fakta-fakta empiris bahwa siswa yang mengikuti pembelajaran MEAs mampu membuat model matematika dari permasalahan sehingga siswa mampu memahami soal secara mendalam, memilah informasi yang penting untuk digunakan, dan siswa terbiasa untuk menyelesaikan permasalahan secara matematis dibandingkan dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional.Kata Kunci : kemampuan pemecahan masalah, matematika, Model-Eliciting Activities This research was aimed to determine wether mathematical problem solving ability of students who studied with Model-Eliciting Activities (MEAs) learning model better than mathematical problem solving ability of students who studied with conventional learning. The population in this study was all seventh grade student of SMP Negeri 2 Singaraja, as many as 550 students (excellent class is VII.14 and VII.15, and thirteen others grade non excellent classes). Sampling was done by cluster random sampling technique to obtain two sample classes (VII.1 class and VII.14 were experiment group, VII.2 and VII.15 were control group) . The research design was Post-test Only Control Group Design. The data of mathematical problem solving ability of students were collected through mathematical problem solving ability test. This data were analyzed using one-tailed t-test. The analysis result obtain the value of the average skor as experimental group = 31,17 and the control group = 20,19, t-arithmatic = 10.6443 while the value of t (0.05; 143) = 1.9767. It turns out t-arithmatic > t-table , Therefore the mathematical problem solving ability scores of students who studied with Model-Eliciting Activities (MEAs) better than the students who studied with conventional learning. This result was strengthen by the fact that the students who took the MEAs learning were more to create a mathematical model of the problem so the students can understand the problem in depth, sorting out important information to be used, and students are accustomed to resolving problems mathematically compared to students who took conventional learning.keyword : problem solving ability, mathematic, Model-Eliciting Activities
UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF DENGAN PENERAPAN MODEL LAPS-HEURISTIK DI SMP NEGERI 6 SINGARAJA Ni Luh Ayu Sarastuti .; Drs.I Made Sugiarta,M.Si .; Drs.I Putu Wisna Ariawan,M.Si .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.5982

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa, dan tanggapan siswa Kelas VIII A1 SMP Negeri 6 Singaraja terhadap penerapan model pembelajaran LAPS-Heuristik dalam pembelajaran matematika. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang melibatkan subjek sebanyak 26 orang siswa Kelas VIII A1 SMP Negeri 6 Singaraja pada semester genap tahun 2014/2015. Penelitian ini dilaksanakan dalam tiga siklus yang masing-masing siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, evaluasi, dan refleksi. Data kemampuan berpikir kreatif siswa dikumpulkan dengan menggunakan tes uraian, sedangkan data tanggapan siswa dikumpulkan dengan menggunakan angket. Data yang telah terkumpul selanjutnya dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor kemampuan berpikir kreatif siswa pada siklus I sebesar 44,15, pada siklus II 66,30, dan pada siklus III 78,3. Hal ini disebabkan oleh : 1) kegiatan pembelajaran pada model pembelajaran LAPS-Heuristik cenderung berpusat pada siswa (student centered), dimana siswa diberikan kesempatan untuk mengkonstruksi pengetahuannya sendiri, 2) pada fase pemahaman masalah siswa diberi kesempatan menggali pengetahuan mengenai materi pembelajaran, sumber-sumber belajar yang sudah mereka dapat untuk menyelesaikan bahan kajian yang diberikan, 3) pada fase perencanaan, pengetahuan berupa konsep mulai dikontruksi oleh siswa berdasarkan pengalaman pada fase pemahaman masalah, 4) pada fase solusi, konsep yang telah terbentuk diinternalisasi ke dalam struktur kognitif siswa (proses pendalaman konsep), dan 5) pada fase pengecekan, dilakukan penyimpulan materi dan pengkajian alternatif jawaban siswa (keluwesan dan keaslian). Tanggapan siswa terhadap penerapan model pembelajaran LAPS-Heuristik dalam pembelajaran matematika tergolong positif.Kata Kunci : Model Pembelajaran LAPS-Heuristik, kemampuan berpikir kreatif The objectives of this study were to know the improvement of the creative thinking skill by using LAPS-Heuristic teaching model on eighth grade students at SMP Negeri 6 Singaraja. This study was classroom action research involving 26 students on eighth grade at SMP Negeri 6 Singaraja on second semester in academic year 2014/2015 as subject of this study. This study was conducted in three cycles which was in each cycles consist of planning, acting, observing and reflecting phase. The data of students’ creative thinking skill were collected by using essay test and the data of students’ response were collected by using questionnaire. The data analyzed descriptively. The result of this study indicated that the means score of students’ creative thinking skill 44,15 on cycle I, 66,30 on cycle II, and 78,3 on cycle III. This was caused by: 1) the activity of LAPS-Heuristic tended focus on students (student centred), in which students were given opportunity to construct their knowledge, 2) in problem understanding phase, the students were given opportunity to explore knowledge about the learning materials, the learning sources to complete their study material, 3) in planning phase, the concept of knowledge began to be constructed by students based on experience of problem understanding phase, 4) in solving phase, the concepts were internalized into students’ cognitive structure (deepening concept process), and 5) in checking phase was done by concluding the material and assessment of students’ alternative answers (flexibility and originality). The students’ response toward the implementation LAPS-Heuristic teaching model in learning mathematics had positive response.keyword : LAPS-Heuristic teaching model, creative thinking skill
PENGARUH FREKUENSI PEMBERIAN TES FORMATIF TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 4 SINGARAJA Ni Luh Ita Darmayanti .; Dra. Gst. Ayu Mahayukti,M.Si .; Drs.I Putu Wisna Ariawan,M.Si .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.5984

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan hasil belajar matematika antara kelompok siswa yang diberikan tes formatif dengan frekuensi tinggi, sedang dan rendah serta untuk mengetahui hasil belajar matematika siswa yang diberikan tes formatif dengan frekuensi yang bagaimanakah dapat memberikan hasil belajar matematika terbaik. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Singaraja tahun ajaran 2014/2015. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik cluster sampling. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Post Test Only Control Group Design. Pada penelitian ini, hasil belajar matematika siswa yang diteliti yaitu pada ranah kognitif yang meliputi tingkatan pengetahuan, penalaran dan penerapan. Data hasil belajar matematika siswa diperoleh dengan menggunakan tes hasil belajar matematika yaitu berupa tes uraian. Skor tes hasil belajar matematika siswa dianalisis dengan menggunakan uji ANAVA satu jalur. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar matematika antara kelompok siswa yang diberikan tes formatif dengan frekuensi tinggi, sedang dan rendah. Kemudian dilanjutkan dengan uji lanjut ANAVA yaitu dengan uji Scheffe ̀. Hasil uji Scheffe ̀ menunjukkan bahwa hasil belajar matematika siswa yang diberikan tes formatif dengan frekuensi tinggi lebih tinggi daripada frekuensi sedang dan hasil belajar matematika siswa yang diberikan tes formatif dengan frekuensi sedang lebih tinggi daripada frekuensi rendah. Jadi, dapat disimpulkan bahwa frekuensi pemberian tes formatif memberikan pengaruh positif terhadap hasil belajar matematika siswa dan hasil belajar matematika siswa yang paling baik adalah kelompok siswa yang diberikan tes formatif dengan frekuensi tinggi.Kata Kunci : Frekuensi, Hasil Belajar Matematika, Tes Formatif This research is aimed to know whether there are differences in mathematics learning outcomes between the groups of students given formative tests with high frequency, medium and low and to know the result of students' mathematics learning outcomes given formative tests with how frequencies can provide the best mathematics learning outcomes. The population in this research was eight grade students of SMP Negeri 4 Singaraja in academic year 2014/2015. Sampling was done by cluster sampling technique. The research design used in this research is the Post Test Only Control Group Design. In this research, students' mathematics learning outcomes studied were in the cognitive domain that includes the level of knowledge, reasoning and application. The data of mathematics student learning outcomes obtained using math achievement test, formed of essay test given at last. Math achievement test scores of students were analyzed using ANOVA one lane. Hypothesis testing results show that there are differences in mathematics learning outcomes between the groups of students given formative tests with high frequency, medium and low. Then proceed with further test is to test Scheffe ANOVA. Scheffe test results showed that the students' mathematics learning outcomes given formative tests with high frequency higher than the frequency with medium frequency and mathematics student learning outcomes given formative test with medium frequency was higher than the low frequency. Thus, it can be concluded that the frequency of formative tests positive impact on learning outcomes of students' mathematics and the best mathematics student learning outcomes was a group of student given formative tests with high frequency.keyword : Frequency, Formative Test , Mathematics Learning Outcomes
IDENTIFIKASI FAKTOR PENYEBAB KEKURANGTERTARIKAN SISWA KELAS X SMK NEGERI 1 SINGARAJA TERHADAP MATA PELAJARAN MATEMATIKA Ni Wayan Desi Maryawathi .; Prof. Dr. I Made Candiasa,MI.Kom .; Drs.I Putu Wisna Ariawan,M.Si .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.6312

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) merumuskan indikator siswa yang kurang tertarik terhadap mata pelajaran matematika, (2) mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan kekurangtertarikan siswa SMK terhadap mata pelajaran matematika, dan (3) merumuskan solusi untuk mengatasi kekurangtertarikan siswa kelas SMK terhadap mata pelajaran matematika. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan subjek penelitian adalah kelas X SMK Negeri 1 Singaraja yang berjumlah 268 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik Snowball Sampling dan terpilih 25 orang siswa sebagai sampel. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah metode angket, observasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator utama siswa kelas X SMK Negeri 1 Singaraja yang kurang tertarik terhadap mata pelajaran matematika adalah tidak mengetahui kegunaan dari mempelajari matematika dan siswa tidak memiliki minat maupun motivasi untuk belajar matematika. Faktor penyebab kekurangtertarikan siswa SMK terhadap mata pelajaran matematika adalah karena pandangan negatif siswa terhadap mata pelajaran matematika, tidak memahami penerapan materi matematika, tidak memahami materi yang dijelaskan oleh guru, kurangnya waktu belajar siswa, kurangnya antusias siswa belajar matematika, pembelajaran yang kurang menarik, motivasi siswa masih rendah dan lingkungan belajar yang kurang kondusif. Dengan demikian dirumuskan solusi untuk mengatasi kekurangtertarikan siswa SMK terhadap mata pelajaran matematika adalah penjelasan lebih mengenai penerapan matematika dalam kehidupan sehari-hari, pembelajaran yang lebih bervariasi, siswa harus mampu membagi waktu belajar, pemberian dukungan dan motivasi dari orang tua, mengurangi kesan guru yang galak dan jarang tersenyum, dan menumbuhkan motivasi belajar matematika pada diri siswa sendiri.Kata Kunci : Kekurangtertarikan, mata pelajaran matematika, dan sekolah menengah kejuruan This research aimed to (1) formulate the student indicator who uninterested with mathematics, (2) identify the uninterested factors of SMK Negeri 1 Singaraja students to mathematics, and (3) formulate the solution to overcome student’s uninterested. This research was a qualitative research and the research subjects were class X of SMK Negeri 1 Singaraja consist of 268 students. From 268 students, 25 of them were chosen as sample of this research by using snowball sampling technique. The data was gathered by using questionnaire method, observation, and interview. The result showed the main indicators of mathematics uninterested were because the students did not know the purpose of studying mathematics and the students also did not have interest or motivation to study mathematics. The result also showed that the uninterested factors to mathematics were because the students had negative outlook to mathematics, students did not understand the application of mathematics, students did not understand the teacher explanation, students did not have enough time to study, students less enthusiastic to study mathematics, learning was not interesting, students’ motivation is low and learning environment was not conducive. Therefore, the solutions to overcome student uninterested to mathematics are by explaining deeper about the application of mathematics in daily life, using more variation in learning method, helping student to manage study time, support and motivation from parent, decreasing teacher impression which usually grumpy and rarely smiling, and growing motivation to study mathematics to student him/herself.keyword : Uninterested, mathematics, and vocational high school
PENGARUH MODEL KONTRUKSI KONSEP BERBANTUAN GEOGEBRA TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA PADA MATERI GEOMETRI I Ketut Agus Buda Sumiranata .; Drs.I Putu Wisna Ariawan,M.Si .; Dr.Gede Suweken,M.Sc .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.6315

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah prestasi belajar matematika siswa yang dibelajarkan dengan model Konstruksi Konsep berbantuan GeoGebra lebih baik daripada siswa yang dibelajarkan dengan model konvensional. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan desain penelitian Post-test Only Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IX SMP Lab Undiksha Singaraja tahun ajaran 2015/2016. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling. Pada pengundian, diperoleh kelas IX-4 sebagai kelas eksperimen dan IX-3 sebagai kelas control. Data skor prestasi belajar matematika siswa diperoleh melalui tes uraian yang diberikan di akhir penelitian. Data yang diperoleh kemudian dianalisis mengunakan Uji-t. Hasil post-test menunjukkan bahwa rata-rata skor prestasi belajar matematika siswa yang dibelajarkan dengan model Konstruksi Konsep berbantuan GeoGebra adalah 76,74, sedangkan rata-rata skor prestasi belajar siswa yang dibelajarkan dengan model konvensional adalah 60,84. Hasil analisis data, diperoleh t_hitung=2,3751 dan t_((0,95)(61) )=1,67. Jika dibandingkan nilai t_hitung>t_((1-α)(dk)) sehingga H0 ditolak. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar matematika siswa yang dibelajarkan dengan model Konstruksi Konsep lebih baik dari pada siswa yang dibelajarkan dengan model konvensional.Kata Kunci : model Konstruksi Konsep, GeoGebra, prestasi belajar matematika. This research was aimed to investigate whether learning achievement mathematics of the students who learned with concept construction learning model with GeoGebra’s better than the students who learned with conventional learning model. This research was a quasi-experiment with Post-test Only Control Group Design. The population of this research was all of nine SMP Lab Undiksha Singaraja in the academic year 2015/2016. The selecting sample process was done by the cluster random sampling technique. Data of mathematics learning achievement mathematics were obtained from essay test that given to students at the end of the study. Data obtained were then analyzed by using t test. The result of post-test showed that the mean scores of students learned with concept construction learning model with GeoGebra’s is 76,74, while the mean scores of students learned with conventional learning model is 60,84. From the data analyzed, it was obtained that t(observed) = 2,3751 and t(critical value) = 1,67. Since, tobserved > t(critical value), H0 was rejected. Therefore, it concluded that learning achievement mathematics of the students who learned with concept construction learning model with GeoGebra better than the students who learned with conventional learning model.keyword : concept construction model, GeoGebra, learning achievement mathematics.
Co-Authors ., I Gede Suparjana Yasa ., I Made Adi Wira Nata Putra ., I Nengah Adi Mahendra ., I Putu Cahaya Adhi Putra ., Ketut Rista Anggraini Wulandari ., Ni Ketut Arum ., Ni Putu Melan Aryani ., Ni Putu Urip Vidanti ., Ni Wayan Adikana Wiandari Yadnya ., Putu Novita Santika Dewi Adie Wahyudi Oktavia Gama Agus Adiarta,ST,MT . Anak Agung Gede Agung Anak Agung Gede Agung, Anak Agung Gede Anantawikrama Tungga Atmadja Andayani, Made Susi Lissia Ardita, I Made Ary Dwijayanti Arya Arimbawa, Gusti Putu Astriani, Dewi Yulvi AUGUSTA DE JESUS MAGALHAES Basilius Redan Werang Candra Manik Maheyeti Citariani, I Gusti Ayu Oka Dewa Gede Hendra Divayana, Dewa Gede Hendra Dewi Yulvi Astriani Dr. I Made Sugiarta, M.Si. . Dr. I Nyoman Tika,M.Si . Dr.I Wayan Sadra,M.Ed . Drs.Djoko Waluyo,M.Sc . Dwijayanti, Ary Fanny Taslim Fifi Fitriana Sari, Fifi Fitriana Fitria, W. Rizki Gede Erni Sulindawati, Ni Luh Gede Suweken Gusti Ayu Mahayukti Harefa, Darmawan Heni Purnamayanti, Ni Luh I Gede Astra Wesnawa I Gede Margunayasa I Gede Suparjana Yasa . I Gst Nyoman Yudi Hartawan I Gst Putu Sudiarta I Gusti Ayu Oka Citariani I Gusti Ketut Arya Sunu I Gusti Ngurah Pujawan I Gusti Nyoman Yudi Hartawan I Gusti Putu Suharta I Ketut Agus Buda Sumiranata . I Ketut Agus Buda Sumiranata ., I Ketut Agus Buda Sumiranata I Ketut Widiastra . I Komang Aditya Saptayana . I Komang Aditya Saptayana ., I Komang Aditya Saptayana I Komang Karisma Aditya . I Made Adi Wira Nata Putra . I Made Ardana I Made Candiasa I Made Suwastika Dharma Arta I Made Yudana I Nengah Adi Mahendra . I Nyoman Gita I Nyoman Werna I Putu Cahaya Adhi Putra . I Putu Hendra Widiartana . I PUTU PASEK SURYAWAN I Wayan Gunartha Indra Puspita Dewi, Kadek Kadek Dwi Septia Angga Suari . Kadek Dwi Septia Angga Suari ., Kadek Dwi Septia Angga Suari Kadek Dwipayani Pratiwi . Kadek Dwipayani Pratiwi ., Kadek Dwipayani Pratiwi Kadek Indra Puspita Dewi Ketut Rista Anggraini Wulandari . Kusumadewi, Ni Luh Wahyu Lestari, N L P Kartika Wira Luh Eka Wahyuni Luh Putu Teta Lamdani Nusantari . Luh Putu Teta Lamdani Nusantari ., Luh Putu Teta Lamdani Nusantari Made Emi Sugiartini Made Kurnia Widiastuti Giri Maheyeti, Candra Manik N L P Kartika Wira Lestari Nengah Arnawa Ni Ketut Arum . Ni Komang Riantini Ni Luh Ayu Sarastuti . Ni Luh Ayu Sarastuti ., Ni Luh Ayu Sarastuti Ni Luh Gede Erni Sulindawati Ni Luh Heni Purnamayanti Ni Luh Ita Darmayanti . Ni Luh Ita Darmayanti ., Ni Luh Ita Darmayanti Ni Luh Wahyu Kusumadewi Ni Made Sri Mertasari Ni Nyoman Parwati Ni Nyoman Wulan Darma Putri . Ni Nyoman Wulan Darma Putri ., Ni Nyoman Wulan Darma Putri Ni Putu Melan Aryani . Ni Putu Urip Vidanti Ni Putu Urip Vidanti . Ni Putu Urip Vidayanti Ni Wayan Adikana Wiandari Yadnya . Ni wayan Andhika Prastyani Ni Wayan Desi Maryawathi . Ni Wayan Desi Maryawathi ., Ni Wayan Desi Maryawathi Ni Wayan Eka Sentana Wati . Ni Wayan Eka Sentana Wati ., Ni Wayan Eka Sentana Wati Ni Wayan Rena Mariani Nyoman Sumiartini P. WAYAN ARTA SUYASA Pahriah, Pahriah Prastyani, Ni wayan Andhika Pratiwi, Ni Putu Diah Ari Prema Swandewi, Ni Putu Pujawa, I Gusti Ngurah Putu Budi Adnyana Putu Novita Santika Dewi . Putu Puja, Ida Bagus Riantini, Ni Komang Rusmini, Mas Ayu Sariyasa . Setyarini, Ni Dewa Ayu Putu Rahmi Lira Sri Tatminingsih Sugiartini, Made Emi Sugiharni, Gusti Ayu Dessy Sugito Sugito Sukawijana, I Komang Gede Sumiartini, Nyoman Suryati Suryati Taslim, Fanny Taufiqurrahman, M. Vidanti, Ni Putu Urip Vidayanti, Ni Putu Urip W. Rizki Fitria Wahyuni, Luh Eka Wayan Sugandini Werna, I Nyoman Wiradika, I Nyoman Indhi Yanti, Baiq Azmi Sukroyanti Zahara, M.Pd, Laxmi